AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
Pengembangan buku ajar matematika kejuruan berbasis eksprimen
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana kelayakan buku ajar matematika kejuruan berbasis eksprimen berdasarkan ahli materi, (2) Bagaimana kelayakan buku ajar matematika kejuruan berbasis eksprimen berdasarkan ahli media. Penelitian dan pengembangan modul IPA terpadu ini menggunakan prosedur ADDIE  Models yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluating (evaluasi). Analisis data yang digunakan selama proses penelitian dan pengembangan adalah analisis deskriptif, analisis kelayakan buku ajar berdasarkan skor kriteria. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Buku ajar matematika  kejuruan berbasis eksprimen yang telah di validasi oleh ahli materi dengan keteria layak digunakan dengan nilai rata-rata 72.00. (2) Buku ajar matematika kejuruan berbasis eksprimen yang telah di validasi oleh ahli media dengan keteria layak digunakan dengan nilai rata-rata 73.67. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa pengembangan buku ajar mateamtika kejuruan berbasis eksprimen layak digunakan di sekolah
Analisis Learning Obstacle Pembelajaran Luas Belah Ketupat untuk kelas VII SMP
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fokus guru menyampaikan materi mengacu pada dokumen bahan ajar berupa buku paket atau buku-buku referensi saja. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hambatan belajar yang terkait dengan materi belah ketupat SMP dan faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analisis LO dilakukan dengan Analisis Kurikulum, Analisis RPP, Analisis Bahan Ajar, Wawancara terhadap guru mata pelajaran dan memberikan tes berupa tes diagnostik pada kelas VIII SMP Negeri 31 Palembang. Dari hasil analisis, hambatan yang ditemukan menunjukkan adanya ontogenical obstacles, didactical obstacles, dan epistemological obstacles pada pembelajaran belah ketupat. Berdasarkan Hasil Penelitian LO yang muncul adalah LO pada konsep garis yang tegak lurus, LO konsep satuan luas, dan LO Konsep luas belah ketupat
Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan E-Learning Ditinjau Dari Kemampuan Pemecahan Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-learning ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri I Wangon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-Learning dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran seperti yang biasa dilakukan yaitu dengan pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-learning lebih efektif digunakan dibanding dengan pembelajaran langsung dalam pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wangon. Kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-Learning lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah siswa pada kelas dengan pembelajaran langsung. Keefektifan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan e-learning disebabkan oleh sintak model pembelajaran Discovery Learning berbantuan e-learning yaitu sebelum proses pembelajaran dimulai siswa mengunduh terlebih dahulu materi dan LKS yang diupload di web, sehingga pada saat pembelajaran di kelas siswa sudah siap dengan materi pembelajaran. Pembelajaran dengan bantuan e-learning ini siswa bisa memanfaatkan waktu kosong mereka untuk berkunjung ke laman web dan belajar di dalam e-learning dengan mudah. Serta dalam pengumpulan tugas siswa juga dipermudah dengan cara langsung mengupload tugas tersebut di web. Guru juga bisa langsung mengecek dan menilai tugas yang telah dikirim oleh siswa
Pengembangan LKS (Lembar Kerja Siswa) Materi Pola Bilangan dengan Pendekatan Scientific untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa
Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (RnD) yang bertujuan untuk menghasilkan LKS (Lembar Kerja Siswa) dengan Pendekatan Scientific yang berkualitas untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Pola Bilangan. Prosedur pengembangan yang digunakan adalah prosedur pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah dihasilkan LKS (Lembar Kerja Siswa) dengan Pendekatan Scientific yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. LKS (Lembar Kerja Siswa) dengan Pendekatan Scientific bertujuan untuk Memfasilitasi Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Pola Bilangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Kualitas LKS yang dikembangkan dinyatakan valid dengan rata-rata skor 3,08 dari skor maksimal ideal 4. (2) Berdasarkan data yang