U-JET
Not a member yet
610 research outputs found
Sort by
STUDENTS’ LISTENING ACHIEVEMENT TAUGHT THROUGH DIALOGUE VIDEO AND ANIMATION MOVIE
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara film animasi dan video percakapan yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan mendengar siswa. Sampel penelitian ini diambil dari siswa kelas XI IPA 2 dan IPA 3 di SMAN 12 Bandar Lampung. Pembelajaran melalui film animasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas pertama mengalami peningkatan angka dari 62.8 menjadi 67.46 (4.66 poin) dan pembelajaran melalui video percakapan siswa kelas kedua mengalami peningkatan angka dari 54.9 menjadi 57.60 (2.7 poin). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada satupun dari kedua media yang menunjukkan nilai yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan mendengar siswa.The purpose of this research was aimed to find out which media that was better to improve students’ listening ability using animation movie and dialogue video. The sample of this research was taken from the students of SMAN 12 Bandar Lampung XI IPA 2 and XI IPA 3. By teaching through dialogue video and animation movie, it was found that mean score of experimental class one was increased from 62.8 to 67.46 (4.66 points). On the other hand, mean score of experimental class two was increased from 54.9 to 57.60 (2.7 points). The result showed that none of both media which can be used significantly to increase students’ listening achievement.Keywords: animation movie, dialogue video, students’ listening achievement
CORRELATION BETWEEN LLS OF READING AND STUDENTS' READING ENGLISH AND INDONESIAN ACHIEVEMENT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan strategi belajar dalam membaca terhadap hasil membaca Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, di mana penulis menganalisis dan memaparkan strategi belajar siswa yang digunakan dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam kuesioner strategi belajar. Subyek penelitian ini adalah siswa XII IPA1 dan XII IPS4 berjumlah 59 orang. Penulis memberikan kuesioner untuk mengklasifikasikan strategi belajar siswa dalam Bahasa Indonesia, terdiri dari 20 pertanyaan tentang strategi kognitif, metacognitif dan sosial. Hasilnya menunjukan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara strategi membaca siswa dengan prestasi siswa. Namun, sebagian besar siswa menggabungkan strategi belajar. Rata-rata nilai strategi belajar yang dipilih, kognitif, metakognitif, dan sosial adalah 3.36 dan 3.38, 3.55 dan 3.62, 3.07 dan 3.19.The objective of this research was to find out the correlation of learning strategies in reading toward reading achievement in Indonesian and English subject. This research used descriptive analysis in which the writer analyzed and described students language learning strategies that was used in Indonesian and English subject on language learning strategies questionnaire. The subjects of this research were class XII IPA 1 and XII IPS 4 that consists of 59 students. The writer distributed questionnaire to classify students' learning strategies in Bahasa which consists of 20 questions about cognitive, metacognitive, and social strategies. The result showed there was no significant correlation between students' strategies in reading and students achievement, but most of students combine each strategy in learning process. The mean score of learning strategies preferences, cognitive, metacognitive, and social strategies are 3.36 and 3.38, 3.55 and 3.62, 3.07 and 3.19.Keywords: achievement, language learning strategies, reading comprehension
THE USE OF PICTURE SERIES TO INCREASE STUDENTS’ SPEAKING ABILITY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan picture series untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam procedure text di kelas tiga SMPN 1 Gadingrejo dan aspek yang paling meningkat. Subjek penelitian ini adalah kelas IX.5 dengan jumlah siswa 30 orang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain one group pretest-posttest. Kemampuan berbicara siswa akan diberi nilai berdasarkan aspek micro skill yaitu pronunciation, vocabulary, dan grammar kemudian dianalisa dan dihitung dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari pretest dan posttest meningkat dengan signifikan dari 47,47 ke 62,93 dan level signifikansi 0,00 (<0,05). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa vocabulary adalah aspek yang paling meningkat dengan peningkatan sebesar 7,10. Dapat disimpulkan bahwa picture series dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbicara, khususnya procedure text.. Untuk penelitian mendatang disarankan untuk fokus ke aspek macro skill. This research was aimed at investigating the use of picture series to increase students’ speaking ability in procedure text at the third grade of SMPN 1 Gadingrejo and what the most increasing aspect is. The subject of this research was class IX.5 with 30 students. This was quantitative research with one group pretest-posttest design. Students’ speaking were given score based on micro skill aspects they are pronunciation, vocabulary, and grammar then analyzed and computed by using SPSS. The result showed that the mean score from pretest and posttest increased significantly from 47.47 to 62.93 and the significant 2-tailed was 0.00 (<0.05). The result also showed that vocabulary is the most increasing aspect with the increase about 7/10. It could be concluded that picture series is able to be used as a learning media for speaking, especially for procedure text. For the further research is suggested to focus on speaking macro skill aspects.Keywords: picture series, procedure text, speaking ability
CORRELATION BETWEEN GRAMMAR MASTERY AND DESCRIPTIVE WRITING ABILITY
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah ada hubungan antara penguasaan tata bahasa siswa terhadap kemampuan menulis deskripsi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes penguasaan tata bahasa dan tes menulis deskripsi. Hasil dari analisis menunjukan bahwa ada korelasi antara penguasaan tata bahasa siswa dan kemampuan menulis deskripsi mereka sebesar 0.868 pada level signifikan dari 0.05 dengan nilai r tabel 0.361 dan nilai p nya 0.000. Hubungan antara penguasaan tata bahasa siswa dan kemampuan mereka dalam menulis deskripsi dikatakan signifikan karena korelasi koefisien lebih tinggi dibandingkan dengan nilai r tabel (0.868> 0.61) dengan p (probability) 0.000 yang lebih kecil daripada 0.05. Semakin baik penguasaan tata bahasa seseorang maka semakin baik pula kemampuan menulis nya. Jadi, seseorang yang ingin memperbaiki kemampuan menulisnya harus mempelajari tata bahasa.The objective of this research is to find out whether there is correlation between the students’ grammar mastery and their descriptive writing ability. The instruments to collect the data were grammar mastery test and descriptive writing test. The result of the analysis shows that there is a correlation of the students’ grammar mastery and their descriptive writing to 0.868 at the significant level of 0.05 with the critical value of r table 0.361 and p was 0.000. The correlation of the students’ grammar mastery and their descriptive writing ability is significant since the coefficient correlation is higher than the critical value of r table (0.868 > 0.361) with p 0.000 which is less than 0.05. The better one’s grammar mastery the better his or her writing ability. Therefore, those who want to improve their writing ability should learn grammar.Keywords: correlation, descriptive writing ability, grammar master
ANALYZING STUDENTS’ COMMUNICATION STRATEGIES IN RELATION WITH STUDENTS’ LEARNING STRATEGIES
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan (1) jenis strategi berkomunikasi yang paling banyak digunakan siswa kelas X di SMAN (2) jenis strategi belajar siswa yang paling banyak diterapkan (3) perbedaan siknifikan diantara strategi belajar dan strategi berkomunikasi dan (4) pola strategi berkomunikasi yang dipengaruhi oleh strategi belajarnya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 31 siswa. Penelitian ini menggunakan desain factorial. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner strategi belajar dan tugas berbicara. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) teknik pengulangan mandiri menjadi strategi berkounikasi yang paling banyak digunakan, (2) strategi belajar kognitif menjadi strategi yang paling banyak ditrapkan, (3) tidak ada hubungan yang signifikan antara strategi berkomunikasi dan strategi belajar (4) terdapat pola dalam penggunaan strategi berkomunikasi berdasarkan strategi belajar.The objectives of this research were aimed at finding (1) the communication strategies which were mostly used by students, (2) learning strategies which were mostly used,(3) the significant difference in the use of communication strategies based on learning strategies, and (4) the pattern of communication strategies based on learning strategies. the subject of this research was the first grade students in class X2 of SMAN, consisting 30 students. This research used ex post facto design. the data were collected through questionnaires of learning strategies and speaking task. The result showed that (1) self repetition became the mostly used communication strategies, (2) cognitive strategies were the most implemented learning strategies, (3) there was no significant difference in the use of communication strategies based on learning strategies, and (4) there were some patterns in the use of communication strategies related to learning strategies.Keywords: cognitive strategy, communication strategies, learning strategies, meta-cognitive strategy, social strategy
