PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
Not a member yet
211 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA DAN PARAMETER PENILAIAN BAHAYA PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI
This study aims to identify hazards and hazard assessment parameters in construction works through scientometric and integrative literature review analysis towards relevant academic literature. Scientometric analysis was adopted using Open Knowledge Maps application and followed by a qualitative analysis that produced new perspectives regarding hazard potentials and hazard assessment parameters in construction works. This study has successfully identified 40 construction hazards which grouped into six types, i.e. physical hazards, biological hazards, chemical hazards, technological hazards, psychosocial hazards, and combination. Furthermore, this study has also identified four assessment parameters, namely severity, probability, frequency, and exposure. The contribution of this study lies in its in-depth understanding on the identification of construction hazards and hazard assessment parameters through a comprehensive literature review. The findings are useful for practitioners to advance their safety management quality, as well as for academics to conduct further research on construction hazards, assessment and mitigations.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bahaya dan parameter penilaian bahaya dalam pekerjaan konstruksi melalui analisis scientometric dan integrative literature review terhadap berbagai literatur akademik yang relevan. Analisis scientometric diterapkan dengan memanfaatkan aplikasi Open Knowledge Maps dan diikuti dengan analisis kualitatif sehingga menghasilkan perspektif baru terkait jenis potensi bahaya dan parameter penilaiannya pada pekerjaan konstruksi. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 40 jenis bahaya pada pekerjaan konstruksi yang dapat dikelompokkan menjadi enam kelompok, yaitu bahaya fisik, bahaya biologis, bahaya kimiawi, bahaya teknologi, bahaya psikososial, dan kombinasi. Selain itu, penelitian ini juga telah mengidentifikasi empat parameter penilaian bahaya pada pekerjaan konstruksi, yaitu keparahan, kemungkinan, frekuensi, dan paparan. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman mendalam terkait identifikasi jenis bahaya dan parameter penilaian bahaya pekerjaan konstruksi melalui kajian literatur yang komprehensif. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan secara langsung oleh para praktisi sebagai upaya peningkatan kualitas manajemen K3 konstruksi dan juga oleh para akademisi sebagai arahan penelitian terkait potensi bahaya, penilaian dan pencegahannya
ANALISIS KONDISI FUNGSIONAL RUAS JALAN JENU-MERAKURAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PSI DAN RCI SERTA PREDIKSI SISA UMUR PERKERASAN JALAN (REMAINING LIFE)
This research was conducted with the aim of analyzing the functional condition of the Jenu-Merak Urak road. On roads with construction using flexible pavement (asphalt roads) and having a length of 5.3 kilometers or 3.29 miles, the analysis is based on the road grade or IRI (international roughness index) obtained on the observation of the road. The parameters used are indices related to the level of road safety/performance (riding quality) and the estimated remaining service life of the road. The results of this study obtained the results of a functional analysis of the road based on the road condition index of 7.75. It can be stated that the condition of the analyzed road surface is very good and generally evenness. Likewise, the results of road functional analysis based on road service conditions (present serviceability index) of 4.03 can be stated that the condition of the analyzed road service functions is classified as good. Based on data, the actual increase in traffic (3.05%/year) compared to the planned (2.7%/year) resulted in the prediction of the remaining pavement life (remaining life) of the analyzed road, the design life of the road ending 3 (three) years earlier than planned age. The analysis results obtained in this study can prove that there is a correlation and does not stand alone between the results of the analysis of road surface conditions that are classified as good and generally evennes will produce road service conditions that are classified as good as well.