PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
Not a member yet
211 research outputs found
Sort by
KAJIAN ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM BISNIS KONSTRUKSI INDONESIA
Kurangnya perhatian terhadap etika dan profesionalisme dalam bisnis
konstruksi di Indonesia oleh penyedia jasa konstruksi, pemilik modal, pemerintah
sebagai regulator serta seluruh pihak yang terkait didalamnya, maka secara langsung
mendorong berkembangnya pelanggaran-pelanggaran terhadap etika dan
profesionalisme dalam bisnis konstruksi di Indonesia. Dengan demikian sangatlah
penting untuk mengkaji sasaran, kondisi dan hambatan-hambatan dalam penerapan
etika dan profesionalisme dalam bisnis konstruksi di Indonesia dengan harapan dapat
mengetahui perkembangan bisnis konstruksi dan memperoleh pemahaman tentang
bentuk-bentuk penyimpangan perilaku dalam industri konstruksi. Sehingga dapat
menambah ilmu tentang pentingnya beretika dalam bekerja untuk mencapai
profesionalisme dalam bisnis konstruksi di Indonesia.
Setiap perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontruksi haruslah memenuhi
semua aspek yang mendukung kinerja perusahan itu sendiri, seperti harus memiliki
sumber daya yang dapat berkopeten dalam dunia kerja, baik itu dari segi ilmu
pengetahuan, pengalaman, dan legalitasnya karena legalisasi dari suatu perusaahan
juga salah satu penentu dari predikat profesionalisme.
Kata kunci: etika, profesionalisme, bisnis konstruksi
PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENJADWALAN SUMBER DAYA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI
Pada waktu proyek memasuki tahap pelaksanaan (construction), maka pekerjaan pada tahap ini adalah mewujudkan bangunan yang dibutuhkan oleh pemilik proyek yang sudah dirancang oleh konsultan perencana dalam batasan biaya dan waktu yang telah disepakati, serta dengan mutu yang telah disyaratkan. Kegiatan perencanaan yang dimaksud diantaranya adalah perencanaan sumber daya yang meliputi perencanaan kebutuhan dan jadwal pengadaan tenaga kerja, material, dan alat untuk suatu proyek. Hasil akhir dari perencanaan ini akan dipakai sebagai dasar dalam pengendalian tenaga kerja, material, dan alat selama pelaksanaan proyek berjalan, sehingga diharapkan dengan cepat diketahui adanya penyimpangan dari perencanaan tadi. Berdasarkan pembahasan, didapat kebutuhan total untuk masing-masing sumber daya manusia (tenaga kerja) untuk pekerja = 2450 orang, mandor = 264 orang, penganyam = 208 orang, tukang besi = 504 orang, tukang batu = 90 orang, tukang kayu = 414 orang, tukang besi = 14 orang, tukang batu = 2 orang, tukang kayu = 18 orang. Grafik kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja), terutama pekerja dan mandor cendrung menunjukan grafik yang sudah mendekati idial yang sering disebut Resource yang ideal, sehingga tidak perlu diadakan perataan lagi. Untuk jadwal pengadaan kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja), dapat menggunakan jadwal pelaksanaan awal karena tidak diperlukan lagi perataan kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja).
Kata kunci: perencanaan, sumber daya, proyek konstruks
PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN CITRA SATELIT DI KABUPATEN GIANYAR
Perkembangan teknologi yang cukup cepat membuat arah studi monitoring dan analisa perubahan garis pantai lebih banyak menggunakan citra satelit penginderaan jauh. Pemanfaatan citra satelit dalam monitoring dan analisa perubahan garis pantai sudah banyak dilakukan, antara lain: Landsat, Quickbird, Allos dan IKONOS. Pada penelitian ini dilakukan analisa terhadap perubahan garis pantai dan laju erosi dengan dengan membandingkan 2 (dua) buah citra satelit yaitu data citra satelit SPOT 5 pada tahun 2009 memiliki resolusi spasial 10 m (multispectral) dan SPOT 6/SPOT 7 pada tahun 2015 yang memiliki resolusi hingga 1.5 m yang nantinya akan dilakukan koreksi dengan hasil pengamatan lapangan untuk kawasan pantai di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat sebagai data dasar (data base) dalam pengambilan keputusan untuk penanganan kawasan pantai. Hasil analisa menunjukan bahwa rata-rata perubahan garis pantai yang terjadi di Kabupaten Gianyar berdasarkan citra satelit SPOT tahun 2009 dan 2015 adalah sebesar 22.441 m. Rata-rata laju erosi pantai yang terjadi di Kabupaten Gianyar berdasarkan citra satelit SPOT tahun 2009 dan 2015 adalah sebesar 3.202 m/tahun.
