Jurnal Transportasi
Not a member yet
    512 research outputs found

    KAJIAN TARIF JALAN TOL MEDAN-KUALANAMU-TEBING TINGGI

    Get PDF
    Abstract Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Toll Road is a series of toll roads that connect Medan City, Kuala Namu Airport, and Tebing Tinggi City. In this study, an analysis of the ability to pay and the willingness to pay of toll road users and financial analysis were performed to determine the feasibility of this toll road project. The analysis shows that the ability to pay and the willingness to pay of the toll road users reach the same value for a tariff of Rp600.00 per km. By using the current tariff, which is Rp1,000.00 per km, the project\u27s capital return is estimated to occur in 2027. Meanwhile, if a tariff of Rp600.00 per km is applied, the toll road project is still financially viable, with a return on capital expected to occur in 2019. Keywords: toll road, toll tariff, ability to pay, willingness to pay, financial analysis  Abstrak Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi adalah rangkaian jalan tol yang menghubungkan Kota Medan, Bandar Udara Kuala Namu, dan Kota Tebing Tinggi. Pada studi ini dilakukan analisis kemampuan membayar dan kerelaan membayar pengguna jalan tol tersebut serta analisis finansial untuk menentukan kelayakan proyek jalan tol ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan membayar dan kerelaan membayar pengguna jalan tol mencapai nilai yang sama untuk tarif sebesar Rp600,00 per km. Dengan menggunakan tarif yang berlaku saat ini, yaitu Rp1.000,00 per km, pengembalian modal proyek ini diperkirakan terjadi pada tahun 2027. Sementara itu, bila digunakan tarif sebesar Rp600,00 per km, proyek jalan tol ini masih layak secara finansial, dengan pengembalian modal diperkirakan terjadi pada tahun 2019. Kata-kata kunci: jalan tol, tarif tol, kemampuan membayar, kerelaan membayar, analisis finansia

    KARAKTERISTIK DAN BIAYA KECELAKAAN LALU LINTAS DI KABUPATEN GARUT

    Get PDF
    Abstract This study aims to identify the characteristics and costs of traffic accidents that occurred in Garut Regency in period of 2012 until 2017. The focus of the study was accidents involving buses, as a public transportation mode. In this study, a descriptive approach is used, and for the cost of traffic accidents, the Gross Output Method is used. The results obtained show that the proportion of traffic accidents involving buses in the Regency of Garus is 3.5%, with humans being is the dominant factor causing the traffic accidents. In addition, the cost of traffic accidents involving these buses reaches 0.15% of the Gross Regional Domestic Product of Garut Regency. Keywords: traffic accidents, accident costs, public transportation, accident characteristics  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan biaya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Garut pada tahun 2012 hingga tahun 2017. Fokus penelitian adalah kecelakaan yang melibatkan bus, sebagai moda transportasi publik. Pada studi ini digunakan pendekatan deskriptif dan untuk biaya kecelakaan lalu lintas digunakan metode Gross Output. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa proporsi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus di Kabupaten Garut adalah 3,5%, dengan manusia merupakan faktor penyebab yang dominan. Selain itu, biaya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus ini mencapai 0,15% terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Garut. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, biaya kecelakaan, transportasi publik, karakteristik kecelakaa

