Jurnal Ilmiah PLATAX
Not a member yet
    481 research outputs found

    Mollusks attached to natural mangrove roots and silvofisheries in Nabire Papua: to what extent are they different

    Get PDF
    The research aim on natural mangrove forests and silvofishery is to determine the community structure of attached invertebrates to silvofishery and natural mangrove ecosystems. I was comparing the community structure of attached invertebrates in mangrove silvofishery and natural mangrove ecosystems. Sampling was done by dredging the mangrove root skin, the collected samples were then sieved using a sieve with a mesh size of 1.0 mm using salted water and then put into sample bottles and preserved using 70% alcohol solution, then the samples were identified in the laboratory. The chemical physical parameters at both locations are within the normal range in the development of mangrove-attaching invertebrates. The two study sites contained 4 families (Potamididae, Littorinidae, and Muricidae) 7 species of which 3 species were in natural mangroves Littoraria scabra (Linnaeus, 1758), Nerita planospira (Anton, 1838), and Terebralia palustris (Linnaeus, 1767) compared to mangroves In Silvofishery there are 4 species of Chicoreus capicinus (Lamarck, 1822), Cerithidea quadrata (G. B. Sowerby II, 1866), Nerita picea (Recluz, 1841), and Cerithidea obtuse (Lamarck, 1822). The density of the mangrove-attaching anvertebtata in the mangrove forest of Sylvofishery was the highest, namely L. scabra (0.14 ind/m2 ) and the lowest was T. palustris (0.01 ind/m 2 ) Attachment invertebrate diversity at both study sites was in a low condition, and high dominance and uniformity. Keywords:      Biofouling, artificial and Silvofishery, Nabire Abstrak Tujuan dari penelitian yang dilakukan pada hutan mangrove alami dan Silvofishery adalah Mengetahui struktur komunitas moluska pada ekosistem mangrove silvofishery dan mangrove alami. Membandingkan struktur komunitas moluska pada ekosistem mangrove silvofishery dan mangrove alami. Pengambilan sampel dengan mengkeruk kulit akar mangrove, sampel yang telah terkumpul kemudian dimasukan kedalam botol sampel dan diawetkan menggunakan larutan alkohol 70%, kemudian sampel diidentifikasi di Laboratorium. Parameter fisik kimia pada kedua lokasi dapat dikatakan dalam range yang normal dalam perkembangan moluska mangrove. Kedua lokasi penelitian terdapat 4 family (Potamididae, Littorinidae, dan Muricidae) 7 spesies dimana 3 spesies pada mangrove alami (Littoraria scabra (Linnaeus, 1758), Nerita planospira (Anton, 1838), dan Terebralia palustris (Linnaeus, 1767) sedangkan pada mangrove Silvofishery terdapat 4 spesies Chicoreus capicinus (Lamarck, 1822), Cerithidea quadrata (G. B. Sowerby II, 1866), Nerita picea (Recluz, 1841), dan Cerithidea obtuse (Lamarck, 1822). Kepadatan moluska mangrove pada  hutan mangrove Sylvofishery tertinggi yaitu L. scabra (0,14 ind/m2 ) dan terendah yaitu T. palustris (0,01 ind/m 2 ) Keanekaragaman moluska pada kedua lokasi penelitian barada pada kondisi rendah, dan dominansi tinggi dan seragaman. Kata kunci: Moluska, Mangrove Alami dan Silvofishery, Nabir

    Seagrass Community Structure in Mangket Beach Water, Kema District, North Minahasa Regency

