Journal of Urban Society's Arts
Not a member yet
    155 research outputs found

    STUDY OF APPLICATION "BATIK" IN THE INTERIOR OFFICE PARTITION

    No full text
    Office partitions are part of office furniture that serves as a dividers of office space. Office partitions provide solutions to organize work space in the office to make it more tidy and efficient. The use of office partition is a modern concept of office space in maximizing office space to make it more comfortable. By applying knock down system to the office partition, wall panels can be dismantled and installed back to be installed or applied with certain batik pattern. The office interior now became an important part to represent clients to increase the look of an office. The method used in this research is descriptive qualitative method, starting from the initial concept of the product, product development and prototype application of batik motif design on the partition. The results of this study are expected to be able to complement the space image with a certain style as a supporting element of interior design, as well as add to the appearance of the office interior to be more dynamic and increase working productivity.

    Mendobrak Kriteria Perempuan sebagai Model Fesyen dalam Indonesia Plus-Size Festival 2018

    Get PDF
    Sebagai seorang model fesyen, perempuan dituntut untuk memiliki tubuh ideal atau kurus proporsional. Seringnya menampilkan tubuh kurus perempuan, menjadikan sebuah konstruksi tentang standar kecantikan perempuan. Konstruksi tersebut menyebabkan sosok perempuan yang tidak bertubuh ideal atau gemuk, tidak layak tampil di muka publik. Berbeda dengan Indonesia Plus Size Festival 2018 yang digagas oleh Ririe Bogar. Ririe Bogar justru melakukan audisi model khusus untuk perempuan gemuk dengan berat minimal 70 kg. Penelitian ini menerapkan metode fenomenologis yang melibatkan langsung peneliti sebagai peserta audisi model untuk melihat fenomena riil yang ada. Selain melihat interaksi sesama perempuan gemuk dalam acara tersebut, peneliti dapat juga melihat respon masyarakat ketika melihat model catwalk yang tidak seperti umumnya, dalam kasus ini bertubuh gemuk. Penelitian ini menunjukkan bahwa tubuh yang gemuk dapat juga dengan baik menampilkan produk fesyen, sedikit demi sedikit, dapat merubah pandangan masyarakat tentang konstruksi standar kecantikan yang selama ini dibentuk

    Dream Interpretation of an Infant and Feminine Monstrosity in Among the Sleep

    Get PDF
    Tafsir Mimpi Tokoh Utama Bayi dan Elemen Horor Feminin dalam Game Among the Sleep. Game Among The Sleep (2014) yang menyoroti perjalanan seorang bayi mencari kenangan-kenangan bersama ibunya ini memiliki ulasan beragam dari segi kesederhanaan teka-tekinya dan acaknya peletakkan simbolisme. Akan tetapi, gaya penceritaan dan aspek visual untuk membangun momentum cerita hingga mencapai resolusi penuh emosi dari game ini masih menuai pujian. Berkebalikan dari anggapan umum bahwa bayi sama sekali tidak dapat memahami kejadian di lingkungan sekitar mereka, tokoh utama bayi dalam game Among The Sleep mampu melakukan hal tersebut dengan bantuan mimpi dan fantasi.Menurut Freud, kedua hal tersebut akanmempengaruhi kepribadianbayi saat bertumbuh besar dari alam bawah sadar. Penelitian ini bertujuan memahami makna dari simbolisme mimpi tokoh utama game dengan teori tafsir mimpi Freud. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen mimpi yang muncul bertujuan untuk memenuhi keinginan terpendam sang tokoh utama, dan hal tersebut merupakan wujud dari kemampuan kognitif bayi tersebut untuk bertahan di lingkungannya. Selain itu, dengan konsep abjeksi dan histeria, diketahui bahwa sosok ibu dari kenangan sang tokoh utama seringkali dipenuhi oleh elemen horor feminin demi memenuhi hasratnya memiliki sebuah penis dengan berupaya mengkastrasi anaknya. Seperti video game pada umumnya, elemen intrinsik penceritaan Among The Sleep membawa pesan untuk meyakinkan audiensnya mereka mampu melalui trauma yang mereka alami.Among The Sleep (2014) follows an infant in his quest to search for memories of his mother. The game receives mixed opinions regarding its overly simple puzzles and confusing juxtaposition of the dream symbols; nevertheless, it is still praised for its storytelling and visuals used to build the momentum leading up to the resolution invoking strong emotions in players. Contrary to a popular belief that infants are incapable of understanding the events around them, in this game the infant can process his surroundings with the help of dreams and fantasies. In Freudian perspective, they will unconsciously affect an infant’s personality when growing up. This research aims to understand the infant’s dreams using Freud’s interpretation of dreams. The findings show that the dream elements are the wish-fulfilment part of the infant’s cognitive ability to cope with his surroundings. Moreover, using the concepts of abjection and hysteria, it is revealed that memories of his mother are often filled with feminine monstrosity to satiate her desire for having a penis by attempting to castrate him. Similar to many other video games, Among The Sleep carries a message through its storytelling elements, and it is to encourage the audience to tackle their own trauma

