Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
    1079 research outputs found

    ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN, DAN R/C PADA USAHATANI JAGUNG (Survey di Kawasan Agropolitan Kabupaten Ciamis)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya: (1) Biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani jagung di Kawasan Agropolitan Kabupaten Ciamis, dan (2) R/C usahatani jagung di Kawasan Agropolitan Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey di Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis yang dipilih secara sengaja sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan memiliki produktivitas tertinggi dan lahan usahatani jagung terluas jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang ada di kawasan agropolitan Kabupaten Ciamis. Ukuran sampel sebanyak 94 petani yang diambil dari populasi sebanyak 1.545 dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Biaya total Rp14.057.16,22; penerimaan  Rp32.113.414,99; dan pendapatan Rp18.056.247,77; dan (2) R/C 2,28, yang menunjukkan bahwa usahatani jagung tersebut layak untuk diusahakan

    ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA TAMBAK IKAN BANDENG SEMI INTENSIF DAN ESTIMASI NILAI EKONOMINYA DI KECAMATAN TIRTAJAYA KABUPATEN KARAWANG

    Get PDF
    Budidaya tambak ikan bandeng adalah usahatani yang banyak diusahakan oleh masyarakat di Kecamatan Tirtajaya. Pelaksanaan budidaya tambak ikan bandeng di Kecamatan Tirtajaya belum optimal dikarenakan produktivitas tambak ikan bandeng yang masih rendah. Kecamatan Tirtajaya menempati urutan kedua luas areal tambak yang telah dimanfaatkan seluas 2.845,30 ha dengan produktivitas sebesar 810,944 ton/ha lebih rendah dibandingkan dengan Kecamatan Pakisjaya yang menempati urutan ketiga seluas 2.049,60 ha dengan produktivitas 2.252,61 ton/ha dan Kecamatan Batujaya yang menempati urutan keempat seluas 1.587,20 ha dengan produktivitas 2.288,24 ton/ha. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis rata-rata biaya, penerimaan, pendapatan, kelayakan, serta mengestimasi manfaat nilai ekonomi area yang membudidayakan ikan bandeng di Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang. Metodologi yang dipakai adalah pendapatan usahatani, R/C Ratio, BEP penerimaan, BEP produksi, BEP harga, serta pendekatan surplus produsen. Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil data pada penelitian berupa data primer dan sekunder. Responden penelitian sebanyak 44 petambak yang ditentukan berdasarkan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan usahatani tambak ikan bandeng di Kecamatan Tirtajaya dengan luas tanam sebesar 1 ha dinilai berpotensi secara ekonomi. Rata-rata biaya variabel sebesar Rp 7.379.436,00/ha/musim, rata-rata biaya tetap sebesar Rp 6.432.127,00/ha/musim, rata-rata penerimaan usahatani sebesar Rp 20.908.177,00/ha/musim, dan rata-rata pendapatan usahatani sebesar Rp 7.096.614,00/ha/musim, rata-rata nilai R/C ratio 1,51, rata-rata BEP produksi 456 kg, rata-rata BEP penerimaan Rp 9.940.619,00, rata-rata BEP harga Rp 14.387,00/kg. Surplus produsen yang didapatkan petambak semi intensif sebesar Rp 7.096.614,00/ha/musim dan total nilai ekonomi kawasan budidaya tambak ikan bandeng semi intensif di Kecamatan Tirtajaya mencapai Rp 3.176.444.410,00/musim

    PENGARUH FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PRODUKSI IKAN BANDENG DI KECAMATAN TIRTAJAYA KABUPATEN KARAWANG

    No full text
    Ikan bandeng termasuk jenis ikan plagiasi yang menjadidisukai masyarakat dan hingga saat ini masih banyakdibudidayakan. Kecamatan Tirtajaya menjadi salah satupusat wilayah penghasil ikan bandeng di provinsi JawaBarat.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruhluas tambak, tenaga kerja, nener, pupuk, pestisida, pakandan dummy teknologi secara bersamaan dan individuterhadap produksi ikan bandeng. Data primer dan sekunderuntuk penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakanmetode survei dan metodologi kuantitatif. Metodepenentuan sampel menggunakan teknik random sampling. Analisis data pada penelitian ini yaitu Analisis RegresiLinier Berganda dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) variabel luas tambak, tenaga kerja, nener, pupuk, pestisida, pakan dan dummy teknologi secara bersamaan mempunyai pengaruh terhadapvariabel produksi ikan bandeng, dan 2) variabel luas tambakdan nener secara individu mempunyai pengaruh terhadapproduksi ikan bandeng, sedangkan variabel tenaga kerja, pupuk, petisida, pakan dan dummy teknologi secara individutidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabelproduksi ikan bandeng

    PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP KEBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (Studi Kasus pada Kelompok Wanita Tani Sumber Rejeki di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap)

