MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
Not a member yet
    296 research outputs found

    Motivasi Pelaku UMKM Kuliner untuk Memperoleh Sertifikasi Halal

    Full text link
    Kajian motivasi pelaku UMKM kuliner dalam memperoleh sertifikasi halal ini dilakukan guna memperoleh informasi terkait variabel-variabel yang mempengaruhi guna merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan motivasi pelaku UMKM kuliner dalam memperoleh sertifikasi halal. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang memotivasi pelaku UMKM kuliner untuk memperoleh sertifikasi halal, (2) menganalisis faktor-faktor apa yang paling dominan memotivasi pelaku UMKM Kuliner untuk memperoleh sertifikasi halal dan (3) merumuskan implementasi kebijakan sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM kuliner di sentra kuliner/kantin wilayah Jakarta Selatan. Pada penelitian ini, alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, SWOT dan AHP. Berdasarkan hasil analisis, Faktor-faktor yang memotivasi UMKM kuliner untuk memperoleh sertifikasi halal yaitu usia, gender, literasi dan  biaya. Faktor yang paling dominan memotivasi UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal adalah gender.  Kebijakan yang diterapkan agar pelaku UMKM bersedia melaksanakan sertifikasi halal adalah dengan membuat serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan pendaftaran sertifikasi halal.This study on the motivation of culinary MSME actors in obtaining halal certification was carried out in order to obtain information related to influencing variables in order to formulate appropriate strategies to increase the motivation of culinary MSME actors to obtain halal certification. The research objectives are (1) to identify the factors that motivate culinary MSMEs to obtain halal certification, (2) to analyze what factors most dominantly motivate culinary MSMEs to obtain halal certification and (3) to formulate the implementation of a halal certification policy for culinary MSMEs in culinary centers/canteens in the South Jakarta area. In the research analysis carried out was multiple linear regression analysis, SWOT and AHP analysis. Based on the results of the analysis, Factors that motivate culinary MSMEs to obtain halal certification, namely age, gender, literacy, cost. The most dominant factor motivating MSMEs to obtain halal certification is gender.  The policy implemented for MSME players to be willing to implement halal certification is to create a series of training activities and assistance with halal certification registration

    Studi Kelayakan Bisnis Kewirausahaan Makanan Beku padaUMKM Dumpling House di Semarang

    Full text link
    The food sector is a fundamental human need that must be met to ensure well-being, as regulated by the Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 17 of 2015. MSMEs in the food sector play a crucial role in Indonesia\u27s economy by absorbing up to 97% of the workforce. Dumpling House, an MSME specializing in frozen food that prioritizes employees with disabilities, experienced a 30% decline in revenue in 2023. This study employs a quasi-qualitative method to analyze the feasibility of Dumpling House\u27s management system from legal, market and marketing, technical and operational, managerial, and financial aspects to identify the causes of the decline in sales. The findings indicate that the company remains feasible for operation; however, the sales decline from 2022 to 2023 was due to suboptimal marketing strategies. Additionally, the legal, management and human resources, as well as technical and operational aspects, require updates to maintain business feasibility. This research is expected to provide insights for the development of MSME management systems and enhance the understanding of the importance of feasibility in ensuring business sustainabilitySektor Pangan adalah kebutuhan dasar manusia uang harus dipenuhi untuk kesejahteraan hidup, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 17 tahun 2015. Sektor UMKM, termasuk dalam industry pangan, memainkan peranan krusial dalam ekonomi Indonesia dengan menyerap hingga 97% tenaga kerja dan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dumpling House, sebuah UMKM di bidang makanan beku yang mengutamakan inklusi SDM difabel, mengalami penurunan pendapatan sebesar 30% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan sistem manajemen Dumpling House dari aspek hukum, pasar dan pemasaran, teknis dan operasional, manajerial, serta keuangan untuk mengidentifikasi faktor penyebab penurunan pendapatan dan memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan untuk pengembangan sistem manajemen UMKM serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kelayakan dalam menjaga keberlanjutan usaha.   Kata kunci: makanan beku, UMKM, studi kelayakan bisnis

    Kajian Sistem Ketertelusuran dan Recall pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pangan yang Telah Memiliki PIRT di Jakarta dan Bogor

