AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
    382 research outputs found

    KNISLEY UNTUK KOMUNIKASI MATEMATIKA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa SMP N 3 Wates dengan menerapkan model pembelajaran Knisley. Penelitian ini dilakukan di SMP N 3 Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP N 3 Wates yang berjumlah 34 siswa. Obyek penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematika dengan model Knisley. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket respon siswa, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dan analisis data kuantitatifPenelitian dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas VII A SMP N 3 Wates dilakukan dengan menerapkan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran knisley yaitu: Kongkrit-Reflektif (guru bertindak sebagai pencerita), Kongkrit-Aktif (guru bertindak sebagai pembimbing dan motivator), Abstrak–Reflektif (guru bertindak sebagai narasumber), Abstrak–Aktif (guru bertindak sebagai pelatih). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh diketahui kemampuan komunikasi matematika siswa pra tindakan masih dalam kategiri kurang kemudian meningkat pada kategori  baik  pada siklus I dan semakin meningkat dan masuk dalam kategori sangat baik  pada siklus II. Kegiatan pelaksanaan model pembelajaran Knisley pada siklus I sudah terlaksana dengan baik dan meningkat menjadi sangat baik pada siklus II. Respon siswa terhadap pelaksanaan model pembelajaran Knisley ini baik. Kata kunci: model Knisley, kemampuan komunikasi matematik

    PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN CTL (Contextual Teaching and Learning) DILENGKAPI DENGAN AA (Authentic Assessment) BERBANTUAN FLIPBOOK MAKER UNTUK SMA KELAS X

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh situasi belajar mengajar di sekolah yang masih menggunakan model pembelajaran konvensional, penggunaan bahan ajar kurang memadai serta penerapan penilaian autentik yang masih terbatas dalam prosedur dan alat penilaiannya. Model penelitian yang digunakan adalah ADDIE yaitu (A)nalysis, (D)esain, (D)evelopment, (I)mplementation, dan (E)valuation. Hasil penelitian 1) Modul yang dikembangkan layak digunakan berdasarkan hasil presentase secara menyeluruh ahli media 82%, ahli materi 81% dan respon siswa 92% dengan kriteria masing – masing Sangat Baik. 2) Modul yang dikembangkan efektif digunakan berdasarkan uji t diperoleh rata – rata hasil belajar siswa yang menggunakan modul lebih baik daripada rata – rata hasil belajar siswa yang tidak menggunakan modul. Kesimpulannya adalah modul yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTU LKS PADA MATERI GEOMETRI DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 2 KOTA BIMA

    Get PDF
    Salah satu bagian dari materi matematika yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir logis dan mengembangkan kreativitas siswa adalah materi geometri dengan pokok bahasan bangun datar. Pokok bahasan ini dapat dikategorikan kepada materi yang cukup sukar serta memerlukan pemahaman yang cukup tinggi. Sehingga, dalam mengajarkan materi geometri di SD, seorang guru harus dapat menyajikan materi awal secara konkrit, dan menghubungkan pembelajaran geometri dengan benda-benda nyata sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah. Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SD Negeri 2 Kota Bima, pada saat pembelajaran kebanyakan siswa hanya menerima dan menghafal konsep-konsep dan rumus-rumus yang diajarkan, tanpa tahu bagaimana proses penemuan konsep dan rumus dari materi tersebut. Hal itu menyebabkan siswa kurang paham terhadap konsep materi pokok geometri dan mengakibatkan kebanyakan siswa memperoleh nilai dibawah KKM yaitu 60. Salah satu variasi model pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan terbimbing berbantu LKS.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi geometri menggunakan metode penemuan terbimbing berbantu LKS. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar observasi siswa dan tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa dari 8 aktivitas menjadi 10 jenis aktivitas siswa berada dalam batas toleransi waktu yang diberikan dan dikatakan efektif. Sedangkan untuk hasil belajar diperoleh data bahwa siswa yang tuntas sebanyak 31 orang, siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 orang, dan yang tidak mengikuti tes sebanyak 4 orang. Berdasarkan hasil tersebut, presentase ketuntasan belajar klasikal adalah 86,11%, karena terdapat lebih dari 85% dari jumlah siswa di kelas yang mencapai ketuntasan belajar, maka dikatakan bahwa siswa telah tuntas secara klasikal.Kata kunci: Penemuan Terbimbing, Lembar Kerja Siswa, Geometr

    PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL BERBANTU PREZI DAN GEOGEBRA POKOK BAHASAN SEGITIGA DAN SEGIEMPAT DI SMP

