Jurnal Transportasi
Not a member yet
512 research outputs found
Sort by
PEMODELAN TARIKAN PERJALANAN ANGKUTAN BARANG DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Abstract East Kalimantan is a province with a large area in Indonesia. This causes the transportation of goods in the province is also large. The pattern of movement of goods in East Kalimantan Province is influenced by the potential of its natural resources. This study aims to analyze the attraction model of the movement of freight transportation in East Kalimantan Province, using the Origin and Destination Matrix of movement for 9 districts/cities in East Kalimantan Province, as well as the movement of 3 external zones. Furthermore the Origin and Destination Matrix of the movement is converted to trip units/year based on the type of truck most often used to transport goods. This is done so that in the analysis process, variables can be correlated with socio-economic data as independent variables. The analysis was performed using a zone-based correlation model, a step-by-step method of type 1. The results show that the best model for the attraction of freight transportation in East Kalimantan Province is a model that uses independent variables of egg production and chicken livestock, with a coefficient of determination of 0.564. Keywords: trip attraction,freight transportation, Origin and Destination Matrix, external zone Abstrak Kalimantan Timur merupakan suatu provinsi dengan luas wilayah yang besar di Indonesia. Hal ini menyebabkan angkutan barang di provinsi ini besar pula. Pola pergerakan barang di Provinsi Kalimantan Timur dipengaruhi oleh potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis model tarikan pergerakan angkutan barang di Provinsi Kalimantan Timur, dengan menggunakan Matriks Asal Tujuan pergerakan untuk 9 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, serta pergerakan 3 zona eksternal. Selanjutnya Matriks Asal Tujuan pergerakan dikonversikan ke satuan trip/tahun berdasarkan jenis truk yang paling sering digunakan untuk mengangkut barang. Hal ini dilakukan agar dalam proses analisis, variabel dapat dikorelasikan dengan data sosial-ekonomi sebagai variabel bebas. Analisis dilakukan dengan menggunakan model korelasi berbasis zona, metode langkah demi langkah tipe 1. Dari hasil pemodelan diperoleh bahwa model terbaik untuk tarikan angkutan barang di Provinsi Kalimantan Timur adalah model yang menggunakan variabel-variabel bebas pro-duksi telur dan ternak ayam, dengan koefisien determinasi sebesar 0,564. Kata-kata kunci: tarikan pergerakan, angkutan barang, Matriks Asal dan Tujuan, zona eksterna
EVALUASI PROYEKSI DEMAND BARANG DAN PENUMPANG PELABUHAN DI PROVINSI MALUKU
Abstract Every port in Indonesia must have a Port Master Plan that contains an integrated port development plan. This study discusses one important aspect in the preparation of the Port Master Plan, namely the projected movement of goods and passengers, which can be used as a reference in determining the need for facilities at each stage of port development. The case study was conducted at a port located in a district in Maluku Province and aims to evaluate the analysis of projected demand for goods and passengers occurring at the port. The projection method used is time series and econometric projection. The projection results are then compared with the existing data in 2018. The results of this study show that the econometric projection gives adequate results in predicting loading and unloading activities as well as the number of passenger arrival and departure in 2018. This is indicated by the difference in the percentage of projection results towards the existing data, which is smaller than 10%. Whereas for loading and unloading activities, time series projections with logarithmic trends give better results than econometric projections. Keywords: port, port master plan, port development, unloading activities Abstrak Setiap pelabuhan di Indonesia harus memiliki sebuah Rencana Induk Pelabuhan yang memuat rencana pengem-bangan pelabuhan secara terpadu. Studi ini membahas salah satu aspek penting dalam penyusunan Rencana Induk Pelabuhan, yaitu proyeksi pergerakan barang dan penumpang, yang dapat dipakai sebagai acuan dalam penentuan kebutuhan fasilitas di setiap tahap pengembangan pelabuhan. Studi kasus dilakukan pada sebuah pelabuhan yang terletak di sebuah kabupaten di Provinsi Maluku dan bertujuan untuk melakukan evaluasi ter-hadap analisis proyeksi demand barang dan penumpang yang terjadi di pelabuhan tersebut. Metode proyeksi yang dipakai adalah proyeksi deret waktu dan ekonometrik. Hasil proyeksi selanjutnya dibandingkan dengan data eksisting tahun 2018. Hasil studi ini menunjukkan bahwa proyeksi ekonometrik memberikan hasil yang cukup baik dalam memprediksi aktivitas bongkar barang serta jumlah penumpang naik dan turun di tahun 2018. Hal ini diindikasikan dengan selisih persentase hasil proyeksi terhadap data eksisting yang lebih kecil dari 10%. Sedangkan untuk aktivitas muat barang, proyeksi deret waktu dengan tren logaritmik memberikan hasil yang lebih baik daripada proyeksi ekonometrik. Kata-kata kunci: pelabuhan, rencana induk pelabuhan, pengembangan pelauhan, aktivitas bongkar baran