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisa kondisi fungsional jalan Jenu-Merak Urak. Pada ruas jalan dengan konstruksi menggunakan perkerasan lentur (jalan aspal) dan memiliki panjang 5.3 kilometer atau 3.29 mil, analisa didasarkan pada nilai kerataan jalan atau IRI (international roughness index) diperoleh pada pengamatan jalan tersebut. Parameter yang digunakan berupa indeks-indeks yang terkait dengan tingkat keyamanan/kinerja jalan (riding quality) dan perkiraan sisa umur layanan jalan. Hasil penelitian ini mendapatkan hasil analisis fungsional jalan berdasarkan kondisi permukaan jalan (road condition index) sebesar 7.75 dapat dinyatakan kondisi permukaan jalan yang dianalisa tergolong sangat baik dan umumya rata. Demikian juga, hasil analisis fungsional jalan berdasarkan kondisi pelayanan jalan (present serviceability index) sebesar 4.03 dapat dinyatakan kondisi fungsi pelayanan jalan yang dianalisa tergolong baik. Berdasarkan data peningkatan lalu lintas aktual (3.05%/tahun) dibanding dengan rencana (2.7%/tahun) mengakibatkan prediksi sisa umur perkerasan (remaining life) jalan yang dianalisa, umur rencana jalan berakhir 3 (tiga) tahun lebih cepat dari umur yang direncanakan. Hasil analisa yang didapatkan pada penelitian ini dapat membuktikan terjadi korelasi dan tidak berdiri sendiri antara hasil analisis kondisi permukaan jalan yang tergolong baik dan umumnya rata akan menghasilkan kondisi pelayanan jalan yang tergolong baik juga
KARAKTERISTIK BAMBU ORI BANYUWANGI LAMINASI SUSUNAN LURUS BERDASARKAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK DAN KUAT LENTUR
The need for wood is increasing, it will be large-scale exploitation that destroys forest ecosystems. The use of wood materials must be reduced by replacing them with other materials so that the forest ecosystem is maintained. A suitable material to replace wood as a construction material is bamboo. Laminated bamboo is structural engineering to improve the mechanical properties of bamboo. The manufacture of laminated bamboo by gluing bamboo slats using a felt system to become blocks. In this study, using original bamboo with PVAC (Polyvinyl Acetate) adhesive. This study aims to determine the characteristics of laminated straight bamboo based on compressive strength, bending, and tensile strength. The manufacture and testing of laminated bamboo refer to SNI-03-3958-1995, SNI-03-3399-1994, SNI 03-3959-1995 and ISO 22157; 2019. The results showed that the characteristics of laminated bamboo without preservation and preservation with dimensions of 50 mm × 50 mm × 200 mm had an average compressive strength of 44.86 MPa and 40.96 MPa. While the bending value of laminated bamboo without preservation and preservation of dimensions 50 mm × 50 mm × 760 mm has an average value of bending of 85.45 MPa and 80.41 MPa. The tensile strength value of laminated bamboo without curing and preserving dimensions of 25 mm × 25 mm × 460 mm has an average of 519.95 MPa and 457.02 MPa. Based on the wood grade approach, laminated bamboo belongs to class II and belongs to the E25 quality code.Kebutuhan kayu semakin meningkat, maka akan menjadi sebuah eksploitasi berskala besar yang merusak ekosistem hutan. Penggunaan material kayu harus dikurangi dengan melakukan penggantian dengan bahan lain agar ekosistem hutan tetap terjaga. Bahan yang sesuai untuk pengganti kayu sebagai material konstruksi adalah bambu. Bambu laminasi ialah suatu rekayasa struktur untuk memperbaiki sifat mekanik bambu. Pembuatan bambu laminasi dengan merekatkan bilah bambu menggunakan sistem kempa hingga jadi balok. Pada penelitian ini menggunakan bambu ori dengan perekat PVAC (Polyvinyl Acetate). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bambu ori laminasi susunan lurus berdasarkan kekuatan tekan, lentur dan kuat tarik. Pembuatan dan pengujian bambu ori laminasi mengacu pada SNI-03-3958-1995, SNI-03-3399-1994, SNI 03-3959-1995 dan ISO 22157; 2019. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik bamboo laminasi tanpa pengawetan dan pengawetan dimensi 50 mm × 50 mm × 200 mm memiliki kuat tekan rata-rata 44.86 MPa dan 40.96 MPa. Sedangkan nilai kuat lentur bambu laminasi tanpa pengawetan dan pengawetan dimensi 50 mm × 50 mm × 760 mm memiliki nilai rata-rata kuat lentur 85.45 MPa dan 80.41 MPa. Nilai kuat tarik bambu laminasi tanpa pengawetan dan pengawetan dimensi 25 mm × 25 mm × 460 mm memiliki rata-rata 519.95 MPa dan 457.02 MPa. Berdasarkan pendekatan kelas kayu, bambu ori laminasi termasuk pada kelas II dan tergolong kode mutu E25
