PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
Not a member yet
211 research outputs found
Sort by
BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF ANGKUTAN UMUM PENUMPANG (AUP)
Angkutan Umum Penumpang (AUP) merupakan salah satu sarana transportasi yang
memerlukan perhatian secara khusus oleh pihak-pihak yang terkait yaitu pihak pemerintah
sebagai pembuat kebijakan (regulator), pihak penyelenggara sebagai penyedia jasa (operator)
dan masyarakat sebagai pengguna jasa (user). Hubungan antara pihak-pihak yang terkait
dalam penyelenggaraan Angkutan Umum Penumpang (AUP) akan sangat menentukan tujuan
terselenggaranya angkutan umum penumpang terutama dari segi tarif. Penentuan tarif
angkutan umum penumpang harus dapat mengakomodir pihak-pihak yang terkait sehingga
tidak ada pihak yang dirugikan sehingga akan mengganggu operasional angkutan umum
penumpang.
Biaya operasional kendaraan merupakan salah satu indikator penentuan tarif yang bisa
digunakan sebagai dasar penentuan tarif minimal. Berdasarkan tarif minimal ini akan
dianalisis lebih lanjut sehingga bisa ditentukan layak tidaknya pengoperasian angkutan umum
penumpang.
Kata kunci: angkutan, biaya, tari
APLIKASI TEKNOLOGI BAMBU SEMEN SEBAGAI DINDING DI DESA PENGLIPURAN KABUPATEN BANGLI
Bambu merupakan sumber yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di
Indonesia. Dari sekitar 1.250 jenis bambu yang sudah dikenal di dunia, 11%-nya
merupakan jenis asli Indonesia. Ini merupakan dasar mengapa tanaman ini
merupakan salah satu nilai kelokalan dari negara kita. Masyarakat Indonesia pun
sudah terbiasa memanfaatkan bambu untuk keperluan hidup sehari-hari; seperti
untuk mebel, konstruksi rumah, peralatan pertanian, kerajinan, alat musik, serta
makanan. Dalam bidang konstruksi, dikarenakan memiliki karakter yang lentur
namun kuat serta mudah dibudidayakan, bambu dipandang sebagai material
alternatif yang tepat untuk pengganti kayu yang ketersediaannya sudah semakin
menipis dan teknologi bambu semen merupakan salah satu aplikasi terhadap potensi
ini.
Teknologi bambu semen sebenarnya sudah mulai dikenal sejak era pendudukan
Belanda di Indonesia, dimana pada komponen dinding penutup terdapat
penggabungan antara adukan sebagai bahan plesteran dengan anyaman bambu
sebagai tulangannya. Ketahan konstruksi bangunan yang menggunakan dinding
bambu semen masih dapat ditemui di Desa Penglipuran Kelurahan Kubu Kabupaten
Bangli sudah berumur 30 tahun dengan kondisi yang masih baik. Dengan adanya
perkembangan teknologi, sudah sewajarnya konstruksi bambu semen akan semakin
meningkat kualitasnya dari waktu ke waktu,sehingga nantinya bambu dapat
dipandang sebagai suatu nilai lokalitas yang berharga, bukan lagi sebagai citra kaum
miskin yang murahan.
Kata kunci: teknologi ,dinding,bambu, semen,penglipuran
KONSEP EKOHIDRAULIK SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN EROSI
Menurut Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 16 Tahun 2009 tentang tata
ruang wilayah Provinsi Bali tahun 2009-2029, beberapa ketentuan umum dalam
Peraturan Daerah tersebut menyebutkan bahwa di Provinsi Bali terdapat Kawasan
Daya Tarik Wisata Khusus (KDTWK), kawasan Lindung serta kawasan budidaya.
Seperti halnya pada daerah-daerah wisata lainnya, selain memberikan banyak
keuntungan dari segi ekonomi, kemajuan pariwisata juga banyak meninggalkan
catatan-catatan penting diantaranya terjadinya bahaya erosi. Untuk menanggulangi
masalah erosi tersebut, dalam Undang Undang No. 7 tahun 2004, kegiatan konservasi
sumber daya air menempati urutan pertama. Eko-engineering merupakan salah satu
komponen dalam teknologi ecological-hydraulik (ekohidraulik) dan prinsipprinsipnya dapat digunakan juga untuk menanggulangi abrasi pantai, danau dan lain
sebagainya.