    PENILAIAN KELAYAKAN EKONOMI AKSES TRANSPORTASI MENUJU KAWASAN PARIWISATA

    Get PDF
    Abstract Accessibility is the main factor to increase the attraction of travel to a tourism area. The location of tourism areas located in areas of forestry, mountains, or beaches often causes conditions in these areas that are not good. Improved accessibility, in the form of road handling, is an option that can be chosen. The feasibility of handling the road can be viewed from an assessment of the economic benefits and construction costs. This study discussed a possibility of increasing accessibility between areas in the south of Banten Province and areas the middle of West Java Province. The results of this study indicate that the plan to increase the accessibility of these areas is not economically feasible. Keywords: accessibility, tourism area, economic benefits, construction costs, economic feasibility  Abstrak Aksesibilitas merupakan faktor utama untuk meningkatkan tarikan perjalanan menuju ke suatu kawasan pariwisata. Lokasi kawasan pariwisata yang berada pada daerah-daerah perhutanan, pegunungan, atau pantai seringkali menyebabkan kondisi daerah-daerah tersebut yang tidak baik. Peningkatan aksesibilitas, berupa penanganan jalan, merupakan suatu opsi yang dapat dipilih. Kelayakan penanganan jalan tersebut dapat ditinjau dari penilaian terhadap manfaat ekonomi dan biaya konstruksi. Pada studi ini dilakukan kajian terhadap peningkatan aksesibilitas antara kawasan di selatan Provinsi Banten dengan kawasan di tengah Provinsi Jawa Barat. Hasil studi ini menunjukkan bahwa rencana peningkatan aksesibilitas kawasan-kawasan tersebut tidak layak secara ekonomi. Kata-kata kunci: aksesibilitas, kawasan pariwisata, manfaat ekonomi, biaya konstruksi, kelayakan ekonom

    MODEL PILIHAN PENUMPANG ANGKUTAN KOTA DAN KERETA REL LISTRIK DI JAKARTA

    Get PDF
    Abstract With the operation of the Electric Rail Train in the Jakarta Kota-Tanjung Priok route at the end of 2015, it is estimated that there is a potential for the transfer of passengers from other modes to the Electric Rail Train. The purpose of this study is to estimate the factors that influence passenger preferences in traveling on the Jakarta Kota-Tanjung Priok route and form a demand analysis tool in the form of a modal choice model. The analysis was carried out using the binomial logit model approach which was developed based on the stated preference survey results on public transportation passengers that traveled on the similar route as the route where the Electric Rail Train operates. The factors included in the stated preference survey were obtained through literature studies and interviews, and through a pilot survey 3 factors were chosen which most influenced the mode choice. Based on the results of the correlation test, it was found that the variable that most influences the mode choice is the tariff. Keywords: passenger preferences, choice model, stated preference, tariff  Abstrak Dengan beroperasinya Kereta Rel Listrik rute Jakarta Kota–Tanjung Priok pada akhir tahun 2015, diperkirakan terdapat potensi perpindahan penumpang dari moda lainnya ke Kereta Rel Listrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperkirakan faktor-faktor yang memengaruhi preferensi penumpang dalam melakukan perjalanan di rute Jakarta Kota–Tanjung Priok dan membentuk perangkat analisis permintaan berbentuk model pemilihan moda. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan model logit binomial yang dikembangkan berdasarkan hasil survei stated preference terhadap penumpang angkot yang melalui rute yang sama dengan rute Kereta Rel Listrik. Faktor-faktor yang dimasukkan dalam survei stated preference diperoleh melalui studi literatur dan wawancara, dan melalui survei pilot dipilih 3 faktor yang dinilai paling memengaruhi pilihan moda. Berdasarkan hasil uji korelasi ditemukan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap pilihan moda adalah tarif. Kata-kata kunci: preferensi penumpang, model pemilihan, stated preference, tari