diperoleh LKS dengan pendekatan scientific dinyatakan praktis, dengan rata-rata skor respon guru terhadap LKS dengan pendekatan scientific sebesar 3,19 dari skor maksimal ideal 4, respon siswa terhadap LKS dengan pendekatan scientific memperoleh rata-rata skor 3,18 dari skor maksimal ideal 4, analisis respon positif siswa memperoleh persentase sebesar 80,81%, dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran memperoleh rata-rata persentase keterlaksanaan sebesar 92,5%. (3) Berdasarkan hasil posttest, LKS dinyatakan efektif dan dikatakan telah berhasil memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi Pola Bilangan dengan persentase siswa yang memperoleh nilai posttest lebih dari atau sama dengan KKM mencapai 71,88%
Multipel representasi matematis mahasiswa calon guru matematika dalam memahami konsep integral ditinjau dari kecerdasan verbal linguistik
Kemampuan multipel representasi adalah sebuah keniscayaan bagi mahasiswa. Kemampuan adaptasi pemecahan masalah yang diintegrasikan dengan teknologi menggunakan berbagai kecerdasan ganda juga merupakan bagian penting yang harus dikuasai mahasiswa terutama mahasiswa calon guru. Penelitian ini mencoba mengkaji kemampuan representasi matematis mahasiswa calon guru matematika dalam memahami konsep integral ditinjau dari kecerdasan verbal linguistik. Subyek dalam penelitian ini adalah satu mahasiswa dengan kecerdasan verbal linguistik. Mahasiswa calon guru matematika dengan kecerdasan verbal linguistik diberi tes dengan konsep integral yang tertera didalamnya kemudian diwawancarai. Proses triangulai metode digunakan untuk mengetahui validitas data. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru matematika dengan kecerdasan verbal linguistik memiliki ragam representasi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dalam tes. Representasi yang muncul meliputi representasi visual, gambar dan ekspresi matematis. Secara mendalam mahasiswa dengan kecerdasan verbal linguistik mampu memahami, merencanakan dan melksanakan penyelesaian dengan memunculkan berbagai representasi dalam satu waktu. Representasi gambar digunakan untuk menguatkan representasi visual yang ada begitu juga dengan representasi ekspresi matematis yang digunakan untuk menguatkan representasi gambar. Kompleksitas manipulasi aljabar dalam ekspresi matematis yang digunakan untuk menguatkan representasi visual dan gambar juga selalu muncul dalam setiap tahapan penyelesaian masalah. Dengan kata lain mahasiswa calon guru matematika yang memiliki kecerdasan verbal linguistik memiliki ragam multi representasi yang bisa digunakan untuk membantu dalam menyelesaikan permalasahan khususnya dalam pemahaman konsep integral
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi aritmetika sosial menurut Polya
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi aritmetika sosial menurut Polya, dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi aritmetika sosial menurut Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 11 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2019/2020. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa, antara lain: (a) pada langkah memahami masalah siswa tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, (b) Kesalahan menyusun rencana, pada langkah menyusun rencana siswa kurang tepat dalam menyusun langkah-langkah penyelesaian, (c) Kesalahan melaksanakan rencana, pada langkah melaksanakan rencana siswa tidak menuliskan rumus, lupa atau salah menuliskan operasi dalam perhitungan, salah dalam menghitung, dan tidak menuliskan kesimpulan, (d) Kesalahan memeriksa kembali, pada langkah ini siswa tidak memeriksa kembali solusi yang diperoleh, dan kurang tepat memperoleh jawaban akhir. (2) Faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa, yaitu: (a) Siswa tidak memahami maksud dari soal, (b) Siswa tidak mampu mengaitkan kalimat matematika yang ada pada soal, dan tidak mengetahui langkah mana yang dipilih dalam menyusun rencana, (c) Siswa tidak hafal rumus, tidak teliti dalam proses perhitungan, tidak menuliskan kesimpulan dan konsep dasar perkalian kurang, (d) Siswa tidak memeriksa kembali langkah dalam melaksanakan rencana, (e) Rendahnya motivasi belajar siswa, (f) Terpengaruh dengan teman
Pengembangan buku ajar berbasis Technopedagogy pada matakuliah konsep dasar matematika
