Jurnal Transportasi
Not a member yet
512 research outputs found
Sort by
POTENSI BIOASPAL PADA BAHAN DAUR ULANG ASPAL DAN CAMPURAN BERASPAL HANGAT
Abstract Bioasphalt are asphalt produced from non-food ingredients which can be renewed. In addition to being used as a binder in asphalt mixture, since it is derived from lignin-containing biomass, bioasphalt also has the potential as rejuvenator for a mixture containing reclaimed asphalt pavement as well as additive for warm mixed asphalt technology due to its rheological properties that can reduce mixing temperatures up to 20°C. America, Europe, Japan and Australia have started their research on bioasphalt since the last few years. Indonesia itself can produce bioasphalt from coconut shells, but the research related to bioasphalt potency in paved mixture technology is still very limited. To prove the potential of bioasphalt, research needs to be done by evaluating the performance of bioasphalt available in Indonesia as a rejuvenator in Hot Mix Asphalt containing Reclaimed Asphalt Pavement and as an additive for warm mixed asphalt technology. Keywords: bioasphalt, hot mix asphalt, reclaimed asphalt pavement, warm mix asphalt Abstrak Bioaspal adalah aspal yang dihasilkan dari bahan nonmakanan dan dapat diperbaharui. Selain dapat digunakan sebagai bahan pengikat campuran beraspal, karena berasal dari biomassa yang mengandung lignin, bioaspal juga berpotensi sebagai bahan peremaja untuk campuran yang mengandung reclaimed asphalt pavement serta sebagai bahan tambah untuk teknologi campuran beraspal hangat karena sifat reologinya yang dapat menurunkan temperatur pencampuran hingga 20°C. Amerika, Eropa, Jepang, dan Australia telah memulai penelitian terhadap bioaspal sejak beberapa tahun belakangan. Indonesia sendiri sudah dapat menghasilkan bioaspal yang berasal dari tempurung kelapa, hanya saja penelitian terkait potensi bioaspal pada teknologi campuran beraspal masih sangat minim. Untuk membuktikan potensi bioaspal tersebut, perlu dilakukan penelitian dengan mengevaluasi kinerja bioaspal yang ada di Indonesia sebagai bahan peremaja pada campuran beraspal panas yang mengandung reclaimed asphalt pavement dan sebagai bahan tambah penurun temperatur pencampuran untuk teknologi campuran beraspal hangat. Kata-kata kunci: bioaspal, campuran beraspal panas, reclaimed asphalt pavement, campuran beraspal hanga
KINERJA RUAS JALAN PADA INTEGRASI SISTEM JARINGAN JALAN EKSISTING DENGAN COASTAL ROAD DI KOTA BALIKPAPAN
Abstract The rapid development along Sudirman Road, in the City of Balikpapan, causes congestion. Due to limited land, the government attempts to develop a reclamation area through Coastal Road Project which one of its objectives is to overcome congestion. The road performance analysis on the integration of existing road network system with the coastal road was carried out using traffic counting methods in 2017 for predicting traffic volume caused by the coastal road and traffic volume in 2024. The analysis was performed with 3 scenarios, namely Scenario 1 (traffic in 2017), Scenario 2 (traffic in 2024 without coastal road), and Scenario 3 (traffic in 2024 with coastal road). The result shows that the traffic conditions in some segments of Jalan Sudirman are in smooth condition, dense, and congestion. The road segments that require handling are Parking Building, Bekapai Park, and Terminal Damai segments. Keywords: road performance, road network, traffic volume, traffic congestion Abstrak Pesatnya pembangunan di sepanjang Jalan Sudirman, Kota Balikpapan, menimbulkan kemacetan. Karena keterbatasan lahan, Pemerintah Kota Balikpapan berupaya mengembangkan kawasan dengan reklamasi pantai melalui Proyek Coastal Road yang salah satu tujuannya adalah mengatasi kemacetan di Jalan Sudirman. Analisis kinerja ruas jalan pada integrasi sistem jaringan jalan eksisting dengan coastal road dilakukan dengan menggunakan metode survei lalu lintas 2017 untuk