AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
    382 research outputs found

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Calon Guru Matematika Pada Mata Kuliah Program Linier

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara kualitatif kemampuan pemecahan masalah calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah program linier. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika semester IV Universitas PGRI Semarang tahun 2017/2018. Penggalian data dilakukan secara mendalam dengan bersumber dari soal pemecahan masalah kemudian wawancara semi struktur. Analisis data dilakukan terlebih dahulu mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data serta akhirnya menarik kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini, subjek dapat memahami permasalahan dengan cara mengidentifikasi informasi - informasi yang muncul pada permasalahan dan menentukan menggunakan metode simplek sebagai cara  penyelesaiannya dengan mengubah soal cerita menjadi model matematikanya terlebih dahulu. Setelah itu, menyelesaikan dengan metode simplek sampai memperoleh penyelesaian yang optimum serta mengecek kembali hasil jawaban yang sudah dikerjakan

    Analisis kesulitan belajar siswa SMA pada pembelajaran geometri

    Get PDF
    Geometry is one branch of mathematics for high school level, one of which is cone slices which deal with circles, ellipses, parabola, and hyperbole. However, from the data obtained in the last few years from the PUSPENDIK the value of the students' mathematics at the Geometry branch is always lower than the other branches of the mathematics branch. This is what encourages researchers to conduct preliminary research that aims to analyze and describe student learning difficulties in learning geometry. The benefits of this research are a reference for research to develop appropriate mathematics teaching materials and in accordance with the characteristics of geometry. This research use desciptive qualitative approach. Methods of data collection are observation, interviews and questionnaires. Analysis of the data used is using the Miles and Huberman models which include: data reduction, data display, and conclusion drawing / verification. The results of this study are in the form of a description of learning difficulties faced by students in learning geometry.   Keywords: learning difficulties, GeometryÂ

    Menumbuhkan mathematical creativity mahasiswa berdasarkan modifikasi bahar & maker’s theory melalui penerapan pembelajaran DBL

    Get PDF
    Tumbuhnya mathematical creativity mahasiswa, diawali dengan tumbuhnya kemampuan dalam berpikir dan menemukan (discovery) suatu solusi soal matematika. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Based Learning (DBL) yang disesuaikan dengan kondisi kelas, merupakan model pembelajaran yang dipandang tepat untuk mendukung tumbuhnya mathematical creativity mahasiswa. Mathematical creativity juga perlu ditumbuhkan melalui open ended problems yang bersifat fluency dan flexibility. Namun demikian, belum banyak perkuliahan yang secara khusus dilakukan untuk menumbuhkan mathematical creativity berdasarkan modifikasi Bahar Maker’s theory, sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui : (1) tahapan dan penerapan modifikasi Bahar Maker’s theory untuk menumbuhkan mathematical creativity, (2) sintaks model DBL sebagai penunjang tumbuhnya mathematical creativity, dan (3) bentuk soal open ended sebagai pengungkap dalam menumbuhkan mathematical creativity mahasiswa berdasarkan Bahar Maker’s theory. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif dengan analisis data meliputi : reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan, dengan hasil sebagai berikut : (1) tahapan dan penerapan modifikasi Bahar Maker’s theory untuk menumbuhkan mathematical creativity  yaitu : menerapkan DBL, membiasakan mahasiswa mengerjakan soal open ended, pemberian tes, dan analisis hasil tes. (2) tahapan sintaks DBL sebagai penunjang tumbuhnya mathematical creativity, adalah dengan melaksanakan materi perkuliahan, diskusi dalam kegiatan penemuan melalui soal open ended, dan paparan hasil diskusi. (3) soal open ended yang digunakan sebagai pengungkap dalam menumbuhkan mathematical creativity mahasiswa berdasarkan modifikasi Bahar Maker’s theory adalah soal open ended yang bersifat fluency dan flexibility yang dikerjakan secara terperinci/elaborasi