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran yang berupa video pembelajaran berbasis kontekstual berbantu prezi dan geogebra pokok bahasan segitiga dan segiempat di SMP, sehingga menghasilkan media pembelajaran yang valid digunakan dalam pembelajaran.Penggunaan video tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar. Dalam menggunakan video pembelajaran berbasis kontekstual berbantu prezi dan geogebra pokok bahasan segitiga dan segiempat lebih efektif ataukah tidak dibanding dengan pembelajaran konvensional.Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4-D. Instrumen yang digunakan antaralain lembar review validasi ahli,dan tes. Dalam proses pengembangan, produk divalidasi oleh ahli yang berkompeten, dengan nilai untuk ahli media sebesar 92,5% dan ahli materi 95%. Setelah dinyatakan layak dan valid, produk dieksperimenkan di sekolah untuk melihat keefektifannya. Sampel eksperimen yaitu peserta didik kelas VII-C dan sebagai kelompok eksperimen dan VII-B sebagai kelompok kelas kontrol. Metode analisis data menggunakan uji statistic t-test satu sample pihak kanan dengan analisis mengunakan uji t ini diperoleh H0 ditolak karena thitung ttabel yaitu 2,31,68, artinya hasil belajar siswa yang menggunakan video pembelajaran berbantuan prezi dan geogebra lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.Juga terlihat dari rata-rata kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol yaitu 79, 48 71,206. Selain itu untuk menguatkan, dilakukan juga uji ketuntasan yang menyatakan bahwa kelas eksperimen mencapai ketuntasan baik secara individu yaitu dengan uji z dimana ZhitungZ(1-ï¡)= 1,645 dan secara klasikal prosentase 86%. Sehingga penggunaan video pembelajaran matematika layak, valid dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran pada materi segitiga dan segiempat

    PENERAPAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN NHT TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran Inkuiri, model pembelajaran NHT, dan model Konvensional. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen I sebesar 84,14, kelas eksperimen II sebesar 78,03 dan kelas kontrol sebesar 65,14. Uji hipotesis 1 diperoleh Fhitung Ftabel yaitu 20,251 3,055 sehingga terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mendapat model pembelajaran Inkuiri, model pembelajaran NHT dan model konvensional. Hipotesis 2 diperoleh thitung ttabel yaitu 6,156 1,668 sehingga hasil belajar siswa yang mendapatkan model pembelajaran Inkuiri lebih efektif dari siswa yang mendapatkan model konvesional. Uji hipotesis 3 diperoleh thitung ttabel yaitu 6,219 1,668 sehingga hasil belajar siswa antara yang mendapatkan model NHT dengan lebih efektif dari siswa yang mendapatkan model konvensional. Uji hipotesis 4 diperoleh ttabel = 1,996 thitung = 2,169 sehingga tidak memenuhi - ttabel thitung ttabel dengan demikian H0 ditolak, jadi ada perbedaan antara model pembelajaran Inkuiri dengan model pembelajaran NHT. Kesimpulannya ialah model pembelajaran Inkuiri, dan model pembelajaran NHT lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional ditinjau dari hasil belajar matematika

    PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBANTUAN MIND MAPPING DAN GEOGEBRA DENGAN PENDEKATAN RME PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran berbantuan mind mapping dan geogebra dengan pendekatan RME mencapai valid dan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Satu Atap Gajah Demak pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII A sebagai kelas eksperimen. Sebelum diuji cobakan di lapangan, bahan ajar terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil dari validasi ahli materi adalah 85,83% dan hasil dari validasi media sebesar 86,32%, maka menunjukan kriteria baik. sehingga perangkat tersebut layak untuk di gunakan. Hasil uji coba lapangan menunjukkan thitung ttabel yaitu . maka, hipotesis H0 ditolak artinya rata-rata prestasi belajar pada kelas eksperimen lebih baik dari pada rata-rata pada kelas kontrol dengan rata-rata kelas eksperimen sebesar 79,08 dan kelas kontrol 73,5, sehingga dapat disimpulkan pembelajaran menggunakan video pembelajaran berbantuan mind mapping dan geogebra dengan pendekatan RME mencapai valid dan prestasi belajar siswa yang menggunakan video pembelajaran berbantuan mind mapping dan geogebra dengan pendekatan RME lebih baik dari pada pembelajaran konvensional

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISME DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENGAJARKAN KONSEP MATEMATIKA

    Get PDF
    This research aims to develop and produce constructivism based learning device using interactive multimedia to teach the valid mathematics concepts of SMP (feasible) and to know the effectiveness of constructivism based learning devices using interactive multimedia to teach math concepts. The sampling technique in this product testing experiment used simple random sampling because the sampling of sample members from the population is done randomly without considering the strata in the population. The result of research is process and result of development of learning device based on cosntruktivisme with interactive multimedia to teach mathematics concept of junior high school students valid. Mathematical learning based on constructivism using interactive multimedia to teach the concept of SMP mathematics is more effective than conventional learning on the matter of building flat side space.Keywords: Development of learning tools, constructivism, interactive multimedia, Concepts

