Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI MINAPADI (Studi Kasus Di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani minapadi sebagai salah satu bentuk integrasi sistem pertanian dan perikanan yang diterapkan oleh petani di Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Minapadi merupakan sistem budidaya padi yang dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan dalam satu lahan sawah, yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kategori petani (pemilik-penggarap dan penggarap dengan sistem bagi hasil) memperoleh pendapatan bersih dengan nilai R/C Ratio > 1, yang berarti usahatani minapadi layak secara finansial. Pendapatan tertinggi diperoleh oleh petani pemilik-penggarap sebesar Rp 32.008.970/ha/musim dengan nilai R/C Ratio sebesar 3,95, sedangkan kategori penggarap lainnya tetap memperoleh keuntungan meskipun dengan margin yang bervariasi tergantung sistem bagi hasil dan struktur biaya. Sistem minapadi terbukti memberikan manfaat ganda berupa hasil padi dan ikan sekaligus, serta mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menekan hama dan penyakit, serta memperbaiki struktur tanah. Studi ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya bahwa minapadi merupakan solusi budidaya berkelanjutan yang berpotensi memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di tingkat loka
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PISANG (Studi Kasus pada Agroindustri Sale Pisang Sahabat di Desa Margajaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis)
Pisang merupakan salah satu buah yang mudah rusak, sehingga pengolahan pasca panen diperlukan untuk memperpanjang umur simpan agar dapat menciptakan nilai tambah. Pengolahan pisang menjadi keripik cukup menguntungkan sebagai usaha, namun menentukan jumlah pasokan merupakan masalah penting untuk perusahaan, karena pasokan dapat memengaruhi keuntungan perusahaan dan masalah pasokan bahan baku dapat mengganggu kelancaran proses produksi. Studi ini tujuannya guna mengetahui: (1) jumlah pemesanan dalam persediaan bahan baku pada agroindustri sale pisang Sahabat; (2) titik jumlah persediaan dilakukannya reorder point pada agroindustri sale pisang Sahabat; dan (3) Total biaya persediaan bahan baku pisang di industri agro pisang Sahabat menggunakan Metode Kuantitas Pesanan Ekonomis. Jenis penelitian yang diterapkan ialah kuantitatif pada pendekatan studi kasus. Perolehan analisa dengan memakai Metode EOQ banyaknya pemesanan bahan baku pada agroindustri Sahabat adalah 48.708 Kg dalam satu tahun dengan frekuensi pembelian bahan baku sejumlah 4 kali pada 1 tahun. Stok aman yang dihasilkan menggunakan metode EOQ adalah 2.801 kg, dengan pemesanan ulang bahan baku pisang ketika tingkat stok mencapai 3.410 kg. Dengan menggunakan metode EOQ, biaya inventarisasi bahan baku pisang per tahun sebesar Rp 54.802.000. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa biaya pemesanan menggunakan EOQ lebih ekonomis karena frekuensi pemesanan berkurang, sehingga mengurangi biaya pemesanan. Namun, karena pisang tidak dapat disimpan lebih dari lima hari, industri agro tidak dapat menggunakan metode EOQ dalam perencanaan persediaan bahan baku. Jika metode EOQ diterapkan, industri agro harus menyimpan bahan baku pisang selama 60 hari hingga pembelian berikutnya
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA GIRIMUKTI KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS
Jagung hibrida menjadi komoditas yang multifungsi dan prospektif. Namun, tren produksi jagung hibrida menurun secara signifikan mulai dari tingkat nasional sampai tingkat desa. Salah satunya di Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani, tingkat produktivitas, rata-rata biaya dan pendapatan, serta faktor yang mempengaruhi tingkat produksi usahatani jagung hibrida. Faktor produksi seperti luas lahan, benih, biaya pupuk organik, urea, NPK, biaya pestisida dan tenaga kerja diduga mempengaruhi tingkat produksi. Penelitian didesain secara kuantitatif dengan metode survei. Wawancara terstruktur dilakukan terhadap 38 petani dengan menggunakan teknik total sampling. Data primer yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan regresi dengan Fungsi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas petani jagung hibrida merupakan laki-laki berumur produktif, yang tingkat pendidikannya tergolong rendah, tanggungan keluarga kecil, kurang berpengalaman dalam berusahatani dan penguasaan lahan sempit dengan status milik. Tingkat produktivitas usahatani jagung hibrida tergolong sedang, rata-rata biaya produksi dan pendapatan secara pendekatan agribsinis mencapai Rp. 2.485.444,71 dan - Rp. 137.327,82 per 0,17 hektar, sehingga mengalami kerugian. Namun, secara biaya yang dikeluarkan, usahatani tetap mengalami keuntungan. Regresi dengan metode Backward, mengeliminasi variabel pupuk organik, urea dan pestisida karena terjadi korelasi. Variabel NPK dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat produksi secara parsial. Sedangkan secara simultan, semua variabel independen berpengaruh signifikan. Agar semua variabel berpengaruh signifikan, petani diharapkan mampu menggunakan faktor produksi secara optimal