    Get PDF
    Masih banyaknya petani maupun masyarakat yang menganggap kegiatan penyuluhan itu tidak penting sehingga diperlukannya pemberdayaan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dengan harapan dapat meningkatkan kualitas petani itu sendiri. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian terhadap keberdayaan kelompok wanita tani sumber rejeki, tingkat keberdayaan kelompok wanita tani sumber rejeki dan hubungan antara peran penyuluh pertanian terhadap keberdayaan kelompok wanita tani. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode studi kasus pada kelompok wanita tani sumber rejeki yang diambil dengan sampling jenuh (sensus). Hasil penelitian ini menunjukan peran penyuluh pertanian sebagai inisiator, fasilitator, motivator, organisator dan dinamisator yaitu 85,4% yang artinya memiliki peran yang sangat tinggi, sedangkan untuk tingkat keberdayaan kelompok wanita tani yaitu 82% berarti tingkat keberdayaan kelompok wanita tani sangat tinggi dan untuk hubungan antara peran penyuluh pertanian dengan keberdayaan kelompok wanita tani yakni peran penyuluh inisiator,fasilitator, motivator, organisator dan dinamisator memiliki hubungan terhadap keberdayaan kelompok wanita tani sumber rejeki, sehingga menunjukan semakin tinggi peran penyuluh pertanian maka semakin tinggi pula keberdayaan kelompok wanita tani

    ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONFLIK DENGAN INTENSITAS KONFLIK EMERGING DALAM KONFLIK LAHAN PERKEBUNAN ANTARA MASYARAKAT DESA KOTO AMAN DENGAN PT. SEKAR BUMI ALAM LESTARI

    Get PDF
    Konflik lahan perkebunan antara masyarakat Desa Koto Aman dengan PT. Sekar Bumi Alam Lestari berawal dari pihak masyarakat yang menyatakan bahwa lahan perkebunan kelapa sawit seluas ±1.500 hektar yang masuk kedalam HGU perusahaan merupakan milik masyarakat. Masyarakat menuntut pembatalan sertifikat HGU atau perusahaan melakukan ganti rugi secara keseluruhan terhadap lahan masyarakat yang masuk kedalam HGU perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab konflik dan menganalisis hubungan faktor-faktor penyebab konflik dengan intensitas konflik emerging yang terjadi antara masyarakat Desa Koto Aman dengan PT. Sekar Bumi Alam Lestari. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang masyarakat yang diambil secara Purposive Sampling. Penelitian ini diukur secara kuantitatif dengan menggunakan alat analisis berupa analisis skala likert dan analisis Uji Korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil uji korelasi Rank Spearman aspek penyebab konflik dengan skor tinggi memiliki nilai yang signifikan yaitu aspek imbalan tidak layak, aspek perbedaan pendapat, aspek keterbatasan sumber, dan aspek kebutuhan

    ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR KONSUMEN TERHADAP DAGING SAPI DI KABUPATEN TUBAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen, mengestimasi nilai WTP konsumen, dan menganalisis faktor yang memengaruhi WTP konsumen terhadap daging sapi. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2022 di Kabupaten Tuban, jumlah responden 40 orang yang dipilih menggunakan Simple Random Sampling. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisis deskriptif, CVM, dan analisis regresi logistik. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara bersama responden, dan data sekunder diperoleh dari Badan Standarisasi Nasional dan BPS Tuban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berusia 31-45 tahun, jumlah keluarga 4 orang, bekerja mengurus rumah tangga, pendapatan 3-4 juta/bulan, pendidikan terakhir SMA/Sederajat, membeli  1 kali/minggu, dan tempat tinggal dekat pasar. Estimasi nilai WTP daging sapi kelas 1 -2,25% lebih, kelas 20,69% lebih tinggi, kelas 3 1,49% lebih tinggi dari haga awal dengan. Uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel kualitas tidak berpengaruh signifikan, sedangkan variabel pendapatan, harga, dan jarak berpengaruh signifikan terhadap WTP konsumen

    KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA TANI PADI BERBASIS PROPORSI PENGELUARAN PANGAN, AKE DESA BEJI, KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Get PDF
    Ketahanan pangan rumah tangga dalam penelitian ini berdasarkan pada proporsi pengeluaran pangan dan konsumsi energi yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Penelitian ini difokuskan pada rumah tangga tani padi yang terdiri dari rumah tangga petani, petani gurem, dan buruh tani di Desa Beji. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi ketahanan pangan rumah tangga tani padi dilihat dari proporsi pengeluaran pangan dan konsumsi energi. Metode pengumpulan yang digunakan dengan pengisian recall 24 jam yang dilakukan oleh rumah tangga responden. Analisis yang digunakan yaitu menggunakan proporsi pengeluaran pangan, tingkat kecukupan energi, serta pengukuran derajat dua indikator silang penentuan tingkat ketahanan pangan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan rata – rata pengeluaran pangan rumah tangga tani padi di Desa Beji sebesar Rp 535.015 (52,43%) serta rata – rata pengeluaran non pangan sebesar Rp 485.400 (47,57%), rata – rata tingkat kecukupan energinya sebesar 48,76% dan tingkat kecukupan protein sebesar 55,66%, dimana keduanya termasuk kategori defisit tingkat ketahanan pangan rumah tangga tani padi yang termasuk kategori rawan pangan berjumlah 7 rumah tangga, sedangkan kurang pangan berjumlah 6 rumah tangga. Tingkat ketahanan pangan terbanyak yaitu rawan pangan seharusnya diiringi adanya peningkatan pendapatan dari rumah tangga yang dibantu oleh istri petani yang ikut bekerja

