PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
Not a member yet
211 research outputs found
Sort by
RENCANA BIAYA PELAKSANAAN (RBP) YANG PALING MUNGKIN PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN BANTUAN PROGRAM @RISK
Seperti diketahui salah satu parameter yang berpengaruh terhadap nilai biaya
langsung adalah harga satuan bahan, yang sekali mengalami fluktasi, sehingga,
sering mengalami ketidakpastian. Cara yang umum digunakan adalah memakai 3
angka harga satuan, yaitu Optimistic Cost (Biaya yang paling optimis) = MIN, Most
Likely Cost (Biaya yang paling mungkin) = (ML) dan Pessimistic Cost (Biaya yang
paling pesismis) = MAX. Program @Risk merupakan salah satu program komputer
yang berfungsi sebagai alat bantu dalam analisis risiko. Berdasarkan hal tersebut di
atas, maka saya melakukan kajian tentang Perencanaan Biaya Pelaksanaan (RBP)
dengan harga satuan yang bervariasi pada Proyek Konstruksi dengan bantuan
Program @Risk. Berdasarkan pembahasan, didapat total biaya proyek yang paling
mungkin yang dihasilkan dari simulasi Monte Carlo ini adalah = Rp. 64,714,692.83,
ini berarti probalitas proyek tersebut dapat dilaksanakan dengan sukses sekitar =
45%. Jika dana yang tersedia = Rp. 66,505,763.50, berarti probalitas proyek tersebut
dapat dilaksanakan dengan sukses sekitar = 75 %. Semua keputusan ada ditangan
pemilik proyek, apakah menginginkan probalitas proyek 45%, atau 75%.
Kata kunci: biaya paling mungkin, harga satuan bahan, program @risk
POTENSI AIR DAN METODE PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SOWAN PERANCAK KABUPATEN JEMBRANA
Daerah Aliran Sungai (DAS) Sowan berada di Kabupaten Jembrana Provinsi
Bali, saat ini lahan di daerah das sudah banyak yang beralih fungsi, terutama lahanlahan pertanian yang berada di muara sungai Sowan, Kabupaten Jembrana. saat ini
sudah banyak berubah dari lahan pertanian menjadi bangunan perumahan dan yang
mendukung kegiatan pariwisata. Permasalahan yang terjadi setelah adanya
perubahan alih fungsi lahan adalah banyaknya sedimen yang mengendap di hilir
sungai akibat adanya erosi di DAS dan air permukaan banyak yang terbuang ke
muara sungai dengan kurangnya resapan air akibat lahan pertanian berubah menjadi
daerah pemukiman. Pengelolaan air permukaan yang dibuang kehilir sungai ini
belum maksimal dilaksanakan dan dilestarikan untuk mendukung kebutuhan air baku
di Provinsi Bali. Bagaimanakah potensi sumber daya air di sungai Badung dan di
sungai Sowan di Bali dengan adanya perubahan fungsi lahan di muara sungai dan
bagaimanakah metode pengelolaan sumber daya air yang masuk ke muara sungai
sehingga sumber daya air menjadi lestari dan rencana penataan daerah hilir sungai
serta manajemen/tata air di daerah hilir sungai Sowan Perancak Kabupaten
Jembrana.
Metode penelitian yang akan digunakan adalah fenomenologi. Hal ini sesuai
dengan prinsip pelestarian objek studi yang banyak berkaitan dengan sistem
pengelolaan sumber daya air dan perencanaan penataan daerah hilir sungai serta
pengelolaan tata air. Hasil yang diperoleh berupa potensi air dan pengelolaan
sumber daya air sungai pasca perubahan fungsi lahan disekitar muara sungai,
berdasarkan data primer dan sekunder.
Potensi sumber daya air di DAS Sowan sebesar 194,17 juta m3, total
ketersediaan untuk RKI sebesar 0,17 m3/detik, industri perhotelan sebesar 0,0014
m
3/detik dan yang terbuang ke laut melalui muara sungai sebesar 5,42 m3/detik.