ANALISIS BIAYA PADA PROYEK URUGAN LIMESTONE RESTORASI DI BIBIR PANTAI NEW GRASS ROOT REFINERY KILANG MINYAK TUBAN
In the implementation of construction projects, cost control is one of the most important targets in achieving cost performance status. This study aim to of analyze the cost of the restoration limestone backfill project on the shoreline of the new grass root refinery of the Tuban oil refinery. The data used were obtained from PT. Wira Karya Tehnika as the project contractor who has a budget of IDR 1,596,270,000.00 and a duration of 90 days whereby a planned implementation schedule is from November 19, 2021 to February 16, 2022. The earned value method is used in analyzing data which consists of variables, indicators and index earned value. The results of the analysis obtain a pattern formed on the 3 earned value variables at an integrated curve in the duration of the 1st to 13th week of the project, achieving cost performance status on budget. Furthermore, the analysis results of the cost variance provide very strong certainty that the cost performance of the analyzed project implementation can be controlled very well. Finally, the results of the analysis of the cost performance index is an undeniable fact that the project costs can be controlled very well.Dalam penyelenggaraan proyek konstruksi, pengendalian biaya merupakan salah satu sasaran yang sangat penting dalam mencapai status kinerja biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya pada proyek urugan limestone restorasi di bibir pantai new grass root refinery kilang minyak Tuban. Data yang digunakan diperoleh dari PT. Wira Karya Tehnika selaku kontraktor proyek yang memilki anggaran sebesar Rp. 1,596,270,000.00 dengan durasi selama 90 hari dengan jadwal rencana pelaksanaan 19 November 2021 hingga 16 Februari 2022. Metode nilai hasil digunakan dalam analisis dengan meliputi variabel, indikator dan indek nilai hasil. Hasil analisis mendapatkan pola yang terbentuk atas ke-3 variabel nilai hasil pada kurva terpadu dalam durasi proyek minggu ke-1 hingga ke-13 dicapai status kinerja biaya tepat anggaran (on budget). Selanjutnya, hasil analisis sistem pengendalian biaya berdasarkan varian biaya memberikan kepastian yang sangat kuat bahwa kinerja biaya pelaksanaan proyek dapat dikendalikan dengan sangat baik. Akhirnya, hasil analisis sistem pengendalian biaya berdasarkan indek kinerja biaya, merupakan fakta yang tak terbantahkan biaya proyek tersebut dapat dikendalikan dengan sangat baik
ANALISIS PENGARUH VARIASI BENTUK DAN VARIASI DIMENSI TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG KULIAH BERSAMA DAN LABORATORIUM FEB UPN “VETERAN†JAWA TIMUR
The foundation is the most important parts of the lower structure in a building work. This is because the foundation has a function as a bearer and load-bearing that is above it. Therefore, careful calculations are needed accompanied by a comparative analysis of methods to get an efficient type of foundation. In this study, a calculation analysis will be carried out using the conventional method, namely the Mayerhof, Luciano Decourt and Reese O'Neil method to analyze the bearing capacity of the pile with two types of pile shapes namely circle and square accompanied by differences in pile dimension data 300 mm, 400 mm, 500mm and 600 mm with reference to the comparison of the foundation carrying capacity data with the PDA (Pile Driving Analyzer) test. As well as knowing the settlement of the pile foundation of the Joint Lecture Building and Laboratory of the FEB UPN "Veteran" East Java using the PLAXIS version 8.2 aid program. from the results of the study obtained the value of the bearing capacity of the foundation, the smallest deflection and settlement as well as