157 research outputs found

    Analisis Pertumbuhan Lamun (Enhalus Acoroides) Berdasarkan Parameter Oseanografi di Perairan Desa Dolong A dan Desa Kalia

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian mengenai Analisis Pertumbuhan Lamun (Enhalus Acoroides) Berdasarkan Parameter Oseanografi di Perairan Desa Dolong A dan Desa Kalia. Parameter oseanografi yang dimaksud meliputi salinitas, sedimentasi, kecepatan arus dan kecepatan gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan Lamun (Enhalus acoroides) terhadap parameter oseanografi di perairan Desa Dolong A dan  perairan Desa Kalia. Dari pengukuran yang dilakukan, untuk perairan Desa Dolong A diperoleh nilai salinitas 29,72‰, Jenis sedimen didominasi oleh lumpur, kecepatan arus 0,017 - 0,025 m/s, kecepatan gelombang setiap substasiun adalah 2,778 m/s, 2,702 m/s, 2,767 m/s dan 2,773 m/s, serta laju pertumbuhan lamun setiap substasiun adalah 0,600 cm/hari, 0,584 cm/hari, 0,597 cm/hari dan 0,506 cm/hari. Sedangkan, diperairan Desa Kalia diperoleh nilai salinitas 27,20‰, jenis sedimen lumpur berpasir, kecepatan arus 0,019 - 0,023 m/s, kecepatan gelombang setiap substasiun 2,831 m/s, 2,821 m/s, 2,723 m/s dan 2,717 m/s, serta laju pertumbuhan lamun dari seluruh substasiun adalah 0,783 cm/hari, 0,799 cm/hari, 0,781 cm/hari dan 0,807 cm/hari. Berdasarkan data – data dan hasil yang diperoleh serta merujuk pada aspek aspek kelayakan untuk pertumbuhan lamun maka diperoleh bahwa nilai – nilai parameter oseanografi yang dilakukan pada setiap lokasi penelitian layak untuk pertumbuhan lamun.   Kata kunci : pertumbuhan lamun, salinitas, sedimentas

    Identifikasi Sebaran Lapisan Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis Di Wilayah Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong

    No full text
    ABSTRAK Penelitian tentang identifikasi sebaran lapisan akuifer menggunakan metode geolistrik hambatan jenis di wilayah kecamatan parigi selatan kabupaten parigi moutong telah dilakukan untuk mengetahui sebaran lapisan akuifer di Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilakukuan dengan 11 titik Lintasan pengukuran yang terbagi dalam 3 bagian untuk mengetahui letak sebaran akuifer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode geolistrik hambatan jenis dan untuk pengukuran dilakukan dengan metode Automatic Array Scanning (AAS) menggunakan konfigurasi Wenner. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Earthmager 2D dilakukan untuk memperoleh nilai distribusi hambatan jenis bawah permukaan. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh nilai hambatan jenis yang merupakan lapisan aquifer yang berkisar 54 Ωm - 133 Ωm dengan nilai faktor formasi 2 - 5. Arah penyebaran lapisan akuifer dominan ke arah bagian tengan lokasi penelitian. Kata kunci: Akuifer, Earthimager, Geolistrik hambatan jenis, Wenner

    Estimasi Sebaran Suseptibilitas Batuan Permukaan Menggunakan Geostatistik di Kecamatan Lore Peore

    Full text link
    Penelitian pemetaan sebaran nilai suseptibilitas magnetik telah dilakukan di daerah Kecamatan Lore Peore Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sebaran suseptibilitas menggunakan Geostatistik dengan metode Ordinary kriging dan memetakan sebaran logam magnetik di daerah Kecamatan Lore Peore. Penelitian ini dilakukan secara langsung melalui pengukuran nilai suseptibilitas magnetik menggunakan instrumen suseptibilitymeter MS2D (Bartington). Nilai pengukuran selanjutnya diolah dalam software GIS secara Geostatistik dengan menggunakan metode Ordinary kriging. Hasil estimasi menunjukan nilai suseptibilitas magnetik batuan  permukaan berada pada rentang 238,16 x 10^-6 SI sampai 245,03 x 10^-6 SI . Nilai suseptibilitas magnetik yang didapatkan merupakan nilai suseptibilitas magnetik dari mineral lempung dan lempung berpasir. Logam magnetik di daerah penelitian diduga berada di tiga Desa daerah penelitian yaitu Desa  Siliwanga, Desa Watutau dan Desa Betue yang ditandai dengan tingginya nilai suseptibilitas magnetik lempung yang didapatkan yakni berkisar antara 238,16 x 10^-6 SI  sampai 245,03 x 10^-6 SI

