Jurnal Elementer
Not a member yet
    185 research outputs found

    Pengiriman Data Surveillance Sensing Menggunakan Sistem Nirkabel Pada Frekuensi 433 MHz Untuk Kebakaran Hutan

    Get PDF
    The fires that hit Indonesia in 2015 are considered one of the biggest environmental disasters of the 21st century so far. The World Bank estimates that the 2015 fire crisis cost Indonesia US16billioninforestry,agriculture,tourismandotherindustries.Thesmogcausesrespiratoryandotherillnessesinhundredsofthousandsofpeopleacrosstheregion.Sofar,effortstomitigateforestandlandfireshaveoftenbeencarriedoutbythegovernmentandtheforestfiretaskforce,startingfromcreatinganearlywarningsystem,increasingcommunityparticipation,andforestfirecontroltechniques.However,allofthesemitigationeffortsaremoredominantlycarriedoutafterforestandlandfireshaveoccurred.Whereaswhenafirehasoccurredandthefirehasgrownbigger,firemitigationeffortsbecomemoredifficultandexpensivebecausetheyhavetoinvolvehelicopterstoextinguishthefirefromtheair.Soalandandfiremitigationeffortrequiresonethatiseasytouse,fastandcheaptoimplement,andcanreachawiderareathanaforestarea.Theresearchaimstocreateasurveillancesensingsystemforforestfireforforestfiremitigationbasedondronetechnology,andsensortechnology.Thisresearchisaninnovationanddevelopmentofscienceandtechnologythatisbeneficialtothecommunity,theforestfiretaskforceandthelocalgovernment.Theresearchstagesstartfromthedesign,manufacture,anddesignofasurveillancesensingsystemforforestfireintheTelecommunicationNetworklaboratory.Theoutputofthisresearchisaprototypesurveillancesensingsystemforforestfire.Testresultswithinacertaintimespanindicatethatthesensorisrunningwell.Allsensorsusedwillshowachangeinvaluewhenaheatsourceandfirearedetected.Theaveragetemperaturesensorresultis72.34C.Whilethedustparticlesensorresultis665.45g/m3.Andforairqualitysensorstheaverageis0.225ppm.ForGPSsensordataithas99.516 billion in forestry, agriculture, tourism and other industries. The smog causes respiratory and other illnesses in hundreds of thousands of people across the region. So far, efforts to mitigate forest and land fires have often been carried out by the government and the forest fire task force, starting from creating an early warning system, increasing community participation, and forest fire control techniques. However, all of these mitigation efforts are more dominantly carried out after forest and land fires have occurred. Whereas when a fire has occurred and the fire has grown bigger, fire mitigation efforts become more difficult and expensive because they have to involve helicopters to extinguish the fire from the air. So a land and fire mitigation effort requires one that is easy to use, fast and cheap to implement, and can reach a wider area than a forest area. The research aims to create a surveillance sensing system for forest fire for forest fire mitigation based on drone technology, and sensor technology. This research is an innovation and development of science and technology that is beneficial to the community, the forest fire task force and the local government. The research stages start from the design, manufacture, and design of a surveillance sensing system for forest fire in the Telecommunication Network laboratory. The output of this research is a prototype surveillance sensing system for forest fire. Test results within a certain time span indicate that the sensor is running well. All sensors used will show a change in value when a heat source and fire are detected. The average temperature sensor result is 72.34 C. While the dust particle sensor result is 665.45 g/m3 . And for air quality sensors the average is 0.225 ppm. For GPS sensor data it has 99.5% accuracy. which the Arduino reads before sending. The maximum delivery distance that can be used is 0-40 meters.Kebakaran yang melanda Indonesia pada tahun 2015 dianggap sebagai salah satu bencana lingkungan terbesar abad ke-21 sejauh ini. Bank Dunia memperkirakan bahwa krisis kebakaran tahun 2015 merugikan Indonesia sebesar US 16 miliar dalam bidang kehutanan, pertanian, pariwisata, dan industri lainnya. Kabut asap menyebabkan penyakit pernapasan dan penyakit lainnya pada ratusan ribu orang di seluruh wilayah tersebut. Selama ini usaha mitigasi kebakaran hutan dan lahan sudah sering dilakukan oleh pemerintah dan satgas kebakaran hutan, mulai dari membuat sistem peringatan dini, peningkatan partisipasi masyarakat, dan teknik pengendalian kebakaran hutan. Namun semua usaha mitigasi tersebut lebih dominan dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan telah terjadi. Padahal ketika kebakaran telah terjadi dan api telah membesar, usaha mitigasi kebakaran jadi lebih berat dan berbiaya mahal karena harus melibatkan helikopter untuk memadamkan api dari udara. Jadi suatu usaha mitigasi kebakaran dan lahan membutuhkan yang mudah digunakan, cepat dan murah diimplementasikan, serta dapat menjangkau area yang lebih luas dari suatu kawasan hutan. Penelitian bertujuan untuk membuat surveillance sensing system for forest fire untuk mitigasi kebakaran hutan berbasis teknologi drone, dan teknologi sensor. Penelitian ini sebagai suatu inovasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, satgas kebakaran hutan dan pemerintah daerah. Tahapan penelitian dimulai dari perancangan, pembuatan, dan perancangan surveillance sensing system for forest fire di laboratorium Jaringan Telekomunikasi. Luaran dari penelitian ini adalah sebuah prototipe surveillance sensing system for forest fire. Hasil Pengujian dalam rentang waktu tertentu menunjukkan bahwa sensor berjalan dengan baik. Seluruh sensor yang digunakan akan menunjukkan perubahan nilai ketika ada sumber panas dan api yang terdeteksi .Hasil Sensor suhu rata-rata adalah 72,34 º C.Sedangkan hasil sensor partikel debu adalah 665,45 µg/m3 . Dan untuk sensor kualiats udara rata-rata adalah 0,225 ppm .Untuk data GPS sensor memiliki akurasi 99,5%.Untuk proses pengiriman data juga telah berjalan dengan baik karena data yang dikirim dan tersimpan di sd card Arduino penerima telah menunjukkan nilai yang sama dengan data yang dibaca oleh Arduino sebelum dikirimkan. Untuk jarak pengiriman maksimal yang bisa digunakan adalah 0-40 meter

