Jurnal Transportasi
Not a member yet
    512 research outputs found

    PENGEMBANGAN MATERIAL RINGAN SERAT GELAS PADA INDUSTRI KERETA API

    Get PDF
    Abstract The use of composite materials has been developed in the railroad transportation industry sector in Indonesia. For example, PT INKA has used composite materials with fiber glass reinforcement. The purpose of this study is to determine the characteristics of tensile strength and bending strength of the composite material so that it can be proposed to be further developed and utilized by the manufacturing industry, especially the railroad industry. In this study, 4 types of matrix variations were examined, namely epoxy, repoxy, polyester, and bhispenol using fiber glass reinforcement. Tensile strength and bending strength tests were performed in accordance with the ASTM D-638 and the ASTM D-790 standards, respectively. The results of this study indicate that the variation of the matrix is very influential on the tensile strength and bending strength of composite materials. Keywords: composite material, glass fiber, tensile strength, bending strength  Abstrak Penggunaan material komposit mulai banyak dikembangkan di sektor industri trasportasi kereta api di Indone-sia. Sebagai contoh, PT INKA sudah menggunakan material komposit dengan penguat serat gelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kekuatan tarik dan kekuatan bending material komposit agar dapat diusulkan untuk lebih dikembangkan dan dimanfaatkan oleh industri manufaktur, khususnya industri kereta api. Pada penelitian ini digunakan 4 jenis variasi matriks, yaitu epoxy, repoxy, polyester, dan bhispenol dengan menggunakan penguat serat gelas. Pengujian kekuatan tarik menggunakan standar ASTM D-638 dan pengujian bending menggunakan standar ASTM D-790. Hasil studi ini menunjukkan bahwa variasi matriks sangat berpengaruh pada kekuatan tarik maupun kekuatan bending material komposit. Kata-kata kunci: material komposit, serat gelas, kekuatan tarik, kekuatan bendin

    ANTRIAN GERBANG KELUAR PARKIR DI UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI CIMAHI

    Get PDF
    Abstract The number of vehicles at Jenderal Achmad Yani University continues to increase, thus requiring increased parking security on campus. For this reason, Jenderal Achmad Yani University implemented a paid parking gate system, but this turned out to have an impact on the emergence of a long vehicle queue at the parking exit gate. This study aims to find a solution to minimize the length of the queue at the parking gate. In this study two alternatives are proposed, namely adding ticket booths (Alternative 1) or improving service time by using an automatic card system (Alternative 2). The results obtained show that for the next 5 years, Alternative 1 needs to add 1 ticket booth and Alternative 2 does not need to add ticket booth. For the next 10 years, Alternative 1 needs to add 1 more ticket booth in 2027, while Alternative 2 requires the addition of 1 ticket booth in 2026. Keywords: parking, queue, service time, automatic card system  Abstrak Jumlah kendaraan di Universitas Jenderal Achmad Yani meningkat terus, sehingga memerlukan peningkatan keamanan parkir di kampus. Dengan alasan itu, Universitas Jenderal Achmad Yani menerapkan sistem gerbang parkir berbayar, tetapi hal ini ternyata berdampak pada timbulnya antrian kendaraan yang panjang di gerbang keluar parkir. Tujuan penelitian adalah mencari solusi untuk meminimalkan panjang antrian di gerbang keluar parkir. Pada studi ini diusulkan 2 alternatif, yaitu menambah gardu (Alternatif 1) atau memperbaiki waktu pelayanan dengan menggunakan sistem kartu otomatis (Alternatif 2). Hasil yang didapat menunjukkan bahwa untuk 5 tahun mendatang Alternatif 1 perlu menambah 1 gardu dan Alternatif 2 tidak perlu menambah gardu. Untuk 10 tahun mendatang, Alternatif 1 perlu menambah 1 gardu lagi pada tahun 2027, sedangkan Alternatif 2 membutuhkan penambahan 1 gardu pada tahun 2026. Kata-kata kunci: parkir, antrian, waktu pelayanan, sistem kartu otomati