KAJIAN SPASIAL LOKASI BERBELANJA DI KOTA BANDUNG
Abstract Shoppers consider many aspects in choosing specific location from variety of shopping location. Spatial analysis is used to determine the catchment area of shopping location based on the location of shoppers’ residence along with the correlation with shoppers’ activity and characteristic. The purposes of this study are to analyze the catchment area of shopping location in Bandung based on shopper’s preferences and to analyze the shopping travel pattern. The questionnaire data about the grocery shopping trip is analyzed using Thiessen Polygon and Buffering Method. The analysis shows that there is a mismatch between the market service coverage and the preferences of respondent destination. Analysis shows that shoppers will choose the shopping location by considering the distance of shopping location from home, travel costs, and travel duration in selecting any type of shopping location. Keywords: shopping location, spatial analysis, GIS, catchment area, shopping trip characteristics Abstrak Ada banyak hal yang dipertimbangkan oleh pelaku belanja dalam memilih lokasi berbelanja yang beragam. Analisis spasial dipergunakan untuk menjelaskan daerah cakupan lokasi belanja berdasarkan lokasi tempat tinggal serta keterkaitannya dengan aktivitas dan karakteristik pelaku belanja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daerah cakupan lokasi berbelanja pilihan pelaku belanja di Kota Bandung dan menganalisis pola perjalanan berbelanja. Data hasil penyebaran kuisioner mengenai perjalanan berbelanja kebutuhan sehari-hari dianalisis menggunakan Metode Thiessen Polygon dan Metode Buffer. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara luas cakupan layanan suatu lokasi belanja dengan luas jangkauan layanan lokasi pilihan pelaku belanja. Analisis menunjukkan bahwa pelaku belanja memilih lokasi belanja dengan mempertimbangkan jarak dari tempat tinggal, durasi, dan biaya perjalanan. Kata-kata kunci: lokasi berbelanja, analisis spasial, GIS, daerah cakupan, karakteristik perjalanan berbelanj
PERAN SEPEDA MOTOR BAGI MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH DI KOTA MAKASSAR
Abstract Motorcycles are a mode of transportation that is a mainstay of low-income communities in the City of Makassar to travel. The prices of motorcycles that are relatively affordable, along with the ease in motorcycle ownership credit systems, make it easier for low-income people to own a motorcycle. As a result, there is an increase in the number of motorcycles in the City of Makassar, which is one of the causes of traffic congestion in the city. This study aims to analyze the role of motorcycles for low-income communities in the City of Makassar with the research objects are located in 4 locations with a relatively high number of low-income communities, namely Untia Village, Baraya Village, Buloa Village, and Banta-Bantaeng Village. Field data in the form of questionnaire results are then processed using descriptive statistical methods. The results of this study indicate that aside from being a means of transportation, motorcycles also become savings for their owners because they are considered easy to sell or mortgaged to get cash. Keywords: motorcycles, transportation modes, low-income communities, traffic congestion Abstrak Sepeda motor merupakan moda transportasi yang menjadi andalan masyarakat berpendapatan rendah di Kota Makassar untuk melakukan perjalanan. Harga sepeda motor yang relatif terjangkau, disertai adanya kemudahan dalam sistem kredit kepemilikan sepeda motor, memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki sepeda motor. Akibatnya, terjadi peningkatan jumlah sepeda motor di Kota Makassar, yang merupakan salah satu penyebab kemacetan lalu lintas di kota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sepeda motor bagi masyarakat berpendapatan rendah di Kota Makassar dengan objek penelitian berada di 4 lokasi dengan jumlah masyarakat berpendapatan rendah yang relatif tinggi, yaitu Kelurahan Untia, Kelurahan Baraya, Kelurahan Buloa, dan Kelurahan Banta-Bantaeng. Data lapangan berupa hasil angket kemudian diolah dengan menggunakan metode statistika deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selain sebagai alat transportasi, sepeda motor juga menjadi tabungan bagi pemiliknya karena dianggap mudah untuk dijual atau digadaikan untuk memperoleh uang tunai. Kata-kata kunci: sepeda motor, moda transportasi, masyarakat berpendapatan rendah, kemacetan lalu linta