    Full text link
    Cara mewujudkan keamanan pangan di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah dengan mengimplementasikan Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan yang Baik. Badan POM RI telah mengeluarkan kebijakan no HK.03.1.23.04.12.2207 tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan sarana produksi pangan industri rumah tangga yang dapat digunakan sebagai checklist praktik yang baik pada UMKM. Aturan tersebut mencakup 14 aspek dimana salah satu aspek kritis yang wajib terpenuhi berkaitan dengan penarikan pangan/recall, UMKM membutuhkan sistem ketertelusuran yang baik dan handal untuk memastikan konsumen terlindungi dari konsumsi makanan yang tidak aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status penerapan ketertelusuran pangan pada UMKM pangan yang telah memiliki PIRT di Jakarta dan Bogor. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah UMKM yang memiliki PIRT berlokasi di DKI Jakarta dan Kota Bogor. Tahapan penelitian ini melibatkan 92 pelaku industri rumah tangga yang memiliki produk PIRT yang selanjutnya dianalisa dengan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sudah memiliki pengetahuan tentang sistem ketertelusuran pangan. Namun dalam penerapannya, masih terdapat 30 (32,6%) diantaranya belum menerapkan sistem ketertelusuran baik dengan metode dokumen kertas, barcode, QR code, maupun metode lainnya

    Peranan Peranan Digitalisasi dan Religiusitas dalam Memoderasi Hubungan Orientasi Kewirausahaan dengan Kemampuan Berinovasi Hijau

    No full text
    Tuntutan dalam menghasilkan produk layanan dari hasil kemampuan berinovasi hijau menjadi agenda penting dan mendesak bagi pelaku industri usaha jasa terkait di pelabuhan. Disamping pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi, faktor daya saing juga merupakan alasan mengapa setiap perusahaan berupaya melakukan terobosan inovasi.  Kemampuan menghasikan terobosan inovasi hijau dapat bersumber dari adanya orientasi kewirausahaan para pelaku usaha yang didukung adanya faktor religiusitas dan perkembangan teknologi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan moderasi dari religiusitas dan digitalisasi sistem dalam kemampuan berinovasi hijau yang berdasarkan orientasi kewirausahaan pada perusahaan jasa keagenan kapal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan objek penelitian perusahaan keagenan kapal dan hasil dianalisis menggunakan pemodelan persamaan structural atau structural equation modelling (SEM) WarPls 7.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berinovasi hijau. Dengan adanya peranan moderasi religiusitas, maka pengaruh orientasi kewirausahaan diperkuat secara signifikan terhadap kemampuan berinovasi hijau. Sebaliknya faktor digitalisasi yang diimplementasikan dalam perusahaan justru memperlemah pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kemampuan berinovasi hijau. Hasil penelitian ini menyumbangkan kontribusi empiris dalam pengujian hubungan antara orientasi kewirausahaan dengan kemampuan berinovasi hijau dengan adanya moderasi digitalisasi dan faktor religiusitas dalam mengkonfirmasi landasan teori resource base view (RBV).  Implikasi praktis bagi dunia bisnis terutama perusahaan jasa keagenan kapal yang beroperasi dipelabuhan adala bahwa faktor transformasi digital tidak selalu berkorelasi terhadap kemampuan berinovasi hijau yang mengandalkan orientasi kewirausahaan. Sebaliknya faktor religiusitas yang dimiliki sumber daya peeusahaan akan mendukung dan memperkuat orientasi kewirausahaan dari pelaku usaha dalam menghasilkan terobosan inovasiAbstrak Tuntutan dalam menghasilkan produk layanan dari hasil kemampuan berinovasi hijau menjadi agenda penting dan mendesak bagi pelaku industri usaha jasa terkait di pelabuhan. Disamping pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi, faktor daya saing juga merupakan alasan mengapa setiap perusahaan berupaya melakukan terobosan inovasi.  Kemampuan menghasikan terobosan inovasi hijau dapat bersumber dari adanya orientasi kewirausahaan para pelaku usaha yang didukung adanya faktor religiusitas dan fakor perkembangan teknologi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan moderasi dari religiusitas dan digitalisasi sistem dalam kemampuan berinovasi hijau yang berdasarkan orientasi kewirausahaan pada perusahaan jasa keagenan kapal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan objek penelitian perusahaan keagenan kapal dan hasil dianalisis dengan meggunakan pemodelan persamaan structural atau structurak equentional model (SEM) WarPls 7.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berinovasi hijau. Dengan adanya peranan moderasi religiusitas, maka  pengaruh orientasi kewirausahaan diperkuat secara signifikan terhadap kemampuan berinovasi hijau. Sebaliknya faktor digitalisasi yang diimplementasikan dalam perusahaan justru memperlemah pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kemampuan berinovasi hijau. Hasil penelitian ini menyumbangkan kontribusi empiris dalam pengujian hubungan antara orientasi kewirausahaan dengan kemampuan berinovasi hijau dengan adanya moderasi digitalisasi dan faktor religiusitas dalam mengkonfirmasi landasan teori resources base view (RBV).  Implikasi pratktis bagi  dunia bisnis terutama perusahaan jasa keagenan kapal yang beroperasi dipelabuhan adala bahwa faktor transformasi digital tidak selalu berkorelasi terhadap kemampuan berinovasi hijau yang mengandalkan orientasi kewirausahaan. Sebaliknya faktor religiusitas yang dimiliki sumber daya peeusahaan akan mendukung dan memperkuat orientasi kewirausahaan dari pelaku usaha dalam menghasilkan terobosan inovas

