Gravitasi
Not a member yet
157 research outputs found
Sort by
Pemurniaan dan Karakterisasi Senyawa SiO2 Berbasis Pasir Kuarsa dari Desa Pendolo Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso
Pemurnian pasir kuarsa Desa Pendolo Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso telah dilakukan pada penelitian ini. Proses pemurnian bahan menggunakan metode kopresipitasi. Larutan silika dititrasi dengan HCl 2 M hingga pH 7 (netral). Hasil pemurnian dikalsinasi pada suhu 900°C dan 1000°C selama 1 jam. Selanjutnya, sampel dikarakterisasi dengan menggunakan XRF dan XRD. Kandungan unsur Si (Silika) berdasarkan hasil analisis XRF setelah pemurniaan yaitu 97.69%. Pencocokan hasil analisis XRD dengan software Search Match memperlihatkan bahwa sampel pemurniaan SiO2 memiliki sistem kristal trigonal (heksagonal axes) dengan nilain konsatanta kisi a=b=4.9134 Å dan c=5.405 Å. Konstanta kisi untuk sampel yang dikalsinasi pada suhu 900°C yaitu a=b=4.9134 Å dan c=5.4038 Å. Untuk sampel yang dikalsinasi pada suhu 1000°C diperoleh a=b=4.9000 Å dan c=5.4000 Å. Grup ruang pada sampel setelah pemurnian dan dikalsinasi pada suhu 900°C yaitu P 32 21 (154) dan dikalsinasi pada suhu 1000°C yaitu P 32 2 S (-1) dan bidang difraksi [011].
Katakunci: Metode kopresipitasi, SiO2, XRF, XRD, software Search Match, sistem kristal heksagonal, konstanta kisi, grup ruang dan bidang difraksi
Estimasi Geometri dan Kedalaman Benda-Benda Megalit Tertanam Menggunakan Sinyal Analitik dan Dekonvolusi Euler (Studi Kasus Situs Pokekea Desa Hanggira, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso)
Penelitian ini bertujuan untuk menegestimasi geometri dan kedalaman benda-benda megalit yang tertanam di bawah permukaan tanah menggunakan metode dekonvolusi Euler dan sinyal analitik. Penelitian dilakukan di Situs Megalitikum Pokekea, Desa Hanggira,Kecamatan Lore Tengah. Tahapan pengolahan data meliputi akuisisi data lapangan, proses dekonvolusi Euler dan sinyal analitik menggunakan struktur indeks 2 dan 3. Berdasarkan solusi dekonvolusi Euler dan sinyal analitik, diperoleh estimasi geometri dan kedalaman benda megalit yang tertanam di bawah permukaan tanah. Estimasi kedalaman megalit yang menggunakan struktur indeks 2 (silinder), berada pada kedalaman 5,347-70,885 meter. Estimasi kedalaman megalit yang menggunakan struktur indeks 3 (bola), berada pada kedalaman 4,349-66,360 meter. Keberadaan megalit ini dapat dijumpai di bagian barat, tengah, timur dan lebih ke arah utara lokasi penelitian.Kata Kunci: Megalit, Dekonvolusi Euler, dan Sinyal Analiti
Penentuan Kerapatan Batuan Menggunakan Metode Seismik Refraksi di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala
Penelitian kerapatan batuan telah dilakukan di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala dengan menggunakan metode seismik refraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlapisan batuan dan kerapatan batuan berdasarkan kecepatan gelombang seismik bawah permukaan. Penelitian dilakukan pada 3 lintasan dengan jumlah geophone sebanyak 12 buah, dengan spasi antar geophone 3 meter. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan rambat gelombang seismik dan kerapatan batuan bawah permukaan pada Lintasan-1 berturut-turut sebesar 390 – 1,153 m/s dengan kerapatan batuan 1,8 gr/cm3 pada kedalaman 7 - 16 mdpl. Pada Lintasan2 diperoleh kecepatan rambat gelombang sebesar 544 – 779 m/s dengan kerapatan batuan sebesar 1,6 gr/cm3 pada kedalaman 4 - 9 mdpl. Sedangkan, pada Lintasan-3 memiliki kecepatan gelombang seismik sebesar 416 – 574 m/s dengan kerapatan batuan sebesar 1,5 gr/cm3 pada kedalaman 4 - 9 mdpl. Dari ketiga lintasan pengukuran data seismik tersebut terlihat bahwa Lintasan-1 yang memiliki kecepatan gelombang seismik paling besar. Dengan semakin bertambahnya kedalaman maka kecepatan gelombang seismik yang diperoleh akan semakin bertambah sehingga densitas yang diperoleh akan semakin besar.
