Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1713 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS DAUN KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays Saccharata Sturt L)
Jagung manis pada tanaman pangan yang menduduki urutan ketiga setelah gandum dan padi. Di Indonesia jagung manis merupakan makanan pokok kedua setelah padi. Permintaan konsumen terhadap jagung manis dari tahun ke tahun terus meningkat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas jagung manis bisa dengan berbagai cara salah satunya dengan cara meningkatkan kesuburan tanah melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos daun kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman jagung ( Zea Mays Saccharata Sturt L) dan mendapatkan dosis kompos yang optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Pasir Pangaraian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari satu faktor dengan 5 perlakuan P0: Tanpa pemberian Kompos Daun Kelapa Sawit, P1: Kompos Daun Kelapa Sawit 75 g/polybag (15ton/ha), P2: Kompos Daun Kelapa Sawit 100 g/polybag (20 ton/ha), P3:Kompos Daun Kelapa Sawit 125 g/polybag (25 ton/ha), P4: Kompos Daun Kelapa Sawit 150 g/polybag (30 ton/ha). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol dan bobot tongkol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kompos daun kelapa sawit tidak berbeda nyata terhadap parameter pengamatan tinggi tanamanan, jumlah daun, panjang tongkol. Namun berbeda nyata pada parameter pengamatan bobot tongkol dengan perlakuan 150 gram/polybag (P4) memberikan hasil terbaik yaitu 267,11 gra
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER PAYUDARA TERHADAP MINAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN SADARI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENEBEL II
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu metode deteksi dini kanker payudara yang efektif dan mudah dilakukan, namun tingkat pelaksanaannya masih rendah, terutama di kalangan wanita usia subur (WUS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kanker payudara terhadap minat melakukan pemeriksaan SADARI pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Penebel II pada bulan Februari sampai Maret 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan jumlah besar sampling menggunakan rumus analitik korelasi didapatkan sejumlah 51 responden WUS terlibat yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup (56,9%), minat tinggi untuk melakukan SADARI (51%) . Uji statistik Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kanker payudara dengan minat melakukan SADARI (p < 0,001), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,691 yang menunjukkan hubungan positif yang kuat. Disarankan agar institusi kesehatan meningkatkan edukasi secara berkelanjutan guna mendorong minat WUS dalam melakukan SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudar
HUBUNGAN HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMKN 2 SINGARAJA: PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMKN 2 SINGARAJA
Anemia merupakan masalah kesehatan umum di kalangan remaja putri yang mempengaruhi kesehatan, perkembangan fisik, dan kemampuan belajar. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan zat besi, sehingga pemerintah menganjurkan konsumsi tablet tambah darah secara rutin. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMK Negeri 2 Singaraja, melibatkan 59 siswi kelas X. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, dengan penelitian dilaksanakan pada 8 Mei 2025. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (39%) hingga baik (35,6%), sedangkan 25,4% memiliki pengetahuan rendah. Namun, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah tergolong rendah, dengan 59,3% responden dalam kategori rendah, 23,7% sedang, dan 16,9% tinggi. Hasil uji Rank Spearman didapat nilai p: 0,305(>0,05). Simpulan penelitian: tidak ada hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMKN 2 Singaraja tahun 2025. Saran yang dapat diberikan Diharapkan agar pihak sekolah melakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif mengenai pentingnya pencegahan anemia dan konsumsi tablet tambah dara
PERBEDAAN TINGKAT INTENSITAS NYERI HAID PRIMER SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT PADA REMAJA PUTRI
