610 research outputs found

    INCREASING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY THROUGH GROUP WORK

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan berbicara siswa setelah diajar menggunakan group work. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan disain one group pretest postest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas dua SMA. Data dianalisa menggunakan formula t-test. Nilai rata rata pada pre test adalah 52.4 dan post test adalah 69,1 atau meningkat sekitar 16,7. Itu terbukti bahwa nilai siswa meningkat dengan signifikan karena t-ratio lebih tinggi daripada t table 28.502> 2.0423), p 2.0423), p<0.05 (p=0.000). It can be concluded that this technique was effective for teaching speaking ability.Keywords: effective, group work, increase, speaking ability, teaching speakin

    THE EFFECT OF ATTITUDE TO THE STUDENTS' SPEAKING ABILITY

    Get PDF
    Penelitian ini adalah tentang efek dari sikap terhadap kemampuan berbicara bahasa inggris siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari perbedaan antara dua jenis sikap yaitu positif dan negative terhadap kemampuan berbicara. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas 2 SMA. Penelitian ini menggunakan ex post facto disain. Penulis menggunakan kuisioner untuk mengetahui sikap siswa dan memberikan tes berbicara untuk mengukur kemampuan siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sikap positif siswa lebih bagus dalam kemampuan berbicara daripada sikap negatif. Siswa yang memiliki sikap positif memiliki nilai tertinggi untuk nilai berbicara secara umum, yaitu 75.87. nilai pelafalan 73.89, kelancaran 74.67, dan nilai pemahaman 76.00. Ini berarti bahwa sikap positif memiliki efek yang bagus dalam kemampuan berbicara siswa. Signifikansi 0.00 < 0.05, ini berarti ada perbedaan yang signifikan dari kemampuan berbicara siswa antara siswa yg memiliki sikap positif dan negative. This research is about the effect of attitude to the students’ speaking ability.  The objective of this research is to find out the differences between two types of attitude (positive and negative) to their speaking ability. The population of this research was the second year students of senior high school. This research used ex post facto design. The writer used questionnaire to know the students’ attitude and gave an oral test to measure the students’ speaking ability. The result showed that positive students were more successful in English speaking ability rather than negative and middle types of students. Positive students got the highest score 75.87 for general speaking, pronunciation (73.89), fluency (74.67), and comprehensibility (76.00). It means that the positive students had a positive impact on students’ ability in speaking. The significant was 0.000 < 0.05, means that there is a significance difference of English speaking ability between positive and negative students. Keywords: ability, attitude, effect, speakin

    INCREASING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY THROUGH ROLE PLAY IN MAN 1 BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Salah satu keterampilan berbahasa yang paling penting untuk dikuasai dalam pemenuhan fungsi bahasa adalah berbicara. Kita dapat menggunakan berbagai macam teknik untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah main peran. Main peran dapat menciptakan simulasi kondisi nyata dimana bahasa digunakan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah main peran dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Peneliti menggunakan desain pre-test and post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 58.25 (pretest) ke 70.38 (posttest) dan nilai signifikansi berada dibawah 0.05 yang berarti peningkatan yang terjadi signifikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa main peran merupakan salah satu teknik yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa.One of the most important language skills to be mastered is speaking. We can use various fun and effective methods and techniques to increase students’ speaking ability. One of the methods can be used known as role play. Role play can provide the real reflection of condition in real life where the language used. That is why the objective of this research was to see whether role play can improve students’ speaking ability. The researcher used pre-test and post-test design in this research. Based on the data, the researcher found that there were significant improvements in students’ speaking performance. The data shows that the mean improved from 58.25 (pretest) to 70.38 (posttest) and the value of significance (2 tailed) was 0.000 and the sign < α (0.000 < 0.05). It can be said that role play can be used as one of the most suitable techniques in teaching speaking in order to increase students’ speaking ability.Keywords: role play, speaking ability, teaching speaking

    THE IMPLEMENTATION OF DRAMA IN TEACHING SPEAKING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah siswa di kelas VIII SMPN 3 Batang Hari Nuban Lampung Timur akan mampu menerapkan drama bahasa Inggris dalam hal verbal komponen yaitu articulation, pronunciation, fluency and accuracy (grammar & vocabulary). Subjek penelitian ini adalah kelas VIIIA dengan 24 siswa. Ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang difokuskan pada analisis produksi berbicara siswa dengan melihat kriteria evaluasi untuk berbicara dalam drama yang dikemukakan oleh Stanishlavski (1989). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,33% siswa mampu menerapkan drama bahasa Inggri sdalam hal verbal komponen terdiri dari articulation, pronunciation, fluency and accuracy (grammar & vocabulary) dan sisanya 16,66% siswa masih rendah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa accuracy (grammar & vocabulary) adalah yang paling mudah sedangkan yang paling bermasalah adalah fluency. Dapat disimpulkan bahwa drama dan komponen verbalnya dapat diaplikasikan oleh siswa di pembelajaran berbicara.This research was aimed at finding whether the students at the second grade of SMPN 3 Batang Hari Nuban East Lampung would able to apply English drama in terms of verbal components of articulation, pronunciation, fluency and accuracy (grammar & vocabulary). The subject of this research was class VIIIA with 24 students. This was descriptive qualitative research which focused on the analysis of students’ speaking production by seeing the criteria of evaluation for speaking in drama proposed by Stanishlavski (1989). The result showed that 83.33% students were able to apply English drama in terms of verbal components of articulation, pronunciation, fluency and accuracy (grammar & vocabulary) and the rest of 16.66% students were still poor. The result also showed that accuracy (grammar & vocabulary)is the most applicable whereas most problematic is fluency. It could be concluded that drama and its verbal components are applicable for students in speaking class.Keywords: drama, implementation, speaking

