Jurnal Transportasi
Not a member yet
512 research outputs found
Sort by
STUDI KELAYAKAN PENYELENGGARAAN BUS KAMPUS ATMA JAYA BABARSARI YOGYAKARTA
Abstract One of the causes of traffic congestion in the Babarsari area is the existence of Atma Jaya University in Yogyakarta. To reduce congestion, a feasibility study was conducted to provide campus buses. Quantitative analysis method is done by collecting primary and secondary data. Then the data is analyzed for the track plan, fleet number, vehicle operating costs, and campus bus operational schedules. From the results of the analysis, 3 bus service routes are planned for the Atma Jaya Yogyakarta campus, located on Jalan Babarsari. The campus bus is planned to use vehicles with a capacity of 30 passengers, operates between 06:00 to 18:00, circulation time for each route is 51 minutes, 47 minutes, and 50 minutes, with each route having a headway of 15 minutes and the number of vehicles are 11 units. The calculation results show that the Vehicle Operating Costs are Rp14,020.62/Bus-km. The annual fee for students is Rp343,625.71 and is planned to be part of fixed school fees or in collaboration with banking Corporate Social Responsibility. Keywords: campus bus, vehicle operating costs, time of circulation, traffic congestion Abstrak Salah satu penyebab kemacetan lalu lintas di kawasan Babarsari adalah keberadaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Untuk mengurangi kemacetan, dilakukan studi kelayakan untuk menyelenggarakan bus kampus. Metode analisis secara kuantitatif dilakukan dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Selanjutnya data dianalisis untuk rencana jalur, jumlah armada, biaya operasional kendaraan, dan jadwal operasional bus kampus. Dari hasil analisis, direncanakan 3 rute layanan bus menuju kampus Atma Jaya Yogyakarta yang terletak di Jalan Babarsari. Penyelenggaraan bus kampus ini direncanakan menggunakan kendaraan dengan kapasitas 30 penumpang, beroperasi antara pukul 06.00 hingga pukul 18.00, waktu sirkulasi untuk setiap rute berturut-turut adalah 51 menit, 47 menit, dan 50 menit, dengan setiap rute memiliki headway sebesar 15 menit, dan jumlah kendaraan adalah 11 unit. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Biaya Operasional Kendaraan adalah Rp14.020,62/Bus-km. Biaya tahunan untuk mahasiswa adalah Rp343.625,71 dan direncanakan menjadi bagian dari biaya sekolah tetap atau bekerja sama dengan Corporate Social Responsibility perbankan. Kata-kata kunci: bus kampus, biaya operasional kendaraan, waktu sirkulasi, kemacetan lalu linta
EFEKTIVITAS TROTOAR BERDASARKAN TINGKAT PELAYANAN TROTOAR DI KOTA MAKASSAR
Abstract This study aims to analyze the effectiveness of the sidewalk path on Jalan Dr. Ratulangi in Makassar City in accommodating pedestrian volumes. The procedure carried out in this study is in accordance with the measurement of the effectiveness of the sidewalk, which is stated by the sidewalk level of service. Data collection is done through observation, measurement, and documentation. The results of this study indicate that there is one point with a low sidewalk level of service, namely point 2 in the Dr. Ratulangi segment, with the level of service D. Based on these results, the City Government needs to rearrange the location of flower pots and tree lines and improve the sidewalk design. In addition, additional sidewalk complementary facilities are needed to increase community interest in walking. Keywords: sidewalk; pedestrian volume; pedestrian; level of service. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas jalur trotoar di Jalan Dr. Ratulangi di Kota Makassar dalam menampung volume pejalan kaki. Prosedur yang dilakukan pada studi ini sesuai dengan pengukuran efektivitas trotoar, yang dinyatakan dengan tingkat pelayanan trotoar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat satu titik yang dengan tingkat pelayanan trotoar yang rendah, yaitu titik 2 di segmen Dr. Ratulangi, dengan tingkat pelayanan D. Berdasarkan hasil tersebut, Pemerintah Kota perlu menata ulang letak pot bunga dan jalur pepohonan serta memperbaiki desain trotoar. Selain itu, diperlukan penambahan fasilitas pelengkap trotoar untuk meningkatkan minat masya-rakat untuk berjalan kaki. Kata-kata kunci: trotoar; volume pejalan kaki; pedestrian; tingkat pelayanan
PERKIRAAN PERMINTAAN PENUMPANG BANDAR UDARA BARU DI KEDIRI
