Jurnal Transportasi
Not a member yet
    512 research outputs found

    MODEL BANGKITAN PERJALANAN DARI PERUMAHAN: STUDI KASUS PERUMAHAN PUCANG GADING, MRANGGEN, DEMAK

    Get PDF
    Abstrak Pembangunan komplek perumahan Pucang Gading, pasti akan menimbulkan bangkitan lalu lintas yang baru, sehingga membebani jalur-jalur tertentu maka bangkitan lalu lintas ini harus diantisipasi, dikelola dan disalurkan dengan baik agar pembebanan pada jalur-jalur jalan tidak melampaui kapasitasnya. Bangkitan perjalanan merupakan tahap pertama dari empat tahap konsep perencanaan transportasi. Studi ini diharapkan dapat menyusun suatu bentuk model analitis yang mempresentasikan banyaknya bangkitan pergerakkan per hari dengan variabel-variabel yang mempengaruhi. Di samping itu, dapat diketahui karakteristk perjalanannya.Melalui metode survei kuesioner kepada para responden. Hasil penelitian di kawasan perumahan Pucang Gading, Mranggen, Demak dengan mengambil sampel sebanyak 110 keluarga, dengan data meliputi total trips (total perjalanan) sebagai variabel terikat sedangkan jumlah person, jumlah pekerja, tingkat pendapatan dan kepemilikan kendaraan sebagai variabel bebasnya. Sedangkan untuk karakteristik bangkitan perjalanan dibedakan menjadi dua, yaitu: karakteristik rumah tangga dan karakteristik perjalanan.Berdasarkan analisis regresi dari semua persamaan ada beberapa persamaan yang dapat dipertimbangkan sebagai persamaan akhir untuk memperkirakan jumlah bangkitan perjalanan. Dan setelah di uji dengan memasukkan nilai tiap variabel sesuai dengan data yang didapat dari hasil survei, didapatkan satu persamaan yang paling mendekati kenyataan sebenarnya yaitu: Y = 1,240 + 0,407 X2 + 4,092.10-7 X3 + 2,849.10 - 2 X4, dengan koefisien determinasi 0,546 dan standard error 0,6609 Sedangkan dari hasil survei kuesioner mengenai karakteristik bangkitan perjalanan diketahui bahwa mayoritas warga perumahan Pucang Gading, Batursari, Mranggen, Demak berusia antara 25 sampai 55 tahun (36,367%), sarana transportasi yang rata-rata dimiliki adalah sepeda motor (62,98%), pendapatan keluarga rata-rata sebesar Rp870.300,00 dengan jenis pekerjaan sebagian besar adalah pegawai swasta (34,55%), moda yang banyak digunakan untuk memuali perjalanan adalah sepeda motor (55%), sedangkan untuk frekuensi perjalanan keluarga rata-rata adalah sebanyak dua kali per hari.Kata-kata kunci: bangkitan perjalanan, karakteristik perjalanan, trip

    ANALISIS LALU LINTAS PADA JL. ABD. DG. SIRUA AKIBAT PEMBANGUNAN JALAN ALTERNATIF DI KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Abstrak Kota Makassar, sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur, perlu menyediakan segala sarana dan prasarana kota, termasuk jalan akses menuju ke pusat kota. Salah satu jalan alternatif yang akan dibangun di Makassar adalah Jl. Abd. Dg. Sirua, yang dapat menghubungkan pusat kota dengan daerah di bagian selatan. Dalam membangun jalan alternatif tersebut perlu diindentifikasi pengaruhnya terhadap kinerja sistem lalu lintas. Studi ini bertujuan memprakirakan dampak pembangunanan jalan alternatif terhadap kinerja sistem lalu lintas. Pengambilan data meliputi data primer, yang diperoleh melalui survey lapangan, dan data sekunder, yang diperoleh melalui survey institusional. Analisis dilakukan dengan membandingkan karakteristik lalu lintas sebelum dan sesuadah jalan alternatid beroperasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi perubahan karakteristik lalu lintas setelah jalan alternatif beroperasi., yaitu derajat kejenuhan berubah dari 0,67 menjadi 0,33, tingkat pelayanan dari C menjadi A, dan kecepatan lalu lintas dari 29 km/jam menjadi 48 km/jam. Kata-kata kunci: dampak pembangunan jalan, Makassar, kapasitas jalan, derajat kejenuhan, tingkat pelayanan

    HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PENGEMUDI SEPEDA MOTOR PADA BERBAGAI KEADAAN LALU LINTAS JALAN DENGAN KARAKTERISTIK PENGEMUDI, KENDARAAN, DAN PERJALANAN

    Get PDF
    Abstrak Keberadaan sepeda motor dalam jumlah yang sangat besar di jalan menyebabkan operasi lalu lintas yang rumit dan cenderung berbahaya. Untuk memahami potensi bahaya ini dilakukan wawancara terhadap 75 responden yang terdiri dari 50 mahasiswa dan 25 dosen/karyawan Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kelompok pertanyaan pertama melipui data umum, data pekerjaan, data kesehatan, data kendaraan dan data penggunaan kendaraan responden. Kelompok pertanyaan ke dua meliputi perilaku responden pada berbagai situasi lalu-lintas. Analisis tabulasi silang dan Kendall’s tau-b dilakukan untuk mengetahui hubungan antara data kelompok pertama dengan data kelompok ke dua. Analisis Kendall’s tau-b dipilih karena teknik ini cocok untuk data yang berasal dari variabel ordinal yang mendominasi basis data untuk penelitian ini.Secara umum, pengemudi yang lebih tua cenderung lebih berhati-hati dalam bersepeda motor. Makin tua responden, makin kerap yang bersangkutan memeriksa kendaraan sebelum digunakan, makin jarang melanggar lampu merah, melewati garis henti saat menunggu lampu hijau, berkecepatan sangat tinggi, mendahului secara zig-zag, memotong dari kiri ke kanan, menggunakan jalan pada arah yang berkebalikan dari yang diizinkan, mengalami kecelakaan,  menggunakan telpon seluler saat mengemudi.Kata-kata kunci: Karakteristik pengemudi sepeda motor, perilaku, situasi lalu-lintas, Kendall’s tau-

    CAMPURAN BERASPAL PORUS DWILAPISAN SEBAGAI LAPIS PERMUKAAN JALAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DI PERKOTAAN

    Get PDF
    Abstract The pleasurable of driving on roads with high level of safety is expected by all road users in developed and developing countries. Communities who live in big cities near to road crossings definitely do not expect noise that which could disturb their daily lives. In this paper, several research findings will be presented related to double layer porous asphalt, in laboratory as well as its application, in some developed countries. It is shown that the use of finer upper layer with less thickness could function as noise reducer. In addition, the double layer porous asphalt has the level of noise very much lower than those of other conventional asphalts. However, the porous asphalt needs maintenance to prevent its void from clogging of debris and other small materials. Another factor that could reduce its service life is the influence of over-loaded vehicles which causes the voids become smaller. Keywords: Double layer porous asphalt, environment, noise, voids and permeability

    PENINGKATAN KINERJA PELABUHAN KRUENG GEUKUEH, LHOKSEUMAWE, PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

    Get PDF
    Abstract Sea transportation sector comes to be one golden bridge for Indonesia to increase the economy activity. In this context, Nanggroe Aceh Darussalam Province is one of the strategic provinces, which acts as a gate to enter in western part of Indonesia. Being surrounded by sea, a harbor and sea transportation in NAD is a must. One of the most important harbour in NAD province is Krueng Geukueh Harbour. NAD has very strategic position, between Malaysia and Singapore, and potential conditions, e.g. closely related with central business district, the existence of abundance natural resources, and the availability of airport. The purpose of this study is to improve the performance of Krueng Geukueh Harbour. An improvement efforts suggested include, improving unity of intermodal and multimodal in this harbour, increasing harbour’s capacity of facilities, increasing shipping safety, improving human resources quality and technology usage, and offering opportunities for investor. Keywords: harbor’s performance, intermodal transportation, multimodal transportation

    MODEL PEMILIHAN MODA ATAS PELAYANAN MONOREL JAKARTA BERDASARKAN DATA STATED PREFERENCE (SP)

    Get PDF
    Abstract The need for mass transportation urges the government of Jakarta to build a monorail system. Monorail will increase the capacity of  public transportation system and give a new color to the urban transportation services. Users will have an additional mode choice and then make their preferences. User’s behaviour when choosing mode can be modeled using Stated Preference data. By using Stated Preference, monorail can be compared objectively to existing modes, namely private car, AC bus, non-AC bus, and busway using specific service attributes. Attributes used in this study are journey time, fare, frequency of departure, delay, and walking time to station. Stated Preference data were obtained from a survey to prospective passengers in the service area of the Green Line monorail corridor. Binary logit models were employed to model mode choices and the utility function was in a linear form. Calibration was done by multiple linear regression. Four mode choice models were then obtained, namely monorail versus private car model, monorail versus AC bus model, monorail versus non-AC bus model and monorail versus busway model. Keywords:  monorail, mode choice, service attribute, Stated Preference (SP)