Kata kunci: ekohidrolik, erosi
METODE PENANGANAN TANAH LONGSOR DENGAN PEMAKUAN TANAH (SOIL NAILING)
Analisis stabilitas lereng dan kecocokan terhadap metode perkuatan lereng
agar tidak terjadi longsor mempunyai peran yang sangat penting pada perencanaan
konstruksi-konstruksi sipil Paper ini bertujuan untuk menjelaskan tentang macammacam tipe dinding penahan tanah sebagai salah satu metode perbaikan kestabilan
lereng. Sebelum memilih metode penanganan tanah longsor yang tepat, perlu
dilakukan pennyelidikan penyebab ketidakstabilan lereng. Salah satu metode yang
dapat digunakan untuk menjadikan suatu tebing lebih stabil terhadap tekanan tanah
adalah dengan pemakuan tanah “soil nailingâ€. Soil nailing termasuk kategori
perkuatan kaku (rigid) yang dapat memikul gaya normal, gaya lintang dan gaya
momen. Kontrol utama terhadap pemakuan tanah adalah hasil dari pull out test yang
berupa; Kurva lengkung beban Vs Displacement, Max Pull Out Force, Displacement
total massa tanah. Soil Nailing merupakan solusi potensial dari masalah longsor
karena ekonomis dan juga berlaku di zona seismik. Pemakuan tanah dapat
memecahkan masalah lereng terjal, pada daerah yang sebagian besar perumahan,
akibat pemasangan tidak membutuhkan lahan yang luas serta dapat digunakan untuk
berbagai jenis tanah.
Kata kunci: Soil Nailing, Penanganan Longsor, Perkuatan kaku
KAJIAN PEMANFAATAN DAERAH SEMPADAN SUNGAI TUKAD PAKERISAN
Sempadan sungai merupakan suatu kawasan yang mempunyai manfaat untuk
mempertahankan kegiatan perlindungan, penggunaan dan pengendalian atas sumber daya
yang ada pada sungai. Tukad Pakerisan merupakan salah satu sungai yang memiliki kearifan
lokal yang sudah diakui dunia. Kawasan Tukad Pakerisan memiliki banyak situs arkeologi
bersejarah, seperti kawasan Gunung Kawi dan Tirta Empul. Pelestarian sepanjang DAS
Tukad Pakerisan dibagi tiga zona yakni, zona inti yang berjarak 100 m dari bibir sungai
(kanan-kiri), zona penunjang berjarak 200 M dari sungai dan zona pengembangan berjarak
300 M dari sungai, yang secara tidak langsung sudah memenuhi kriteria batas daerah
sempadan yang ditetapkan dalam PP No.38 Tahun 2011. Untuk mengetahui lebar minimal
sempadan sungai di Tukad Pakerisan dilakukan analisa terhadap peraturan-peraturan yang
terkait dengan sempadan sungai. Untuk mengetahui pemanfaatan daerah sempadan sungai
dilakukan dengan penelusuran alur sungai Tukad Pakerisan dari hilir menuju hulu sejauh 10
km dengan menggunakan GPS dan melakukan analisa citra satelit google earth. Hasil
menunjukkan bahwa lebar sempadan sungai di Tukad Pakerisan antara 5 meter sampai
dengan 100 meter yang disesuaikan dengan kriteria dan kondisi daerahnya. Pemanfaatan
lahan pada daerah sempadan sungai Tukad Pakerisan adalah tegalan/vegetasi sebanyak 42%,
sawah sebanyak 33%, lahan kosong sebanyak 15% dan permukiman sebanyak 10%.
Kata kunci: pakerisan, sungai, sempada
PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG CIUNG WANARA DI KABUPATEN GIANYAR
Taman kota Gianyar yang terletak di simpang Ciung Wanara merupakan salah satu
simbol kota Gianyar. Pemerintah daerah berencana untuk merevitalisasi taman kota yang
berakibat perubahan arah arus lalu lintas pada simpang Ciung Wanara. Perubahan ini
mengakibatkan perubahan kinerja simpang bersinyal, sehingga perencanaan ini bertujuan
untuk mengetahui kinerja simpang Ciung Wanara saat ini dan kinerja setelah mengalami
perubahan arah arus lalu lintas. Data yang digunakan terdiri dari data primer (data volume
lalu lintas dan pengaturan sinyal) serta data sekunder (data jumlah penduduk dan geometri
simpang). Hasil perhitungan kinerja simpang Ciung Wanara saat ini menghasilkan Derajat
Kejenuhan 0,87 – 0,90 dan tundaan 21 – 37 detik (tingkat pelayanan D). Pengaturan simpang
Ciung Wanara dengan 2 fase menghasilkan Derajat Kejenuhan 0,44 – 0,91 dan tundaan 14 –
30 detik (tingkat pelayanan D). Pengaturan dengan 3 fase mengasilkan Derajat Kejenuhan
0,61 – 1,26 dan tundaan 29 – 512 detik (tingkat pelayanan F). Pengaturan dengan 2 fase dan
perubahan lebar pendekat Selatan dan Timur menghasilkan Derajat Kejenuhan 0,55 – 0,77
dan tundaan 19 – 27 detik (tingkat pelayanan C).
