Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1713 research outputs found
Sort by
Application of Multiple Linear Regression Algorithm for House Price Estimation Based on Building Location and Area to Improve Predictive Accuracy in Real Estate Valuation
Significant differences in home prices, even on properties with similar building sizes and locations, pose a major challenge in accurately determining property valuations. The discrepancy between the actual market price and the estimated value makes it difficult for potential buyers, sellers, and developers to make the right decision. To overcome these problems, this study applied the Multiple Linear Regression (MLR) algorithm in the Decision Support System (DSS) to estimate house prices based on the location and area of the building. The dataset used consists of 545 housing data points with variables such as house prices, locations, and building areas. The research stages include data collection, pre-processing (data cleaning and normalization), model development using MLR, and model performance evaluation. The evaluation was carried out using the division of trained data and test data with an 80:20 ratio, so that the model was tested using data that was not previously trained. The results showed that the model produced a Mean Absolute Error (MAE) of 1,474,748.13, a Root Mean Squared Error (RMSE) of 1,917,103.70, and a coefficient of determination (R²) of 0.273. A relatively low R² value indicates that the location and area variables of the building are not sufficient to explain the overall variation in house prices, so the addition of other variables—such as the number of rooms, facilities, and environmental conditions—is needed to improve the accuracy of the prediction and produce a more representative price estimate
Predicting Student Academic Performance Using Learning Activity Data: A Comparative Study of Random Forest and Decision Tree Models
This study compares the effectiveness of the Random Forest and Decision Tree algorithms in predicting students\u27 academic performance based on learning activities. The data used included reading scores, writing scores, math scores, and demographic variables such as gender, race/ethnicity, parental level of education, lunch, and test preparation course. The research was carried out through the stages of data cleaning, training and test data sharing, model training, and evaluation using confusion matrix and accuracy, precision, recall, and F1-score metrics. The results show that Random Forest performs best with 97% accuracy, surpassing Decision Tree which has 94% accuracy. The feature importance analysis revealed that cognitive ability—especially in the reading score, writing score, and math score features—had the greatest influence on prediction results. These findings confirm that the Random Forest model is more reliable and effective as a prediction tool in the academic decision support system to detect the potential for decline in student achievement early
PENERAPAN FUZZY MADM DENGAN METODE SAW UNTUK PEMILIHAN KEPALA LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
The quality and ability of man is a very important aspect in an agency/company. Management and control of which both strongly influenced aspects of success. If a leader can do very well with the management, the expected number of agencies/companies can run all the process of with good anyway. From issue in assessing the performance of a person is something difficult to avoid. Quantitative assessments often lead to disappointment because the parameters there are hard to measure. To be able to process the data more objective assessment then needed a Decision Support System (DSS) that can determine who\u27s worth was made a candidate for the head of the institution, at the same time avoiding and reducing manual calculations are used, then with computerization can help troubleshooting establishments/companies that frequently occur, but still needs human judgement in applying the solution. The method used for selecting the prospective head of Institution is Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) Simple Additive Weighting (SAW), because this method is to determine the value of the weighting on each attribute and continued with stages of the rank to choose the best alternative, what is meant is the specified terms
PENGARUH PEMBERDAYAAN PETANI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI PADI SEBAGAI UPAYA KETAHANAN PANGAN DI DESA ROKAN KOTO RUANG KECAMATAN ROKAN IV KOTO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan petani terhadap peningkatan produksi padi sebagai upaya ketahanan pangan di Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto. Pemberdayaan petani dianggap sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan kapasitas petani, efisiensi produksi, dan kemandirian usaha tani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan penyebaran kuesioner kepada 57 responden yang merupakan petani padi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh variabel pemberdayaan terhadap peoduksi padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan produksi padi. Temuan ini menunjukan bahwa peningkatan akses terhadap pelatihan, teknologi, dan dukungan institusi mampu meningkatkan hasil panen petani, yang pada giliran nya memperkuat ketahanan pangan lokal. Dengan demikian, program pemberdayaan petani didesa tersebut perlu terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan petani secara berkelanjutan