    Karakterisasi Sifat Fisik Biobriket Campuran Batubara Buol, Arang Tempurung Kelapa dan Tongkol Jagung

    Full text link
    ABSTRAKKarakterisasi sifat fisik biobriket campuran batubara Buol, arang tempurung kelapa, tongkol jagung, dan tepung kanji telah dilakukan untuk menentukan rasio campuran optimum terhadap sampel biobriket yang dihasilkan. Pada pembuatan sampel biobriket, batubara Buol, arang tempurung kelapa, tongkol jagung, dan tepung kanji, masing-masing dimanfaatkan sebagai bahan utama, bahan pencampur dan bahan perekat. Dalam penelitian ini, batubara Buol terlebih dahulu dikarbonisasi pada suhu 550°C selama 45 menit. Dengan karbonisasi, nilai kalor batubara tersebut meningkat hingga 37%. Batubara yang terkarbonisasi kemudian dicampurkan dengan arang tempurung kelapa, tongkol jagung dan tepung kanji dengan komposisi (95:0:0:5), (50:5:40:5), (50:15:30:5), (50:30:15:5), (50:40:5: 5), (60:5:30:5), (60:10:25:5), (60:25:10:5), dan (60:30:5:5). Pada pengukuran sampel-sampel tersebut, sifat fisik yang dievaluasi adalah nilai kalor, waktu pembakaran, dan suhu pembakaran. Dari hasil pengujian nilai kalor dengan menggunakan kalorimeter bom dan sifat penyalaan menggunakan termometer dan stop watch diperoleh bahwa rasio campuran optimum adalah (60:30:5:5) dengan nilai kalor sebesar 6636 kal/gr, waktu pembakaran selama 85 menit, dan suhu pembakaran tertinggi adalah 178 °C. Hal ini menunjukkan bahwa rasio campuran mempengaruhi secara signifikan nilai kalor, waktu pembakaran dan suhu pembakaran pada biobriket yang dihasilkan.  Kata kunci: karbonisasi, biobriket, nilai kalor, sifat penyalaa

    Alat Ukur Volume Fluida Cair Berbasis Mikrokontroller

    Full text link
    Dalam rangka membuat suatu sistem instrumentasi yang dapat mengetahui volume zat cair secara otomatis dalam suatu wadah yang telah diketahui volumenya, dibuatlah “Alat Ukur Volume Fluida Cair Berbasis Mikrokontroller". Perancangan alat ukur ini memanfaatkan sensor ultrasonik. Sensor ultrasonik yang digunakan adalah sensor “Ping†yang membangkitkan frekuensi 40 kHz. Gelombang ultrasonik yang dipancarkan dengan kecepatan 340 m/s dan ditangkap kembali oleh penerima gelombang ultrasonik yang ada pada sensor tersebut. Data waktu, jarak dan volume diproses oleh mikrokontroler ATmega328 (Arduino) dengan menggunakan bahasa C. Hasil pengujian menunjukan tingkat presisi atau penyimpangan alat yang  tertinggi adalah 0,125 dan terendah adalah 0. Hasil pengukuran volume fluida cair dilakukan secara otomatis kemudian ditampilkan pada LCD (Liquid Crystal Display).  Kata Kunci : Mikrokontroler ATmega328 (Arduino), Ping Ultrasonik, LC

    The effect of the addition of coconut fiberto compressive strength and flexural strength on brick.

    Full text link
    A study on the effect of the addition of coconut fiber on brick with various fiber lengths has been conducted. This study aims to determine the effect of coco fiber length to compressive strength and flexural strength on brick. These strengths were tested using Hydraullics Concrete Beam Testing equipment.Material used in this study were sand, cement and the coco fiber with length of 1 cm, 4 cm, 7 cm, 10 cm, 13 cm and 15 cm. A mixture of sand and cement composition was 4:1 and coconut coir fiber with a fixed volume of 10% of sand. Results of this study show that there was an influence of coco fiber length of those strengths on brick. Compressive strengths obtained without coconut fiber and addition variation of coconut fiber length were 2.22 x 106 N/m2, 1.28 x 106 N/m2, 2.17 x 106 N/m2, 2.41 x 106 N/m2, 5.24 x 106 N/m2, 6.98 x 106 N/m2, and 5.23 x 106 N/m2,respectively. Similarly, the flexural strength obtained without coconut fiber and addition variation of coconut fiber were 2.56 x 106 N/m2, 2.81 x 106 N/m2, 2.59 x 106 N/m2, 3.74 x 106 N/m2, 2.89 x 106 N/m2, 3.23 x 106 N/m2, and 2.79 x 106 N/m2, respectively. The maximum compressive strength of concrete blocks obtained on the coco fiber length of 13 cm was 6.98 x 106 N/m2. The flexural strength on this fiber length was 3,23 x 106 N/m2. The maximum flexural strength obtained on the coco fiber length of 7 cm was 3,74 x 106 N/m2. For this fiber length, compressive strength value obtained was 2.41 x 106 N/m2. Keywords:Compressive strength, flexural strength, coconut fiber, variation of fiber lengt