Kata kunci: simpang, bersinyal, gianya
KAJIAN KONTRAK /PERJANJIAN KERJASAMA PENGGUNAAN JASA PENGAMANAN ANTARA UNIVERSITAS WARMADEWA SEBAGAI PENGGUNA JASA DAN PT.IBU JERO SEBAGAI PENYEDIA JASA (DITINJAU DARI ASPEK MANAJEMEN KONTRAK)
Suatu kontrak kerja sekurang-kurangnya harus mencakup uraian mengenai (i)
para pihak; (ii) rumusan pekerjaan; (iii) masa pertanggungan dan/atau
pemeliharaan; (iv) tenaga ahli; (v) hak dan kewajiban para pihak; (vi) tata cara
pembayaran; (vii) cidera janji; (viii) penyelesaian perselisihan; (ix) pemutusan
kontrak kerja; (x) keadaan memaksa (force majeure); (xi) perlindungan pekerja.
Perjanjian kerjasama/kontrak antara Universitas Warmadewa dengan PT. Ibu
Jero telah memenuhi kriteria berkontrak sesuai dengan pasal 1320 KUHPer.
Perjanjian kerjasama/kontrak antara Universitas Warmadewa dengan PT. Ibu Jero
adalah kontrak jasa yang membutuhkan skillware menurut Perpres No.54/2010 dan
Perpres No.70/2012, Pasal 1 (17). Jika mengacu ketentuan yang ada, isi kontrak
terdapat beberapa pasal yang dapat berpotensi terjadinya wanprestasi, karena
kurang jelas/rinci dan kurang tegas.
Dalam kontrak hendaknya mencantumkan konsiderasi pertimbanganpertimbangan yang mendasari membuat perjanjian. Perjanjian kerjasama/kontrak
antara Universitas Warmadewa dengan PT. Ibu Jero perlu dijabarkan lebih rinci,
jelas dan tegas terhadap beberapa pasal untuk menghindari terjadinya wanprestasi di
kemudian hari yang berdampak terhadap timbulnya sengketa. Setelah kontrak
ditandatangani oleh kedua pihak, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi (monev)
terhadap kontrak sebagaimana ketentuan dalam penerapan Manajemen Kontrak.
Kata kunci: kontrak, manajemen kontrak, pengguna jasa, penyedia jasa
ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI TUJUAN MANAJEMEN LALU LINTAS (KASUS PERSIMPANGAN HANGTUAH TIMUR-HANGTUAH BARAT-SEDAP MALAM-TUKAD NYALI DENPASAR)
Permasalahan lalulintas di Kota Denpasar saat ini merupakan salah satu
permasalahan yang perlu mendapat penanganan yang serius dari pemerintah dan semua
unsur yang terkait. Dari berbagai permasalahan lalulintas yang ada, permasalahan lalulintas
yang krusial di kota Denpasar saat ini adalah terjadinya kemacetan di ruas-ruas jalan dan
persimpangan kota Denpasar khususnya pada persimpangan bersinyal. Hal ini sebagai akibat
dari semakin padatnya penduduk yang menyebabkan peningkatan mobilitas dan menimbulkan
peningkatan tarikan dan bangkitan perjalanan dengan segala jenis aktifitasnya. Salah satu
persimpangan di Kota Denpasar yang mempunyai permasalahan kemacetan lalulintas adalah
simpang Hangtuah Timur-Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali di daerah Sanur.