the comparison of the BCR (Bearing Capacity Ratio) value close to 1, the foundation with variations in the shape of a square cross section with dimensions of 300 x 300 mm is efficient and safe to use.Pondasi merupakan bagian struktur bawah terpenting dalam suatu bangunan. Hal ini dikarenakan pondasi memiliki fungsi sebagai pemikul dan penahan beban yang berada diatasnya. Perhitungan yang matang disertai dengan analisa perbandingan metode dibutuhkan untuk mendapat jenis pondasi yang efisien. Pada penelitian ini, metode konvesional yakni metode Mayerhof, Luciano Decourt dan Reese O’Neel digunakan dalam analisa perhitungan daya dukung tiang pancang (pile foundation) dengan dua jenis bentuk penampang tiang yakni lingkaran dan persegi disertai perbedaan data dimensi penampang tiang yakni 300 mm, 400 mm, 500mm dan 600 mm, dengan acuan perbandingan data daya dukung Pondasi dan test PDA (Pile Driving Analyzer). Serta mengetahui penurunan dari pondasi tiang pancang gedung perkuliahan bersama dan laboratorium FEB UPN “Veteran†Jawa Timur menggunkan program bantu. Berdasarkan hasil penelitian didapat nilai daya dukung pondasi, besar defleksi dan penurunan terkecil serta perbandingan nilai BCR (Bearing Capacity Ratio) mendekati 1 yakni pondasi dengan variasi bentuk penampang persegi dengan dimensi 300 x 300 mm efisien dan aman digunakan
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN PARKIR DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN NASIONAL
The improvement of educational activities and facilities within a university makes the campus one of the potential areas that cause travel generation, which occurs at the National Education University. Parking irregularity is one of the problems during peak hours. This problem happens because there is no clear area, so vehicle owners can park their vehicles. In addition, there are no regulations stipulated in the arrangement of parking in the National Education Environment. Therefore it is necessary to research parking needs to be known at the Undiknas Campus, and spatial planning becomes more optimal. The study was conducted by cordon survey method, so the dimensions of the land available at the location and the number of vehicles entering and leaving the survey period can be accessed. Based on the analysis, the index parking of 2 wheelers (motorcycle) is 3.56 and 6.82 for 4 wheelers (car). This illustrates the parking space has exceeded its capacity. Parking shortage for 2 wheelers has amounted to 56.73% and 97.83% for 4-wheel vehicles. In 2030, the demand for parking space for two-wheeled vehicles is 3030 SRP with a standard plot plan of 0.75 x 2 m. As for the 4-wheeled vehicles, as many as 3463 parking space units with a standard plot plan is 3 x 5 m.Peningkatan aktifitas dan fasilitas pendidikan dalam suatu universitas membuat Kampus merupakan salah satu area potensial yang menyebabkan terjadinya bangkitan perjalanan, salah satunya yang terjadi pada Universitas Pendidikan Nasional. Permasalahan yang terjadi akibat adanya bangkitan perjalanan diantaranya adalah kurang memadasinya fasilitas parkir di Kampus Undiknas seringkali terjadi pada jam-jam puncak. Hal ini terjadi karena belum adanya pembatasan area yang jelas sehingga pemilik kendaraan bebas memarkirkan kendaraaanya. Selain itu belum adanya regulasi yang tegas dalam yang mengatur penataan parkir di Lingkungan Undiknas. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji karakteristik parkir serta mengetahui kebutuhan ruang parkir di Kampus Undiknas. Penelitian dilakukan dengan melakukan metode survei kordon, Metode dapat menginformasikan mengenai dimensi lahan parkir yang tersedia pada lokasi studi serta jumlah kendaraan yang masuk dan keluar pada periode waktu survei. Hasil analisis karakteristik parkir, indeks parkir pada kendaraan roda 2 adalah sebesar 3.56, sedangkan indeks parkir kendaraan roda 4 sebesar 6.82. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ruang parkir sudah melebihi kapasitas daya tampungnya. Saat ini untuk jenis kendaraan roda 2, Undiknas masih memiliki kekurangan sekitar 56.73% dan 97.83% untuk kendaraan roda 4. Pada tahun rencana 2030, kebutuhan ruang parkir untuk kendaraan roda 2 adalah sebanyak 3030 SRP dengan rencana petak standar yaitu 0.75 x 2 m. Sedangkan bagi kendaraan roda 4 sebanyak 3463 satuan ruang parkir dengan rencana petak standar adalah 3 x 5 m
