Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI DESA MUARA UWAI KECAMATAN BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR
Tanaman padi merupakan salah satu bahan pangan yang berperan cukup penting dalam perekonomian yaitu sebagai bahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari maupun sebagai mata pencaharian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi sawah dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi sawah di Desa Muara Uwai. Analisis pendapatan diperlukan untuk menggambarkan keadaan kegiatan usahatani saat ini, untuk menggambarkan status rencana atau tindakan masa depan, dan untuk membantu mengukur keberhasilan usaha yang sedang berjalan, dengan harapan pendapatan yang diperoleh petani melalui usahatani akan meningkat.. Responden yang dipilih merupakan petani yang memiliki lahan ≥ 250 m² dan lahan yang digunakan petani merupakan lahan milik sendiri dengan metode purposive sampling. Dimana jumlah sampel sebanyak 36 responden. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan asositif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi, biaya produksi, dan harga secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan petani padi sawah di Desa Muara Uwai Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TIKAR MENDONG DI DESA KAMULYAN KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
Minat buruh tikar yang kurang dan pendapatan buruh yang sedikit di Desa Kamulyan karenakan sebagain orang memilih kerja diluar kota yang penghasilannya lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan agroindustri tikar mendong di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Faktor yang menjadi peluang dan ancaman dalam pengembangan agroindustri tikar mendong di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya dan Alternatif strategi yang harus diterapkan untuk mengembangkan agroindustri tikar mendong di Desa Kamulyan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey, data yang dikumpulkan bersumber dari data primer dan data sekunder penelitian ini. Penarikan sampel yaitu menggunakan dengan sampling jenuh dengan melakukan wawancara dengan pengrajin agroindustri tikar mendong yaitu 18 pengrajin agroindustri tikar mendong. Hasil dari IFAS menunjukan bahwa nilai dari kekuatan dan kelemahan adalah 2,92. Hasil dari EFAS menunjukkan bahwa nilai dari peluang dan ancaman adalah 2,54. Matriks SWOT strategi yang harus diterapkan dalam pengembangan tikar mendong yaitu meningkatkan jumlah produksi, mempertahankan kualitas dan kuantitas tikar mendong dan meningkatkan/menggunakan sistem informasi manajemen modern promosi. Strategi terpilih QSP strategi yang terpilih dalam penelitian ini adalah harus terbuka lagi dalam inovasi baru dalam usaha tikar mendong
ANALISIS USAHA PEMBENIHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariephinus) (Studi Kasus di Pokdakan Taruna Mandiri Sejahtera Desa Nagarapageuh Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis)
Penelitian ini dilaksanakan di pokdakan Taruna Mandiri Sejahtera Desa Nagarapageuh Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada pokdakan Taruna Mandiri Sejahtera Desa Nagarapageuh Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis per satu kali proses pembenihan. 2) Besarnya nilai R/C pada pokdakan Taruna Mandiri Sejahtera Desa Nagarapageuh Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis per satu kali proses pembenihan. Penelitian ini dilakukan di Desa Nagarapageuh Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis dengan menggunakan metode studi kasus. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling pada pokdakan Taruna Mandiri Sejahtera. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Besarnya total biaya pada pokdakan Taruna Mandiri Sejahtera Desa Nagarapageuh Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Rp 10.544.420,83, besarnya penerimaan Rp 17.000.000, besarnya pendapatan Rp 6.455.579,17 dan besarnya nilai R/C 1,61 dalam satu kali proses pembenihan. Kata Kunci : Analisis, Ikan Lele, Usaha Pembenihan, Pendapatan.. ABSTRACTThis research was conducted in the pokdakan Taruna Mandiri Sejahtera, Nagarpageuh Village, Panawangan District, Ciamis Regency. This study aims to determine: 1) The amount of costs, revenues and income at the Taruna Mandiri Sejahtera pokdakan, Nagarpageuh Village, Panawangan District, Ciamis Regency per one seedling process. 2) The amount of R/C value in the pokdakan Taruna Mandiri Sejahtera, Nagarpageuh Village, Panawangan District, Ciamis Regency per one seedling process. This research was conducted in Nagarpageuh Village, Panawangan District, Ciamis Regency using the case study method. Sampling was carried out by purposive sampling at the Taruna Mandiri Sejahtera pokdakan. The results showed that: 1) The total cost of the Taruna Mandiri Sejahtera pokdakan, Nagarpageuh Village, Panawangan District, Ciamis Regency was Rp. 10,544,420.83, the amount of revenue was Rp. 17,000,000, the amount of income was Rp. 6,455,579.17 and the value of R/C 1,61 in one seedling process. Keywords : Analysis, Catfish, Hatchery Business, Incom
ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN USAHA BIBIT TANAMAN HORTIKULTURA PADA PERUSAHAAN XXX DI LAMPUNG TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga pokok produksi dan keuntungan usaha bibit tanaman hortikultura pada perusahaan XXX di Lampung Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari 2022-Maret 2022. Data pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik perusahaan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistika, lembaga terkait, publikasi, laporan-laporan dan pustaka lainnya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (a) metode variable costing dan metode full costing untuk menganalisis harga pokok produksi serta (b) metode Revenue Cost Ratio (R/C) untuk menganalisis keuntungan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi untuk produk bibit cabai, bibit terong, bibit tomat, bibit seledri, bibit loncang, dan bibit kembang kol dengan menggunakan metode variable costing maupun metode full costing lebih rendah daripada harga jual produk, sehingga perusahaan sudah memperoleh keuntungan dengan harga jual yang berlaku sekarang. Keuntungan perusahaan dalam usaha pembibitan tanaman hortikultura adalah Rp 41.294.239,98 per dua minggu dengan nilai R/C lebih dari satu, artinya usaha pembibitan tanaman hortikultura perusahaan XXX sudah menguntungkan dan layak untuk dijalankan
ANALISIS FINANSIAL KELAPA SAWIT RAKYAT
Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usahatani kelapa sawit berdasarkan NPV, Net B/C, IRR dan pada tahun keberapa modal yang diinvestasikan dapat kembali (Pay Back Period). Pada penelitian ini juga dilakukan analisis kepekaan (sensitivity Analysis) pada usahatani kelapa sawit di Desa Petalongan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan mengambil satu orang responden yang merupakan petani yang sudah berhasil dan tokoh pengembangan kelapa sawit di Desa Petalongan Kecamatan Indragiri Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Usahatani kelapa sawit di Desa Petalongan Kecamatan Kerintang Kabupaten Indragiri hilir secara finansial dinyatakan layak untuk dilanjutkan dengan nilai NPV (net present value) yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 208.225.657 , Net B/C 10,08 dan IRR 24,90 persen, 2) Lamanya waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi adalah 8 tahun 3 bulan, dan 3) Sensitivitas analisis dengan kenaikan harga pupuk sebesar 16 persen dan penurunan harga jual sawit segar sebesar 50 persen masih memberikan keuntungan, dengan demikian usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dinyatakan layak secara finansial
ANALISIS USAHATANI MENTIMUN (Cucumis Sativus L) (Studi Kasus Pada Kelompok Rumpun Warga di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis)
Petani yang melakukan usahatani mentimun pada umumnya belum menghitung besaran biaya yang di keluarkan dalam kegiatan usahataninya , oleh karena itu petani belum tahu sebenarnya keuntungan yang di peroleh dan bagaimana layak atau tidak usahatani yang di jalankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani mentimun per hektar per satu kali musim tanam di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. 2) Kelayakan usahatani mentimun per hektar per satu kali musim tanam di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu berstudi kasus di kelompok tani Rumpun Warga Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis dengan informan anggota kelompok sebanyak 12 petani. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Besarnya rata-rata biaya pada usahatani mentimun di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Rp 33.016.085,71 per hektar per satu kali musim tanam, penerimaan Rp 42.857.143 per hektar per satu kali musim tanam, yang diperoleh dari hasil panen mentimun adalah 17.143 kilogram per hektar dengan harga Rp 2.500 /kg sehingga mendapatkan pendapatan sebesar Rp 9.841.057 per hektar per satu kali musim tanam. 2) Besarnya rata-rata R/C usahatani mentimun di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis adalah 1,31 per hektar per satu kali musim tanam, sehingga usahatani mentimun di Desa Sukamukti Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis sangat layak di usahakan
ANALISIS PEMASARAN KARET RAKYAT DENGAN SISTEM KUB DAN NON-KUB DI KECAMATAN KAMPAR KABUPATEN KAMPAR