    Glundhângan and Pigeon in Sociocultural Practices of Madurese People

    Get PDF
    Glundhângan adalah ansambel gamelan kayu yang dimainkan oleh orang Madura. Musik glundhângan dipercaya sebagai musik kuno orang Madura. Bahkan ada sebelum era gamelan metallophone. Di Jember, glundhângan terkait erat dengan merpati dan biasanya digunakan untuk acara nyata dan totta’an dhârâ. Nyata adalah peristiwa ketika master merpati berhasil mendapatkan merpati lawannya. Sementara totta’an dhârâ adalah pertandingan melepaskan merpati bersama dan kemudian mereka, merpati, kembali ke pajhudhun (rumah merpati) dari tuan mereka. Glundhângan adalah musik yang menjadi penanda kemenangan master merpati ketika ia mendapat merpati lawannya, dan itu adalah musik yang menyertai pelepasan merpati dan kembali ke rumah. Glundhângan terdiri dari beberapa alat musik kayu seperti glundhâng, dhung-dhung, tong-tong, tek-tek, nèng-nèng dan ghâghâmbhâng, dan mereka disertai oleh vokal dari tembhāng mamaca (versi kuno) dan kèjhungan (versi modern). Setiap pajhudhun dan merpati harus memiliki alat musik dhung-dhung atau tong-tong dalam bentuk berbagai kentongan yang terbuat dari kayu. Alat musik digunakan oleh seorang master sebagai alat komunikasi untuk merpati dan manusia. Instrumen dhung-dhung dari master merpati umumnya keramat sebagai peninggalan lainnya seperti keris. Pada umumnya, sang guru memasok dirinya sendiri dan merpati dengan kekuatan mistis. Ini adalah dhung-dhung itu sendiri yang menjadi identitas musik glundhângan. Bagi orang Madura, merpati diperlakukan sebagai hewan istimewa. Merpati juga merupakan perwujudan kekuatan supernatural dari tuannya. Musik dan merpati glundhângan adalah artikulasi orang Madura yang mewakili tingkat sosial, kebanggaan yang dipertaruhkan, simbol maskulinitas dan distribusi hasrat konflik yang produktif di antara orang-orang.Glundhangan is an ensemble of wooden gamelan played by Madurese people. Glundhangan music is believed as archaic music of Madurese people. It even existed before era of metallophone gamelan. In Jember, glundhângan is closely related to pigeon and usually used for nyata and totta’an dhârâ events. Nyata is an event when a pigeon master succeeds to get his opponent’s pigeon. While totta’an dhârâ is a match of releasing pigeons together and then they, pigeons, come back to pajhudhun (pigeon house) of their masters. Glundhângan is a music which becomes winning signifier of pigeon’s master when he gets his opponent’s pigeon, and it is an accompanying music for pigeons release and return to home. Glundhângan consists of some wooden musical instruments like glundhâng, dhung-dhung, tong-tong, tek-tek, nèng-nèng and ghâghâmbhâng, and they are accompanied by vocal of tembhâng mamaca (ancient version) and kèjhungan (modern version). Every pajhudhun and pigeon master must have musical instruments dhung-dhung or tong-tong in a form of various kentongan made by wood. The music instrument is used by a master as means of communication to pigeons and people. Dhung-dhung instrument of the pigeon master is commonly sacred as other relics like keris. Commonly, the master supplies himself and pigeons with mythical power. It is dhung-dhung itself which becomes identity of glundângan music. For Madurese people, pigeon is treated as special animal. Pigeon is also a manifestation of supernatural power of its master. Glundhângan music and pigeons are articulations of Madurese people that represent social degree, pride at stake, symbol of masculinity and productive distribution of conflict desire among people.   