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the types of seagrasses, density, relative density, frequency, diversity index, dominance index, and environmental factors in Mangket coastal waters. This research method is the quadratic and line transect. This research was conducted in the waters of Mangket Beach, Kema District, North Minahasa Regency on November 27, 2022. There were 3 species of seagrass found in Mangket Beach waters, namely, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrullata, and Enhalus acoroides. The number of seagrass species stands at the study site ranged from 105-814 individuals, species density (4.38-33.92 individuals/m2), relative density (6.54-50.72%), frequency of presence (1.67-4 .00), relative frequency (17.24-41.38%), diversity index H'= (0.38) and dominance index (0.004-0.26). The environmental conditions in the waters are temperature 29.5°C, salinity 32‰, and sandy and sandy mud substrates. Keywords: Mangket Beach, seagrasses, community structures. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur Komunitas Lamun meliputi jenis-jenis lamun, kepadatan, kepadatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, indeks keanekaragaman, indeks dominasi dan faktor lingkungan perairan pantai Mangket. Metode penelitian ini adalah kuadrat dan line transek. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Pantai Mangket Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara pada tanggal 27 November 2022. Spesies lamun yang ditemukan di perairan Pantai Mangket berjumlah 3 yaitu, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrullata dan Enhalus acoroides. Jumlah tegakan spesies lamun di lokasi penelitian berkisar dari 105-814 individu, kepadatan spesies (4,38-33,92 individu/m2), kepadatan relatif (6,54-50,72%), frekuensi kehadiran (1,67-4,00), frekuensi relatif (17,24-41,38%), indeks keanekaragaman H’= (0,38) dan indeks dominasi (0,004-0,26). Kondisi lingkungan di perairan yakni suhu 29,5°C, salinitas 32‰, substrat lumpur berpasir dan berpasir. Kata Kunci: Pantai Mangket, lamun, struktur komunitas

    The Test For Lead (Pb) Iron (Fe) And Content Zink (Zn) In The Water Of The Bah Bolon River Pematangsiantar City

    No full text
    This research aims to determine the levels of heavy metals lead (Pb), iron (Fe), and zinc (Zn) in the Bah Bolon River water, Pematangsiantar City. This research was conducted in August-September 2023. Water samples were collected by selecting 3 research stations with 3 repetitions. Then the heavy metal content of the samples was analyzed using the Atomic Absorption Spectrophotometry (SSA) method. The results of this study show that the levels of the heavy metal iron (Fe) are higher than the heavy metals (Pb) and (Zn). The test results for iron (Fe) at all stations ranged from 0.08-0.51 mg/L, lead (Pb ) of 0.003 mg/L, zinc (Zn) ranges from 0.001 mg/L, temperature ranges from 25.06-26.9 oC, pH ranges from 7.18-7.61, DO ranges from 6.33-7.2 mg/L The quality of Bah Bolon river waters based on PPRI No.22 of 2021 for the parameters of lead (Pb), zinc (Zn), iron (stations 2 and 3), pH, DO, and temperature still meets class 2 quality standards and is suitable for use. used as a source of irrigation or agricultural water and the iron (Fe) content at station 1 has exceeded the quality standard limit and is no longer suitable for use. Keywords: Iron, heavy metals, lead, and zinc Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat timbal (Pb), besi (Fe), dan zink (Zn) di dalam air sungai Bah Bolon Kota Pematangsiantar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2023. Pengambilan sampel air dilakukan dengan memilih 3 stasiun penelitian dengan 3 kali pengulangan. Kemudian kandungan logam berat sampel dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar logam berat besi (Fe) lebih tinggi dibandingkan logam berat (Pb) dan ((Zn). Hasil uji  besi (Fe) pada semua stasiun berkisar 0,08-0,51 mg/L, timbal (Pb) sebesar 0,003 mg/L, zink (Zn) berkisar 0,001 mg/L, suhu berkisar 25,06-26,9 oC, pH berkisar 7,18-7,61, DO berkisar 6,33-7,2 mg/L. Kualitas perairan sungai Bah Bolon berdasarkan PPRI No.22 Tahun 2021 untuk parameter timbal (Pb), zink (Zn), besi (stasiun 2 dan 3), pH, DO, dan suhu,  masih memenuhi standar baku mutu kelas 2 dan layak untuk digunakan sebagai sumber air irigasi atau pertanian dan untuk kandungan besi (Fe) di Stasiun 1 telah melebihi batas baku mutu dan tidak layak untuk digunakan lagi. Kata kunci: Besi, Logam berat, Timbal dan zin

    Study of the existence of algae, diversity of species, density, and distribution patterns in Meras waters