memprediksi volume lalu lintas akibat coastal area dan volume lalu lintas tahun 2024. Analisis dilakukan dengan 3 skenario, yaitu Skenario 1 (lalu lintas tahun 2017), Skenario 2 (lalu lintas 2024 tanpa coastal road), dan Skenario 3 (lalu lintas 2024 dengan coastal road). Hasil analisis menunjukkan bahwa lalu lintas di beberapa segmen Jalan Sudirman dalam kondisi lancar, padat, dan macet. Segmen jalan yang memerlukan penanganan adalah Segmen Gedung Parkir, Segmen Taman Bekapai, dan Segmen Terminal Damai. Kata-kata kunci: kinerja jalan, jaringan jalan, volume lalu lintas, kemacetan lalu linta
PERAN PERKERETAAPIAN DALAM MENUNJANG SISTEM LOGISTIK NASIONAL
Abstract Indonesia is faced with an increasingly high level of international and interregional competition. This competition has shifted from competition between products and companies to competition between logistics networks and supply chains. The logistics process is basically directed to optimize production factors, namely to optimize the costs, time, and quality. The Government of the Republic of Indonesia plans to build 3,250 km of new railway lines during the 5 year administration, in the 2014-2019 period, by constructing the Trans Sumatra, Trans Sulawesi, and Trans Papua railway lines, as well as the double track railway lines in Java. Because rail transport is a mass transportation mode, it is hoped that this railway transportation can reduce national logistics costs. Therefore, railway infrastructure and facilities need to be developed, especially for transporting passengers and goods. Keywords: logistics network, supply chain, rail transportation, national logistics costs Abstrak Indonesia dihadapkan pada tingkat persaingan antarnegara dan antarregional yang semakin tinggi. Persaingan ini telah bergeser dari persaingan antarproduk dan antarperusahaan ke persaingan antarjaringan logistik dan rantai pasok. Proses logistik pada dasarnya diarahkan untuk mengoptimalkan faktor produksi, yaitu untuk melakukan optimasi terhadap biaya, waktu, dan kualitas. Pemerintah Republik Indonesia mencanangkan akan membangun 3.250 km jalur kereta api baru selama 5 tahun pemerintahan, pada periode 2014-2019, dengan mewujudkan jalur kereta api Trans Sumatera, Trans Sulawesi, dan Trans Papua, serta jalur ganda kereta api di Pulau Jawa. Karena transportasi kereta api merupakan moda angkutan masal, diharapkan angkutan kereta api ini dapat menurunkan biaya logistik nasional. Oleh karena itu, prasarana dan sarana perkeretaapian perlu dikembangkan, khususnya untuk mengangkut penumpang dan barang. Kata-kata kunci: jaringan logistik, rantai pasok, angkutan kereta api, biaya logistik nasiona
CAMPURAN BERASPAL MENGGUNAKAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT DAN AGREGAT SLAG BAJA
Abstract Material constraints and increasing demand for road construction materials have resulted in high construction costs and road rehabilitation, so alternative materials are needed, such as recycled asphalt and potential waste utilization, such as steel slags. This study is a literature study, with the aim of evaluating and controlling the performance of asphalt mixtures using Reclaimed Asphalt Pavement and steel slag, as a substitute for aggregate. The Reclaimed Asphalt Pavement material generally has aging which causes an increase in stiffness during the structural life and reduced adhesion to asphalt. This can be prevented by steel slag material, which has a rough surface and texture, so as to prevent cracks due to internal friction of the mixture. The overall use of Reclaimed Asphalt Pavement materials and steel slag can improve mixture performance and resistance to fatigue. Keywords: asphalt mixture, reclaimed asphalt pavement, steel slag, flexible pavement Abstrak Keterbatasan material dan meningkatnya permintaan material konstruksi jalan menyebabkan tingginya biaya pembangunan maupun rehabilitas jalan, sehingga diperlukan material alternatif, seperti daur ulang aspal dan pemanfaatan potensi limbah, seperti slag baja. Penelitian ini merupakan suatu kajian literatur, dengan tujuan melakukan evaluasi dan pengendalian kinerja campuran beraspal yang menggunakan Reclaimed Pavement Asphalt (RAP) dan slag baja sebagai bahan pengganti agregat. Material RAP umumnya telah mengalami penuaan yang menyebabkan peningkatan kekakuan selama umur struktur dan sifat adhesi terhadap aspal berkurang. Hal ini dapat dicegah oleh material slag baja, yang memiliki permukaan dan tekstur yang kasar, sehingga dapat mencegah terjadinya retak akibat gesekan internal campuran. Penggunaaan material RAP dan slag baja secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja campuran dan ketahanan terhadap kelelahan. Kata-kata kunci: campuran beraspal, reclaimed pavement asphalt, slag baja, perkerasan lentu
PERUBAHAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DI JALAN TOL PROF. SEDYATMO DAN RUAS JORR S-E1 AKIBAT BERFUNGSINYA RUAS JORR W2
Abstract This study is aimed to analyze the Vehicle Operational Cost due to the functioning of JORR W2 segment (Ulujami-Kebon Jeruk) in July 2014, and to analyze the VOC with and without the operation of JORR W2 segment on the JORR S-E1 segment and Prof. Sedyatmo toll road. Variables used in this study are International Roughness Index, speed, and traffic volume. The Vehicle Operational Cost is calculated using the method developed by the Ministry of Public Works in 2005. The result shows that before JORR W2 was operated, the traffic volume from Pluit to Pluit IC was bigger than the one from Ulujami to Cikunir, while it was in contrary after the JORR W2 was operated. Before and after JORR W2 was operated, i.e from 2012 to 2016, the of JORR S-E1segment were higher than the ones of Prof. Sedyatmo toll road with the increase trend on Vehicle Operational Cost of both segments. As JORR W2 was operated, the Vehicle Operational Cost of JORR S-E1 became bigger than if it was not operated, but it was in contrary for Prof. Sedyatmo toll road. Keywords: vehicle operating cost, toll road, International Roughness Index, traffic speed, traffic volume Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis Biaya Operasional Kendaraan akibat berfungsinya segmen JORR W2 (Ulujami-Kebon Jeruk) pada Juli 2014, dan menganalisis Biaya Operasional Kendaraan dengan dan tanpa beroperasinya segmen JORR W2 pada ruas JORR S-E1 dan Jalan Tol Prof. Sedyatmo. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah International Roughness Index, kecepatan, dan volume lalu lintas. Metode penelitian dilakukan dengan pengumpulan data variabel kemudian menghitung Biaya Operasional Kendaraan dengan metode yang telah dikembangkan oleh Departemen Pekerjaan Umum tahun 2005. Berdasarkan analisis, sebelum dioperasikan JORR W2 volume lalu lintas dari Pluit ke Pluit IC lebih besar daripada dari Ulujami ke Cikunir, sedangkan sesudah dioperasikan terjadi sebaliknya. Adapun pada saat sebelum dan sesudah JORR W2 dioperasikan, Biaya Operasional Kendaraan pada ruas JORR S-E1 lebih besar daripada ruas Tol Prof. Sedyatmo dengan trend naik untuk Biaya Operasional Kendaraan di kedua ruas ini. Pembukaan JORR W2 mengakibatkan Biaya Operasional Kendaraan di JORR S-E1 lebih tinggi dibandingkan dengan bila segmen tersebut tidak dibuka, namun sebaliknya yang terjadi pada Jalan Tol Prof. Sedyatmo. Kata-kata kunci: biaya operasional kendaraan, jalan tol, International Roughness Index, kecepatan lalu lintas, volume lalu linta
POLA PERGERAKAN PENUMPANG FERRY DI WILAYAH KEPULAUAN
