Jurnal Transportasi
Not a member yet
    512 research outputs found

    MODEL SISTEM PERINGKAT UNTUK PENILAIAN KINERJA LINGKUNGAN PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN

    Get PDF
    Abstract Exploitation of non-renewable natural resources is unavoidable in highway construction project resulting in waste that have an impact on global warming issues. Therefore, development of monitoring and evaluation model for environmental performance of highway construction activities is essential. Using rating system, the model proposed in this research is based on the environmental aspects of three pillars of sustainable transport development, i.e. economic, environmental and social. This research addresses four categories for assessing the environmental performance, i.e. environment and water, energy and atmosphere, materials and resources, and pavement technology and innovation. Each category consists of sub-categories with points based on the impact of sustainability and durability. Weighted values obtained are based on the amount of environmental performance points in each category. Depending on the total value, the final result of environmental performance will be classified into four groups, i.e. not certified, bronze, silver, gold, and platinum. This model can be used as a decision support system for sustainable road development. Keywords: rating system, performance assessment, highway construction project  Abstrak Eksploitasi sumber daya alam tak terbarukan tak dapat dihindari dalam proyek kosntruksi jalan yang mengakibatkan limbah yang berdampak pada isu pemanasan global. Perlu dikembangkan pemantauan dan evaluasi kinerja lingkungan terhadap kegiatan konstruksi jalan dengan memberikan peringkat untuk membandingkannya terhadap benchmark yang disebut dengan model sistem peringkat. Model ini disusun berdasarkan aspek lingkungan dari ketiga pilar pembangunan transportasi berkelanjutan, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pada penelitian ini diusulkan empat kategori untuk menilai kinerja lingkungan, yaitu lingkungan dan air, energi dan atmosfer, material dan sumber daya, serta teknologi perkerasan dan inovasi. Masing-masing kategori ini terdiri atas beberapa sub-kategori yang memiliki poin berdasarkan dampak keberlanjutan dan daya tahannya. Nilai kinerja lingkungan diperoleh berdasarkan jumlah persentase poin yang dicapai pada masing-masing kategori dengan bobot tertentu. Hasil ini diklasifikasikan dalam empat kelompok, yaitu tidak tersertifikasi, perunggu, perak, emas, dan platinum. Model ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pembangunan jalan berwawasan lingkungan. Kata-kata kunci: sistem peringkat, penilaian kinerja, proyek konstruksi jala

    PEMANFAATAN ASPAL STARBIT E-55 UNTUK MENAHAN PENURUNAN KINERJA AKIBAT RENDAMAN AIR HUJAN PADA CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPHALT

    Get PDF
    Abstract Rain water is a liquid contains dissolved materials as well as acidic salts which may results in pavement damage. This paper presents the laboratory test results on the effect of the rain water immersion on Marshall characteristic and durability of Split Mastic Asphalt mixture using two types of binder, namely Starbit E-55 and AC 60/70. Initially, laboratory tests were conducted to find the optimum bitumen content based on Bina Marga (2010) standards. Then, the Marshall and immersion tests after various immersion on rain water were run. The results showed that the longer the rain water immersion, the lower stability, Marshall Quotient, and index of retained strength, but the higher the flow of the mixture. Specimen using Starbit E-55 was found having a better strength performance and durability due to rain water immersion than that of the mixture using conventional bitumen of AC 60/70. Keywords: rain water immersion, durability, Starbit E-55, and Split Mastic Asphalt  Abstrak Air hujan merupakan cairan yang mengandung bahan-bahan terlarut maupun garam-garam yang bersifat asam sehingga dapat menyebabkan gangguan kinerja dan dapat menyebabkan kerusakan perkerasan. Paper ini menyajikan hasil pengujian laboratorium tentang pengaruh rendaman air hujan terhadap karakteristik Marshall dan durabilitas campuran Split Mastic Asphalt, dengan menggunakan dua jenis aspal sebagai bahan ikatnya, yaitu aspal Starbit E-55 dan aspal AC 60/70. Pengujian laboratorium awal untuk mencari kadar aspal optimum berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 dan dilanjutkan dengan pengujian Marshall Standard dan Immersion pada berbagai variasi lama rendaman air hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu rendaman air hujan nilai stabilitas campuran, Marshall Quotient dan nilai index of retained strength semakin menurun dan nilai kelelehan semakin meningkat. Campuran SMA yang menggunakan bahan ikat aspal Starbit E-55 memiliki kemampuan mempertahankan kinerja Marshall dan durabilitas akibat rendaman air hujan yang lebih baik dibandingkan campuran SMA dengan bahan ikat aspal AC 60/70. Kata-kata kunci: rendaman air hujan, durabilitas, Starbit E-55, dan Split Mastic Asphal