    Get PDF
    This study aims to determine macroalgae species and analyze the index of diversity, density, dominance, and distribution patterns around the waters of Meras Village, Bunaken District, Manado. This research was carried out for 4 months starting from July – October 2023. Macroalgae sampling performed during the day was observed using the tides app to view the tides. The method used is the line transect method with the Quadrant sampling technique used to obtain data. When sampling at the research site, a total of 3 transects of 50 m were made, which were drawn perpendicular to the coastline. The distance between the transects is 25 m the distance between the quadrants is 5 m with the size of the Quadrant used to retrieve data is 1 x 1 m². The results of this study as a whole obtained 23 macroalgae species distributed in 3 divisions, namely Chlorophyta, Phaeophyta, and Rhodophyta. In the Chlorophyta Division, 8 species were obtained, then the Phaeophyta Division obtained 6 species, while the Rhodophyta Division obtained 9 species. In macroalgae data obtained in this study ranged from diversity index (H’) as a whole of transect 1 H’ = 2,537, transect 2 H’ = 2,269, while for transect 3 H’ = 1,980. Species density and relative density from transect 1 to transect 3 obtained the highest density is Padina australis. Dominance (C) overall value in transect 1 C = 0.098, transect 2 C = 0.113, while in transect 3 C = 0.153. The distribution pattern of macroalgae species in transect 1 was categorized as random, while transects 2 and 3 were categorized as clustered. Keywords: Macroalgae, Diversity, Density, Dominance, Dispersal Patterns. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies makroalga apa saja dan menganalisis indeks keanekaragaman, kepadatan, dominansi, dan pola penyebarannya di sekitar perairan Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Manado. Penelitian ini dilaksanakan 4 bulan mulai dari bulan Juli – Oktober 2023. Pengambilan sampel makroalga dilakukan pada siang hari diamati dengan menggunakan aplikasi tides untuk melihat pasang surut. Metode yang digunakan adalah metode garis transek (line transect) dengan teknik sampling kuadran modifikasi yang digunakan untuk memperoleh data. Saat pengambilan sampel di lokasi penelitian dibuat sebanyak 3 transek sepanjang 50 m yang ditarik tegak lurus dari garis pantai. Jarak antar transek 25 m dengan jarak antara kuadran yaitu 5 m dengan ukuran kuadran yang dipakai untuk mengambil data yaitu 1 x 1 m². Hasil pada penelitian ini secara keseluruhan diperoleh 23 spesies makroalga yang terdistribusi pada 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. Pada divisi Chlorophyta diperoleh 8 spesies, kemudian divisi Phaeophyta diperoleh 6 spesies, sedangkan divisi Rhodophyta diperoleh 9 spesies. Pada data makroalga yang didapatkan di penelitian ini mulai dari indeks keanekaragaman (H’) secara keseluruhan dari Transek 1 H’ = 2.537, Transek 2 H’ = 2.269, sedangkan untuk Transek 3 H’ = 1.980. Kepadatan spesies dan kepadatan relatif dari Transek 1 hingga sampai Transek 3 diperoleh kepadatan tertinggi adalah Padina australis. Dominansi (C) secara keseluruhan nilai di Transek 1 C = 0.098, Transek 2 C = 0.113, sedangkan di Transek 3 nilai C = 0.153. Pola penyebaran spesies makroalga di transek 1 dikategorikan acak, sedangkan pada transek 2 dan 3 dikategorikan mengelompok. Kata kunci: Makroalga, Keanekaragaman, Kepadatan, Dominansi, Pola Penyebaran

    Study Of Diversity, Uniformity, And Dominance Of Macrophite Water Plants At Aek Batu Pematang Tambun Raya Beach Pematang Sidamanik District, Simalungun District, North Sumatra Province