    PENYEDIAAN FASILITAS PARKIR DI PUSAT PERBELANJAAN ROXY SQUARE KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Abstract The parking lot is public and supporting facilities in a shopping center. Roxy Square is a shopping center in Jember which are currently arranging its parking facilities. Parking facilities should be planned with the calculations, handling, and proper circulation arrangement. All of these are intended to avoid the lack of parking spaces that would lead to queues and congestion. In this study the vehicle parking demand was calculated based on the parking space unit and the biggest difference between the arrival and departure of vehicles. The results show that the vehicles in the parking space demand in Roxy Square on weekdays only 35 % of the parking space requirements on holidays. Because there are three parking zones available, it is necessary to conduct open and close zone system and efficient parking arrangements in accordance with the needs of daily parking. Key words: parking, shopping malls, parking demand, parking space unit, parking zone  Abstrak Tempat parkir merupakan fasilitas umum dan penunjang di suatu pusat perbelanjaan. Roxy Square merupakan salah pusat perbelanjaan di Jember yang saat ini sedang menata fasilitas parkir yang dimiliki. Fasilitas parkir harus direncanakan dengan perhitungan, penataan, dan pengaturan sirkulasi yang tepat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kurangnya ruang parkir yang akan menimbulkan antrian dan  kemacetan. Pada studi ini dihitung kebutuhan parkir kendaraan berdasarkan Satuan Ruang Parkir dan selisih terbesar antara kedatangan dan keberangkatan kendaraan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebutuhan ruang parkir kendaraan di Roxy Squae pada hari kerja hanya 35 % terhadap  kebutuhan ruang parkir pada hari libur. Karena tersedia 3 zona parkir, perlu dilakukan sistem buka tutup zona serta pengaturan parkir yang efisien sesuai dengan kebutuhan parkir harian. Kata-kata kunci: parkir, pusat perbelanjaan, kebutuhan parkir, satuan ruang parkir, zona parki

    KELAYAKAN FINANSIAL PENGEMBANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA

    Get PDF
    Abstract Husein Sastranegara International Airport is one of the gates for economic sector for West Java Province. The number of passengers in 2013 had reached 2,657,984 passengers and it has exceeded the capacity of existing passenger terminal which can only accommodate 750,000 passengers per year. Passenger terminal is expanded up to 17,000 m2 with capacity of 3,400,000 passengers per year. The investment value of this project was estimated to be Rp 126,505,457,542.00. In this study the financial feasibility analysis is calculated by Net Present Value, Internal Rate Return, and Benefit Cost Ratio Methods. This study shows that this passenger terminal project have a positive net present value, internal rate return is greater than minimum attractive rate of return, and benefit cost ratio is greater than 1 meaning that the development of the passenger terminal is financially feasible. Keywords: passenger terminal, financial feasibility, net present value, internal rate return, benefit cost ratio  Abstrak Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara merupakan salah satu gerbang sektor perekonomian Provinsi Jawa Barat. Jumlah pergerakan penumpang tahun 2013 telah mencapai 2.657.984 penumpang dan jumlah tersebut telah melampaui kapasitas terminal penumpang yang tersedia, yaitu 750.000 penumpang per tahun. Terminal penumpang ini diperluas hingga 17.000 m2 dengan kapasitas tampung sebesar 3.400.000 penumpang per tahun. Nilai investasi proyek ini diperkirakan sebesar Rp 126.505.457.542,00. Pada studi ini analisis kelayakan finansial dilakukan dengan 3 metode, yaitu Metode Nilai Sekarang Bersih, Metode Tingkat Pengembalian Bunga Internal, dan Metode Rasio Manfaat Biaya. Hasil studi ini menunjukkan bahwa proyek ini mempunyai nilai sekarang bersih positif, tingkat pengembalian bunga internal lebih besar daripada tingkat pengembalian yang diinginkan, dan rasio manfaat biaya lebih besar daripada 1, yang berarti proyek pengembangan terminal penumpang ini merupakan investasi yang layak secara finansial. Kata-kata kunci: terminal penumpang, kelayakan finansial, nilai sekarang bersih, tingkat pengembalian bunga internal, rasio manfaat biay