    PENGARUH PENGGUNAAN AGREGAT DARI SUMBER YANG BERBEDA TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL PORUS

    Get PDF
    Abstract Porous asphalt mixture is an asphalt mixture that uses open-graded aggregate, which is dominated by coarse aggregate. This mixture tends to be stiffer and more brittle. This research was conducted, to see the effect of aggregates originating from different areas on the performance of the porous asphalt mixture. The aggregates used in this study come from 2 different sources, namely Batujajar and Majalengka. This study shows that the use of aggregates from different areas provides different mixture performance. Although based on the stability, porosity, and permeability the porous asphalt mixture using Batujajar aggregate is superior to the mixture using Majalengka aggregate, the Cantabro Loss value of the mixture using Batujajar aggregate does not meet specifications. Keywords: porous asphalt mixture; aggregate; stability; porosity; permeability; Cantabro Loss.  Abstrak Campuran beraspal porus merupakan campuran beraspal yang menggunakan agregat dengan gradasi terbuka, yang didominasi oleh agregat kasar. Campuran ini cenderung lebih kaku dan lebih rapuh. Penelitian ini dilakukan, untuk melihat pengaruh agregat yang berasal dari daerah yang berbeda terhadap kinerja campuran beraspal porus. Agregat yang digunakan pada studi ini berasal dari 2 sumber yang berbeda, yaitu Batujajar dan Majalengka. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan agregat dari daerah yang berbeda memberikan kinerja campuran yang berbeda. Meskipun berdasarkan stabilitas, porositas, dan permeabilitas campuran beraspal porus yang menggunakan agregat Batujajar lebih unggul dibandingkan dengan campuran yang menggunakan agregat Majalengka, Cantabro Loss campuran yang menggunakan agregat Batujajar ternyata tidak memenuhi spesifikasi. Kata-kata kunci: campuran beraspal porus; agregat; stabilitas; porositas; permeabilitas; Cantabro Loss

    PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN NASIONAL DI SULAWESI UTARA DAN GORONTALO

    Get PDF
    Abstract The development of the road network is needed to determine the extent of the road network of a city or region that requires handling and development, both in the long term, medium term and short term. The purpose of this study is to obtain a master plan for the development of the national road network in North Sulawesi and Gorontalo Provinces, as a basis for planning the development of the road network for the next 5 years. The data used are primary and secondary data. Based on the results of traffic modeling, the majority of national roads in North Sulawesi Province and in Gorontalo Province have relatively small traffic volumes. The projection results, from 2020 to 2025, show that there are 7 roads that require handling and capacity improvement. Keywords: road network, national road, traffic modeling, road capacity, road development  Abstrak Pengembangan jaringan jalan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana jaringan jalan suatu kota atau wilayah memerlukan penanganan maupun pengembangan, baik untuk jangka panjang, jangka menengah, maupun jangka pendek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu rencana induk pengembangan jaringan jalan nasional di Provinsi Sulawesi Utara dan di Provinsi Gorontalo, sebagai basis perencanaan pengembangan jaringan jalan hingga 5 tahun yang akan datang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil pemodelan lalu lintas, mayoritas jalan nasional di Provinsi Sulawesi Utara dan di Provinsi Gorontalo memiliki volume lalu lintas yang relatif kecil. Hasil proyeksi dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2025, menunjukkan bahwa terdapat 7 ruas jalan yang memerlukan penanganan dan peningkatan kapasitas. Kata-kata kunci: jaringan jalan, jalan nasional, pemodelan lalu lintas, kapasitas jalan, pengembangan jala