Kata kunci: garis pantai, SPOT, citra sateli
IDENTIFIKASI PEMANFAATAN DAERAH SEMPADAN SUNGAI TUKAD AYUNG
Sempadan sungai meliputi ruang atau daerah yang merupakan batas atau
pemisah antara daerah sungai dengan daerah dataran yang berfungsi sebagai
penyangga. Tukad Ayung merupakan sungai terpanjang di Provinsi Bali yang
memiliki fungsi sebagai sumber air baku, air irigasi dan juga sebagai saluran
pembuangan.Untuk mengetahui batas atau lebar minimal sempadan sungai di Tukad
Ayung dilakukan analisa terhadap peraturan-peraturan yang terkait dengan
sempadan sungai. Untuk mengetahui pemanfaatan daerah sempadan sungai
dilakukan dengan menganalisa citra satelit google earth. Hasil analisa menunjukkan
bahwa lebar minimal sempadan sungai di Tukad Ayung adalah 15 m. Hal ini
disebabkan karena Tukad Ayung merupakan sungai yang tidak bertanggul dengan
kedalaman 3 – 20 m. 2. Pemanfaatan daerah sempadan sungai di Tukad Ayung
adalah sawah sebanyak 45%, tegalan/lahan kosong sebanyak 20%, pemukiman dan
hotel sebanyak 15%, pertokoan sebanyak 15%, fasiltias umum sebanyak 5%. Rencana
pengembangan kawasan yang tercantum dalam Rencana Pola Ruang Kota Denpasar,
akan banyak digunakan sebagai permukiman, maka perlu upaya untuk segera
menetapkan batas sempadan sungai.
Kata kunci: pemanfaatan, sempadan, ayung
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN TIANG PANCANG SISTEM HIDRAULIC JACK IN (STUDI: PROYEK KCU BCA SUNSET ROAD BALI)
Metode konstruksi adalah bagian yang sangat penting dalam proyek konstruksi untuk
mendapatkan tujuan dari proyek, yaitu biaya, kualitas dan waktu. Aspek teknologi, sangat
berperan dalam suatu proyek konstruksi. Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat, dan
aman, sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi.
Sehingga target waktu, biaya dan mutu sebagaimana ditetapkan akan dapat tercapai.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah :Untuk mengetahui metode
pelaksanaan pekerjaan tiang pancang sistem hidraulic jack in. Hidrolik Sistem adalah suatu
metode pemancangan pondasi tiang dengan menggunakan mekanisme hydraulic jacking
foundation system. Sistem ini terdiri dari suatu hydraulic ram yang ditempatkan pararel
dengan tiang yang akan dipancang, dimana untuk menekan tiang tersebut ditempatkan sebuah
mekanisme berupa plat penekan yang berada pada puncak tiang dan juga ditempatkan sebuah
mekanisme pemegang (grip) tiang, kemudian tiang ditekan ke dalam tanah.
Dengan sistem pemancangan hidraulik dinilai efektif karena lebih ramah lingkungan
(tidak menimbulkan suara bising, tidak menimbulkan asap dan tidak menimbulkan getaran
pada tanah). Pengerjaan relatif lebih cepat dan dalam pelaksanaanya lebih mudah. Dapat
langsung diketahui daya dukung tiang pancangnya.
Kata kunci: metode, hidrolik sistem, tiang pancan
RENCANA WAKTU YANG PALING MUNGKIN PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN BANTUAN PROGRAM @RISK
Prosedur penjadwalan dengan metode CPM (Critical Path Method) digunakan estimasi
waktu aktivitas yang deterministik atau diasumsikan bahwa durasi kegiatan dianggap
diketahui dengan pasti. Namun dilapangan padahal banyak aktivitas yang sifatnya tidak tentu
(uncertainly), sehingga tidak dapat ditetapkan secara pasti berapa lama total durasi proyek
tersebut. Cara yang umum digunakan untuk memasukkan ketidakpastian pada penjadwalan
adalah dengan menganalisis penjadwalannya secara probabilistik (probabilistic sheduling).
Teknis analisis itu antara lain adalah PERT, dimana Waktu optimis dan pesimis
diasumsikan berpeluang terjadi sekali dalam seratus kejadian yang hampir sama dan waktu
paling mungkin merupakan waktu yang paling sering terjadi, yaitu Optimistic Time = a
(Waktu yang paling optimis), Most Likely Time = m (Waktu yang paling mungkin), Pessimistic
Time = b (Waktu yang paling pesismis). Program @Risk merupakan salah satu program
komputer yang berfungsi sebagai alat bantu dalam analisis risiko. Berdasarkan hal tersebut di
atas, maka saya melakukan kajian tentang Perencanaan Jadwal waktu Pelaksanaan Proyek
Konstruksi dengan metode PERT dan dengan bantuan Program @Risk.
