38535 research outputs found
Sort by
SKRIPSI-2010015010-AISYAH YAPARI-REPOSITORY
Latar Belakang: Infeksi luka operasi (ILO) adalah infeksi nosokomial pasca
operasi yang mempengaruhi lokasi sayatan, jaringan dalam, dan organ di lokasi
operasi dalam waktu 30 hari setelah prosedur pembedahan. Meskipun ILO adalah
penyakit infeksi yang paling dapat dicegah di antara infeksi nosokomial lainnya.
Masih terdapat beban yang signifikan bagi pasien morbiditas dan mortalitas, serta
biaya tambahan sistem kesehatan dan layanan pembayaran di seluruh dunia.
Tujuan: mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya infeksi
luka pasca operasi Apendektomi di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan
pendekatan retrospektif. Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang
didapatkan dari rekam medis Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi dari Januari
2021 - Desember 2023. Data dianalisis dengan uji Analisis Multivariat.
Kata Kunci: Apendektomi, Apendisitis, IL
HUBUNGAN TARGET PENURUNAN TEKANAN DARAH DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI PUSKESMAS PANINGGILAN
Pendahuluan. Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah di atas ambang normal.
Ini dapat terjadi jika tekanan sistoliknya ≥ 140 mmHg atau tekanan diastoliknya ≥ 90
mmHg, yang dinyatakan berdasarkan hasil rata-rata dari dua atau tiga kali pemeriksaan,
selama satu atau dua kunjungan yang berbeda. Hipertensi juga dapat di akibatkan seiring
bertambahnya usia (lansia), hipertensi juga dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan target
penurunan tekanan darah dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas
Paninggilan.
Metode. Pada penelitian ini metode yang digunakan merupakan metode cross sectional,
dengan analisis univariat dan bivariat, pengolahan data yang diambil berupa data primer,
data primer dengan pemberian kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) kepada
lansia dengan hipertensi di Puskesmas Paninggilan, menggunakan software analisis
statistik berupa uji Pearson Chi-square. Sampel yang diambil ialah pasien lansia
penyandang hipertensi tanpa penyakit penyerta.
Hasil. Jumlah total sampel sebanyak 155 orang, dengan jumlah wanita 96 (61,9%) lebih
banyak dibanding pria 59 orang (38,1%). Dimana usia terbanyak pada kelompok elderly
sebanyak 146 orang (94,2%). Didapatkan nilai p-value = 0,002 serta nilai Odds ratio yaitu
3,369 artinya ada hubungan antara target penurunan tekanan darah dengan penurunan
fungsi kognitif pada lansia, dan lansia yang tidak tercapai target penurunan tekanan
darahnya beresiko atau berpeluang 3,367 kali mengalami penurunan fungsi kognitif.
Kata kunci: hipertensi, fungsi kognitif, lansia
Fraud Diamond Theory Detection on M-Score with Profitability as a Moderating Variable: A Case Study on Sharia Banking Companies
Financial statements provide information about a company's financial health and performance. Fraud involves deceit created for personal or group gain and can occur within financial reports. The Fraud Diamond model serves as a tool for fraud detection, while the M-Score method detects the financial health of a company. This research explores how profitability influences the relationship between fraud diamond variables and M-Score, aiming to prove whether profitability has an impact on the relationship between at least one fraud diamond variable and M-Score. Moderation Regression Analysis, facilitated by Microsoft Excel and SPSS, is employed as the analytical tool. The study utilizes data samples from Bank Mega Syariah, Bank Syariah Bukopin, Bank Syariah Indonesia, Bank Victoria Syariah, Bank Aladin Syariah, and BPD Riau Kepri Syariah for the period 2020-2022. The findings indicate that profitability strengthens the relationship between independent variables and dependent variables. Moreover, the moderating variable interactions significantly moderate 3 out of 5 X variables against Y. This research aims to fill knowledge gaps, provide deeper understanding, and make a significant contribution to the development of financial management theory. It also offers practical guidance for business stakeholders facing complex and dynamic challenges
The Determination of Dawn Time through Image Processing Camera
Determining the early time prayer is very fundamental for Muslims as it directly relates to the legal requirements of prayer. Prayers are not performed whenever we want, but rather there is a determination of the beginning and end of the prayer time as a guideline for Muslims to carry it out. The Indonesia government sets standards for Muslims to perform the dawn prayer service, by precisely determining the degree of the emergence of the dawn of Sadiq by -20^0. This study aims to compare the determination of the government's dawn time using different sensors, specifically drone cameras as image sensors. Drones were chosen due to their several advantages. The data generated by the drone is in the form of photos, which are subsequently processed using digital image processing software, called image-J. The data obtained are in the form of mean and standard deviation. All data collected in 1 day is recorded using Excel to form a graph of data which is then carried out by a polynomial approach to find out the cutoff point as the beginning of the dawn of Sadiq which indicates the start of dawn. The method used in this research is using the 4th order polynomial approach and the Sarrus method and the
data obtained is the mean value and standard deviation. The conclusions obtained in the image analysis research are that the government's dawn time is 15 minutes too fast, the standard obtained in this study is -14.98° and unlike 2D SQM data, 3D drone data results in more accurate data analysis
Frekuensi Aktivitas Ibadah Mendukung Kesehatan Mental RemajaMuslim
Kondisi lingkungan dan sosial dapat menyebabkan gangguan mental pada remaja. Aktivitas
ibadah yang baik, merupakan salah satu solusi mendapatkan ketenangan jiwa dan meningkatkan
kesehatan mental remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi frekuensi aktivitas
ibadah mendukung kesehatan mental remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
pendekatan desain Cross Sectional. Jumlah sampel 49 remaja. Sampel penelitian ini adalah sebagian
remaja yang berusia 15 – 19 tahun. Teknik sampling yang digunakan Quota Sampling. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner dengan pertanyaan tertutup. Kuesioner disebar melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis Chi Square. Hasil menunjukkan remaja dengan kesehatan mental yang baik, memiliki frekuensi aktivitas baca Qur’an, frekuensi aktivitas sholat
sunnah, frekuensi aktivitas dzikir, dan frekuensi aktivitas sedekah. Kesimpulan dalam penelitian ini, frekuensi aktivitas ibadah mendukung kesehatan mental remaja