DAMPAK EKSTERNALITAS INDUSTRI TAHU BULAT DI DESA JELAT, KECAMATAN BAREGBEG, KABUPATEN CIAMIS
Salah satu lokasi industri pengolahan tahu bulat di Kabupaten Ciamis berada di Desa Jelat. Industri tahu di daerah tersebut banyak tersebar, ada yang di tengah pemukiman masyarakat dan ada yang jauh dari pemukiman masyarakat. Adanya industri tersebut tentu secara langsung maupun tidak langsung memungkinkan terjadinya dampak eksternalitas, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak eksternalitas positif dan negatif serta upaya penanganan dampak eksternalias oleh industri tahu bulat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) terhadap empat industri tahu bulat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Hasil penelitian menunjukkan: (1) dampak eksternalitas positif dari adanya industri tahu bulat di Desa Jelat, yaitu meningkatkan pendapatan tambahan bagi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan peluang usaha baru, sedangkan dampak eksternalitas negatif yaitu pencemaran lingkungan diantaranya yang berasal dari limbah padat dan cair serta pencemaran udara berupa bau tidak sedap yang menyebabkan ketidaknyamanan bertempat tinggal; (2) bentuk tanggung jawab industri terhadap masyarakat dapat dilihat dari keterlibatan aktif dan inisiatif pembangunan desa, seperti sumbangan bangunan sebesar Rp. 20.000.000 pertahun, sumbang operasional diniyah sebesar Rp. 4.000.000 per tahun, dan sumbangan acara keagamaan sebesar Rp. 8.000.000 per tahun; (3) upaya-upaya penanganan limbah yang telah dilakukan dan sedang direncanakan oleh industri tahu bulat di Desa Jelat diantaranya yaitu pakan ternak dari limbah padat ampas kedelai, instalasi pengolahan air limbah, bak penampungan limbah, dan pupuk organik cair
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN TITIK IMPAS PADA AGROINDUSTRI BAWANG GORENG DI KELURAHAN CILEMBANG KECAMATAN CIHIDEUNG KOTA TASIKMALAYA
Agroindustri Bawangku sebagai perusahaan olahan bawang merah menjadi bawang goreng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan: 1. Biaya, penerimaan, dan pendapatan perusahaan bawang goreng. 2. Ukuran titik impas kegiatan usaha pengolahan bawang goreng. 3. Nilai tambah dari usaha bawang goreng. Data primer dan sekunder adalah bagian dari data yang dikumpulkan. Wawancara, catatan, dan dokumentasi adalah metode pengumpulan data. Metode penarikan sampel purposive digunakan untuk proses penarikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) biaya produksi bawang goreng sebesar 18.414.782,96, dengan penerimaan sebesar 32.000.000,00 dan pendapatan sebesar 13.441.507,00. 2. Titik impas Agroindustri Bawangku adalah Rp. 20.084.784 dalam penerimaan dan volume produksi 125,5 kilogram.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN SELADA HIDROPONIK (Studi Kasus pada Kelompok Tani Arurang Farm di Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis)
Saluran pemasaran memiliki peranan penting dalam keberhasilan pemasaran. Saluran pemasaran dan bagian harga (Farmer’s share) menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Saluran pemasaran yang ada pada Kelompok Tani Arurang Farm ; (2) Biaya pemasaran, keuntungan, dan margin pemasaran selada hidroponik ; (3) Farmer’s Share yang diterima Kelompok Tani Arurang Farm. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus yang penentuan lokasinya dilakukan secara sengaja (Purposive) pada Kelompok Tani Arurang Farm di Desa Sukasetia Kecamtan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dengan pertimbangan bahwa Kelompok Tani Arurang Farm merupakan satu-satunya Kelompok Tani yang mengusahakan komoditas selada dengan sistem hidroponik. Sampel lembaga pemasaran diambil dengan cara Snowball sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukan bahwa:1. Terdapat dua saluran pemasaran selada hidroponik pada Kelompok Tani Arurang Farm yaitu: Kelompok Tani KonsumenKelompok Tani Pedagang Pengecer Konsumen2. Harga jual selada pada pola pemasaran I sebesar Rp 20.000 dengan marjin pemasran 0. pada pola pemasaran II untuk pedagang pengecer I harga beli Rp 15.000/Kg, marjin Rp 10.000/Kg, biaya pemasaran Rp 4.400/Kg dan harga jual Rp 25.000/Kg dengan keuntungan Rp 5.600/Kg.dan pada pedagang II harga beli Rp 16.000/Kg, biaya pemasaran Rp.1.300, marjin Rp 9.000/Kg dan harga jual Rp 25.000/Kg dengan keuntungan Rp 7.700/Kg.3. Farmer’s share yang diterima pada pola pemasaran I 100 persen dan pada pola pemasaran II yaitu pada pedang I 60% dan pedagang II 64%