    Analisa Perbandingan Daya Keluaran Panel Surya Tipe Monokristalin 50wp Yang Dirangakai Seri Dan Paralel Pada Instalasi Plts Off-Grid

    Get PDF
    Indonesia is a country that has the potential to develop solar energy. In Indonesia, there is a tool that functions to convert solar energy into electrical energy called photovoltaic. The research uses monocrystalline solar panels because they are the most efficient and produce the highest electrical power per unit area. This research aims to analyze the comparison of solar cells, which are arranged in series and parallel to the output power. Researchers made direct observations of the field and studied after getting some data from the measurement results. Then conclude from the results of this observation. Sampling was researched on the output of solar panels located at BBPLK Serang. The method used is the comparative analysis method, by comparing the differences and similarities of an event. The voltage and currently issued by a series of solar panels is 35.77V and 3.18A. The results of the voltage and presently published by a parallel series of solar panels are 17,69V and 6.38 A. The power is produced by a series circuit of 113.75atts and a parallel circuit of 112,86Watts. From the output power results, the series circuit is 0,89Watts greater than the parallel circuit. Judging from the advantages and disadvantages, it is better to install PLTS Off-Grid installations in parallel. If damage to damaged components is damaged, it will be easier to inspect, and several other panels can still function properly, so electricity continues to flow.Indonesia adalah negara yang berpotensi mengembangkan energi surya. Di Indonesia sudah tersedia alat yang berfungsi merubah energi surya menjadi energi listrik yang dinamakan photovoltaic. Penelitian ini menggunakan panel surya monokristalin karena paling efisien dan menghasilkan daya listrik tertinggi persatuan luas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa perbandingan solar cell yang dirangkai seri dan parallel terhadap hasil daya keluarannya. Peneliti melakukan observasi langsung ke lapangan dan menganalisis setelah mendapatkan beberapa data dari hasil pengukuran. Kemudian mengambil kesimpulan terhadap hasil dari observasi ini. Pengambilan sampel yang diteliti pada hasil keluaran panel surya yang berlokasi di BBPLK Serang. Metode yang digunakan yaitu metode analisis perbandingan, dengan cara membandingkan perbedaan dan persamaan suatu kejadian. Hasil dari tegangan dan arus yang dikeluarkan oleh rangkaian seri panel surya adalah sebesar 35,77V dan 3,18A. Hasil dari tegangan dan arus yang dikeluarkan oleh rangkaian paralel panel surya adalah sebesar 17,69V dan 6,38 A. Sementara daya yang yang dihasilkan oleh rangkaian seri sebesar 113,75Watt dan rangkaian paralel sebesar 112,86Watt. Dari hasil daya keluaran tersebut rangkaian seri lebih besar 0,89Watt dari rangkaian paralel. Dilihat dari keuntungan dan kerugiannya, untuk pemasangan instalasi PLTS Off-Grid lebih baik dipasang secara paralel, agar apabila terjadi kerusakan, komponen yang rusak akan lebih mudah diperiksa dan beberapa panel lainnya masih dapat berfungsi dengan baik, sehingga listik tetap mengalir

