Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1713 research outputs found
Sort by
PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PABRIK TAHU DI KECAMATAN UJUNG BATU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada pabrik tahu di Kecamatan Ujung Batu. Kinerja karyawan menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan perusahaan, di mana motivasi dan lingkungan kerja berperan sebagai dua faktor utama yang dapat mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang merupakan karyawan pabrik tahu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dari 10 pabrik tahu di wilayah tersebut, dengan teknik sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik motivasi kerja maupun lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Dengan demikian, peningkatan motivasi serta perbaikan lingkungan kerja dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen pabrik tahu untuk lebih memperhatikan aspek internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja sumber daya manusia
ANALISIS SISTEM PENGHARGAAN DAN INSENTIF TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA TOKO ROTI ROTTE BAKERY PASIR PANGARAIAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem penghargaan dan insentif terhadap motivasi kerja karyawan pada Roti Rotte Bakery cabang Pasir Pangaraian. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya gejala penurunan motivasi kerja karyawan, seperti tingkat kehadiran yang fluktuatif, produktivitas yang belum optimal, serta ketidakpuasan terhadap sistem penghargaan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri dari leader produksi, leader penjualan, serta anggota karyawan sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penghargaan yang diterapkan terdiri dari penghargaan finansial (gaji pokok, bonus) dan non-finansial (pengakuan, pelatihan, kepercayaan memimpin). Penghargaan non-finansial terbukti meningkatkan motivasi intrinsik, sedangkan penghargaan finansial dianggap belum konsisten dalam penerapannya. Selain itu, insentif berupa tambahan lembur, reward bulanan, dan pelatihan luar kota juga berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan, namun belum sepenuhnya merata dalam penyebarannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem penghargaan dan insentif memiliki dampak signifikan terhadap motivasi kerja, dengan catatan perlu adanya transparansi, keadilan, dan evaluasi berkelanjutan. Rekomendasi ditujukan pada penguatan sistem berbasis kinerja, keterbukaan dalam penilaian, serta pemberian penghargaan yang seimbang antara aspek finansial dan non-finansial
PENGARUH HUBUNGAN SOSIAL ANTAR MANUSIA DAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN PT EKA DURA KECAMATAN KUNTO DARUSSALAM
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hubungan sosial antar manusia dan lingkungan kerja fisik terhadap etos kerja karyawan PT Eka Dura Kecamatan Kunto Darussalam. Populasi dalam penelitian ini karyawan PT Eka Dura Kecamatan Kunto Darussalam dengan sampel sebanyak 100 responden melalui teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji instrumen penelitian, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh variabel hubungan sosial antar manusia dan lingkungan kerja fisik terhadap etos kerja dengan t hitung (13,616, 12,424) dengan taraf signifikansi (0,000, 0,002). Uji simultan menunjukkan bahwa hubungan sosial antar manusia dan lingkungan kerja fisik memiliki pengaruh terhadap etos kerja dengan nilai Fhitung (131,031 > 3,09). Kesimpulan penelitian ini adalah secara parsial dan simultan ditemukannya pengaruh hubungan sosial antar manusia dan lingkungan kerja fisik terhadap etos kerja
ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN MANAJEMEN KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA DI BIDANG PANGAN (STUDI KASUS : MASYARAKAT TAMBUSAI)
Minat masyarakat untuk berwirausaha di bidang pangan terus meningkat, namun tidak diiringi dengan kesiapan dalam aspek manajemen keuangan. Di Tambusai, banyak pelaku usaha pangan menghadapi kegagalan usaha karena lemahnya pengetahuan dalam merencanakan dan mengelola keuangan usaha secara efektif. Fenomena ini menunjukkan bahwa pengetahuan manajemen keuangan dapat menjadi faktor penting dalam mendorong minat berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan manajemen keuangan terhadap minat berwirausaha di bidang pangan pada masyarakat Tambusai. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 67 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Uji instrumen dilakukan melalui validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan manajemen keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,000 (< 0,05) dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,489 menunjukkan bahwa pengetahuan manajemen keuangan memberikan kontribusi sebesar 48,9% terhadap variabel minat berwirausaha. Dengan demikian, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap aspek keuangan seperti perencanaan, pencatatan, dan pengelolaan risiko usaha dapat mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di sektor pangan
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (STUDI KASUS DEALER HONDA CV. KARISMA JAYA DI PASIR PENGARAIAN)