    KECELAKAAN SEPEDA MOTOR DI KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Abstract The increase in the number of vehicles in the city of Makassar effect an increase in accidents, especially motorcycle. This study aims to provide an overview of the characteristics of the traffic accident specifically for motorcyclists. Accident data during the period 2011-2015 were processed using statistical analysis methods. Results showed that the largest proportion of accidents is dominated by motorcycle users reached 64.35%. Accident average of 2.7 accident/day and motorcycle user average of 3.3 people/day. The proportion of motorcycle accidents occur on weekdays at 79.25% dominated in the early morning by 33.77%. The majority of motorcycle accident the men with 72.85%. And generally occur in the productive age range of 18-55 years with the percentage reached 71.89%. Perintis Kemedekaan Street has the highest value of 3,420 EAN. Keywords: traffic accident, motorcycle, Makassar  Abstrak Peningkatan jumlah kendaraan di Kota Makassar memberikan dampak terhadap meningkatnya kecelakaan, khususnya sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik kecelakaan lalulintas khusus untuk pengendara sepeda motor. Data kecelakaan selama periode 2011-2015 diolah dengan menggunakan metode analisis statistik. Hasilnya menunjukkan bahwa proporsi terbesar dari kecelakaan didominasi oleh pengguna sepeda motor mencapai 64,35%. Rata-rata kecelakaan sebesar 2,7 kecelakaan/hr dan rata-rata korban penguna sepeda motor sebesar 3,3 orang/hr. Proporsi kecelakaan sepeda motor terjadi pada hari-hari kerja sebesar 79,25% dengan waktu kejadian didominasi terjadi di pagi hari sebesar 33,77%. Mayoritas penguna sepeda motor yang terlibat kecelakaan berjenis kelamin laki-laki sebesar 72,85%. Secara umum terjadi pada rentang usia yang produktif, yaitu 18-55 tahun dengan persentase mencapai 71,89%. Jalan Perintis Kemerdekaan mempunyai nilai EAN tertinggi, yaitu 3.420. Kata-kata kunci: kecelakaan lalulintas, sepeda motor, Makassa

    INDEKS GRADASI SEBAGAI PARAMETER UNTUK MENENTUKAN GRADASI AGREGAT BETON ASPAL

    Get PDF
    Abstract Usually selected aggregate gradation is the mid range of specification. Gradation Index is a new parameter to predict aggregate gradation based on performance of asphalt concrete. The purpose of this study is to formulate the relationship between gradation index and aggregate gradation. The aggregate gradation of asphalt concrete was determined according to Indonesian Highway Specification (2010). Five gradations were selected and made the relationship between sieve size and  percent passing cumulatif to get five equations. The result showed that the models of five aggregate gradation are power function with coefficient of determination greater than 0.9 and the two contants (a and b) can be used to obtain aggregate gradation. Keywords: gradation index, asphalt concrete, aggregate gradation, sieve size  Abstrak Gradasi agregat pada campuran beraspal umumnya dipilih berada di tengah rentang spesifikasi. Indeks Gradasi merupakan parameter yang diusulkan untuk digunakan dalam memprediksi gradasi agregat berdasarkan kinerja campuran beton aspal. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan hubungan antara Indeks Gradasi dan gradasi agregat. Spesifikasi gradasi ditentukan berdasarkan persyaratan yang terdapat pada Spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga (2010). Lima jenis gradasi dipilih dan dibuat hubungan antara ukuran saringan serta persen lolos kumulatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model untuk lima gradasi agregat memberikan koefisien determinasi lebih besar daripada 0,9 serta konstanta a dan b yang dapat digunakan untuk menentukan gradasi agregat. Kata-kata kunci: indeks gradasi, beton aspal, gradasi agregat, ukuran saringa

