38535 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS PRAYA LOMBOK TENGA
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN
MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS
PRAYA LOMBOK TENGAH
Tuti Hardianti Maulana
1904015256
Diabetes melitus (DM) dikategorikan ke dalam penyakit kronis yang terjadi
karena pankreas tidak cukup untuk menghasilkan insulin atau pada saat tubuh
tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat DM
tipe II di Puskesmas Praya Lombok Tengah. Desain penelitian ini adalah crosssectional.
Penelitian ini dilakukan pada kegiatan prolanis periode September
2023, di Puskesmas Praya Lombok Tengah. Sumber data yang digunakan adalah
kuesioner DKQ-24 untuk mengetahui tingkat pengetahuan, dan untuk mengetahui
tingkat kepatuhan minum obat pasien DM tipe II menggunakan kuesioner ARMS
dan metode pill count (menghitung sisa obat). Teknik pengambilan sampel
dengan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 150
pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 68% pasien memiliki
pengetahuan baik, dan 87,5% pasien tidak patuh dalam meminum obat. Hasil
analisis bivariat dengan instrumen ARMS dan pill count menunjukkan bahwa
tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan minum obat
pada pasien DM tipe II ( p > 0,05).
Kata kunci: DM tipe II, ARMS, DKQ-24, pill count, cross-sectiona
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK KOLIN KLORIDA-UREA (1:2) DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) Less.) YANG DIPEROLEH DARI METODE EKSTRAKSI TERBANTU ULTRASONIK DAN PENGADUK MAGNETIK
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK KOLIN
KLORIDA-UREA (1:2) DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) Less.)
YANG DIPEROLEH DARI METODE EKSTRAKSI TERBANTU
ULTRASONIK DAN PENGADUK MAGNETIK
Siti Rosidah Cahyani
1904015124
Daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) salah satu tanaman yang memiliki
kandungan flavonoid. Kolin klorida-urea merupakan pelarut alternatif yang relatif
aman dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan
membandingkan kadar flavonoid total daun beluntas ekstrak kolin klorida-urea
(1:2) dengan ekstrak etanol 70% daun beluntas yang diperoleh dari metode
ekstraksi terbantu ultrasonik dan pengaduk magnetik. Penetapan kadar flavonoid
dilakukan dalam mikroplet 96 sumuran. Pengukuran absorbansi sampel flavonoid
total diukur pada panjang gelombang 415 nm menggunakan microplate reader.
Rata-rata kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% daun beluntas terbantu
ultrasonik dan pengaduk magnetik adalah 12,766 mgQE/g ± 0,523 dan 7,288
mgQE/g ± 0,066. Rata-rata kadar flavonoid ekstrak kolin klorida-urea (1:2) daun
beluntas terbantu ultrasonik dan pengaduk magnetik sebesar 9,079 mgQE/g ±
0,661 dan 7,722 mgQE/g ± 0,236. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
metode terbantu ultrasonik merupakan metode ekstraksi yang baik untuk
mengekstraksi flavonoid dari daun beluntas. Pelarut etanol 70% mengekstraksi
flavonoid lebih tinggi dibandingkan kolin klorida-urea (1:2).
Kata Kunci: Daun beluntas, NADES Kolin Klorida-Urea (1:2), Ultrasound
Assisted Extraction, Magnetic Stirrer Assisted Extraction,
flavonoid t
IDENTIFIKASI ZAT WARNA RHODAMIN B PADA PRODUK SAUS SAMBAL KEMASAN YANG BEREDAR DI PASAR PANDEGLANG - BANTEN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis
IDENTIFIKASI ZAT WARNA RHODAMIN B PADA PRODUK SAUS
SAMBAL KEMASAN YANG BEREDAR DI PASAR PANDEGLANG -
BANTEN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis
Enji Pauziah
1604015309
Saus adalah cairan kental terbuat dari daging buah merah, memiliki aroma dan
rasa yang menggugah selera dengan atau tanpa rasa pedas. Zat warna Rhodamin B
sering disalahgunakan oleh produsen untuk mewarnai makanan. Efek
mengonsumsi Rhodamin B dalam jumlah banyak dapat mengiritasi mukosa,
saluran pencernaan, iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit, kerusakan hati, ginjal
dan limfa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pewarna
Rhodamin B pada saus kemasan yang beredar di pasar Pandeglang. Tahap awal
penelitian ini mengekstrak sampel dengan cara penguapan. Lalu dilakukan uji
kualitatif KLT untuk membandingkan nilai Rf sampel dan baku Rhodamin B, hasil
sampel positif kemudian dilanjutkan pengujian spektrofotometri UV-Vis untuk
memastikan adanya senyawa tersebut. Hasil positif dari uji kualitatif KLT dan
spektrofotometri UV-Vis diperoleh pada sampel 1 (eluen 2).
Kata Kunci: Saus sambal Kemasan, Rhodamin B, Kromatografi Lapis Tipis
(KLT), Spektrofotometri UV-Vis
Novel Biografi: Dalam Perspektif Teoretis Sastra Indonesia
Novel biografi di Indonesia semakin marak diterbitkan. Hingga tahun ini, sudah lebih dari 100 novel biografi telah diterbitkan. Figur yang dinovelisasi pun sangat beragam, dari figur agama, politik, militer, ilmuwan, dan lainnya. Nama-nama figur yang biografinya dinovelisasi; Buya Hamka, Lafran Pane, Hasan Saleh, K.H. Ahmad Dahlan, R.A. Kartini, dan masih banyak lagi. Namun, masih ada beberapa orang yang menganggap bahwa novel biografi adalah novel sejarah. Walaupun memiliki muatan sejarah, namun novel biografi bukanlah novel sejarah. Aspek sejarah di dalamnya merupakan sebuah latar atau konteks yang menguatkan nuansa cerita. Lalu, novel biografi juga masih memiliki perdebatan dalam etika penulisannya. Oleh karena itu, hadirnya buku ini ditujukan untuk memberi wawasan seputar novel biografi dalam persepsi sastra Indonesia. Bagian pertama buku ini disajikan tentang novel yang terdiri atas pengertian, unsur pembangun, jenis, dan fungsinya. Pada bagian kedua, pembahasan mengerucut kepada novel biografi dengan menguraikan sekilas permasalahan, pengertian dan karakteristik novel biografi, penggalian wawasan, pengembangan karakter, dan pengembangan cerita. Pada bagian ketiga, disajikan etika dalam proses penulisan novel biografi seperti motif, apropriasi, dan gaya penulisan