Kata kunci : Densitas, Kecepatan gelombang seismi
Analisis Sifat-sifat Fisik Keramik Berbahan Tambahan Abu Ampas Tebu Dan Abu Sekam Padi
 ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang analisis sifat-sifat fisik keramik berbahan dasar tanah liat dengan bahan tambahan abu ampas tebu (AAT) dan abu sekam padi (ASP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi bahan tambahan AAT dan ASP terhadap sifat-sifat fisik dari densitas, susut bakar, daya serap air dan kuat tekan pada keramik. Pembuatan sampel keramik menggunakan bahan campuran tanah liat, ASP, AAT dengan komposisi yang bervariasi yaitu A (70,0,30), B (70,10,20), C (70,15,15), D (70,20,10) dan E (70,30,0), kemudian dibentuk dalam cetakan berukuran π cm2x4 cm lalu dipadatkan menggunakan alat Press hidrolik hingga tekanan 5 MPa. Sampel tersebut selanjutnya dipanaskan dalam tanur pada suhu 600 oC selama 2 jam. Pengukuran dimensi, massa dan gaya tekan pada sampel masing-masing menggunakan jangka sorong, neraca analitik dan alat press TNM tipe TN20MD. Berdasarkan hasil perhitungan kuat tekan menunjukkan bahwa sampel berkualitas baik, di mana memenuhi standar (SNI,1996) yaitu B,C,D dan E. Diantara ke-4 sampel tersebut, sampel E (70,30,0) merupakan sampel keramik yang memenuhi kualitas terbaik karena memiliki kuat tekan dan densitas tertinggi, susut bakar dan daya serap terendah yaitu berturut-turut 17,77 MPa, 1,60 gr/cm3, 4,10% dan 25%. Dari hasil perhitungan yang diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan ASP yang berlebihan dapat menurunkan kualitas keramik, sebaliknya penambahan AAT yang lebih banyak dapat meningkatkan kualitas keramik.Kata kunci: Tanah liat, Abu sekam padi, Abu ampas tebu, sifat-sifat fisik keramikABSTRACT Analysis of the physical properties of ceramic based on the main constituent of clay and the additional constituents of bagasse ash (BA) and rice husk ash (RHA) has ben conducted. The purpose of this research is to know the effect of various compositions from BA and RHA additional constituens forward to the physical properties of density, burned shrinkage, water absorption and compressive strength on ceramics. In preparation of ceramic sample, the materials of elay, BA and RHA were mixed five different compositions of A (70,0,30), B (70,10,20), C (70,15,15), D (70,20,10) and E (70,30,0), then formed in a mold sized  π cm2 x 4 cm and further compressed using a hydraulic press tool up to a pressure of 5 MPa. The samples were then heated in a furnace at 600 OC for 2 hours. Measurements of dimensions, mass and compressive forces on each sample were used the threshold, analytical balance and TNM TN20MD type TNM press tool respectively. Based on the compressive strength calculation shows that good quality sample, which obey the standard (SNI, 1996) are B, C, D and E. All of them, sample E (70,30,0) is a the best qualityeld ceramic sample because  the highest compressive strength and density, and the lowest burned shrinkage and absorption are 17,77 MPa, 1,60 gr/cm3, 4,10% and 25%, respectively. From the analysis results obtained can be concluded that the addition of excessive rice husk ash (RHA) can reduce the quality of ceramics, otherwise the addition of more bagasse ash (BA) can improve the quality of ceramics.  Keyword : Clay, Ashes of bagasse, ash rice husk, and physical properties of ceramic
