Jurnal Transportasi
Not a member yet
    512 research outputs found

    PENANGANAN PERMASALAHAN LALULINTAS DI KOTA PEKALONGAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM EMME/2

    Get PDF
    Abstrak Program EMME/2 (equilibre multimodal, multimodal equilibrium) merupakan program pemodelan jaringan jalan yang sangat flexibel digunakan untuk implementasi dan aplikasi dalam perencanaan dan manajemen lalulintas perkotaan maupun regional, dilengkapi dengan fungsi dan atribut untuk memberikan perilaku tertentu pada jaringan jalan. Penelitian ini mencoba melakukan kajian mengenai penanganan permasalahan lalulintas di Kota Pekalongan terhadap permasalahan lalulintas yang ada, melalui skenario simulasi pemecahan masalah dengan pemodelan lalulintas dengan menggunakan Program EMME/2. Penanganan dilakukan dengan lima skenario, yaitu skenario pengaturan sudut parkir di tepi jalan (on street parking), skenario pengaturan arus lalulintas jalan satu arah, skenario pelebaran jalan, skenario pembuatan jalan lingkar utara, dan skenario pembuatan jalan lingkar selatan. Hasil pemodelan kondisi sekarang (existing) menunjukkan bahwa ruas jalan yang bermasalah dengan tingkat rasio V/C lebih besar dari 0,85 terjadi pada Jln. Gajahmada, Jln. Urip Sumoharjo, Jln. Merdeka, Jln. Pemuda, Jln. KH. Mas Mansyur, Jln. Sudirman, Jln. Setia Budi, Jln. Dr. Sutomo, Jln. Hayam Wuruk, Jln. Hasanudin, Jln. Sultan Agung, Jln. Manggis, Jln. Nusantara, Jln. Seruni, Jln. Jlamprang, dan Jln. Dharma Bakti. Hasil pemodelan skenario pengaturan sudut parkir dari 45° menjadi 0° akan menurunkan rasio V/C dan meningkatkan kecepatan perjalanan pada ruas jalan yang diatur, tetapi berdampak terhadap penurunan kinerja jalan lain, yaitu Jln. KH. Mas Mansyur, Jln. Urip Sumoharjo, Jln. Seruni, Jln. Jlamprang, Jln. Sudirman, Jln. Dharma Bhakti, Jln. Dr. Sutomo dan Jln. Pemuda. Skenario pengaturan jalan satu arah juga akan menaikkan kinerja jalan terhadap ruas jalan yang diatur, tetapi berdampak terhadap penurunan kinerja ruas jalan lain, yaitu Jln. KH. Mas Mansyur, Jln. Jend. Sudirman, Jln. Urip Sumoharjo, Jln. Gajahmada, Jln. Dr. Setia Budi, Jln. Seruni, Jln. Jlamprang, dan Jln. Dharma Bhakti. Skenario pelebaran jalan akan menaikkan kapasitas jalan sehingga terjadi penurunan rasio V/C pada ruas jalan yang dilakukan pelebaran, tetapi berdampak terhadap ruas jalan lain, yaitu di Jln. Nusantara, Jln. Merdeka, dan Jln. Argopuro dengan rasio V/C ratio lebih besar dari 0,85. Skenario pembuatan jalan lingkar selatan lebih baik daripada pembuatan jalan lingkar utara namun demikian pembuatan kedua jalan lingkar tersebut akan mengurangi permasalahan lalulintas pada ruas jalan nasional (Pantura). Kata-kata kunci : Permasalahan lalulintas, Program EMME/2, Skenario penanganan permasalahan lalu-lintas