    Get PDF
    Aquatic plants are part of the vegetation of these inhabitants in the earth, whose growth medium is water. The existence of aquatic plants that live well will increase aquatic productivity, and the role of aquatic plants is very important as a primary producer, as a habitat for biota such as fish, fish shelters, places to attach various animals and plants or algae. Transect method used is line transect with Quadrant 1 x 1 m. Data analysis includes diversity index, uniformity index and dominance index. Physical-chemical parameters include temperature, pH, dissolved oxygen and light intensity. The results found 3 species of aquatic plants Macrophytes vallisneria gigantea, Potamogeton crispus, and Myriophyllum spicatum. Diversity of aquatic plants macrophytes in coastal waters Aek Batu Tambun Raya District Pematang Sidamanik Simalungun classified as low with diversity index H' = 0.420-0.812 overall uniformity value of E = 0.5125 which falls into the category of labile, and the overall dominance of 0.7088 which is included in the medium category. Keywords:  aquatic plants macrophytes, diversity, uniformity, dominance. Abstrak Tumbuhan air merupakan bagian dari vegetasi penghuni bumi ini, yang media tumbuhnya adalah perairan. Keberadaan tumbuhan  air yang hidup dengan baik akan meningkatkan produktivitas perairan, dan peranan tumbuhan  air yang sangat penting adalah sebagai produsen primer, sebagai habitat biota seperti ikan, tempat perlindungan ikan, tempat menempel berbagai hewan dan tumbuhan  atau alga. Metode transek yang dipakai yaitu transek garis (line transect) dengan kuadran 1 x 1 m. Analisis data meliputi indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Parameter fisik kimia meliputi suhu, pH, oksigen terlarut dan intensitas cahaya. Hasil penelitian ditemukan 3 spesies Tumbuhan Air Makrofita yaitu Vallisneria gigantea, Potamogeton crispus, dan Myriophyllum spicatum. Keanekaragaman tumbuhan air makrofita di perairan pantai aek batu tambun raya Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun tergolong rendah dengan indeks keanekaragaman H'= 0,420 – 0,812. Nilai keseragaman keseluruhan, yaitu E = 0,5125 yang masuk kedalam kategori labil dan dominansi keseluruhan, yaitu 0,7088 yang termasuk ke dalam kategori sedang. Kata kunci : Tumbuhan Air Makrofita, Keanekaragaman, Keseragaman, Dominansi

    Preliminary Study: Macroalgae Species in Tanggetada Village Waters, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi:

    Get PDF
    Information on macroalgae species and their distribution in the coastal areas of Kolaka Regency is extremely limited. This research is a preliminary study of macroalgae species found along the coast of Kolaka Regency, conducted in the waters of Tanggetada Village. The research applied the belt transect method and 1 x 1 m quadrats using a 50 m long line transect with a placement interval of each quadrat of 5 m, which was repeated 3 times with a distance of 50 m between line transects. The results showed that 20 species of macroalgae, namely Caulerpa verticillata, Caulerpa racemosa, Dyctiosphaeria versluysii, Dyctiosphaeria cavernosa, Udotea sp., Halimeda opuntia, Halimeda macroloba, Halimeda sp., Boodlea composita, Gelidiella acerosa, Hormophysa triquetra, Sargassum sp., Lobophora variegata, Padina minor, Liagora sp., Avrainvillea obscura, Gracillaria coronopifolia, Valonia aegagropila, Acanthophora spicifera, and Dictyota dichotoma, come from 3 group, namely 11 species from the Chlorophyta, 5 species from the Rhodophyta, and 4 species from the Phaeophyta. Water conditions in Tanggetada village still support macroalgae growth. Further research with a wider scale is needed in the observation area to reach the coral reef area and an overview of the ecological index of macroalgae in the Tanggetada village. Keywords: Macroalgae Divisi; Macroalgae Species; Tanggetada; Water conditions Abstrak Informasi yang tersedia mengenai spesies makroalga dan distribusinya di wilayah pesisir Kabupaten Kolaka masih sangat terbatas. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan mengenai spesies makroalga yang ditemukan di sepanjang pesisir Kabupaten Kolaka, yang dilakukan di perairan Desa Tanggetada. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode belt transect dan kuadrat 1 x 1 m menggunakan transek garis sepanjang 50 m dengan interval penempatan setiap kuadrat sebesar 5 m yang diulangi sebanyak 3 kali ulangan dengan jarak antar transek garis sebesar 50 m. Hasil penelitian menemukan 20 jenis makroalga yaitu Caulerpa verticillata, Caulerpa racemosa, Dyctiosphaeria versluysii, Dyctiosphaeria cavernosa, Udotea sp., Halimeda opuntia, Halimeda macroloba, Halimeda sp., Boodlea composita, Gelidiella acerosa, Hormophysa triquetra, Sargassum sp., Lobophora variegata, Padina minor, Liagora sp., Avrainvillea obscura, Gracillaria coronopifolia, Valonia aegagropila, Acanthophora spicifera dan Dictyota dichotoma yang berasal dari dari 3 kelompok yakni 11 jenis dari Chlorophyta, 5 jenis dari Rhodophyta dan 4 jenis dari Phaeophyta. Nilai rata-rata kondisi perairan Desa Tanggetada masih termasuk dalam kisaran nilai optimum untuk mendukung pertumbuhan makroalga. Namun demikian, penelitian ini masih membutuhkan penelitian lanjutan dengan skala area pengamatan yang lebih luas hingga mencapai daerah terumbu karang untuk menggambarkan indeks ekologi makroalga yang berada di Pesisir Tanggetada. Kata kunci : Divisi Makroalga; Jenis Makroalga; Kondisi perairan;Tanggetad