Strategies for strengthening the numerical literacy of prospective mathematics teachers: An evaluation study
The urgency of this research is based on the phenomenon of the Minimum Competency Assessment (AKM), which has so far only involved students and teachers in schools. To date, there has been no national assessment specifically designed for prospective mathematics teachers, even though numeracy literacy is an essential competency for teacher candidates. Therefore, this study aims to describe the strategies for strengthening numeracy literacy among prospective mathematics teachers and to evaluate their implementation outcomes. This study employed a descriptive method with a mixed-methods approach. Quantitative analysis was conducted using literacy and numeracy test results to measure differences between first-year and third-year students, while qualitative analysis was based on interviews with lecturers to explore the strategies previously implemented to strengthen numeracy literacy. The results revealed that lecturers implemented several strategies, including independent project assignments, reading tasks followed by presentations, and exercises to complete incomplete information on lecture topics. Statistical tests indicated a significant difference between the literacy and numeracy skills of first-year and third-year students. The interview findings suggested that this difference was influenced by the higher mastery of basic mathematical concepts and a better understanding of mathematical reasoning among third-year students. This study contributes to the field of mathematics education by offering alternative strategies to enhance numeracy literacy among prospective mathematics teachers as a foundation for developing literacy- and numeracy-based university courses
PENYULUHAN MEMBANGUN KELUARGA HARMONIS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA BABAKAN PANGANDARAN
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mitra terkait membangun keluarga harmonis dalam perspektif hukum Islam di Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran melalui metode service learning. Kegiatan dilaksanakan di Aula Desa Babakan dengan melibatkan 20 peserta yang merupakan kader PKK sebagai representasi keluarga di desa. Proses penyuluhan dilakukan secara interaktif melalui ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, dan role playing, dengan materi utama mengenai hukum Islam dalam keluarga, hak dan kewajiban suami-istri, serta pola komunikasi Islami berlandaskan prinsip sakinah, mawaddah, dan rahmah. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Hasil pre-test menunjukkan 19 orang (95%) memahami konsep keluarga harmonis menurut hukum Islam, sementara 1 orang (5%) belum sepenuhnya memahami. Namun, hasil post-test memperlihatkan peningkatan signifikan, di mana seluruh peserta (100%) berhasil memahami konsep tersebut. Penyuluhan ini menekankan sembilan prinsip keluarga harmonis dalam hukum Islam, di antaranya komunikasi jujur dan terbuka, empati, kebersamaan, sikap bijaksana, kepedulian, kesabaran, keceriaan, pengendalian ego, serta penguatan nilai agama. Diskusi dan refleksi menunjukkan bahwa tantangan utama di Desa Babakan bukan terletak pada pemahaman konsep, melainkan rendahnya kesadaran dan lemahnya landasan nilai agama dalam implementasi, yang diperkuat oleh faktor ekonomi, sosial, dan budaya sehingga memicu konflik rumah tangga, perselingkuhan, dan perceraian. Dengan demikian, penyuluhan ini relevan sebagai upaya preventif untuk memperkuat nilai-nilai Islam dalam membangun keluarga harmonis berlandaskan sakinah, mawaddah, wa rahmah
PROGRAM KONSERVASI MANGROVE MELALUI PENANAMAN DAN PENAMAAN JENIS DI EKOWISATA PANTAI SUJONO
Ekosistem Mangrove berperan penting dalam keseimbangan ekosistem pesisir. Fungsi Mangrove melindungi garis pantai dari abrasi dan memiliki daya serap carbon dan polutan. Ekowisata Pantai Sujono memiliki kawasan Mangrove yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian ini diharapkan masyarakat semakin bertambah pengetahuannya terkait Mangrove disekitar ekowisata Pantai Sujono. Metode yang digunakan dengan pendekatan langsung (direct approach). Penanaman Mangrove sebagai upaya pelestarian. Adanya identitas Mangrove di Pantai Sujono sebagai bentuk memperkenalkan jenis-jenis tanaman pada wisatawan yang berkunjung, sehingga dengan adanya informasi tersebut menambah pengetahuan dan membentuk kepeduliannya terhadap ekosistem Mangrove di Pantai Sujono. Kegiatan penanaman Mangrove sebagai bentuk keperdulian terhadap ekosistem dan juga sebagai cara dalam mengatasi kerusakan ekosistem Mangrove. Penanaman dilakukan dengan membangun pemahaman masyarakat dalam memperhatikan jenis bibit dan zonasi agar upaya pelestarian hutan Mangrove dilakukan melalui pengelolaan yang seimbang