    PENGARUH KONDISI CUACA PENERBANGAN TERHADAP BEBAN KERJA MENTAL PILOT

    Get PDF
    Abstract In modes of transportation, air transportation is the mode that is very dependent on weather conditions, either the aircraft will take off and on the cruise, weather phenomena which are beyond the control of human existence are often inserted into the factors which may be the cause of a accident. This study was conducted to determine whether the differences as a pilot mental workload in the weather phenomenon condition that occurs when operating the aircraft in terms of differences pilot age. Mental workload measurements performed using the Subjective Workload Assessment Technique (SWAT) method, this method using combine of three dimensions with their levels. The dimensions are time load, mental effort load, and psychological stress load. The results of studies showed that for overall, the level of the highest relative importance is the dimension of time, then all subjects have an agreement and assume that the time load is the most important factor in determining the level of pilot mental workload on the face weather conditions  were influential in the world of aviation, while for the most burdened condition or pilot mental workload in the highest level either for both group is when aircraft face of changing wind conditions. Keywords: mental workload, pilot age, weather condition, air transportation  Abstrak Transportasi udara merupakan moda yang sangat bergantung pada keadaan cuaca. Fenomena cuaca merupakan faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya suatu kecelakaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan beban kerja mental seorang pilot jika dihadapkan pada fenomena cuaca yang terjadi pada saat mengoperasikan pesawat udara berdasarkan faktor usia pilot. Pengukuran beban kerja mental dilakukan dengan menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique. Metode ini menggunakan tiga kombinasi dimensi dengan tingkatannya. Dimensi-dimensi tersebut adalah beban waktu, beban usaha mental, dan beban tekanan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tingkatan kepentingan relatif yang paling tinggi adalah dimensi beban usaha waktu sehingga semua subyek mempunyai kesepakatan dan menganggap bahwa faktor beban waktu merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan tingkat beban kerja mental pilot pada saat menghadapi kondisi cuaca. Sedangkan beban kerja mental pilot berada pada level tertinggi pada saat pesawat udara menghadapi perubahan kondisi angin. Kata-kata kunci: beban kerja mental, usia pilot, kondisi cuaca, transportasi udar

    STUDI KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH RETONA

    Get PDF
    Abstrak Perkerasan lentur suatu jalan harus mempunyai kinerja yang baik sehingga dapat melayani beban kendaraan selama umur rencana. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu bahan tambah yang dapat meningkatkan kinerja suatu perkerasan. Salah satunya adalah Retona (Refined Buton Asphalt). Kinerja suatu perkerasan dapat ditentukan dari pengujian dengan metode Marshall yang menghasilkan parameter stabilitas, pelelehan, kerapatan, rongga dalam campuran, rongga di dalam agregat, dan Marshall Quotient.Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik campuran beton aspal menggunakan bahan tambah Retona. Campuran beton aspal menggunakan kadar Retona 0% hingga 2% dengan interval penambahan 0,5% terhadap berat agregat kering pada kadar aspal desain. Setelah itu dilakukan analisis data dari parameter Marshall yang diperoleh dengan menggunakan pengujian statistik. Material yang digunakan adalah agregat dengan gradasi yang terdapat pada laporan PUSLITBANG Prasarana Transportasi mengenai Retona, dan bahan pengisinya adalah abu batu. Bahan pengikat yang digunakan adalah aspal minyak yang memenuhi spesifikasi penetrasi 80.Kadar penambahan Retona pada campuran beton aspal yang memenuhi persyaratan Bina Marga adalah 0,5%. Seluruh nilai parameter Marshall pada campuran dengan kadar Retona 0% dan 0,5% secara statistik tidak berbeda. Berdasarkan hasil tersebut, maka Retona sebagai bahan tambah yang kadar penambahannya berdasarkan berat agregat kering tidak direkomendasikan untuk digunakan pada campuran beton aspal.Kata-kata kunci: retona, parameter Marshall, berat agregat kering

    MODEL KAPASITAS LANDAS PACU BANDAR UDARA

    Get PDF
    Abstrak Kapasitas landas pacu merupakan salah satu aspek penentu kapasitas sisi udara suatu bandar udara. Perhitungan kapasitas landas pacu dengan konfigurasi tunggal lebih kompleks dibandingkan dengan perhitungan kapasitas landas pacu dengan konfigurasi landas pacu lebih dari satu, karena dalam operasinya landas pacu tunggal melayani operasi campuran, untuk kedatangan dan keberangkatan pesawat terbang yang dilayani. Model kapasitas landas pacu untuk operasi campuran memperhitungkan tingkat kedatangan dan keberangkatan pesawat terbang dengan berbagai tipe dan berbagai kecepatan pendekatan pendaratan (approach anding speed) yang berbeda. Di samping, dengan memperhatikan situasi di mana kedatangan pesawat terbang mengalami suatu tingkat kesalahan tertentu dari yang semestinya, maka kapasitas landas pacu terpakai harus dikoreksi dengan memperhatikan hal tersebut. Dengan model kapasitas landas pacu bandar udara untuk operasi campuran dapat dibuat jadwal penerbangan yang aman bagi bandar udara tersebut.Kata-kata kunci:  model kapasitas, landas pacu, bandar udara, operasi campura

    STUDI KINERJA RUAS DAN PERSIMPANGAN DI KAWASAN LAPANGAN KAREBOSI PADA JLN. JEND. SUDIRMAN DI KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Abstrak Permasalahan kemacetan dan antrian di Kota Makassar pada umumnya terjadi pada persimpangan (baik persimpangan bersinyal maupun tak bersinyal), khususnya pada area sebelum dan atau kaki simpang. Dalam konteks pemecahan masalah tersebut, studi ini bertujuan untuk menganalisis  kinerja  pelayanan pada ruas dan persimpangan Jalan Jend. Sudirman – jalan G. Bawakaraeng – jalan R.A.Kartini.Survei data yang dilakukan meliputi pencatatan volume lalu lintas, jumlah jenis kendaraan, tundaan, pengukuran geometrik jalan. Survei dilakukan pada hari sabtu sampai jumat.Adapun periode waktu survei terdiri dari jam 07.00 - 10.00, 11.00 - 14.00, dan 15.00 - 18.00. Analisis kinerja persimpangan meliputi parameter derajat kejenuhan , panjang antrian, tundaan, tingkat pelayanan, yang megacu pada MKJI 1997.Dari hasil analisa data diperoleh nilai-nilai kinerja persimpangan pada kondisi puncak derajat kejenuhan 0,9,  panjang antrian 72 smp pada pendekat Jl. G. Bawakaraeng tingkat pelayanan  sebesar 7.080,6 hal ini menunjukkan bahwa persimpangan jl. Jend. Sudirman – jl. G. Bawakaraeng – jl. R.A Kartini berada pada tingkat pelayanan E.Kata-kata kunci: kinerja, ruas, persimpangan, lalulinta

    MODEL KEBUTUHAN PARKIR PADA PUSAT PERBELANJAAN DI KOTA MALANG: STUDI KASUS PLASA DIENG, PLASA GAJAHMADA, DAN MALANG PLASA

    Get PDF
    Abstrak Studi ini mencoba untuk mengetahui model kebutuhan parkir di pusat perbelanjaan di Kota Malang dengan menggunakan metode analisis korelasi, analisis regresi, dan analisis komponen utama. Data yang digunakan berupa data primer yang didapat dari hasil survai di tiga pusat perbelanjaan (Plasa Gajahmada, Plasa Dieng, dan Malang Plasa) dan data sekunder yang diperoleh dari pihak-pihak yang terkait. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi, analisis regresi, dan analisis komponen utama. Variabel-variabel penentu yang diperkirakan dapat mempengaruhi kebutuhan parkir sebanyak 5 variabel yaitu jumlah kedatangan sepeda motor, jumlah kedatangan mobil, jumlah pengunjung yang masuk, luas lantai bangunan, jumlah karyawan. Dari hasil analisis untuk  model  kebutuhan parkir, diperoleh bahwa model kebutuhan parkir untuk sepeda motor yang sesuai adalah Y1 = -4492,641+6,706 X1+2,079 X2+0,056 X3+1,258 X4 + 0,671 X5 dengan variabel-variabel penentu jumlah kedatangan sepeda motor (X1), jumlah kedatangan mobil (X2), jumlah pengunjung yang masuk (X3), luas lantai bangunan (X4), dan jumlah karyawan (X5). Koefisien determinasi (R2) yang diperoleh adalah sebesar 0,832. Persamaan model kebutuhan parkir mobil untuk mobil adalah Y2 = -6094,481 + 13,154 X1 + 4,152 X2 + 0,111 X3 + 2,032 X4 dengan variabel-variabel penentu jumlah kedatangan sepeda motor (X1), jumlah kedatangan mobil (X2), jumlah pengunjung yang masuk (X3), luas lantai bangunan (X4). Persamaan model tersebut memiliki nilai koefisien determinasi sebesar 0,708.Kata-kata Kunci: model kebutuhan parkir, pusat perbelanjaan, regresi komponen utam

    SEBARAN POSISI SEPEDA MOTOR DI JALUR JALAN PADA BERBAGAI KONDISI ARUS LALULINTAS

    Get PDF
    Abstrak Tingkat kepemilikan sepeda motor di Indonesia tergolong tinggi. Keberadaan sepeda motor dalam jumlah besar tersebut menyebabkan operasi lalulintas yang rumit dan cenderung berbahaya. Untuk memahami potensi bahaya ini, diperlukan analisis sebaran posisi sepeda motor pada jalur jalan pada berbagai situasi lalulintas. Observasi pada penelitian ini dilaksanakan pada Jalan Kyai Tapa, Jakarta Barat, pada jam sibuk pagi (7.00-10.00), tengah hari (11.00-13.00), dan sore (14.30-17.30) pada arah tersibuk. Observasi dilakukan dengan menggunakan handycam dari atas jembatan penyeberangan yang melintang di atas jalan yang diobservasi. Pada saat penayangan hasil liputan kamera, monitor televisi diberi tanda pada tiap jalur, untuk memisahkannya menjadi lima sektor tiap lajur. Jumlah sepeda motor yang berada pada tiap sektor didata tiap periode waktu 5 menit. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa nilai rasio volume terhadap kapasitas (rasio V/C) sebagian besar berkisar antara 0,5 hingga 0,8 dengan komposisi kendaraan yang cenderung konstan. Akibatnya sulit dilihat korelasi yang valid antara rasio V/C dan komposisi kendaran dengan sebaran posisi sepeda motor.Kata-kata Kunci: rasio V/C, komposisi kendaraan, sebaran posisi sepeda moto

    ANALISIS BIAYA KECELAKAAN LALULINTAS DI KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Abstract This study intended to investigate the traffic accident cost in the city of Makassar.  Analysis performed in this study used two components of accident costs, namely resource and non-resource costs. The Resource costs include cost for repairing vehicles, hospital costs, and production loss. The non-resource costs include costs related to pain, grief and mourn, and other costs paid by family and friends. In this study, the Gross of Output Method was used for analysis. Data for traffic accident victim were collected from hospitals and accident cost data were obtained from the victims, using interview techniques and questionnaires. The results of this study show that the costs for every victim accident category in the city of Makassar are for victim die is equal to Rp. 114,516,00,-, Rp. 60,008,599,-, Rp. 1,525,990,-, and Rp. 517,500,- for fatality, serious injury, slight injury, and property damage only, respectively.Keywords: traffic accident, traffic accident victim, fatalit

    Cover Kulit dan Daftar Isi 16-1

    No full text
    Cover Kulit dan Daftar Isi 16-

    Cover Kulit dan Daftar Isi 15-2

    No full text
    Cover Kulit dan Daftar Isi 15-

    468

    full texts

    512

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Transportasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