AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
    382 research outputs found

    Pengaruh Efikasi Diri Dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Geometri Dasar Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Flores

    Get PDF
    Kesuksesan mahasiswa belajar diperguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh semangat hidup yang tinggi, dan rasa optimis yang besar terhadap kesuksesan. Kesuksesan akan diraih oleh mahasiswa jika mahasiswa tersebut mampu untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi pada saat perkuliahan. Salah satu kesulitan yang juga berperan penting bagi mahasiswa untuk meraih kesuksesan adalah efikasi diri dan kemandirian belajar. Setiap mahasiswa mempunyai kesulitan yang berbeda-beda, baik dalam hal mata kuliah maupun dalam hal penerimaan metode pembelajaran yang diberikan.  Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana Pengaruh efikasi diri dan kemandirian belajar siswa terhadap hasil belajar mata kuliah geometri dasar program studi pendidikan matematika universitas Flores. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory yang menjelaskan hubungan kausal antara variable-variabel yang mempengaruhi hipotesis atau teori yang menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi. Fenomena dalam penelitian ini adalah efikasi diri dan kemandirian belajar mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan Efikasi Diri (X1) dan Kemandirian Belajar (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap Hasil Belajar (Y) diketahui dari hasil analisis korelasi diperoleh dari nilai R hitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0.607 dan X2 terhadap Y nilai R hitung diperoleh sebesar 0.583 dan nilai signifikansi antara X1 dan X2 terhadap Y diperoleh dua tanda bintang (**) sehingga ada pengaruh positif dengan taraf signifikansi 1 %.. Dengan kata lain semakin meningkatnya atau semakin baiknya Efikasi Diri dan Kemandirian Belajar maka akan meningkat pula hasil belajar dari mahasiswa itu sendiri. Kata kunci : Efikasi Diri; Hasil Belajar; Geometri Dasa

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Literasi Matematis Pada Materi Statistika

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi matematis siswa di Indonesia berdasarkan hasil PISA. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis literasi matematis pada materi statistika yang valid dan praktis. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Gresik pada bulan Mei 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Plomp. Tahapan penelitian meliputi tahap penelitian awal dan tahap pengembangan. Pada tahap penelitian awal, dilakukan analisis konteks dan kebutuhan yang menghasilkan kesimpulan bahwa perlu dikembangkannya LKS berbasis literasi untuk membiasakan siswa dengan masalah-masalah literasi. Perancangan dan pengembangan LKS dilakukan pada tahap pengembangan. Begitu juga dengan evaluasi validitas dan kepraktisan LKS. Validitas LKS dievaluasi secara formatif oleh dua orang ahli dengan bantuan lembar validasi. Sedangkan kepraktisan LKS dievaluasi melalui kegiatan forum group discussion (FGD) bersama enam orang siswa dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Setelah melalui revisi, LKS dinyatakan valid oleh kedua ahli. Pada kegiatan FGD, siswa dan peneliti mendiskusikan apa yang tidak mereka pahami pada LKS. Setelah LKS direvisi berdasarkan hasil diskusi pada FGD, siswa menyatakan LKS dapat digunakan sehingga LKS dinyatakan telah memenuhi syarat kepraktisan.  Kata kunci: literasi matematis; penelitian pengembangan; LK

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik Siswa Smp Pada Materi Bilangan Bulat

    Get PDF
    Tujuan penelitian Penelitian deskriptif kualitatif ini dirancang untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 1 SMP 1 Kadu Hejo yang memenangkan 7 siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes, sedangkan teknik yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan persentase. Hasil persentase penelitina menunjukkan soal per nomor dengan indikator soal menunjukkan persentase 74%, untuk soal per nomor dengan indikator menunjukkan strategi persentase 75%, sedangkan soal per nomor untuk indikator menyelesaikan masalah menunjukkan persentase 74%, dan untuk indikator lihat kembali setap soal per angka menunjukkan persentase 63%

