Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1713 research outputs found
Sort by
Pengembangan Modul Ajar Matematika Berbasis Problem Based Learning pada Materi Rasio untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Fase D Kelas VII SMP
This study is essential, given the lack of adequate learning materials for students in developing Mathematical Problem Solving Skills (KPMM) and the skills needed for more optimal results. The research involved 39 students from class VIII.7 at SMP Negeri 8 Pekanbaru during the odd semester of the 2023/2024 academic year. The research methods included a one-to-one test subject consisting of three high-performing students, a small group test subject involving six students with heterogeneous abilities, and a large group test subject also based on heterogeneous abilities. A 4-D approach consisting of define, design, development, and disseminate was used in material development. Data was collected through observation, interviews, and questionnaires. Interviews were conducted to identify the main problems that form the basis for module development, observations to assess the learning process, and questionnaires to obtain feedback from validators and students about the developed product. The study results showed that the learning module designed according to the independent curriculum with ratio content for seventh-grade students in phase D and a problem-based learning model is proven to be valid and practical
Development of test instruments to measure mathematical problem-solving skills in quadrilaterals and triangles
The purpose of this research is to produce a test instrument to measure mathematical problem solving abilities on quadrilaterals and triangles in class VII SMP/MTs students. The test developed is in the form of a description that meets the criteria for logical and empirical validity, level of difficulty and good discriminating power. This research uses a development studies development model which consists of pleminary and formative evaluation stages. The formative evaluation stage consists of self-evaluation, expert review, one-to-one, small group and field test activities. The research instruments used were validation sheets, student response questionnaires and KPMM test questions. The research subjects were 33 students of class VIII.3 of SMPN 8 Pekanbaru. Research data was obtained by validating the test instrument with three validators and testing the test instrument with research subjects at the small group and field test stages. The results of the research show that the average score of test instrument validators for content, construction and language aspects is 87.82%, from the 20 questions developed, 20 questions were logically valid, and 17 questions were empirically valid with a reliability value of 0.90 in the category very high, while the level of difficulty obtained was 13 questions with a medium level of difficulty, 2 questions with an easy level of difficulty and 1 question with a difficult level of difficulty, and the distinguishing power was 9 questions in the good category, 6 questions in the sufficient category, and 2 questions in the poor category . Of the 20 questions developed, there were 17 questions that met the criteria for being logically and empirically valid and had a good level of difficulty and differentiating power
Improving mathematical performance through the problem-based learning model
This study addresses the low mathematics achievement levels among students in class VIII.2 at SMP Negeri 35 Pekanbaru during the 2023/2024 academic year. The research aims to enhance the learning process and improve mathematics achievement by implementing the Problem-Based Learning (PBL) model. This study employs Classroom Action Research to identify problems and implement targeted actions to resolve them. The subjects comprised 19 male students and 20 female students with heterogeneous ability levels. The research instruments included the Flow of Learning Objectives, Teaching Modules with attached Student Worksheets, Diagnostic Assessments, Formative Assessments, and Summative Assessments. Observation sheets and learning outcome tests were used for data collection. The results indicate significant improvements in the learning process across cycles, as demonstrated by increased mathematics achievement. The number of students meeting the Learning Objective Achievement Criteria rose from 17 students (43.59%) in Cycle I to 25 students (64.10%) and further to 29 students (74.36%) in Cycle II. The study concludes that the application of the PBL model effectively improved both the learning process and mathematics achievement in class VIII.2 at SMP Negeri 35 Pekanbaru during the 2023/2024 academic year, particularly on the topic of the System of Linear Equations in Two Variables