ANALISIS POTENSI DISTRIBUSI AIR IRIGASI SISTEM IRIGASI TETES BERTINGKAT UNTUK USAHA TANI DI PERMUKIMAN PERKOTAAN
Agricultural activities in urban housing need to be supported by adequate irrigation systems such as efficient drip irrigation. In addition, drip irrigation does not require a large area or large amount of water, but with limited land area and water sources, horticultural crop farming can be carried out. By using polybags as a planting medium and with drip irrigation, more planting points will be obtained. To obtain a guarantee that the multilevel drip irrigation system can be applied properly, it is necessary to test it so that the ability to use irrigation is known. This study aims to determine the ability of stratified drip irrigation on the distribution of irrigation volume and the provision of soil moisture (w) in polybags, at each level of polybag land. The research was conducted on land measuring 1m x 2m x 4 m, water source from 150 liter tank, irrigation network from ¾â€, ½â€, and ¼†PVC pipe and 12 mm Netafim (NTF) drip pipe. Data analysis was carried out on uniformity, irrigation volume, soil moisture (w) and irrigation pattern. The irrigation test for 5 minutes showed that the average irrigation diversity was above 98% and the deviation of the irrigation volume for each level was an average of 15 ml. The resulting soil moisture levels 1, 2, and 3 are 13.4%, 5.5%, and 3.9%, respectively. To obtain the same irrigation volume, drip irrigation should be carried out in turns with different durations.Kegiatan pertanian di perumahan perkotaan perlu didukung oleh sistem irigasi yang memadai seperti irigasi tetes yang efisien. Selain itu irigasi tetes tidak membutuhkan lahan yang luas maupun jumlah air yang besar, tetapi pada luas lahan dan sumber air yang terbatas usahatani tanaman horti kultura akan dapat dilakukan. Dengan pemanfaatan polybag sebagai media tanam dan dengan irigasi tetes yang bertingkat, akan diperoleh lebih banyak jumlah titik tanam. Untuk memperoleh jaminan sistem irigasi tetes bertingkat dapat diaplikasikan dengan baik, maka perlu diuji agar diketahui kemampuan dalam penggunaan irigasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan irigasi tetes bertingkat terhadap distribusi volume irigasi dan pemberian lengas tanah (w) pada polybag, pada masing masing tingkat lahan polybag. Penelitian dilakukan pada lahan berukuran 1m x 2m x 4 m, sumber air dari tangki 150 liter, jaringan irigasi dari pipa pvc ¾â€, ½†dan ¼†dan pipa tetes Netafim (NTF) 12 mm. Analisis data dilakukan terhadap keseragaman, volume irigasi, lengas tanah (w) dan pola irigasi. Uji irigasi selama 5 menit menunjukkan hasil keragaman irigasi rata-rata di atas 98% dan deviasi volume irigasi tiap tingkat rata-rata 15 ml. Lengas tanah yang dihasilkan tingkat 1, 2, dan 3 berturut-turut adalah 13.4%, 5.5%, dan 3.9%. Untuk memperoleh volume irigasi yang sama sebaiknya irigasi tetes bertingkat dilakukan secara bergiliran dengan durasi yang berbeda
IDENTIFIKASI RISIKO PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PROYEK GEDUNG HIGHRISE BUILDING DI HOTEL GRAND DAFAM SIGNATURE YOGYAKARTA
This research was conducted to the identifying dominant risks and risk allocation Grand Dafam Signature Hotel Yogyakarta Building Project. Using quantitative research methods. The research sample amounted to 18 people, including expert staff from the implementing contractor and supervisory consultant. Data collection is based on the distribution of primary data, namely questionnaires and interviews with selected respondents and secondary data, research literature and previous similar project data. Based on the output of the data processing stages, there is a dominant risk. There were 27 selected risk variables, from the analysis results obtained 6 dominant risk variables, namely the increase in material prices, material damage or loss, occupational health and safety (K3) at the project location due to safety regulations that were not implemented in the field, design changes, schedule changes. execution of work and late payment in the contract, based on the distribution of the results of the risk allocation assessment, 17 (seventeen) risks are allocated to the contractor, 3 (three) risks are allocated to the owner, 7 (seven) risks are allocated jointly (shared), with a percentage distribution of risk allocation to the contractor 63%, the owner 11% and allocated jointly (shared) of 26%.