    DESAIN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN STATISTIK MATEMATIKA

    Get PDF
    Masalah yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimanakah rancangan pendekatan kontekstual pada pembelajaran statistik matematika? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk merancang/mendesain pendekatan kontekstual pada pembelajaran statistik matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/RD). Pada penelitian ini baru disajikan tahapan yang pertama yaitu perancangan model pembelajaran yaitu penyusunan kegiatan-kegiatan pembelajaran statistik matematika dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Langkah-langkah pendekatan kontekstual pada pembelajaran Statistik Matematika ada tujuh prinsip yaitu 1) Konstruktivisme/Constructivism; 2) Menemukan/Inqury; 3) Bertanya/Questioning; 4) Masyarakat Belajar/ Learning Comunity; 5) Pemodelan/Modelling; 6) Refleksi/Reflection; dan 7) Penilaian Sebenarnya/Authentic Assesment. Setelah diadakan ujicoba, untuk mengetahui efektifitas pendekatan yang dihasilkan perlu dilakukan penerapan pendekatan di kelas. Kata kunci: Pendekatan Kontekstual, Statistik MatematikaÂ

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR SHARE) DAN NESTED BERBANTUAN KARTU SOAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI STATISTIKA SISWA SMA N 2 PEKALONGAN

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang beranggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan menakutkan. Salah satu faktor penyebabnya adalah pembelajaran teacher center. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menerapkan suatu model pembelajaran berupa model TPS dan Nested berbantuan kartu soal materi statistika, sehingga dapat menghasilkan model, media pembelajaran yang layak dan efektif digunakan selama proses pembelajaran, serta diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X1 dan X2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X3 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan model dan media pembelajaran, sedangkan kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Setelah didapat data akhir dilakukan perhitungan uji anava, uji t dua pihak, dan uji t satu pihak. Hasil penelitian terdapat perbedaan model pembelajaran TPS, model pembelajaran Nested dan model konvensional. Hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran TPS lebih baik dari pembelajaran konvesional dan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Nested lebih baik dari pembelajaran konvesional. Namun tidak ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran TPS dengan model pembelajaran Nested berbantuan kartu soal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TPS dan Nested berbantuan kartu soal lebih efektif dan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi statistika

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DENGAN MEDIA KARTU SOAL DAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE DENGAN MEDIA MODUL PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN MATRIKS KELAS X SEMESTER II SMK NEGERI 1 DEMAK TAHUN AJARAN 2012/2013

    Get PDF
    Proses belajar mengajar yang bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa akan mengalami hambatan bila siswa merasa segan terhadap mata pelajaran terutama matematika. Untuk mengatasi hambatan tersebut sekaligus untuk meningkatkan hasil belajar matematika, pendidik harus menerapkan stategi pembelajaran yang menyenangkan, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Salah satu model yang dapat dimanfaatkan adalah model pembelajaran Make a Match dan Rotating Trio Exchange.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada dan tidaknya perbedaan hasil belajar matematika siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran Make a Match dengan media kartu soal dan model pembelajaran Rotating Trio Exchange dengan media modul pembelajaran pada materi pokok Matriks pada siswa kelas X semester II SMK Negeri 1 Demak Tahun Pelajaran 2012/2013.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan populasinya adalah semua siswa kelas X SMK N 1 Demak tahun pelajaran 2012/2013. Sedangkan yang dijadikan sampel penelitian yaitu kelas X AP 1, X AP 2, dan X AP 3. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling.Berdasarkan hasil perhitungan uji anava diperoleh Fhitung Ftabel sehingga Ho ditolak. Jadi, terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas dengan model pembelajaran Make a Match dengan media kartu soal, kelas dengan model pembelajaran Rotating Trio Exchange dengan media modul pembelajaran dan kelas kontrol. Kemudian dilanjutkan dengan uji-t dan diperoleh hasil: hasil belajar siswa kelas dengan model Make a Match dengan media kartu soal lebih baik dari kelas kontrol, hasil belajar siswa kelas dengan model pembelajaran Rotating Trio Exchange dengan media modul pembelajaran lebih baik dari hasil belajar siswa kelas kontrol. Dan tidak ada perbedaan hasil belajar siswa kelas dengan model pembelajaran Make a Match dengan media kartu soal dan kelas dengan model pembelajaran Rotating Trio Exchange dengan media modul pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Make a Match dengan media kartu soal dan Rotating Trio Exchange dengan media modul pembelajaran lebih baik dari pembelajaran konvensional pada pokok bahasan matriks kelas X semester II SMK Negeri 1 Demak tahun ajaran 2012/2013

    364

    full texts

    382

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