    Space Comfort in Street Clown Products: Case Study on Mampang Clown

    Get PDF
    Kenyamanan Ruang Pada Produk Badut Jalanan: Studi Kasus: Badut Mampang. Kenyamanan merupakan salah satu unsur yang perlu diperhatikan dan terdapat pada suatu ruang. Kenyamanan ruang dapat memberikan dampak kepada pengguna ruang pada saat melakukan aktifitasnya. Kostum diketahui sebagai salah satu benda pakai yang perlu memperhatikan unsur kenyamanan. Di dalam suatu produk, terdapat ruang yang dapat diisi untuk berbagai macam keperluan. Badut mampang merupakan salah satu produk hasil buatan manusia dan memiliki ruang di bagian dalamnya. Badut mampang digunakan oleh penggunanya untuk mencari nafkah dengan melakukan aktifitas menghibur salah satunya dengan bergoyang. Sehingga perlu adanya kenyamanan agar pada saat menggunakannya, dapat memberikan dampak positif yang dapat berpengaruh kepada penggunanya. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan informasi mengenai kenyamanan ruang yang terdapat pada produk kostum badut mampang sehingga dapat memberikan manfaat untuk penggunanya agar dapat memaksimalkan pekerjaannya. Berdasarkan penelitian dihasilkan bahwa kostum badut mampang berbeda dari kostum badut pada umumnya. Dari penampilan luar yang memiliki ciri khas dengan menggunakan topeng berukuran besar dan pakaian yang bebrbentuk besar memberikan pengaruh kepada penggunanya. Penggunaannya di jalanan yang ramai, kenyamanan ruang kostum badut mampang dapat memberikan dampak kepada penggunanya tidak hanya dampak perekonomian namun juga dampak kepada kondisi yang dihadapi. Comfort is one element that needs to be considered and contained in a space. Space comfort can have an impact on space users when carrying out their activities. The costume is known as one of the items used that needs to pay attention to the element of comfort. In a product, there is space that can be filled for various purposes. Clowns are one of the products made by humans and have space inside. Clowns can be used by users to make a living by entertaining one of them by swaying. So that there needs to be comforted so that when using it, it can provide a positive impact that can affect users.By using qualitative descriptive research methods, this research is expected to help provide information about the comfort of space in the product of mampang clown costume so that it can provide benefits to its users to maximize their work.From the research conducted, it was found that clown costumes are quite different from clown costumes in general. From the outward appearance that has a characteristic by using a large mask and clothing that has a large form gives influence to its users. With its use used in busy streets, the comfort of clown costume rooms can make an impact on its users not only the economic impact but also the impact on the conditions faced.

    The Visualization of Wayang Kulit Purwa by Bambang Suwarno

    Get PDF
    Visualisasi Wayang Kulit Purwa Karya Bambang Suwarno. Artikel ini membahas tentang visualisasi wayang kulit purwa karya Bambang Suwarno, seorang dalang, guru dalang, dan pengembang pakeliran padat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui visualisasi wayang kulit karya Bambang Suwarno. Metode yang digunakan adalah bentuk deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil kreativitas berkarya ditunjukkan dalam berbagai karya wayang dari kondisi yang ambang, ricuh, dan mencoba sesuatu yang belum ada dari berbagai jenis tokoh wayang. Pengakuan berbagai tanggapan dalang tentang karya kreasi ini menunjukkan kreativitas berkarya yang memiliki konsep, dan mendukung pentas pakeliran. Selain itu, diharapkan wayang semakin indah dilihat, menjadi penghubung antar tokoh dalam lakon, memenuhi sanggit pakeliran, menambah perbendaharaan tokoh wayang, dan memperkuat pengakuan wayang di mata dunia. This article discusses the visualization of wayang kulit purwa by Bambang Suwarno, a puppet master (dalang), a puppet master’s teacher, and a developer of a short shadow puppet performance. The objective of the research is to find out the visualization of wayang kulit by Bambang Suwarno. The method employed was descriptive qualitative one. Techniques of data collection were observation, interview, and documentation. The result of working creativity could be seen in many wayang works from the threshold, chaotic condition to trying something new that has never existed yet in a variety of wayang characters. Recognition of various mastermind’s responses to the work of Bambang Suwarno indicted the creativity of work that has a concept, and supports the performance stage. In addition, it is hoped that wayang will be more attractive to watch, become a liaison between characters in the play, fulfill the sanggit pakeliran, increase the treasury of puppet characters, and strengthen the puppet recognition in the world.

    LEGITIMATION OF RELIGIOUS MUSIC OF SABYAN GAMBUS’ SONG “DEEN ASSALAM” AS A PERCEPTIVE RESPON TO ISLAMIC RADICALIZATION IN INDONESIA

    Get PDF
    Islam is often referred as being a radical movement or activity. Sabyan Gambus, through their song cover, responses to the situation in their song “Deen Assalam”. This song was created as an effort to minimize and reduce the society’s misthinking on the concept and implementation of Islamic teaching. Thus, a study of values implied in the song becomes essential to view such a perception shift within the society as a legitimation upon the work as well as the positioning of Islam in the structural world of Indonesian people. An analysis of the song lyrics is, accordingly, essentially needed.The theory of Riffaterre is applied to study the song lyric. Meanwhile, a theory of Bourdieu is employed to review the legitimation achievement of the work production practices. The behaviorism method is used in analyzing the agents’ behaviors during the production process to reach a legitimation that can be considered as shifting of position and perception of the society.The legitimation of Sabyan Gambus’ works by analyzing the response from the society can be considered as some possibilities of the emergence of a more moderate Islam in Indonesia. The analysis of internal meaning may also create some possibilities to audience to gain the power of value that affects the power relation and other external factors. Therefore, both internal and external work analyses are necessary to show the influence of work production and its legitimation achievement on its position and perception of the society