Berdasarkan pembahasan, didapat total durasi proyek yang paling mungkin yang
dihasilkan dari simulasi Monte Carlo ini adalah = 104.479 hari atau 105 hari, ini berarti
probalitas proyek tersebut dapat dilaksanakan dengan sukses sekitar = 50%. Jika durasi
proyek ditetapkan = 112.807 hari atau 113 hari, ini berarti probalitas proyek tersebut dapat
dilaksanakan dengan sukses sekitar = 75%. Semua keputusan ada ditangan pemilik proyek,
apakah menginginkan probalitas proyek 50%, atau 75%
Kata kunci: waktu paling mungkin, durasi kegiatan, program @ris
PEMANFAATAN LAHAN “TEBA†DALAM KONSERVASI SUMBER DAYA AIR
Air merupakan kebutuhan utama semua makhluk hidup. Dengan pertambahan
penduduk yang sangat cepat, kebutuhan akan airpun meningkat. Masalah airpun
menjadi isue global termasuk di Bali. Walaupun di Bali dikenal konsep keselarasan
dan keseimbangan mengenai sumber daya air yaitu Sad Kerti (6 keselarasan), namun
seiring dengan bertambahnya penduduk yang pesat dan kebutuhan ekonomi yang juga
meningkat, konsep ini seakan mulai ditinggalkan.
Sebagai upaya untuk mengembalikan keselarasan dan keseimbangan sumber
daya air maka dibutuhkan peran serta berbagai pihak untuk mulai melakukan
konservasi sumber daya air khususnya dipekarangan rumah termasuk lahan “tebaâ€.
Kata kunci: pemanfaatan, lahanâ€tebaâ€, konservasi, sumber daya air
EVALUASI KINERJA PENGOPERASIAN ANGKUTAN PENGUMPAN (FEEDER) TRANS SARBAGITA TP 02 KOTA DENPASAR
Denpasar sebagai ibukota Propinsi Bali menjadi pusat segala sektor kehidupan yang
mengundang minat masyarakat luar kota untuk turut menikmati segala fasilitas dan
kemudahan yang ada baik untuk tujuan mencari pengidupan maupun untuk tujuan lain seperti
melanjutkan pendidikan, rekreasi dan sebagainya. Untuk mengatasi permasalahan terpusatnya
peningkatan jumlah kependudukan di kota Denpasar, Pemerintah Provinsi Bali telah
menyediakan transportasi publik Trans Sarbagita yang merupakan program penataan
angkutan umum di wilayah penyangga kota Denpasar yaitu Badung, Gianyar dan Tabanan.
Transportasi publik Trans Sarbagita Sarbagita direncanakan beroperasi secara bertahap,
dimana salah satu trayek yang sudah beroperasi sejak tahun 2012 adalah Koridor I trayek
GOR Ngurah Rai – GWK dengan beberapa trayek cabang/pengumpan (feeder) di masingmasing kabupaten dan kota. Trayek cabang/pengumpan (feeder) merupakan trayek pendukung
trayek utama yang dilayanan oleh angkutan pengumpan (feeder). Angkutan pengumpan
(feeder) adalah angkutan yang bertugas mengumpulkan penumpang untuk disalurkan khusus
ke angkutan trayek tertentu.
Di kota Denpasar terdapat empat trayek cabang/pengumpan (feeder) yang melayani
beberapa rute di kota Denpasar, diantaranya adalah angkutan pengumpan (feeder) Trans
SARBAGITA TP 02 Kota Denpasar. .Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja
pengoperasia angkutan pengumpan (feeder) Trans SARBAGITA TP 02 Kota Denpasar
berdasarkan Standar Departemen Perhubungan. Metode pengumpulan data dalam penelitian
ini dilakukan melalui pengumpulan data pada instansi terkait dan survai langsung dilapangan.
Berdasarkan hasil analisis evaluasi kinerja pengoperasian angkutan pengumpan
(feeder) Trans SARBAGITA TP 02 Kota Denpasar yang meliputi indikator waktu tempuh,
kecepatan, waktu antara dan faktor muat diperoleh indikator waktu tempuh dan kecepatan
memenuhi syarat standar kualitas pelayanan angkutan umum sedangkan indikator waktu
antara dan faktor muat tidak memenuhi syarat standar kualitas pelayanan angkutan umum.