Kata kunci: potensi air, muara sungai, daerah aliran sungai
KARAKTERISTIK DAN METODE PENATAAN PANTAI LOVINA BULELENG BERBASIS LINGKUNGAN PARIWISATA
oai:oai.ejournal.warmadewa.ac.id:article/238Pulau Bali memiliki panjang pantai 437,7 km. Pantai yang terdapat di Bali sebagian
besar berpanorama indah, serta merupakan aset yang tidak ternilai harganya. Pantai adalah
daerah di tepi perairan sebatas antara surut terendah dan pasang tertinggi. Pantai adalah
jalur yang merupakan batas antara darat dan laut, diukur pada saat pasang tertinggi dan
surut terendah, dipengaruhi oleh fisik laut dan sosial ekonomi bahari, sedangkan ke arah
darat dibatasi oleh proses alami dan kegiatan manusia di lingkungan darat.Untuk
mengidentifikasi karakteristik pantai Lovina dan memberikan gambaran metoda penataan
kawasan pantai Lovina, temperature di Pantai Lovina 28,80 C sampai 29,60 C, dengan kondisi
air lautnya memiliki salinitas 31,0 %, Ph sebesar 8,68. Pantai Lovina di Kabupaten Buleleng
memiliki kawasan yang sepanjang garis pantainya ditanami penghijauan dengan hamparan
pasir berwarna abu-abu kehitaman. Kualitas air lautnya untuk DO sebesar 7,16 mg/L, BOD
sebesar 0,95 mg/L, COD sebesar 7 mg/L dengan warna agak keruh dengan nilai kekeruhan
sebesar 1,58 (NTU). Karakteristik pantai Lovina adalah pantai hasil proses sedimentasit,
ermasuk kategori ini adalah beach. sandy beach, Karakteristik gelombang pecahnyaSurging,
Metode pengelolaan Pantai Lovina dalam rencana pengembanganlingkungan wisata bahari
dapat dilakukan dengan :menyediakan fasilitas pendukung sepertifasilitas kesehatan, dan pos
keamananpantai. Penerapan peraturan dan regulasi dengan baik untuk menjaga kondisi
lingkungan Pantai Lovina. Peningkatan mutu daya tarik wisata yang representative dengan
tetap menjaga kultur adat istiadatdan budaya masyarakat. Peningkatan peran serta dan
partisipasi masyarakat dalam usaha pengembangan dan promosi wisata. Meningkatkan
pemahaman terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan muara sungai dan
pantai. Peningkatan mutu daya tarik wisata yangrepresentatif dengan tetap menjaga kultur
adat istiadat dan budaya masyarakat. Memperkuat pencitraan (brand image) daerah wisata.
Kata kunci: pantai, lingkungan pariwisata, wisata bahar
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PANTAI KEDUNGU DAN MUARA SUNGAI DI KABUPATEN TABANAN
Pulau Bali memiliki pantai yang indah serta merupakan aset yang tidak ternilai
harganya. Bagi masyarakat Bali sendiri, pantai memiliki fungsi religius sebagai
tempat ibadah bagi umat Hindu. Pulau Bali juga merupakan salah satu pulau tujuan
wisata nasional maupun internasional, dengan obyek pariwisata yang menarik
terutama keindahan pantai-pantainya.