    PENCIPTAAN CINDERAMATA IKON-IKON WISATA SEJARAH SEBAGAI UPAYA REVITALISASI BUDAYA LOKAL KABUPATEN SUMEDANG

    Get PDF
    Tempat wisata dan tokoh sejarah Kabupaten Sumedang menjadi sumber inspirasi pembuatan produk cinderamata. Cinderamata memiliki tiga syarat yaitu sebagai objek, kenangan dan hadiah. Objek memiliki nilai didalamnya atau simbol dari pengalaman seseorang di satu tempat/wilayah. Penelitian penciptaan dan penyajian seni ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan penciptaan eksplorasi, eksperimen dan finalisasi produk. Hasil penelitian penciptaan dan penyajian seni ini menjelaskan proses penciptaan cinderamata ikon Sumedang yaitu Menara Loji Jatinangor,  Monumen Lingga, Pangeran Aria Soeria Atmadja dan benda-benda pusaka yang menjadi koleksi Museum Geusan Ulun yaitu Mahkota Binokasih yang pernah dipakai oleh Prabu Geusan Ulun, dan wisata kuliner yang sudah terkenal yaitu Tahu Sumedang. Sumber penciptaan yang dipilih berupa tempat, benda dan makanan khas Sumedang dikarenakan benda-benda tersebut memperlihatkan kekhasan Kabupaten Sumedang membedakan  dengan peninggalan sejarah di daerah lain

    STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN FILM INDIE: MODEL PEMASARAN DAN DISTRIBUSI FILM INDIE INDONESIA

    Get PDF
    AbstrakFilm independent atau yang lebih akrab disebut dengan film indie secara umum adalah film yang diproduksi di luar major label atau perusahaan/production house (PH) film besar. Karena tidak dipasarkan melalui jalur distributor komersial, maka para sineas film indie harus cerdas dan intuitif dalam mencari peluang-peluang untuk memasarkan karya mereka kepada khalayak luas. Hal inilah yang menarik minat penulis untuk melakukan riset mengenai strategi komunikasi pemasaran film indie Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran film indie Indonesia. Teknik wawancara, observasi, studi pustaka dan Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk mengumpulkan data-data riset yang dibutuhkan. Penulis telah melakukan wawancara dan FGD dengan beberapa produser, sutradara dan aktivis/pengkaji film indie di 3 kota besar di Indonesia (Yogyakarta, Jakarta dan Makassar). Hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas para sineas film indie di Indonesia menjadikan festival-festival film (baik nasional maupun internasional) sebagai media pemasaran utama bagi karya-karya mereka. Selain menggunakan festival film sebagai ajang promosi, para sineas film indie Indonesia juga menggunakan beberapa media/cara lain, yaitu melalui ruang putar alternatif, media sosial, website yang memasarkan film-film alternatif, digital TV platform, roadshow, dan melalui press screening.Kata Kunci: Film; Indie; Komunikasi; Pemasaran AbstractMarketing Communication Strategy of Indie Film: Marketing Model and Distribution of Indonesia Indie Film. Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced by non-major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial distributor line, indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for opportunities to promote their work to a wide audience. The authors interested to do research on the marketing communication strategy of Indonesia indie films. Based on the description, the purpose of this research in this article is to explore the marketing communication strategy of Indonesia indie films. The authors has conducted interviews and FGDs with several producers, directors and indie film activists/reviewers in three cities in Indonesia (Yogyakarta, Jakarta and Makassar). The research results show that Indonesian’s indie filmmakers utilises film festivals (both national and international) as the main marketing medium for their works. In addition, indie film producers also use alternative media, such as social media, websites, digital TV platforms, roadshows, and through press screening.Keywords: Film; Indie; Communication; Marketin

    Revisionist Architecture

    Get PDF
    This paper introduces the reconciliation as well as an analysis on the divide between contemporary and classical aesthetics in architecture. The analysis outlines the segmentation as one of standards rather than of aesthetic appeal, concluding with a proposal for the reconciliation by means of integrating modern and contemporary art into today’s architecture. This reconciliation would not only serve as an artistic take on architecture, but also raise awareness on the subjectivity of beauty in architecture. In the conclusion of this paper, there are highlighted illustrations demonstrating the picturesque outcome of using this proposed method of integration

    145

    full texts

    155

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Urban Society's Arts
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