Gravitasi
Not a member yet
157 research outputs found
Sort by
Analisa Kualitas Klorofil Daun Jarak Kepyar (Ricinus comunis L) Sebagai Bahan Pewarna Pada Dye Sensitized Solar Cell (DSSC)
ABSTRAK Penelitian analisa kualitas klorofil daun jarak kepyar (Ricinus comunis L) sebagai zat warna pada Dye Senzitized Solar Cell (DSSC) telah ditinjau dari absorbansi, konduktivitas dan energi gap. Daun Jarak kepyar diekstraksi dengan menggunakan metode meserasi. Selanjutnya dibagi menjadi 7 kosentrasi yaitu 10,00 mg/ml, 11,11 mg/ml, 12,5 mg/ml, 14,28 mg/ml, 16,67 mg/ml, 20,00 mg/ml dan 25,00 mg/ml. Pengukuran absorbansi dan konduktivitas klorofil masing-masing diukur menggunakan spektrofotometer UV-vis dan GLX Explorer, sementara kadar klorofil dihitung menggunakan metode Wintermans dan de Mots. Puncak serapan klorofil terjadi pada panjang gelombang 665 nm, di mana diperoleh absorbansi maksimum berada pada kosentrasi 25 mg/ml yaitu sebesar 5,298 a.u. Demikian pula diperoleh nilai konduktivitas sampel lebih tinggi dalam kondisi terang dari pada kondisi gelap, di mana sampel dengan kosentrasi 25 mg/ml memiliki nilai konduktivitas tertinggi sebesar 101 µS/cm (kondisi gelap) dan 110 µS/cm (kondisi terang. Berdasarkan hasil perhitungan energi gap dan jumlah klorofil masing-masing diperoleh 1,869 eV dan 20,8204 mg/L.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh daun jarak kepyar efisien dijadikan bahan dye dalamDye Sensitized Solar Cell(DSSC).Kata Kunci : Dye Senzitized Solar Cell, Klorofil, Konduktivitas, Spektrofotometer UV-vis. Â
Penyelidikan Lapisan Batuan dengan Metode Geolistrik di Wilayah Balingara Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-Una Sulawesi Tengah
Telah dilakukan survei geolistrik hambatan jenis dengan konfigurasi Wenner sebanyak 2 titik di Desa Balingara, Kec. Ampana Tete, Kab. Tojo Una-una Sulawesi Tengah. Pengukuran menggunakan resistivitymeter. Pengolahan data dilakukan dengan Analisis data hasil pengukuran diolah dengan menggunakan software Res2Dinv, selanjutnya diinterpretasi untuk memperoleh gambaran lapisan bawah permukaan dan kedalaman perlapisan material. Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa (a) distribusi tahanan jenis baik dengan konfigurasi wenner pada daerah penyelidikan geolistrik memiliki lapisan batuan yang sedikit bervariasi, (b) Semakin besar nilai resisitivitasnya berarti kondisi batuan atau tanah semakin berongga, sedangkan untuk nilai resisitivitas yang kecil menunjukkan strukturtanah semakin padat dan dapat mengalirkan arus listrik dengan lebih baik, dan (c) Interpretasi hasil penelitian disesuaikan dengan tabel resistivitas menunjukkan nilai batuan dibawah 100 m diduga merupakan batuan yang terdiri dari pasir, pasir lempung, sisipan lempung. Untuk nilai resistivitas diatas 100 m diduga lapisan batuan yang terdiri dari bongkah, kerakal dan kerikil
Penentuan Waktu Kontak Optimum dan Massa Optimum Arang Aktif Kulit Kakao Sebagai Adsorben Ion Timbal (Pb)
Penelitian untuk menentukan waktu kontak optimum, massa optimum dan isoterm adsorpsi telah dilakukan terhadap limbah kulit buah kakao yang digunakan sebagai adsorben larutan Pb dengan menggunakan Spektrofotometri Ultra Violet-Visible (UV-Vis). Preparasi arang kulit buah kakao dilakukan dengan cara karbonisasi secara tradisional. Aktivasi arang dilakukan dengan menggunakan furnace pada temperatur 600°C selama 15 menit. Nilai persentase adsorpsi larutan Pb dengan variasi waktu kontak 1800, 2400, 3000 dan 3600 sekon berturut-turut adalah 98,355%, 98,547%, 98,474% dan 98,462%. Nilai persentase adsorpsi larutan Pb dengan variasi massa arang aktif 0 gram, 0,5 gram, 1 gram dan 1,5 gram berturut-turut adalah 0,111%, 98,715%, 98,547% dan 98,047%.
