PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
Not a member yet
    211 research outputs found

    UNJUK KERJA HIDROGRAF SATUAN SINTETIK NAKAYASU, ITB 2 DAN LIMANTARA UNTUK DAERAH ALIRAN SUNGAI BERBENTUK MEMANJANG

    No full text
    Estimated flood discharge value for water structure design, ideally determined based on the frequency analysis of measured discharge data. However, the measured discharge data is often not recorded or if the length is limited. So, it needs the technique in getting the design flood value from rain data through the Synthetic Unit Hydrograph (SUH) method. This study examined the suitability of the three (3) SUH methods (Nakayasu, Limantara and ITB2) in generating the design flood discharge and compared it with the Observed Unit Hydrograph (OUH) of the elongated shape watersheds, namely Sidutan and Reak. The main values that are compared are peak discharge, peak time, and base time of HSS to the HSO value. The results obtained from the Sidutan watershed and the Reak watershed are both elongated shape watershed, have almost the same length as the main river, but the area of the Sidutan watershed is greater than Reak watershed. The average OUH of both watersheds indicated that both Qp and Tb of the Sidutan watershed are greater than Reak, but the time peak hydrograph (Tp) was reached at almost the same time. The SUH method that produced unit hydrographs closest to OUH is Nakayasu, then ITB2 and Limantara, respectively.Estimasi nilai debit banjir rencana untuk perencanaan bangunan air, idealnya ditentukan berdasarkan analisis frekuensi menggunakan data debit terukur. Namun keberadaan data debit terukur seringkali tidak tersedia atau kalaupun ada terbatas. Sehingga diperlukan teknik untuk mendapatkan nilai banjir rancangan dari data hujan melalui metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS). Penelitian ini menguji kesesuaian tiga metode HSS (Nakayasu, Limantara dan ITB2) dalam menghasilkan debit banjir rancangan dan membandingkannya dengan debit rancangan dari debit terukur pada DAS yang berbentuk memanjang, yaitu DAS Sidutan dan DAS Reak. Nilai utama yang dibandingkan yaitu debit puncak, waktu mencapai puncak, dan waktu dasar dari HSS terhadap nilai dari HSO. Hasil yang diperoleh bahwa DAS Sidutan dan DAS Reak sama-sama berbentuk memanjang, memiliki panjang sungai utama yang hampir sama namun luas DAS Sidutan lebih besar dari DAS Reak. Hasil penurunan HSO rerata kedua DAS menunjukkan bahwa Qp dan Tb DAS Sidutan lebih besar dari DAS Reak, namun waktu mencapai puncak hidrograf (Tp) dicapai dalam waktu yang hampir sama. Metode HSS yang menghasilkan hidrograf satuan paling mendekati HSO berturut-turut adalah HSS Nakayasu, lalu ITB2 dan kemudian Limantara

    PERENCANAAN SISTEM PLAMBING DAN HIDRAN KEBAKARAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL PESONA ALAM

    No full text
    Pesona Alam Hotel is one of the hotels located in the Cisarua area, Bogor. An adequate plumbing system and fire hydrant system planning are needed to support the Comfort and safety of hotel visitor activities. The Plumbing Tool Load Unit Method is used in determining the dimensions of both clean and wastewater. Isometric depiction of piping networks and determining the diameter of clean water pipes is assisted by Pipe Flow Expert software. Based on the calculation, it is found that the need for clean water per day at Pesona Alam Hotel is 230 m3/day with the required diameter of clean water pipes of 0.5", 0.75", 1", 1.25", and 2". The estimated wastewater produced is 207 m3/day with a diameter of 1.25", 1.5", 2", 2.5", 3" and 4" wastewater. Whereas for the fire hydrant system, 3 types of fire hydrants are used, namely the pillar hydrant, fire hose reel, and sprinkler. The need for clean water for fire fighting is 270 m3.Hotel Pesona Alam merupakan salah satu hotel yang terletak di kawasan Cisarua, Bogor. Perencanaan system plambing dan Hidran Kebakaran yang memadai diperlukan untuk menunjang kenyamanan dan keamanan aktivitas pengunjung Hotel. Perhitungan perencanaan air bersih maupun kotor, digunakan metode Unit Beban Alat Plambing. Penggambaran isometri jaringan perpipaan dan penentuan diameter pipa air bersih dibantu dengan software Pipe Flow Expert. Berdasarkan perhitungan, didapatkan kebutuhan air bersih per hari pada Hotel Pesona Alam adalah 230 m3/hari dengan diameter pipa air bersih yang diperlukan sebesar 0.5â€, 0.75â€, 1â€, 1.25â€, dan 2â€. Perkiraan air buangan yang dihasilkan sebesar 207 m3/hari dengan diameter air buangan yang digunakan sebesar 1.25â€, 1.5â€, 2â€, 2.5â€, 3†dan 4â€. Sedangkan untuk sistem hidran kebakaran digunakan 3 jenis hidran kebakaran yaitu pillar hydrant, fire hose reel, dan sprinkler. Kebutuhan air bersih untuk pemadam kebakaran sebesar 270 m3