Abstract East Nusa Tenggara is an archipelago with a low population density and uneven distribution. Therefore, the identification of movement pattern characteristics for ferry passengers is very important to capture the initial step of supporting data used in planning of interisland transportation infrastructure. By using the method of Correspondence Analysis, the analysis shows that: (1) most passengers in Alor Island had a nearer distance from home to the port compared to those on Flores, Sumba, and Timor islands; (2) travel costs from home to the ports were categorized expensive; (3) travel time from home to the port was influenced by the distance between home and the port, the port location, and transport to the port type; (4) most passengers did not transfer from one ship to another during the trip from port of origin to port of destination; (5) the waiting time of ship in the ports is affected by delays due to weather and wave height; (6) the journey time of ship is affected by the length of track, weather conditions, and high waves. Keywords: ferry passenger, travel time, travel cost, waiting time Abstrak Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah kepulauan dengan kepadatan penduduk rendah dan sebaran tidak merata. Karena itu, identifikasi karakteristik pola pergerakan bagi penumpang ferry sangat penting untuk langkah awal menjaring data pendukung yang digunakan dalam perencanaan sarana dan prasarana transportasi penyeberangan. Dengan menggunakan Metode Correspondence Analysis, hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar penumpang di Pulau Alor memiliki jarak dari rumah ke pelabuhan yang lebih dekat dibandingkan dengan penumpang di Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor; (2) biaya perjalanan dari rumah ke pelabuhan dikategorikan mahal; (3) waktu perjalanan dari rumah ke pelabuhan, dipengaruhi oleh jarak dari rumah ke pelabuhan, lokasi pelabuhan, dan jenis angkutan yang digunakan ke pelabuhan; (4) sebagian besar penumpang mengatakan tidak pernah berpindah kapal selama perjalanan dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan; (5) waktu tunggu kapal di pelabuhan, dipengaruhi oleh keterlambatan kapal akibat cuaca dan tinggi gelombang; dan (6) waktu tempuh kapal dipengaruhi oleh panjang lintasan, kondisi cuaca, dan gelombang yang tinggi. Kata-kata kunci: penumpang ferry, waktu perjalanan, biaya perjalanan, waktu tungg
PREDIKSI KEBISINGAN LALU LINTAS DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN MODEL ASJ-RTN 2008
Abstract There are several problems related to transportation, including traffic congestion and environmental issues, such as air pollution and noise pollution. This study aims to predict traffic noise on the main commercial-road environment in the City of Makassar using ASJ-RTN 2008 model. The results obtained are that equivalent noise level or LAeq has exceeded the allowable limits, with LAeq noise level LAeq,day of 79.7 dB. The average noise prediction rate is 78.0 dB (A) and the predicted value is lower than the measured noise level. Keywords: transportation, noise, noise level, traffic congestion Abstrak Terdapat beberapa permasalahan yang berhubungan dengan bidang transportasi, termasuk masalah kemacetan lalu lintas dan masalah lingkungan, seperti polusi udara dan polusi suara atau kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kebisingan lalu lintas pada lingkungan jalan utama-komersial di Kota Makassar dengan menggunakan model ASJ-RTN 2008. Hasil yang didapat adalah tingkat kebisingan ekivalen atau LAeq telah melewati batasan yang diizinkan, dengan tingkat kebisingan LAeq,day sebesar 79,7 dB. Nilai tingkat kebisingan prediksi rata-rata adalah sebesar 78,0 dB(A) dan nilai prediksi lebih rendah dibandingkan dengan nilai tingkat kebisingan hasil pengukuran. Kata-kata kunci: transportasi, kebisingan, tingkat kebisingan, kemacetan lalu linta
WAKTU TEMPUH PERJALANAN WISATAWAN MANCANEGARA DI DESTINASI BERBASIS MULTIDAYA TARIK WISATA BALI