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui saluran pemasaran karet (2) menganalisis margin (3) bagian yang diterima petani (farmer’s share) karet, (4) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran karet di Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 3 saluran pemasaran karet yaitu saluran pemasaran I dari petani ke pedagang pengumpul, pedagang besar dan ke pabrik, saluran pemasaran II dari petani ke pedagang pengumpul ke pabrik, saluran pemasaran III dari petani ke Kelompok Usaha Bersama kemudian ke pabrik. Saluran pemasaran I (Non-KUB) diperoleh total total margin pemasaran yaitu Rp1.997,00/kg. Saluran pemasaran II (Non-KUB) diperoleh total margin pemasaran yaitu Rp1.759,86/kg. Saluran pemasaran III (KUB) diperoleh total margin pemasaran yaitu Rp936,95/kg. Saluran pemasaran I (Non-KUB) diperoleh farmer share sebesar 77,00 persen. Saluran pemasaran II (Non-KUB) farmer share sebesar 79,74 persen. Saluran pemasaran III (KUB) farmer share sebesar 89,21 persen. Efisiensi pemasaraan pada saluran pemasaran I (Non-KUB) sebesar 25,14 persen, saluran pemasaran II (Non-KUB) efisiensi pemasaran sebesar 18,73 persen, dan salurran pemasaran III (KUB) efisiensi pemasaran sebesar 14,66 persen
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PRODUKSI KOPI DI DESA BENJOR KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG
Penyuluhan pertanian merupakan bagian dari kebijaksanaan yang digunakan untuk mendorong pembangunan pertanian. Penyuluhan sebagai pendidik untuk meningkatkan wawasan serta mendorong semangat petani agar dapat mengelola usahatani seacara efektif, efisien dan ekonomis. Mengingat keterampilan dan pembelajaran sangat diperlukan dalam pengolahan, sehingga perlu untuk diketahui peran penyuluh pertanian terhadap petani kopi yang ada di Desa Benjor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian terhadap produksi kopi di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari data primer diperoleh melalui dari observasi langsung di tempat penelitian, pembagian kuesioner dan wawancara kepada responden. Data sekunder diperoleh dari sumber-sumber lain seperti internet, jurnal, buku, atau instansi terkait. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang tediri dari satu informan kunci, 8 informan utama dan 2 informan pendukung. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penyuluh pertanian di Desa Benjor telah berperan aktif dalam pelaksanan penyuluhan dengan berbagai metode yang menyesuaikan kondisi masyarakat petani.
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH MELALUI PENGENDALIAN OPT MEKANIK DAN KIMIAWI DI DESA PANDUNG BATA KABUPATEN ENREKANG
Masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam budidaya bawang merah adalah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yaitu hama ulat bawang (Spodoptera exigua). Pemberian pupuk kimia dapat meningkatan populasi hama tertentu. Oleh karena itu, pengendalian hama menggunakan lampu (light trap) sebagai alternatif dalam pengendalian hama ramah lingkungan, ketertarikan serangga pada warna adalah salah satu adaptasi serangga di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan pada sistem pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) mekanik dan kimiawi di Desa Pandung Batu Kabupaten Enrekang. Data diolah dengan menggunakan analisis komparatif uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata- rata pendapatan usahatani bawangan merah dengan sistem pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Mekanik sebesar Rp.115.526.733/ha sedangkan pendapatan usahatani bawang merah dengan sistem pengendalian OPT kimiawi rata-rata sebesar Rp. 119.109.549/ha. Hasil uji t menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap pendapatan usahatani bawang merah melalui pengendalian OPT secara mekanik maupun kimiawi yaitu t hitung -0,1544257 < t tabel 1,6909
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SALAK PONDOH DI KELURAHAN CIHERANG KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
Salak pondoh merupakan salah satu tanaman buah tropis yang disukai dan mempunyai prospek yang baik untuk diusahakan, namun seringkali para petani mengabaikan pembukuan dan kelayakan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani salak pondoh; dan (2) Kelayakan finansial usahatani salak pondoh berdasarkan kriteria NPV, Net B/C, Gross B/C, dan IRR. Penelitian yang dilaksanakan di Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya ini didesain secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif terhadap 12 petani responden yang diambil secara sensus (sampling jenuh). Data primer yang berhasil dikumpulkan kemudian ditabulasi dan diolah secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) besarnya rata-rata biaya investasi usahatani usahatani salak pondoh di Kelurahan Ciherang Rp 12,435,833.33,-. Rata-rata biaya operasional usahatani salak pondoh per hektar untuk tahun ke-1 sampai tahun ke-5 Rp 1.579.916,67 untuk tahun ke-6 sampai tahun ke-20 Rp. 2.311.998,33. Rata-rata penerimaan usahatani salak pondoh per hektar yaitu Rp 27.280.000,00; dan (2) Nilai rata-rata NPV Rp 39.339.937,58. Berarti responden memperoleh keuntungan pada tingkat bunga 8 persen Rp 39.339.937, 58. Nilai rata-rata Net B/C sebesar 42,99. Nilai rata-rata IRR yang diperoleh sebesar 11,68 persen, berarti tingkat bunga bank maksimum yang mampu dibayar oleh responden sebesar 11,24 persen per tahun atau lebih besar dari tingkat bunga 8 persen