    ANALISIS PENGARUH VARIASI JARAK DAN TINGGI STIK SPRINKLER TERHADAP KINERJA IRIGASI PADA LUAS LAHAN TERBATAS

    No full text
    The conversion of agricultural land in urban areas has resulted in increasingly narrow agricultural land and many irrigation networks are not functioning. This has resulted in many isolated lands that cannot even be served by irrigation, so that the alternative source of agricultural water is local shallow ground well water. With the potential of water sources and limited land area, farming is expected to utilize water efficiently. Small sprinkler irrigation systems such as the 24D Netafim on the market, are expected to be an alternative in providing irrigation and for that it is necessary to test the ability of the irrigation system on the irrigation radius and its uniformity at a duration of 15 minutes. The test results showed that the irrigation uniformity was above 85% at the distance between sprinklers 4.5 m, 5 m and 5.5 m and 6 m with a stick height of 0.5 m and 0.75 m. For stick heights of 1.0 m and 1.25 m at the same sprinkler distance, the uniformity coefficient is less than 85%. While the optimal irrigation radius obtained at a sprinkler distance of 4.5 m, 5 m and 5.5 m is an average of 5.6 m.Perubahan fungsi lahan pertanian di daerah perkotaan mengakibatkan luas lahan pertanian semakin sempit dan jaringan irigasi banyak yang tidak berfungsi. Hal tersebut mengakibatkan banyak lahan terisolir bahkan tidak dapat di layani oleh irigasi, sehingga sumber air pertanian yang menjadi alternatif adalah air sumur tanah dangkal setempat. Dengan adanya potensi sumber air dan luas lahan yang terbatas maka usahatani diharapkan dapat memanfaatkan air secara efisien. Sistem irigasi sprinkler kecil seperti 24D Netafim yang ada dipasaran, diperkirakan dapat sebagai alternatif dalam pemberian irigasi dan untuk itu diperlukan uji tentang kemampuan sistem irigasi tersebut pada variasi jarak antara sprinkler dan tinggi stik terhadap radius irigasi dan keseragamannya pada durasi 15 menit. Hasil uji menunjukkan hasil keseragaman irigasi di atas 85% pada jarak antara sprinkle 4.5 m, 5 m dan 5.5 m dan 6 m dengan tinggi stik 0.5 m dan 0.75 m. Untuk tinggi stik 1.0 m dan 1.25 m pada jarak sprinkler yang sama diperoleh koefisien keseragaman kurang dari 85%. Sedangkan radius irigasi optimal diperoleh pada jarak sprinkler 4.5 m, 5 m dan 5.5 m adalah rata-rata sebesar 5.6 m