    Factors Affecting the Entrepreneurial Interest of Gemah Ripah Milk Cooperative Members in Sukabumi

    Full text link
    Low milk prices, the risk of returning milk for every member who does not meet the cooperative standard and cooperative members have little business are problems that occur at KPUD Gemah Ripah milk storage cooperative. This study aims to find out the indicators that affect each variable and identify the influence of variables of entrepreneurial spirit, motivation, capital, technical guidance, and marketing on entrepreneurial interest. The methods used in this study were multiple linear regression analysis and financial analysis with a sample of 109 people. The results of this study are indicators that affect the variables of the entrepreneurial traits such as being task oriented and result-oriented. The results of the study show that entrepreneurial spirit, motivation, capital, technical guidance and marketing have a positive and significant effect on the interest in entrepreneurship in members of the Gemah Ripah Cooperative partially or simultaneously. It is necessary to encourage in the form of training so that members of the Gemah Ripah KPUD have an interest in entrepreneurshipHarga susu yang rendah, risiko pengembalian susu bagi setiap anggota yang tidak memenuhi standar koperasi dan usaha anggota koperasi yang sedikit merupakan permasalahan yang terjadi di KPUD Gemah Ripah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator-indikator yang mempengaruhi masing-masing variabel dan mengidentifikasi pengaruh variabel jiwa wirausaha, motivasi, modal, bimbingan teknis, dan pemasaran terhadap minat berwirausaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan analisis finansial dengan jumlah sampel 109 orang. Hasil penelitian ini adalah indikator-indikator yang mempengaruhi variabel jiwa wirausaha yaitu berorientasi pada tugas dan berorientasi pada hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jiwa wirausaha, motivasi, modal, bimbingan teknis dan pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha pada anggota Koperasi Gemah Ripah secara parsial maupun simultan, perlu adanya dorongan berupa pelatihan agar anggota KPUD Gemah Ripah memiliki minat berwirausaha

    English

    No full text
    This research examines the development and implementation of a digital business platform that aimed to optimize operations and enhancing customer experience within the business homestay industry, also understanding what is precisely the business model canvas of their Homestay and the goals of this research is to create the design or blueprint the new business platform unique for Cilandak, South Jakarta, Indonesia to attract the new customer. To increase the travel market in the digital era, homestay businesses face challenges in effectively managing bookings, marketing their properties, and providing seamless guest experiences. This research examines the key features of a comprehensive platform, online booking systems, integrated payment gateways, customer relationship management (CRM), and marketing functionalities. Furthermore, this research investigates the impact of their platform and the overall growth and sustainability of Homestay sector, emphasize the importance of digital transformation in the Homestay and hospitality management market, within the use of data governance model, data management, data management Inflow and Outflow, personalization, hospitality management and Digital Business Marketing