    JANGKAUAN LAYANAN TRANS JOGJA TERHADAP SEBARAN AKTIVITAS DI KAWASAN PERKOTAAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstract Accessibility of public transport services is an important element in urban transportation planning. What is important in this accessibility is how public transport can ensure that the services provided can reach as many urban areas served as possible. Yogyakarta, which is experiencing rapid development growth, demands more access to a reliable public transport system. Currently, Trans Jogja is the only mass transit system in Yogyakarta that implements the Bus Rapid Transit system in its operational system. This study aims to determine the accessibility level of Trans Jogja services in the Yogyakarta Urbanized Area using the Point of Interest approach. In this study, buffer analysis is used to determine the service radius of the Trans Jogja bus stop, with the assumption that the maximum distance that a person can tolerate walking is 400 m. From the results of the buffer analysis, it can be determined which areas are within a 400 meter radius and the number of POIs within that radius. The results of this study indicate that only around 52.24% of the Yogyakarta Urbanized Area have received comprehensive Trans Jogja services. Keywords: accessibility; public transportation; point of interest; bus rapid transit; urban area.  Abstrak Aksesibilitas layanan angkutan umum merupakan unsur penting dalam perencanaan transportasi perkotaan. Hal yang penting dalam aksesibilitas ini adalah bagaimana angkutan umum dapat memastikan bahwa layanan yang disediakan dapat menjangkau sebanyak mungkin daerah perkotaan yang dilayani. Yogyakarta, yang mengalami pertumbuhan pembangunan yang pesat, menuntut lebih banyak akses ke sistem angkutan umum yang andal. Saat ini, Trans Jogja adalah satu-satunya sistem angkutan massal di Yogyakarta yang menerapkan sistem Bus Rapid Transit dalam sistem operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur jangkauan layanan Trans Jogja di Kawasan Perkotaan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan Point of Interest. Pada studi ini digunakan analisis buffer untuk menentukan radius layanan halte Trans Jogja, dengan asumsi bahwa jarak maksimum yang dapat ditoleransi oleh seseorang untuk berjalan kaki adalah 400 m. Dari hasil analisis buffer dapat ditentukan wilayah-wilayah yang berada dalam radius 400 meter dan jumlah POI yang berada dalam radius tersebut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 52,24% Kawasan Perkotaan Yogyakarta telah mendapat layanan Trans Jogja secara menyeluruh.. Kata-kata kunci: aksesibilitas; angkutan umum; point of interest; bus rapid transit; kawasan perkotaan

    PENGARUH LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL TERHADAP PERJALANAN BERBELANJA DI KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Abstract The shopping trip for everyone\u27s daily needs is diverse. They have their own reasons to choose a shopping place that suits their needs. The aim of this study is to describe the characteristics of shoppers and their residential environment and to model the relationship of both variables. This study employed data from questionnaires distributed in Bandung City. Data were analyzed using ordinal regression method. The result of the analysis shows that the variables of residential environment condition significantly influence the shopping frequency. Keywords: shopping trip; residential environment; public transportation; shopping frequency.  Abstrak Perjalanan berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari tiap orang berbeda-beda. Banyak alasan yang dimiliki setiap orang untuk memilih tempat belanja yang sesuai dengan keinginan mereka. Tujuan studi ini adalah mendes-kripsikan karakteristik pelaku belanja dan lingkungan tempat tinggal serta memodelkan hubungan keduanya. Studi ini menggunakan data hasil penyebaran kuesioner di Kota Bandung. Analisis data menggunakan metode regresi ordinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel kondisi lingkungan tempat tinggal berpengaruh secara signifikan terhadap frekuensi berbelanja. Kata-kata kunci: perjalanan berbelanja; lingkungan binaan; kendaraan umum; frekuensi berbelanja

