Jurnal Transportasi
Not a member yet
512 research outputs found
Sort by
KAJIAN PARK AND RIDE UNTUK BUSWAY JAKARTA
Abstract As one of the TDM alternative for improving bus public transport services, park-and-ride (P&R) could support a larger mode shift from private car users. Experience from other developed countries proves that P&R could bring more passenger uses mass transit system. Two important parameter for the successful of P&R services are location and tarif. In Jakarta, the successful implementation of Blok M-Kota first busway corridor could not be followed by others, due to low quality of transfer facilities. This paper reviews the theoretical ideal P&R and practical measures to be discussed for the Jakarta busway corridors.keywords: park and ride, private car users, buswa
SIMULASI MANAJEMEN LALULINTAS UNTUK MENGURANGI KEMACETAN DI PERUMAHAN JEMUR ANDAYANI
Abstract The use of cars by students, as a primary mode for commuting to and from school, has profound effects on school parking requirements and traffic congestion at the peak hour, especially if the school is located inside the residential area, such as Jemur Andayani, This paper aims to recognize the effect of the implementation of various potentials local area traffic management in reducing traffic congestion in Jemur Andayani residential area. The Trafik Plan to analyze eight potentials of local area traffic management. Schemes presents two alternative solutions to alleviate traffic congestion, consisting of opening which are open the access of the new bridge to reduce trip distance (alternative 4) and implementing several traffic lights to control traffic movement at the major intersections (alternative 8). Keywords: local area traffic management, trafikplan
TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN BONGKAR-MUAT BARANG PADA TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG
Abstract This study aimed to analyze the level of consumer expectations and the performance of the service and the satisfaction level of stevedoring service users at the Container Terminal of Semarang. It also analyzes the factors that have to be maintained, the main priority, and low priority of customer satisfaction. The samples are 73 respondents (companies) with the data analysis performed using the Important Performance Analysis. Based on the Cartesian diagram analysis, it is known that factors considered essential are in accordance with the reality perceived by the customer so that the satisfaction level is relatively high for the clarity of service personnel, service personnel discipline, fairness of service, and comfort environment. While the factors that are considered less important by customers and in fact not very special are service procedures, service attendant responsibilities, service speed and courtesy and hospitality workers. Key words: performance, interest, satisfaction, service, quality Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat harapan konsumen dan kinerja layanan serta tingkat kepuasan pengguna jasa bongkar muat pada Terminal Peti Kemas Semarang. Selain itu juga menganalisis faktor yang harus dipertahankan, prioritas utama dan prioritas rendah dari kepuasan customer. Sampel yang digunakan sebanyak 73 responden (perusahaan) dengan analisis data menggunakan Important Performance Analysis. Berdasarkan hasil analisis diagram Kartesius diketahui bahwa faktor-faktor yang dianggap penting telah sesuai dengan kenyataan yang dirasakan oleh pelanggan sehingga tingkat kepuasan relatif tinggi terdapat pada kejelasan petugas pelayanan, kedisiplinan petugas pelayanan, keadilan mendapatkan pelayanan dan kenyamanan lingkungan. Sedangkan faktor-faktor yang dianggap kurang penting oleh pelanggan dan pada kenyataannya tidak terlalu istimewa adalah faktor prosedur pelayanan, tanggungjawab petugas pelayanan, kecepatan pelayanan, serta kesopanan dan keramahan petugas. Kata-kata kunci: kinerja, kepentingan, kepuasan, layanan, kualita
PENGARUH PERBAIKAN PENGELOLAAN LALULINTAS INTERNAL PELABUHAN TERHADAP KINERJA BONGKAR MUAT PELABUHAN