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh Komunikasi Interpersonal Dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpersonal Dan Kualitas Pelayanan (X). Sedangkan variabel dependen adalah Kepuasan Konsumen (Y). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 100 responden konsumen Dealer Honda CV. Karisma Jaya Di Pasir Pengaraian. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software komputer SPSS 25 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Komunikasi Interpersonal dan Kualitas Pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen. Hasil uji koefisien determinasi menujukkan bahwa Adjusted R Square 0,612 artinya Daya Saing dapat dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel komunikasi interpersonal dan kualitas pelayanan
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, INTELEKTUAL, SOSIAL DAN SPIRITUAL TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PEGAWAI KANTOR CAMAT UJUNG BATU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial dan kecerdasan spritual terhadap komitmen organisasi pegawai kantor Camat Ujung Batu. Populasi penelitian ini adalah s pegawai kantor Camat Ujung Batu. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sejumlah 34 responden. Variabel bebas dalam penelitian ini kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial dan kecerdasan spritual dan variabel terikat komitmen organisasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner dan penelitian kepustakaan. Uji keandalan instrument meliputi uji validitas dan uji realibilitas, uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji multikolonieritas dan uji heteroskedastisitas. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS diperoleh persamaan regresi Y = 4,120 + 0,702X1 + 0,614X2 + 0, 331X3+ 0,786X4 + e. Secara parsial, diperoleh t-hitung kecerdasan emosional 5,873, kecerdasan intelektual 5,429, kecerdasan sosial 3,067 dan kecerdasan spritual 3,840. Secara simultan, diperoleh F-hitung 29,287. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,4% komitmen orgnisasi dipengaruhi oleh kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial dan kecerdasan spritual, sedangkan sisanya 22,6 dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan hasil pengujian secara parsial maupun simultan kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial dan kecerdasan spritual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi
PENERAPAN RELAKSASI AUTOGENIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH
Instability of blood glucose levels is one of the signs that appears in patients with type 2 diabetes mellitus. The incidence of type 2 diabetes mellitus is increasing from year to year. This has an impact on uncontrolled blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients. To describe care for type 2 diabetes mellitus patients with the problem of unstable blood glucose levels by providing autogenic relaxation. This scientific writing method uses a case study with a descriptive design. The respondent in this paper is 1 patient with a medical diagnosis of DM pedis dextra abscess in the Dahlia room at RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Nursing care is carried out for 4 days of treatment. The results showed that after being given treatment, especially autogenic relaxation, for 4 days, patients with unstable blood glucose levels experienced a decrease in blood glucose levels. After treatment for 4 days, providing autogenic relaxation can reduce blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Autogenic relaxation still needs to be given to patients with type 2 diabetes mellitus to maintain and reduce blood glucose levels independentl
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI PUNGGUNG BAWAH IBU HAMIL TRIMESTER III YANG DIBERIKAN GYM BALL
Pain management in maternity care can use various methods, namely pharmacological and non-pharmacological. Counterpressure massage techniques can activate endhorphin compounds so that the transmission of pain messages can be inhibited, which can lead to a decrease in pain intensity. Aromatherapy molecules stimulate the limbic system which can reduce anxiety that leads to pain because there is a direct relationship between pain and anxiety. The aim of this study was to determine the difference in pain intensity in mothers during the first active phase of labor before and after being given a combination of counterpressure massage with lavender aromatherapy. This research design was a pre-experimental one group pre-test and post-test design approach carried out at the Wangaya Denpasar Regional Hospital in March-April 2024. The sample size was 35 people, data was collected using the Wong-Baker Faces Pain Rating Scale observation sheet. The normality test used was the Shapiro-Wilk test because the data was not normally distributed, then the next hypothesis test was carried out by the wilcoxon test with a sig (2-tailed) value = 0.000 < 0.05, so the hypothesis could be accepted, which means there is a difference in the intensity of pain in mothers giving birth. stage I active phase. The conclusion is that combination counterpressure massage therapy with lavender aromatherapy can reduce pain intensity. Midwives can use non-pharmacological methods to reduce the pain level of mothers in labor, such as counterpressure massage with lavender aromatherap
SARI KACANG MERAH LEBIH EFEKTIF MENINGKATKAN KADAR HB REMAJA DIBANDING SARI KACANG HIJAU
Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul karena kekurangan zat besi sehingga pembentukan sel-sel darah merah dan fungsi lain dalam tubuh terganggu.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan sari kacang merah dan sari kacang hijau pada remaja.
Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain two Group Pretest-Posttest Design.. Jumlah populasi 70 remaja putri usia 15-17 tahun di Brondong Lamongan, Teknik sampling purposive sampling jumlah sampel 20 responden pada kelompok sari kacang merah dan 20 responden pada kelompok sari kacang hijau. Uji analisa data independent t-test
Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberian pada kelompok sari kacang hijau dan sari kacang merah sama – sama menunjukkan kadar heboglobin yang sama yakni sebesar 12 g/dl. Kenaikan kadar Hb terjadi setelah diberikan intevensi pada kelompok sari kacang merah kadar Hb 13,7 g/dl dan kelompok sari kacang hijau kadar Hb 13,3 g/dl
Ada perbedaan kadar hemoglobin setelah intervensi pada kelompok sari kacang merah 0,63 g/dl dan kelompok sari kacang hijau yaitu 0,35 gr/dl artinya sari kacang merah dan kacang hijau sama sama berpengaruh meningkatkan kadar Hb namun hasil analisis menggunakan uji independent t-test diperoleh nilai p = 0,026 artinya sari kacang merah lebih efektif untuk meningkatkan kadar Hb remaja. Disarankan bagi remaja putri mengkonsumsi sari kacang merah untuk meningkatkan kadar Hb terutama saat menstruas
Analisis Pendapatan Dan Strategi Pengembangan Usaha Produksi Tahu Di Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usaha tahu, menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang terdapat pada pengembangan usaha tahu dan merumuskan strategi pengembangan usaha tahu di Desa Mahato. Metode sensus digunakan untuk pengambilan sampel diperoleh sampel sebanyak 3 sampel yaitu usaha produksi tahu milik Pak Adi Saputra, usaha produksi tahu milik Pak Misdi, dan usaha produksi tahu milik Pak Asrul Adam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha produksi tahu memiliki rata-rata biaya total dalam waktu sebulan adalah sebesar Rp. 17.793.972/bulan dengan biaya implsit Rp. 384.972/bulan dan biaya eksplisit Rp. 17.409.000/bulan. Rata-rata penerimaan berjumlah Rp. 21.280.000/bulan. Rata-rata pendapatan usaha berjumlah Rp. 3.871.000/bulan. Sedangkan rata-rata keuntungan berjumlah Rp. 3.486.028/bulan. Kekuatan yang terdapat pada pengembangan usaha tahu adalah produk tidak menggunakan bahan pengawet, karyawan sudah berpengalaman, proses produksi menggunakan teknologi uap dan memiliki ketersediaan bahan baku. Kelemahan adalah perencanaan pengembangan usaha kurang maksimal, kemampuan dalam memperluas pangsa pasar sangat rendah, kurangnya promosi (sosial media), belum ada standar ukuran produk tahu, tidak memiliki label usaha. Â Peluang yang terdapat pada pengembangan usaha tahu adalah banyaknya produk olahan dengan bahan dasar tahu, bertambahnya jumlah penduduk, kesadaran akan gaya hidup sehat dan perkembangan teknologi yang maju. Ancaman adalah banyaknya pengusaha menjual produk yang sejenis, munculnya varian produk tahu dari pesaing, semakin menipisnya pasokan kayu sebagai bahan bakar, meningkatnya harga kacang kedelai dan turunnya harga barang subtitusi tahu. Hasil Analisis matrik SWOT adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, menggunakan sosial media sebagai media promosi untuk menambah jumlah konsumen, memperluas pangsa pasar dengan melakukan promosi di sosial media, konsisten dengan ukuran produk dengan memanfaatkan teknologi dan pemotongan produk, meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya, menciptakan varian produk tahu tanpa bahan pengawet dan membuat ukuran produk serta dengan varian yang beranekaragam