Model Distribusi Salinitas dan Temperatur Air Laut dengan Menggunakan Metode Numerik 2D di Muara Sungai Toaya dan Muara Sungai Palu
The research on salinity and temperature distribution in Palu Bay waters has been conducted. This study aims to models the salinity and temperature suitable distribution caused by river discharge and current patterns using wind and tidal generators. This area of research covers estuary of Palu River and estuary of Toaya River. Research stages use primary data of river flow, river salinity and temporary river temperature. For secondary data use bathymetry data, tidal data and wind data. The results showed that the pattern of surface currents in the waters of Palu Bay is very weak. The maximum current velocity at the time of the farm and full moon in the mouth of Palu Bay are 0.15 m/s 0.1 m/s. The salinity value of the estuary of the Palu River and the estuary of the Toaya River at the time of install is 6.8‰ and 32.4‰ while at low tide is 5.2‰ and 9.4‰. The estuary of the Palu River estuary and the mouth of the Toaya River at tides of 26.4 °C and 27.9 °C while at low tide is 26.3 °C and 27.7 °C.
Key words: Current pattern, Salinity distribution, Temperature distributio
Identifikasi Zona Mineralisasi Emas dengan Menggunakan Metode Geomagnet di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong
ABSTRAK
Penelitian tentang identifikasi studi zona mineralisasi emas dengan mengunakan metode geomagnet telah dilakukan di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong tepatnya berada pada titik koordinat 120024’10â€- 120025’50†BT and 103'20†- 104'10†LS. Tujuanya adalah untuk mengidentifikasi keberadaan zona mineralisasi emas. Tahapan Pelaksanaan penelitian anomali magnetik meliputi; akuisi data lapangan, melakukan koreksi IGRF, koreki variasi harian, kemudian membuat peta kontur anomali magnetik menggunakan software surfer dan melakukan pemodelan bawah permukaan 2D (forward modeling) dengan menggunakan software GM – SYS. Hasil penelitian, diperoleh bahwa penyusun batuan bawah permukaan penelitian terdiri atas batu lempung, granite dan konglomerat, serta unsur mineral pembawa emas terdiri dari pyrite, pyrrhatite, siderite dan porpiri dengan nilai suseptibilitas masing-masing 0,003 SI, 0,0004 SI, 0,003 SI, 0,0001 SI yang berada pada kedalama 10 meter sampai 100 meter di bawah permukaan laut.
Kata Kunci : Anomali, Geomagnet,Mineralisasi ema
Identifikasi Sebaran Batubara Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Desa Lemban Tongoa
Telah dilakukan penelitian di Desa Lemban Tongoa Kecamatan Palolo yang betujuan untuk mengidentifikasi sebaran batuabara di bawah permukaan. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik hambatan jenis konfigurasi dipol-dipol. Pengukuran dilakukan sebanyak 4 Lintasan yang tersebar di daerah penelitian. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2dinv diperoleh nilai hambatan jenis batubara berkisar antara 152 Ωm – 227 Ωm. Ketebalan lapisan minimal 0,3 meter dan ketebalan maksimal 1 meter. Penyebaran lapisan batubara diduga menebal secara merata dari arah utara ke selatan.