Abstract As archipelagic countries, seaport plays important roles in Indonesian economy. The performances of seaport significantly influence the economic growth as well as product competitiveness. Therefore, the efficiencies in seaport have received more and more attention. The traffic circulation of freight transport in the internal seaport are potentially affects the key performance of seaport. This study shows the relationship between traffic performance with the performance of seaport, which is reflected as the loading and unloading parameter. In which the improvement of traffic performance potentially increase in the loading and unloading performance. The microsimulation based approach is the applied, by taking into account the Seaport of Cigading as case study. Keywords: seaport internaltraffic, microsimulation, loading/unloading, bulk seaport Abstrak Artikel ini berisi kajian terkait pengaruh perbaikan pengelolaan lalulintas terhadap kinerja pelabuhan. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau menempatkan pelabuhan sebagai salah satu infrastruktur utama transportasi Indonesia. Oleh karena itu, perbaikan kinerja pelabuhan memiliki arti penting terhadap sistem transportasi Indonesia secara umum, maupun terhadap aspek pertumbuhan ekonomi. Salah satu aspek dalam sistem kepelabuhan adalah aspek sirkulasi lalulintas internal. Studi ini menunjukkan bahwa perbaikan pengelolaan lalulintas internal memberikan dampak positif dalam peningkatan kinerja pelabuhan secara umum, yang terlihat dari potensi bongkar muat pelabuhan. Model simulasi-mikro yang umum digunakan untuk menganalisis kinerja lalulintas jalan raya digunakan dalam studi ini, dengan mengambil Pelabuhan Cigading sebagai studi kasus. Kata-kata kunci: lalulintas internal pelabuhan, bongkar/muat, simulasi-mikro, pelabuhan cura
ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN BERDASARKAN DATA TELEPON SELULER: STUDI KASUS PROVINSI BALI
Abstract Origin-Destination Matrix is a two-dimensional matrix that contains travel demand information between different locations (zones). Based on previous studies, it is known that using mobile phone data has great potential for estimating OD Matrix effectively. The purpose of this research to assess OD matrixestimation based on mobile phone data that recordingcontinuously Base Transceiver Station (BTS) location which connected to mobile station as long as the device is powered on, case study in Bali Province. The approach to estimate OD matrix based on mobile phone datais by generating individual trajectory based the temporal sequence of location BTS data for each mobile phone users. Results of OD matrix estimation based on mobile phone data show the hourly and daily trip patterns of mobile phone users from cellular provider in Bali Province. The conclusions of this research describe limitations of OD Matrix estimation based on mobile phone data and future research extension. Keywords: Origin-Destnation Matrix, mobile phone data, Base Transceiver Station, trajectory Abstrak Matriks Asal Tujuan (MAT) adalah matriks berdimensi dua yang berisi informasi mengenai besarnya pergerakan antarlokasi (zona) di daerah tertentu. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya diketahui bahwa pemanfaatan data telepon seluler memiliki potensi yang besar dalam mengestimasi MAT secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler yang berisi informasi lokasi Base Transceiver Station yang terhubung dengan perangkat telepon seluler dari waktu ke waktu selama kondisi aktif dengan wilayah studi di Provinsi Bali. Pendekatan yang digunakan dalam mendefinisikan pergerakan asal tujuan berdasarkan data telepon seluler adalah dengan membangun trajectory individu berdasarkan data lokasi BTS yang diurutkan berdasarkan waktu untuk masing-masing pengguna telepon seluler. Hasil estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler menunjukkan pola pergerakan pengguna telepon seluler pada periode tiap jam dan harian di wilayah Provinsi Bali. Pada kesimpulan dijelaskan keterbatasan estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler dari penelitian ini dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Kata-kata kunci: Matriks Asal Tujuan, data telepon seluler, Base Transceiver Station,trajector
PERBANDINGAN NILAI KESEDIAAN MEMBAYAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN STATED PREFERENCE CONTINGENT VALUATION DAN STATED PREFERENCE STATED CHOICE