Pubertas pada remaja putri ditandai perubahan fisik dan hormonal, termasuk menstruasi yang sering disertai nyeri. Nyeri haid dapat mengganggu proses belajar, menurunkan semangat, mempersulit konsentrasi, hingga menyebabkan materi pelajaran sulit dipahami secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis intensitas nyeri haid primer sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Besar sampel yang terlibat adalah 30 responden, yang dipilih dengan cara yang memberi kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi bagian dari sampel (cluster random sampling). Data dikumpulkan dengan menggunakan metode Skala Penilaian Numerik (NRS) didapatkan pretest dengan skor median (5), minimum (3), maksimum (6), didapatkan hasil posttest hari pertama dan kedua dengan skor median (3,2). Untuk analisis bivariat, digunakan uji Wilcoxon, yang menunjukkan hasil nilai p sebesar 0,000 (α < 0,05) dengan nilai Z sebesar - 5.002. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat pada remaja putri. Diharapkan remaja, khususnya perempuan dapat menjadikan kompres hangat sebagai salah satu alternatif non-obat dalam mengurangi nyeri menstruasi yang mereka alami
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMANFAATAN LIMBAH DAUN NANAS DENGAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI RIMBO PANJANG
Limbah daun nanas merupakan limbah pertanian yang masih sering dibuang atau dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal, limbah daun nanas memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan limbah daun nanas terhadap peningkatan pengetahuan ibu, perubahan perilaku pengelolaan sampah organik, serta hubungan antara pengetahuan dan perilaku pengelolaan sampah organik di Desa Rimbo Panjang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 49 ibu yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Perolehan data dilakukan dengan kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan ibu tentang pemanfaatan limbah daun nanas. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan ditelaah menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan dari 49 responden, 25 ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemanfaatan limbah daun nanas, dengan 5 orang (16,7%) memperlihatkan perilaku pengelolaan sampah organik yang negatif. Sementara itu, dari 13 ibu yang memiliki pengetahuan kurang, hanya 6 orang (31,6%) yang menunjukkan perilaku pencegahan yang positif. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan perilaku pengelolaan sampah organik dengan p-value 0,000. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengetahuan ibu berperan penting dalam membentuk perilaku pengelolaan sampah organik
Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pondasi Spun Pile Dengan Bore Pile Pada Proyek Konstruksi
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya dan waaktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan pondasi spun pile dengan pondasi bore pile. Dengan tujuan untuk mengetahui apakah biaya dan waktu pelaksanaan yang direncanakan memiliki efisiensi yang sama atau tidak. Penelitian ini membahas perbandingan pondasi spun pile dan bore pile pada pile cap 1 dengan asumsi menerima beban yang sama.
Peran pondasi pada pembangunan struktur awal gedung sangat penting. Pemilihan jenis pondasi yang sesuai akan melancarkan proses pekerjaan, sehingga diperlukan perencanaan yang baik, meliputi biaya dan waktu pelaksanaan. Pondasi yang dijadikan alternatif adalah pondasi dalam, yaitu pondasi spun pile dan pondasi bore pile. Penelitian ini menganalisis untuk 1 pile cap dengan 9 titik pondasi dalam dengan kedalaman 48 m.
Penelitian ini menyimpulkan bahwaa berdasarkan analisis biaya dan waktu pelaksaanaan pondasi spun pile dan bore pile yang diteliti, maka hasil dari analisi waktu untuk pondasi spun pile membutuhkan waktu 10 hari dan pondasi bore pile membutuhkan waktu 20 hari. Berdasarkan analisis biaya, pondasi spun pile membutuhkan biaya sebesar Rp 572,761,000.00 sedangkan pondasi bore pile sebesar Rp 688,059,000.00. Pondasi tiang pancang type Spun Pile lebih efisien diterapkan pada Proyek Pembangunan Gardu Unduk Tegangan Tinggi 500/ 275 KV Perawang dibandingkan dengan pondasi bore pile
Analisis Mutu Beton Plat Injak (OPRIT) Jembatan Sei Bukit Juragan Pada Ruas Jalan Kota Lama - Muara Dilam
Beton adalah suatu material yang secara harfiah merupakan bentuk dasar dari kehidupan sosial modern. Hampir pada setiap aspek kegiatan sehari-hari kita bergantung pada beton baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya jalan dan jembatan yang kita lewati strukturnya terbuat dari beton. Pada tahun anggaran 2024 Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hulu melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan Sei. Bukit Juragan pada ruas jalan Kota Lama – Muara Dilam yang dilaksanakan oleh CV. Serdang Indah, dimana pembangunan tersebut melaksanakan pekerjaan plat injak pada oprit jembatan. Berdasarkan kontrak pekerjaaan yang disepakati plat injak jembatan menggunakan mutu beton fc’ 20 Mpa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ke kesesuaian hasil pekerjaan beton dengan job mix design yang telah dibuat dan disepakati dalam kontrak. Kemudian diketahui berdasarkan Kuat tekan beton pada sampel I dengan umur beton 33 hari diperoleh nilai sebesar 55,55 Mpa, Kuat tekan beton pada sampel II dengan umur beton 33 diperoleh nilai sebesar 49,55 Mpa, Kuat tekan beton pada sampel III dengan umur beton 28 diperoleh nilai sebesar 30,88 Mpa dan Kuat tekan beton pada sampel IV dengan umur beton 28 diperoleh nilai sebesar 28,00 Mpa. Hasil pengujian dibandingkan dengan kuat tekan yang direncanakan atau ditargetkan. Jika hasil pengujian lebih tinggi dari target, ini menunjukkan bahwa beton memenuhi persyaratan dan bahkan mungkin memiliki kelebihan kekuata
Analisis Nilai California Bearing Ratio (CBR) Pada Ruas Jalan Boter Pasir Pengaraian
Tanah dasar merupakan material yang sangat berpengaruh dan berperan penting dalam pembangunan konstruksi, dengan hal ini diperlukan tanah yang stabil agar memiliki nilai daya dukung yang tinggi untuk menahan beban lalu lintas yang berada di atasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik tanah yang ada di Jalan Boter Pasir Pengaraian serta mengetahui nilai California Bearing Ratio (CBR) di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanah subgrade pada 6 titik Lokasi pengambilan sampel berdasarkan AASHTO termasuk kelompok A – 6 dengan jenis tanah berlempung dan bedasarkan USCS termasuk dalam kelompok SC yaitu pasir lempung, campuran pasir-lempung. Nilai CBR laboratorium titik 1 sebesar 7,50%, titik 2 sebesar 10,09%, titik 3 sebesar 9,57% titik 4 sebesar 13,37%, titik 5 sebesar 6,31% dan titik 6 sebesar 6,63%. Hasil ini menunjukan bahwa nilai CBR tersebut berdasarkan AASHTO dan SNI 1744:2012 termasuk kategori cukup – baik sebagai bahan subgrade
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan Berbasis WEB Pada CV. Bina Mutu Teknotama Digital
Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan berbasis WEB pada CV. Bina Mutu Teknotama Digital dikembangkan untuk mengatasi kelemahan proses pencatatan manual yang lambat dan rawan kesalahan. Dengan menerapkan metode pengembangan Waterfall serta memanfaatkan teknologi PHP dan MySQL, sistem ini mampu mengintegrasikan berbagai fungsi utama seperti pengelolaan data barang, pelanggan, pemasok, transaksi pembelian dan penjualan, hingga pembuatan laporan keuangan. Pengujian menggunakan metode Blackbox dan User Acceptance Test (UAT) menghasilkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 95,56%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dibangun efisien, mudah dioperasikan, dan memberikan manfaat praktis bagi perusahaan, terutama dalam meningkatkan ketepatan data serta mempercepat proses pelaporan keuanga
Sistem Informasi Geografis Penentuan Rute Terpendek Pengantaran Barang
Sektor transportasi dan logistik mengalami transformasi digital yang mendorong adopsi teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk optimasi rute pengiriman. PT Pos Indonesia, khususnya Kantor Pos Wlingi, menghadapi tantangan penentuan rute manual yang menyebabkan inefisiensi operasional dengan cakupan wilayah 66,36 km² dan volume pengiriman 50 barang per hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi geografis berbasis algoritma Ant Colony Optimization untuk menentukan rute pengiriman barang optimal di Kantor Pos Wlingi. Metode penelitian menggunakan Research and Development dengan model Rapid Application Development melalui empat tahap: Requirements Planning, User Design, Construction, dan Cutover. Populasi meliputi stakeholder Kantor Pos Wlingi dengan sampel tiga responden menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur, dan kuesioner skala Likert, dianalisis menggunakan triangulasi dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan algoritma ACO menghasilkan rute 34,77 km dengan waktu 70 menit, lebih efisien dibanding rute manual 40,2 km dalam 74 menit, dengan penghematan jarak 13,5% dan waktu 5,4%. Pengujian fungsionalitas mencapai keberhasilan 100% dan penerimaan pengguna 84,16% kategori sangat valid. Sistem ini terbukti efektif mengoptimalkan distribusi barang dan mendukung transformasi digital operasional kantor pos