EVALUASI KAPASITAS TAMPUNGAN SALURAN DRAINASE : (Studi Kasus Drainase Lingkungan Jalan Pinang Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu)
Perubahan tata guna lahan dapat mengancam keberadaan air tanah di kota, karena dapat menurunkan umpan air tanah, Sehingga apabila terjadi hujan, maka di beberapa daerah yang tingkat infiltrasinya kecil akan menjadi banjir dan genangan, salah satunya terjadi dilingkungan Jalan Pinang desa Pematang Berangan, sudah dibangun saluran drainase dengan lebar saluran 50 cm dan tinggi 60 cm, Tetapi jika hujan lebat turun, terjadi genangan akibat luapan air dari saluran. Dilatarbelakangi kondisi tersebut, maka dilakukanlah evaluasi kapasitas tampungan saluran drainase yang bertujuan untuk mengetahui kapasitas tampungan saluran drainase pada kondisi sekarang dan mengetahui kemampuan kapasitas saluran drainase untuk menampung debit aliran maksimum. Penulisan ini dimulai dari pengumpulan data berupa data curah hujan, data jumlah penduduk dan data dimensi saluran, dilanjutkan dengan perhitungan intensitas curah hujan dan perhitungan debit aliran dengan menggunakan metode rasional. Dari perhitungan yang dilakukan, didapat Qhitung 0,04528 m3/det, sedangkan Qsaluran adalah 0,2701 m3/det. karena Qhitung < Qsaluran maka saluran ini masih mampu mengalirkan air. Terjadinya genangan, bisa saja diakibatkan adanya penumpukan sampah, sedimen pasir, dan lain-lain
ANALISIS PENGARUH AKTIVITAS PASAR TRADISIONAL TERHADAP KINERJA JALAN: (Studi Kasus Pada Ruas Jalan Tuanku Tambusai Desa Surau Gading Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu)
Lokasi penelitian berada di Jalan Tuanku Tambusai Desa Surau Gading Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian dilakukan pada hari pasar dan hari non pasar selama satu bulan dan dua kali seminggu dengan menggunakan 6 orang tenaga surveyor. Pelaksanaan survey dilakukan selama 10 jam dari jam 07.00-17.00 wib. Penelitian ini menujuk panduan PKJI 2014. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Jalan Tuanku Tambusai Desa Surau Gading Kecamatan Rambah Samo memiliki volume arus lalu lintas maksimum 519,6 Smp/jam terjadi di hari pasar, sedangkan volume lalu lintas minimun yaitu 155,1 Smp/jam. Grafik arus lalu lintas maksimum sebesar 537 smp/jam, sedangkan Grafik minimum sebesar 159 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan maksimum sebesar 0,14 pada hari minggu masih kecil dari derajat kejenuhan yang di syaratkan 0,8., sedangkan derajat kejenuhan minimum yaitu 0,04
ANALISIS KUAT TEKAN BATAKO GEOPOLIMER ABU SAWIT (PALM OIL FUEL ASH) DENGAN SUBSTITUSI PCC (PORTLAND COMPOSITE CEMENT)
Geopolimer merupakan material ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti semen dalam pembuatan Batako. Batako geopolimer dibuat dari bahan campuran agregat, air, dan fly ash sebagai bahan pengikat yang ditambahkan dengan larutan alkali aktivator dengan kemolaran tertentu. Sodium silikat dan sodium hidroksida digunakan sebagai alkaline activator (Hardjito Djuwantoro, dkk, 2004).Pengujian dilakukan meliputi pengujian karakteristik bahan dasar material campuran yang akan digunakan dalam perhitungan perencanaan campuran (mix design). Penelitian dilanjutkan dengan pembuatan benda uji sesuai dengan data-data yang telah diperoleh hasil perhitungan perencanaan campuran (mix design). Benda uji dibuat sesuai dengan variasi dari faktor-faktor yang mempengaruhi geopolimer. Benda uji yang telah dibuat selanjutnya dirawat pada suhu ruang selama 28 hari. Pengujian akhir yang dilakukan adalah Pengujian Kuat Tekan dan Absorpsi (penyerapan air). Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan yang telah dilakukan, Nilai kuat tekan pada variasi semen 0% sebesar 4 kg/cm2. Variasi semen 10% sebesar 8 kg/cm2 . Untuk variasi semen 20% adalah 12 kg/cm2. Dan untuk variasi semen 30% adalah sebesar 10 kg/cm2. Nilai absorpsi variasi semen 0% sebesar 9,9% (Mutu I), variasi semen 10% sebesar 3,94% (Mutu I) variasi semen 20% adalah 4,7% (Mutu I), dan variasi semen 30% sebesar 6,17%(Mutu I).
