Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1713 research outputs found
Sort by
KETERLIBATAN KERJA,KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEADILAN ORGANISASI TERHADAP INOVASI INDIVIDU PADA GURU DI PASIR PENGARAIAN
This study aims to determine the simultaneous effect of work involvement, emotional intelligence and organizational justice on individual innovation. The research method used is a quantitative method, the population in the study is teachers in Pasir Pengaraian with an unknown number. The sampling technique method uses a random sampling method of 99. and the data analysis technique used is descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The results of the study from multiple linear regression obtained the regression equation Y = 9.241 + 0.098X1 + 0.048X2 + 0.655X3, the coefficient of determination obtained an R value of 0.692, the results of the study from the t test of the work involvement variable showed Tcount 0.887 <ttable = 1.66071, the emotional intelligence variable showed tcount = 0.044 <ttable = 1.66071, the results of the F test showed the Fcount number obtained was 29.020> Ftable of 2.4
ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PADA USAHA JAHIT TRADISIONAL, IBU SOPIAH, DESA PASIR UTAMA, KABUPATEN ROKAN HULU
Industri jahit tradisional merupakan Salah satu sektor industri kreatif yang memainkan peran penting dalam perekonomian lokal. Namun, di balik potensi yang besar, usaha ini juga menghadapi berbagai risiko yang dapat mempengaruhi keberhasilannya. Seperti perubahan tren pasar, fluktuasi harga bahan baku, dan masalah manajemen operasional yang menjadi penghambat dalam menjalankan suatu usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko yang dihadapi oleh UMKM jahit tradisional dan menemukan strategi manajemen risiko yang baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan melakukan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiko utama dalam penelitian ini berkaitan dengan risiko operasional, risiko keuangan, risiko SDM, dan risiko pasar. Untuk mengurangi dampaknya dengan mengunakan strategi mitigasi seperti perawatan mesin, peningkatan efektifitas, dan diversifikasi pemasok. UMKM jahit tradisional dapat meningkatkan daya saing dan keberlangsungan usahanya dengan menerapkan manajemen resiko yang baik
PENGARUH KEPEMIMPINAN ETIS, DUKUNGAN ORGANISASI DAN KEADILAN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PADA GURU DI PASIR PENGARAIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simultan kepemimpinan etis, dukungan organisasi dan keadilan organisasi terhadap kinerja pada guru Metode penelitian digunakan adalah metode kuantitatif, populasi dalam penelitian adalah Guru di pasir pengaraian dengan jumlah belum diketahui. Metode teknik pengambilan sampelnya menggunakan metode random sampling sejumlah 99. serta teknik analisis data digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian dari regresi linier berganda diproleh persamaan regresi Y=9.241 + 0.098X1 + 0.048X2 + 0.655X3, pada koefisien determinasi diproleh nila R sebesar 0.692, hasil penelitian dari uji t variabel kepemimpinan etis, menunjukkan Thitung 0.887 < ttabel = 1.66071, variabel dukungan organisasi menunjukkan thitung = 0.044 < ttabel = 1.66071, hasil uji F menunjukkan angka Fhitung di proleh sebesar 29.020 > Ftabe sebesar 2.4
Analisis Kandungan Karbon Organik pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit setelah Proses Anaerobik di Reaktor Biodigester
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbon organic pada tiga fraksi Palm Oil Mill Effluent (POME) setelah melalui proses pengolahan anaerobik di dalam reaktor biodegester Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Pemisahan POME menjadi tiga fraksi, yaitu sludge, solid, dan liquid, dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik serta potensi pemanfaatan lanjutan dari sisa proses pengolahan POME di reaktor biodigester PLTBg. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kadar karbon organik (C-organik) residu antar fraksi tersebut. Secara berurutan, kadar C-organik tertinggi ditemukan pada fraksi sludge (rata-rata 8,91%), diikuti oleh fraksi solid (2,57%) dan liquid (0,12%). Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat biodegradasi bahan organik paling efektif terjadi pada fraksi cair (liquid). Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (α < 0,05). Hasil ini menegaskan bahwa sifat matriks dan komposisi masing-masing fraksi POME secara fundamental memengaruhi kinetika serta efisiensi proses degradasi bahan organik selama pengolahan anaerobik
GAMBARAN IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RUANG PONEK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA KOTA DENPASAR : GAMBARAN IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RUANG PONEK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA KOTA DENPASAR
Preeklampsia berat merupakan suatu komplikasi yang ditandai dengan tekanan darah sistolik sekurang-kurangnya 160/110 mmHG atau lebih dengan disertai proteinuria, oliguria, peningkatan kadar kreatinin plasma, gangguan visus dan serebral, nyeri epigastrium. Faktor resiko terjadinya preeklampsia berat diantaranya molahidatidosa, kehamilan multifetus, gravida, usia ibu, usia kehamilan, pendidikan, riwayat hipertensi pada keluarga, adanya riwayat preeklampsia pada keluarga, penyakit diabetes pregestasional, dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian ibu bersalin dengan Preeklampsia Berat di Ruang PONEK RSUD Wangaya Kota Denpasar. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2024. Populasi penelitian ini seluruh ibu bersalin dengan preeklampsia berat pada tahun 2021-2023 di Ruang PONEK Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar yang berjumlah 213 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Besar sampel penelitian ini 213 subjek. Jenis data adalah data sekunder. Pengumpulan data dengan lembar chek list. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran ibu bersalin dengan preeklampsia berat di Ruang PONEK RSUD Wangaya Kota Denpasar tahun 2021-2023 mayoritas umur ibu 20-35 tahun (65,3%), dengan multigravida (59,6%), umur kehamilan trimester 3 (100%), jumlah janin satu (98,1%), dan tidak ada penyakit penyerta (78.9%). Kejadian preeklampsia mayoritas terjadi pada ibu dengan masa reproduksi sehat, sehingga tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan deteksi dini faktor resiko preeklampsia dengan asuhan antenatal terpadu dengan pelayanan10 T