Abstract This study is to analyze the travel time of foreign tourists while choosing travel chain to the tourist attraction object. Travel time and distance on the tourist travel chain is an important element for planning of transportation and tourism. Data collection through questionnaire based on interviews of foreign tourists who came to Bali for holiday purposes. The collected travel chain data includes the origin and destination of the trip, the places visited, departure time, arrives and departs from the places visited. Data analysis to estimate the parameter of travel time model was done by regression analysis using SPSS 20 program. Validation model by calculating correlation value of Pearson and Root Mean Square Error to model and result of remeasurement in the field. The best travel time model with number of trip chain 1 to 5 is the polynomial model which has coefficient of determination between 0.8 and 1, while for return trip to origin is linear model with coefficient of determination between of 0,995. Validation tests on all models also show the correlation coefficient between 0.9 and 1 and Root Mean Square Error less than 10. Keywords: tourist attraction, travel time, distance, trip chain Abstrak Studi ini menganalisis waktu tempuh perjalanan wisatawan mancanegara dalam hal memilih rantai perjalanannya menuju daya tarik wisata. Waktu tempuh dan jarak pada rantai perjalanan wisatawan merupakan elemen penting dalam perencanaan transportasi dan pariwisata. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara berbasis kuisioner terhadap wisatawan mancanegara di Bali dengan tujuan berlibur. Data rantai perjalanan meliputi asal dan tujuan, tempat yang dikunjungi, waktu berangkat, ketibaan dan keberangkatan dari tempat yang dikunjungi. Analisis data untuk mengestimasi parameter model waktu tempuh dilakukan dengan analisis regresi menggunakan program SPSS 20. Validasi model dengan nilai korelasi Pearson dan Root Mean Square Error terhadap model dan hasil pengukuran kembali di lapangan. Model waktu tempuh dengan jumlah trip chain antara 1 dan 5 yang paling baik adalah model polinomial yang memiliki koefisien determinasi antara 0,8 dan 1, sedangkan perjalanan kembali ke asal adalah model linier dengan koefisien determinasi sebesar 0,995. Uji validasi pada semua model juga menunjukkan nilai koefisien korelasi antara 0,9 dan 1 dengan Root Mean Square Error kurang dari 10. Kata-kata kunci: daya tarik wisata, waktu tempuh, jarak, rantai perjalana
PENGEMBANGAN METODE PREDIKSI PROBABILITAS KECELAKAAN PADA SUATU RUAS JALAN ANTARKOTA BERDASARKAN KONDISI GEOMETRIK JALAN DAN KARAKTERISTIK LALU LINTAS
Abstract Accident data is very important to figure out the number of accidents that occur on the road segment in some periods of time. If accident data is not available, another method is needed to determine the frequency of accidents, with the frequency of accidents replaced by a prediction of accident probability. Based on the literatures, it is found that the predictions of accident probabilities can be done based on the geometric conditions of the road and traffic characteristics. The probability values are obtained from the calculation of the percentage of the total score on the location of the road. The score is given based on the magnitude of the existing condition deficiency against the specified standard or criteria, with a score of 1 for conditions that are in accordance with the standard, while a score of 5 for the conditions that are not in accordance with the standards. Predictor parameters for 2 lane 2 ways undivided rural road are lane width (m), lane widening on curve, shoulder width, shoulder type, stopping sight distance, passing sight distance, radius of curve, maximum superelevation, tangent length between 2 curves, the present of transition curve, curve radius ratio of 2 adjacent curves, maximum length of tangent, grade (%), maximum length of grade, side slope, clear zones, hazards type, lighting, signings and markings, driveways density (number/km), proportion of heavy vehicles (%), volume of pedestrians (person/day), special alignment combinations and the differences between operating speed (V85) and speed limit (Vlimit). From this method would be generated 5 accident probabilities categories which are “very small”, “small”, “medium”, “big” and “very