U-JET
Not a member yet
610 research outputs found
Sort by
IMPROVING VOCABULARY THROUGH DUOLINGO APPLICATION IN CALL AT THE SEVENTH GRADE OF SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan Duolingo Application dapat meningkatkan kemampuan kosa kata bahasa Inggris pada siswa SMP kelas 7. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu kelas dan mengaplikasikan bentuk eksperimen dengan menggunakan satu grup pretest dan posttest. Peneliti menemukan bahwa Duolingo Application dapat digunakan dalam pengajaran kosa kata Bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 61.15 menjadi 77.25. Hipotesis telah dianalisis pada level signifikan 0.05, dan hasilnya menunjukan bahwa t-value sebesar 14.461 dan sig.2-tailed sebesar 0.000. Artinya hipotesis telah diterima dan Duolingo Application dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kosa kata siswa. Peneliti menyarankan kepada guru bahasa Inggris untuk menggunakan Duolingo Application sebagai media dalam pengajaran kosa kata bahasa Inggris karena aplikasi ini dapat membuat siswa lebih tertarik dalam proses dan aktivitas pembelajaran.This research is aimed at investigating whether the implementation of Duolingo Application can improve students English vocabulary achievement for the student at seventh grade of SMP. This research was conducted in one class and applied pre-experimental design that was one group pretest and posttest. The researcher found that Duolingo Application can be used in teaching English vocabulary. The result showed that students mean score improves from 61.15 up to 77.25. The hypothesis was analyzed at significant level of 0.05, and the result showed that t-value was 14.461 and the sig.2-tailed 0.000. It means that hypothesis was accepted and Duolingo Application can be used to improve students achievement in vocabulary. The researcher suggests the English teachers to use Duolingo Application as the media in teaching English vocabulary because it can make students more interested in the teaching and learning activity.Key words: duolingo, computer-assisted language learning, learning vocabular
AUTHENTIC AND SIMPLIFIED MATERIALS ON STUDENTS WRITING ABILITY OF RECOUNT TEXT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan pada kemampuan siswa dalam menulis teks recount dengan menerapkan materi autentik dan materi yang disederhanakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang telah dilakukan pada 32 siswa dari X IPA2 sebagai kelas percobaan 1 dan 32 siswa dari X IPA3 sebagai kelas percobaan 2 di SMA Negeri 3 Metro. Dalam pengumpulan data, peneliti memberikan pre-tes dan post-tes untuk menganalisis peningkatan nilai siswa. Data dianalisis menggunakan Independent Group t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang berarti pada kemampuan siswa dalam menulis teks recount dengan menerapkan materi autentik dan materi yang disederhanakan dalam 3 aspek menulis, yaitu: isi, penggunaan bahasa, dan kosakata. Maka, penelitian ini menyarankan guru agar lebih kreatif dalam mengaplikasikan materi yang sesuai sehingga siswa dapat menulis teks recount dengan baik.The objective of this research was to find out whether there is different students writing ability of recount text who were taught by using authentic materials and simplified materials. This research used quantitative method which had conducted to 32 students in X IPA2 as experimental class 1 and 32 students in X IPA3 as experimental class 2 at Senior High School Negeri 3 Metro. In collecting the data, the researcher gave pre-test and post-test to analyze the increase of students score. The data were analyzed by using Independent Group t-test. The results showed that there was significant difference on students writing ability of recount text who are taught through authentic and simplified materials in terms of 3 aspects of writing; content, language use, and vocabulary. Thus, this research recommends the teacher to be more creative in applying the appropriate materials to make the students write recount text well.Keywords: authentic materials, simplified materials, writing, recount tex
USING MOVIE SCRIPT IN TEACHING READING TEXT AT THE SECOND GRADE OF SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana movie scriptdigunakan dalam pembelajaran membaca dan untuk mencari masalah yang ditemukan oleh siswa dan guru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 siswa yang dianalisis secara kualitatif. Data didapatkan melalui dua instrumen yaitu observasi kelas dan kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat beberapa aktifitas yang aktif dan menarik dalam proses pembelajaran namun terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa guru dapat mengajar siswa secara kreatif dan inovatif sedangkan siswa tertarik untuk mempelajari teks membaca secara berbeda dalam penggunakan movie script sebagai media.This research was conducted to describe how movie script was used in reading text class and to find out the students and teachers problems in using movie script in reading texts. The subject of the reseach was the second grade students numbering of 40 students which were analyzed qualitatively. The data were collected by using two instruments: classroom observation note and questionnaire for the students. The result showed that there were some active and interesting activities in the teaching reading process. There are some problems faced by the students and the teacher in the process of teaching learning. However, it can be concluded that by using movie script as a media, the teacher can teach the students creatively and inovatively while the students are interested to learn reading text differently.Keywords: movie script, reading, teaching medi
IMPROVING STUDENTS' READING COMPREHENSION THROUGH WH-QUESTIONS TECHNIQUE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki apakah terdapat perbedaan yang signifikan dari kemampuan siswa dalam memahami bacaan sebelum dan setelah penerapan teknik WH- Questions dan untuk menyelidiki apakah teknik WH-Questions memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam memahami bacaan. Data diperoleh dari pre-test dan post-test untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan siswa dalam memahami bacaan setelah diajar dengan menggunakan teknik WH-Questions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-value lebih tinggi dari t-tabel (7,050> 2,045) dan ? (0,00 2.045) and ? (0.00 < 0.05) meaning there was significance difference between students mean score in pretest and posttest. The highest improvement came from finding detail information aspect. The mean score of this aspect in the pretest was 67 then increased to 85 in the posttest. So, it can be concluded that WH-question technique gave a positive effect to improve students reading comprehension, especially in finding detail information.Keywords: reading comprehension, teaching reading, wh-questions techniqu
THE USE OF TALKING CHIPS TECHNIQUE TO IMPROVE STUDENTS' SPEAKING ABILITY
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan berbicara siswa setelah diajarkan dengan teknik Talking Chips. Pelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dilaksanakan pada kelas XI ISOS 3 berjumlah 32 siswa. Peneliti menggunakan tes berbicara dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan kemampuan berbicara siswa setelah diajarkan dengan menggunakan teknik Talking Chips. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari pretest ke postes yaitu 60 ke 73.3. Selain itu aspek berbicara yang paling meningkat menggunakan teknik ini adalah pemahaman. Hal ini dapat dilihat dari hasil setiap aspek berbicara dimana pemahaman meningkat paling besar yaitu dari 12.6 menjadi 15.8. Oleh karena itu, teknik Talking Chips baik digunakan untuk mengajarkan berbicara terlebih untuk meningkatkan kemampuan pemahaman siswa.This research was aimed at finding out whether there was a significant improvement in students speaking ability after being taught through Talking Chips Technique. This research used quantitative approach and was conducted to 32 students in class XI ISOS 3. The researcher administered speaking test to collect the data. The result showed that there was an improvement in students speaking ability after being taught through Talking Chips Technique. It could be seen from the increase of students mean score from pre-test to posttest, 60 to 73.3. Besides, the most improvement of each speaking aspect was comprehension. This could be seen from the result of each aspect which showed that the highest improvement was comprehension from 12.6 to 15.8. The T-test revealed those result were significant because p < 0.05, p = .000. Thus, Talking Chips Technique is one of the appropriate techniques to improve students speaking ability. Keywords: improvement, speaking ability, talking chips techniqu
THE CORRELATION BETWEEN THE STUDENTS MOTIVATION AND THEIR WRITING ABILITY
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan apakah ada hubungan antara motivasi siswa dengan kemampuan menulis siswa. Desain penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan ex post facto designs. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas dua di SMA Bandar Lampung. Peneliti menggunakan sampel penelitian sebanyak 34 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes motivasi siswa dan tes menulis. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Pearson Product Moment Correlation di SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai r dari motivasi siswa dan kemampuan menulis siswa .921 dan .719. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang significant antara motivasi siswa dan kemampuan menulis siswa. Semakin tinggi motivasi siswa maka semakin tinggi pula kemampuan menulis siswa.The purpose of this study was to find out whether there was a significant correlation between the students motivation and their writing ability. This was quantitative research applied ex post facto designs. The population of this study was the second grade students of SMA Bandar Lampung. The researcher used sample of 34 students. The instruments of this research were numbering of students motivation test and writing test. The collected data were analyzed by using Pearson Product Moment Correlation in SPSS 16.0. The result showed that r of students motivation and their writing ability was .921 and .719. Therefore, it can be concluded that there was significant correlation between students motivation and their writing ability. The higher students motivation, the higher students writing ability will be.Keywords: correlation, motivation, writing ability, writing tes
TEACHING SPEAKING THROUGH DRAMA AT THE SECOND GRADE OF SMA
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana Drama diterapkan dalam mengajar Bahasa Inggris untuk kelas dua di SMA 3 Metro. (2) Untuk mengetahui pendapat para murid tentang drama sebagai tekhnik di kelasberbahasa inggris untuk siswa-siswi kelas dua SMA 3 Metro. (3) Untuk mengetahui masalah dari para murid di kelas Berbahasa Inggris menggunakan teknik drama. Satu dari aktifitas kreatif yang dapat dilakukan oleh para guru penerapan drama. Penelitian secara kualitatif adalah penerapan tehnik drama, sebagian dari siswa tidak merespon pertanyaanpertanyaan dari guru, dan sebagian lagi menyukain kegiatan drama sebagai tehnik dalam kelas berbahasa inggris di kelas dua SMA 3 Metro. Masalah yang ditemukan oleh para murid adalah artikulasi dan pemahaman, mereka takut untuk meningkatkan kemampuan mereka.The objectives of this research are (1) To find out how is drama implement in teaching english speaking at the second grade of SMA 3 Metro?,(2)To find out students perception about drama as a technique in English speaking class at second year of SMA Negeri 3 Metro, (3) to find out what are students problem in speaking class using drama technique. The research design is qualitative. One of the creative activities that can be done by the teachers is applying drama. The qualitative research is implemented drama technique, some of students did not respond the question that gave by teacher. some of students were like to do drama as a technique in speaking class at second grade of SMA Negeri 3 Metro.The problems faced by students are pronunciation and comprehensibility, they were afraid to explore their skill in speaking.Keywords: comprehensibility, drama, pronounciation, speakin
