Jurnal Jaffray
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
Tinjauan Teologis Tentang Arti Berkat Dalam Kehidupan Orang Percaya
Tujuan Penulisan Sesuai dengan permasalahan yang diamati, maka tujuanpenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, untuk mengetahui latar belakangpemahaman orang percaya khususnya, dan dunia pada umumnya tentang arti berkatberdasarkan Alkitab. Kedua, untuk menyingkapkan arti berkat yang sesungguhnya,sehingga orang percaya memiliki pemahaman yang benar tentang arti berkat. Ketiga,supaya pembaca karya ilmiah ini dapat menghargai atau mensyukuri setiap berkatyang Tuhan beri dalam kehidupannya.Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitianliteratur (library research), dan penelitian lapangan (field research) serta menulishasilnya secara deskriptif.Berdasarkan hasil uraian penulis tentang arti berkat dalam kehidupan orangpercaya, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, masihbanyak orang percaya yang belum memahami berkat sebagai sesuatu yang indah danmenyenangkan dari Tuhan. Kedua, ketidakmampuan orang percaya bersyukur atasberkat Tuhan lebih disebabkan karena kurang memahami bahwa berkat itu berasaldari Tuhan. Sehingga ada juga yang beranggapan bahwa Tuhan tidak memberi berkatkepada manusia, tetapi manusialah yang mengusahakannya bagi dirinya sendiri.Ketiga, kurangnya kesadaran orang percaya bahwa berkat itu berasal dari Allah,banyak dipengaruhi oleh pandangan-pandangan dunia sekuler dan beberapakelompok Kristen, yang keliru
Analisis Peran Teori Komunikasi Untuk Mencapai Tujuan Khotbah Yang Komunikatif Di Gereja Kibaid Klasis Makassar
Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah: menjelaskan hubunganantara khotbah yang komunikatif dengan penerapan khotbah hamba Tuhan di GerejaKIBAID Makassar.Penulisan karya ilmiah ini diselesaikan dengan menggunakan metodepenelitian kuantitatif. Penelitian ini didukung oleh penelitian lapangan dan penelitianpustaka. Penelitian lapangan dilakukan dengan teknik observasi langsung, interviewdan questioner.Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, untuk mencapai tujuan khotbah yangkomunikatif dalam jemaat, harus memperhatikan unsur-unsur komunikasi. Unsurunsurini harus dapat bersinergi, seperti pada peran pesan, peran komunikator, perankomunikan, peran cara menyampaikan, peran hasil, dan peran feedback. Kedua, Pesandalam khotbah merupakan pesan yang bersumber dari Allah yang didapatkan/dibacalewat Alkitab. Pesan disampaikan untuk manusia sesuai dengan kebutuhannya,bukan berdasarkan kemauan atau keinginan pengkhotbahnya. Ketiga, komunikatoratau seorang pengkhotbah adalah orang yang mendapat panggilan khusus menjadiseorang pengkhotbah. Seorang yang mampu menyampaikan pesan Firman Tuhansecara arif dan profesional, agar jemaat atau komunikan dapat mengalami hidupyang penuh dengan kataatan kepada Tuhan
Paradigma Misi Dokter Kristen Di Indonesia Dalam Terang Injil Lukas
Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah ini adalah: untuk mengetahui pelaksanaan misi oleh dokterKristen di Indonesia dan sejauh mana misi itu dijalankan dilihat dalam terang InjilLukas.Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah iniuntuk mendapatkan data yang diperlukan adalah: Metode penelitian yang digunakanadalah “Penelitian Survei.” Populasinya adalah dokter Kristen yang ada di kotabesar di Indonesia di mana sampelnya diambil secara acak. Pengambilan datadilakukan dengan kuesioner dan wawancara.Adapun kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan karya ilmiah iniadalah: Pertama, jika misi dilihat dari aspek kasih, dapat dikatakan dokter Kristendalam penelitian ini belum terlalu materistis dan telah mempraktikkan kasih itu,khususnya dengan keberpihakan mereka kepada orang-orang miskin. Kedua,pengakuan iman yang baik tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hariseperti membaca Alkitab dan berdoa secara teratur. Ketiga, meskipun mayoritasresponden sadar bahwa pekerjaan mereka sebagai dokter adalah panggilan Tuhanuntuk melayani, namun kesibukan, padatnya jadual telah membuat panggilan itumenjadi kabur. Keempat, bahaya legalisme mulai tampak melihat banyaknya jumlahmereka yang bersaksi secara verbal, namun tanpa spiritualitas, mempraktikkan kasihtanpa nilai kemanusiaan yang utuh, pengakuan iman dengan bukti yang samar-samar.Kelima, sekalipun dari aspek kasih, dokter-dokter Kristen dalam penelitian inikelihatannya sudah melaksanakan misinya, namun secara keseluruhan, setelahdianalisis melalui komparasi, interpretasi dan deskripsi, secara deduktif dapatdiambil kesimpulan akhir bahwa mayoritas dokter Kristen dalam penelitian ini dandokter Kristen di Indonesia mempunyai keinginan untuk melaksanakan misinya,namun masih jauh dari paradigma misi Injil Lukas
Model Penginjilan dalam Yohanes 4:4-42 dan Implementasinya pada Masa Kini
Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, untuk mengetahui model penginjilan dalam Yohanes 4:4-42 dapatditerapkan. Kedua, untuk mengetahui implementasi model penginjilan pada masa kini.Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah iniuntuk mendapatkan data yang diperlukan adalah: Metode yang dipakai oleh penulisdalam penelitian ini adalah metode hermeneutik Alkitab, yaitu metode penelitiankepustakaan (library research) terhadap berbagai sumber data atau naskah-naskahyang mendukung serta memiliki korelasi dengan judul, di mana Alkitab merupakansumber utama serta menggunakan metode eksigesis yang disusun secara deskriptifuntuk mencapai sasaran dan tujuan penulisan.Berdasarkan uraian penulis dalam penulisan karya ilmiah tentang modelpenginjilan dalam Yohanes 4:4-42 dan implementasinya pada masa kini, maka penulisdapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, penginjilan adalah tugas utamabagi setiap gereja dan orang percaya secara pribadi yang telah menerima keselamatandari Allah. Kedua, penginjilan adalah wujud kasih orang percaya kepada Allah dankepada sesama manusia. Ketiga, penginjilan adalah pekerjaan yang mulia, sebabmembawa setiap manusia mengenali akan dosanya lalu bertobat menerima Yesussebagai juruselamat, dan percaya dengan sungguh bahwa di dalam Yesus adakeselamatan, pengharapan dan kepastian hidup yang kekal. Keempat, Penginjilanmerupakan pelayanan yang memiliki kekuatan Kuasa Allah, dan hal ini hanya dapatdilakukan oleh Roh Kudus (Lukas 24:49). Kelima, Sebelum memulai pemberitaanInjil terlebih dahulu haruslah menerima kuasa Roh Kudus. Keenam, Penginjil harusmengalami perjumpaan dengan Kristus terlebih dahulu sebelum menjadi saksi bagiKristus dan menjadi berkat bagi hidup sesama
Tindakan Preventif Orang Tua Terhadap Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja Kristen Suatu Pengamatan di GKII Efata Airmadi di Manado
Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, Menemukan faktor-faktor pemicu para remaja Kristen terlibatdalam pergaulan bebas. Kedua, Menjelaskan tentang bahaya- bahaya dari pergaulanbebas bagi remaja Kristen. Ketiga, Menemukan pedoman atau langkah- langkahtindakan preventif bagi orang tua agar remaja tidak terjerumus dalam pergaulanbebas.Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah iniuntuk mendapatkan data yang diperlukan adalah: menggunakan metode wawancaradan metode penelitian buku-buku perpustakaan. Wawancara adalah salah satubagian yang terpenting dari setiap survai. Tanpa wawancara penelitian akankehilangan informasi yang hanya dapat di peroleh dengan jalan bertanya langsungkepada responden, wawancara merupakan suatu proses interaksi dan komunikasi.Berdasarkan hasil pembahasan maka penulis menarik kesimpulan sebagaiberikut: Faktor pemicu yang menyebabkan remaja jatuh dalam pergaulan bebasadalah (1) Pola asuh orang tua. Pada umumnya pola asuh orang tua mengikuti tradisiyang telah ada yaitu membesarkan anak dan member fasilitas pendidikan formal,tetapi tidak memperhitungkan kebutuhan perkembangan anak yang memerlukankomunikasi tentang pendidikan seks untuk membentengi dirinya dari akibatpergaulan bebas. Karena itu dianggap tidak perlu atau “tabu” diperbincangkansebelum sebelum anak dewasa atau menikah. (2) Perkembangan teknologi. Remajayang tidak mendapatkan ppendidikan seks dari orang tua mudah tergiur dan terjebakoleh informasi dari dunia teknologi karena apa yang mereka dapatkan dari informasiyang terus berkembang diluar dan akibatnya teknologi tidak lagi sebagai pemberiinformasi tetapi sebagai “panutan” yang menjawab kebutuhan remaja. (3) Temansebaya. Ikatan yang kuat antara remaja dengan teman sebaya serta lingkunganmereka yang menghalalkan segala cara untuk menikmati masa remaja dapatmembawa remaja kepada pergaulan bebas
Historicity of The Resurrection: A Theological Approach of Evidence of The Resurrection of Christ In The New Testament
Jesus is the resurrection and the life. He'll never wear grave clothesagain. When he appeared to his disciples after the resurrection, heappeared not in a shroud of death, but walking in endless life.The Lord Jesus is the Son of God who became man. He is very Godand very man. He was crucified, he died and was buried, and he wasraised from the dead on the third day according to the Scriptures.The proofs of resurrection can be found both in the Scripture andalso in the history. Historically, the empty tomb and Jesus appearancesto His disciples and many of His followers are clear proving that theresurrection of Chris is real. Biblically, it was the main preaching andteaching of the apostles. Beside that Jesus Himself prophesied andteaches about His resurrection.These three great facts--the resurrection appearances, the emptytomb, and the origin of the Christian faith--all point unavoidably to oneconclusion: The resurrection of Jesus. Today the rational man can hardlybe blamed if he believes that on that first Easter morning a divine miracleoccurred. Further fact is, if no resurrection, there will no church, therewill no Christianity. Because of Jesus resurrection, the believers haveassurance future life. Because He lives, there is hope for the future; thereis certain hope for the salvation of the believers
Membangun Spiritual Remaja Masa Kini Berdasarkan Amsal 22 : 6
Adapun tujuan penulis menulis karya ilmiah ini ialah: Pertama, Memberikanpenjelasan mengenai pentingnya membangun kerohanian spiritual remaja masa kini.Kedua, Memberikan panduan kepada para pembina remaja dalam membangunspiritual remaja masa kini berdasarkan kitab Amsal 22:6. Ketiga, Sebagai salah satusyarat untuk memenuhi tuntutan akademik dalam mencapai gelar Sarjana Teologi diSekolah Tinggi Teologia Jaffray Makassar.Metode yang penulis gunakan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini adalahdengan metode pengumpulan data melalui: Alkitab, buku-buku, majalah, diktat,renungan, internet, dan artikel-artikel lainnya yang sehubungan dengan penulisankarya ilmiah ini.Dalam penelitian ini diberikan kesimpulan, Pertama membangun spiritualremaja ialah suatu upaya yang terus menerus untuk mendemonstrasikan hidup yangberarti atau bermakna dengan menjaga dan memelihara iman remaja serta faktoryang berkaitan supaya dapat mengambil sikap dan keputusan dalam realitas hidup ditengah-tengah kesempatan dan tantangan kehidupan. Kedua, masa remaja adalahmasa transisi dari dunia kanak–kanak yang telah ditinggalkan, tetapi masakedewasaan belum dijalani dengan sungguh–sungguh. Itu sebabnya dalammembangun spiritualitas remaja diperlukan orang-orang dewasa yang kompetenseperti orang tua dan gereja. Orang tua dan gereja berperan untuk menjaga danmemelihara kehidupan mereka dari awal sehingga mereka mengetahui jalankebenaran melalui firman Tuhan setiap hari, supaya di masa yang akan datangmereka akan menjadi seorang pribadi yang kuat, kokoh dalam imannya dan takutkepada Tuhan, sehingga hidupnya menjadi berkat atau berarti bagi sesama