    PENENTUAN BIAYA KEMACETAN LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL SGM YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstract The SGM signalized intersection in the city of Yogyakarta is a junction with high traffic volume and has the potential to cause traffic congestion. This study aims to analyze the performance of this intersections and es-timate costs due to congestion that occurs. This study was performed by conducting a field survey to determine the geometric conditions, traffic volume, cycle time, and vehicle speed. The data obtained are then analyzed and modeled using Vissim 10 software. The intersection performance indicator considered is the queue length and level of service. The calculation of congestion costs using indicators of vehicle numbers, vehicle operating costs, spot speed, desired speed, travel time value, and queue time. The results of the observation showed that the performance of the SGM signalized intersection in Yogyakarta was very poor, with the level of service F at peak hours, so that repairs need to be done. In this study, the recommended solution consists of 2 alternatives, namely alternative 1, by changing the phase, and alternative 2, by widening the road. The results of the analysis show that alternative 2 provides the best solution to improve performance and reduce congestion costs at the intersection. Keywords: signal intersection, congestion costs, service level, intersection performance, queue  Abstrak Simpang bersinyal SGM di Kota Yogyakarta merupakan suatu simpang dengan volume lalu lintas tinggi dan berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tersebut dan mengestimasi biaya akibat kemacetan yang terjadi. Studi ini dilakukan dengan melakukan survei lapangan untuk mengetahui kondisi geometrik, volume lalu lintas, waktu siklus, dan kecepatan kendaraan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan dimodelkan menggunakan perangkat lunak Vissim 10. Indikator kinerja simpang yang dipertimbangkan adalah antrian dan tingkat pelayanan. Perhitungan biaya kemacetan menggunakan indikator jumlah kendaraan, biaya operasional kendaraan, kecepatan sesaat, kecepatan ideal, nilai waktu perjalanan, dan waktu antrian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kinerja simpang bersinyal SGM Yogyakarta sangat buruk, dengan tingkat pelayanan F pada jam puncak, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Pada kajian ini, solusi yang direkomendasikan terdiri atas 2 alternatif, yaitu alternatif 1, dengan mengubah fase, dan alternatif 2, dengan melakukan pelebaran jalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa alter-natif 2 memberikan solusi terbaik untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi biaya kemacetan pada simpang. Kata-kata kunci: simpang bersinyal, biaya kemacetan, tingkat pelayanan, kinerja simpang, antria

    TINGKAT KEPATUHAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK UNIT PELAYANAN SURAT IZIN MENGEMUDI

    Get PDF
    Abstract To improve the quality and ensure the provision of public services, to provide protection for every citizen from abuse of authority in the provision of public services, and to realize the responsibilities of public service providers, it is necessary to evaluate compliance with the implementation of Law Number 25 of 2009 concerning Public Services. This study describes the results of the compliance assessment in the Driver\u27s License Service Unit carried out in 11 Administrative Organizing Units for Driving Permits. The method used to assess this compliance is to compare descriptively the provisions in Law Number 25 of 2009. Based on predetermined variables and indicators, the maximum value or total value obtained is 1,000, which is divided into 3 zoning compliance with the implementation of Number Law. 25 of 2009, namely red zone or low compliance (0-500), yellow zone or moderate compliance (501-800), green zone or high compliance (801-1,000). Keywords: compliance, public service, driving license, service standards  Abstrak Untuk meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik, memberi perlindungan bagi setiap warga negara dari penyalahgunaan wewenang dalam penyelenggaraan pelayanan publik, dan mewujudkan tanggung jawab penyelenggara pelayanan publik, perlu dilakukan penilaian kepatuhan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Penelitian ini memaparkan hasil penilaian kepatuhan di Unit Pelayanan Surat Izin Mengemudi yang dilaksanakan di sebelas Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi. Cara yang digunakan untuk menilai kepatuhan ini adalah memban-dingkan secara deskriptif ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009.  Berdasarkan variabel dan indikator yang telah ditetapkan, diperoleh nilai maksimal atau nilai total sebesar 1.000, yang dibagi menjadi 3 zonasi kepatuhan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tersebut, yaitu zona merah atau kepatuhan rendah (0-500), zona kuning atau kepatuhan sedang (501-800), zona hijau atau kepatuhan tinggi (801-1.000). Kata-kata kunci: kepatuhan, pelayanan publik, surat izin mengemudi, standar pelayana