    Sarung Tangan Cerdas Sebagai Translator Bahasa Isyarat untuk Tuna Wicara

    Get PDF
    Penyandang tunarungu dan tunawicara merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan dalam hal mendengar dan berkomunikasi. Akibat terbatasnya ketajaman pendengaran perkembangan bahasa dan komunikasi menjadi terhambat. Oleh karena itu, dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara social, penyandang tunarungu menggunakan bahasa isyarat. Bahasa Isyarat yang sering digunakan di Indonesia adalah menggunakan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI). Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) adalah sistem bahasa yang dikembangkan langsung oleh para penyandang tunarungu atau tunawicara. Meskipun telah ditemukan bahasa isyarat bagi penyandang tunarungu dan tunawicara, bahasa isyarat masih memiliki kekurangan ketika digunakan kepada orang yang belum pernah belajar bahasa isyarat sebelumnya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka dilakukan pengembangkan sebuah perangkat berupa sarung tangan yang mampu menerjemahkan bahasa isyarat dengan keluaran berupa suara. Perangkat yang dimaksud adalah berupa sarung tangan yang menggunakan sepuluh buah sensor flex yang di control menggunakan mikrokontroller sebagai pengolahan data. Hasil klasifikasi akan diterjemahkan berupa keluaran suara dari perangkat. Pada pengujian abjad A sampai G memiliki persentase keberhasilan keseluruhan sebesar 86,67% dan ketika ada peralihan posisi sebesar 77,78%

    Sistem Kendali Cerdas Penggunaan Daya Listrik Menggunakan Metode Eliminasi Nilai Tertinggi Berbasis IoT

    Get PDF
    The use of electrical equipment that exceeds the maximum power limit of the Miniature Circuit Breaker (MCB) determined by PLN so that there is a power outage is a problem for users of the household sector.The amount of initial power consumption when the electrical equipment is turned on again becomes a burden for the household sector. This can be prevented, one of which is by adjusting the electrical power load so that it does not exceed the threshold limit in the MCB. The intelligent control system in this study uses the IoT NodeMCU ESP8266 device as a sensor node that can measure the power used from electrical equipment connected to the sensor node. One of the sensor nodes calculates the total measured power of all active sensor nodes and determines the action for an overload condition. The overload condition is met if the total rated power exceeds the specified maximum power threshold. The action of this condition selects the highest power system at each sensor node and disconnects the electric current at the selected sensor node so that the electrical equipment with the highest power is off and the total power is corrected below the threshold limit. This algorithm is used to prevent disconnection in the MCB due to exceeding the electrical load or the maximum power allowed according to the provisions by PLN. The average power measurement accuracy at the sensor node is 85.9% or with a % error of 14.1% and the highest power elimination algorithm manages to keep the total power load below a predetermined threshold. As a result, electrical equipment with the highest power will always be compensated when conditions touch the maximum power threshold.  Penggunaan peralatan listrik yang melebihi batasan daya maksimal MCB yang ditentukan oleh PLN sehingga terjadi putusnya arus listrik menjadi masalah pada pengguna sektor rumah tangga. Besarnya konsumsi daya awal saat peralatan listrik hidup kembali menjadi beban bagi sektor rumah tangga. Hal ini bisa dicegah salah satunya dengan mengatur beban daya listrik agar tidak melebihi batas ambang di MCB. Sistem kendali cerdas pada penelitian ini menggunakan perangkat IoT NodeMCU ESP8266 sebagai sensor node yang mampu mengukur daya terpakai dari peralatan listrik terhubung ke sensor node. Salah satu sensor node melakukan perhitungan total daya yang terukur dari semua sensor node aktif dan menentukan aksi atas suatu kondisi beban berlebih. Kondisi beban berlebih terpenuhi jika total daya yang terukur melebihi batas ambang maksimal daya yang ditentukan. Aksi dari kondisi ini sistem seleksi daya tertinggi pada setiap sensor node dan memutuskan arus listrik pada sensor node terpilih agar peralatan listrik dengan daya tertinggi off dan total daya terkoreksi dibawah batas ambang. Algoritma ini difungsikan untuk mencegah terjadinya pemutusan arus di MCB akibat melebihi beban listrik atau daya maksimal yang diperbolehkan sesuai ketentuan oleh PLN. Akurasi pengukuran daya pada sensor node rata-rata 85.9% atau dengan % error sebesar 14.1% dan algoritma eliminasi daya tertinggi berhasil menjaga total beban daya dibawah batas ambang yang telah ditentukan. Akibatnya peralatan listrik dengan daya tertinggi akan selalu dikompensasi ketika kondisi menyentuh batas ambang daya maksimal