Doctrine of Trinity: A Theological Approach of Evidence of The Trinity in The New Testament
The doctrine of the Trinity has been a divisive issue throughoutthe entire history of the Christian church. While the core aspects of theTrinity are clearly presented in God’s Word, some of the side issues arenot as explicitly clear. The Father is God, the Son is God, and the HolySpirit is God—but there is only one God. That is the biblical doctrine ofthe Trinity. Beyond that, the issues are, to a certain extent, debatable andnon-essential. Rather than attempting to fully define the Trinity withour finite human minds, we would be better served by focusing on thefact of God's greatness and His infinitely higher nature.From the Second Century to our present age many people havefound the biblical doctrine of the Trinity hard to understand. Someonehas said of this doctrine: “Try to explain it, and you’ll lose your mind; buttry to deny it, you’ll lose your soul
Peranan Perempuan Dalam Mengembangkan Pelayanan Di Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah III Nabire Papua
Setiap tindakan yang kita lakukan pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan yang ingin di capai dari penulisan karya ilmiah ini adalahsebagai berikut. Pertama, untuk menjelaskan sejauh mana peranan perempuandalam mengembangkan pelayanan di gereja pada umumnya dan khususnya diGKII Daerah Nabire. Kedua, mengupayakan strategi pelayanan dalammeningkatkan peranan perempuan dalam mengembangkan pelayanan di gereja.Untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan denganpenulisan karya ilmiah ini, maka penulis menggunakan beberapa metode sebagaiberikut: Pertama, mengadakan observasi atau pengamatan lapangan, adalah carapengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standaruntuk keperluan tersebut”. Kedua, mengedarkan angket kepada beberapa anggotajemaat GKII Daerah III Nabire Papua. Ketiga, mengadakan wawancara denganbeberapa anggota jemaat dan juga gembala dari beberapa gereja GKII Daerah IIINabire Papua. Kempat, riset perpustakaan dengan mengumpulkan data atauinformasi dari buku-buku yang ada di perpustakaan Sekolah Tinggi TeologiaJaffray Makassar serta internet.Hasil yang didapat dari penulisan karya ilmiah ini adalah: tidak semuagereja atau jemaat yang ada di gereja GKII Daerah III Nabire, menolak perempuanuntuk terlibat dalam pelayanan di gereja, hanya ada di gereja tertentu saja yangmenolak perempuan untuk melayani di gereja
Memahami Nyanyian Jemaat Sebagai Sentral Musik Gereja Apa dan Bagaimana?
Banyak orang yang menganggap bahwa nyanyian jemaat dalamibadah tidak terlalu penting dibandingkan dengan nyanyian paduansuara atau musik lainnya yang ada di gereja. Dengan anggapan bahwajemaat sudah mengenal, sudah mengetahui, bahkan sudah menguasailagunya, maka tidak perlu ada persiapan atau pun latihan. Tentu saja inianggapan yang sangat keliru. Setiap umat hendaknya memahami bahwanyanyian jemaat yang digunakan dalam rangkaian liturgi ibadahharuslah dipersiapkan, dilatih, dan dipersembahkan dengan sebaikbaiknya.Sikap peduli nyanyian jemaat perlu dipertahankan, pemeliharaanbuku nyanyian harus terus menerus dilakukan. Memang harus diakui,kesalahan seringkali terjadi seperti: penggunaan lagu dari minggu keminggu itu-itu saja – tidak sesuai dengan tematik ibadah, kurang variatif,selera siapa (?) – penempatan nyanyian tidak sesuai dengan rumpunibadah – lagu tidak sesuai dengan kalender gereja, tidak sesuai dengandoktrin gereja – tetapi semua itu merupakan hal yang masih bisadihindari bahkan diperbaiki demi mencapai kesempurnaan