    PENAMBAHAN SERBUK LIMBAH KACA DAN ABU DAUN BAMBU TERHADAP KINERJA PAVING BLOCK

    No full text
    Glass is an object that cannot be separated from human life. Based on data from the Minister of Environment and Forestry (LHK) in 2020, it was stated that data on waste in Indonesia reached 67.8 million tons, of which 0.7 million tons were glass waste. It is known that the types of waste produced in Indonesia are organic waste (60%), plastic waste (14%), paper waste (9%), metal (4.3%), glass and wood (12.7%). The purpose of this study was "to know the effect of adding glass waste powder and bamboo leaf ash on the performance of paving blocks". The data needed in this study are primary data and secondary data. The technique used to collect primary data in this research is the experimental method. The data to be analyzed was obtained from the results of testing in the laboratory using 45 samples. Data were analyzed using multiple linear regression test. All analysis using SPSS software which is then presented in the form of tables, pictures and descriptions. The results showed that the average compressive strength of paving blocks was B quality with regression equation Y = 19.010+ (-0.119) X1 + (0.063) X2, while for absorption was D quality with regression equation Y = 10.598+ (-0.094) X1 + (-0.001) X2. In general, the addition of glass waste and bamboo leaf ash has an effect on the compressive strength and water absorption of paving blocks.Kaca merupakan salah satu benda yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Berdasarkan data Menteri Lingkungan dan Kehutanan (LHK) tahun 2020 menyebutkan bahwa data sampah di Indonesia mencapai 67.8 juta ton, dari jumlah tersebut 0.7 juta ton merupakan sampah kaca. Diketahui jenis sampah yang dihasilkan di Indonesia adalah sampah organik (60%), sampah plastik (14%), sampah kertas (9%), metal (4.3%), kaca dan kayu (12.7%). Tujuan penelitian ini “Mengetahui pengaruh penambahan serbuk limbah kaca dan abu daun bambu terhadap kinerja paving blockâ€. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data primer dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Data yang akan dianalisis diperoleh dari hasil pengujian di laboratorium dengan menggunakan 45 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan uji Regresi Linier berganda. Semua analisis menggunakan software SPSS yang kemudian di sajikan dalam bentuk tabel, gambar dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukan rata-rata mutu kuat tekan paving block adalah mutu B dengan persamaan regresi Y = 19.010+ (-0.119) X1 + (0.063) X2, sedangkan untuk penyerapan adalah mutu D dengan persamaan regresi Y = 10.598 + (-0.094) X1 + (-0.001) X2. Secara general, penambahan limbah kaca dan abu daun bambu memberikan pengaruh terhadap kuat tekan dan penyerapan air paving block

    ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL

    No full text
    One of the problems in construction activities is the risk of delays in the construction project. In The Himana Condotel project, several obstacles make some of the work not on the schedule. We analyze risk factors for delays to find out the dominan risk dan the solution. This research method uses a quantitative descriptive method and using questionnaires and interviews. The respondents were taken based on the criteria that are the respondent who has the important position at the Himana Condotel Project. From the data, we can specify the frequency and consequences occur risk that uses semantic differential scale in the questionnaire, that obtained the dominant risk factor based on the risk rating table with the highest risk level. After we get the dominant risk factors and the risk description, then we can determine the mitigation action that we can suggest. From the analysis, we get 5 variable risk factors for delay from The Himana Condotel project that is planning aspects, employment documents and contracts aspects, implementation aspects, resource aspects, and environmental aspects. Of the five aspects, the risk descriptions are described as 48. The dominant risk is obtained based on the percentage of the risk level, the risk level is obtained with a value of 36 %. From the five aspects of the risk factors for delays, all of them have high risks and 17 descriptions of risks that have a high-risk level. The suggested matters for the dominant risk mitigation to be carried out are more coordination between the parties involved, the preparation of schedule and planning in more detail, technical implementation in the fields especially for BQ, contract, work planning and terms to get more attention and increase the accuracy of the implementation of work as planned.Salah satu masalah dalam kegiatan konstruksi adalah risiko keterlambatan proyek konstruksi. Proyek The Himana Condotel terjadi beberapa kendala yang mengakibatkan beberapa pelaksanaan pekerjaannya tidak sesuai dengan schedule. Dilakukan analysis faktor-faktor risiko terhadap keterlambatan untuk mengetahui faktor risiko dominan dan solusinya. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan kuesioner dan wawancara. Responden diambil berdasarkan kriteria yaitu responden memegang peranan penting pada proyek konstruksi The Himana Condotel. Dari data tersebut ditentukan frekuensi dan konsekuensi terjadinya risiko dengan menggunakan semantic differential scale pada kuesioner, diperoleh faktor risiko dominan berdasarkan table risk rating dengan level risiko tertinggi. Setelah diperoleh variable faktor risiko dominan dan uraian risikonya, maka dapat ditentukan tindakan mitigasi yang dapat disarankan. Dari hasil analisis diperoleh 5 variabel faktor risiko keterlambatan proyek The Himana Condotel yaitu dari aspek perencanaan, aspek Dokumen pekerjaan dan kontrak, aspek pelaksanaan, aspek sumber daya dan aspek lingkungan. Dari kelima aspek tersebut diuraikan menjadi 48 uraian risiko. Risiko dominan yang diperoleh berdasarkan presentase tingkat risiko diperoleh tingkat risiko tinggi dengan nilai 36%. Dari kelima aspek variable faktor risiko keterlambatan seluruhnya terdapat risiko tinggi dan uraian risiko yang memiliki tingkat risiko tinggi ada sebanyak 17 uraian risiko. Hal-hal yang disarankan untuk mitigasi risiko dominan yang dilakukan adalah dengan lebih banyak berkoordinasi antara pihak-pihak yang terkait, penyusunan penjadwalan dan perencanaan secara lebih terperinci, teknis pelaksanaan dilapangan khususnya dokumen pekerjaan baik BQ, kontrak, RKS lebih diperhatikan, meningkatkan ketepatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan

    EVALUASI PENAMBAHAN JUMLAH LANTAI PADA GEDUNG PERKULIAHAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER

    No full text
    Learning facilities for students of the Faculty of Engineering, University of Jember (FT-UNEJ) were still insufficient. Fifteen study programs at FT-UNEJ were only served in one lecture building. Additional floors in existing buildings are done to increase the classrooms as a follow to the problem. An additional three floors were made as a classroom and one roof as a meeting room (rooftop). Planning and evaluation were done by modeling 3D buildings in a structural analysis program. Analysis and evaluation in the structural analysis program were modeled with the same dimensions as the existing conditions, and an additional number of floors would be added according to the preliminary design calculations. Modeling results showed the condition of the building plans was still safe. The largest inter-floor deviation value is 10.2 mm which is still below the permit deviation (31.5 mm), and the structural integrity value is -0.97 (requirement  -1 <- 0.97 <1).Sarana pembelajaran untuk mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember masih kurang tercukupi. Lima belas program studi pada Fakultas Teknik UNEJ hanya dilayani dalam satu gedung perkuliahan. Salah satu solusi untuk permasalahan tersebut ialah dengan menambahkan jumlah lantai pada gedung eksisting untuk memperbanyak jumlah ruang kelas. Penambahan dilakukan sejumlah 3 lantai sebagai ruang kelas dan 1 lantai atap sebagai ruang pertemuan (rooftop). Perencanaan dan evaluasi dilakukan dengan memodelkan gedung secara 3D pada sebuah program analisis struktur. Analisis dan evaluasi pada program analisis struktur dimodelkan dengan dimensi yang sama dengan kondisi eksisting dan akan dilakukan penambahan jumlah lantai dengan dimensi sesuai perhitungan preliminari desain. Hasil pemodelan menujukkan kondisi gedung rencana masih aman. Nilai simpangan antar lantai terbesar adalah 10.2 mm yang masih di bawah simpangan ijin (31.5 mm), dan nilai integritas struktur sebesar -0.97 (syarat -1 < - 0.97 < 1)