PENGARUH SUKARELAWAN PENGATUR LALU LINTAS TERHADAP KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL GANESHA SURAKARTA
Abstract Traffic congestion in the City of Surakarta gave rise to a phenomenal figure among motor vehicle drivers, called the Traffic Control Volunteers or abbreviated as Supeltas. This Supeltas is present on the road to help organize the movement of traffic, as happened at the Surakarta Ganesha Unsignalized Intersection. This study aims to determine the influence of the existence of Supeltas on capacity, degree of saturation, delay, and queuing opportunities that occur at the intersection. The analysis was carried out using the 1997 Indonesian Highway Capacity Manual. The results showed that the intersection without Supeltas had a capacity of 3,114.03 pcu/hour and a degree of saturation of 1.47, while the same intersection but with Supeltas had a capacity of 3,136.81 pcu/hour and a degree of saturation of 1.51. These results indicate that Supeltas has a positive influence on the performance of the intersection. Nevertheless, the degree of saturation in the location increased due to the increase in traffic volume as well as increased capacity. Keywords: unsignalized intersection, intersection performance, intersection capacity, degree of saturation Abstrak Kemacetan lalu lintas di Kota Surakarta memunculkan sosok fenomenal di kalangan pengendara kendaraan bermotor, yang disebut Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas atau disingkat Supeltas. Supeltas ini hadir di jalan untuk membantu mengatur pergerakan lalu lintas, seperti yang terjadi di Simpang Tak Bersinyal Ganesha Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh keberadaan Supeltas terhadap kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian yang terjadi di simpang tersebut. Analisis dilakukan dengan menggu-nakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil analisis menunjukkan bahwa simpang tanpa Supeltas memiliki kapasitas sebesar 3.114,03 smp/jam dan derajat kejenuhan 1,47, sedangkan simpang yang sama tetapi dengan Supeltas memiliki kapasitas sebesar 3.136,81 smp/jam dan derajat kejenuhan 1,51. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Supeltas mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja simpang. Meskipun demikian, derajat kejenuhan di lokasi tersebut meningkat karena bertambahnya volume lalu lintas di samping kapasitas yang juga meningkat. Kata-kata kunci: simpang tak bersinyal, kinerja simpang, kapasitas simpang, derajat kejenuha
KESELAMATAN LALU LINTAS SISWA SEKOLAH DASAR KARUWISI II KOTA MAKASSAR
Abstract Projections made between 2000 and 2020 show that fatalities from traffic accidents will decline by 30% in high-income countries, but will increase in low- and medium-income countries. Without any real action, by 2020 traffic accidents will be the third leading cause of accidents and diseases in the world. This study analyzes students\u27 vulnerability in terms of student travel patterns from and to schools, knowledge of safety facilities, traffic habits, and traffic perceptions of primary school-aged children by taking case studies of Karuwisi II State Elementary School in Makassar City. Data were analyzed using nonparametric statistical test. The results show that students have a risk of traffic accidents, which is seen in the presence of knowledge facility gaps and perception gaps that indicate a difference. Keywords: traffic accidents, safety knowledge, perception, primary school students Abstrak Proyeksi yang dilakukan antara tahun 2000 dan tahun 2020 menunjukkan bahwa kematian akibat kecelakaan lalu lintas akan menurun 30% di negara-negara dengan pendapatan tinggi, tetapi akan meningkat di negara dengan pendapatan rendah dan sedang. Tanpa adanya tindakan yang nyata, pada tahun 2020 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kecelakaan dan penyakit nomor tiga di dunia. Pada studi ini dilakukan analisis tingkat kerawanan siswa ditinjau dari pola perjalanan siswa dari dan ke sekolah, pengetahuan tentang fasilitas keselamatan, kebiasaan berlalu lintas, dan persepsi lalu lintas pada anak usia sekolah dasar, dengan mengambil studi kasus Sekolah Dasar Negeri Karuwisi II di Kota Makassar. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistika nonparametrik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa memiliki risiko terhadap kecelakaan lalu lintas, yang terlihat pada adanya kesenjangan pengetahuan fasilitas keselamatan dan kesenjangan persepsi yang menunjukkan adanya perbedaan. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, pengetahuan keselamatan, persepsi, siswa sekolah dasa
