Jurnal Transportasi
Not a member yet
    512 research outputs found

    ANALISIS KONDISI BONDING ANTAR LAPISAN BERASPAL SECARA TEORITIS DAN PENGUJIAN DI LABORATORIUM

    Get PDF
    Abstract The condition of bonding between asphalt pavement layer can influence the behaviour of pavement structure in supporting vehicle loading. In strong bonding condition, the adjacent pavement layers will act together to support pavement loading and the other way in weak bonding condition the layers will act independently with the result that stress in every layer of pavement become higher and will decrease pavement life consequently. This study described the investigation of bonding condition using teorethical model and laboratory test. Those are developed using CIRCLY5-SAP2000 Program and Modified Direct Shear Test respectively. The results shown that there is the range of bonding parameter which starting from weak bonding until full bonding using theoretical and laboratory model. Futhermore the analysis shown that ignoring bonding condition between pavement layer will become one of factors which cause early damage in pavement structure.Keywords : Bonding, Direct Shear Test, SAP2000, CIRCLY

    INTERNASIONALISASI DATA KECELAKAAN LALULINTAS JALAN DI INDONESIA

    Get PDF
    Abstract            Without significant efforts to reduce the number of accidents which causes deaths, the fatal accidents in traffic road, will follow the prediction of WHO (1999) becoming “the third biggest disease” after ischaemic heart disease and unipolar major depression in 20 years period ahead until year 2020. Since the record system of road traffic accidents in Indonesia is not as same as the record system of international traffic accident, then the data of road traffic accident in Indonesia has to be converted. Based on the results of a simple study in Bandung, these review used conversion factor of 1.25 to convert data of fatal accident in Indonesia. By using this conversion factor, it is found that the number of road accident fatalities in Indonesia is 36,000 persons per year, with the rate of accident is 33 persons per 10,000 vehicles.Keywords: traffic accident, fatal accident, accident rate, data of accident, and conversion factor

    KINERJA BUNDARAN BERSINYAL DIGULIS KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Abstract Fully signalized roundabout must meet design criteria which are very different compared to the recommended design for unsignalized roundabout. When traffic flow increases, there is greater probability that traffic queue to occure, that will decrease the operation level of the roundabout and reduce the intersection capacity. In the case of the Digulis Signalized Roundabout, in Pontianak City, the high traffic volume causes problems, at the roundabout and particularly at the signalized intersection. At the roundabout, in C-D weaving direction, the degree of saturation reaches 0,933, while at signalized intersection, at leg A, major traffic direction, Ahmad Yani street, the degree saturation reaches 0,841, which causes long queues, with the length of 148 meters for leg A and 128 meters for leg B. The delay occured is 13.73 pcu.sec 10,64 pcu.sec, at directions A and B, respectively. Keywords: signalized roundabout, degree of saturation, delay, queue  Abstrak Bundaran dengan pengaturan sinyal penuh harus memenuhi desain yang akan sangat berbeda dibandingkan dengan desain yang direkomendasikan untuk bundaran tanpa sinyal. Ketika arus lalulintas meningkat, semakin besar kemungkinan terjadinya antrean kendaraan yang akan menurunkan tingkat operasi bundaran dan akan menurunkan kapasitas persimpangan. Pada kasus Bundaran Bersinyal Digulis, tingginya volume lalulintas menyebabkan terjadinya permasalahan, baik pada bundaran dan pada simpang bersinyalnya. Pada bundaran, pada arah weaving C-D, derajat kejenuhan mencapai 0,933, sedangkan pada simpang bersinyal, pada lengan A, lengan mayor, Jalan Ahmad Yani, derajat kejenuhan mencapai 0,841, yang mengakibatkan antrean sepanjang 148 meter untuk lengan A dan 128 meter untuk lengan B. Tundaan yang terjadi sebesar 13,73 smp.detik pada arah A dan 10,64 smp.detik pada arah B. Kata-kata kunci: bundaran bersinyal, derajat kejenuhan, tundaan, antrea