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KELUARGA IBU NIFAS SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN BIMBINGAN TENTANG PIJAT OKSITOSIN MELALUI DEMONSTRASI DAN MEDIA LEAFLET: PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KELUARGA IBU NIFAS SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN BIMBINGAN TENTANG PIJAT OKSITOSIN MELALUI DEMONSTRASI DAN MEDIA LEAFLET
Suami dan keluarga ibu nifas dapat merangsang reflek oksitosin dengan pijat oksitosin untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan keterampilan keluarga ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan bimbingan pijat oksitosin melalui demonstrasi dan media leaflet. Penelitian pre-experimental dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Jumlah sampel 58 responden dengan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan berupa data primer sebelum dan sesudah diberikan bimbingan pijat oksitosin melalui demonstrasi dan media leaflet diambil dari pengisian kuesioner dan data keterampilannya menggunakan checklist. Hasil uji paired t-test pengetahuan keluarga ibu nifas sebelum dan sesudah mendapatkan bimbingan pijat oksitosin melalui demonstrasi dan media leaflet, pengetahuan thitung = 7,254 > ttabel = 2,00247, serta jika dilihat dari nilai sig = 0,000 < 0,05 dan keterampilan thitung = 5,082 > ttabel = 2,00247, serta jika dilihat dari nilai sig = 0,000 < 0,05 artinya ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan keluarga ibu nifas sebelum dan sesudah mendapatkan bimbingan tentang pijat oksitosin melalui demonstrasi dan media leaflet. Simpulannya adalah ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan keluarga ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan bimbingan pijat oksitosin melalui demonstrasi dan media leaflet. Keluarga ibu nifas tetap mencari sumber informasi tentang pijat oksitosin untuk mengatasi beberapa kendala dalam menyusui baik fisik maupun psikologis ibu
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMBAH: PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMBAH
ABSTRAK
ASI (Air Susu Ibu) adalah air susu yang dihasilkan oleh ibu dan mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemberian ASI eksklusif didefinisikan sebagai pemberian ASI tanpa suplementasi makanan maupun minuman lain kecuali obat. Capaian persentase pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan di Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2020 mencapai 51,9%. Sedangkan di Puskesmas Rambah capaian pemberian ASI ekslusif pada tahun 2022 mencapai 226 (68%) dari 332 sasaran bayi yang berusia 0-6 bulan hal ini belum memenuhi target ASI ekslusif Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Rambah Rokan Hulu Tahun 2023. Jenis penilitian yang digunakan adalah metode analitik kuantitatif dengan desain penelitian eksperiment dengan jumlah sampel 20 orang. Analisis data dilakukan dengan uji statistic T Dependent. Hasil penelitian tersebut terdapat rata-rata pengeluaran ASI sebelum pijat oksitosin adalah 5,05 ml dan rata-rata pengeluaran ASI setelah pijat oksitosin adalah 10,95 ml, hasil uji statistik didapatkan (P value=0,000 <0.05) ada pengaruh signifikan antara pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Diharapkan pijat oksitosin ini dapat dimanfaatkan sebagai terapi non farmakologi dalam mengatasi masalah pengeluaran ASI.
Kata Kunci : Pijat Oksitosin, Pengeluaran ASI
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN AKSEPTOR KB DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI DESA BIES MULIE
ABSTRAK
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang dapat dipakai dalam jangka waktu lama, lebih dari dua tahun, efektif dan efisien untuk tujuan pemakaian menjarangkan kelahiran atau mengakhiri kehamilan. Pemilihan metode KB dipengaruhi beberapa faktor yaitu tingkat pendidikan, umur, pekerjaan dan jumlah anak. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kesadaran keluarga berencana adalah tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan akan memengaruhi seseorang dalam menerima sebuah informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan akseptor KB terhadap pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Jenis metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekaatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 108 akseptor KB. Teknik pengambilan sampel menggunakan proposional random sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square didapatkan nilai signifikasi sebesar 0.001 < p value (0.05), yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan Akseptor KB dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Desa Bies Mulie, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah. Bagi responden diharapkan mampu meningkatkan informasi dan wawasan tentang alat kontrsepsi dengan cara bertanya pada tenaga kesehatan, membaca buku dan sebagainya sehingga ibu mengetahui apa saja alat kontrsepsi.