    Sistem Keseimbangan Segway Menggunakan Kontrol Proportional Integral dan Derivatif (PID)

    Get PDF
    Segway is a mobile robot that has two wheels on the right and left that will not be balanced if there is no controller. The Proportional Integral Derivative (PID) control is used to determine the magnitude and speed of the DC motor rotating as a driving force, so that the balancing tool can maintain its position perpendicular to the surface of the earth on a flat surface. This tool is controlled by using a microcontroller-based controller using Arduino, so that the robot\u27s motion system becomes automatic in accordance with the program created by the controller. Segway uses the MPU 6050 sensor module as a sensor in which there is a gyroscope and accelerometer as well as making it easier to detect a speed and acceleration angle as input to the Segway. The resulting data will be processed in Arduino so that the DC motor will actively balance the Segway. Segways have a maximum angle of 10 ° to get back to the point of 0 °. Segway can be balanced with PID parameter values that are close to optimal are Kp = 3.55, Ki = 0.005, Kd-2.05 by having a fast settling time at the 0.71 secondSegway merupakan suatu robot mobile yang memiliki dua buah roda disisi kanan dan kirinya yang tidak akan seimbang apabila tanpa adanya kontroler. Kontrol Proporsional Integral Derivative (PID) digunakan untuk menentukan besarnya kecepatan dan arah putar motor DC sebagai penggerak, sehingga balancing alat ini dapat mempertahankan posisinya tegak lurus dengan seimbang terhadap permukaan bumi pada bidang datar. Alat ini dikendalikan dengan menggunakan suatu pengendali berbasis mikrokontroler dengan menggunakan Arduino, sehingga sistem gerak dari robot ini menjadi otomatis sesuai dengan program yang telah dibuat oleh pengendali. Segway menggunakan sensor modul MPU 6050 sebagai sensor yang didalamnya terdapat gyroscope dan accelerometer sekaligus sehingga memudahkan dalam mendeteksi suatu kecepatan dan percepatan sudut sebagai masukan pada Segway. Data yang dihasilkan akan di olah di Arduino sehingga motor DC akan aktif menyeimbangkan Segway. Segway memiliki sudut maksimum 10° untuk dapat kembali ke titik 0°. Segway dapat setimbang dengan nilai parameter PID yang mendekati optimal adalah Kp=3.55, Ki=0.005, Kd-2.05 dengan memiliki settling time yang cepat dengan waktu 0,71 deti

    Alat Akuisisi Data 5 Parameter Sinyal Fisiologis Sebagai Penciri Stress Pada Manusia Berbasis Arduino MEGA