    Cover Kulit dan Daftar Isi 15-3

    No full text
    Cover Kulit dan Daftar Isi 15-

    Cover Kulit dan Daftar Isi 15-1

    No full text
    Cover Kulit dan Daftar Isi 15-

    Cover Kulit dan Daftar Isi 5-1

    No full text
    Cover Kulit dan Daftar Isi 5-

    EVALUASI PEMENUHAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL JALAN TOL DI INDONESIA

    Get PDF
    Abstract The Minimum Service Standard for toll road services is needed to ensure the achievement of comfort, smoothness, and traffic safety for road users. The Minimum Service Standard that applies to all toll roads in Indonesia is the Minimum Service Standard, which refers to the Regulation of the Minister of Public Works No. 392/PRT/M/2005 on Minimum Service Standards for Toll Road. Monitoring and evaluation of the fulfillment of the Minimum Service Standard has been done periodically, but there are still some indicators that cannot always be met by Toll Road Operators. This study is intended to assess the indicators which cannot always be met in the toll road sections that have been operating in Indonesia. The study was conducted based on monitoring data, the result of field survey, conducted in 27 toll roads in 2012, 2013, and 2014. Based on the analysis, it is found that there are 6 indicators of the Minimum Service Standard that often cannot be met, or 29 % of the indicators in the Minimum Service Standard. Keywords: Minimum Service Standard, toll road service, toll road, service indicator  Abstrak Standar Pelayanan Minimal untuk pelayanan jalan tol sangat diperlukan untuk menjamin tercapainya kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan berlalulintas bagi pengguna jalan. Standar Pelayanan Minimal yang berlaku untuk seluruh jalan tol di Indonesia adalah Standar Pelayanan Minimal yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 392/PRT/M/2005, tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol. Monitoring dan evaluasi terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal ini sudah dilakukan secara berkala, namun masih banyak ditemukan beberapa indikator pelayanan yang selalu tidak dapat dipenuhi oleh Badan Usaha Jalan Tol. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji indikator-indikator yang selalu tidak dapat dipenuhi di ruas-ruas jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia. Kajian dilakukan berdasarkan data monitoring,  hasil survei lapangan, yang dilakukan pada 27 ruas jalan tol pada tahun 2012, tahun 2013, dan tahun 2014. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan 6 indikator Standar Pelayanan Minimal yang selalu tidak dapat dipenuhi atau sebesar 29 % dari indikator-indikator yang terdapat dalam Standar Pelayanan Minimal. Kata-kata kunci: Standar Pelayanan Minimal, pelayanan jalan tol, jalan tol, indikator pelayanan

    PENYUSUNAN JARINGAN JALAN KOTA SEBAGAI STRATEGI MENGATASI KEMISKINAN KOTA

    Get PDF
    Abstrak Kemiskinan merupakan masalah pembangunan di berbagai bidang yang ditandai oleh pengangguran, keterbelakangan, dan keterpurukan. Masalah kemiskinan sangat erat kaitannya dengan tingkat kesejahteraan, yang dapat diukur melalui sejauhmana masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan kebutuhan yang diperlukan. Akses secara fundamental dapat diperbaiki melalui 2 cara yang bersifat saling melengkapi, yaitu: (1) meletakkan secara tepat berbagai fasilitas dan pelayanan dasar yang dibutuhkan masyarakat (intervensi non transportasi) dan (2) memperbaiki mobilitas masyarakat sehingga dapat melakukan perjalanan dengan lehih cepat, murah, nyaman, dan aman (intervensi transportasi). Dengan demikian pendekatan transportasi merupakan salah satu strategi untuk mengatasi kemiskinan perkotaan. Kajian ini dilakukan terhadap kota-kota dengan karakteristik kota besar dan kota sedang. Kota Besar diwakili oleh Kota Surabaya dan Kota Medan, sedangkan kota sedang diwakili oleh Kota Banjarmasin. Kajian yang dilakukan mencakup kajian literatur terhadap konsep-konsep kemiskinan perkotaan serta kajian lapangan terhadap kondisi penduduk miskin dan tingkat aksesibilitas terhadap fasilitas ekonomi, sosial, dan pemerintahan. Jumlah sampel untuk penelitian ini adalah sebanyak 50 Kepala Keluarga untuk masing-masing kota, yang diambil pada kantong-kantong kemiskinan yang diidentifikasi melalui pengolahan data sekunder dari Data Potensi Desa BPS. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi untuk mendapatkan hubungan antara tingkat kesejahteraan sebagai variabel tergantung dengan jarak sebagai variabel bebas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada kota besar, penyusunan jaringan jalan seharusnya lebih diprioritaskan pada aspek-aspek aksesibilitas penduduk miskin terhadap pencapaian fasilitas pertokoan/warung, pasar dan tempat kerja. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan jaringan jalan dalam mengatasi kemiskinan di kota besar harus lebih diutamakan pada pemenuhan kebutuhan dasar hidup, yaitu aktivitas ekonomi. Pada kota sedang, penyusunan jaringan jalan seharusnya lebih diprioritaskan pada aspek aksesibilitas penduduk miskin terhadap fasilitas pemerintahan, tempat pendidikan, dan tempat kerja. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan jaringan jalan dalam mengatasi kemiskinan di kota sedang harus lebih diutamakan pada pemenuhan kebutuhan pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi. Kata-kata kunci: kemiskinan perkotaan, jaringan jalan kota, strategi mengatasi kemiskinan

