Jurnal Elementer
Not a member yet
185 research outputs found
Sort by
Pengaruh Gas Hydrogen Yang Dihasilkan Dari Kaleng Bekas Pada Getaran Dan Kebisingan Engine Diesel Dual Fuel
Telah dilakukan studi eksperimental pengaruh pemberian bahan bakar hydrogen terhadap tingkat getaran (vibrasi) dan kebisingan (noise) dengan sistem dual fuel (campuran bahan bakar solar dengan hydrogen dari hasil produk reaksi kaleng bekas) pada engine stasioner, dan analisa voltase serta arus yang terjadi. Metode penelitian dilakukan dengan membandingkan tingkat getaran, kebisingan, voltase, dan arus yang dihasilkan antara system single fuel (bahan bakar solar) dengan system dual fuel sebagai variable bebas, sedangkan variasi beban sebagai variable tetap dari operasi engine tanpa beban (0 Watt) sampai dengan beban 2000 Watt (dengan interval 200 Watt). Hasil analsisa data pengujian menunujkkan bahwa untuk tingkat getaran yang diukur pada base mesin terjadi perbedaan tingkat vibrasi dimana pada system dual fuel terjadi getaran rata-rata sebesar 1,75 mm (displacement) dan mengalami peningkatan getaran dibandingkan dengan system single fuel sebesar 1,57 mm, hal ini disebabkan oleh knocking yang terjadi diruang bakar engine, sedangkan getaran yang terbesar terjadi pada saat beban 200 watt system dual-fuel yaitu sebesar 2,78 mm.Untuk tingkat getaran yang terjadi pada mesin diesel dengan system dual-fuel menggunakan campuran bahan bakar solar dengan gas hydrogen mengalami kenaikan sebesar 0,18 mm pada saat pengukuran displacement dibandingkan dengan getaran mesin diesel system single-fuel bahan bakar solar, namun dari segi kebisingan mengalami penurunan sebesar 2,6 dB, hal ini disebabkan akibat penambahan hydrogen pada saluran udara masuk (air intake) mesin diesel, sehingga kandungan hydrogen akan mengurangi suara karena mesin kaya akan bahan bakar
Desain dan Implementasi Antena Mikrostrip Single Rectangular Patch Pada Band Frekuensi 1920-2180 MHz Untuk Pengisi Daya Alternatif Perangkat Berdaya Rendah
Menipisnya sumber energi bumi dijadikan sebagai energi listrik menyebabkan adanya pemanfaatan energi gelombang elektromagnetik sebagai energi alternatif. Untuk mendapatkan energi gelombang elektromaagnetik pada band 1920 sampai 2180 MHz diperlukan antena mikrostrip single rectangular patch yang diintegrasikan dengan modul rectifier EH300. Antena mikrostrip ini dibuat dari bahan Rogers dengan konstanta dielektrik 6,15 dan ketebalan 1,52 mm. Hasil simulasi diperoleh VSWR 1,02, Return Loss -39,93 dB, dan Gain 3,03 dBi pada frekuensi 2050 MHz. Pengujian hasil implementasi diperoleh VSWR 1,166, Return Loss -22,4 dB, dan Gain 2,83 dBi pada frekuensi 2050 MHz
Sistem Keamanan Aplikasi Chatting Menggunakan Algoritma Camelia
Perkembangan teknologi sekarang ini sangat penting dalam pengiriman suatu informasi, Sehingga menyebabkan tingginya tingkat resiko dalam pembajakan data. Salah satu cara untuk mengamankan dari pembajakan data dengan menggunakan metode kriptografi. Dimana data atau informasi yang bersifat rahasia agar tidak diketahui oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Salah satu metoda kriptografi yang di gunakan yaitu metode camellia. Camellia merupakan block chiper yang di rancang oleh ahli-ahli dalam riset dan pengembangan teknik kriptografi.
Metode camellia memiliki 3 secret kunci yaitu 128-bit, 192-bit, dan 256-bit, dan dengan blok data sebesar 128-bit. Aplikasi ini menggunakan bahasa pemograman PHP. Pada proyek akhir ini menambahkan membangun sebuah web untuk aplikasi chatting menggunakan algoritma camellia. Pada proyek akhir ini dapat diambil kesimpulan , untuk proses waktu enkripsi lebih lama menggunakan panjag kunci 256 bit dan berhasil membangun web untuk aplikasi chatting menggunakan algoritma camellia.