STRATEGI PENGEMBANGAN KERUPUK LEPIT PD GENERASI DI DESA PETIRHILIR KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Penelitian ini bermaksud dalam mengevaluasi secara menyeluruh berbagai keuntungan, keterbatasan, peluang, dan tantangan yang dihadapi Kerupuk lepit PD Generasi dalam lingkungan operasional dan pasar mereka serta untuk merumuskan alternatif strategi pengembangan usaha kerupuk lepit PD Generasi. Penelitian ini mengadopsi metodologi kualitatif yang dilengkapi dengan kerangka studi kasus untuk mendapatkan wawasan yang mendalam. Pengumpulan data melibatkan pengamatan proses produksi dan melakukan wawancara dengan individu-individu kunci yang bertanggung jawab untuk membuat Kerupuk lepit di PD Generasi. Informasi sekunder diperoleh dari lembaga-lembaga terkemuka dan publikasi-publikasi relevan yang sejalan dengan tujuan penelitian. Teknik purposive sampling diimplementasikan dalam memastikan pengumpulan data menargetkan tujuan-tujuan penelitian tertentu secara efektif. Analisis tersebut mengungkapkan faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik secara signifikan memengaruhi kemampuan PD Generasi untuk memproduksi Kerupuk lepit secara efisien. Keuntungan-keuntungan yang menonjol meliputi ketahanan produk, rasa yang khas, tidak adanya bahan pengawet buatan, dan keterjangkauan, sehingga sangat menarik bagi pelanggan. Di sisi lain, tantangan-tantangan meliputi terbatasnya variasi produk, barang-barang yang belum selesai dibuat, kemasan yang tidak memenuhi standar, strategi pemasaran yang belum berkembang, dan kendala-kendala finansial. Sementara itu, prospek pertumbuhannya meliputi permintaan pasar yang terus meningkat, pelanggan yang loyal, ketersediaan tenaga kerja yang memadai, dan potensi yang belum tergarap di pasar yang lebih luas. Namun, bisnis Kerupuk Lepit menghadapi ancaman eksternal seperti meningkatnya persaingan dalam industri terkait, meningkatnya biaya bahan baku, dan isu lingkungan, termasuk ketidakpastian iklim. Untuk mempertahankan daya saing, operasi PD Generasi di Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, memerlukan penyesuaian strategis untuk mengatasi kelemahan dan memaksimalkan peluang pertumbuhan
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG HIBRIDA DI DESA DANASARI KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS
Agribisnis jagung hibrida melibatkan seluruh rantai nilai mulai dari pemilihan benih sampai pemasaran hasil panen, namun perkembangannya di Indonesia masih fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk: merumuskan strategi pengembangan agribisnis jagung hibrida. Penelitian berjenis kuantitatif dan survei bermetode ini dilaksanakan di Desa Danasari, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis dari bulan Mei sampai Juni 2024. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan mendalam kepada 29 orang petani dan kepada tiga orang informan (penyedia saprotan, pedagang besar, jasa pendukung ). Data yang dikumpulkan dianalisis dengan pendekatan analisis SWOT. Hasil penelitian mengungkap bahwa, strategi pengembangan agribisnis jagung hibrida berada pada strategi agresif yang ditandai dengan adanya kekuatan dan peluang dalam memanfaatkan peluang, baik permintaan tinggi, kebijakan pemerintah yang memihak pada pengembang agribisnis jagung, jangkauan pasar lain maupun harga yang kompetitif
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) DI DESA SINDANGHERANG KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS (Studi Kasus Pada Kelompok Pembudidaya Ikan Sauyunan)
Pemasaran ikan nila di Desa Sindanherang memiliki potensi tinggi, tetapi masih dihadapi kendala. Tingginya permintaan pasar mengakibatkan banyaknya lembaga pemasaran terlibat, sehingga saluran pemasaran yang tersedia menjadi banyak dan belum jelas saluran mana yang paling menguntungkan bagi petani pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pemasaran ikan nila. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan sampel petani dan pedagang sebanyak 11 pembudidaya, 1 pedagang besar, 10 pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan ada dua cara penjualan ikan nila di Desa Sindangherang yang semunya sudah efisien
ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS JERUK INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL
Jeruk (Citus sp.) khususnya jeruk manis (Citus sinensis) merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang memiliki kontribusi terbesar terhadap produksi hortikultura di Indonesia. Selain itu, jeruk manis juga merupakan komoditas yang diekspor. Adapun negara tujuan ekspor utama untuk komoditas jeruk adalah Prancis dan Malaysia. Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang memproduksi jeruk manis dimana terdapat banyak petani yang mengelola lahan jeruk manis disana. Melihat banyaknya pengusaha ataupun petani jeruk manis baik di Indonesia maupun di luar negeri, maka diperlukan penelitian untuk menganalisis keunggulan kompetitif dan komparatif terhadap usahatani jeruk manis di Kecamatan Purba, serta analisis kebijakan pemerintah. Analisis-analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Dari hasil analisis ini diketahui bahwa usahatani jeruk manis di Kecamatan Purba memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sehingga jeruk manis yang diproduksi tersebut memiliki daya saing baik di pasar domestik maupun di pasar internasional. Secara keseluruhan kebijakan yang telah diterapkan oleh pemerintah selama ini belum cukup efektif dimana kebijakan tersebut belum memberikan insentif yang signifikan kepada para petani jika dibandingkan dengan tanpa adanya kebijakan