Abstract This study aims to develop a method of calculating the passenger demand for new airport in Kediri, using secondary data, as part of the pre-feasibility study stage. The zone approach model is used in this study. The modeling results show that the potential passengers of the new Kediri Airport are between 571 thousand passengers, for the pessimistic scenario, up to 1.4 million passengers, for the optimistic scenario in 2020. The results of this study are quite realistic when compared to the potential passengers at similar airports in Malang, East Java Province. Keywords: airport; passenger; passenger demand; potential passengers. Abstrak Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan metode perhitungan permintaan penumpang bandar udara baru di Kediri, dengan memanfaatkan data sekunder, sebagai bagian tahapan prastudi kelayakan. Model zone approach digunakan pada kajian ini. Hasil pemodelan memperlihatkan bahwa potensi penumpang bandar udara baru Kediri adalah antara 571 ribu penumpang, untuk skenario pesimis, hingga 1,4 juta penumpang, untuk skenario optimis pada tahun 2020. Hasil kajian ini cukup realistis bila dibandingkan dengan potensi penumpang di bandar udara sejenis di Malang, Provinsi Jawa Timur. Kata-kata kunci: bandar udara; penumpang; permintaan penumpang; potensi penumpang
KETAHANAN CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN LATEKS TERHADAP AIR
Abstract This paper presents the results of research on the durability of Asphalt Concrete-Wear Asphalt (AC-WC) mixture using latex material to water immersion. Resistance to warm water immersion is intended to measure the durability of asphalt mixture in serving traffic loads against the influence of water and temperature factors. The use of latex material is intended to improve the performance of the mixture. This research uses a laboratory-scale test. The specimen of AC-WC added with latex was tested for its tensile strength using the Indirect Tensile Strength (ITS) test. Other specimens are immersed in water at 60°C with a continuous and periodic soaking system. The continuous immersion was carried out for 0, 24, 48, and 72 hours, while the periodic immersion was carried out for 12 hours soaked and 12 hours exposed alternately. The durability was analyzed using the Residual Strength Index indicator. The analysis shows that the addition of latex increased the tensile strength of the AC-WC mixture based on the ITS test results. The AC-WC mixture added with latex can increase its resistance to continuous and periodic immersion, by increasing the residual strength index and decreasing IKS with increasing immersion time. Continuous immersion has a greater impact on reducing IKS than periodic. In specimens without latex, the decrease in IKS values between continuous and periodic soaking has the same pattern, but in specimens with latex, the pattern is different. Keywords: asphalt concrete; latex; water immersion; Indirect Tensile Strength; Residual Strength Index. Abstrak Makalah ini menyajikan hasil penelitian mengenai ketahanan campuran beraspal Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) yang menggunakan bahan lateks terhadap rendaman air. Ketahanan terhadap perendaman air hangat dimaksudkan untuk mengukur daya tahan campuran aspal dalam melayani beban lalu lintas terhadap pengaruh faktor air dan temperatur. Penggunaan bahan lateks dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja cam-puran. Penelitian ini menggunakan uji skala laboratorium. Kekuatan tarik benda uji AC-WC dengan lateks diuji menggunakan uji Indirect Tensile Strength (ITS). Benda uji yang lain direndam dalam air bertemperatur 60oC dengan sistem rendaman menerus dan rendaman berkala. Metode perendaman secara menerus dilakukan selama 0, 24 jam, 48 jam, dan 72 jam, sedangkan rendaman secara berkala dilakukan 12 jam direndam dan 12 jam diekspose secara bergantian. Tingkat keawetan dianalisis menggunakan indikator Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan lateks meningkatkan kekuatan tarik campuran AC-WC berdasarkan hasil uji ITS. Ketahanan terhadap perendaman menerus dan berkala, campuran AC-WC menggu-nakan lateks meningkat, dengan meningkatnya indeks kekuatan sisa dan menurunnya IKS dengan bertambah-nya lama rendaman. Perendaman secara menerus memberi dampak yang lebih besar dalam menurunkan IKS dibanding perendaman berkala. Pada benda uji tanpa lateks, penurunan nilai IKS antara rendaman menerus dan rendaman berkala memiliki pola yang sama, namun pada benda uji dengan lateks pola penurunan nilai IKS berbeda. Kata-kata kunci: campuran beraspal; lateks; rendaman air; Indirect Tensile Strength; Indeks Kekuatan Sisa