Kata kunci Camellia, kriptografi, enkripsi, Dekripsi, Php (Perl Hypertext Processor
Pengenalan Objek Museum dengan Teknologi NFC pada Android dan RFID (Studi Kasus Pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsita)
Museum Jawa Tengah Ranggawarsita adalah salah satu tempat yang memiliki banyak koleksi objek bersejarah. Objek-objek bersejarah tersebut memiliki informasi penting di dalamnya. Informasi bisa berupa sejarah bangsa atau peradaban penting yang ada di Indonesia. Namun pada kenyataannya informasi mengenai objek bersejarah yang ditampilkan masih kurang jelas, detail dan informatif. Hal ini karena banyaknya informasi dari objek yang perlu ditampilkan dan dikenali oleh petugas kajian museum. Administrasi objek-objek museum juga masih menggunakan cara manual yaitu menggunakan arsip fisik untuk setiap informasi objek yang ada. Diperlukan sebuah sistem untuk mempermudah proses administrasi dan penampilan informasi objek dengan mengenali objek. Pengenalan objek menggunakan Near Field Communication pada android smartphone dan tag pasif Radio Frequency Identification dapat menjadi solusi dari permasalahan ini. Untuk pengunjung, sistem dapat digunakan untuk mengenali objek yang diinginkan dan menampilkan informasi objek secara detail, jelas dan informatif, sedangkan untuk petugas museum sistem dapat digunakan untuk administrasi objek-objek museum yang ada. Sistem dikembangkan dengan menggunakan proses pengembangan perangkat lunak unified process dalam satu iterasi. Sistem memanfaatkan web-service untuk sebagai penyedia atau perantara data sistem. Sistem sudah melewati pengujian black-box dan white-box dengan hasil lulus uji. Sistem diharapkan dapat mempermudah proses pengenalan objek museum dan administrasi objek museum
Perancangan Laser Harpa
Salah satu alat musik klasik yang hampir ditinggalkan atau jarang dimainkan adalah alat musik harpa. Seperti halnya di Indonesia alat musik harpa sudah sangat jarang dimainkan atau ditampilkan pada pergelaran alat musik. Agar alat musik harpa tidak dilupakan dan mudah diingat kembali, Maka telah diciptakan suatu alat musik harpa yang modern yang berbasis teknologi yang menggunakan laser sebagai pengganti dawai penghasil nadanya. Mikrokontroler ATMega8535 digunakan sebagai otak pengaturan alat ini. Sensor LDR merupakan indikator pengaktifan nada, dan sensor PING dijadikan sebagai pembagi tinggi dan rendahnya oktaf nada tersebut. Dimana dawai laser diputus di atas dan di bawah akan menghasilkan nada yang sama tetapi oktaf nya berbeda. ATMega8535 akan mengeluarkan output dengan frekuensi yang berbeda beda kemudian diteruskan kepada amplifier(penguat) dan speaker digunakan sebagai output akhir berupa bunyi nada. Hasil akhir yang di hasilkan laser harpa adalah suara degan frekuensi yang sesuai dengan nada-nada standar. Dengan pembuatan laser harpa ini telah menghasilkan generasi muda lebih terpacu dan inovatif dalam mengembangkan ilmu baik di bidang teknologi maupun di bidang seni
Sistem Garis Gawang Pada Lapangan Futsal
Olahraga futsal adalah sebuah permainan yang mengandalkan kekuatan fisik serta kemampuan seseorang dalam mengolah bola. Permainan ini banyak diminati oleh oleh pria. Tidak hanya sepak bola saja yang mempunyai event piala dunia, namun futsal juga memiliki event tersebut. Banyaknya yang memainkan permainan ini maka tak terlepas dari permasalahan yang ada dalam permainan futsal ini, salah satu permasalahannya ialah sebuah goal yang tidak disahkan oleh wasit karena tidak melihat bola masuk ke dalam gawang, namun dilihat dari rekaman ulang melalui kamera berkecepatan tinggi terlihat jelas bahwa bola tersebut telah melewati garis digawang, dari permasalahan ini yang sering menjadi kontroversi dalam permainan tersebut. Maka dari itu telah diciptakan sebuah sistem yang mampu membantu wasit untuk memberi pertimbangan bola yang