    Prospective Analysis of Seaweed Processing Downstream Business: A Case Study in Lontar Village

    Get PDF
    Seaweed grows in almost all waters of Indonesia, making it one of the important exporting countries in Asia. Indonesia's three main seaweed export commodities are Eucheuma cottonii, Gracillaria sp., and Gelidium sp. One significant seaweed cultivation center is Lontar Village. However, value-added downstream product activities still need to be developed there. The potential for drying seaweed in Lontar Village reaches 150,000 kg per month. Data analysis was performed using quantitative descriptive methods, including profitability analysis, B/C Ratio analysis, Break-Even Point analysis, and Payback Period over the past year with five harvest cycles. The prospective analysis results include aspects of seaweed drying processing techniques, financial elements, and marketing aspects. This study uses a case study method with key informants being the head and members of the seaweed processing group in Lontar Village. The data used are from five harvest cycles over the past year. The prospective analysis results show that the financial analysis of the seaweed processing business in Lontar Village indicates positive outcomes, such as positive profits, a B/C Ratio greater than 1, seaweed sales and production values exceeding the Break-Even Point, and a Payback Period of less than one year. Seaweed marketing in Lontar Village is conducted on a cash basis, with their main market being Java Island. Keywords: Prospective, Business, Processing, Seaweed. Abstrak Rumput laut tumbuh hampir di seluruh perairan Indonesia, menjadikannya salah satu negara pengekspor penting di Asia. Tiga komoditas ekspor utama rumput laut Indonesia adalah Eucheuma cottonii, Gracillaria sp., dan Gelidium sp. Salah satu sentra budidaya rumput laut yang signifikan adalah Desa Lontar. Namun, kegiatan hilirisasi produk jadi yang bernilai tambah masih perlu dikembangkan di sana. Potensi penjemuran rumput laut kering di Desa Lontar mencapai 150.000 kg per bulan. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang meliputi analisis keuntungan, analisis B/C Ratio, analisis Break Even Point, dan Payback Period selama satu tahun terakhir dengan lima siklus panen. Hasil analisis prospektif mencakup aspek teknik pengolahan penjemuran rumput laut, aspek finansial, dan aspek pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan informan kunci berupa ketua dan anggota kelompok pengolahan rumput laut di Desa Lontar. Data yang digunakan adalah data dari lima siklus panen selama satu tahun terakhir. Hasil analisis prospektif menunjukkan nalisis finansial usaha pengolahan rumput laut di Desa Lontar menunjukkan hasil yang baik, seperti keuntungan yang bernilai positif, B/C Ratio lebih dari 1, nilai penjualan dan produksi rumput laut lebih besar dari nilai Break Even Point, dan Payback Period kurang dari satu tahun. Pemasaran rumput laut di Desa Lontar dilakukan dengan sistem kontan, dan pasar utama mereka adalah Pulau Jawa. Kata kunci: Prospektif, Usaha, Pengolahan, Rumput Laut