    VALIDASI PERSAMAAN KORELASI ANTARA NILAI INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (IRI) DENGAN NILAI KERUSAKAN (NK) JALAN: STUDI KASUS JALAN TOL SURABAYA-GEMPOL

    Get PDF
    Abstrak Parameter kondisi perkerasan jalan seperti International Roughness Index (IRI) dan Nilai Kerusakan (NK) jalan sangat jamak digunakan untuk menentukan kinerja pelayanan ruas jalan selain parameter dari sisi lalu lintas. Selain dipakai sebagai kinerja pelayanan jalan, IRI dan NK juga banyak dipakai sebagai input dalam penghitungan Biaya Operasi Kendaraan. Penentuan nilai IRI umumnya cukup sulit dari segi biaya karena harus menggunakan peralatan yang hanya bisa didapatkan di tempat tertentu saja, sementara itu Nilai Kerusakan relatif mudah untuk dilaksanakan.Kartika, dkk (2005) telah berhasil menunjukkan hubungan antara nilai IRI dengan NK yaitu dengan persamaan; IRI=7,765(NK)0,0891. Namun demikian persamaan tersebut dirasa kurang valid mengingat nilai validitasnya (R2) hanya sebesar 0,3215. Hal ini kemungkinan disebabkan dalam menentukan persamaan tersebut belum dilakukan uji korelasi yang cukup terhadap variabel-variabel jenis kerusakan yang terjadi. Artinya semua kategori kerusakan dimasukkan dalam penentuan persamaan tersebut tanpa melihat apakah semua jenis bebar-benar berpengaruh atau tidak.Setelah mempertimbangkan jenis-jenis kerusakan yang paling berpengaruh dengan menggunakan analisis faktor dan analisis korelasi, maka bentuk persamaan yang baru adalah; IRI=7 + 0,066NKRetak + 3,340NKPenurunan + 0,296NKShoving + 0887NKPothole…(R2=0,571)Kata kunci: biaya operasi kendaraan, roughness, IRI, Nilai Kerusakan Jala

    METODE MAKSIMUM PROFIT DAN MINIMUM COST UNTUK MENGKAJI ALOKASI TRANSPORTASI BARANG

    Get PDF
    Abstrak Angkutan barang merupakan potensi untuk menjadikan produk dalam negeri mampu bersaing. Sejak digulirkannya berbagai pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol, potensi daya saing produk industri dalam negeri menjadi lebih kompetitif.Perusahaan berkepentingan untuk secara kompetitif menghasilkan pola distribusi barang dan tenaga kerja yang baik sehingga menghasilkan keuntungan maksimum. Pada sisi lain, mereka juga dituntut untuk meminimumkan biaya pengeluaran yang dibutuhkan. Transportasi menjadi sangat penting untuk menghasilkan sistem distribusi yang optimal.Makalah ini memberikan ilustrasi mengenai konsep maksimum profit dan minimum cost yang dapat menjadikan alternatif bagi pengelolaan sistem pengelolaan sarana transportasi.Model sederhana diturunkan untuk mengembangkan model pemilihan untuk menentukan lokasi produksi berdasarkan pilihan atas minimum cost dan maximum profit.Kata-kata kunci: barang, profit, cost

    468

    full texts

    512

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Transportasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