Kata Kunci: Kulit Kakao, Larutan Pb, Adsorpsi, Furnace, Spektrofotometri UV-Vis
Analisis Mikrotremor Kawasan Palu Barat Berdasarkan Metode Horizontal To Vertical Spectral Ratio (HVSR)
Penelitian menggunakan metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) telah dilakukan untuk memetakan daerah yang rawan terhadap gempabumi di Kota Palu khususnya daerah Palu Barat dan Palu Timur. Pengambilan data dilakukan pada 30 titik dengan jarak antar titik 750 meter dari titik satu ke titik yang lainya dengan waktu perekaman selama 60 menit. Data yang diperoleh diolah menggunakan software Datapro, Geopsy,dan Surfer 10. Hasil pengolahan data diperoleh nilai frekuensi dominan (f0) dan amplifikasi (A0). Indeks kerentanan seismik (Kg) dan nilai percepatan getaran tanah maksimum (PGA) dapat diperoleh dengan menggunakan nilai f0 dan A0. Untuk perhitungan PGA menggunakan 9 data gempabumi besar yang pernah terjadi di daerah pengukuran. Hasil analisis f0, A0, perhitungan Kg dan PGA digunakan untuk memetakan daerah yang rawan terhadap gempabumi. Nilai f0 berkisar antara 0,47 hingga 20,01 Hz sedangkan nilai puncak HVSR atau A0 dari 1,45 sampai 3,81. Sebaran indeks Kg berkisar antara 0,28 hingga 43,25 sedangkan sebaran nilai PGA berkisar antara 104.74 gal hingga 2962,31 gal. Dari peta indeks kerentanan seismik terlihat bahwa daerah yang rawan secara seimik dari gempabumi berada di Kelurahan Lere dan Kelurahan Besusu Barat, sedangkanuntuk peta percepatan getaran tanah maksimum yang paling tinggi berada di sekitar Kelurahan Donggala Kodi. Daerah yang rawan terhadap gempabumi yaitu daerah yang mempunyai nilai f0 rendah, nilai A0 tinggi, dan nilai Kg tinggi. Dalam pembangunan di daerah Palu khususnya Palu Barat dan sebagian Palu Timur diharapkan memperhatikan nilai f0, A0, dan nilai Kg dan dianjurkan mengikuti tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung sebagai upaya mitigasi bencana gempabumi. Kata kunci: HVSR, frekuensi dominan, amplifikasi, indeks kerentanan seismik, PGA, Palu Barat, Palu Timur
Penentuan Lapisan Bawah Permukaan Menggunakan Metode Refraksi Mikrotremor di Kampus Universitas Tadulako
Telah dilaksanakan penelitian tentang metode refraksi mikrotremor dengan merekam penjalaran gelombang yang terjadi di bawah permukaan. Pada medium yang berlapis gelombang geser mempunyai sifat dispersif, kecepatan fase sebagai fungsi frekuensi. Sifat ini dapat digunakan untuk menentukan struktur lapisan berdasarkan kecepatan gelombang geser terhadap kedalaman. Hasil proses inversi adalah kecepatan gelombang geser sebagai fungsi kedalaman. Penelitian ini mengidentifikasi danmengkarakterisasi struktur batuan di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil estimasi nilai kecepatan gelombang geser pada lokasi pertama berkisar antara 121 m/s sampai 461 m/s, untuk lokasi kedua berkisar antara 80 m/s sampai 274,8 m/s, untuk lokasi ketiga berkisar antara 235 m/s sampai 308,5 m/s, untuk lokasi keempat berkisar antara 135 m/s sampai 249 m/s, untuk lokasi kelima berkisar antara 140,5 m/s sampai 264,4 m/s, untuk lokasi keenam berkisar antara 121 m/s sampai 354 m/s, untuk lokasi ketujuh berkisar antara 106 m/s sampai 465 m/s dan untuk lokasi kedelapan berkisar antara 130,8 m/s sampai 286,4 m/s. Berdasarkan nilai kecepatan gelombang geser tersebut dapat diindikasikan dari permukaan sampai kedalaman 10,5 meter berupa lempung, pasir, pasir tidak tersaturasi, dan aluvium, dari kedalaman 10,5 meter sampai kedalaman 12,2 meter berupa lempung.
