Jurnal Jaffray
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
Metode Pastoral Bagi Anak Sekolah Minggu
Pastoral atau penggembalaan adalah suatu pelayanan yang dilakukan oleh gembala jemaat untuk memimpin anggota jemaat secara pribadi, memberi makanan rohani melalui pengajaran firman Tuhan, menjaga, memelihara, membimbing, mencari dan mengunjungi mereka satu per satu serta menolong mereka agar bertumbuh dalam iman menuju kedewasaan rohani di dalamKristus. Pastoral bukan saja untuk anggota jemaat dewasa dan pemuda, tetapi juga bagi anak-anak sekolah Minggu. Hal ini sangat penting karena orang dewasa adalah gereja hari ini, pemuda adalah gereja hari esok, sedangkan anak-anak adalah gereja masa depan. Untuk menggembalakan anak-anaksekolah minggu diperlukan guru-guru sekolah minggu yang terampil, yang berperan sebagai gembala-gembala bagi anak-anaksekolah Minggu. Dari segi pastoral, guru-guru sekolah minggu dapat disebut "gembala" anak-anak sekolah minggu. Mereka memiliki tugas dan tanggug jawab yang sangat penting untuk membantu gembala jemaat dalam membina dan mengembangkan gereja masa depan melalui anak-anak sekolah Mingg
Rasisme
Berdasarkan penguraian yang telah dikemukakan, penulis menyimpulkan beberapa hal terkaitdengan paham rasisme sebagai berikut:1. paham ini berkembang seiring dengan adanya perubahan-perubahan dalam sejarahperkembangan masyarakat dunia.yang selalu berputar dari satu keadaan menuju tingkatankeh idupan selanjutnYa.2. paham rasisme bukan sebuah penemuan baru dalam disiplin ilmu sosialkarena paham inisebenarnya sudah ada sejak peradaban Yunani kuno, diturunkan dari generasi ke generasimelalui mitos dan teori-teori yang sama sekalitidak terbukti kebenarannya.3. Beberapa faktor yang mendorong berkembangnya paham rasisme antara lain mitos-mitosdan cara berpikir yang mengagungkan rasionalitas, teori evolusi yang dikemukakan olehCharles Robert Darwin, kolonialisme bangsa Eropa, serta dorongan untuk menguasai materidan memperoleh kekuasaan.4. Dampak yang ditimbulkan akibat rasisme dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi ras yangdiuntungkan dan ras yang dirugikan. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh oleh ras yangberkuasa sifatnya dominan sedangkan pada ras yang didiskriminasi menimbulkan kerugtanyang sangat fatal baik darr segi mental maupun fisik'5. paham rasisme mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, sifatnya negatif dan dampaknyasangat merugikan kelompok masyarakat tertentu. Paham ini tidak seharusnyadikembangkan dalar masyarakat dunia yang heterogen karena tujuannya mementingkansalah satu pihak dan merugikan pihak lainnya
Studi Kritis Yesus Seminar
Apakah Yesus pernah jatuh cinta kepada Maria? Apakah la memiliki seorang putra? Apakah la tidak mati di salib, apakah la tidak bangkit? Apakah la seorang penganut Gnostik? Apakah la pura-pura mati dan menyelinap keluar dari tanah suci? Apakah benar bahwa la tidak menyebut diri-Nya sebagai Anak Allah? Apakah kubur-Nya sudah ditemukan? Apakah la hidup dan mempunyai keluarga? Apakah gulungan laut mati berbicara mengenai Yesus? inilah pertanyaan-pertanyaan yang ada di dunia modern saat ini.Dari kelahiran sampai kebangkitan dan terangkat kesurga semuanya sudah dinubuatkan jauh sebelumnya. Bahkan ketika la terangkat kesorga la disaksikan bukan hanya murid-muridterdekat-Nya tetapi disaksikan oleh ratusan orang. Tidak mungkin murid-murid mau mati bagi sesuatu yang merupakan kebohongan atau mitos. Dan tidak ada sesuatu yang dapat merubah karakter mereka kecuali mereka melihat