THE EFFECTIVENESS OF TEACHING LISTENING COMPREHENSION THROUGH ENGLISH SONGS AT ELEVENTH GRADE
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas mengajar pemahaman mendengar melalui lagu berbahasa inggris dan menemukan masalah yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan one-grup-pretest-posttest desain. Sample penelitian ini adalah kelas XI. Data diambil melalui pre test, post test, perlakuan dan iterviu. Hasil menunjukan rata-rata nilai mean siswa dari post-test 65.3. lebih tinggi dari pretest 53.6, dengan peningkatan sebesar 10.5. Hasil t-test menunjukan signifikan p<05, p=,000. Disamping itu, masalah yang dihadapi siswa yaitu: konsentrasi, memahami kata/frase, membedakan pola kalimat, penanda wacana, kecepatan berbicara dan panjangnya lagu. Namun, setelah berlatih, siswa secara bertahap mulai dapat memahami materi dan mampu mengatasi masalah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa: lagu berbahasa inggris dapat meningkatkan pemaham mendengar siswa dan mampu mengatasi masalah yang siswa hadapi selama belajar. This aim of this research was to find out whether there is significant improvement of students’ listening ability and to find out the problems faced by the students. This research used one-grup-pretest-posttest design. The sample was eleventh grade. The data were taken by pretest, posttest and interview. The result showed that students’ mean score of posttest was 65.3. that was higher than pretest 53.6. with the gain 10.5. The test revealed that the result was significant p<05, p=,000. Besides that, the problems faced in learning were students’ low concentration, understanding the difficult words/phrases, distinguishing sentence pattern and discourse marker, unable keeping up with the speaker’s speed and song materials were long. However, after practicing dialogues frequently, the students started comprehending the materials were able to overcome those problems. Therefore, it could be concluded that: English songs could improve the students’ listening comprehension better and overcome the problems the students faced during treatment.Keywords: listening ability, productive skill, receptive skil
THE IMPLEMENTATION OF NARRATIVE STORYTELLING IN TEACHING SPEAKING
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah terdapat peningkatan pada kemampuan berbicara siswa setelah penerapan teknik storytelling, dan untuk menemukan aspek berbicara yang mengalami peningkatan paling signifikan setelah penerapan teknik storytelling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas satu SMKN2 Bandar Lampung. Peneliti menggunakan one group pretest postest design. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata pada pretest adalah 47,67, dan nilai rata-rata pada posttest adalah 60,90, jadi peningkatanya adalah 13,23. Kedua, kelancaran adalah aspek berbicara yang mengalami peningkatan paling signifikan. Hasil dari analisa yang dilakukan memperlihatkan bahwa penerapan teknik storytelling dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Dan berdasarkan dari temuan, peneliti menyarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menggunakan storytelling dalam pengajaran Bahasa Inggris karena dapat membuat kemampuan berbicara siswa menjadi lebih baik.The aim of this research is to find out whether there is an increase on students speaking skill after the implementation of narrative storytelling technique, and to find out the aspect of speaking that increases the most after the implementation of narrative storytelling technique. The sample of this research was the first grade students of SMKN 2 Bandar Lampung. The researcher used one group pretest-posttest design in this research. The result of this research firstly finds that the average score in pretest is 47.67, and the average score in posttest is 60.90, the increase is 13.23. Second, fluency is the aspect of speaking that increases the most after the implementation of storytelling. The results analysis show that the implementation of storytelling can increase students speaking skill. Based on the finding, the researcher suggests the English teacher to implement storytelling in teaching speaking, because it can make students speaking skill getting better.Keywords: speaking skill, storytelling in teaching speaking, storytelling technique
THE IMPLEMENTATION OF QUESIONING TECHNIQUE TO INCREASE STUDENTS' READING COMPREHENSION ABILITY