    Identifying the subsurface layer structure and the temperature distribution of geothermal areas in Mantikole village

    Full text link
    Research on identifying the subsurface layer structure and the temperaturedistribution of geothermal areas in Mantikolevillage. Dolodistrict, Sigiregency has been conducted. Measurements were performed on3 tracks around geothermal sources by using the geoelectric resistivity of wenner configuration that was subsequently processed using EarthImager2D software. Based on the results of dataprocessing, the subsurface layer structures in study area were surface water, clay, and igneous rock of granite with resistivity values ranging between 75 Ωm-1585 Ωm.Subsequently, the obtainedresistivity values were converted to a temperature distribution using anequation that is derived from Archie formula and further modelled usingRockwork software. Considering this temperature distribution, it is known that the temperature values ranged between 38oC-57oC with the highest temperature at the second track. Keywords: Geolistrik resistivity, geothermal, temperature distribution

    Implosion And Ultrasonic Cavitation At Low Frequency Waves Against Carbon Pore Morphology

    Full text link
    Abstract Havestudiedthe effect oflow-frequencyultrasonicwave technologythat producesanddistributes47kHzimplosionof cavitationon the morphology ofthe carbonpore formation. Pore formationis donebyvariationof ultrasonictimefor 10 hoursand60 hours, at a temperature of900oC, 1000oCand1200oC. The morphology ofthe poreformationfor 10hoursresulted inporemorphologywith a size of200nmto1000oCand1200oCtemperaturecoveragebutdoes notoccurin eachporeuniformity ofthe grainsize. Pore formationfor 60hoursresulted inporesbutto900oCtemperaturecoveragedoes notoccurporeuniformity, in contrast tothe temperature of1000oCand1200oCcoverageoccursuniformity ofthe porebyporesize of185nm. Keywords: ultrasonic, cavitation, implosionandcarbonpor

    Determination of Lead (Pb) in Talise Waters (Location of Reclamation) in Palu City

    Full text link
    Talise beach is one of the attraction in Central Sulawesi, which is located in the center of the city of Palu. Government of Palu has planning reclamation for Talise Beach and the process has been ongoing since 2013 and will be ended in 2018. It is expected the reclamation would improve the local economy and the economy of communities in Talise beach. Position of Talise beach is adjacent to the river Palu implies the inclusion of household waste and industrial waste in the city of Palu and its surrounding areas, in addition to the reclamation process itself can add to the discharge of waste in Talise beach. Lead (Pb) is one type of heavy metals that can pollute coastal waters. The existence of this metal can reduce the water quality and dangerous for marine organisms. Therefore it is very important to monitor the levels of heavy metals in the waters. This study aim is to determination the level of Pb in Talise beach (at the site reclamation). Based on the results of the analysis of seawater samples at three stations using spectrophotometric methods and sepctro direct instruments, it is obtained that the level of Pb average ranges between 0,53 - 0,58 mg/L. This value has passed the quality standard for marine life. Keywords: Lead (Pb), Talise waters, spectrofotometry, spectro direct

    The identification of iron ore distribution in Pancuma village, Tojo district using geoelectric resistivity Method

    Full text link
    The identification of iron ore distribution under surface in Pancuma village, Tojo district, using the geoelectric resistivity of schlumberger configuration has been conducted. Results of the data processing at 6 estimation points in study area using Progress software indicate that the estimated layer type contained iron ore which had the resistivity values of 50.5 Ωm–80.8Ωm with the maximum layer thickness of 50.1 m and the minimum layer thickness of 0.7 m. The distribution of the estimated layers has thicker layer in southern part and thinner layer in northern part in study area. Key Words: Geoelectric, Resistivity, Progress software, Iron ore

    134

    full texts

    157

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Gravitasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