Aplikasi Absensi Pegawai Berbasis Web Dinas Sosial Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Rokan Hulu
Aplikasi absensi pegawai berbasis web ini dikembangkan dapat menggantikan sistem absensi manual di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Rokan Hulu, yang sebelumnya menggunakan buku absen. Sistem manual ini memiliki kelemahan, seperti potensi kesalahan pencatatan dan keterlambatan dalam rekapitulasi data. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur absensi menggunakan swafoto (selfie) dan pelacakan lokasi karyawan, serta fitur pengajuan izin atau cuti secara online. Sistem ini dibangun menggunakan PHP dan MySQL dengan antarmuka yang mempermudah akses dan pemantauan absensi secara real-time. Hasil pengujian menggunakan metode black box menunjukkan bahwa semua fitur berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang dirancang, meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan absensi di instansi tersebu
Pengaruh Facial Wajah Terhadap Efek Samping (Jerawat) Penggunaan Kontrasepsi pada Ibu Akseptor KB Hormonal di Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu 2025
Kontrasepsi hormonal adalah metode pengendalian kelahiran menggunakan hormon estrogen dan progesteron untuk menghentikan terjadinya kehamilan. Namun kontrasepsi hormonal dapat menimbulkan efek samping berupa jerawat. Jerawat adalah kondisi kulit yang terjadi karena beberapa faktor. Biasanya bermula ketika terjadi ketidakseimbangan hormon seperti androgen, yang dapat menyebabkan produksi minyak berlebih. Kelenjar minyak di kulit memproduksi terlalu banyak sebum, dan sel - sel kulit di sekitar folikel rambut tidak terkelupas dengan baik, sehingga menyebabkan penyumbatan. Hal ini kemudian memicu reaksi peradangan, yang kemudian menyebabkan jerawat. Tindakan yang bisa dilakukan agar jerawat berkurang dengan melakukan facial wajah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh facial wajah terhadap efek samping (jerawat) penggunaan kontrasepsi pada ibu akseptor KB hormonal. Metode kuantitatif, menggunakan metode Pre-Eksperimen dengan pendekatan desain one group pretest-posttest. Menggunakan teknik sampling non probabilitas, yaitu pengambilan sampel dari populasi dengan pertimbangan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti sebanyak 10 orang ibu akseptor KB hormonal yang mengalami jerawat sedang. Hasil penelitian dari analisis rata – rata derajat jerawat sebelum di berikan facial wajah adalah 26.30, sedangkan rata – rata derajat jerawat sesudah diberikan facial wajah adalah 10.60. hal ini menunjukkan mean posttest lebih kecil dari mean pretest. Berdasarkan hasil uji statistik T-Dependent didapatkan p-value (0.000) < 0.05 yang artinya ada pengaruh antara pemberian facial wajah terhadap efek samping (jerawat) penggunaan kontrasepsi pada ibu akseptor KB hormonal di Desa Rambah Samo Barat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bahwa dengan melakukan facial wajah dapat mengurangi efek samping (jerawat) penggunaan kontrasepsi pada akseptor KB hormonal di Desa Rambah Samo Barat
GAMBARAN GAMBARAN KEPATUHAN TENTANG PENGISIAN LEMBAR KONTROL MINUM TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL OLEH PENDAMPING: KEPATUHAN TENTANG PENGISIAN LEMBAR KONTROL MINUM TABLET TAMBAH DARAH PADA IBU HAMIL OLEH PENDAMPING
Anemia pada ibu hamil beresiko meningkatkan komplikasi kehamilan dan persalinan. Pencegahan anemia pada ibu hamil dipengaruhi oleh kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, yang dapat dipantau melalui lembar kontrol minum tablet tambah darah. Pendamping berperan penting dalam pengawasan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil serta pengisian lembar kontrol minum tablet tambah darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengisian lembar kontrol minum tablet tambah darah pada ibu hamil oleh pendamping di Puskesmas Buleleng II pada bulan April 2025, menggunakan desain penelitian deskriptif observasional. Dengan jumlah sampel 76 responden pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling diperoleh dari data primer melalui form instrument penelitian dan dokumentasi buku KIA, dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak (53,9%) pengisian lembar kontrol minum tablet tambah darah di mulai pada usia kehamilan triwulan I dan sebagian besar (68,4%) pendamping tidak lengkap mengisi lembar tablet tambah darah. Dapat disimpulkan waktu mulai pengisian lembar tablet tambah darah belum sesuai program yang di harapkan dan peran aktif pendamping dalam mengisi lembar tablet tambah darah masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan