Jurnal Transportasi
Not a member yet
512 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN PERILAKU MENGEMUDI BERISIKO ANTARA PENGEMUDI MOBIL DAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DAN KAITANNYA DENGAN FAKTOR-FAKTOR KEPRIBADIAN
Abstract The first aim of the study was to examine the difference of behavioral pattern in risky driving between car drivers and motorcycle riders. The second aim was to examine if the risky driving behavior could be predicted by some personality factors (ie. sensation seeking and locus of control). A sample of car drivers (N = 85) and motorcycle riders (N = 136) completed series of questionnaires including questions based on the traffic locus of control (TLoC) scale as well as questions about their risky driving behaviour and sensation seeking tendency. The results showed that there’s no significant difference between drivers and riders in overall risky driving behavior. Furthermore, internal locus of control and sensation seeking could be used to predict drivers\u27 risky behaviour on road, while external locus of control was found uncorrelated to risky driving behavior. Keywords: risky driving behavior, sensation seeking, traffic locus of control Abstrak Tujuan pertama dari penelitian ini adalah menguji perbedaan pola perilaku mengemudi berisiko antara pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor. Kedua, studi ini bertujuan untuk menguji apakah perilaku mengemudi berisiko dapat diprediksi oleh faktor-faktor kepribadian (dalam hal ini adalah sensation seeking dan locus of control). Sebanyak 85 pengemudi mobil dan 136 pengendara sepeda motor mengisi serangkaian kuesioner yang mencakup skala traffic locus of control (TLoC), skala sensation seeking, dan perilaku mengemudi berisiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor dalam perilaku mengemudi berisiko secara keseluruhan. Terkait dengan peran faktor kepribadian, locus of control internal dan sensation seeking ditemukan dapat memprediksi perilaku berisiko di jalan, sedangkan locus of control eksternal tidak ditemukan berkorelasi dengan perilaku mengemudi berisiko. Kata-kata kunci: perilaku mengemudi berisiko, sensation seeking, traffic locus of contro
PENGARUH INVESTASI INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN
Abstract The road transport infrastructure investments have significant impact toward processing industry sector. The high cost of transportation will increase production costs and result in a lack of competitiveness of economic sectors in Indonesia. The purpose of this paper is tried to describe the contribution of road infrastructure investment to Processing Industry Sector in Bandung Regency (by empirical data). The role of infrastructure investment is a way to lower the cost of transportation of goods and increase accessibility among the connected region. The result indicates reduction of freight transportation cost for around 17% after the operation of Cipularang Toll road (+2% of marginal cost). Keywords: freight transportation cost, toll road investment, processing industry sector Abstrak Investasi infrastruktur jalan akan mempengaruhi sektor industri pengolahan, dimana peran transportasi sebagai fungsi logistik mempengaruhi sektor produksi. Tingginya biaya transportasi dapat meningkatkan biaya produksi dan menyebabkan lemahnya daya saing sektor ekonomi di Indonesia. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan kontribusi dari investasi infrastruktur jalan (Jalan Tol Cipularang) terhadap sektor industri pengolahan di Kabupaten Bandung. Peran dari investasi infrastruktur jalan adalah untuk menurunkan biaya transportasi dan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah yang terhubung. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan biaya transportasi barang di Kabupaten Bandung sebesar +17% sesudah beroperasinya Jalan Tol Cipularang (+2% dari total biaya produksi). Kata-kata kunci: biaya transportasi barang, biaya produksi, sektor industri pengolaha
PENGARUH KOMPONEN MANAJEMEN KONSTRUKSI TERHADAP CAPAIAN MUTU PEMELIHARAAN PREVENTIF PERKERASAN KAKU
Abstract Construction quality characteristic and contribution of construction management component need to be defined in order to do a project effectively and efficiently. The objective of this research is to get desirable construction quality in preventive maintenance of rigid pavement and contribution of construction management in achieving the quality. Questioners are spreaded to national road stakeholder in Riau and Riau Island Province. Total responden feedbacks are 109, which comes from owner 36,70%; contractor 31,19%; and consultant 32,11%. Data analysis is done using Structural Equation Modeling with AMOS 21 software. The result of this research shows that desirable quality of rigid pavement preventive maintenance are lackness of crack, depression, faulting, pumping, surface texture defects, spalling, and keeping the IRI value less than 8. Construction management contribute 54% of quality result. In other hand, construction management is significantly influenced by PPK, contractor, consultan, material, project administration, and environment. Keywords: construction management, preventive maintenance, Structural Equation Modeling, rigid pavement Abstrak Karakteristik kualitas konstruksi dan kontribusi kebutuhan komponen manajemen konstruksi perlu didefinisikan untuk melakukan proyek secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menda-patkan kualitas konstruksi yang diinginkan dalam pemeliharaan preventif perkerasan kaku dan kontribusi manajemen konstruksi dalam mencapai kualitas tersebut. Kuesioner disebarkan kepada para pemangku kepentingan jalan nasional di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Total responden adalah 109, yang berasal dari pemilik proyek 36,70%, kontraktor 31,19%, dan konsultan 32,11%. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling dengan perangkat lunak AMOS 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas yang diinginkan pada pemeliharaan preventif perkerasan kaku adalah kurangnya retak, depresi, faulting, pumping, cacat tekstur permukaan, spalling, dan menjaga nilai IRI kurang dari 8. Manajemen konstruksi memberikan kontribusi 54% terhadap hasil kualitas. Di sisi lain manajemen konstruksi secara signifikan dipengaruhi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor, konsultan, bahan, administrasi proyek, dan lingkungan. Kata-kata kunci: manajemen konstruksi, pemeliharaan preventif, Structural Equation Modeling, perkerasan kak
EVALUASI KINERJA BONGKAR MUAT DI PELABUHAN UMUM GRESIK
Abstract This study aims to determine the performance of the ship loading and unloading in the Port of Gresik especially on Pier 265, Bulk Dry Pier and Pier 70. The analysis method used in this research is descriptive analysis method, Importance Performance Analysis and Quality Function Deployment. Based on the results of descriptive analysis is known that the problems that cause idle time are: waiting trucks, loading and unloading equipment failures, labor disputes, waiting for a load and due to the weather. Based on the Importance Performance Analysis, there are variables deemed important but the performance is still low are: the speed of loading and unloading process, readiness of truck, stacking yard capacity, the cleanliness of the harbor and lighting problems. Based on the analysis of QFD there are several priority issues handling the loading and unloading of which ensure the readiness of cargo to be loaded, the use of warehouses in an optimal, ensuring readiness of loading and unloading equipment, providing fresh gang in order to operate 24 hours, expansion of the yard, speeding up the transport of goods in yard, the ship that will carry out loading and unloading must determine transportation management services, add lighting and improve the cleanliness of the harbor area. Keywords: loading and unloading, performance, IPA, QFD Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bongkar-muat di Pelabuhan Umum Gresik khususnya pada Dermaga 265, Dermaga Curah Kering, dan Dermaga 70. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil analisis, kinerja bongkar-muat diketahui bahwa produktivitas bongkar-muat rata-rata baik sedangkan ET:BT (efektif time:berthing time) masih kurang baik. Selain itu, masalah yang banyak menyebabkan idle time diantaranya: penting namun kinerjanya masih rendah, yaitu kecepatan dalam proses bongkar-muat, kesiapan truck, kapasitas lapangan penumpukan, kebersihan area pelabuhan dan masalah penerangan. Berdasarkan hasil analisis QFD ada beberapa prioritas dan urutan prioritas dalam penanganan permasalahan bongkar-muat diantaranya memastikan kesiapan muatan yang akan dimuat, penggunaan gudang secara optimal, memastikan kesiapan alat bongkar-muat, penyediaan fresh gang untuk tenaga bongkar-muat agar bisa beroperasi 24 jam, perluasan lapangan penumpukan, mempercepat pengangkutan barang yang ada di lapangan penumpukan, kapal yang akan melakukan bongkar-muat harus menentukan jasa pengurusan transportasi dengan jumlah truk yang cukup, menambah lampu penerangan, dan meningkatkan kebersihan area pelabuhan. Kata-kata kunci: bongkar-muat, kinerja, IPA, QF
PERSEPSI PENGGUNA TRANSJAKARTA TERHADAP ASPEK AMENITY PADA FASILITAS PEJALAN KAKI DI HALTE DUKUH ATAS DENGAN PENDEKATAN TEORI PERILAKU TERENCANA
Abstract In addition to reliability and performance, another factors that affect the interest to use public transportation are convenience and aesthetics. Unlike the technical aspects that can be assessed by standard parameters, assessment of the convenience and aesthetics is a personal perception that may vary for each individual. The purpose of this research is to review the general perception of TransJakarta users on aspects that are related to amenities such as convenience and aesthetics. The scope of the review is pedestrian facilities on TransJakarta Dukuh Atas Shelter based on the approach of Theory of Planned Behaviour. The survey shows that majority of users considered that pedestrian facilities on Dukuh Atas Shelter are less comfortable and didn’t have good aesthetic. The analysis shows that cleanliness, crowded and lighting condition are affecting users’ intention in choosing TransJakarta as mode of choice. Keywords: public transportation, Theory of Planned Behaviour, perception, pedestrian facility Abstrak Selain keandalan dan kinerja, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat masyarakat untuk menggu-nakan angkutan umum adalah kenyamanan dan estetika. Tidak seperti aspek teknis yang dapat dinilai dengan parameter baku, penilaian terhadap kenyamanan dan estetika merupakan persepsi personal yang dapat berbeda pada setiap individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau persepsi umum pengguna angkutan TransJakarta terhadap aspek amenity yang sangat erat kaitannya dengan kenyamanan dan estetika lingkungan. Lingkup yang ditinjau adalah fasilitas pejalan kaki pada Halte TransJakarta Dukuh Atas. Dengan pendekatan Teori Perilaku Terencana, diketahui mayoritas pengguna angkutan TransJakarta menilai bahwa fasilitas pejalan kaki pada Halte Dukuh Atas kurang nyaman dan tidak memiliki estetika yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi intensi dalam menggunakan TransJakarta adalah faktor kebersihan lingkungan serta adanya gangguan, seperti keramaian dan penerangan pada jalur pejalan kaki. Kata-kata kunci: angkutan umum, Teori Perilaku Terencana, persepsi, fasilitas pejalan kak
PRIORITAS PENANGANAN TROTOAR DI AREA PERKOTAAN BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA DENGAN METODE FAKTOR ANALISIS
Abstract Primary problems for pedestrians regarding their comfort and safety are suitability of walkway’s facilities because of activities does not related with walking that emerged physically obstruction. Many methods for analyzing and evaluation pedestrian facility were established in developed countries. Researchers in developing countries must develop their own methods based on local needed. Besides that, most of the pedestrian evaluation methods developed using quantitative variables. This research tried to explore qualitative data as an alternative method to investigate factors that influence pedestrian perception as variables that must be improved to increase pedestrian facilities performance. The data were collected in Malioboro Street, Yogyakarta, by asking respondents using a set of questionnaire. Factor Analysis method was used as statistical tools to explore the factos. As a results, it has emerged that pedestrian consider five factors must be improved, namely, availability of signpost and public facilities, street vendor re-arrangement, comfort, safety, and street vendor commodities. Keywords: pedestrian, walkway, Factor Analysis Method Abstrak Pejalan kaki merasa tidak nyaman maupun aman saat berjalan di trotoar karena banyak aktivitas lain, juga penempatan utilitas jalan, yang justru menghalangi pergerakan dan memaksa mereka turun ke badan jalan. Beberapa penelitian yang menghasilkan metode atau cara untuk mengevaluasi kinerja trotoar telah dikembangkan di negara-negara maju, yang tentunya perlu penyesuaian terhadap metode tersebut apabila akan diterapkan di negara berkembang, termasuk Indonesia, karena perbedaan karakteristik baik pejalan kaki maupun fasilitas. Penelitian ini dilakukan dengan mencoba menggunakan variabel-variabel kualitatif sebagai metode alternatif dalam menentukan faktor-faktor yang menurut pejalan kaki dianggap penting untuk meningkatkan kinerja trotoar. Pengumpulan data dilakukan di Jalan Malioboro, Yogyakarta dengan metode wawancara melalui seperangkat kuesioner yang ditanyakan langsung kepada responden. Analisis data menggunakan Metode Faktor Analisis menghasilkan lima faktor yang dianggap perlu untuk diperbaiki menurut persepsi pejalan kaki, yaitu fasilitas umum dan informasi, penataan pedagang kaki lima, kenyamanan dan keleluasaan berjalan kaki, fasilitas keselamatan, serta daya tarik pedagang kaki lima. Kata-kata kunci: pejalan kaki, trotoar, Metode Faktor Analisi
ESTIMASI BANGKITAN PERJALANAN PENDUDUK PERUMAHAN DI KELURAHAN DADOK TUNGGUL HITAM KOTA PADANG