Kata Kunci : Geolistrik, Hambatan Jenis, Res2dinv, Batubar
Rancang Bangun Alat Ukur Gelombang Pasang Surut Jarak Jauh dengan Memanfaatkan Short Message Services (SMS)
Pada penelitian ini telah dibuat alat ukur pasang surut jarak jauh via short message service (sms). Alat ukur ini terdiri dari modem, arduino, sensor ping, dan rangkaian konverter RS232 ke TTL dan sebaliknya. Alat ini telah mampu mengukur pasang surut dari jarak jauh dengan lebih efisien tanpa harus mengukur secara langsung serta dapat menghasilkan data yang akurat dengan interval pengambilan data 10 detik. Alat ini bekerja melalui mikrokontroler yang mengambil data melalui sensor ping dan memerintah modem untuk mengirimkan data ke komputer melalui SMS. SMS ini akan diolah oleh komputer kemudian menyimpan datanya pada hardisk komputer serta menampilkan datanya dalam bentuk grafik. Dengan menggunakan peralatan ini diperoleh waktu dari puncak ke puncak 10.75 jam dan waktu dari lembah ke lembah 11.36 jam. Hasil pegukuran pasang surut dengan alat ukur jarak jauh berbeda dengan hasil pengukuran manual. Perbedaan signifikan terjadi pada puncak dan lembah pasang surut dimana perbedaan terbesar terjadi pada pasang pertama dengan nilai perbedaan 14.48 cm. Kekurangan dari alat ini adalah kemampuan untuk mengukur pasang surut hanya pada ketinggian kurang dari 3 meter dan alat ini belum dilengkapi dengan alat pengukur temperatur untuk kalibrasi kecepatan suara.
Kata kunci : Arduino uno, sensor ping, modem, rangkaian konverter
Pemodelan Reservoar Panasbumi Menggunakan Data Magnetik di Desa Bora Kabupaten Sigi
ABSTRAKTelah dilakukan penelitian di lokasi panasbumi Desa Bora Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi yang bertujuan untuk memodelkan perlapisan batuan penyusun reservoar panasbumi dan mengestimasi kedalaman reservoar panasbumi lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode geomagnet sebagai data lapangan setelah proses akuisisi (pengambilan data) lokasi penelitian. Untuk mengetahui perlapisan batuan penyusun reservoar panasbumi dan kedalamannya digunakan teknik pemodelan. Hasil pemodelan diperoleh bahwa batuan peyusun reservoar berupa alluvium, lempung dan batu pasir dengan nilai suseptibilitas yaitu: 0,00010 SI, 0,000012 SI, dan 0,000002 SI. Kedalaman reservoar panasbumi berada pada kedalaman340-3000 m di bawah permukaan .Kata kunci: Panasbumi, Reservoar, Suseptibilitas.Â
Pengawetan Klorofil Daun Katuk Sebagai Zat Pewarna Untuk Bahan DSSC (Dye Sensitized Solar Cell) dengan Menggunakan Freeze Drying
Pengawetan klorofil daun katuk sebagai zat pewarna untuk bahan DSSC dengan menggunakan freeze drying telah dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas klorofil untuk dijadikan zat pewarna pada bahan DSSC. Larutan klorofil yang diujikan diencerkan menggunakan etanol (96%) dengan kosentrasi 20 %. Klorofil hasil pengenceran diuji serapan cahaya dan konduktivitas listriknya pada kondisi gelap dan terang. Hasil pengujian menunjukkan serapan cahaya larutan klorofil memiliki puncak spektrum serapan dengan nilai tertinggi sebesar 2,508 au sebelum diawetkan dan 2,710 au setelah diawetkan. Konduktivitas lisriknya sebelum diawetkan sebesar 42,5 µS/m pada kondisi terang dan 38,6 µS/m pada kondisi gelap, untuk konduktivitas listrik setelah diawetkan sebesar 42,5 µS/m pada kondisi terang dan 38,6 µS/m pada kondisi gelap. Hasil pengukuran sifat optik dan listrik menunjukkan bahwa pengawetan klorofil dapat mempertahankan kualitas klorofil dari daun katuk.
Kata Kunci: Klorofil, DSSC, daya serap, konduktivitas