    THE DIFFERENCE BETWEEN SUCCESSFUL AND UNSUCCESSFUL LEARNERS IN ENGLISH LISTENING'S LEARNING STRATEGIES

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan antara siswa yang berhasil dan tidak berhasil, dalam penggunaan strategi kemampuan mendengarkan bahasa Inggris yang berbeda. (2) Strategi belajar yang paling efektif, dan (3) strategi belajar yang paling sering digunakan siswa dalam mendengarkan. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Independent t-test digunakan untuk menganalisis data kemampuan mendengar siswa dan strategi belajar dalam taraf signifikan 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang berhasil dan tidak berhasil dalam menggunakan strategi kognitif (p= 0.02) dan social strategi (p= 0.02) namun, tidak ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang berhasil dan tidak berhasil dalam menggunakan metakognitif strategi (p=0.065). (2) Strategi belajar paling efektif dalam kemampuan mendengarkan adalah strategi metakognitif. (3) Strategi sosial adalah yang paling sering digunakan siswa dalam kemampuan mendengarkan bahasa Inggris.This present study aimed to investigate (1) difference between successful and unsuccessful learners in using different learning strategies in English listening skill (2) The most effective learning strategy in students’ listening skill, and (3) The most frequent learning strategy used by the students in listening. This is a quantitative study. The samples of the study were the learners at the second grade of SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Independent t-test was used to analyze the data at the significant level of 0.05. The result showed that (1) there is significant difference between successful and unsuccessful learners in using cognitive (p=0.02) and social (p=0.02). There is no significant difference between successful and unsuccessful learners in using meta-cognitive (p=0.065). (2) The most effective learning strategy in listening skill is meta-cognitive strategy. (3) Social strategy is the type of learning strategies mostly used by the students.Keywords: learning strategy, listening skill, successful learners, unsuccessful learner

    THE USE OF SMALL GROUP DISCUSSION TECHNIQUE TO INCREASE STUDENTS’ READING COMPREHENSION

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan apakah ada peningkatan yang signifikan pada pemahaman membaca siswa setelah diajarkan dengan menggunakan tekhnik small group discussion. Penelitian ini dilakukan dikelas IXB yang berisi 26 siswa. Penelitian ini menggunakan one-group pretest posttest design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa membaca teks anecdote dengan menggunakan tekhnik small group discussion meningkat. Nilai rata-rata siswa mencapai 13.61, di mana nilai rata-rata siswa pada pretest adalah 51.80 menjadi 65.42 pada posttest. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman membaca siswa setelah mereka diajarkan dengan menggunakan teknik small group discussion.The aim of the research was to find out whether there is any significant increase of students’ reading comprehension achievement after being taught by using small group discussion technique. The sample of the research is IXB that consisted of 26 students. The research uses one-group pretest posttest design. The result shows that the students’ reading comprehension of anecdote text by using small group discussion technique increased. The gain of the students’ mean score of pretest and posttest was 13.61 where the students’ mean score was 51.80 in the pretest and 65.42 in the posttest. It can be concluded that there is a significant increase of students’ reading comprehension achievement after they were taught by using small group discussion technique.Keywords: anecdote text, reading comprehension, small group discussio

    THE IMPLEMENTATION OF RECIPROCAL TEACHING TECHNIQUE TO IMPROVE THE STUDENTS' READING COMPREHENSION ACHIEVEMENT

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada prestasi pemahaman membaca dan untuk mengetahui tanggapan siswa pada siswa sebelum dan setelah pemberian teknik pembelajaran reciprocal. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas tiga SMPN 2 natar. Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test satu kelompok dan para siswa diajar sebanyak tiga kali. Data dianalisa dengan menggunakan t-test Pengukuran Berulang. Pada pre-tes, nilai rata-rata adalah 52.74 dan menjadi 69.63 pada post test. Ini berarti bahwa ada peningkatan sebesar 16.89. Hasil t-test menunjukkan bahwa t-ratio lebih tinggi daripada t-table (16.698 > 2.042) dengan signifikan level p 2.042) with the level of significant is p < 0.05 and significant two tail is p=0.000. It can be said that reciprocal teaching technique improves the students’ reading comprehension and gives a positive response.Keywords: improve, reciprocal teaching technique, reading comprehensio