    KORELASI EMISI KENDARAAN DENGAN BIAYA PENYELENGGARAAN JALAN

    No full text
    Abstract Air pollution from motor vehicle emissions on 7 provincial roads in West Java has different levels. This study discussed the relationship between the road maintenance costs and emissions from vehicles passing through the road. The results of this study show that there is strong correlation between the road maintenance cost with carbon monoxide, lead, and ozone. The correlation coefficients between the road maintenance cost and carbon monoxide, lead, and ozone are 0.964, 0.75, 0.83, respectively, which mean that there is very strong correlation. Meanwhile, the correlation coefficients between sulfur dioxide, nitrogen dioxide, and Total Suspended Particulate are 0.664, 0.257, -0.087, respectively, showing that the correlation is low. Keywords: air pollution, road construction, correlation analysis  Abstrak Pencemaran udara akibat emisi kendaraan bermotor pada tujuh ruas jalan provinsi di Jawa Barat mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Pada studi ini dikaji hubungan antara biaya penyelenggaraan jalan dengan emisi yang berasal dari kendaraan-kendaraan yang melalui jalan tersebut. Hasil studi ini menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara biaya penangangan jalan dengan tingkat beberapa jenis emisi, yaitu karbonmonoksida, ozon, sulfurdioksida, timbal, dan nitrogendioksida, yang berasal dari kendaraan yang melalui jalan tersebut. Koefisien korelasi antara Biaya Penyelenggaraan Jalan dengan karbon monoksida, timbal, dan ozon berturut-turut adalah 0,964, 0,752, dan 0,83, yang artinya terdapat korelasi sangat kuat. Sedangkan Biaya Penyelenggaraan Jalan dengan sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan debuberturut-turut adalah 0,664, 0,257, -0,087, yang berarti korelasinya lemah. Kata-kata kunci: pencemaran udara, penyelenggaraan jalan, analisis korelas

    Cover Kulit dan Daftar Isi 16-2

    No full text
    Cover Kulit dan Daftar Isi 16-

    THE IMPACT OF WEATHER VARIABILITY ON INDIVIDUAL DESIRE TO USE PUBLIC TRANSPORT IN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstract Research on the relationship between weather and transportation has several benefits, such as to anticipate the weather-induced impacts on travel behavior and transport activities and to assist the Government to pay attention to weather factors in every decision, both in the planning and implementation of a program. Indonesia is a tropical country that has only two types of weather conditions, namely dry and rainy, and both can affect the transport system, either directly or indirectly. In this study, the perception and experience of passengers as the primary data were used to find the relationship between weather and public transportation. Then the data were analyzed through qualitative and quantitative approach. From this study it is known that the number of public transport passengers increased during heavy rains by 8.9%, when strong winds of 10.1%, and increased by 3% during hot weather. The weather also affects the desire, travel behavior, perceptions of the condition of public transport, the type of vehicle used, the time of departure, and the travel decisions. Keywords: public transport, weather variability, travel behavior, passenger perception  Abstrak Penelitian tentang hubungan antara cuaca dan transportasi memiliki beberapa keuntungan, seperti untuk mengantisipasi dampak yang disebabkan cuaca terhadap perilaku perjalanan dan aktivitas transportasi serta untuk membantu Pemerintah agar memperhatikan faktor cuaca di setiap keputusan, baik dalam perencanaan maupun implementasi suatu program. Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang hanya memiliki dua jenis kondisi cuaca, yaitu kemarau dan penghujan, dan keduanya dapat mempengaruhi sistem transportasi, baik langsung maupun tidak langsung. Pada studi ini digunakan persepsi dan pengalaman penumpang sebagai data primer untuk mencari hubungan antara cuaca dan angkutan umum. Kemudian dilakukan analisis melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dari studi ini diketahui bahwa jumlah penumpang angkutan umum mengalami peningkatan saat hujan deras sebesar 8,9%, saat angin kencang sebesar 10,1%, dan meningkat 3% saat cuaca panas. Cuaca juga mempengaruhi keinginan, travel behavior, persepsi terhadap kondisi angkutan umum, jenis kendaraan yang digunakan, waktu keberangkatan, dan keputusan-keputusan melakukan perjalanan. Kata-kata kunci: angkutan umum, cuaca, perilaku perjalanan, persepsi penumpan