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH PLASTIK BEKAS JENIS POLYETHYLENE TEREPHTHALATE
Abstract This study was conducted to determine the benefits of the use of polyethylene terephthalate used plastic as additives in hot asphalt mixture Hot Rolled Sheet Wearing Course. Marshall testing was carried out on specimens using polyethylene terephthalate plastic additives, with variations in the ingredients added 2%, 4%, 6%, 8%, and 10% to the weight of asphalt on specimens with Optimum Asphalt Content. Marshall parameters of test specimens generally meet the existing specifications, except the Void In Mixture value for specimens with plastic content of 8% and 10%. The optimum plastic content obtained from this study is 7.80%. Keywords: asphalt mixture, hot rolled sheet, Marshall parameters, polyethylene terephthalate Abstrak Studi ini dilakukan untuk mengetahui manfaat penggunaan plastik bekas jenis Polyethylene Terephthalate sebagai bahan tambah pada campuran beraspal panas jenis Hot Rolled Sheet Wearing Course. Pengujian Marshall dilakukan terhadap benda-benda uji yang menggunakan bahan tambah plastik jenis Polyethylene Terephthalate, dengan variasi bahan tambah 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap berat aspal pada benda uji dengan Kadar Aspal Optimum. Parameter Marshall benda-benda uji umumnya memenuhi spesifikasi yang ada, kecuali nilai Void In Mixture untuk benda-benda uji dengan kadar plastik 8% dan 10%. Kadar plastik optimum yang diperoleh dari studi ini adalah 7,80%. Kata-kata kunci: campuran beraspal, hot rolled sheet, parameter Marshall, polyethylene terephthalat
EKSPLORASI MODA ASAL PENGGUNA TRANSPORTASI ONLINE DI KOTA BANDUNG
Abstract The rise of ride-sourcing service for cities mobility has change how people do travel and consequently disrupt transport ecosystem. This paper explore the travel behavior of ride-sourcing users based on travellers’ previous modes using discriminant analysis. For the purpose, the study collected data from a survey in the Bandung City in 2018. Analysis confirms the substitution effect of ride-sourcing from both private and public transport. Substitution effect occur from public transport than private car that tend to associated with younger traveller which have limitation access for private transport. The analysis found that ride-sourcing might be used for specific purposes only rather than for daily commuting, especially for users who previously use private car. Keywords: ridesourcing, previous mode, public transport, travel behavior Abstrak Munculnya penggunaan angkutan online dalam mobilitas perkotaan telah mengubah cara orang melakukan perjalanan dan akibatnya mengganggu ekosistem transportasi. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku perjalanan pengguna angkutan online berdasarkan moda berkendara sebelumnya menggunakan analisis diskriminan. Untuk tujuan tersebut, pada penelitian ini dikumpulkan data dari survei primer yang dilakukan di Kota Bandung pada tahun 2018. Analisis mengonfirmasi efek substitusi angkutan online transportasi pribadi dan transportasi publik. Efek substitusi terjadi dari angkutan umum daripada mobil pribadi yang cenderung merupakan pelaku perjalanan muda yang memiliki akses terbatas untuk angkutan pribadi. Analisis yang dilakukan menemukan bahwa angkutan online mungkin hanya digunakan untuk tujuan tertentu daripada untuk perjalanan sehari-hari, terutama untuk pengguna yang sebelumnya menggunakan mobil pribadi. Kata-kata kunci: angkutan online, moda sebelumnya, transportasi publik, perilaku perjalana
ESTIMASI KAPASITAS JALAN TOL CIPULARANG MENGGUNAKAN METODE SUSTAINED FLOW INDEX
Abstract Road capacity is an important traffic parameter in the planning and design of a road or a road network. There are several methods to estimate the road capacity, one of which is the Sustained Flow Index method. The purpose of this study is to estimate the capacity value of the Cipularang Toll Road using the Sustained Flow Index method. This study is expected to be an alternative method for estimating the road capacity. The collected data were grouped into 5-minute intervals, then divided into 2 major groups, namely data per road lane and data per direction of traffic movement. The results of this study indicate that the capacity of the Cipularang Toll Road is 2715 pcu/hour for the Bandung direction and 1987 