telah masuk ke dalam gawang, dengan melakukan pencitraan sistem ini mampu mendeteksi objek bola yang ditendang serta mampu melihat apakah bola tersebut sudah melewati garis atau belum dan bola yang telah dinyatakan goal akan secara otomatis mengirim pesan kepada wasit melalui gelang tangan khusus dengan tingkat keberhasilan sangat baik untuk mendeteksi bola dari segala sudut.Kata Kunci: kontroversi, pencitraan, kamera kinect, deteksi bolaOlahraga futsal adalah sebuah permainan yang mengandalkan kekuatan fisik serta kemampuan seseorang dalam mengolah bola. Permainan ini banyak diminati oleh oleh pria. Tidak hanya sepak bola saja yang mempunyai event piala dunia, namun futsal juga memiliki event tersebut. Banyaknya yang memainkan permainan ini maka tak terlepas dari permasalahan yang ada dalam permainan futsal ini, salah satu permasalahannya ialah sebuah goal yang tidak disahkan oleh wasit karena tidak melihat bola masuk ke dalam gawang, namun dilihat dari rekaman ulang melalui kamera berkecepatan tinggi terlihat jelas bahwa bola tersebut telah melewati garis digawang, dari permasalahan ini yang sering menjadi kontroversi dalam permainan tersebut. Maka dari itu telah diciptakan sebuah sistem yang mampu membantu wasit untuk memberi pertimbangan bola yang telah masuk ke dalam gawang, dengan melakukan pencitraan sistem ini mampu mendeteksi objek bola yang ditendang serta mampu melihat apakah bola tersebut sudah melewati garis atau belum dan bola yang telah dinyatakan goal akan secara otomatis mengirim pesan kepada wasit melalui gelang tangan khusus dengan tingkat keberhasilan sangat baik untuk mendeteksi bola dari segala sudut.Kata Kunci: kontroversi, pencitraan, kamera kinect, deteksi bol
Perancangan Fuzzy Logic Model Sugeno untuk Wall Tracking pada Robot Pemadam Api
oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/12Robot pemadam api merupakan robot yang dibuat dengan tujuan memadamkan api pada daerah yang sulit untuk dijangkau manusia. Robot Pemadam Api harus memiliki kemampuan navigasi yang handal dalam menyelesaikan misinya dengan menerapkan metode yang baik. Terdapat beberapa metode navigasi pada Robot Pemadam Api, salah satunya wall tracking. Pada makalah ini dipaparkan penerapan kendali fuzzy logic untuk metode navigasi wall tracking. Dalam proses pengujian terdapat keterlambatan respon pada fuzzy logic, namun dapat diatasi dengan melakukan perhitungan fuzzy logic diluar sub program navigasinya. Dengan cara demikian robot yang menerapkan fuzzy logic untuk wall tracking mencatatkan waktu rata-rata memadamkan api dan kembali ke home sebesar 66,7 detik untuk start di lorong dan 36,5 detik untuk start di ruang 1 pada sampling jarang dan robot mencatatkan waktu 63,4 detik untuk start di lorong dan 34,9 detik untuk start di ruang 1 pada sampling rapat. Catatan waktu tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan robot yang tidak menerapkan fuzzy logic untuk wall tracking yang mencatatkan waktu sebesar 78,1 detik untuk start di lorong dan 44,8 detik untuk start di ruang 1.Robot pemadam api merupakan robot yang dibuat dengan tujuan memadamkan api pada daerah yang sulit untuk dijangkau manusia. Robot Pemadam Api harus memiliki kemampuan navigasi yang handal dalam menyelesaikan misinya dengan menerapkan metode yang baik. Terdapat beberapa metode navigasi pada Robot Pemadam Api, salah satunya wall tracking. Pada makalah ini dipaparkan penerapan kendali fuzzy logic untuk metode navigasi wall tracking. Dalam proses pengujian terdapat keterlambatan respon pada fuzzy logic, namun dapat diatasi dengan melakukan perhitungan fuzzy logic diluar sub program navigasinya. Dengan cara demikian robot yang menerapkan fuzzy logic untuk wall tracking mencatatkan waktu rata-rata memadamkan api dan kembali ke home sebesar 66,7 detik untuk start di lorong dan 36,5 detik untuk start di ruang 1 pada sampling jarang dan robot mencatatkan waktu 63,4 detik untuk start di lorong dan 34,9 detik untuk start di ruang 1 pada sampling rapat. Catatan waktu tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan robot yang tidak menerapkan fuzzy logic untuk wall tracking yang mencatatkan waktu sebesar 78,1 detik untuk start di lorong dan 44,8 detik untuk start di ruang 1
