PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
Not a member yet
    211 research outputs found

    FEASIBILITY OF INVESTMENT DEVELOPMENT SYUKURAN AMINUDDIN AMIR AIRPORT LUWUK

    No full text
    Air transport in the town of Luwuk Banggai has increased significantly, this can be seen with increasing volume flight Syukuran Aminuddin Amir Airport average of 17.59% per year to various regions in the country and has the infrastructure facilities that can accommodate as many as 219261 average passengers/year with a percentage of 17.67% per year. The results of the research can be used to determine the feasibility of investing in the development of an airport by using economic calculation engineering and value advantage of the extension of the runway to 3000 m complete with other facilities with competing methods will be applied as follows: Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), and payback period. From the results of investment appraisal using the NPV method results obtained IDR.79,002,433,592.00 with methods derived into 36.142% IRR greater than 15% and Profitability Index (PI) has a value of 1.126 that is greater than 1 and analysis Payback Period (PP) was obtained within 15 years to reach the Break-Even Point.  Transportasi udara di kota Luwuk Banggai telah meningkat secara signifikan, hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya volume penerbangan Bandara Syukuran Aminuddin Amir rata-rata 17.59% per tahun ke berbagai daerah di tanah air dan memiliki fasilitas infrastruktur yang dapat menampung rata-rata sebanyak 219261 penumpang/tahun dengan persentase 17.67% per tahun. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menentukan kelayakan investasi dalam pengembangan bandara dengan menggunakan teknik perhitungan ekonomi dan nilai keuntungan dari perluasan landasan pacu hingga 3000 m lengkap dengan fasilitas lain dengan metode bersaing akan diterapkan sebagai berikut: Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan periode pengembalian. Dari hasil penilaian investasi dengan menggunakan metode NPV diperoleh hasil Rp.79,002,433,592.00 dengan metode IRR yang didapat menjadi 36.142% lebih besar dari 15% dan Profitability Index (PI) memiliki nilai 1.126 yang lebih besar dari 1 dan analisis Payback Period (PP) adalah diperoleh dalam waktu 15 tahun untuk mencapai Break-Even Point. &nbsp

    STUDI EKSPERIMENTAL PENAMBAHAN LIMBAH KERAMIK SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN LASTON (AC-WC) TERHADAP KARAKTERISTIK UJI MARSHALL

    No full text
    ABSTRACT This study utilizes ceramic mashed waste as an addition to fine aggregate where the composition of fine aggregate (rock ash) will be reduced and replaced by ceramic waste. The purpose of this study was to determine the effect of adding ceramic waste in the mixture to the characteristics of the Marshall test and what is the optimum level of addition of ceramic waste. This study refers to the General Specifications of Bina Marga in 2018. The initial step in this research is the manufacture of specimens without ceramic waste with asphalt content of 5.3%, 5.8%, and 6.3% then Marshall test is performed to obtain KAO values (Optimum Asphalt Levels) that are equal to 5.8%. Furthermore, the manufacture of test specimens with the addition of ceramic waste will use KAO. From Marshall testing that has been done, the results that meet all specifications are the addition of ceramic waste levels by 25% which obtained VIM values of 4.09%, VMA values of 15.52%, VFB of 73.65%, flow values of 2.50 mm, the stability value is 1299.83 kg and the Marshall quotient value is 519.93 kg/mm. Keywords: laston AC - WC, ceramic waste fine aggregate, marshall test characteristics. ABSTRAK Penelitian ini memanfaatkan limbah keramik yang telah dihaluskan sebagai tambahan agregat halus dimana komposisi dari agregat halus (abu batu) akan dikurangi dan diganti oleh limbah keramik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah keramik dalam campuran tersebut terhadap karakteristik uji marshall dan berapa kadar optimum penambahan limbah keramik. Penelitian ini mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga tahun 2018. Langkah awal dalam penelitian ini adalah pembuatan benda uji tanpa limbah keramik dengan kadar aspal 5.3%, 5.8%, dan 6.3% kemudian dilakukan uji Marshall sehingga didapatkan nilai KAO (Kadar Aspal Optimum) yaitu sebesar 5.8%. Selanjutnya pembuatan benda uji dengan penambahan limbah keramik akan menggunakan KAO. Dari pengujian Marshall yang telah dilakukan, hasil yang memenuhi seluruh spesifikasi adalah pada penambahan kadar limbah keramik sebesar 25% dimana diperoleh nilai VIM sebesar 4.09%, nilai VMA sebesar 15.52%, VFB sebesar 73.65%, nilai flow sebesar 2.50 mm, nilai stabilitas sebesar 1299.83 kg dan nilai Marshall Quotient sebesar 519.93 kg/mm. Kata Kunci: laston AC – WC, agregat halus limbah keramik, karakterisitik uji marshall