    Kajian Teknologi 5G Dalam Infrastruktur Sebagai Bagian Dari Industri

    Full text link
    Infrastruktur Teknologi 5G merupakan fasilitator informasi antara Publik dan Industri dengan meningkatkan akses jaringan dan layanan pita lebar. Dalam makalah ini, kami menyelidiki bagaimana infrastruktur Teknologi 5G mempengaruhi pertumbuhan Industri Dalam Proses. Teknologi 5G adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler di luar standar 4G. Teknologi 5G diprediksi memiliki kecepatan sekitar 800Gbps, atau seratus kali lebih cepat dari kecepatan generasi sebelumnya. 5G mampu memberikan kecepatan data yang jauh lebih cepat daripada 4G, dengan kecepatan data puncak hingga 20 Gigabit per detik (Gbps). Dalam industri manufaktur, teknologi 5G diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dengan meningkatkan komunikasi antara mesin dan peralatan. Ini akan memungkinkan pemantauan kondisi mesin dan peralatan secara real-time, serta mengidentifikasi dan mengatasi masalah sebelum menyebabkan Sistem Masalah. Konektivitas dalam teknologi 5G yang lebih cepat dan lebih andal diharapkan dapat membawa perubahan besar dalam industri dan Sektor ekonom

    Analisa Kinerja Inkubator Bisnis Menggunakan Metode Performance Prism dan Analytical Hierarchi Process

    No full text
    Research on the performance of IPB business incubators is based on observations from various stakeholders to sharpen strategies and improve performance that has an impact on improving business incubator services in encouraging the birth of start-up business actors, especially in the IPB environment and generally in the community. The stakeholders in question are leaders, employees, tenants, regulators and the community. The research objectives are to design KPIs, determine KPI priorities, and provide suggestions for improvements to Key Performance Indicators (KPI). Therefore, it is necessary to carry out a performance measurement method based on Performance Prism with 5 perspectives, namely satisfaction, contribution, process, strategy and capability. The design and measurement of performance in this study was carried out in stages, namely an analytical hierarchy process to determine the priority value scale of each KPI process, strategy and capability based on AHP and assessment of satisfaction and contribution with the Likert scale. The results of measuring performance between stakeholders including KPI Strategy involving leaders, employees and tenants are very important.Penelitian terhadap kinerja inkubator bisnis IPB didasarkan pada observasi dari berbagai pemangku kepentingan untuk mempertajam strategi dan meningkatkan kinerja yang berdampak pada peningkatan layanan inkubator bisnis dalam mendorong lahirnya pelaku usaha start-up khususnya di lingkungan IPB dan umumnya di lingkungan IPB. masyarakat. Stakeholder yang dimaksud adalah pimpinan, karyawan, penggarap, regulator dan masyarakat. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu metode pengukuran kinerja berdasarkan Performance Prism dengan 5 perspektif yaitu kepuasan, kontribusi, proses, strategi dan kapabilitas. Perancangan dan pengukuran kinerja pada penelitian ini dilakukan secara bertahap yaitu proses hierarki analitis untuk menentukan skala nilai prioritas setiap proses KPI, strategi dan kapabilitas berdasarkan AHP serta penilaian kepuasan dan kontribusi dengan skala Likert. Hasil pengukuran kinerja antar pemangku kepentingan termasuk Strategi KPI yang melibatkan pimpinan, karyawan dan penyewa sangatlah penting

    Perancangan Aplikasi Sales Force Automation untuk Pengolahan Data Penjualan dan Pencapaian Target pada Toko XYZ