Abstract Transportation problems appear as a result of the rapid population growth rate, creating housing areas and community activities, which generate trips. This study aims to determine the trip generated by the residential areas in the Village of Dadok Tunggul Hitam consisting Green Arya, Rumah Idaman Wisma Lestari, Perumdam, Permata Dadok, and Trisandi Indah settlements. These residential areas change the land function that would later cause problems. The community activities generate trips toward the city center. The secondary data were collected from the government agencies and the primary data were collected through direct Surveys. Variables used in this study are the size of the household, car ownership, income level, and the number of working family members. The data were then analyzed using descriptive techniques and linier regression method. The results show the number of trips produced each day and factors that influence the trips generated. Keywords: housing, trip generation, household size, vehicle ownership Abstrak Permasalahan transportasi muncul sebagai suatu akibat laju pertumbuhan penduduk yang relatif pesat yang menyebabkan munculnya kawasan perumahan dan kegiatan masyarakat yang menimbulkan bangkitan perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bangkitan perjalanan yang diproduksi oleh perumahan di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, yang terdiri atas perumahan Green Arya, Rumah Idaman Wisma Lestari, Perumdam, Permata Dadok, dan Trisandi Indah. Kawasan perumahan ini menyebabkan berubahnya fungsi guna lahan yang menimbulkan permasalahan. Kegiatan masyarakat menyebabkan timbulnya bangkitan perjalanan yang menuju ke pusat kota. Metode yang digunakan pada tahap pengumpulan data adalah survei data sekunder ke instansi-instansi pemerintahan dan survei data primer. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah ukuran rumah tangga, tingkat kepemilikan kendaraan, tingkat pendapatan, dan jumlah anggota keluarga yang bekerja. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kategori, analisis deskriptif, dan analisis regresi linier. Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa jumlah perjalanan yang diproduksi dalam satu hari serta faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan yang dibangkitkan. Kata-kata kunci: perumahan, bangkitan perjalanan, ukuran rumah tangga, kepemilikan kendaraa
SERVICE PERFORMANCE EVALUATION IN LARGE RAILWAY STATION IN INDONESIA
Abstract People need transportation for social and economic daily activities. Since road network usually experience traffic congestion, railroad is one of good alternatives. People will choose train as a public transportation if there is a good service performance. In accordance with domestic and international social and economic activities in Indonesia, national and international service standard is important. The aim of this study is to evaluate the service performance of large railway station in a large city in developing country. Bandung large railway station is carried out as a case study. Indonesian transportation minister regulation No. 48 year 2015 regarding people transport by train and Department for Transport Scotland, 2015 regarding design standards for accessible railway stations used as the standards. Results indicated that waiting room, boarding room, and prayer room fulfill the standards while restroom, lighting, and air-conditioner are unfulfilled. Furthermore, improvement, routine inspection, and maintenance have to be implemented consistently. Keywords: service performance, large railway station, large city, developing country Abstrak Manusia memerlukan transportasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi sehari-hari. Jaringan jalan umumnya selalu mengalami kemacetan lalulintas, karenanya jalan rel adalah alternatif yang baik. Orang akan memilih kereta api sebagai moda transportasi publik jika terdapat pelayanan yang baik. Berkenaan dengan kegiatan sosial dan ekonomi yang bertaraf nasional dan internasional di Indonesia, maka pemenuhan terhadap standar pelayanan nasional dan internasional menjadi penting. Tujuan studi adalah mengevaluasi kinerja pelayanan stasiun besar kereta api di kota besar di negara berkembang. Stasiun besar kereta api Bandung digunakan sebagai studi kasus. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api dan Standar Department for Transport Scotland, 2015 tentang Standar Desain untuk Stasiun Kereta Api yang mudah diakses digunakan sebagai pedoman. Ruang tunggu, ruang boarding, dan mushola memenuhi kedua standar. Toilet, penerangan, dan sistem pendingin ruangan tidak memenuhi kedua standar. Selanjutnya perbaikan, inspeksi rutin, dan pemeliharaan harus konsisten dilakukan. Kata-kata kunci: kinerja pelayanan, stasiun besar kereta api, kota besar, negara berkemban