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan apakah ada peningkatan yang berarti dalam kemampuan membaca pemahaman siswa setelah diajar menggunakan teknik bertanya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Natar Lampung Selatan, dan kelas VIIIC yang terdiri dari 32 siswa sebagai sampel. Data diperoleh dari nilai pretest-posttest dan dianalisis dengan menggunakan t-test melalui SPSS versi 17.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa adalah 54.52 sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 65.00. Nilai signifikan (p=0.000, p<0.005), nilai t 10.48. Ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Berdasarkan data analisis dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan yang berarti dari pencapaian dalam kemampuan membaca pemahaman siswa setelah diajarkan dengan menggunakan teknik bertanya.The aim of this research is to find out whether there is any significant increase of students’ reading comprehension ability after being taught using questioning technique. The population of this reseach were the second year of SMPN 2 Natar Lampung Selatan, and VIIIC consisted 32 students as sample. The data were collected by using pretest-posttest design and analyzed using Repeated Measure t-test with Statistical Package for Social Sciences (SPSS) version 17.0. The result shows that the students’ mean score of pretest is 54.52 while the mean score of posttest is 65.00. The significant value was (p=0.000, p<0.005), t-value was 10.48. It showed that hypothesis was accepted. It is concluded that there is any significant increase of students’ reading comprehension ability after being taught using questioning technique.Keywords: questioning technique, reading comprehension ability, short functional text
THE EFFECTIVENESS OF USING RAPQ TECHNIQUE IN IMPROVING STUDENTS’ READING COMPREHENSION
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek membaca yang meningkat paling besar setelah diajar menggunakan RAPQ dan untuk mengetahui tanggapan siswa pada siswa sebelum dan setelah pemberian teknik pembelajaran RAPQ. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas dua SMPN. Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test satu kelompok dan para siswa diajar sebanyak tiga kali. Data dianalisis dengan menggunakan t-test Pengukuran Berulang. Pada pre-tes, nilai rata-rata adalah 53,4 menjadi 69,86 pada post test. Ini berarti bahwa ada peningkatan sebesar 16,45. Hasil t-test menunjukkan bahwa t-ratio lebih tinggi daripada t-table (7,849 > 2,042) dengan signifikan level p 2.042) with the level of significant is p < 0.05 and significant two tail is p=0.000. It can be said that RAPQ teaching technique improves the students’ reading comprehension and gives a positive response. Keywords: improve, RAPQ teaching technique, reading comprehensio
THE EFFECT OF CHORAL READING TECHNIQUE ON STUDENTS’ ENGLISH CONSONANTS PRONUNCIATION
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ada efek signifikan dari penerapan choral reading pada pembelajaran pelafalan konsonan Bahasa Inggris. Dalam penelitian ini, desain yang digunakan adalah kuantitatif dengan one group pretest posttest. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E di SMPN 1 Raman Utara tahun ajaran 2013-2014. Peneliti menggunakan tes pelafalan pada pretes dan postes dalam bentuk kata tunggal untuk sepuluh konsonan Bahasa Inggris. Analisis data menggunakan t-test untuk mengukur tingkat signifikansi antara pretes dan postes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa pada pretes adalah 11.15 dan pada postes 15.5, di mana peningkatannya adalah sebesar 4.35. Selain itu, dari hasil perbandingan antara pretes dan postes mencapai p=0.00 serta t-hasil 8.065 lebih besar dari t-tabel 2.093. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa teknik choral reading membawa efek yang signifikan pada pelafalan konsonan Bahasa Inggris siswa.The objective of the research was to find out whether choral reading technique brought a significant effect on students’ English consonant pronunciation. This research used quantitative design with one group pretest posttest design. The subject of the research was students of VIII E class as the second year students of SMPN 1 Raman Utara in academic year 2013-2014. The researcher used pronunciation test in form of isolated words for ten English consonants. The data was analyzed by utilizing t-test to prove the significance between pretest and posttest. The result showed that the mean score of students pronunciation in pretest as many as 11.15 while in posttest as many as 15.5 where the increase as many as 4.35. In addition, the value of p=0.00 also the t-value 8.065 was higher than t-table 2.093. From the result of data analysis, it can be stated that choral reading technique gives a significant effect on students’ English consonants pronunciation.Keywords: choral reading, effect, english consonant, pronunciation