    Group Investigation Method: Alternatif Peningkatan Sikap Matematika Siswa

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (class action research). Penelitiantindakan dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar dan sikap siswa terhadappembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GroupInvestigation. Masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah bagaimana polapenerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation yang dapat meningkatkanprestasi belajar dan sikap siswa terhadap matematika pada kelas VII SMP Sunan AverroesYogyakarta.Rancangan dalam penelitian ini mengacu pada model spiral atau siklus menurutKemmis amp; Mc Taggart. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP SunanAverroes Yogyakarta. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitudata prestasi belajar siswa dan sikap siswa terhadap matematika. Data prestasi belajar diperolehdengan menggunakan post test pada akhir setiap siklus yang akan dibandingkan dengan KKMsecara klasikal. Adapun data untuk sikap siswa diperoleh dari angket siswa pada akhir siklus.Sesuai dengan petunjuk teknik penilaian kelas dapat dikatakan tuntas secara klasikal terhadapprestasi belajar yang disajikan bila ketuntasan klasikal mencapai  75 %. Pelaksanaan modelpembelajaran kooperatif tipe group investigation dikatakan berhasil apabila pada akhir setiapsiklus terdapat perbedaan peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yangterlihat pada aspek prestasi belajar matematika siswa dan sikap siswa dalam pembelajaranmatematika.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa SMP Sunan Averrouspada materi pokok Aritmatika Sosial, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tipe GIdalam meningkatkan prestasi belajar dan sikap siswa. Peningkatan prestasi belajar dan sikapsiswa cukup signifikan. Pada siklus I ketuntasan klasikal prestasi belajar sebesar 33,33% danpada siklus II sebesar 75% sedangkan pada sikap siswa siklus I siswa dengan kategori sikaptinggi sebesar 50% dan kategori sangat tinggi sebesar 50% sedangkan sikap siswa pada siklusII dengan kategori sikap tinggi sebesar 45% dan kategori sangat tinggi sebesar 55%.Kata kunci: Group Investigation, Sikap Belajar, Matematik

    Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah pada materi statistika terhadap kemampuan penalaran statistik siswa

    Get PDF
    Kurikulum 2013 menuntut digunakannya pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) sedangkan kenyataan yang terjadi di lapangan pembelajran masih terpusat pada guru. Kemampuan penalaran statistis cukup penting di era global ini dan jarang diteliti. Oleh karena itu digunakan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan penalaran statistis siswa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran statistis siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan proses pembelajaran berbasis masalah serta kemampuan penalaran statistis siswa yang mengikuti proses pembelajaran biasa di kelas VIII SMP Negeri 35 Kerinci. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen desain Quasi Experimental bentuk The Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 35 Kerinci dan sampel dipilih menggunkan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 27 orang siswa kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan 27 orang siswa kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes penalaran statistis. Pengolahan data pada tes akhir dilakukan melalui uji hipotesis menggunakan uji t yang dihitung menggunkan SPSS. Pada tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0,05 diperoleh nilai signifikansi 0,001. Karena nilai signifikansi α = 0,05 berarti hipotesis penelitian ini diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan penalaran statistis siswa.Kata kunci: Kemampuan Penalaran Stistis; Model Pembelajaran Berbasis Masala

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbantuan Software Swishmax pada Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbantuan software swishmax yang berkualitas dilihat dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini dilakukan di SMP PGRI 6 Bandar Lampung pada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini dirancang dengan mengikuti prosedur pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Penelitian ini latarbelakangi oleh masalah yaitu belum adanya media pembelajaran yang menarik yang digunakan oleh guru dan anggapan siswa bahwa pelajaran matematika itu sulit dan membosankan. Hasil pengembangan diperoleh tahap analisis yaitu analisis kurikulum, materi,  teknologi dan laboratorium ujicoba. Pada tahap desain diperoleh penyusunan alur materi pembelajaran, garis-garis besar isi dan tampilan media. Pada tahap pengembangan dilakukan pengembangan media pembelajaran dan penilaian aspek kevalidan. Pada tahap implementasi dilakukan ujicoba dalam kelas pembelajaran dan tes. Tahap evaluasi dilakukan analisis kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbantuan software swishmax yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Media pembelajaran dikatakan valid berdasarkan penilaian oleh ahli materi dan media menunjukkan angka sebesar 57,30 dan 72,50 yang termasuk kategori “sangat validâ€. Media pembelajaran dikatakan praktis berdasarkan angket kepraktisan siswa menunjukkan angka sebesar 40,78 yang termasuk kategori “sangat praktisâ€. Media pembelajaran dikatakan efektif berdasarkan persentase ketuntasan siswa sebesar 89,28% yang dikategorikan sangat efektif. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran matematika yang dikembangkan layak digunakan.Kata kunci: Media Pembelajaran Matematika; software swishmax; ADDIEÂ

    ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL ALJABAR KELAS VII SMP N 2 PANGKAH DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN KOGNITIF IMPULSIF

    Get PDF
    ABSTRAKKemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki oleh setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII J SMP N 2 Pangkah ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif dalam menyelesaikan soal pada materi aljabar. Penelitian ini termasuk dalam Qualitatif Reaserch dan bersifat case study dengan subjek penelitian empat siswa kelas VII J yang terbagi menjadi dua siswa reflektif dan dua siswa impulsif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah siswa dengan gaya kognitif reflektif  mampu memenuhi semua kriteria berpikir kritis FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, and Overview)  dalam menjawab pertanyaan sangat berhati-hati sehingga waktunya lama, sedangkan siswa dengan gaya kognitif impulsif  dapat  menjawab semua kriteria FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, and Overview) namun hanya dapat memenuhi dua kriteria yang benar yaitu Focus dan Reason dalam menjawab setiap pertanyaan cenderung cepat. Dalam menyelesaikan soal matematika yang dilakukan siswa kemampuan impulsif adalah kurang teliti atau kurang cermat. Kata Kunci : Berpikir Kritis, Gaya Kognitif,  Aljabar Â

    Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dengan Pendekatan Saintifik pada Materi Himpunan Ditinjau dari Tipe Adversity Quotient (AQ) Siswa

    Get PDF
    AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik pada model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dengan pendekatan saintifik, pada siswa dengan Adversity Quotient (AQ) tipe climber, camper, dan quitter pada materi pokok Himpunan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri di Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2017/2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified cluster random sampling, sehingga diperoleh siswa pada SMP Negeri 1 Jogorogo, SMP Negeri 2 Paron, dan  SMP Negeri 2 Ngrambe sebagai sampel penelitian sebanyak 80 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes prestasi belajar dan angket Adversity Quotient (AQ). Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi (anava) satu jalan sel tak sama. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan pendekatan saintifik pada siswa dengan AQ tipe climber memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan dengan siswa dengan AQ tipe camper dan quitter, serta prestasi belajar matematika siswa dengan AQ tipe camper sama baiknya dengan siswa dengan AQ tipe quitter dalam memberikan prestasi belajar matematika pada materi pokok himpunan.Kata kunci: group investigation, adversity quotient, pendekatan saintifi

    PERANAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA, PERSEPSI TERHADAP PELAJARAN MATEMATIKA, DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

    Get PDF
    This research aims to find: 1) the relation between the motivation and the achievement in learning Mathematics. 2) The relation between the perception to Mathematics and the achievement in learning Mathematics. 3) The relation between the parents’ education level and the achievement in learning Mathematics. 4) The role of motivation and perception in learning Mathematics and parents’ education level in the achievement in learning Mathematics.The hypotheses in this research are: 1) There is a positif relation between the motivation and the achievement in learning Mathematics. 2) There is a positif  relation between the perception to Mathematics and the achievement in learning Mathematics. 3) There is a positif relation between the father’s education level and the achievement in learning Mathematics. 4) There is a positif  relation between the mother’s education level and the achievement in learning Mathematics 5) The motivation in learning Mathematics, the perception to Mathematics, and the parents’ education level have a role in the achievement in learning Mathematics.            The research’s subject is 100 students class X and XI of SMAN 2 Yogyakarta. The data were collected by using scale, documentation, and identity. The scale used was math motivation scale and math perception scale. The data analysis were done by using multiple linear regression and product moment correlation.Based on the correlation analysis done was known that there was positive and significant relation between  motivation and achievement in learning Mathematics and between the perception of Mathematics and the achievement in learning Mathematics, but there is no positive and significant relation between father and mother’s education level and the achievement in learning Mathematics. Based on the result of multiple linear regressions analysis, it was known that motivation and perception in learning Mathematics as well as parents’ education level have a role in the achievement in learning Mathematics. It is based on the significant result of F testing, i.e. α = 0.05. The determination of coefficient was 0.162 meant that the percentage of the effect of motivation and perception in learning Mathematics and parents’ education level to the achievement in learning Mathematics was 16.2%, while the rest of 83.8% was influenced by other variables which were not included in this research.Key words: Motivation in learning Mathematics, perception to Mathematics, parents’ education level, the achievement in learning Mathematics

    Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berdasarkan Model Pembelajaran Guided Discovery

    Get PDF
    This research aims to produce student’s worksheet based on guide discovery learning model School that quality based on aspect validity, practically, and effectivity.This Reseach take place in 15 Junior High School of Yogyakarta at 2017/2018. This are research and development. Research and development design by development procedural of ADDIE ( Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). This research based on problems that are teacher still use uninterested teaching material and text book from goverment is not easy to understand by student. The result of development show that analysis phase we get curriculum,necessity, and material analize. Design phase get draft LKS and validity assessment paper. Development phase to develop draft LKS and validity assessment. Implementation phase to use LKS in learning, observ the learning, and test. Evaluation to analize practically and effectivity of LKS. The result of research show that student’s worksheet has complied criteria valid, practice, and effective. Student’s worksheet declare to be valid based on expert and teacher’s assessment with score 3,37 that category is â€very validâ€. Student’s worksheet declare to be practice based on teacher and student quisioner with score 3,63 that category is â€practiceâ€. Student’s worksheet declare to be effective based on post test with pass percentage of the result test score 94,11% that category is â€effectiveâ€. The conclude is student’s worksheet that develop is good to use in learning

    364

    full texts

    382

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