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PELAKSANAAN PEKERJAAN LAPIS PONDASI AGREGAT PADA JALAN PROVINSI DI PROVINSI JAWA TENGAH
Abstract Road pavement is often damaged before the design life caused by the quality of the base layer material and the foundation layer density is not achieved. Work Instruction which refers to the general specifications of the Directorate General of Highways, which is prepared as a guide in monitoring the implementation of road construction work, is very necessary so that the construction work of provincial road aggregate base can be carried out according to the correct working method. The purpose of this study was to determine the implementation of the quality management system of aggregate base work and the achievement of the quality performance of its implementation. The data were analyzed on the level of importance of the implementation of aggregate base work based on the respondents\u27 answers, which consisted of parties directly involved in the implementation of provincial road construction work in Central Java Province. Analysis is performed using Structural Equation Modeling. The results obtained show that the contribution of weighting influence to the subcomponents of preparation, implementation, compaction, and compaction improvement was 70.5%, 50.6%, 76.0%, and 94.7% respectively. The assessment of the achievement of the quality performance of the implementation of aggregate base work is 82.49% and is included in the medium category. Keywords: base layer, quality management system, road construction, provincial roads Abstrak Perkerasan jalan sering mengalami kerusakan sebelum umur rencana yang disebabkan oleh mutu material lapis pondasi rendah dan kepadatan lapis pondasi tidak tercapai. Instruksi Kerja yang mengacu pada spesifikasi umum Direktorat Jenderal Bina Marga, yang disusun sebagai panduan dalam pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan, sangat diperlukan agar pekerjaan konstruksi lapis pondasi agregat jalan provinsi dapat dilaksanakan sesuai metode kerja yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem manajemen mutu pekerjaan lapis pondasi agregat dan capaian kinerja mutu pelaksanaannya. Data dianalisis terhadap tingkat kepentingan pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi agregat berdasarkan jawaban responden, yang terdiri atas pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan provinsi di Provinsi Jawa Tengah. Analisis dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kontribusi bobot pengaruh untuk subkomponen persiapan, pelaksanaan, pemadatan, dan perbaikan pemadatan adalah 70,5%, 50,6%, 76,0%, dan 94,7% berturut-turut. Penilaian capaian kinerja mutu pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi agregat adalah sebesar 82,49% dan termasuk dalam kategori medium. Kata-kata kunci: lapis pondasi, sistem manajemen mutu, konstruksi jalan, jalan provins
TINGKAT KEPENTINGAN DAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PELAKSANAAN PEKERJAAN TIMBUNAN PILIHAN PADA JALAN PROVINSI DI PROVINSI JAMBI
Abstract The implementation of the Quality Management System in the implementation of road projects is intended so that the results of activities can achieve the planned quality objectives. For this reason, work instructions are systematically arranged as a guidance for monitoring road projects. This study aims to determine the contribution of components and subcomponents of a selected land work on a road project to the achievement of the quality of the selected land work on provincial roads in Jambi Province. The results showed that the contribution of material compaction subcomponents is 86%, folowed by material overlaying subcomponents 82%, and preparation subcomponents 71%, on the achievement of the quality of the selected land work. The implementation of the quality performance assessment in the road construction project in Jambi Province produces a value of 82.30%, which is in the medium category. Keywords: quality management system, road projects, land work, provincial roads Abstrak Penerapan Sistem Manajemen Mutu pada pelaksanaan proyek jalan dimaksudkan agar hasil kegiatan dapat mencapai sasaran mutu yang direncanakan. Untuk itu, diperlukan instruksi kerja yang disusun secara sistematis sebagai panduan pengawasan proyek jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi komponen dan subkomponen suatu pekerjaan timbunan pilihan pada suatu proyek jalan terhadap capaian mutu pekerjaan timbunan pilihan tersebut pada jalan provinsi di Provinsi Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pengaruh Subkomponen Pemadatan material 86%, Subkomponen Penghamparan material 82%, dan Subkomponen Persiapan 71% terhadap capaian mutu pekerjaan timbunan pilihan tersebut. Imple-mentasi penilaian kinerja mutu pada proyek konstruksi jalan di Provinsi Jambi ini menghasilkan nilai sebesar 82,30%, yang termasuk dalam kategori medium. Kata-kata kunci: sistem manajemen mutu, proyek jalan, land work, jalan provins