Abstract
Geopolymer is an environmentally friendly material that can be used as an alternative to cement in brick making. Geopolymer bricks are made from a mixture of aggregate, water, and fly ash as a binder which is added with an alkaline activator solution with a certain concentration. Sodium silicate and sodium hydroxide are used as alkaline activators (Hardjito Djuwantoro, et al, 2004). Tests carried out include testing the characteristics of the basic ingredients of the mixture material that will be used in the calculation of mix design. The research continued with the manufacture of test objects in accordance with the data that has been obtained from the calculation of mix design. The test specimens were made in accordance with the variations of the factors affecting geopolymers. The test specimens that have been made are then treated at room temperature for 28 days. The final test carried out is the compressive strength test and absorption (water absorption). Based on the results of the compressive strength tests that have been carried out, the compressive strength value in the 0% cement variation is 4 kg/cm2. The 10% cement variation is 8 kg/cm2. For 20% cement variation is 12 kg/cm2. And for 30% cement variation is 10 kg/cm2.  The absorption value of 0% cement variation is 9.9% (Quality I), 10% cement variation is 3.94% (Quality I), 20% cement variation is 4.7% (Quality I), and 30% cement variation is 6.17% (Quality I).
Â
the Effect Of Single Multiple Jump Training On Long Passing Results In Football Games Team Tambusai FC : Pengaruh Latihan Single Multiple Jump Terhadap Hasil Long Passing Dalam Permainan Sepak Bola Team Tambusai FC
ABSTRACT: Nusantara soccer school 15-17 years old Malang city have a problem insoccer basic technique, it is long pass skill. The purpose of this research is to know theinfluence exercise of single multiple jump and exercise of knee tuck jump to long pass skillin Nusantara soccer school 15-17 years old Malang city.This research using experimentresearchmatching pretest-posttest comparison group design with subject 22student.Based from F count 4,70 > F table 4,35 for exercise of single multiple jump, while F count0,842 < F table 4,35 for exercise of knee tuck jump. The comparison from two excercisescan be obtained F count 12,29 > F table 4,35. Based on the research can be concludedthatexerciseofsingle multiplejump give influencebetter than excersieofkneetuckjump.
Keywords:singlemultiplejump,kneetuckjump,longpass.
ABSTRAK:SekolahSepakbolaNusantarausia15-17tahunKotaMalangmemilikimasalahpadateknikdasarsepakbolayaituketerampilanlongpass.Penelitianinibertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan single multiple jump dan knee tuck jumpterhadap keterampilan long pass pada siswa Sekolah Sepakbola Nusantara usia 15-17tahunKotaMalang.Metodeyangdigunakandalampenelitianiniadalahpenelitianeksperimen matching pretest-posttest comparison group design dengan jumlah subjek 22siswa. Berdasarkan hasil perhitungan F hitung 4,70 > F tabel 4,35 untuk latihan singlemultiplejump,sedangkanlatihankneetuckjumpFhitung0,842<Ftabel4,35.PerbandingandarikeduakelompoklatihandiperolehFhitung12,29>Ftabel4,35,sehingga dapat disimpulkan latihan single multiple jump memberikan pengaruh yang lebihbaikdaripadalatihankneetuckjump
KEARIFAN LOKAL MALAM BERINAI PADA PERNIKAHAN MASYARAKAT MELAYU DI KECAMATAN KEPENUHAN HULU
Masyarakat Kecamatan Kepenuhan Hulu mayoritas bersuku Melayu. Pada masyarakat Melayu khusunya di Kabupaten Rokan Hulu banyak memiliki kerifan lokal yang menjadi identitas dari masyarakat tersebut salahsatunya adalah tradisi malam berinai pada pernikahan masyarakat Melayu di Kepenuhan Hulu. Malam berinai memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat melayu, karena dapat dijadikan sebagai dasar penilaian terhadap status penghormatan si mempelai wanita dan keluarganya dalam pernikahan nya tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prosesi malam berinai dan nilai – nilai yang terkandung pada tradisi malam berinai pada perkawinan masyarakat Melayu di Kecamatan Kepenuhan Hulu.. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Sumber data yang digunakan penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder sedangkan teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data penelitian menggunakan reduksi data , penyajian data dan penarikan kesimpulan sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Adapun hasil penelitian adalah Proses Tradisi Malam Berinai terbagi menjadi 4 tahap, 1) yaitu monyobuik (memberitahu), 2) Khatam Kaji (Khatam al-qur’an), 3) Berzanji Marhaban, 4) Prosesi Malam Berinai memasangkan inai kepada pengantin laki – laiki dan perempuan oleh pemangku adat dan keluarga serta masyarakat. Dalam proses pelaksanaan tradisi malam berinai juga terdapat nilai agama,nilai sosial, dan nilai adat. Tradisi Malam Berinai pada Perkawinan Adat Melayu di Kecamatan Kepenuhan Hulu merupakan bagian dari kearifan lokal tradisi yang ada di Kabupaten Rokan Hulu yang wajib untuk dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang dimakan kemajuan zaman
PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PENIMBUNAN BBM BERSUBSIDI DIWILAYAH HUKUM POLRES ROKAN HULU (Studi Kasus Putusan No :366/Pid.sus/2022/PN.Prp): PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PENIMBUNAN BBM BERSUBSIDI DIWILAYAH HUKUM POLRES ROKAN HULU (Studi Kasus Putusan No :366/Pid.sus/2022/PN.Prp)
Abstrak
Bahan bakar minyak adalah salah satu keperluan masyarakat umum di suatu negara khusunya di indonesia yang menjadi kebutuhan dasar dalam industri maupun di kehidupan sehari hari, akan tetap tidak dapat di perbarui kembali. sehingga perlunya pengunaan dan pengawasan yang bijak dari masyarakat, pemerintah dan aparat penegak hukum terutama kepolisian. Rumusan masalah penelitian ini mencari faktor penghambat dan upaya penegakan hukum dari pihak Kepolisian. Studi kasus ini sebagai usaha melihat penegakan hukum,faktor penghambat dan dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana penimbunan bahan bakar minyak bersubsidi. Data yang digunakan adalah data primer, data sekunder dan data tersier. Teknik pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan ada upaya yang dilakukan oleh kepolisian yaitu upaya pecegahan preventif dan secara paksa represif. Dalam upaya penegakan hukum ada faktor yang mempengaruhi adalah faktor hukum,faktor penegak hukum,faktor masyarakat,faktor fasilitas,faktor intervensi,dan faktor lokasi. kesimpulan penelitian menunjukan suadah adanya upaya yang di lakukan oleh kepolisian akan tetapi belum terjadinya penurunan angka tindak pidana penimbunan bbm dan terdapat beberapa faktor pengambat yang harus di selesaikan. Saran, perlu adanya dorongan dari organisasi atau lembaga lain dalam mengurangi angka tindak pidana penimbunan bahan bakar minyak bersubsidi
TINJAUAN NORMATIF KEWENANGAN KEPALA DESA DALAM PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA: TINJAUAN NORMATIF KEWENANGAN KEPALA DESA DALAM PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kewenangan kepala desa terkait pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Berbagai presekriptif/penelitian akan muncul setelah penulis menguraikan landasan teori menegenai kewenangan. Otonomi desa, pemerintahan daerah, dan pemerintahan desa, serta asas-asas umum Good Govermant (pemerintahan yang baik), serta dengan mencermati konstruksi yuridis dari peraturan daerah dengan menggunakan metode penulisan normatif. Metode yang digunakan adalah peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah kemudian diolah dan dianalisis berdasarkan rumusan masalah dengan memberikan penilaian tentang benar atau salah suatu peristiwa hukum sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi, berdasarkan pembahasan dan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kewenangan kepala desa dalam pengangkatan dan pemberhantian perangkat desa adalah kewenangan kepala desa setelah mendapatkan persetujuan maupun pertimbangan BPD dengan melalui mekanisme dan prosedur-prosedur yang telah ditentukan dan ditetapkan tanpa adanya keikutsertaan pemerintah kabupaten/kota. Kemudian, Implementasi regulasi pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa oleh kepala Desa harus berdasarkan peraturan yang berlaku secara umum yaitu Undang-Undang Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri (PERMENDAGRI) Desa, dan juga Peraturan yang berlaku secara khusus dimana diatur dalam Peraturan yang ada pada daerah masing-masing.