Abstract Stated Preference method is a flexible non-market valuation method, which is widely used in the cost-benefit analysis. In this study, the willingness to pay for passenger cars is estimated and compared using two different Stated Preference methods, namely the Contingent Valuation and Stated Choice methods. These models are applied to estimate the non-market value of road safety in the City of Bandung. Interviews were conducted with more than 500 residents of the City of Bandung. The results showed that the willingness to pay using contingent valuation method is Rp 180.32/km and willingness to pay using stated choice method is Rp 333.7/km. The main concern for these models is the reliability and validity of the assessment results, because there is a hypothetical question and a big gap between the two models. Therefore the reliability examination for both models is the most significant problem. Keywords: stated preference, valuation method, contingent valuation, stated choice, road safety AbstrakMetode Stated Preference adalah metode penilaian nonpasar yang fleksibel, yang banyak digunakan dalam analisis biaya-manfaat. Pada penelitian ini kesediaan membayar pengguna mobil penumpang diperkirakan dan dibandingkan dengan menggunakan dua metode Stated Preference yang berbeda, yaitu metode Contingent Valuation dan metode Stated Choice. Model-model ini diterapkan untuk mengestimasi nilai nonpasar keselamatan jalan di Kota Bandung. Survei wawancara dilakukan dengan melibatkan lebih dari 500 orang penduduk Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemauan membayar dengan menggunakan metode contingent valuation adalah Rp 180,32/km dan kemauan membayar dengan menggunakan metode stated choice adalah Rp 333,7/km. Perhatian utama untuk model-model ini adalah keandalan dan validitas hasil penilaian, karena terdapat pertanyaan hipotetis dan kesenjangan yang besar di antara kedua model. Karena itu pemeriksaan keandalan untuk kedua model ini merupakan suatu masalah yang paling signifikan. Kata-kata kunci: stated preference, metode penilaian, contingent valuation, stated choice, keselamatan jala
INTEGRATED TRANSPORT SYSTEM TOWARD SUSTAINABLE TRAVEL BEHAVIOR FOR WORK COMMUTING TRAVEL FROM BEKASI TO JAKARTA
Abstract Due to the inadequacy of public transport and high critical level of congestion in Jakarta Metropolitan Area, implementing sustainable transport for urban future transport improvement is necessary. Critical transport situation in Jakarta Metropolitan Area has pointed the importance of implementation integrated transport system to increase people accessibility. This study is conducted to identify strategic issues in integrated transport system at operational and policy levels toward sustainable mobility, transport equity, and door to door service. According to research aim, explanatory case study is used to build an understanding the current situation. The results indicate that integrated transport system is not fully implemented yet and it found a lot of missing links and barriers in integrated transport system attributes. Moreover, transportation planning at national to local levels is not synchronous which have impacted to the implementation of integrated transport. Keywords: integrated transport, transport system, transport policy, mobility Abstrak Tidak memadainya transportasi umum dan tingginya tingkat kemacetan lalulintas di Kota Metropilitan Jakarta menyebabkan diperlukannya penerapan transportasi yang berkelanjutan untuk perbaikan transportasi perkotaan di masa depan. Situasi transportasi di Jakarta yang telah kritis ini menunjukkan pentingnya penerapan sistem transportasi terpadu untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi isu-isu strategis dalam sistem transportasi terpadu di tingkat-tingkat operasional dan kebijakan terhadap mobilitas yang berkelanjutan, ekuitas transportasi, dan layanan pintu ke pintu. Penelitian ini menggunakan studi kasus untuk menjelaskan situasi yang terjadi saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem transportasi terpadu belum sepenuhnya dilaksanakan dan ditemukan banyak missing links dan hambatan dalam atribut-atribut sistem transportasi yang terintegrasi. Selain itu, perencanaan transportasi di tingkat nasional dan di tingkat daerah tidak sejalan yang berdampak pada pelaksanaan transportasi terpadu. Kata-kata kunci: transportasi terpadu, sistem transportasi, kebijakan transportasi, mobilita
ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS TERMINAL PENUMPANG DI BANDAR UDARA ADISUTJIPTO-YOGYAKARTA
Abstrak Peningkatan permintaan penumpang di Bandar Udara Adisutjipto-Yogyakarta serta peningkatan status menjadi bandar udara internasional menuntut tersedianya fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan yang berlangsung. Perkembangan pergerakan angkutan udara di Bandar Udara Adisutjipto mengindikasikan bahwa fasilitas terminal penumpang eksisting sudah tidak mampu lagi menampung volume penumpang yang ada.Kebutuhan fasilitas bandar udara dibangun berdasarkan prakiraan (forecast) untuk mencari hubungan antara permintaan (demand) dengan kapasitas fasilitas yang ada sehingga kebutuhan fasilitas bandar udara dapat ditentukan. Proyeksi penumpang dilakukan dengan membentuk persamaan regresi linier berganda antara volume penumpang sebagai variabel tergantung (dependent variable) dengan jumlah penduduk, PDRB, atau PDRB per kapita sebagai variabel bebas (independent variable). Analisis kebutuhan luas terminal penumpang dilakukan berdasarkan jumlah penumpang pada saat jam puncak dan standar luas yang berlaku. Perhitungan lalu lintas pada jam puncak dilakukan dengan memasukkan faktor jam puncak (Cp) terhadap pergerakan lalu lintas harian, menggunakan formula JICA (Japan International Cooperation Agency).Jumlah penumpang domestik pada jam puncak tahun 2024 adalah 1.516 penumpang dengan 24 pergerakan pesawat dan fasilitas terminal penumpang domestik yang dibutuhkan adalah sebesar 22.399,78 m2. Jumlah penumpang internasional pada jam puncak sampai dengan tahun 2024 mencapai 170 penumpang dengan 3 pergerakan pesawat dan fasilitas terminal penumpang internasional yang dibutuhkan adalah sebesar 2.345,70 m2.Kebutuhan ruang parkir tahun 2024 adalah seluas 16.639,68 m2 untuk menampung 661 mobil penumpang, 124 taksi dan 42 sepeda motor.Konsep perencanaan pengembangan terminal penumpang Bandar Udara Adisutjipto-Yogyakarta adalah secara vertikal dan horisontal dengan sistem bangunan linier.Kata-kata kunci: jam puncak, peak hour, forecast, deman
KAJIAN SISTEM MANAJEMEN PEMELIHARAAN JALAN REL DAERAH OPERASI 2 BANDUNG: STUDI KASUS DISTRIK 23C KIARACONDONG
Abstrak Penanganan pemeliharaan infrastruktur jalan rel tidak terlepas dari sistem manajemen pemeliharaan infrastruktur jalan rel. Perencanaan program pemeliharaan merupakan aspek terpenting dalam manajemen pemeliharaan jalan rel. Perencanaan yang matang akan menghasilkan suatu sistem manajemen pemeliharaan jalan rel yang efektif dan efisien.Penelitian ini membahas tentang pemeliharaan jalan rel yang dilakukan oleh PT KAI dalam lingkup Daerah Operasi 2 Bandung. Analisis dilakukan pada rencana pemeliharaan jalan rel tahun 2003, yaitu pada Distrik 23C Kiaracondong. Analisis dilakukan pada laporan pemeriksaan dengan kereta ukur. Kemudian ditentukan siklus perawatan sempurna. Setelah itu dilakukan penghitungan kebutuhan pemeliharaan dan kebutuhan tenaga manusianya, maka dapat diketahui bagaimana pemeliharaan yang diprogramkan dapat sesuai dengan yang dibutuhkan.Dari hasil analisis ditemukan bahwa 37,8% jalan rel Distrik 23C Kiaracondong berada dalam kondisi geometri jalan rel yang buruk. Karena itu, pemeliharaan geometri jalan rel harus segera dilakukan untuk mengembalikan kondisi jalan rel tersebut. Pada kenyataannya pemeliharaan yang diprogramkan memiliki banyak ketidakcocokan dengan kondisi tersebut. Volume pekerjaan yang diprogramkan pada penggantian rel, penggantian bantalan, dan penambahan balas tidak sesuai dengan kebutuhan. Dari hasil analisis juga didapat bahwa sumber daya manusia yang tersedia tidak dapat memenuhi jam kerja yang diprogramkan untuk melakukan pemeliharaan, maka kekurangan sumber daya manusia sebanyak delapan orang atau 15.048 jam-orang per tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalan rel Distrik 23C Kiaracondong belum bisa melayani operasi kereta api secara optimum sebagai akibat dari pemeliharaan jalan rel yang tidak sesuai dengan kebutuhan.Kata-kata kunci: sistem manajemen pemeliharaan, jalan rel, kereta api, Track Quality Inde