Kata kunci: Akseptor KB, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), Pemilihan Kontrasepsi, Tingkat Pendidikan
Analisis Keuntungan dan Efisiensi Usaha Tempe Daun di Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu
Â
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan usaha pembuatan Tempe Daun di Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu. Serta menganalisis efisiensi usaha tempe daun. Penelitian ini dilakukan di dua desa yang masih memproduksi tempe daun, yaitu Rambah Muda dan Pasir Utama, dengan teknik sampling jenuh dari Januari hingga Maret. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, dokumentasi, dan analisis data seperti Analisis Biaya, Penerimaan, Pendapatan, Return cost Ratio, serta Break Even Point (Produk) dan (Rupiah). Alasan saya mengambil judul tersebut karena usaha Pengrajin olahan tempe daun di Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu merupakan usaha home industry yang masih belum memperlihatkan aspek finansial dari usahanya. Hasil penelitian ini menunjukkan Jumlah Rata-rata biaya produksi per pengrajin usaha tempe daun di Kecamatan Rambah Hilir sebesar Rp58.800.656/tahun, serta rata-rata penerimaan (TR) per pengrajin usaha tempe daun sebesar Rp91.200.000/tahun dan rata-rata keuntungan yang diperoleh per pengrajin usaha tempe daun di Kecamatan Rambah Hilir adalah sebesar Rp32.399.344/tahun. Hasil Efisiensi yang diperoleh, rata-rata bahwa nilai R/C ratio itu adalah sebesar 1,55 yang artinya bahwa setiap Rp1,00 biaya yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan sebesar 0,55 kali dari biaya yang telah dikeluarkan dan usaha tempe daun di Kecamatan Rambah Hilir ini menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Sedangkan rata-rata nilai BEP Produk (Bungkus) per pengrajin diperoleh nilai sebesar 3.201 artinya bahwa pada saat produksi 1 (satu) tahun diperoleh tempe daun sebanyak 47.040/100gram tersebut mengalami BEP dimana usaha menguntungkan. Demikian juga perhitungan rata-rata BEP Harga (Rupiah) per pengrajin usaha tempe daun yang dihasilkan adalah sebesar Rp6.206.054 dari rata-rata harga jual 100gram per pengrajin adalah sebesar Rp1.939/100gram maka dapat dikatakan menguntungkan. Top of Form
kata kunci : Analisis Keuntungan, Efisiensi
ABSTRACT
This research aims to determine the production costs, revenues and profits of the Leaf Tempe business in Rambah Hilir District, Rokan Hulu Regency. As well as analyzing the efficiency of the tempe leaf business. This research was conducted in two villages that still produce tempe leaves, namely Rambah Muda and Pasir Utama, using a saturated sampling technique from January to March. Data collection methods include interviews, documentation, and data analysis such as cost analysis, revenue, income, return cost ratio, and break even point (product) and (Rupiah). The results of this research show that the cost data and average data for tempe leaf craftsmen in Rambah Hilir District are Production Costs of IDR 58,800,656/year, Revenues of IDR 91,200,000/year, Profits of IDR 32,394,678/year, Return cost ratio of 1.55, the product Break Even Point is 3,201 and the rupiah Break Even Point is IDR 6,206,054
Â
Analyzing Vigilance Rate of Motor Vehicle Driver Using Regression and Structural Equation Modeling (SEM)
This study focuses on the impact of risky driving behavior, monotonous road and fatigue factor on vigilance of motor vehicle drivers. Accident case growth in Indonesia each year were 3.3%. Therefore it need to be conducted study to minimize the risk of accidents. The samples consist of 100 respondents. And then the data were analyzed using regression and Structural Equation Modeling (SEM). Regression analysis shows that latent variable risky driving behavior, latent variable monotonous road and latent variable fatigue can explain latent variable vigilance by 57.6%. Meanwhile, the result of SEM analysis show that latent variable risky driving behavior, and the latent variable fatigue can explain the latent variable vigilance by 75.3%. The value R square of SEM analysis are higher than regression analysis. There are several cause of differences of R square between regression and SEM analysis, namely: 1) the multicollinearity is not allowed in regression analysis, while it is allowed in the SEM analysis; 2) there is no latent variable in the regression analysis, while there are latent variables and indicators of latent variables in the SEM analysis; 3) the regression analysis is explanatory, while the SEM analysis is confirmatory