    HUBUNGAN EFEKTIVITAS DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI DENGAN PENERAPANNYA PADA USAHATANI MENDONG

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas distribusi pupuk bersubsidi yang mengacu pada prinsip empat tepat (tepat harga, tepat jumlah, tepat tempat, dan tepat waktu), untuk mengetahui penerapan pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh petani mendong dan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas distribusi pupuk bersubsidi dengan penerapan pupuk bersubsidi. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Penelitian dilakukan di Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Analisis Deskriptif kualitatif untuk menjawab tujuan pertama dan kedua, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas distribusi pupuk bersubsidi dengan penerapan pupuk bersubsidi pada usahatani mendong secara simultan menggunakan uji Konkordansi Kendall W dan pengujian secara parsial digunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menujukkan bahwa 1) Variabel distribusi pupuk bersubsidi masuk dalam kategori efektif. Indikator tepat harga termasuk pada kategori tidak efektif, serta indikator tepat jumlah, tepat tempat, dan tepat waktu termasuk pada kategori efektif, 2) Variabel penerapan pupuk bersubsidi termasuk pada kategori tepat. Indikator tepat jenis termasuk kategori tepat, tepat dosis termasuk kategori cukup tepat, tepat cara termasuk kategori tepat, dan tepat waktu termasuk kategori tepat dan 3) Terdapat hubungan secara simultan antara efektivitas distribusi pupuk bersubsidi dengan penerapan pupuk bersubsidi. Secara parsial, indikator tepat harga dan tepat tempat masing-masing tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penerapan pupuk bersubsidi. Sedangkan indikator tepat jumlah dan tepat waktu masing-masing memiliki hubungan yang signifikan dengan penerapan pupuk bersubsidi dan memiliki tingkat keeratan hubungan yang sedang

    EFISIENSI PEMASARAN KARET ANGGOTA UPPB DAN NON ANGGOTA UPPB DI KECAMATAN SENTAJO RAYA KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pemasaran karet anggota UPPB dan non anggota UPPB dengan menganalisis saluran pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran dan farmer share di Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode survei yaitu dengan melakukan wawancara langsung kepada petani. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara pusposive sampling dengan kriteria petani yang tergabung dalam anggota UPPB dan yang tidak tergabung dalam anggota UPPB. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 60 petani, dimana 30 petani anggota UPPB dan 30 petani non anggota UPPB Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 3 saluran pemasaran karet dengan dua sistem yang berbeda yaitu melalui UPPB dan non UPPB. Saluran pemasaran I melibatkan petani, Unit pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) dan pabrik. Saluran pemasaran II melibatkan petani, pedagang pengumpul dan pabrik. Saluran pemasaran III melibatkan petani, pedagang pengumpul, pedagang besar dan pabrik. Efisiensi saluran pemasaran I sebesar 2,63%, saluran pemasaran II sebesar 11,84%, dan saluran pemasaran III sebesar 18,89%. Berdasarkan hasil penelitian karet di Kecamatan Sentajo Raya saluran I dinilai lebih efisien karena diperoleh nilai efisiensi terkecil, karena semakin kecil nilai efisiensi maka pemasaran yang dilakukan semakin efisien

    STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG

    Get PDF
    Penelitian dilaksanakan di perusahaan agroindustri keripik pisang yang terletak di daerah Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agroindustri keripik pisang Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg. (2) Alternatif strategi pengembangan yang diterapkan pada agroindustri keripik pisang Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus di salah satu agroindustri keripik pisang di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive dengan wawancara terhadap 5 informan pegawai dan 6 informan konsumen. Data primer dan data sekunder yang diperoleh dianalisis menggunakan SWOT. Hasil Penelitian menujukkan bahwa : (1) Perusahaan memiliki kekuatan yang tinggi, sedangkan kelemahannya promosi masih kurang. Peluangnya memiliki pelanggan tetap, sedangkan yang menjadi ancamannya persaingan industri sejenis. (2) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri keripik pisang Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yaitu strategi S-O menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal

    1,026

    full texts

    1,079

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