    KAJIAN PENGENDALIAN GENANGAN MELALUI PENYUSUNAN DATABASE BERBASIS GIS PADA JARINGAN SUNGAI DI KOTA KUALA KAPUAS

    No full text
    ABSTRACT The dynamic development of Kuala Kapuas City followed by rapid population development requires a city planning and development that takes into account various aspects including the possibility of inundation in several locations. The objective of this study was to compile a database on rivers in the Kuala Kapuas city based on GIS. Getting the inundation areas and priority handling on rivers in the city of Kuala Kapuas based on the GIS database. The scope of the problem under study is the identification of river conditions in the City of Kapuas, mapping the potential for inundation on river banks within the city of Kuala Kapuas, creating a GIS-based database with secondary data for river data bases only in the city of Kuala Kapuas. Conclusions through research conducted successfully created a GIS database information system that can provide data to determine the potential for inundation in areas within the city of Kuala Kapuas and their handling measures. A database was created which could also provide information on the area of inundation areas and recommendations for river management in the Kuala Kapuas City area. Through field data analysis and QGIS databases on the map, it can be seen the area of the area as well as the actions taken based on the location of the village, so it can be determined the size of small, medium and large handling areas in the city of Kuala Kapuas. Potential areas of inundation that occur are 420 Ha in the Selat Hulu Village in the Selat District, 691 Ha in the Selat Dalam Village in the Selat District, 1260 Ha in Pulau Telo Baru Village in the Selat District, 1371 Ha in the North Selat Village in the Selat District, 2357 Ha in the Mostat Bay Village Pulau Petak District, and 2039 Ha in Besarang Village, Besarang District. Most of inundation occur in slums with medium and large treatment priorities. Keywords: database, GIS, inundation ABSTRAK Perkembangan Kota Kuala Kapuas yang dinamis diikuti oleh perkembangan penduduk yang cepat memerlukan suatu perencanaan dan pengembangan kota yang memperhatikan berbagai aspek termasuk kemungkinan terjadinya genangan pada beberapa lokasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun database pada sungai sungai di kota Kuala Kapuas berbasis GIS. Mendapatkan luas daerah genangan dan prioritas penanganan pada sungai di kota Kuala Kapuas berdasarkan database GIS. Lingkup masalah yang diteliti adalah identifikasi kondisi sungai dalam Kota Kapuas, memetakan potensi genangan di bantaran sungai dalam kota Kuala Kapuas, membuat data base berbasis GIS dengan data sekunder untuk data base sungai hanya di kota Kuala Kapuas. Kesimpulan melalui penelitian yang dilakukan berhasil dibuat sebuah system informasi database GIS yang bisa memberikan data untuk mengetahui potensi terjadinya genangan pada areal dalam kota Kuala Kapuas serta tindakan penanganannya. Berhasil dibuat sebuah database yang juga dapat memberikan informasi luas area tergenang serta rekomendasi tindakan penanganan sungai dalam area Kota Kuala Kapuas. Melalui analisa data lapangan dan database QGIS di peta yang dibuat dapat diketahui luasan area serta tindakan penanganan yang dilakukan berdasarkan lokasi desa/kelurahan, sehingga dapat ditentukan luas daerah penanganan kecil, sedang dan besar di kota Kuala Kapuas. Potensi luas genangan yang terjadi adalah 420 Ha di Desa Selat Hulu Kecamatan Selat, 691 Ha di Desa Selat Dalam Kecamatan Selat, 1260 Ha di Desa Pulau Telo Baru Kecamatan Selat, 1371 Ha di Desa Selat Utara Kecamatan Selat, 2357 Ha di di Desa Teluk Palinget Kecamatan Pulau Petak, dan 2039 Ha di Desa Besarang Kecamatan Besarang. Sebagian besar genangan terjadi dikawasan kumuh dengan prioritas penanganan sedang dan besar. Kata kunci: database, GIS, genanga

    STUDI PENGGUNAAN VARIASI CAMPURAN METERIAL PLASTIK JENIS HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) PADA CAMPURAN BERASPAL UNTUK LAPIS AUS AC-WC (ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE)