sendiri dimana Dia mati, bangkit dan terangkat disaksikan oleh ratusan orang. Untuk dua kisah ini saya rasa sudah cukup untuk merefleksikan bahwa Yesus bukanlah' pengajaran' tetapi fakta sejarah dan sekaligus menggenapi ke-Tuhanan YESUS.Dan akhirnya Dia adalah Pribadi yang mati dan bangkit dari kematian dan sebagaimana dikatakan oleh Alkitab bahwa Yesus Kristus duduk disebelah kanan Allah Bapa. Dan harapan kita didasarkan akan keyakinan bahwa satu kali nanti la akan datang bukan sebagaitukang kayu, guru, imam dan nabi tetapi sebagai Tuhan dan Juruslamat. . .. . . . . . .. .. MARANAT
Fundamentalisme Hak Asasi Manusia
Masalah Hak Asasi Manusia banyak menyangkut atau berkenaan dengan aspek-aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, dalam membahas Fundamentalisme HakAsasi Manusia harus bertumpu pada konsep manusia yang tentunya tidak terlepas dari kodrat manusia itu sendiri, yakni ada bersama dengan sesamanya (eksistensi adalah koeksistensi). Eksistensi manusia yang koeksistensi hanya mungkin tenruujud secara otentik apabila setiap manusia dapat bertingkah dengan tertib dan teratur. Ketertiban dan keteraturan ini pada hakikatnya merupakan perwujudan dari hukum. Dengan demikian, eksistensi manusia dapat terwujud secara otentik melalui hukum pula. Eksistensi manusla yang koeksistensihanya akan terwujud apabila hukum itu sendirrdapat dikembalikan atau bersumber pada asas penghormatan dan pengakuan atas martabat manusia. Oleh karena itu, adalah sebuah kewajiban bagi manusia untuk menolak dan melawan segala bentuk pelanggaran HAM, yaitu segala bentuk perlakuan (termasuk eksekusi mati) yang tidak memperlakukan manusia (baik secara individu maupun kelompok) sebagai gambarAllah dan yang menghalangi manusia untuk menghadirkan diri secara penuh dan otentik (dalam eksistensi yang koeksrstensi) sesuai dengan martabatnya sebagai gambar Allah
Pengembangan Kurikulum Sebagai Solusi Atas Tidak Adanya Korelasi Antara IPK Dengan Kesadaran Panggilan Dan Pelayanan Pada Mahasiswa Sekolah Theologia
Proses pembelajaran tidak selalu efektif dan efisien dan hasil proses belajar mengajar tidak selaluoptimal karena ada sejumlah hambatan. Oleh karena itu, guru dalam memberikan materi pelajaran hanya yangberguna dan bermanfat bagi para siswa. Materi tersebut disesuaikan dengankebutuhan mereka akan pelajarantersebut. Belajar seperti ini akan lebih mengutamakan penguasaan ilmu dan diyakinkan akan memberi peluang pada siswa untuk lebih kreatif dan guru lebih professional. Dengan demikian pembelajaran akan lebih bermakna di mana guru mampu menciptakan kondisi belajar yang dapat membangun kreativitas siswa untuk menguasai ilmu pengetahuan
Kepenuhan Roh Kudus
Pribadi Roh Kudus adalah pribadi yang tidak kalah pentingnya dalam doktrin Kristen. Roh kudus adalah Allah sendiri. Tetapi penerapan ajaran tentang Roh Kudus menimbulkan kontroversi di dalam gereja-gereja. Topik-topik yang kontroversial itu antara lain baptisan Roh Kudus serta tanda yang mengiring baptisan roh.Akhirnya, memakai bahasa Roh perlu berhati-hati agar tidak memanipulasi secara psikologis orang lain. Firman Tuhan mengingatkan, “sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah Firman Tuhan, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untukmengutarakan firman Ilahi. Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang membuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman Tuhan, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman Tuhan” (Yer. 23:31-32). Hal ini menjadi awasan bagi setiap orang yang menyatakan diri menerima karunia bahasa Roh, nubuat, penglihatan, dan karunia ajaib lainnya