    ANALYZING STUDENTS' PERCEPTION ON 2013 CURRICULUM IMPLEMENTATION IN ENGLISH TEACHING LEARNING PROCESS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa tentang proses belajar mengajar pada pelaksanaan kurikulum 2013. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain quantitative dan qualitative. Sampel dipilih secara acak dengan menggunakan lotere yaitu 80 siswa dari kelas tujuh di SMP N 2 Bandar Lampung.  Data diperoleh dengan menggunakan observasi dan kuesioner yang mencakup lima topik antara lain guru, metode pengajaran bahasa inggris, pendukung pembelajaran, evaluasi, dan belajar dalam lingkungan. Peneliti menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi dalam menganalisis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima topik yang ada pada kuesioner memiliki persepsi positif dari para siswa. Yang pertama yaitu guru (56.56%), metode pembelajaran bahasa inggris (35.05%), pendukung pembelajaran (56.81%), evaluasi (55.71%), dan belajar dalam lingkungan (55.86%). Dapat disimpulkan bahwa kurikulum 2013 memiliki dampak yang baik pada siswa dalam proses pembelajaran.This research was aimed to determine the students’ perception about teaching learning process on the implementation of 2013 curriculum. This study was conducted by using quantitative and qualitative design. The sample was chosen randomly by using lottery that was 80 students at the seventh grade of SMP N 2 Bandar Lampung. The data were gained by using observation and questionnaire that covers on five topics such as: the teacher, English teaching method, learning support, evaluation, learning in environment. The researcher used mean and standard deviation in analyzing the data collected. The results showed that the five topics on the questionnaire had a positive perception of the students. The first is the teacher (56.56%), English teaching method (35.05%), learning support (56.81%), evaluation (55.71%), and learning in environment (55.86%). It can be concluded that the 2013 curriculum has a good impact on students in the learning process.Keywords:  2013 curriculum, implementation, perceptio

    THE IMPLEMENTATION OF TASK-BASED LEARNING TO IMPROVE STUDENTS' READING COMPREHENSION

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) apakah implementasi TBL di dalam teks recount dapat meningkatkan nilai membaca komprehensif siswa, 2) opini siswa tentang penggunaan TBL dalam mengajar membaca komprehensif, 3) masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran membaca komprehensif dengan menggunakan TBL. Data dikumpulkan melalui tes membaca, wawancara, kuesioner, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata dari pre-test adalah 46,8 dan nilai rata-rata dari post-test adalah 65,60, dengan nilai penambahan 18,8. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa hipotesis diterima (p=0.000, p<0.005), t-value 7,714. TBL telah meningkatkan kemampuan membaca komprehensif siswa dalam semua aspek. Opini-opini siswa tentang implementasi TBL dalam membaca komprehensif bagus. Para siswa memiliki masalah dengan batas waktu dan jumlah gambar.This study is aimed at finding out: 1) whether there is any significance increase of students’ reading comprehension achievement after the application of TBL for teaching reading comprehension, 2) the students’ opinions about the use of TBL, and 3) the problems faced by the students in learning reading comprehension through TBL. The data were obtained from the reading tests, interview, questionnaire, and observation. The results show that the students’ mean score of the pre-test is 46.8 and their mean score of the post-test is 65.60, in which their gain score is 18.8. The result of the hypothesis test showed that the hypothesis of this research was accepted (p<0.05,p=0.000), t-value was 7.714. TBL increased the students reading comprehension ability in all of its aspects. The students’ opinions about the implementation of TBL in reading comprehension were good. The students had problems in time limit and amount of picture.Keywords: reading comprehension, recount text, task-based learnin

    THE IMPLEMENTATION OF GROUP WORK IN TEACHING LISTENING COMPREHENSION

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan pemahaman mendengarkan siswa dan untuk meneliti masalah-masalah yang dihadapi siswa yang diajarkan melalui teknik grup kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIIIU2 sebagai kelas try-out dan kelas VIIIIT sebagai kelas penelitian. Penelitian ini menggunakan model one group pretest posttest melalui tiga kali pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretes siswa adalah 62.28 dan nilai postes adalah 70.24. Ini artinya diperoleh peningkatan 7.80. T-test menyatakan bahwa hasil t-ratio lebih tinggi daripada t-table (6.748>2.060) dengan signifikansi (p2.060) with the level of significant (p< .05, p = .000). The problems of the students in teaching listening comprehension were vocabulary, their memory, their ability in listening, and comfortability level. It can be concluded that there is an improvement of the students’ listening comprehension after being taught using group work.Keywords: group work technique, listening comprehension, narrative tex

    541

    full texts

    610

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    U-JET
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