Akhir-akhir ini, masalah yang muncul di daerah pantai tidak hanya rusaknya
kawasan tepi pantai dengan berubahnya garis pantai baik oleh erosi, atau abrasi
maupun sedimentasi, namun juga penanganan kerusakan daerah pantai dan muara
sungai yang belum optimal, karena dalam penanganan masalah pantai tidak hanya
dilihat pada pantai itu saja, namun merupakan suatu sistem kawasan pantai yang
mencakup muara sungai yang ada, masyarakat dan aktivitasnya maupun utilitas serta
sejarah kegiatan masyarakat yang mungkin berpengaruh terhadap kondisi pantai di
kawasan tersebut. Suatu perencanaan, penataan dan pengembangan wilayah yang
baik memerlukan data spasial dan non-spasial yang kompleks dan sanga banyak,
sehingga perlu adanya alat yang dapat menghubungkan, mengelola, menganalisis,
dan menampilkan data serta informasi secara baik tentang lingkungan Pantai
Kedungu dan muara Sungai Bungbung yang ada disekitarnya. Pengelolaan
lingkungan Pantai Kedungu dan muara sungai Bungbung, ini diarahkan berdasarkan
prioritas sebagai berikut : pelestarian kawasan sempadan pantai, pemeliharaan lebar
mulut muara sungai dari penutupan sedimen, menjadi zona lindung , zona penyangga
dan zona pemanfaatan.
Kata kunci: pantai, muara sungai, sedimentasi
STUDI KEDALAMAN AIR TANAH DI KAWASAN WISATA KERTHA SARI KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Pada dasarnya air tanah merupakan sumberdaya alam yang terbarukan
(renewable natural resources), dan memainkan peranan penting pada penyediaan
pasokan kebutuhan air untuk berbagai keperluan. Pemakaian sumberdaya air tanah
dari waktu ke waktu dirasakan semakin terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh
pertumbuhan ekonomi, penduduk dan perkembangan pembangunan lainnya yang juga
semakin berkembang.
Dampak dari pemakaian air tanah yang berlebihan dapat menimbulkan
berbagai permasalahan yang cukup serius, yang sangat sukar untuk
menanggulanginya. Seperti menjadi tidak seimbangnya antara pengambilan airtanah
di daerah keluaran (discharge area) dan daerah pemasukan airtanah (recharge area),
kemudian juga dapat menimbulkan intrusi air laut ke arah daratan yang dapat
mengkontaminasi air tanah.
Untuk itu diperlukan penyelidikan pendugaan geolistrik untuk mengetahui
keberadaanlapisan batuan yang berfungsi sebagai akuifer. Metode yang dilakukan
yaitu dengan melakukanpengukuran resistivity dengan menggunakan alat Multi
Channel Resistivity merk S-Field
Berdasarkan pengukuran geolistrik untuk penyelidikan air tanah, kondisi
kawasan wisata kertha Sari merupakan kawasan perbukitan dan pantai. Sehingga
penampang resistivity yang dihasilkan baik pada kawasan lembah maupun disekitar
datarn, nilai resistivity antara 10-100 Ωm dengan kedalaman berkisar antara 25-27
meter memiliki potensi air tanah (ground water).
Kata kunci: air tanah, sesistivity
ANALISIS RISIKO PEMODELAN CASH FLOW PROYEK INVESTASI REAL ESTATE DI KABUPATEN BADUNG DENGAN PROGRAM @RISK
Pendanaan dalam investasi proyek-proyek real estate biasanya dilakukan dengan cara konvensional yaitu pendanaan dengan modal sendiri dan pinjaman berupa hutang jangka panjang dalam komposisi tertentu. Hal ini tentunya menjadi kendala yang akan dihadapi oleh perusahaan maupun investor yaitu ketersediaan dana internal dan karakteristik dari masing-masing sumber pendanaan sehingga mengakibatkan biaya modal dan tingkat pengembalian modal yang tidak optimal. Keadaan tersebut merupakan suatu hal yang menarik untuk diamati, sehingga risiko-risiko yang mungkin timbul dalam investasi proyek-proyek real estate dapat diminimalkan dan selanjutnya dapat dipilih beberapa alternatif investasi yang paling rasional. Untuk kondisi di Kabupaten Badung, belum ditemukan adanya kajian tentang risiko investasi dalam bidang real estate. Oleh karena itu penelitian ini sangat penting untuk dilaksanakan sehingga dapat mengantisipasi risiko kerugian dalam investasi real estate di Kabuapten Badung. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui besar probabilitas keuntungan atau kerugian yang terjadi, mengetahui pengaruh komposisi modal dan faktor yang dominan mempengaruhi risiko dari berbagai skenario investasi real estate di kabupaten Badung sehingga dapat bermanfaat bagi investor yang akan menanamkan modalnya untuk melakukan investasi real estate di kabupaten Badung dan dapat mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Adapun metode yang digunakan adalah metode inferensial, yaitu suatu metode untuk menganalisis data dari suatu sampel untuk kemudian membuat kesimpulan tentang populasinya. Sedangkan analisis risiko yang dilakukan adalah analisis risiko secara kuantitatif (quantitative risk analysis) dengan program @ Risk. Hasil analisis risiko dengan program @Risk dengan diagram Distribusi menunjukkan bahwa semakin besar modal sendiri semakin besar probabilitas nilai NPV > 0 dan nilai BCR > 1 yang berarti bahwa semakin besar peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan peluang mengalami kerugian yang lebih kecil. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel penting yang memberikan pengaruh sangat besar (berkorelasi) terhadap NPV dan BCR yaitu luas lahan dan harga lahan per m2 memberikan korelasi negatif, harga rumah tipe 45/100 dan harga rumah tipe 54/100 memberikan korelasi positif.
Kata kunci: investasi real estate, analisis risiko kuantitatif dan program @ Ris
TINGKAT KEBISINGAN PETUGAS GROUND HANDLING DI BANDARA NGURAH RAI BALI
Bandara Ngurah Rai adalah bandara internasional di Bali, dan Bali merupakan salah satu tujuan wisata dengan banyak pengunjung baik wisatawan internasional taupun domestik. Hal ini akan meningkatkan frekuensi lalu lintas udara dan jumlah jenis pesawat. Kondisi ini merupakan salah satu faktor terjadinya risiko kebisingan, yang berakibat pada kemungkinan timbulnya gangguan pendengaran bagi pekerja bandara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kebisingan yang berdampak pada pekerja di lapangan terbang di Bandara Ngurah Rai. Metode cross sectional digunakan sebagai metode analisis data, dimana sebanyak 44 sampel data yang dihimpun secara acak. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner untuk mengetahui masa kerja, alat pelindung diri, dan pengukuran tingkat kebisingan yang digunakan oleh para staf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada Divisi Administrasi adalah antara 49,6-52 dBA. Namun, pada Divisi Teknis pada pukul 08.00 - 16.00 adalah rata-rata antara 88,3-90,9 dBA, pukul 16.00 - 24.00 itu antara 89,3-93,5 dBA dan pukul 24.00 - 08.00 itu antara 69,9-73,2 dBA. Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat kebisingan pada divisi administrasi berada di bawah nilai ambang batas, sedangkan pada divisi teknis antara pukul 08.00 - 16.00 dan 16.00 - 24.00 berada di atas ambang batas, tetapi antara pukul 24.00 - 08.00 berada di bawah nilai ambang batas. Pada hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan bahwa pekerja harus selalu memiliki pelindung pendengaran pada saat bekerja. Perusahaan juga harus menyediakan tes audiometri untuk staf mereka secara berkala, menerapkan sistem rotasi kerja (work shift) untuk personel yang memiliki gangguan pendengaran. Selain itu studi ini menggarisbawahi setiap perusahaan penerbangan harus menerapkan sanksi kepada personil yang tidak memiliki pelindung pendengaran.
Kata kunci: tingkat kebisingan, pekerja di lapangan terban
KERETA API PILIHAN UTAMA SEBAGAI MODA ALTERNATIF ANGKUTAN UMUM MASSAL
Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari
lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian
kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Rangkaian kereta
atau gerbong tersebut berukuran relatif luas sehingga mampu memuat penumpang
maupun barang dalam skala besar. Mengingat sifatnya sebagai angkutan massal
efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat
transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antar
negara. Dilain pihak kereta api bisa dijadikan sebagai alternatif moda angkutan
umum massal yang cepat, aman, nyaman dan terjangkau di sekuruh dunia. Hal ini
dibuktikan bahwa baik negara-negara maju maupun negara-negara yang berkembang
sedang menggalakkan penggunaan kereta api sebagai moda pilihan masyarakat
dalam melakukan perjalanan.