    KAJIAN TARIF ANGKUTAN ANTAR JEMPUT SEKOLAH DI YOGYAKARTA: STUDI KASUS TK/SD BUDI MULIA II, TK/SD SYUHADA, SD UNGARAN, DAN SD SERAYU

    Get PDF
    ABSTRAK Jasa angkutan antar jemput sekolah secara khusus belum diatur oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, termasuk dalam hal pentarifan. Padahal keberadaanya masih diperlukan oleh masyarakat yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak mempunyai cukup waktu untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah. Apalagi Yogyakarta merupakan kota pendidikan yang banyak tumbuh sekolah favorit dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi. Studi ini dilakukan untuk mengkaji tarif angkutan antar jemput sekolah dengan studi kasus TK/SD Budi Mulia Dua, TK/SD Syuhada, SD Ungaran, dan SD Serayu. Dengan menganalisis tarif saat ini dibandingkan dengan perhitungan running cost pada kendaraan yang digunakan, dan menganalisis nilai Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) pengguna jasa. Hasil dari analisis diperoleh tarif saat ini lebih rendah perhitungan running cost. Dari sisi kemampuan dan kesediaan membayar pelanggan jasa angkutan menunjukkan hasil lebih tinggi dari tarif yang berlaku saat ini. Responden pada jasa angkutan yang dikelola sekolah mampu membayar tarif lebih tinggi Rp77.448,00 dari tarif saat ini, tetapi hanya mau membayar bila tarif dinaikkan sebesar Rp17.600,00. Responden pada jasa angkutan yang tidak dikelola sekolah mampu membayar tarif lebih tinggi Rp84.277,00 dari tarif saat ini, tetapi hanya mau membayar bila tarif dinaikkan sebesar Rp21.737,00.Kata-kata kunci: angkutan antar jemput sekolah, biaya operasi kendaraan, ability to pay, willingness to pa

    ESTIMASI MODEL KEBUTUHAN TRANSPORTASI MENGGUNAKAN DATA ARUS LALU LINTAS PADA KONDISI PEMILIHAN RUTE KESEIMBANGAN

    Get PDF
    Abstrak Masalah-masalah yang timbul di dalam sistem transportasi memerlukan Matriks Asal-Tujuan (MAT) sebagai input utama yang merepresentasikan pola perjalanan pada suatu wilayah perencanaan. Metode untuk mendapatkan MAT dapat dikelompokkan menjadi Metode Konvensional dan Metode berdasarkan data arus lalu lintas (biasanya disebut Metode Tidak Konvensional). Metode Tidak Konvensional merupakan suatu metode estimasi yang cukup efektif dan ekonomis karena data utama yang dibutuhkannya adalah data arus lalu lintas yang untuk memperolehnya membutuhkan biaya yang murah, banyak tersedia dan mudah didapat. MAT yang dihasilkan dari data arus lalu lintas selanjutnya dapat dibedakan menjadi dua kondisi yaitu MAT pada kondisi saat ini dan MAT yang diprediksi untuk masa mendatang. Estimasi MAT pada kondisi saat ini digunakan sebagai input dalam memprakirakan MAT di masa mendatang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memodelkan perilaku kebutuhan transportasi di dalam wilayah studi. Tujuan penelitian ini adalah melanjutkan pengembangan metode estimasi model kebutuhan transportasi berdasarkan informasi data arus lalu lintas, dalam meninjau faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keakurasian MAT. Model yang dikembangkan selanjutnya di uji menggunakan data Kota Bandung dan sekitarnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa MAT hasil estimasi menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi terhadap MAT hasil pengamatan. Metode uji statistik yang digunakan adalah: Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), Normalised Mean Absolute Error (NMAE) dan Koefisien Determinasi (R2 dan SR2). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa model GO selalu menghasilkan arus lalu lintas hasil estimasi yang terbaik. Jika dipertimbangkan beberapa kriteria tambahan, maka secara keseluruhan metode estimasi yang terbaik adalah kombinasi antara model GR dengan metode estimasi KTB. Disamping itu, dari hasil yang diperoleh, penggunaan metode pemilihan rute keseimbangan mempunyai pengaruh yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan penggunaan metode all-or-nothing.Kata-kata kunci: model kebutuhan transportasi, arus lalu lintas, model estimasi, model gravity, model pemilihan rut

    468

    full texts

    512

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Transportasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