MODULUS KEKAKUAN LENTUR DAN SUDUT FASE CAMPURAN MATERIAL PERKERASAN DAUR ULANG DAN POLIMER ELASTOMER
Abstract Pavement Flexural Stiffness Modulus and Phase Angle tend to bend due to over load of vehicle. Using Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), in this case asphalt recycling will decrease deformation endurance of asphaltic mixture. The lower deformation endurance of asphaltic mixture, the worse asphaltic mixture quality is. Therefore modified of asphalt recycling, must be done to improve deformation endurance of asphalt. This research using Styrene-Butadiene-Styrene (SBS) which is elastomer polimer as asphalt modifier. Variation of SBS polimer are 2.5% and 5% of asphalt weight and variation of RAP are 20% and 30% of mixture weight. The value of Flexural Stiffness Modulus and Phase Angle was determined by Fatique testing using Four Point Loading Apparatus. According to the result, the highest Flexural Stiffness Modulus is 5,763.67 MPa which found in variation RAP 30% and SBS 5%. This mixture composition also have the lowest Phase Angle that is 23.33°. The result showing that the stiffness will be increase by adding Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) and SBS Polimer. Keywords: Flexural Stiffness Modulus, Phase Angle, Reclaimed Asphalt Pevement (RAP), SBS polimer Abstrak Nilai Modulus Kekakuan Lentur dan Sudut Fase campuran beraspal memperlihatkan kecenderungan material untuk mengalami deformasi akibat beban yang diterimanya. Penggunaan perkerasan daur ulang, dalam hal ini aspal daur ulang, akan menurunkan tingkat ketahanan campuran beraspal terhadap deformasi akibat beban yang diterimanya. Makin rendah tingkat ketahanan campuran terhadap deformasi yang terjadi, makin buruk mutu campuran tersebut. Untuk itu diperlukan modifikasi terhadap aspal daur ulang sehingga dapat memperbaiki tingkat ketahanannya terhadap deformasi yang terjadi. Pada penelitian ini digunakan modifikasi aspal dengan tambahan polimer elastomer, yaitu polimer Styrene-Butadiene-Styrene dengan persentase 2,5% dan 5% terhadap berat aspal. Kandungan material daur ulang yang digunakan adalah sebesar 20% dan 30% terhadap berat campuran. Nilai-nilai Kekakuan Lentur dan Sudut Fase diperoleh dari pengujian kelelahan campuran menggunakan Four Point Loading Apparatus. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai Modulus Kekakuan Lentur tertinggi diberikan oleh campuran dengan kandungan material daur ulang 30% dan Styrene-Butadiene-Styrene 5%, yaitu sebesar 5.763,67 MPa. Komposisi campuran ini juga memberikan nilai Sudut Fase yang terkecil, yaitu 23,33°. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan polimer SBS pada material daur ulang meningkatkan kekakuan. Kata-kata kunci: Modulus Kekakuan Lentur, Sudut Fase, material daur ulang, polimer SB
TINGKAT AKSESIBILITAS SEKOLAH MENENGAH ATAS TERKAIT PENERAPAN RAYONISASI SEKOLAH DI KOTA BANDUNG
Abstract Transportation is defined as movement of goods and people from point an origin to a destination. People move to a destination to meet their needs. One of the people needs is to get of education. In this study, the characteristics of trips made by students of state high schools in Bandung are studied The schools selected for this study are the school with the highest and lowest passing grades. Analysis performed shows that schools with the highest passing grade has an average transport mode cost higher than that of the schools with the lowest passing grade. Moreover, from the analysis of accessibility, it is known that the size of catchment area for the school with the highest passing grade is greater than the one of the school with the lowest passing grade. Keywords: transportation cost, student trip, transportation charateristics, accessibility Abstrak Transportasi diartikan sebagai pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Manusia berpindah ke tempat tujuan untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu kebutuhan manusia adalah pelayanan pendidikan. Pada studi ini dilakukan kajian tentang karakteristik perjalanan siswa SMA Negeri di Kota Bandung. Sekolah-sekolah yang dijadikan objek studi adalah sekolah dengan kualifikasi nilai passing grade tertinggi dan nilai passing grade terendah. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa sekolah dengan passing grade tertinggi memiliki rata-rata biaya moda yang lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah dengan passing grade terendah. Selain itu, dari analisis aksesibilitas, diketahui bahwa besaran catchment area untuk sekolah dengan passing grade tertinggi lebih besar dibandingkan dengan catchment area sekolah dengan passing grade terendah. Kata-kata kunci: biaya transportasi, perjalanan siswa, karakteristik transportasi, aksesibilita