Kata kunci : Refraksi Mikrotremor (ReMi), Gelombang Geser, Struktur Batuan
Uji Penerapan Metode Geolistrik Time-Lapse untuk Memonitoring Pergerakan Fluida Bawah Permukaan (Air Tanah) Di Lokasi Sumur Produksi Air Tanah Warga Kelurahan Tondo Kota Palu
Studi kasus dipilih pada wilayah Kelurahan Tondo Kota Palu, karena banyak pemukim yang menggunakan sumber air tanah, serta secara geografis berdekatan dengan pantai. Berdasarkan kondisi wilayah tersebut, kemungkinan terdapat sifat dinamika pergerakan fluida bawah permukaan dari pengaruh pengisian dan produksi air tanah, serta keberadaan air laut. Untuk mendeteksi pergerakan fluida tersebut, kami menerapkan metode geolistrik. Metode ini diuji sebagai teknologi monitoring pergerakan fluida bawah permukaan (air tanah) pada selang waktu tertentu (time lapse). Untuk menggambarkan pergerakan dinamika air tanah tersebut, kami membuat 1 lintasan pengukuran geolistrik 2-D di sekitar lokasi sumur air tanah warga serta melakukan survei kondisi fisik sumur tersebut. Hasil yang diperoleh terdapat 3 buah sumur air tanah. Level muka air tanah berada di sekitar kedalaman 9 m. Kedudukan air tanah tersebut merupakan jenis lapisan air tanah dangkal pada sistem lapisan akuifer semi bebas atau akuitar. Lapisan tersebut memiliki litologi pasir lempungan dan kerikil. Air tanah setempat memiliki nilai DHL 700 – 1000 µS/cm, dimana semakin ke arah laut rasa air tanah telah payau atau terkadang asin. Berdasarkan hasil monitoring yang diturunkan dari data geolistrik time lapse, vektor pergerakan air tanah akan semakin besar (cepat bergerak) menuju nilai resistivitas tinggi 40-100 Ohm-m, dan ditemukan pergerakan tersebut berakumulasi pada kedalaman lebih dari 9 m. Pola pergerakan air tanah pada lapisan akuitar setempat, lebih dominan dipengaruhi oleh faktor gravitasi, infiltrasi dan perkolasi, aktivitas produksi sumur, serta pengaruh intrusi air laut. Untuk pengaruh intrusi air laut, ini cukup signifikan kenampakannya di sisi barat lintasan (jarak 90-100 m). Terlihat dari waktu ke waktu pola anomali resisitivitas yang terdefinisi mengandung air di bawah permukaan (terutama di sekitar sumur) tidak mengalami perubahan pola secara signifikan, hal ini mengindikasikan volume air tanah pada sistem lapisan tersebut cenderung konstan atau tetap adanya dari faktor pengisian dan produksi sumur air tanah warga.
Kata Kunci :Geolistrik, Sumur, Air Tanah, Resistivita
Identifikasi Akuifer Airtanah dengan Menggunakan Metode Geolistrik di Desa Ou Kecamatan Sojol
ABSTRAKPenelitian dilakukan menggunakan geolistrik untuk mengidentifikasi lapisan dan kedalaman akuifer airtanah yang berada di bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas menggunakan metode Vertical Electrical Sounding (VES) dengan konfigurasi Schlumberger. Pemodelan di lakukan menggunakan program IPI2WIN kemudian di atur berdasarkan nilai hambatan jenisnya. Diperolehnya lapisan - lapisan dan kedalaman yang dapat meloloskan air yang diduga sebagai akuifer airtanah yang berada pada titik duga 2, 4, 5 dan 6 dengan nilai hambatan jenis 31,5 Ωm – 92,4 Ωm dengan kedalaman mencapai 47,4 m bmt yang terdiri dari pasir lempung, batu pasir, batu gamping dan konglomerat.