    PENGGUNAAN AGREGAT LOKAL KABUPATEN FAKFAK PADA CAMPURAN AC-WC

    Get PDF
    Abstract The availability of aggregates that meet specifications is often an obstacle experienced by road construction implementers in the field. This study was conducted to analyze the effect of the use local aggregates of Fakfak Regency on the design of asphalt mixtures for AC-WC pavement surface layers based on the Marshall method. Testing in the laboratory was carried out using local coarse aggregate of Fakfak Regency combined with Clereng aggregate to make asphalt concrete mixture. The type of mixture is divided into 5 variations based on the Fakfak aggregate content, namely 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% of the weight of the coarse aggregate composition in the mixture. The mixed design is based on the Marshall method. The design results showed that the optimum asphalt content for each mixture variation was 6.1%, 6.6%, 6.3%, 6.0%, and 6.2%, respectively. Furthermore, an analysis of the characteristics of the mixture was carried out at the optimum asphalt content. The results indicate that the mixture that uses less Fakfak local aggregate has Marshall Stability and Retained Marshall Stability values that meet the requirements contained in the Bina Marga specification. The composition of the mixture with the highest stability value and Retained Marshall Stability was found in the mixture with the Fakfak aggregate proportion of 50%. Keywords: road construction; surface layer; asphalt mixtures; road pavement; local aggregate.  Abstrak Ketersediaan agregat yang memenuhi spesifikasi sering menjadi kendala yang dialami oleh para pelaksana konstruksi jalan di lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan agregat lokal Kabupaten Fakfak pada perancangan campuran beraspal untuk lapis permukaan perkerasan AC-WC berdasarkan metode Marshall. Pengujian di laboratorium dilakukan dengan menggunakan agregat kasar lokal Kabupaten Fakfak yang dikombinasi dengan agregat Clereng untuk membuat campuran beton aspal. Jenis campuran dibagi menjadi 5 variasi berdasarkan proporsi agregat Fakfak, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap berat komposisi agregat kasar dalam campuran. Perancangan campuran didasarkan pada metode Marshall. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Kadar Aspal Optimum untuk masing-masing variasi campuran secara berurutan adalah 6,1%, 6,6%, 6,3%, 6,0%, dan 6,2%. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap karakteristik campuran pada kondisi Kadar Aspal Optimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cam-puran yang menggunakan lebih sedikit agregat lokal Fakfak memiliki nilai Stabilitas Marshall dan Stabilitas Marshall Sisa yang memenuhi syarat yang terdapat pada spesifikasi Bina Marga. Komposisi campuran dengan nilai stabilitas dan Indeks Kekuatan Sisa tertinggi terdapat pada campuran dengan proporsi agregat Fakfak sebesar 50%. Kata-kata kunci: konstruksi jalan; lapis permukaan; campuran beraspal; perkerasan jalan; agregat lokal

    POLA SPASIAL TEMPORAL KECELAKAAN LALU LINTAS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstract This study aims to determine the area of traffic accident prone (hotspots) and determine the temporal spatial development of traffic accident areas in the Special Region of Yogyakarta, from 2016 to 2018. The method used is Optimized Hotspot Analysis and Directional Distribution with the help of ArcGIS software. The results of this study indicate that the location of traffic accidents in the Special Region of Yogyakarta is spread throughout the Special Region of Yogyakarta, with hotspots in 2016 located in 114 villages, in 2017 located in 110 villages, and in 2018 in 112 villages. The temporal spatial development of traffic accident locations in the Special Region of Yogyakarta changed from 2016 to 2018, with rotation in 2016 of 102.32 degrees, in 2017 of 37.59 degrees, and in 2018 of 45.55 degrees. Keywords: traffic accidents, traffic accident locations, traffic accident prone areas, hotspots  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah rawan kecelakaan lalu lintas (hotspots) dan menentukan perkembangan spasial temporal daerah kecelakaan lalu lintas di Daerah Istimewa Yogyakarta, dari tahun 2016 hingga tahun 2018. Metode yang digunakan adalah Optimized Hotspot Analysis dan Directional Distribution dengan bantuan perangkat lunak ArcGIS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi kecelakaan lalu lintas di Daerah Istimewa Yogyakarta menyebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan wilayah hotspots tahun 2016 berada di 114 desa/kelurahan, tahun 2017 di 110 desa/kelurahan, dan tahun 2018 di 112 desa/kelurahan. Perkembangan spasial temporal lokasi kecelakaan lalu lintas di Daerah Istimewa Yogyakarta berubah dari tahun 2016 hingga tahun 2018, dengan rotasi di tahun 2016 sebesar 102,32 derajat, di tahun 2017 sebesar 37,59 derajat, dan di tahun 2018 sebesar 45,55 derajat. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, lokasi kecelakaan lalu lintas, daerah rawan kecelakaan lalu lintas, hotspot

    PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BETON TERHADAP PARAMETER MARSHALL CAMPURAN BERASPAL BERPORI

    Get PDF
    Abstract A problem that may occur in road pavements that are relatively impermeable to water is the runoff of water, because water cannot seep to the bottom of the pavement, so it can be drained into a drainage system. To overcome this problem, a porous asphalt mixture can be used. In this study the use of concrete waste was tried to replace the coarse aggregate used to make porous asphalt mixtures. For this reason, experiments are carried out in the laboratory, by making some specimens, which are then subject to Marshall testing. The coarse aggregate used to make the mixture is replaced by concrete waste, with a proportion of 25%, 50%, 75%, and 100%. The results of this study indicate that concrete waste changes the Marshall parameters of a porous asphalt mixture. Keywords: porous asphalt mixture; Marshall testing; concrete waste; Marshall parameter.  Abstrak Suatu permasalahan yang mungkin terjadi pada perkerasan jalan yang relatif kedap air adalah adanya limpasan air, karena air tidak dapat meresap hingga ke bawah perkerasan, untuk dapat dialirkan ke suatu sistem drainase. Untuk mengatasi masalah tersebut, dapat digunakan campuran beraspal berpori. Pada studi ini dicoba peng-gunaan limbah beton untuk mengganti agregat kasar yang digunakan untuk membuat campuran beraspal berpori. Untuk itu dilakukan percobaan di laboratorium, dengan membuat benda-benda uji, yang selanjutnya dilakukan pengujian Marshall. Agregat kasar yang digunakan untuk membuat campuran diganti dengan limbah beton, dengan proporsi sebesar 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa limbah beton mengubah parameter Marshall campuran beraspal berpori. Kata-kata kunci: campuran beraspal berpori; pengujian Marshall; limbah beton; parameter Marshall

    PENGARUH AIR HUJAN DI KOTA INDUSTRI TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL MODIFIKASI POLIMER

    Get PDF
    Abstract The pavement surface layer is a layer that directly interacts with traffic loads and the environment. Water-logging on the road surface causes the loss of the bond between asphalt and aggregate. The purpose of this study was to determine the effect of rainwater on the characteristics of the AC-WC surface layer using Starbit E-55 polymer asphalt. The immersion of specimens was carried out in 2 conditions, namely in fresh water or in rain water, with a duration of 24 hours and 48 hours. The results obtained indicate that there is a decrease in stability more rapidly in rainwater immersion than in freshwater immersion. Marshall Quotient was increased for immersion with a duration of 24 hours and 48 hours. In addition, an increase in the values of flow, voids in the mixture, and voids in the aggregate were obtained. Keywords: pavement; surface layer; waterlogging; traffic load; polymer asphalt.  Abstrak Lapis permukaan perkerasan jalan merupakan lapisan yang langsung berinteraksi dengan beban lalu lintas dan lingkungan. Genangan air pada permukaan jalan menyebabkan hilangnya ikatan antara aspal dan agregat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air hujan terhadap karakteristik lapis permukaan AC-WC yang dibuat dengan menggunakan aspal polimer Starbit E-55. Perendaman benda uji dilakukan dengan 2 kondisi, yaitu dalam air tawar atau dalam air hujan, dengan durasi 24 jam dan 48 jam. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terjadi penurunan stabilitas yang lebih cepat pada perendaman dengan air hujan dibandingkan dengan perendaman dengan air tawar. Marshall Quotient meningkat untuk perendaman dengan durasi 24 jam dan 48 jam. Selain itu, diperoleh peningkatan nilai-nilai flow, rongga dalam campuran, dan rongga dalam agregat. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis permukaan; genangan air; beban lalu lintas; aspal polimer

    468

    full texts

    512

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Transportasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