    Analisis kemampuan pemecahan masalah siswa smp kelas IX dalam menyelesaikan soal matematika tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS)

    Get PDF
    High Order Thinking Skill or HOTS should be had by the students to improve students thinking skills at a higher level are continued in curriculum 2013. The purpose of this study to determine the ability to solve student problems in working on the problem type Higher Order Thinkimg Skills (HOTS). By working on the Higher Order Thinking Skills questions, students will reach the levels of mathematical ability from the lowest level to the highest level. The type of this research is qualitative research with natural setting. Data collection using observation, test, and interview methods. The results of this study obtained the conclusion that students in solving problems using Polya step, can meet the indicators analyze, create, and evaluate

    Perbandingan Think Talk Write (TTW) Dan Pembelajaran Langsung Dengan Talking Stick (TS) Ditinjau Dari Kemandirian Belajar

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2x3 yang bertujuan untuk mengetahui manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika yang paling baik antara siswa yang diajar dengan menggunakan TTW-TS atau DL-TS ditinjau dari kemandirian belajar siswa . Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MA Negeri kelas XI di Kabupaten Ngawi pada tahun pelajaran 2019/2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, angket kemandirian belajar siswa dan tes prestasi belajar matematika. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama.berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan TTW-TS lebih baik dari DL-TS (2) prestasi belajar matematika siswa dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah adalah sama (3) pada masing-masing model pembelajaran, Prestasi belajar matematika siswa dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah adalah sama (4) pada masing-masing kategori kemandirian belajar, prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan TTW-TS lebih baik dari DL-TSKata kunci: Think Talk Write, Pembelajaran langsung, Talking Stick, Kemandirian Belaja

    Proses Sistematisasi dalam Pembuktian Matematika

    Get PDF
    Mahasiswa sebagai calon guru harus memiliki kemampuan dalam melakukan pembuktian matematis. Kemampuan tersebut berfungsi untuk meyakinkan seseorang akan suatu rumus ataupun teorema. Semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian akan berdampak pada peningkatan keterampilan pembuktian matematika siswa. Secara umum metode pembuktian yang dikenal oleh siswa adalah pembuktian secara langsung dan tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam melakukan pembuktian ditinjau dari proses sistematisasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam melakukan pembuktian matematis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang dijelaskan secara deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pembuktian mahasiswa ditinjau dari proses sistematisasi masih lemah, mahasiswa belum memahami perbedaan antara rumus, definisi, teorema ataupun sifat. Selain itu, mahasiswa juga belum mengaitkan definisi, sifat, ataupun teorema yang relevan dengan pembuktian yang dilakukan. Akibatnya mahasiswa menyelesaikan soal dengan cara coba-coba. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu kurangnya latihan dalam mengerjakan soal yang berbasis pembuktian matematika

    Hubungan pembelajaran berbasis e-learning menggunakan aplikasi Google Classroom dengan prestasi belajar matematika

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan pembelajaran berbasis e-learning menggunakan aplikasi google classroom dengan prestasi belajar matematika siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas X TKR 5 SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Pengujian data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket penggunaan google classroom dan nilai ulangan harian. Pada analis data uji prasyarat untuk uji normalitas menggunkan metode kolmogorov-smirnov diperoleh hasil Lhitung = 0,933 dengan angka signifikan 5% maka berditribusi normal, uji homogenitas menggunakan uji F dengan hasil Fhitung = 2,290 dan Ftabel= 4,11, karena Fhitung Ftabel maka homogen dan uji linieritas diperoleh Y= 37,878980495+ 0,960802642X yang berarti berarah positif. Pada pengujian hipotesis dimulai dari uji korelasional product moment diperoleh rxy = 0,4194 dan rtabel = 0,2709. Berdasarkan perhitungan dapat disimpulkan bahwa rhitung lebih besar dari rtabel yang berarti menandakan bahwa terdapat hubungan yang cukup antar variabel. Sedangkan dari uji koefisien determinasi nilai koefisien determinasi sebesar 0,1759. Artinya 17,59% prestasi belajar siswa terealisasi oleh variabel penggunaan google clssroom. Karena r ≠ 0 maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan pembelajaran berbasis e-learning menggunakan aplikasi google classroom dengan prestasi belajar matematika siswa kelas X TKR 5 SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar tahun pelajaran 2019/2020.Kata Kunci: E-Learning; Google Classroom; Prestasi belaja