    PENGKINIAN ANALISIS PERHITUNGAN BALIK PEDOMAN DESAIN PELAPISAN ULANG

    No full text
    Abstract In Directorate General of Highways’ overlay design guide Pd T-1-2002-B, one kind of evaluation conducted on existing pavement structure is an evaluation on subgrade condition using back calculation procedure to determine the resilient modulus of the subgrade. To date, the design guide recommends to use adjustment factor C of no more than 0.33 on the modulus obtained from back calculation procedure to produce design modulus. However, a proper description on why the factor is required is not available. In this research, an evaluation of the factor was proposed. As a comparison to the back calculation procedure in the guide, another back calculation method based on best fit trial and error was considered. The results showed that the guide could not perform well in predicting the design elasctic modulus, as indicated by factor, i.e. the ratio between design/measured and calculated moduli), was two times higher than the value expected. Therefore, this research suggested to replace back calculation procedure in the guide with the new ones which has proved capable of producing accurate results, such as best fit trial and error or closed-form back calculation methods. By using this new back calculation procedure, the adjustment factor C in the guide is not necessary anymore. Keywords: pavement, overlay, backcalculation, elasctic modulus, adjustment factor  Abstrak Salah satu bentuk evaluasi terhadap struktur perkerasan eksisting menurut Pedoman Desain Pelapisan Ulang Pd T-1-2002-B, Ditjen Bina Marga, adalah evaluasi kondisi tanah dasar menggunakan analisis perhitungan balik, yang hasilnya dinyatakan dalam parameter modulus resilien. Selama ini Pedoman Desain Pd T-1-2002-B selalu menganjurkan untuk memberikan faktor koreksi C sebesar maksimum 0,33 terhadap nilai modulus yang dihasilkan dari hasil perhitungan balik bila nilai modulus ini akan digunakan untuk keperluan desain tanpa ada penjelasan untuk apa faktor koreksi ini digunakan. Pada penelitian ini evaluasi terhadap nilai faktor koreksi dilakukan. Suatu program perhitungan balik yang didasarkan pada konsep best fit trial and error diusulkan untuk digunakan sebagai pembanding terhadap metode perhitungan balik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas hasil perhitungan balik ternyata tidak mampu memprediksi secara akurat nilai elastisitas untuk kebutuhan desain. Rasio kedua nilai modulus itu ternyata dua kali lebih besar dibandingkan dengan koefisien yang disyaratkan sebagai faktor koreksi. Oleh karena itu, direkomen-dasikan untuk tidak menggunakan metode perhitungan balik dalam desain dan mengganti dengan metode perhitungan balik best fit trial and error. Penggunaan metode perhitungan balik best fit trial and error juga memberikan arti bahwa faktor koreksi C di dalam Pedoman Desain tidak diperlukan lagi. Kata-kata kunci: perkerasan, pelapisan ulang, perhitungan balik, modulus elastisitas, faktor koreks

    BIAYA KECELAKAAN PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI WILAYAH PURBALINGGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE GROSS OUTPUT