    Get PDF
    Stress is a non-specific response of the body to any demands on the body. It refers to events that are felt to be harmful to a person\u27s physical and psychological well-being. One of the effects of stress on humans is depression. Depression that is allowed to continue can cause a decrease in work productivity, impaired social relationships to suicidal ideation. Increased stress due to lifestyle and current conditions has prompted many studies to be able to perform early detection of stress by measuring physiological signals. This study makes a tool to acquire data from 5 physiological signals of the body to later be used as variables for analyzing stress levels in humans. This tool uses an MPX5050DP sensor for blood pressure, a pulse sensor for heart rate detection, a DS18b20 sensor for body temperature, a sound sensor to calculate respiration frequency and a GSR sensor to measure the resistance value of human skin. The sensor will take data from the measured physiological parameters which will then be displayed on the LCD screen. The test was carried out on 5 test subjects with each subject taking data 5 times. The error rate of each parameter is obtained as follows: heart rate sensor 1.14%, temperature sensor 0.36%, blood pressure sensor 11.2% for systolic measurement and 4.9% for diastolic measurement, and respiration sensor 22.08 %.Stress merupakan respon tubuh yang bersifat nonspesifik terhadap setiap tuntutan beban atas tubuh. Hal ini mengacu pada peristiwa yang dirasakan membahayakan kesejahteraan fisik dan psikologis seseorang. Salah satu dampak akibat stres pada manusia adalah depresi. Depresi yang dibiarkan berlanjut dapat menyebabkan penurunan produktifitas kerja, gangguan hubungan soaial hingga keinginan bunuh diri. Peningkatan stress akibat gaya hidup dan kondisi masa kini mendorong banyak penelitian untuk bisa melakukan deteksi awal stres dengan mengukur sinyal fisiologis. Penelitian ini membuat sebuah alat untuk melakukan akuisisi data dari 5 sinyal fisiologis tubuh untuk nantinya dapat digunakan sebagai variabel untuk analisis tingkat stres pada manusia. Alat ini menggunakan sensor MPX5050DP untuk tekanan darah, sensor pulse untuk deteksi detak jantung, sensor DS18b20 untuk suhu tubuh, sensor suara untuk menghitung frekuensi respirasi serta sensor GSR untuk mengukur nilai resistansi kulit manusia. Sensor akan mengambil data dari parameter fisiologis yang diukur kemudian akan ditampilkan pada layar LCD. Pengujian dilakukan terhadap 5 subjek uji dengan masing-masing subjek diambil data sebanyak 5 kali. Tingkat error dari setiap parameter didapatkan sebagai berikut :  sensor detak jantung 1,14%, sensor suhu sebesar 0,36%, sensor tekanan darah 11,2% pada pengukuran sistole dan 4,9%  pada pengukuran diastole, serta sensor respirasi 22,08%

    Pengukuran Volume Tangki Pendam BBM Menggunakan Metode Luas Lingkaran dan Tembereng

    Get PDF
    The process of the gas station’s fuel tank volume measurement that is used today is still mostly done manually using a measuring line or dipstick. This research develops a real-time fuel tank volume measurement system. This system sends measurement data to server if the system is connected to internet network. This system uses ultrasonic sensors to measure level of the fuel surface and uses NodeMCU ESP8266 as a controller and delivery via Wi-Fi. The ultrasonic sensor is directed into the buried tank in a position perpendicular to the surface of the liquid. The distance measurement results are obtained by calculating the transmitting time of the transmitter until it is received back by the receiver. Then, the calculation of the tank volume obtained from the distance calculation results is inserted into the equation for the area of the tank circle which is processed using the NodeMCU ESP8266 as the main controller. The volume measurement results are sent by the NodeMCU ESP8266 to webserver to be displayed on website and saved to database. The results of measuring the volume of the tank are quite accurate but there is still an average error of about 1.3. This is influenced by the slight bend in the tank.Proses pengukuran volume tangki pendam BBM di SPBU yang saat ini digunakan, masih banyak melakukan proses pengukuran secara manual menggunakan garis ukur atau dipstik. Penelitian ini mengembangkan sistem pengukuran volume tangki pendam BBM secara realtime. Sistem pengukuran ini mengirimkan data pengukuran ke server selama sistem terhubung ke jaringan internet. Sistem pengukuran ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian permukaan BBM dan menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai kontroler dan pengiriman melalui media wifi. Sensor ultrasonik diarahkan ke dalam tangki pendam dengan posisi tegak lurus terhadap permukaan cairan. Hasil pengukuran jarak diperoleh melalui perhitungan waktu pemancaran transmiter sampai diterima kembali oleh receiver, kemudian perhitungan volume tangki peroleh dari hasil perhitungan jarak di masukan ke dalam persamaan luas tembereng lingkaran tangki yang diproses menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai pengendali utama. Hasil pengukuran volume dikirim oleh NodeMCU ESP8266 ke webserver untuk ditampilkan ke halaman website dan disimpan ke database. Hasil pengukuran volume tangki cukup akurat namun masih terdapat error rata-rata sekitar 1,3%, ini dipengaruhi oleh sedikit lengkungan yang ada pada tangki

    Optimisasi Setting Directional Overcurrent Relay Dengan Menggunakan Hybrid Algoritma (DE – PSO)