Kata kunci: Trans SARBAGITA, Kinerja, Evaluasi
TEGANGAN PORI NEGATIF SEBAGAI PARAMATER STABILITAS LERENG TANAH TAK JENUH (SOIL MECHANICS ON UNSATURATED SOIL)
Tegangan air pori negatif atau suction. Suction maksimum terjadi dekat permukaan
tanah pada akhir musim kering sehingga kapasitas infiltrasi maksimum terjadi didekat
permukaan tanah selama kering, sebaliknya suction minimum terjadi pada akhir musim
penghujan sehingga keruntuhan lereng sering terjadi pada saat itu karena kapasitas
infiltrasinya juga mencapai minimum.
Matric suction dalam tanah tak jenuh memainkan peran penting dalam mengendalikan
kekuatan geser tanah dan sifat hidrolik tanah seperti soil-water characteristic curve (SWCC)
dan fungsi permeabilitas tak jenuh. Oleh karena itu, suction tanah memberikan kontribusi
signifikan terhadap perubahan volume, dan stabilitas lereng tanah. Tekanan normal (σ – ua),
dan matric suction (ua – uw), dimana σ adalah total tegangan normal, ua adalah tekanan
udara, dan uw tekanan air pori adalah merupakan dua parameter independen pada variabel
stress state untuk tanah tak jenuh, perilaku ini adalah kontrol mekanika tanah dalam kuat
geser tanah dan volume change untuk tanah tidak jenuh.
Pengujian matric suction berdasarkan ASTM D 5298, disarankan untuk mencapai
periode keseimbangan di peram 3 sampai 5 hari. Jika kedua matric dan total suction dilakukan
pada sampel yang sama dalam botol kaca, maka waktu penyeimbangan akhir, setidaknya 7
hari dari total periode hisap penyeimbangan.
Kata kunci: tegangan pori, stabilitas lereng, tanah tak jenu
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PONDASI (STUDI: PROYEK FAVE HOTEL KARTIKA PLAZA)
Tahap konstruksi merupakan tahap yang perlu mendapat perhatian agar tujuan utama
menghasilkan proyek yang berkualitas dapat tercapai. Dalam tahap konstruksi, pengelola
proyek hendaknya mempertimbangkan aspek positif dan negatif yang akan terjadi pada tahap
berikutnya, yaitu tahap operasional.Keuntungan kontraktor akan diperoleh bila tepat dalam
menerapkan metode konstruksi di lokasi proyek. Berbeda metode konstruksi pasti berbeda pula
kebutuhan sumberdayanya, limbah yang dihasilkan, dan hampir dapat dipastikan berbeda
dalam capaian tujuan proyek dalam aspek biaya, mutu dan waktu.
Metode pelaksanaan konstruksi merupakan kunci untuk dapat mewujudkan seluruh
perencanaan menjadi bentuk bangunan fisik. Pada dasarnya metode pelaksanaan konstruksi
merupakan penerapan konsep rekayasa berpijak pada keterkaitan antara persyaratan dalam
dokumen pelelangan (dokumen pengadaan), keadaan teknis dan ekonomis yang ada
dilapangan, dan seluruh sumber daya termasuk pengalaman kontraktor
Peranan metode pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi adalah untuk menyusun
cara – cara kerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan suatu cara untuk memenuhi,
menentukan sarana – sarana pekerjaan yang mendukung terlaksananya suatu pekerjaan
misalnya : menetapkan, memilih peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan yang sesuai
dengan jenis pekerjaan yang efektif dan efisien dalam biaya operasi. Cara kerja juga dapat
membantu dalam menentukan urutan pekerjaan, menyusun jadwalnya sehingga dapat
menentukan penyelesaian suatu pekerjaan.
Pondasi adalah bagian terendah dari bangunan yang meneruskan beban bangunan ke
tanah atau batuan yang ada di bawahnya.Terdapat dua klasifikasi pondasi, yaitu pondasi
dangkal dan pondasi dalam. Pondasi dangkal didefinisikan sebagai pondasi yang mendukung
bebannya secara langsung, seperti: pondasi telapak, pondasi memanjang.
Pondasi yang dipilih untuk gedung ini yaitu pondasi telapak. Metode pekerjaan proyek
ini dilakukan dengan membagi dua zone pekerjaan, yaitu zona 1 yang dikerjakan terlebih
dahulu kemudian zona 2. Terdapat dua pekerjaan tambah yaitu pekerjaan Sumpit di antara
grid 10 dan grid 9 dibuat sumpit dengan ukuran 2 meter x 2 meter dan dalamnya 2,5 meter
dari elevasi lantai basement dan pondasi mesin genset yang berada di Grid.
Kata kunci: metode, konstruksi, pondas