Kata kunci: kereta api, moda alternatif
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL PADA TANAH LUNAK DI DAERAH DENGAN MUKA AIR TANAH DANGKAL (STUDI KASUS PADA DAERAH SUWUNG KAUH)
Perencanaan pondasi perlu diperhatikan dalam perencanaan bangunan agar
tercapai suatu kestabilan dan keamanan. Dalam perencanaan pondasi dipengaruhi
oleh banyak faktor, diantaranya kondisi tanah. Dengan kondisi tanah yang berbeda
dalam hal ini kedalaman yang berbeda dan dengan adanya muka air tanah yang
dangkal mempengaruhi perencanaan pondasi. Seperti halnya tanah di daerah Suwung
yang berdaya dukung rendah dengan muka air tanah yang cukup dangkal, sehingga
perlu diketahui tipe pondasi dangkal yang dapat memenuhi syarat untuk kondisi tanah
di Suwung. Untuk mengetahui karakteristik tanah dilakukan dengan pengujian di
laboratorium yaitu pegujian sifat fisik dan mekanik. Pengujian sifat fisik tanah yaitu
pengujian kadar air (Wc), berat jenis (Gs), batas-batas Aterberg dan berat volume
tanah (γ). Pegujian mekanik dengan tes triaksial UU.
Berdasarkan tes triaksial UU yang dilakukan di laboratorium diperoleh daya
dukung tanah (qu), nilai kohesi (c), dengan sudut geser (Ø) untuk tanah yang terletak
di atas muka air tanah yaitu tanah pada kedalaman 1 meter dan tanah yang terletak
di bawah muka air tanah yaitu tanah pada kedalaman 2 dan 4 meter. Dari nilai daya
dukung tanah yang dihitung dengan rumus Terzaghi, diperoleh besarnya nilai daya
dukung tanah terendah pada kedalaman 1 meter sebesar 54,09 kN/m2, nilai daya
dukung terendah pada kedalaman 2 meter sebesar 57,37 kN/m2 dan pada kedalaman 4
meter diperoleh daya dukung terendah 66,51 kN/m2. Hasil perhitungan menunjukkan
bahwa perencanaan pondasi telapak biasa dengan beban aksial kolom yang cukup
besar P = 2253,122 kN tidak memenuhi syarat, karena akan menutupi lebih dari
sebagian areal bangunan, sehingga dalam hal ini sebaiknya dipergunakan jenis
pondasi dangkal yang lain yaitu pondasi pelat. Pondasi pelat yang direncanakan
adalah pondasi pelat dengan balok. Pondasi pelat direncanakan pada kedalaman 1
meter karena daya dukung tanah telah memenuhi syarat. Setelah melakukan
perhitungan maka diperoleh bahwa pondasi pelat dengan balok dengan tebal pelat 25
cm dan balok pondasi 45 cm × 90 cm, dapat memenuhi persyaratan sesuai daya
dukung tanah yang diijinkan.
Kata kunci: pondasi dangkal, lempung lunak, muka air tanah dangkal
PERENCANAAN RUAS JALAN RAYA YANG MENGHUBUNGKAN DISTRIT ERMERA DAN SUB-DISTRIT HATOLIA
Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan unsur penting
dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan
persatuan dan kesatuan bangsa, wilayah negara, dan fungsi masyarakat serta dalam
memajukan kesejahteraan umum sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jalan sebagai sarana
transportasi nasional mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung bidang
ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan
pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan, pembangunan
antar daerah, membentuk dan memperkukuh kesatuan nasional untuk memantapkan
pertahanan dan keamanan nasional, serta membentuk struktur dalam rangka
mewujudkan sasaran pembangunan nasional.
Kata kunci: jalan, ermera, hatolia