    Get PDF
    To prevent interference and damage to equipment in the electric power system, the role of a protection system is needed. An unreliable protection system has the impact of economic losses, this is the basis for engineers to conduct research on the optimization of protection coordination in the electric power system. This study aims to ensure that the protection system can run properly in the event of a short circuit fault in the system. In addition, this research is to facilitate engineers in the calculation of the Directional Overcurrent Relay (DOCR) coordination study. In contrast to previous studies, this research implements a hybrid algorithm method on a real electrical system by considering the generator operating scheme. Due to the generator operating conditions that are always changing, it affect DOCR working time. To overcome these problems, it is necessary to set an optimal DOCR using the meta-heuristic method. This is the basis for researchers to conduct research on optimization of protection coordination settings. Each meta-heuristic method such as Differential Evolution Algorithm and Particle Swarm Optimization has its own advantages and disadvantages in the process of searching the optimization. Therefore, this research implements a hybrid strategy of Differential Evolution Algorithm – Particle Swarm Optimization (DE-PSO) to get the DOCR Time Dial Setting (TDS) value. From the results of the study, it can be concluded that using a hybrid algorithm is 83% more efficient than the non-hybrid method. Keywords: Directional Overcurrent Relay, Differential Evolution Algorithm, Particle Swarm OptimizationUntuk mencegah adanya gangguan dan kerusakan peralatan pada sistem tenaga listrik diperlukan peranan sistem proteksi. Sistem proteksi yang tidak handal memiliki dampak kerugian ekonomi, hal inilah menjadi dasar para engineer untuk melakukan penelitian optimasi koordinasi proteksi pada sistem tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan sistem proteksi dapat berjalan dengan baik jika terjadinya gangguan hubung singkat pada sistem. Selain itu, penelitian ini untuk mempermudah engineer dalam perhitungan studi koordinasi Directional Overcurrent Relay (DOCR). Berbeda dengan penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini mengimplementasikan metode hybrid algoritma pada sistem kelistrikan real dengan mempertimbangkan skema operasi generator. Dengan adanya kondisi operasi generator yang selalu berubah-ubah, kondisi tersebut mempengaruhi waktu kerja DOCR. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu melakukan setting DOCR yang optimal dengan menggunakan metode metaheuristik. Hal tersebut menjadi dasar peneliti untuk melakukan penelitian optimasi setting koordinasi proteksi. Setiap metode metaheuristik seperti Differential Evolution Algorithm dan Particle Swarm Optimization memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dalam proses pencarian optimisasi. Oleh karena itu, penelitian ini mengimplementasikan strategi hybrid algoritma Differential Evolution Algorithm – Particle Swarm Optimization (DE-PSO) untuk mendapatkan nilai Time Dial Setting (TDS) DOCR. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dengan menggunakan hybrid algoritma lebih efisien 83% dari metode non-hybrid. Kata kunci: Directional Overcurrent Relay, Differential Evolution Algorithm, Particle Swarm Optimizatio

    Desain Antenna Mikrostrip Pacth Rectangular MIMO Pada Frekuensi 15 GHz: Antena Mikrostrip

    No full text
    Cellular and wireless networks have developed rapidly in recent years. Long Term Evolution (LTE) based mobile broadband communication systems are currently used on a global scale providing network services to hundreds of millions of people. With the increasing number of users (users) and the need in the industrial sector such as the Internet of Things (IoT), reliable services and fast data transfer will be urgently needed. One of them is services on the 5G network at a frequency of 15 GHz. Where in this paper will discuss the Design of Rectangular MIMO Patch Microstrip Antenna at 15 GHz Frequency. The use of multiple antennas, in this case Multiple Input Multiple Output (MIMO), has an important role in 5G technology, due to the physical limitations of a small antenna. the antenna is thin but can work optimally at the expected frequency. From the results of the antenna design, the return loss value is -46.81 dB with a gain of 6.856 dBi. After the optimization process is carried out, the value obtained is in accordance with the problem limits to be achieved, namely the return loss value of -10 dB and the gain obtained is 6 dBi.Jaringan seluler dan wireless telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sistem komunikasi mobile broadband berbasis Long Term Evolution (LTE) saat ini digunakan pada skala global yang menyediakan jaringan layanan kepada ratusan juta orang. Dengan meningkatnya jumlah pengguna (user ) dan kebutuhan di bidang industri seperti Internet of Things (IoT), maka akan sangat dibutuhkan layanan yang reliable dan transfer data yang cepat.salah satunya adalah layanan pada jaringan 5G pada frekuensi 15 GHz. Dimana pada paper ini akan membahas Desain Antena Mikrostrip MIMO Patch Rectangular pada Frekuensi 15 GHz. Penggunaan antena jamak, dalam hal ini Multiple Input Multiple Output (MIMO), memiliki peran penting dalam teknologi 5G, karena keterbatasan fisik dari antena yang kecil.pada Desain antenna ini menggunakan 2 elemen dengan bahan substrat RT Duroit 5880 karena bahan ini dianggap dapat menghasilkan dimensi antena yang tipis namun dapat bekerja optimal pada frekuensi yang diharapkan. Dari hasil desain antenna didapatlah nilai return loss -46.81 dB dengan gain 6.856 dBi setelah dilakukan proses optimasi, nilai yang didapatkan sudah sesuai Batasan masalah yang ingin dicapai yaitu nilai return loss  dan gain yang didapat sebesar