pcu/hour for the Jakarta direction. Keywords: road capacity; toll road; Sustained Flow Index; road lane; traffic direction. Abstrak Kapasitas jalan merupakan suatu parameter lalu lintas yang penting dalam perencanaan dan perancangan suatu ruas maupun jaringan jalan. Terdapat beberapa metode untuk mengestimasi nilai kapasitas jalan, yang salah satunya adalah metode Sustained Flow Index. Tujuan studi ini adalah mengestimasi nilai kapasitas Jalan Tol Cipularang menggunakan metode Sustained Flow Index. Studi ini diharapkan dapat menjadi suatu metode alternatif untuk mengestimasi nilai kapasitas jalan. Data yang telah terkumpul dikelompokkan berdasarkan interval waktu 5 menit, untuk selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu data per lajur jalan serta data per arah pergerakan lalu lintas. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kapasitas Jalan Tol Cipularang adalah 2715 smp/jam untuk arah Bandung dan 1987 smp/jam untuk arah Jakarta. Kata-kata kunci: kapasitas jalan; jalan tol; Sustained Flow Index; lajur jalan; arah lalu lintas
SISTEM PERINGATAN DURASI MENGEMUDI BERBASIS INTERNET OF THINGS GUNA MENINGKATKAN KESELAMATAN BERLALU LINTAS
Abstract Fatigue is a factor causing traffic accidents in land transportation modes. According to the regulations, drivers are required to rest for 30 minutes after driving for 4 hours. To improve traffic safety, and to comply with this provision by drivers, a device is needed to warn the driver to rest after driving for 4 hours. In this study, a warning tool based on the Internet of Things was designed, which aims to warn drivers to rest after driving for 4 hours. The results obtained were validated by information technology and electrical experts. It is found that the tools developed in this study can be used to help drivers comply with applicable regulations. Keywords: fatigue; traffic accident; land transportation; safety; driving duration. Abstrak Lelah merupakan suatu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas pada moda transportasi darat. Menurut ketentuan, pengemudi wajib beristirahat selama 30 menit setelah mengemudi selama 4 jam. Untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, dan agar ketentuan ini dipatuhi oleh pengemudi, diperlukan suatu alat untuk memberi peringatan kepada pengemudi agar berisitirahat setelah mengemudi selama 4 jam. Pada studi ini dirancang suatu alat peringatan berbasis Internet of Things, yang bertujuan untuk memberi peringatan kepada pengemudi agar beristirahat setelah mengemudi selama 4 jam. Hasil yang diperoleh divalidasi oleh tenaga ahli teknologi informasi dan elektro. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan pada studi dapat digunakan untuk membantu pengemudi untuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kata-kata kunci: lelah; kecelakaan lalu lintas; transportasi darat; keselamatan; durasi mengemudi
PERJALANAN MANDIRI SISWA SMP PASCAPENERAPAN SISTEM ZONASI PENERIMAAN SISWA BARU DI KOTA YOGYAKARTA
Abstract One of the goals of implementing school zoning system is to bring school closer to home, thus providing a further impact on children\u27s mobility to school more independent. Children’s independent mobility measured from trips to and from school without accompanied by adults. Deductive-quantitative research approaches are used to describe CIM changes and influencing factors. A total of 628 students before and after implementation of school zoning system from 5 schools in the Yogyakarta City become respondents. The results showed that independent trips to and from school increased by 8.6% and 5.1%. The children\u27s independent mobility types almost similar between two groups. The most significant facilitating factor are parental permit and parent’s time to go home from work be significant barrier. While distance and crossing arterial/railroad give less barrier. Boys and peer support are facilitator variables. Then, directly go home and long routes became significant barrier for students after implementation of school zoning system. Keywords: children independent mobility; urban junior high school students; school zoning system. Abstrak Salah satu tujuan penerapan sistem zonasi sekolah adalah mendekatkan lingkungan sekolah dengan lingkungan keluarga, sehingga dapat memberi dampak lanjut perjalanan anak ke sekolah lebih mandiri. Perjalanan mandiri anak sekolah diukur dari perjalanan berangkat dan perjalanan pulang sekolah yang dilakukan sendiri tanpa di-antar