Analisis Sistem Pengaman Menara Seluler Smartfren Pada Perumahan Masyarakat Di Kelurahan Umban Sari
Petir merupakan peristiwa alam berupa pelepasan energi sesaat (energy storage) berupa rangkaian aliran listrik yang sangat besar yang akan di lepaskan oleh alam semesta dengan tujuan ke bumi yang bersifat netral. Untuk mengatasi Bahaya yang ditimbulkan akibat adanya sambaran petir penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda bola gelinding (rolling sphere) dan sistem pentanahan yang tedapat pada menara Smartfren sebagai sistem pengaman dalam melindungi dan mengurangi dampak kerusakan pada perumahan masyarakat. Berdasarkan hasil analisa pembahasan diperoleh Elektroda Vinial sebagai penangkal petir yang dipasang pada menara PT. Smartfren mampu untuk melindungi perumahan atau bangunan yang berada di area menara dengan sudut lindung 25,98° dengan jarak sudut lindung sebesar 128,15 meter. Besar nilai tahanan pentanahan yang dipasang pada area menara PT. Smartfren sebesar 59,5 ohm
Perancangan dan Implementasi Sistem Pemesanan dan Monitoring Transaksi di Restoran Berbasis Smartphone
Penelitian ini didasari oleh alasan untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap para pelanggan sebuah restoran pada saat menampilkan menu dan melakukan pesanan. Sistem yang akan dibangun adalah sebuah sistem yang terdiri dari tiga bagian yaitu E-menu, aplikasi bagian dapur dan aplikasi monitoring transaksi. E-menu adalah aplikasi yang digunakan untuk melihat menu dan melakukan pemesanan, aplikasi bagian dapur diperuntukkan bagi staf dapur yang mampu menampilkan pesanan yang telah dilakukan dan mengubah status pesanan yang sudah selesai disiapkan. Sedangkan aplikasi monitoring transaksi adalah aplikasi yang mampu memantau transaksi yang sudah dilakukan pada aplikasi E-menu. Pengujian aplikasi ini dilakukan dengan metoda black box dan mengacu pada skenario use case yang telah dirancang sebelumnya. Hasil dari pengujian yang dilakukan, aplikasi yang dibangun mampu berfungsi dengan baik sesuai dengan apa yang direncanakan dengan tingkat keberhasilan 100%
Distribusi Koefisien Perpindahan Panas Konveksi Daerah Entrance dan Fully Developed Perbandingan Empiris dan Eksperimen pada Double Pipe Heat Exchanger
Penelitian tentang distribusi koefisien konveksi pada daerah entrance dan fully developed sangat diperhitungkan dalam dunia industri makanan, minuman, proses kimia dan farmasi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Double Pipe Heat Exchanger. Hal ini dikarenakan konstruksi yang sederhana, murah, yang tidak memerlukan permukaan perpindahan panas yang besar. Penelitian ini dikaji tentang distribusi koefisien konveksi yang terjadi di daerah entrance dan fully developed. Fluida yang digunakan air yang mengalir secara paralel. Debit aliran panas divariasikan pada 5 kecepatan aliran mulai dari 6,7 lpm hingga 20 lpm dengan laju aliran 0,11 kg/s hingga 0,33 kg/s menggunakan temperatur dijaga pada 60oC. Sedangkan debit fluida dingin divariasikan 4 kecepatan aliran mulai 10 lpm hingga 20 lpm dengan laju aliran 0,17 kg/s hingga 0,33 kg/s dengan temperatur 32oC. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah distribusi koefisien perpindahan panas konveksi yang terjadi pada daerah entrance dan fully developed. Batas daerah entrance pada Doubel Pipe Heat Exchanger ini adalah 30 cm. Selanjutnya masuk pada daerah fully developed, seiring dengan bertambah tebalnya boundary layer termal hingga mencapai konsta