big”. Keywords: traffic accident, accidents frequency, accident probability, road geometric Abstrak Data kecelakaan sangat penting untuk mengetahui jumlah kecelakaan yang terjadi pada segmen jalan untuk jangka waktu tertentu. Jika data kecelakaan tidak tersedia, diperlukan metode lain untuk mengetahui frekuensi kecelakaan, dengan frekuensi kecelakaan digantikan dengan perkiraan probabilitas kecelakaan. Berdasarkan literatur diperoleh bahwa prediksi probabilitas kecelakaan dapat dilakukan berdasarkan kondisi geometrik jalan dan karakteristik lalu lintas. Nilai probabilitas diperoleh dari hasil perhitungan persentase total skor pada lokasi ruas jalan. Pemberian skor dilakukan berdasarkan besarnya defisiensi kondisi eksisting terhadap standar atau kriteria yang ditentukan, dengan skor 1 untuk kondisi yang sesuai standar, sedangkan skor 5 untuk kondisi yang paling tidak sesuai standar. Parameter predictor adalah lebar lajur, pelebaran lajur pada tikungan, lebar bahu, tipe bahu, jarak pandang henti, jarak pandang mendahului, jari-jari tikungan, super-elevasi maksimum, panjang tangent di antara 2 tikungan, keberadaan lengkung peralihan, rasio jari-jari 2 tikungan berdekatan, panjang tangent maksimum, kelandaian (%), panjang landai, side slope, clear zone (m), jenis hazard, penerangan jalan, rambu dan marka jalan, driveways density (jumlah/km), proporsi kendaraan berat (%), volume pejalan kaki (orang/hari), kombinasi alinyemen khusus, serta selisih kecepatan operasional (V85)dari Vlimit. Dihasilkan 5 katagori probabilitas, yaitu “sangat kecil”, “kecil”, “sedang”, “besar”, dan “sangat besar”. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, frekuensi kecelakaan, probabilitas kecelakaan, geometrik jala
PENGARUH ASBUTON MURNI TERHADAP INDEKS PENETRASI ASPAL
Abstract Penetration Index is one of the parameters of asphalt’s temperature susceptibility. The lower the Penetration Index, the lower the bitumen’s temperature susceptibility. One solution to improve the level of asphalt’s temperature susceptibility is by adding pure Asbuton to pen 60/70 petroleum asphalt. The proportion of pure Asbuton added to the pen 60/70 petroleum asphalt varies from 0% to 100%. The value of Penetration Index is determined by the Pfeiffer and Van Doormall equations, which is affected by penetration and softening point of asphalt. The analysis performed shows 2 different zones. In the first zone, with pure asbuton content of 0%-30%, the Penetration Index did not change significantly, while in the second zone there was a significant changes in the Penetration Index values. It is found that the addition of pure asbuton of 2%-30% will result in larger Penetration Index values, meaning that the level of asphalt’s temperature susceptibility is better. Keywords: Penetration Index, softening point, petroleum asphalt, Asbuton Abstrak Indeks Penetrasi adalah salah satu parameter pengukur kepekaan aspal terhadap temperatur. Makin rendah nilai Indeks Penetrasi, makin rendah tingkat ketahanan aspal terhadap perubahan temperatur. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat kepekaan aspal terhadap perubahan temperatur adalah dengan memodifikasi aspal minyak penetrasi 60/70 dengan asbuton murni. Persentase kadar asbuton murni yang ditambahkan ke dalam aspal minyak penetrasi 60/70 bervariasi mulai dari 0% sampai 100%. Nilai PI ditentukan berdasarkan Persamaan Pfeiffer dan Van Doormall, yang merupakan hubungan antara nilai penetrasi dan titik lembek aspal. Hasil analisis menghasilkan 2 zona yang berbeda. Pada zona pertama, untuk kadar asbuton murni 0%-30%, nilai Indeks Penetrasi tidak berubah secara signifikan. Sedangkan pada zona kedua terjadi perubahan yang signifikan pada nilai Indeks Penetrasi. Penambahan asbuton murni sebesar 2%-30% menghasilkan nilai PI yang lebih besar, artinya tingkat ketahanan aspal terhadap perubahan temperatur semakin baik. Kata-kata kunci: indeks penetrasi, titik lembek, aspal minyak, Asbuto