Bahan ajar merupakan salah satu faktor penting dalam keefektifan sebuah pembelajaran terlebih di tingkat Perguruan Tinggi. Kurangnya bahan ajar tentunya dapat memengaruhi kualitas pembelajaran. Technopedagogy salah satu dari sekian banyak cara yang bisa memfasilitasi supaya kriteria dan bahan ajar bisa efektif. Maka peneliti tertarik untuk mengembangkan bahan ajar yang berupa buku ajar berbasis technopedagogy pada mata kuliah konsep dasar matematika. Pendekatan dalam penelitian ini adalah RnD (Research and Development), sedangkan model penelitian pengembangan yang dipilih adalah ADDIE. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan instrumen berupa angket dan pedoman wawancara dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran menggunakan buku ajar dapat memudahkan proses pembelajaran sehingga membantu pencapaian ketuntasan kompetensi peserta didi
Memanfaatkan pendekatan Stem pada pembelajaran pola bilangan
Penelitian ini didasari pada fokus pembelajaran yang diinginkan pada kurikulum K13, serta arahan dari bapak menteri yang baru Nadiem Makarim yang ni memberikan pembelajaran yang lebih bermanfaat pada siswa dengan melakukan perubahan kecil dimulai dari kelas dan guru masing - masing, dan Hasil PISA 2018, dimana peringkat Indonesia dalam hal literasi matematika menurun. Untuk itu penelitian ini mengangkat ide menggunakan Pendekatan STEM pada pembelajaran matematika, dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk menggali dan menemukan pengetahuan dengan dasar pengetahuan yang dimilikinya dan dengan memanfaatkan unsur – unsur ilmu pengetahuan, budaya, keadaan yang ada disekitarnya. Peneliti menggunakan metode penelitian design research. Dengan 3 tahapan penelitian yakni preliminary, teaching experiment, retrospective analysis. Untuk melihat proses penggalian informasi yang siswa gunakan pada saat pembelajaran dengan menggunakan sebuah stimulus. Setelah mendapatkan informasinya kemudian peneliti memberikan sebuah tes atau evaluasi dengan tanpa menggunakan stimulus apapun
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP N 1 KASIMAN PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman pada pokok bahasan segiempat tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen.Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling.Dari 8 kelas terambil secara acak 2 kelas sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa dari 30 siswa kelas VII-E sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas VII-F sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan 5 soal tes kemampuan komunikasi matematis yang berbentuk uraian yang sudah di uji validitas, dengan reliabilitas 0,81 merupakan reliabilitas sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan uji prasarat diperoleh data yang normal untuk kelas kontrol dan eksperimen, dari uji homogenitas  dan dengan taraf signifikansi 5% (tobs ttabel ). Jadi diperoleh data yang homogen. Pada uji keseimbangan tobs = 0,002 sedangkan pada ttabel = 2,002 dengan taraf signifikansi 5% (tobsttabel ). Jadi diperoleh data seimbang. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t diperoleh tobs = 2,637, sedangkan pada ttabel = 2,002 dengan taraf signifikansi 5% (tobs ttabel ). Maka dari hasil perhitungan statistik tersebut H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 1 Kasiman pada pokok bahasan segiempat tahun pelajaran 2018/201
Analisis pertanyaan guru dalam pembelajaran statistika berdasarkan revisi Taksonomi Bloom
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pertanyaan guru matematika di MTsN 9 Banyuwangi selama proses pembelajaran daring melalui media Edmodo pada materi Statistika. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu guru matematika yang mengajar di kelas VIII. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi (capture dan catatan). Tahapan penelitian meliputi: (1) mencatat dan meng-capture semua pertanyaan guru pada saat pembelajaran berlangsung; (2) mengelompokkan data berdasarkan variabel; dan (3) menganalisis dan mendeskripsikan data hasil penelitian.  Hasil analisis menemukan pertanyaan C1 (pengetahuan) 42,1%, pertanyaan C2 (pemahaman) 15,8%, pertanyaan C3 (aplikasi) 15,6%, pertanyaan C4 (analisis) 13,2% dan pertanyaanC5 (evaluasi) 13,2%. Pertanyaan dalam kategori C6 tidak nampak selama pembelajaran berangsung.  Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa pertanyaan masih didominasi dengan pertanyaan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thingking Skill). Karena itu, perlu penjabaran model-model pertanyaan yang terorientasi pada pertanyaan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thingking Skill). Kata kunci : jenis pertanyaan, Statistika, Taksonomi BloomÂ