IDENTIFYING LEARNING STRATEGIES BETWEEN SUCCESSFUL AND UNSUCCESSFUL LEARNERS IN READING COMPREHENSION
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi belajar antara siswa yang berhasil dan tidak berhasil dalam kemampuan membaca bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilaksanakan pada kelas 10 SMA Al-Kautsar yang berjumlah 68 siswa. Untuk mengumpulkan data, peneliti memberikan sebuah kuesioner (LLSQ) dan test membaca. Data dianalisis dengan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebagian besar siswa menggunakan strategi kognitif (52,96%), metakognitif (23,52%) dan sosial (23,52%), (2) tidak ada perbedaan signifikan antara siswa yang berhasil dalam menggunakan strategi kognitif dan sosial sedangkan strategi metacognitive memiliki perbedaan signifikan. Ada implikasi untuk strategi-strategi belajar bahasa dalam keterampilan membaca. Oleh karena itu, siswa perlu diinformasikan tentang strategi-strategi belajar dan penggunaan yang tepat dalam membaca karena pemilihan strategi belajar adalah salah satu cara siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa.The research aimed to find out the learning strategy between successful and unsuccessful learners in English reading. This research was a quantitative study and was conducted to 68 learners in first grade of SMA Al-Kautsar. In collecting data, the researcher gave a questionnaire (LLSQ) and reading test. The data was analyzed by using Independent t-test. The results showed that (1) most of students used cognitive strategy (52.96%), metacognitive (23.52%) and social (23.52%), (2) there was no significant difference between successful and unsuccessful learners in using cognitive and social strategy meanwhile metacognitive strategy had significant difference. There was an implication for language learning strategies in reading skill. Thus, the students need to be informed about learning strategies and how to use them appropriately in reading because choosing learning strategies was a students way in improving their skill in reading.Keywords: learning strategies, reading comprehension, successful learner
A COMPARATIVE STUDY BETWEEN STUDENTS CRITICAL THINKING SKILL TOWARDS SPEAKING PARTICIPATION
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan partisipasi berbicara dari siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah. Penelitian ini menggunakan desain comparative study pada ex post facto. Data sampel dipilih dengan menggunakan sistem acak. Sampel diambil dari siswa kelas X SMAN 9 Bandar Lampung yaitu kelas X IPS 2 yang terdiri dari 30 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan dianalisa dengan menggunakan SPSS pada level signifikan 0,05. Hasil menunjukan ada perbedaan partisipasi berbicara pada siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah dengan nilai f adalah 16.256, N berjumlah 30 dan derajat kebebasan (dk) = n-1 sementara f table adalah 3.35 yang berarti Fvalue > Ftable. Oleh karena itu hipotesis penelitian h1 diterima dan hipotesis h0 ditolak.The objective of this research is to find out the difference speaking participation between students with high and low critical thinking skill. The research design used comparative study design of ex post facto design. The samples of the research were selected by using simple random sampling from the students of the first grade of SMAN 9 Bandar Lampung. Class X IPS 2 was chosen as the sample class of this research which consists of 30 students. The data were collected by means of the questionnaire score and were analyzed by using SPSS at the significant level 0.05. The result showed that there was a difference between students with high and low critical thinking skill towards speaking participation. The result showed that F value is 16.256 with N 30 and degree of freedom (df) = n-1 while F table is 3.35. Thus, Fvalue > Ftable. Therefore, the research hypothesis (H1) was accepted and the null hypothesis (H0) was rejected.Keywords: critical thinking skill, students, speaking participatio
AN ANALYSIS OF THE PROCESS OF TEACHING PRONUNCIATION THROUGH SONG
Penelitian ini bertujuan menganalisa proses pengajaran pronunciation menggunakan lagu dan menentukan pengucapan fricatives consonants yang sulit bagi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain triangulasi menggunakan instrument; observasi dan tes. Sampel dipilih dengan menggunakan probabiliti sampling acak sederhana. Pengajaran dan uji coba dilakukan di kelas. Data dianalisis dengan melihat hasil dari observasi dan tes. Hasil pengujian menunjukan bahwa proses pengajaran menggunakan lagu diterima dengan baik oleh siswa dan juga mereka memperbaiki pronunciation mereka dan siswa tetap menemukan kesulitan dalam mengucapkan kata-kata yang berisi fricatives consonants.
This research aims to analyze the process of teaching pronunciation through song and determine mispronounced friction/fricatives sounds that is done by the students. This qualitative descriptive employed triangulation with two kinds of Instruments; observation sheets and pronunciation test. One class is randomly taken as sample of the research by using lottery. Teaching and learning conducted in the sample class. The data were analyzed based on the result of observation and pronunciation test. The result of the research showed that the process of teaching pronunciation through song is well accepted by the students well and it can improve students pronunciation and the students still find difficulties in pronouncing the words containing fricatives consonants.
Key words: fricatives consonants, observation, pronunciation tes