    Get PDF
    Abstract In accident casualties motorcylists get higher risk than car user regarding lack of safety equipment. The accidents generate direct and indirect accident cost. Direct costs include vehicle repairment, administration cost, medical cost, and productivity lost. Indirect costs refer to cost incurred by victims’ families and relatives, pain, and suffering cost. Referring traffic accident cost, this study conducts Gross Output method (Human Capital) according to Pd.T-02-2005-B and Silcock. The results show that accident cost on direct cost components calculated by Gross Output Silcock is greater than costs resulted from Gross Output Pd.T-02-2005-B for serious accident because there is a long waited time for victims to seek a new job. Whilst for the components indirect cost calculated using Gross Output Pd.T-02-2005-B is greater because the percentage human cost according to Pd.T-02-2005-B is greater than that in the Gross Output Silcock. Keywords: accident casualties, accident costs, Gross Output methods, motorcylists  Abstrak Pemakai sepeda motor memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi korban kecelakaan dibandingkan dengan pengguna kendaraan lainnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya alat keselamatan pada sepeda motor. Bagi pihak korban hal tersebut mengakibatkan adanya biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung akibat kecelakaan di antaranya biaya perbaikan kendaraan, biaya administrasi, biaya medis, dan hilangnya produktivitas. Sedangkan biaya tidak langsung akibat kecelakaan di antaranya biaya yang dikeluarkan keluarga korban, biaya rasa sakit, dan penderitaan. Penelitian ini menggunakan Metode Gross Output (Human Capital) menurut Pd.T-02-2005-B dan Gross Output Method menurut Silcock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan biaya kecelakaan pada komponen biaya langsung menggunakan acuan Silcock-TRL lebih besar jika dibandingkan memakai Metode Gross Output Pd.T-02-2005-B untuk kecelakaan serius karena terdapat lama waktu korban mencari pekerjaan baru. Komponen biaya tidak langsung yang dihitung menggunakan Pd.T-02-2005-B hasilnya lebih besar karena persentase human cost menurut Pd.T-02-2005-B lebih besar daripada yang menurut Silcock-TRL. Kata-kata kunci: korban kecelakaan, biaya kecelakaan, Metode Gross Output, pemakai sepeda moto

    VARIABEL UNTUK PREDIKSI FATALITAS KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI WILAYAH DAN INFRASTRUKTUR JALAN DI INDONESIA

    Get PDF
    Abstract This study aims to determine variables which can be used to predict the number of actual fatalities in Indonesia. The method used is the linear correlation coefficient between variables, and correlation between each variable with traffic accident fatalities. The result shows that the variables of population, motorized vehicles, and accessibility are the selected variables with great and significant effects on actual fatality number prediction in Indonesia. Also, the variable of driver licensed ownership has no positive effect on driver behavior and the Andreassen Model (1985) is not suitable to be used for fatality prediction in Indonesia. It is recommended to develop a fatality prediction model in Indonesia with considering the 3 selected variables resulted from this study. Keywords: Andreassen Model, fatality, fatality prediction, traffic accident, variable analysis.  Abstrak  Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui variabel yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah fatalitas aktual di Indonesia. Metode yang digunakan adalah koefisien korelasi linier antarvariabel serta korelasi masing-masing variabel terhadap fatalitas kecelakaan lalu lintas. Hasil studi ini menunjukkan bahwa variabel-variabel jumlah penduduk, kendaraan bermotor, dan aksesibilitas merupakan variabel-variabel terpilih yang memiliki pengaruh sangat kuat dan signifikan terhadap prediksi jumlah fatalitas aktual di Indonesia. Selain itu diketahui bahwa variabel kepemilikan Surat Izin Mengemudi tidak memiliki pengaruh positif terhadap perilaku pengemudi di jalan dan Model Andreassen (1985) tidak tepat untuk digunakan memprediksi fatalitas di Indonesia. Untuk itu disarankan untuk mengembangkan model prediksi fatalitas di Indonesia dengan mempertimbangkan 3 variabel terpilih hasil penelitian ini. Kata-kata kunci: Model Andreassen, fatalitas, prediksi fatalitas, kecelakaan lalu lintas, analisis variabel

    468

    full texts

    512

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Transportasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