    RISIKO K3 PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG SWASTA

    No full text
    Project risks sourced from the environment, planning, financial, technical, humane, criminal, and safety. The purpose of this study to identify the safety and health risks of building construction on structural and architectural work, determine the value of risk based on the results of identification, determine risk control based on the hierarchy of risk control. This research was conducted on a private construction project on structural and architectural work. The method used is interviews and surveys. Surveys were conducted to obtain risk identification, and interviews to respondents. There were 28 identified risks, 11 risks were in the mild category and 17 were moderate risks. This risks are controlled by tool box meetings, managing work positions, placement of materials and tools, installing signs, work permits, using helmets, shoes, safety belts, gloves, and masks.Risiko proyek bisa bersumber dari lingkungan, perencanaan, keuangan, teknis, manusiawi, kriminal dan keselamatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi bangunan gedung pada pekerjaan struktur dan arsitektur, menentukan nilai risiko berdasarkan hasil identifikasi, menentukan pengendalian terhadap risiko berdasarkan hirarki pengendalian risiko. Penelitian ini dilakukan pada proyek konstruksi swasta pada pekerjaan struktur dan arsitektur. Metode yang digunakan adalah wawancara dan survey lapangan. Survey lapangan dilakukan untuk memperoleh identifikasi risiko K3, dan wawancara untuk memperoleh pendapat responden dalam menentukan tindakan mitigasi risiko. Terdapat 28 risiko yang teridentifikasi, berada pada kategori ringan sebanyak 11 risiko dan sedang 17 risiko. Risiko-risiko tersebut dikendalikan dengan TBM (tools box meeting), APK (mengatur posisi kerja, penempatan material dan alat, pemasangan rambu-rambu), mengajukan ijin bekerja, menggunakan APD (helm, sepatu, safty belt, sarung tangan, dan masker)

    ANALISIS ALTERNATIF PERENCANAAN DIMENSI TEROWONGAN PENGELAK BENDUNGAN SIDAN

    No full text
    The deficit of water supply in Bali Province has led to plans to build the Sidan Dam. The dam is designed with an upright core and is equipped with a diversion tunnel that serves to divert the flow of the river during the construction of the dam and control excess water. The diversion tunnel at Sidan Dam was originally designed with a horseshoe shape. The objective of this study is to design the alternative dimensions of the Sidan Dam diversion tunnel with a circular cross-section. The results of the analysis found that the diameter of the diversion tunnel was 5 m, with a 25-year return design discharge of 265.54 m3/sec. The thickness of the tunnel walls is designed to be 0.5 m thick with materials made of reinforced concrete, where the main reinforcement used 3D25-500 and the divider reinforcement used D25-500.Kekurangan pasokan air di Provinsi Bali menyebabkan adanya rencana pembangunan Bendungan Sidan. Bendungan ini direncanakan dengan inti tegak dan dilengkapi dengan terowongan pengelak yang berfungsi membelokkan aliran sungai pada saat konstruksi bendungan dan mengontrol air yang berlebih. Terowongan pengelak di Bedungan Sidan awalnya dirancang dengan bentuk tapal kuda. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk merencakan dimensi alternatif terowongan pengelak Bedungan Sidan dengan penampang berbentuk lingkaran. Hasil analisis mendapatkan diameter terowongan pengelak adalah 5 m, dengan debit rancangan kala ulang 25 tahun sebesar 265.54 m3/dt. Tebal dinding terowongan direncanakan setebal 0.5 m dengan bahan terbuat dari beton bertulang, dimana pada tulangan utama digunakan 3D25-500 dan pada tulangan bagi digunakan D25-500