    Perbandingan Model Pembelajaran Make A Match dan Teams Games Tournament ditinjau dari Tingkat Kecemasaan

    Get PDF
    Penelitian ini akan membandingkan model pembelajaran Make a Match (MaM) dengan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini: 1) untuk mengetahui diantara model pembelajaran Make a Match dan TGT yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 2) untuk mengetahui diantara tingkat kecemasan tinggi, sedang, dan rendah yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 3) untuk mengetahui pada masing-masing model pembelajaran, dengan tingkat kecemasan mana yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik 4) untuk mengetahui pada masing-masing tingkat kecemasaan, dengan model pembelajaran mana yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Penelitian dilakukan di SMP N 7 Salatiga kelas VIII tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen, tes dan angket. Penelitian ini menggunakan program SPSS 17.0 sebagai alat bantu pengolahan data. Uji yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogen, uji keseimbangan rerata dan uji anava dua jalur. Hasil dari penelitian ini: (1) model pembelajaran TGT  menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan model pembelajaran Make a Match, (2) siswa dengan tingkat kecemasan rendah menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat kecemasan sedang atau tinggi, (3) dengan model pembelajaran TGT maupun model pembelajaran Make a Match dengan tingkat kecemasan yang sama menghasilkan hasil belajar yang sama, (4) siswa dengan tingkat kecemasan dikenai dengan model pembelajaran TGT ataupun Make a Match menghasilkan hasil belajar  yang sama

    Profil kemampuan representasi matematis ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan emosional

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan representasi matematis ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan emosional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek tiga siswa kelas VIII yaitu siswa yang memiliki kecerdasan emosional sangat baik dan tidak kritis, siswa yang memiliki kecerdasan emosional baik dan sangat kritis, dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional cukup baik dan kritis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah siswa yang memiliki kecerdasan emosional sangat baik dan tidak kritis kurang memiliki kemampuan representasi matematis, karena semua indikator kemampuan representasi matematis yaitu representasi gambar, representasi simbol, maupun representasi verbal kurang terpenuhi. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional baik dan sangat kritis memiliki kemampuan representasi matematis karena semua indikator kemampuan representasi matematis terpenuhi dan menonjol pada representasi simbol. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional cukup baik dan kritis memiliki kemampuan representasi matematis karena semua indikator kemampuan representasi matematis terpenuhi, dan menonjol pada representasi verbal. Uniknya, subjek yang diambil dalam penelitian ini memiliki kecerdasan emosional yang tidak signifikan dengan kemampuan berpikir kritisnya. Namun, ada pengaruh positif  yang signifikan  antara kemampuan berpikir kritis siswa terhadap  kemampuan representasi matematisnya. Kata kunci: Berpikir Kritis; Kecerdasan Emosional; Representasi Matemati

    Keefektifan pembelajaran daring melalui Google Classroom terhadap kemampuan pemahaman matematis

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar melalui google classroom dapat mencapai KKM melampaui 60%, (2) ada perbedaan kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar melalui google classroom dan whatsapp, (3) kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar melalui google classroom lebih baik daripada peserta didik yang diajar melalui whatsapp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Slawi Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Cluster Random Sampling, diperoleh 90 peserta didik untuk sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar melalui google classroom dapat mencapai KKM melampaui 60%, (2) ada perbedaan kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar melalui google classroom dan whatsapp, (3) kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar melalui google classroom lebih baik daripada peserta didik yang diajar melalui whatsap

    364

    full texts

    382

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