Kapasitas persimpangan saat ini sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang
lewat terutama pada jam-jam sibuk dan pada kondisi lingkungan tertentu seperti saat hari
libur dan saat berlangsungnya upacara keagamaan karena simpang Hangtuah Timur-
Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali ini merupakan jalan akses menuju Pantai Sanur
dimana Pantai Sanur merupakan salah satu lokasi penyelenggaraan upacara keagamaan dan
merupakan salah satu pantai sebagai obyek wisata serta penyeberangan menuju Pulau Nusa
Penida dan pulau-pulau disekitarnya. Disamping kapasitas yang sudah tidak sesuai dengan
volume, masalah pengaturan persimpangan juga menjadi indikator penyebab permasalahan
lalulintas di persimpangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
observasi dengan melakukan survai lalulintas tepi jalan pada masing-masing pendekat
simpang Hangtuah Timur-Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali. Survai lalulintas yang
dilakukan adalah survai unjuk kerja berupa volume lalu lintas dan kinerja simpang, dimana
hasil survai ini digunkan sebagai indicator pembanding terhadap kapasitas pendekat simpang
dan evaluasi terhadap pengaturan sinyal pada simpang. Volume lalu lintas total pada periode
jam puncak pagi sebesar 35028.4 SMP/Jam, jam puncak siang sebesar 32008.4 SMP/Jam dan
jam puncak sore sebesar 35030 SMP/jam dengan pengaturan simpang 2 fase dengan waktu
total kehilangan (L) 16 detik, waktu siklus optimum (Co) 45 detik, total waktu hijau efektif
(WHE) 29 detik, Waktu hijau efektif (WHE) untuk Fase 1 = WHE_1 17 detik, Fase 2 = WHE_2
12 detik, Waktu hijau aktual (WHA) untuk WHE_1 = 18 detik, WHE_2 = 13 detik.
Kata kunci: Kinerja simpang, Kemacetan, Manajemen Lalulinta
IDENTIFIKASI PEMANFAATAN DAERAH SEMPADAN SUNGAI TUKAD PETANU
Sempadan sungai merupakan suatu kawasan yang mempunyai manfaat untuk
mempertahankan kegiatan perlindungan, penggunaan dan pengendalian atas sumber daya
yang ada pada sungai. Tukad Petanu merupakan sungai yang melintasi Kabupaten Gianyar
yang memiliki fungsi sebagai sumber air untuk daerah irigasi, areal tempat suci, areal
pariwisata air terjun dan tetap sebagai fungsi utama yaitu saluran pembuangan limbah rumah
tangga dan industri rumah tangga disekitar sungai.Untuk mengetahui lebar minimal sempadan
sungai di Tukad Petanu dilakukan analisa terhadap peraturan-peraturan yang terkait dengan
sempadan sungai. Untuk mengetahui pemanfaatan daerah sempadan sungai dilakukan dengan
penelusuran alur sungai Tukad Petanu dari hilir menuju hulu sejauh 10 km dengan
menggunakan GPS dan melakukan analisa citra satelit google earth. Hasil menunjukkan
bahwa lebar sempadan sungai di Tukad Petanu antara 10 meter sampai dengan 100 meter
yang disesuaikan dengan kriteria dan kondisi daerahnya. Pemanfaatan lahan pada daerah
sempadan sungai Tukad Petanu didominasi oleh lahan kosong, sawah. Namun ada beberapa
pemanfaatan lain seperti penambangan batu paras, permukiman, villa, resort, tempat hunian,
tempat ibadah.
Kata kunci: sempadan, sungai, petan
KAJIAN ETIKA PROFESI KEINSINYURAN SIPIL
Sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi tertuang dalam bentuk aturan
khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengembangkan profesi yang
bersangkutan. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi
tersebut yang biasanya disebut sebagai kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap
profesi. Tujuannya adalah agar profesional memberikan jasa atau produk yang sebaik-baiknya
kepada masyarakat serta melindungi dari perbuatan yang tidak profesional, dengan demikian
akan mendapatkan kepercayaan di mata masyarakat.
Seorang Insinyur dituntut untuk bekerja keras, disiplin, tidak asal jadi dan tuntas yang
harus di imbangi dengan kerja cerdas yaitu mengikuti perkembangan teknologi dibidangnya,
inovatif dan dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang paling baik, bergerak cepat,
tidak menunda pekerjaan sehingga visi, misi dan tujuan cepat tercapai, tanggap terhadap
keinginan masyarakat; bertindak tepat: tepat rencana, tepat penyelesaian, serta rasional.
Seseorang insinyur yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk
mewujudkan kerja-kerja yang profesional.
Kata kunci: etika profesi, insinyur sipi