Kata Kunci: Geolistrik, resitivitas, IPI2WIN, lapisan dan kedalaman, akuifer dan airtanah
Studi Pengaruh Konsentrasi Larutan Daun Pepaya Terhadap Sifat Optik dan Listrik Sebagai Bahan Pembuatan Lapisan Tipis
Karakterisasi pengaruh konsentrasi terhadap sifat optik dan listrik telah dilakukan pada larutan daun pepaya sebagai bahan pembuatan lapisan tipis. Larutan klorofil diencerkan menggunakan cairan etanol 96% untuk memperoleh konsentrasi larutan sebesar 1%, 3% 5%, 7% dan 15%. Serapan cahaya dan karakteristik kelistrikan dari klorofil hasil pengenceran diuji pada kondisi gelap dan terang. Hasil pengujian menunjukkan serapan cahaya larutan klorofil pada konsentrasi 15% adalah 1,205 au pada panjang gelombang 400-500 nm dan 2,509 au pada panjang gelombang 663 nm, yang mamiliki serapan tertinggi dari konsentrasi 1% hingga 15%. Kurva pengukuran resistivitas menunjukkan hasil yang berbeda saat diukur pada keadaan gelap dan terang dengan nilai resistivitas minimum masing-masing 206,007 m untuk kondisi terang dan 213,117 m untuk kondisi gelap. Hasil pengukuran sifat optik dan listrik menunjukkan bahwa klorofil daun pepaya berpotensi untuk aplikasi lapisan tipis organik.
Kata kunci : Klorofil, Daun Pepaya, Serapan cahaya, Lapisan tipis
Pemodelan Refraksi Gelombang dan Analisis Karakteristik Gelombang Laut Di Perairan Teluk Palu
ABSTRAKTelah dilaksanakan penelitian tentang Pemodelan Gelombang Refraksi dan Karakteristik Gelombang Laut di Teluk Palu. Tujuan penelitian adalah memodelkan refraksi dan menganalisa karakteristik gelombang laut yang dibangkitakan oleh angin dengan menggunakan model numerik 2D. Lokasi penelitian ini dilakukan di pantai Kelurahan Baiya. Tahapan penelitian ini menggunakan data-data primer berupa data gelombang dan data batimetri. Sedangkan data sekunder terdiri dari data angin yang terjadi pada Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penjalaran gelombang laut di daerah pesisir dominan berasal dari barat laut, utara dan utara barat laut. Tinggi gelombang signifikan terjadi di bulan Juli yaitu 0.21 m hingga 1,47 m dikedalaman 10 m sampai mendekati pantai dan periode puncak signifikan gelombang cenderung konstan sebesar 5.68 s. Hasil Penelitian mengenai gelombang refraksi telah menunjukkan bahwa gelombang yang berasal dari utara dan utara barat laut berubah arah penjalarannya. Proses perubahan arah penjalaran gelombang dimulai pada kedalaman air laut sekitar 2 m sampai gelombang tiba di garis pantai. Umumnya arah penjalaran gelombang laut yang berasal dari arah utara dan utara barat laut dibelokkan kearah timur sampai mendekati garis pantai.Kata kunci: Arah Rambat Gelombang, Tinggi Gelombang, Periode Gelombang
Pemodelan 2D Reservoar Geotermal Menggunakan Metode Geomagnet di Desa Kasimbar Barat
Pemodelan 2D reservoar geotermal dengan menggunakan metode geomagnet telah dilakukan di daerah Panasbumi Desa Kasimbar Barat. Penelitian ini bertujuan memodelkan reservoar tersebut dalam bentuk 2 dimensi dan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan reservoar. Pemodelan ini dilakukan dengan bantuan program Mag2DC. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat reservoar pada lintasan a-a’ dengan nilai suseptibilitas -0,029 SI pada kedalaman 247,16 m dan -0,054 SI pada kedalaman 204,17 m. Untuk lintasan c-c’ dengan nilai suseptibilitas -0,028 SI pada kedalaman 303,24 m dan -0,029 SI pada kedalaman 199,08 m. Hasil untuk lintasan d-d’ memberikan nilai suseptibilitas -0,028 SI pada kedalaman 232,02 m. Jenis batuannya pada semua lintasan tersebut adalah batuan sedimen berupa batu pasir.
Kata kunci: Pemodelan 2D, Reservoar, Geotermal, Geomagnet, suseptibilitas, Mag2D