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi risiko yang dominan terjadi dan alokasi risiko dalam proyek Pembangunan Gedung Hotel Grand Dafam Signature Yogyakarta, dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 18 orang, mencakup staff ahli pihak kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas. Pengumpulan data didasarkan pada distribusi data primer, yaitu kuesioner dan wawancara kepada responden terpilih dan data sekunder yaitu literatur penelitian dan data proyek sejenis sebelumnya. Berdasarkan hasil output dari tahapan proses pengolahan data terdapat risiko yang dominan terjadi. Didapat 27 variabel risiko terpilih, dari hasil analisa diperoleh 6 variabel risiko yang dominan terjadi yaitu kenaikan harga material, kerusakan atau kehilangan material, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dilokasi proyek karena peraturan safety yang tidak di laksanakan di lapangan, perubahan desain, perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan keterlambatan pembayaran dalam kontrak, berdasarkan distribusi hasil penilaian alokasi risiko diperoleh 17 (tujuh belas) risiko dialokasikan kepada kontraktor, 3 (tiga) risiko dialokasikan kepada owner, 7 (tujuh) risiko dialokasikan secara bersama-sama (shared), dengan persentase pembagian alokasi risiko terhadap pihak kontraktor 63%, owner 11% dan dialokasikan secara bersama-sama (shared) sebesar 26 %
PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA KEBUNDADAP TIMUR KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
Critical population expansion and changes in individual utilization design indirectly increase the volume, type, and characteristics of waste, much more differently. Home life also generates waste. Information from the BPS in 2022, the population in the village of Kebundadap Timur is 3060 people. Many people there are still not ready to manage their waste properly. Residents like to throw their garbage into the river or by burning it around the house. Thus, the problem of family waste is also experienced by the people of East Kebundadap village. The purpose of this study was to determine the effect of community behavior on waste management in East Kebundadap village. This study uses a quantitative approach with associative research methods. The population in this study was the people of Kebundadap Timur Village, amounting to 3060 people with a sampling technique using purposive sampling with an error rate of 10% which resulted in 97 members as respondents in this study. The instrument used by distributing questionnaires to respondents. Analysis of the data used is simple linear regression analysis. Based on the results of the research and discussion that has been described by the author about the influence of community behavior on waste management in the village of Kebundadap Timur, it can be said that the influence of community behavior on waste management in the Village of Kebundadap Timur is a positive influence and means that community behavior is able to improve management This is evidenced by the results of analysis using multiple linear regression, namely the regression equation of Y = 8.084 + 0.756X, based on the R value of 0.663 which means it has a strong relationship between variables and variables, based on the results of the F test and T test which also concludes that community behavior variables have a significant effect on waste management in East Kebundadap Village.Ekspansi populasi yang kritis dan perubahan desain pemanfaatan individu secara tidak langsung meningkatkan volume, jenis, dan karakteristik sampah, jauh lebih berbeda. Kehidupan rumahan juga menghasilkan sampah. Informasi dari BPS tahun 2022, jumlah penduduk di desa Kebundadap Timur sebanyak 3060 orang. Banyak orang disana masih belum siap untuk mengelola sampah dengan benar. Penduduk suka membuang sampah mereka ke sungai atau dengan membakarnya di sekitar rumah. Dengan demikian, persoalan tentang sampah keluarga juga dialami masyarakat desa Kebundadap Timur. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah di desa Kebundadap Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Kebundadap Timur yang berjumlah 3060 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan tingkat eror 10% yang menghasilkan 97 anggota sebagai responden dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dengan penyebaran kuesioner kepada responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan oleh penulis tentang pengaruh perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah di desa kebundadap timur, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang ada di Desa Kebundadap Timur yaitu berpengaruh positif dan signifikan artinya bahwa perilaku masyarakat mampu meningkatkan pengelolaan sampah hal ini dibuktikan melalui hasil analisis menggunakan regresi linier berganda yaitu menghasilkan persamaan regresi sebesar Y = 8.084 + 0.756X, berdasarkan nilai R sebesar 0.663 yang artinya memiliki tingkat hubungan kuat antar variabel bebas dan variabel terikat, berdasarkan hasil uji F dan ujia T yang juga memberikan kesimpulan bahwa variabel perilaku masyarakat berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan sampah di Desa Kebundadap Timur
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI WILAYAH PELAYANAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR GUNUNG TUGEL PDAM TIRTA SATRIA BANYUMAS
Clean water is a vital thing that is needed by humans for their survival. Clean water is used by humans for various activities such as bathing, washing, cooking, and other needs. The increasing number of residents in the South Purwokerto SPAM area certainly makes the need for clean water also increase. Due to the increasing demand for water which is not matched by additional water sources, people often complain about water with a small discharge or even not flowing at all. This research was conducted to find out how much clean water is needed, and to find out how much clean water is available at the South Purwokerto SPAM. In this study, an analysis of the need and availability of clean water is carried out for the next 25 years or until 2045, with several methods that will be used, namely the Geometric, Arithmetic, and Linear Regression Methods. Based on the results of the analysis, it is known that the need for clean water in the South Purwokerto SPAM area in 2045 is 351.69 liters/second, the maximum daily requirement is 422.03 liters/second, and the water demand at peak hours is 562.70 liters/second. The availability of existing water does not increase every year, the available water debit is 130 liters/second and has not been able to meet the clean water needs of the community in the South Purwokerto SPAM Region.Air bersih menjadi hal vital yang sangat dibutuhkan manusia untuk kelangsungan hidupnya. Air bersih digunakan manusia untuk berbagai kegiatan seperti mandi, mencuci, masak, dan kebutuhan lainnya. Jumlah penduduk di wilayah SPAM Purwokerto Selatan yang semakin bertambah tentu membuat kebutuhan air bersih semakin bertambah juga. Dikarenakan semakin tingginya kebutuhan air yang tidak diimbangi dengan pertambahan sumber air, seringkali masyarakat mengeluhkan air dengan debit yang kecil atau bahkan tidak mengalir sama sekali. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa kebutuhan air bersih, serta untuk mengetahui berapa ketersediaan air bersih SPAM Purwokerto Selatan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kebutuhan dan ketersediaan air bersih sampai 25 tahun yang akan datang atau hingga tahun 2045, dengan beberapa metode yang akan digunakan adalah Metode Geometrik, Aritmatik, dan Regresi Linier. Berdasarkan hasil analisis, diketahui kebutuhan air bersih di wilayah SPAM Purwokerto Selatan pada tahun 2045 adalah sebesar 351.69 liter/detik, kebutuhan harian maksimumnya sebesar 422.03 liter/detik, dan kebutuhan air pada jam puncak 562.70 liter/detik. Ketersediaan air yang ada tidak mengalami pertambahan setiap tahunnya, debit air yang tersedia adalah sebesar 130 liter/detik belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Wilayah SPAM Purwokerto Selatan