oleh orang dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-kuantitatif untuk mendeskripsikan perubahan perjalanan mandiri anak dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Sejumlah 628 siswa sebelum dan setelah penerapan sistem zonasi dari 5 SMP di Kota Yogyakarta menjadi responden. Hasil penelitian ini me-nunjukkan bahwa perjalanan mandiri berangkat dan pulang sekolah meningkat sebesar 8,6% dan 5,1%. Tipe perjalanan mandiri anak relatif sama di antara kedua kelompok. Variabel yang signifikan mendorong adalah izin orang tua, tetapi waktu orang tua pulang kerja bersamaan pulang sekolah menghambat secara signifikan. Jarak rumah dan penyeberangan jalan arteri atau rel kereta api juga berpengaruh menghambat. Jenis kelamin laki-laki dan dukungan teman menjadi variabel pendorong. Tujuan langsung ke rumah dan rute yang memutar jauh menghambat secara signifikan bagi siswa setelah penerapan zonasi. Kata-kata kunci: perjalanan mandiri anak; siswa smp perkotaan; sistem zonasi sekolah
KONTRIBUSI PENGARUH FAKTOR DAN VARIABEL YANG MEMENGARUHI CAPAIAN MUTU PELAKSANAAN PRESERVASI JEMBATAN
Abstract Bridges are an important part of a road network system, so they need to be kept functioning properly. Bridge preservation is one of the important and fundamental types of handling to maintain the condition of the bridge in good condition and restore the condition of the bridge to its original capacity so that it can serve effectively. The purpose of this study is to identify the contribution of the influence of factors and variables that affect the quality of the implementation of bridge preservation. Data analysis was based on the results of a survey of respondents who came from service users, service providers and the public who had been involved in implementing bridge preservation. The analysis was conducted using the Structural Equation Modeling method. The results showed that the implementation of bridge preservation factors and variables that influence the implementation of bridge preservation influence on the achievement of the quality of the bridge preserva-tion of 60.6%. The contribution of the influence of the factors that affect the quality of the implementation of the bridge preservation is the human resource factor contributing to the effect of 89.4%, a material factor of 81.8%, a method factor of 80.7%, a tool factor of 68.7%, a factor financial contribution of 54.0%, and environmental factors contributed an influence of 53.1%. To realize good quality achievements, the parties involved in implementing bridge preservation must pay attention to 6 factors and 33 important variables to be able to support these quality achievements. Keywords: bridge preservation; Structural Equation Modelling; influence contribution; quality achievement. Abstrak Jembatan merupakan bagian yang penting dalam suatu sistem jaringan jalan, sehingga perlu dijaga agar tetap berfungsi dengan baik. Preservasi jembatan merupakan salah satu jenis penanganan yang penting dan mendasar untuk mempertahankan kondisi jembatan dalam kondisi baik dan mengembalikan kondisi jembatan sesuai kapasitas semula sehingga dapat melayani dengan efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kontri-busi pengaruh dari faktor dan variabel yang memengaruhi capaian mutu pelaksanaan preservasi jembatan. Data analisis berdasarkan hasil survei terhadap responden yang berasal dari pengguna jasa, penyedia jasa dan publik yang pernah terlibat dalam pelaksanaan preservasi jembatan. Analisis dilakukan dengan metode Structural Equation Modelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan preservasi jembatan faktor dan variabel yang memengaruhi pelaksanaan preservasi jembatan memberikan pengaruh terhadap capaian mutu pelaksanaan preservasi jembatan sebesar 60,6%. Kontribusi pengaruh dari faktor-faktor yang memengaruhi capaian mutu pelaksanaan preservasi jembatan adalah faktor sumber daya manusia memberikan kontribusi pe-ngaruh sebesar 89,4%, faktor material sebesar 81,8%, faktor metode sebesar 80,7%, faktor alat sebesar 68,7%, faktor keuangan sebesar 54,0%, dan faktor lingkungan memberikan konstribusi pengaruh sebesar 53,1%. Untuk mewujudkan capaian mutu yang baik, pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan preservasi jembatan harus memerhatikan 6 faktor dan 33 variabel penting untuk dapat mendukung capaian mutu tersebut. Kata-kata kunci: preservasi jembatan; Structural Equation Modelling; kontribusi pengaruh; capaian mutu