    No full text
    Roads with flexible pavement use asphalt as a binding aggregate so that it is much in demand rather than rigid pavement. Road infrastructure requires ongoing maintenance. The use of plastic packaging cannot be separated in everyday life. HDPE is a high density polyethylene. Based on the problem of the amount of used plastic waste currently available, this research is needed to find out how well the pavement uses the use of HDPE plastic as a mixed plastic waste. After testing in the laboratory and analyzing it according to the General Specifications of the Highway for normal composition without a plastic mixture of 0%, the asphalt content that meets all the requirements is estimated at asphalt level between 5.6% - 6%. From the results of the study with 4 different compositions, it was found that the optimal asphalt content composition of HDPE plastic mix 0%, 4%, 8% and 12% that meet the VIM and Stability obtained optimal 8% HDPE plastic mixture with an optimal asphalt content of 4.45%. Jalan dengan perkerasan lentur menggunakan aspal sebagai pengikat agregat sehingga banyak diminati daripada perkerasan kaku. Infrastruktur jalan membutuhkan pemeliharaan bersifat berkelanjutan. Penggunaan kemasan plastik tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. HDPE adalah polietilena berdensitas tinggi. Berdasarkan masalah jumlah sampah plastik bekas yang ada sekarang, penelitian ini diperlukan untuk mengetahui seberapa baik perkerasan menggunakan penggunaan jenis plastik HDPE sebagai limbah plastik campuran. Setelah menguji di laboratorium dan menganalisanya sesuai dengan Spesifikasi Umum Jalan Raya untuk komposisi normal tanpa campuran plastik 0%, kadar aspal yang memenuhi semua persyaratan diperkirakan tingkat aspal antara 5.6% - 6%. Dari hasil penelitian dengan 4 komposisi berbeda diperoleh komposisi konten aspal optimal campuran plastik HDPE 0%, 4%, 8% dan 12% yang memenuhi VIM dan Stabilitas diperoleh campuran plastik HDPE 8% optimal dengan kadar aspal optimal 4.45%

    ANALISIS KINERJA PELAKSANAAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE CONCEPT (STUDI KASUS PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA PROVINSI GORONTALO)

    No full text
    Proyek Pembangunan Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo dijadwalkan harus selesai dalam kurun waktu 540 hari dengan nilai kontrak Rp.162,817,636,363.63. Dengan adanya batasan waktu dan biaya diperlukan pengendalian yang baik dan matang. Akan tetapi sebelum dilakukan pengendalian perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu, pada akhir penyelesaian proyek. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Earned Value yang didalamnya memadukan unsur biaya dan waktu serta prestasi fisik pekerjaan. Data yang didapat dari proyek antara lain Time Schedule proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), laporan mingguan proyek dan biaya aktual, kemudian dilakukan analisa biaya, jadwal, varians dan indeks performansi dengan memaparkan masalah-masalah yang muncul pada saat penelitian. Dari hasil analisa diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan lebih rendah dari biaya yang dianggarkan ditunjukkan dengan nilai CPI = 1.53 dan waktu pelaksanaan lebih lambat dari jadwal rencana ditunjukkan dengan nilai SPI = 0.92. Hasil perhitungan perkiraan biaya akhir proyek sebesar Rp.99,092,502,079.98 dengan perkiraan waktu penyelesaian 587 hari atau 84 minggu, menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan 6 minggu dari 78 minggu yang direncanakan