    KAJIAN TARIF PEMADU MODA YOGYAKARTA INTERNASIONAL AIRPORT

    Get PDF
    Abstract Yogyakarta International Airport in Temon, Kulon Progo, is projected as a replacement for Yogyakarta Adisu-tjipto International Airport. This new airport requires an intermodal passenger transport, which is a mode of transportation that needs to be prepared to connect the airport with the supporting cities served. In this study, a questionnaire survey involving 1,000 respondents was conducted. The survey was conducted at Adisutjipto Airport to find out the origin and destination of passengers in using the mode of transportation to and from Yogyakarta International Airport. Based on the origin and destination data, a map of the airport service area is made. The proportion of the choice of transportation mode was used as the basis of the potential passenger demand for a route. The route of intermodal transportation is found to be from and goes to 10 points, namely Borobudur, Kebumen, Magelang, Purwokerto, Purworejo, Temanggung, Wates/Sentolo, Wonosari, Wonosobo, and Yog-yakarta. The operational costs of intermodal passenger transport are Rp9,570.53 per kilometer. The average passenger fare per kilometer is Rp1,042.07. The tariff for various routes is more realistic in describing the distance, with an average deviation of Rp38.24 and a range of Rp141.55. Keywords: intermodal passenger transport, airport, tariffs, operational costs  Abstrak Yogyakarta International Airport di Temon, Kulon Progo, diproyeksikan sebagai pengganti Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Bandar udara baru ini membutuhkan angkutan pemadu moda, yaitu suatu moda transportasi yang perlu dipersiapkan untuk menghubungkan bandar udara tersebut dengan kota-kota pendukung yang dilayani. Pada kajian ini dilakukan survei kuesioner yang melibatkan 1.000 responden. Survei dilakukan di Bandar Udara Adisutjipto untuk mengetahui asal tujuan dan keinginan penumpang dalam meng-gunakan moda transportasi untuk menuju dan dari Yogyakarta International Airport. Berdasarkan data asal dan tujuan dibuat peta daerah pelayanan bandar udara. Proporsi kemauan pemilihan moda transportasi menjadi dasar demand potensi penumpang untuk rute trayek. Rute trayek pemadu moda yang diperoleh berasal dan menuju ke-10 titik, yaitu Borobudur, Kebumen, Magelang, Purwokerto, Purworejo, Temanggung, Wates/Sentolo, Wono-sari, Wonosobo, dan Yogyakarta. Biaya Operasional Pemadu Moda adalah sebesar Rp9.570,53 per kilometer. Rata-rata tarif penumpang per kilometer adalah Rp1.042,07. Besaran tarif untuk berbagai rute trayek lebih realistis dalam menggambarkan jarak tempuhnya, dengan simpangan rata-rata Rp38,24 dan rentang sebesar Rp141,55. Kata-kata kunci: angkutan pemadu moda, bandar udara, tarif, biaya operasiona

    PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP ANGKUTAN ONLINE DI KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Abstract An impact of the advancement of information and communication technology is the emergence of transportation that relies on technology-based applications as a link between providers and users of transportation services, known as online transportation. There are many factors that determine a user\u27s decision to choose an online transportation provider. These factors are based on the user\u27s perception of experience when using the service. This study aims to analyze the perceptions of users that influence the selection of 4 providers of application-based transportation services in the City of Bandung, namely Go-Jek, Uber, Grab, and My Blue Bird, and the interrelationships between perceptions given. The results of this study indicate that the assessments given by respondents to online transportation service providers are approxi-mately equal, because there is no significant difference in assessment among different online transportation providers. Keywords: online transportation, transportation service providers, user’s perceptions, transportation service users  Abstrak Suatu dampak adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah munculnya transportasi yang mengandalkan aplikasi berbasis teknologi sebagai penghubung antara penyedia dan pengguna jasa transportasi, yang dikenal sebagai transportasi online. Ada banyak faktor yang menentukan keputusan pengguna untuk memilih penyedia transportasi online. Faktor-faktor penentu tersebut didasarkan pada persepsi pengguna terhadap pengalaman saat menggunakan layanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna yang memengaruhi pemilihan 4 penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi di Kota Bandung, yaitu Go-Jek, Uber, Grab, dan My Blue Bird, serta keterkaitan antarpersepsi yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian yang diberikan oleh responden kepada penyedia jasa transportasi online kurang lebih seimbang, karena tidak ada perbedaan penilaian yang mencolok di antara penyedia transportasi online yang berbeda-beda. Kata-kata kunci: transportasi online, penyedia jasa transportasi, persepsi pengguna, pengguna jasa transportas

    PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN PORTLAND TERHADAP LAPISAN PONDASI JALAN BERBAHAN TANAH LUNAK GAMBUT DI KALIMANTAN SELATAN