PERSEPSI PEJALAN KAKI DI AKHIR PERJALANAN HARIAN
Abstract Walking is an important transportation mode in people daily commute. Pedestrian perspective and walking distance assessment are necessary on aiding the design the public transportation system for better system coverage and the pedestrian facility on the corresponding area. This research aims to asses the perspective of people when they willing to walk instead of taking other modes corresponding toward the recent pedestrian facility improvement around Universitas Indonesia. Data were colected by asking samples of pedestrains about their walking preference over using the campus buses and later processed using the theory of discrete choice model and utility function. Data analysis shows people naturally choose walking as their mode for last mile trip instead of other modes. The distance of walking distance add the constrain for people to walk while the time saving from other modes will encourage people to walk instead of taking other modes. In addition, facility improvement futher helped the encouragement. Keywords: walking distance, pedestrian perspective, pedestrian facility, discrete choice Abstrak Berjalan merupakan moda transportasi yang penting dalam keseharian seseorang. Perspektif pejalan kaki dan analisis jarak berjalan kaki diperlukan dalam membantu perencanaan sistem transportasi umum dalam pembuatan cakupan sistem serta dalam pengembangan fasilitas pejalan kaki pada lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk perspektif seseorang ketika orang tersebut lebih memilih untuk berjalan kaki dibandingkan dengan mengambil moda lainnya terkait dengan pengembangan fasilitas pejalan kaki di sekitar Universitas Indonesia. Data diambil dengan memberikan rangkaian pertanyaan terhadap sampel pejalan kaki mengenai pilihan berjalan kaki dibadingkan dengan penggunaan bus kampus untuk kemudian diproses dengan teori discrete choice model dan utility function. Analisis data menunjukkan secara alami bahwa orang lebih memilih untuk berjalan kaki dibandingkan memilih moda lain dalam bagian akhir perjalanan harian. Jarak untuk berjalan memberikan hambatan bagi orang untuk berjalan, sementara penghematan waktu dibandingkan moda lainnya akan mendorong orang untuk berjalan dibandingkan dengan memilih moda lainnya. Lebih lanjut pengembangan fasilitas pejalan kaki akan mendorong orang untuk berjalan kaki. Kata-kata kunci: jarak berjalan, perspektif pejalan kaki, fasilitas pejalan kaki, pilihan diskri
WILAYAH PENGARUH KERETA API KOMUTER TERHADAP PENGGUNA SEPEDA MOTOR DI KOTA SURABAYA
Abstract The influence area of commuter train in Surabaya City does not spread evenly throughout the region. Therefore, the influence area of Commuter Train based on travel distance and travel time using motorcycle before and after using the rail service is very important to be known. The methods used in this study are literature study and primary data collection. The preliminary identification shows that the influence area of SUSI and SULAM Commuter Trains in Surabaya City, in morning hour by using motorcycle, from the origin to the station is 11,000 meters and from the station to the destination is 7,500 meters. Keywords: influence area, commuter train, motorcycle, travel distance, travel time Abstrak Wilayah pengaruh kereta api komuter di Kota Surabaya dilihat dari bentangan jalur rel kereta api yang ada tidak tersebar merata di seluruh wilayah. Oleh karena itu, wilayah pengaruh kereta api komuter, dilihat dari jarak perjalanan dan waktu tempuh penumpang yang menggunakan sepeda motor sebelum dan sesudah menggunakan layanan kereta api, sangat penting untuk diketahui. Metode yang dilakukan pada studi ini adalah studi literatur dan pengumpulan data primer. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa wilayah pengaruh Kereta Api Komuter SUSI dan Kereta Api Komuter SULAM di Kota Surabaya, pada jam keberangkatan pagi hari dengan menggunakan sepeda motor, menuju ke stasiun sebesar 11.000 meter dan dari stasiun sebesar 7.500 meter. Kata-kata kunci: wilayah pengaruh, kereta api komuter, sepeda motor, jarak perjalanan, waktu tempu