    PELAKSANAAN SISTEM LONCAT 2 LANTAI UNTUK GEDUNG BERTINGKAT RANGKA BAJA

    No full text
    The construction of the 2-story jump system is an alternative to the construction of steel frame buildings. In this study an analysis was carried out on a 10-story steel frame building using a comparative method between 2 systems namely the 2-story jump system and Conventional Systems. The research method used is to compare between 2 systems, where in the initial stages a modeling of a 10-story steel building to get a steel frame building design, followed by an analysis of completion time for each system, and control of buckling in the column for a 2-story jump system. In accordance with the analysis, it was found that the implementation of the construction of a 10-story steel frame building with the 2-story jump system takes 62.97 days, whereas with the conventional system takes 74.68 days or the 2-story jump system is 11.71 days faster or 84.32% of the time of the implementation of conventional systems. Pelaksanaan pembangunan dengan Sistem Loncat 2 Lantai merupakan alternatif untuk pelaksanaan pembangunan gedung rangka baja. Pada penelitian ini dilakukan analisis pada gedung rangka baja 10 lantai dengan menggunakan metode komparasi antara 2 sistem yaitu sistem loncat 2 lantai dan sistem konvensional. Metode penelitian yang dilakukan adalah membandingkan antara 2 sistem, dimana pada tahap awal dilakukan pemodelan gedung rangka baja 10 lantai untuk mendapatkan desain gedung rangka baja, dilanjutkan dengan analisis waktu penyelesaian untuk masing masing sistem, dan kontrol terhadap bahaya tekuk pada kolom untuk sistem loncat 2 lantai. Sesuai dengan analisis, didapatkan bahwa dengan sistem pelaksanaan pembangunan gedung rangka baja 10 lantai dengan sistem loncat 2 lantai memerlukan waktu 62.97 hari, sedangkan dengan sistem konvensional memerlukan waktu 74.68 hari atau sistem loncat 2 lantai lebih cepat 11.71 hari atau 84.32% dari waktu pelakasanaan sistem konvensional

    ANALISIS KUALITAS DAN KEBUTUHAN AIR MASYARAKAT DUSUN BLOKAGUNG DESA KARANGDORO BANYUWANGI

    No full text
    Water is a requirements for all humanity. Banjar Kiadan is one of the hamlets located in Pelaga Village, Petang Sub-district, Badung Regency witness raw water problem, so it is necessary to analyze the requirements of water needs. The analysis of raw water supply needs includes: water demand analysis for the next 25 years, analysis of water supply system planning, and analysis of budged plan of water supply system. The source of water that can be utilized is “Peninjauan Spring†with discharge 1.85 lt/sec. Total water demand is calculated based on the number of water users to be projected for the next 25 years. The water requirement is calculated based on 2 (two) scenario plan of the network that is if built SR (Home Connection) or just made KU (Public Faucet). The results showed that the total water requirement in 2042 was 2.264 lt/sec for the assumption of using home connection, while for the assumption using the public faucet was 0.903 lt/sec. The water supply system used is a gravity system with a public faucet as a distribution system. The budget plan for the water supply system is IDR.3,386,655,000.00

    PENGEMBANGAN E-MODUL PROJECT BASED LEARNING MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PADA PENDIDIKAN VOKASI

    No full text
    Penelitian ini berawal dari permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Manajemen Proyek, di dalam proses pembelajaran masih menggunakan modul yang tidak memadai, sulit untuk memahami materi, dan masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sehingga mahasiswa tidak mendapatkan pengalaman secara langsung dalam memahami konsep Manajemen Proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk merancang e-modul project based learning, 2) untuk mengetahui respon dosen dan mahasiswa terhadap pengembangan e-modul. Subjek penelitian ini 45 mahasiswa dan 3 dosen pendidikan teknik bangunan. Untuk mengetahui respon mahasiswa dan dosen terhadao pengembangan e-modul project based learning, data diperoleh menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain e-modul project based learning berhasil dikembangkan berdasarkan uji yang dilakukan. Hasil tanggapan 45 mahasiswa terhadap pengembangan e-modul project based learning dengan nilai rata-rata 86 dengan kategori Sangat Praktis, dan hasil tanggapan 3 dosen terhadap pengembangan e-modul project based learning dengan nilai rata-rata 92 dengan kategori Sangat Praktis.Penelitian ini berawal dari permasalahan dalam proses pembelajaran mata kuliah Manajemen Proyek, di dalam proses pembelajaran masih menggunakan modul yang tidak memadai, sulit untuk memahami materi, dan masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sehingga mahasiswa tidak mendapatkan pengalaman secara langsung dalam memahami konsep Manajemen Proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk merancang e-modul project based learning, 2) untuk mengetahui respon dosen dan mahasiswa terhadap pengembangan e-modul. Subjek penelitian ini 45 mahasiswa dan 3 dosen pendidikan teknik bangunan. Untuk mengetahui respon mahasiswa dan dosen terhadao pengembangan e-modul project based learning, data diperoleh menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain e-modul project based learning berhasil dikembangkan berdasarkan uji yang dilakukan. Hasil tanggapan 45 mahasiswa terhadap pengembangan e-modul project based learning dengan nilai rata-rata 86 dengan kategori Sangat Praktis, dan hasil tanggapan 3 dosen terhadap pengembangan e-modul project based learning dengan nilai rata-rata 92 dengan kategori Sangat Praktis