    Get PDF
    Abstract Subgrade conditions need to be considered in road construction. The area of Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province, is a soft soil area of peat that has low soil carrying capacity and low CBR values. To build roads in this area, a study is needed on the effect of adding portland cement in increasing the carrying capacity and CBR value of the soil. All tests performed in this study are based on the ASTM method. In this study, the proportion of portland cement added to native soil was 5%, 10%, 15%, and 20% of the mixture weight. Curing was carried out before the CBR test, with the curing period of 7 days, 14 days, 21 days and 28 days. Based on the results of the analysis, it was found that for the original soil with a 7-day curing period, the CBRmax value was 4.0639% and for mixed soil with optimum cement content of 20% with curing period of 7 days, 14 days, 21 days and 28 days giving CBRmax values of 10.282%, 16.966%, 20.685%, and 21.801%, respectively. Keywords: subgrade, soft peat soil, portland cement, soil carrying capacity  Abstrak Kondisi tanah dasar perlu diperhatikan dalam pembangunan jalan. Daerah Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, merupakan daerah tanah lunak gambut yang mempunyai daya dukung tanah dan CBR yang rendah. Untuk membangun jalan di daerah ini diperlukan penelitian tentang pengaruh penambahan semen portland dalam meningkatkan daya dukung dan nilai CBR tanah. Pengujian pada penelitian ini didasarkan pada metode ASTM. Pada studi ini, proporsi semen portland yang ditambahkan pada tanah asli adalah 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat campuran. Pemeraman dilakukan sebelum melakukan uji CBR, dengan masa pemeraman 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa untuk tanah asli dengan masa pemeraman 7 hari memberikan nilai CBRmaks sebesar 4,0639% dan untuk tanah campuran dengan kadar semen optimum 20% dengan pada masa pemeraman 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari memberikan nilai CBRmaks masing-masing sebesar 10,282%, 16,966%, 20,685%, dan 21,801%. Kata-kata kunci: tanah dasar, tanah lunak gambut, semen portland, daya dukung tana

    PENGARUH VARIASI TEBAL DAN MUTU BETON TERHADAP RESPONS STRUKTURAL PERKERASAN KAKU

    Get PDF
    Abstract Flexible pavement in the approaching legs of intersection carrying heavy vehicle traffic is often damaged more quickly than what happens in other parts of the pavement. This happens because of the increasing loading time which weakens the pavement stiffness modulus. To overcome this, the flexible pavement on the intersection approaching legs can be replaced by a rigid pavement. This study discusses the design of Jointed Plain Concrete Pavement rigid pavement in the Eastern Approach of North Ringroad-Seturan Highway intersection, in Sleman, Yogyakarta. The Guideline for Design of Cement Concrete Road Pavement, Pd T-14-2003, was used to calculatepaveent thickness and design of joints. The analysis was carried out using a mechanistic-empirical approach using KENSLABS software. The results show that the K400 concrete quality with a thickness of 24 cm is capable of meeting the of fatigue and erosion requirements for a 20-year design life. Keywords: flexible pavement, design life, pavement damage, stiffness modulus, rigid pavement  Abstrak Perkerasan lentur pada bagian pendekat simpang yang dilalui lalu lintas kendaraan berat sering kali mengalami kerusakan yang lebih cepat dibandingkan yang terjadi pada bagian lain perkerasan tersebut. Hal ini terjadi karena meningkatnya waktu pembebanan yang melemahkan modulus kekakuan perkerasan. Untuk mengatasi hal ini, perkerasan lentur pada pendekat simpang dapat diganti menjadi perkerasan kaku. Penelitian ini membahas perancangan perkerasan kaku jenis Jointed Plain Concrete Pavement pada Pendekat Timur Simpang Ring Road Utara–Jalan Raya Seturan, di Sleman, Yogyakarta. Pedoman Petunjuk Perencanaan Jalan Beton Semen Pd T-14-2003 digunakan untuk menghitung tebal perkerasan dan perancangan sambungan. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan mekanistik-empiris menggunakan perangkat lunak KENSLABS. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa mutu beton K400 dengan tebal 24 cm mampu memenuhi persyaratan kerusakan fatik dan erosi untuk umur rencana 20 tahun. Kata-kata kunci: perkerasan lentur, umur rencana, kerusakan perkerasan, modulus kekakuan, perkerasan kak

    468

    full texts

    512

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Transportasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