    Pengaruh Koridor terhadap Rugi-Rugi Lintasan Gelombang Radio di dalam Gedung Kampus

    Get PDF
    Rugi-rugi lintasan gelombang radio menjadi salah satu parameter penting untuk menjamin kelancaran komunikasi nirkabel. Saat ini, penggunaan komunikasi nirkabel untuk mendukung proses pembelajaran di ruang perkuliahan telah banyak diaplikasikan. Namun, rugi-rugi lintasan gelombang radio di ruang perkuliahan mengalami peningkatan jika gelombang radio berpropagasi dari luar gedung. Hal tersebut disebabkan gelombang radio mengalami rugi-rugi lintasan secara dua tahap, yaitu di luar gedung dan di dalam gedung. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis pengaruh koridor di gedung kampus terhadap rugi-rugi lintasan gelombang radio di ruang perkuliahan. Sebuah antena pemancar di luar gedung kampus milik salah satu penyedia jasa layanan telekomunikasi digunakan pada penelitian ini. Selanjutnya metode drive test digunakan untuk mengukur rugi-rugi lintasan gelombang radio di ruang perkuliahan. Tiga model rugi-rugi lintasan yang kontemporer juga digunakan untuk memprediksi rugi-rugi lintasan gelombang radio. Ketiga model tersebut adalah Model Winner+, Model COST231, dan Model 3GPP. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa koridor di dalam gedung mampu menurunkan rugi-rugi lintasan gelombang radio. Selain itu, diketahui juga bahwa Model COST231 lebih akurat memprediksi rugi-rugi lintasan gelombang radio dari luar ke dalam gedung kampus daripada model rugi-rugi lintasan lain yang digunakan Rugi-rugi lintasan gelombang radio menjadi salah satu parameter penting untuk menjamin kelancaran komunikasi nirkabel. Saat ini, penggunaan komunikasi nirkabel untuk mendukung proses pembelajaran di ruang perkuliahan telah banyak diaplikasikan. Namun, rugi-rugi lintasan gelombang radio di ruang perkuliahan mengalami peningkatan jika gelombang radio berpropagasi dari luar gedung. Hal tersebut disebabkan gelombang radio mengalami rugi-rugi lintasan secara dua tahap, yaitu di luar gedung dan di dalam gedung. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis pengaruh koridor di gedung kampus terhadap rugi-rugi lintasan gelombang radio di ruang perkuliahan. Sebuah antena pemancar di luar gedung kampus milik salah satu penyedia jasa layanan telekomunikasi digunakan pada penelitian ini. Selanjutnya metode drive test digunakan untuk mengukur rugi-rugi lintasan gelombang radio di ruang perkuliahan. Tiga model rugi-rugi lintasan yang kontemporer juga digunakan untuk memprediksi rugi-rugi lintasan gelombang radio. Ketiga model tersebut adalah Model Winner+, Model COST231, dan Model 3GPP. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa koridor di dalam gedung mampu menurunkan rugi-rugi lintasan gelombang radio. Selain itu, diketahui juga bahwa Model COST231 lebih akurat memprediksi rugi-rugi lintasan gelombang radio dari luar ke dalam gedung kampus daripada model rugi-rugi lintasan lain yang digunakan

    150

    full texts

    185

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elementer
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