    ANALISIS UJI KUAT TEKAN DAN UJI DAYA SERAP AIR PADA BATAKO DARI PEMANFAATAN TAILING LAHAN BEKAS PENAMBANGAN TIMAH

    No full text
    To reduce the negative impacts of tin tailings, better management is needed by optimizing the utilization. One effort that can be done is by increasing its use as a building material in the form of concrete brick. The research area is located at the former mining location in Merawang District, Bangka, Bangka Belitung Islands Province. This study aims to find out in detail about the compressive strength test and water absorption test of the concrete brick from the utilization of tin tailings taken from 6 locations of the former tin mine. The highest compressive strength test results obtained 59.87 kg/cm2 and the smallest absorption capacity of 3.67% in samples 4. From these data it can be seen that the brick from tin tailings can be used for building construction materials. The results of this study can provide information for the use of tin tailings as building construction materials in Merawang District, in supporting development programs as well as handling environmental problems. Untuk mengurangi dampak negatif dari tailing timah, maka perlu pengelolaan yang lebih baik dengan memanfatkan kembali secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan kegunaannya sebagai bahan bangunan berupa batako. Daerah penelitian terletak pada lokasi bekas penambangan di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini betujuan mengetahui secara detail mengenai uji kuat tekan dan uji daya serap air pada batako dari pemanfaatan tailing timah yang diambil dari 6 lokasi bekas tambang timah. Diperoleh hasil uji kuat tekan terbesar 59.87 kg/cm2 dan daya serap terkecil 3.67% pada sampel 4. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa batako dari tailing timah bisa digunakan untuk bahan konstruksi bangunan. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan informasi untuk pemanfaatan tailing timah sebagai bahan konstruksi bangunan di Kecamatan Merawang, dalam mendukung program pembangunan sekaligus penanganan masalah lingkungan

    PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KECELAKAAN MELALUI UPAYA KESELAMATAN JALAN SEBAGAI IMPLEMENTASI EFISIENSI MANAJEMEN LALU LINTAS

    No full text
    Peningkatan kesejahteraan akan peningkatan mobilitas masyarakat, ayang pada gilirannya akan menuntut pelayanan lalu lintas dan angkutan dengan tingkat keselamatan, keamanan, kecematan, kelancaran dan kenyamanan yang tinggi. Di sisi lain peningkatan mobilitas masyarakat tersebut ternyata membawa dampak negatif karena tidak siapnya tata nilai dan prilaku sosial yang dicerminkan dalam wujud disiplin berlalu lintas, sehingga kemajuan teknologi yang terlalu cepat khususnya teknologi kendaraan bermotor, membawa dampak pada meningkatnya kecelakaan lalu lintas yang membahayakan keselamatan jiwa. Pesatnya pertumbuhan pemlikan kedaraan bermotor dalam tahun-tahun terakhir, dikombinasikan pula dengan penduduk dengan usia yang relatif muda dan beragamnya jenis kendaraan telah mengakibatkan masalah kecelakaan yang kian memburuk. Banyak dari para korban ini mendapatkan luka-luka yang akan mengakibatkan cacat seumur hidup dan secara finansial akan membebani keluarga mereka dan masyarakat. Untuk mengefektifkan, pendekatan intervensi keselamatan jalan perlu diambil dalam tiga tahapan yang berbeda yaitu membangkitkan kepedulian, rencana aksi keselamatan jalan prioritas dan program lima tahun untuk keselamatan jalan.Keselamatan jalan merupakan masalah sosial yang multidimensional yang melibatkan banyak instansi pemerintah sehingga negara harus memegang peran utama dalam memprakarsai, mengorganisasi,dan mengkoordinasi secara nasional dalam memerangi masalah keselamatan jalan dinegaranya. Didalam memecahkan masalah keselamatan dan kecelakaan jalan, manajemen lalu lintas menjadi faktor penting. Untuk itu sangatlah penting untuk mengembangkan sistem informasi keselamatan dan kecelakaan jalan sebagai implementasi dari manajemen lalu lintas itu sendiri. Salah satu tujuan manajemen lalu lintas yang diimplementasikan dalam pengembangan sistem informasi keselamatan dan kecelakaan jalan adalah bagaimana meningkatkan tingkat keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran pengguna yang dapat diterima semua pihak

    0

    full texts

    211

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