    Full text link
    Permasalahan pada UKM adalah dengan memiliki beberapa jenis usaha yang berbeda dan ingin mendapatkan laporan penjualan dari tiap jenis usaha yang dimiliki secara cepat. Penelitian ini bertujuan Untuk membuat aplikasi Sales Force yaitu Aplikasi yang membantu UKM dalam memantau penjualan produk dari tiap Sales yang dilaporkan melalui aplikasi sales force. Aplikasi ini dapat memantau sudah berapa banyak dari tiap Sales menjual produk produk UKM. Dalam mengembangkan aplikasi sales force automation data disimpan menggunakan manajemen basis data SQL (Structured query language) atau DBMS. Alur perancangan sistem informasi yang dibuat pada penelitian ini menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall yang merupakan suatu metode yang terdiri dari beberapa tahapan proses yang dapat digunakan untuk mengembangkan sistem informasi. Hasil Aplikasi SFA (Sales Force Automation) sudah dapat menampilkan Laba bersih dan berisi laporan operasional penjualan suatu barang yang dijual oleh toko. Aplikasi SFA sudah dapat menampilkan Penjualan barang hari ini dan data barang terlaris serta menampilkan data stok saat ini di toko. Melalui menu ini diharapkan owner dapat menganalis strategi penjualan selanjutnya untuk pencapaian target penjualan Perusahaan. Selain itu pada menu ini juga dapat menampilkan catatan piutang dari customer yang belum dibayarkan.The problem with UKM is that they have several different types of business and want to get sales reports from each type of business they have quickly. This research aims to create a Sales Force application, namely an application that helps UKM monitor product sales for each sales report via the Sales Force application. This application can monitor how much each Sales has sold UKM products. In developing a sales force automation application, data is stored using SQL (Structured query language) or DBMS database management. The information system design flow created in this study uses the System Development Life Cycle (SDLC) with a waterfall model which is a method consisting of several process stages that can be used to develop information systems. The results of the SFA (Sales Force Automation) Application can display net profit and contain operational reports on sales of goods sold by the store. The SFA application can display today\u27s sales and best-selling goods data and display current stock data in the store. Through this menu, it is hoped that the owner can analyze the next sales strategy to achieve the Company\u27s sales targets. In addition, this menu can also display records of receivables from customers that have not been paid

    Evaluasi Penerapan dan Perbaikan CPPOB serta Penyusunan Dokumen Produk Lasagna Beku pada UMKM XYZ

    No full text
    Usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Banyak UMKM belum menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memperbaiki penerapan CPPOB di UMKM XYZ berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pengumpulan data, evaluasi, perbaikan implementasi CPPOB, penyusunan dokumen, dan pendaftaran izin penerapan CPPOB. Lasagna beku di UMKM XYZ adalah pangan dengan risiko sedang. Pengolahan lasagna beku besar terdiri tahap penerimaan dan penyimpanan bahan baku, pemasakan saus keju, pemasakan saus bolognese, filling, pemanggangan, serta penyimpanan produk. Evaluasi penerapan CPPOB dilaksanakan berdasarkan 25 aspek yang terbagi menjadi 68 klausul penilaian sarana produksi pangan. Hasil penilaian menunjukkan kesesuaian penerapan CPPOB di UMKM XYZ sebesar 60,75% dengan 28 klausul yang tidak sesuai. Hasil evaluasi penerapan CPPOB ditemukannya 14 ketidaksesuaian minor dan 14 ketidaksesuaian mayor sehingga jumlah bobot ketidaksesuaian sebesar 42. Perbaikan dilakukan terhadap 10 ketidaksesuaian minor dan 12 ketidaksesuaian mayor sehingga jumlah bobot ketidaksesuaian setelah perbaikan menjadi 8. Setelah dilakukan evaluasi sarana produksi pada UMKM XYZ mempunyai rating A (sangat baik).Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) play an important role in Indonesia\u27s economy. However, many MSMEs have not yet implemented Good Manufacturing Practices (GMP). This study aims to evaluate and improve GMP implementation at MSMEs XYZ based on the guidelines established by the National Agency of Drug and Food Control (BPOM). The methods used included observation, interviews, data collection, evaluation, corrective actions, document preparation, and GMP certification registration. The frozen lasagna produced by MSMEs XYZ is categorized as a medium-risk food product. Processing stages included the receipt and storage of raw materials, cooking of cheese sauce and bolognese sauce, filling, baking, and product storage. The evaluation is conducted across 25 aspects and 68 clauses of the food production facility assessment. Results showed a GMP compliance rate of 60,75%, with 28 non-compliant clauses, consisting of 14 minor and 14 major non-conformities, resulting in a total non-conformity score of 42. After corrective actions, the total non-conformity score decreased to 8. After evaluation, the granting of MSMEs XYZ has an A rating for its production facilit

    278

    full texts

    296

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