Potensi Modal Sosial Pada Budaya Lokal Dalam Pembangunan Daerah
Pembahasan tema ini akan mengantar kita pada suatu pengertian tantang jaringan hubungan antar individu dalam masyarakat dan jaringan hubungan antar kelompok. Jaringan-jaringan itu dibimbing oleh suatu norma atau aturan, agar jaringan tersebut teratur dan terarah pada tujuan yang dikehendaki oleh kelompok Sosial menurut kebutuhan dan kepentingannya. Dalam norma danjaringan itu, terlihat interaksi Sosial dan kemitraan yang saling mengukuhkan dan menguntungkan.Disinilah pentingnya modal Sosial disadari kegunaannya dan berpotensi mengantarkan manusia melakukan sector-sektor kehidupannya.Tenunan jaringan Sosial itu yang berpedoman pada aturan dan peraturan yang dibuatnya, maka tampak adanya sistem-sistem yang pada bentuknya yang lebih abstrak, adalah sebuah struktur Sosial. Jaringan-jaringan kerja dengan aturan tertentu, biasanya berwujud pada sebuah lembaga Sosial. Dalam lembaga terjadi tindakan Sosial dan interaksi antar individu dan kelompok untuk memenuhi harapan, kebutuhan, kepentingan dan tujuan lembaga. Dengan demikian, modal Sosial berisi lembagalembaga Sosial, etika Sosial dan etika lingkungan, sementara kearifan local merupakan bagian sempitdari modal Sosial, sedang etos Sosial merupakan sifat, sikap, watak dan karakter Sosial yang bersesuai dengan world view masyarakat local tersebut
Konsep Syafaat Dalam Rencana Total Allah
Secara teknis, syafaat sesungguhnya bukanlah doa. Doa syafaat adalah doa. Tetapi syafaat adalah sesuatu yang dilakukan seseorang dalam doa. Syafaat adalah berdoa berdasarkan apa yang telah Yesus lakukan, yaitu berdasarkan karya penebusan yang telah dilakukan Yesus
Warisan Budaya Orang Selayar (Menggugat Eksistensi Atas Nama Identitas)
Masyarakat dan kebudayaannya, merupakan dua sisi dari satu kenyataan sosial kehidupanmanusia yang tidak dapat dipisahkan secara dikotomis. Demikian pula tradisi sebagai salah satuwujud kebudayaan, merupakan penciri suatu masyarakat atau komunitas sehingga hal-hal yangberhubungan dengan satu kebiasaan selalu dihubungkan dengan etnis tertentu. Meskipundemikian, pengaruh modernisasi dalam berbagai aspek kehidupan dengan ragam suguhansebagai tuntutan zaman, secara gradual memperkeruh otentitas budaya lokal hingga mengikisnyasecara perlahan. Karena itu, jika tidak ada upaya ke arah pengenalan atas warisan budayasendiri, maka dapat dipastikan generasi masa depan akan kehilangaan identitas dan kebanggaankulturalnya. Pada saat yang sama, sistem sosial sebagai bagian integral dari kebudayaan akankehilangan roh atau berkembang tanpa pijakan yang jelas
Semangat Islam Dalam Kebudayaan Orang Bugis-Makassar
Pembahasan masalah semangat dan etos sosial tidak terlepas dari jangkauan sistem budaya masyarakat. Sistem budaya adalah abstrak, tak dapat dilihat dan diraba, ia identik pada komunitas, berada di kepala dan sukma tiap orang dalam komunitas tersebut, terdiri atas konsep-konsep, gagasan ide-ide dan kepercayaan yang diterima setiap orang dari hasil perkembangan kebudayaannya. Sadar atau tidak sadar, manusia terpengaruh dan menerima berbagai warisan, ajaran, kepercayaan dan ideologi tertentu dan hasil kerja komunitasnya melalui internalisasi sejak ia lahir dari dalam rumah tangga serta pengeruh dari lingkungan hidupnya tempat manusia tersebut bertumbuh. Kalau tradisi budaya masyarakat telah diserapi oleh setiap orang, maka perilakunya hampir menjadi otomatis, tanpa disadari perilakunya itu sudah diterima secara sosial