    PEMANFAATAN INFRASTRUKTUR DAN RUANG PASCA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA KERTA, PAYANGAN, GIANYAR

    No full text
    Indonesia consists of urban areas and rural areas. The problems also can be find it’s not only urban areas have many problems, in rural areas have many problems too. Some problems in rural areas which is not complete is lack of infrastructure, which is to support accessibility and productivity distribution of agriculture product, and it has been hampering economic growth in rural areas. In several things needed for support villagers agriculture activities in rural area is design of infrastructure should be compatible with society and public needs in rural area, other than that, the potential in rural area can be visible. Kerta Village located in Payangan District, Gianyar Regency. The consideration of  Kerta Village was chosen as an object of research because infrastructure built with massive and followed with space development during six years clearly visible so that until now village tourism has been built. It need requires an analysis can planning and development according to the needs of Kerta Villagers. The objective of this research is to discover the impact of the planning and development of infrastructure in Kerta Village. This research used qualitative method with case study approach. The result of the research is the analysis of planning and development infrastructure in Kerta Village during six years started 2014 until 2019 and also space utilization since the infrastructure development in Kerta Village.Indonesia terdiri dari kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan. Tidak hanya kawasan perkotaan yang ditemukan permasalahan, kawasan perdesaan juga ditemukan permasalahan. Beberapa permasalahan di kawasan perdesaan yang belum bisa di tuntaskan adalah kurangnya infrastruktur yang bisa mendukung aksesibilitas, dan produktifitas distribusi hasil pertanian, hal ini menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi kawasan perdesaan. Beberapa hal yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat di kawasan perdesaan adalah perencanaan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kawasan perdesaan, selain itu potensi dari kawasan perdesaan tersebut mulai terlihat. Desa Kerta terletak di Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar. Dijadikannya Desa Kerta sebagai objek penelitian dikarenakan terbangunnya infrastruktur secara masif dan diikuti perkembangan ruang selama enam tahun terlihat jelas sehingga sampai saat ini terbangun wisata desa. Hal ini membutuhkan analisa di setiap tahap perencanaan pada proses pembangunannya, sehingga Desa Kerta selama kurun waktu enam tahun dapat melakukan perencanaan dan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat Desa Kerta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan ruang yang terjadi akibat proses perencanaan dan pembangunan infrastruktur di Desa Kerta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan beberapa studi kasus. Hasil penelitian ini berupa analisa perencanaan dan pembangunan infrastruktur di Desa Kerta dalam kurun waktu enam tahun  pada tahun 2014 hingga tahun 2019 serta kondisi pemanfaatan ruang pasca pembangunan infrastruktur yang terjadi di Desa Kerta

    POTENSI NILAI CBR TANAH TIMBUNAN DI ATAS TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA PERKUATAN

    No full text
    Peat soil is one type of subgrade that is not good for road construction. Peat soil has a low bearing capacity which is indicated by a low CBR value. The embankment on peat is needed to increase the CBR value, but compaction and spreading are difficult to do. Therefore, it is necessary to strengthen the combination of bamboo grids and concrete piles. The purpose of this study was to determine the potential for increasing CBR of embankment reinforced on peat soil. The research was conducted through a series of model tests in a test box filled with peat soil with and without bamboo grid reinforcement and a combination of bamboo grid and concrete piles. The CBR test was carried out on the embankment which was differentiated based on the thickness of 0-15 cm. The results showed that reinforcement can increase the CBR value of the embankment soil on peat soil. The results of the analysis for the embankment thickness of 3.93 m, the combination of bamboo grid reinforcement and concrete piles has the potential to increase the CBR value by 183% (from 5% to 14.15%) and bamboo grid reinforcement by 32% (from 5% to 6.6%).Tanah gambut merupakan salah satu jenis tanah dasar yang kurang baik untuk konstruksi jalan. Tanah gambut memiliki daya dukung rendah yang ditandai dari nilai CBR (California Bearing Ratio) rendah. Tanah timbunan di atas gambut diperlukan untuk meningkatkan nilai CBR, namun pemadatan dan penghamparan sulit dilaksanakan. Oleh kerena itu, diperlukan perkuatan dari kombinasi grid bambu dan tiang beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi peningkatan CBR tanah timbunan yang diberi perkuatan pada tanah gambut. Penelitian dilakukan melalui serangkaian uji model pada bak uji yang diisi tanah gambut dengan dan tanpa perkuatan grid bambu dan kombinasi grid bambu dan tiang beton. Uji CBR dilakukan di atas timbunan yang dibedakan berdasarkan tebal 0-15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuatan dapat meningkatkan nilai CBR tanah timbunan di atas tanah gambut. Hasil analisis untuk tebal timbunan 3.93 m, perkuatan kombinasi grid bambu dan tiang beton berpotensi meningkatkan nilai CBR sebesar 183% (dari 5% menjadi 14.15%) dan perkuatan grid bambu sebesar 32% (dari 5% menjadi 6.6%)

    0

    full texts

    211

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