    Diversity of Gastropods in the Mangrove Area of Desa Bakau Sambas Regency

    Get PDF
    Mangrove forests in Desa Bakau, Sambas Regency, West Kalimantan play an important role as a habitat for various types of aquatic biota, one of them being gastropods. Gastropods are reported to have a wide distribution in both inland and marine waters. Local people catch them for sale and consumption. An inventory of gastropod species in the mangrove area of Desa Bakau can provide initial information regarding the diversity of existing species. This data can be used as a database for sustainable management and utilization of natural resources. The purpose of this study was to identify the species of gastropods in the mangrove of Desa Bakau, Sambas Regency, West Kalimantan. This study used the exploratory method of collecting gastropods at the observation station. The results found 5 types of gastropods in Desa Bakau, such as Cassidula, Ellobium, Cerithidea, Littoraria, and Pirenella. Keywords: gastropods, mangrove, mollusk, Sambas Abstrak Hutan mangrove di Desa Bakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat berperan penting sebagai tempat berbagai jenis biota perairan, salah satunya yaitu gastropoda. Gastropoda dilaporkan memiliki distribusi luas baik di perairan darat maupun laut. Masyarakat setempat melakukan penangkapan untuk dijual dan dikonsumsi. Inventarisasi jenis gastropoda yang ada di area mangrove Desa Bakau dapat menjadi informasi awal mengenai keanekaragaman jenis yang ada. Data tersebut dapat digunakan sebagai database dalam pengelolaan berkelanjutan serta pemanfaatan sumberdaya alam yang ada. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis gastropoda di area mangrove Desa Bakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan mengambil gastropoda yang ada di stasiun pengamatan. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis gastropoda mangrove di Desa Bakau, yaitu Cassidula, Ellobium, Cerithidea, Littoraria, dan Pirenella. Kata kunci: gastropoda, mangrove, moluska, Samba

    Algae Community Structure In Kumo Island, North Halmahera

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Kumo Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepadatan, indeks keanekaragaman dan dominasi dari spesies makro alga yang ditemukan di lokasi penelitian, mendeskripsikan morfologi makro alga dari masing-masing spesies yang ditemukan di lokasi penelitian, menganalisis kepadatan, indeks keanekaragaman dan dominasi dari spesies makro alga yang ditemukan di lokasi penelitian. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Perbedaan setiap spesias disebabkan karena beberapa faktor lingkungan yaitu faktor fisika, faktor kimia dan faktor biologi. Kepadatan spesies pada Stasiun 3 lebih kecil dibandingkan dari Stasiun I dan 2. Indeks-indeks ekologi seperti keanekaragaman dan dominasi menunjukan bahwa keanekaragaman dan keadaan komunitas sedang pada ketiga stasiun penelitian, sedangkan untuk dominasi pada ketiga stasiun penelitian menunjukan dominasi rendah. Kata Kunci : indeks, makro, perairan, substrat, suhu Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Kumo Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepadatan, indeks keanekaragaman dan dominasi dari spesies makro alga yang ditemukan di lokasi penelitian, mendeskripsikan morfologi makro alga dari masing-masing spesies yang ditemukan di lokasi penelitian, menganalisis kepadatan, indeks keanekaragaman dan dominasi dari spesies makro alga yang ditemukan di lokasi penelitian. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Perbedaan setiap spesias disebabkan karena beberapa faktor lingkungan yaitu faktor fisika, faktor kimia dan faktor biologi. Kepadatan spesies pada Stasiun 3 lebih kecil dibandingkan dari Stasiun I dan 2. Indeks-indeks ekologi seperti keanekaragaman dan dominasi menunjukan bahwa keanekaragaman dan keadaan komunitas sedang pada ketiga stasiun penelitian, sedangkan untuk dominasi pada ketiga stasiun penelitian menunjukan dominasi rendah. Kata Kunci : indeks, makro, perairan, substrat, suh

    Abundance of Microplastic in Water of Sungai Terus Desa Sungai Nibung West Kalimantan

    Get PDF
    The problem of plastic waste does not only occur in Indonesia but has become a global issue. The world's production of plastic waste is expected to increase every year. Plastic is persistent and takes a long time to degrade into smaller sizes. Microplastic contamination can be found in coastal and marine areas. These conditions have an impact on the balance of ecosystems, aquatic biota, and human health. As one of the coastal areas, the waters of Desa Sungai Nibung have the potential to microplastic pollution. Therefore, it is important to conduct a study on microplastics in the waters of Desa Sungai Nibung. The aims of this study were to determine the type, abundance, and microplastic polymers in water samples of Sungai Terus, Desa Sungai Nibung, West Kalimantan. The collection of water samples was carried out at four stations with two repetitions. Identification of microplastic types was carried out using a binocular microscope, and identification of microplastic polymer was conducted using FTIR spectrophotometry. The type of microplastic found consisted of fiber, film, pellet, and fragment. Fiber and film had a higher percentage than fragment and pellet. The average total abundance of microplastics was 4.83 x 103 particles/L. The types of polymers found, such as polyethylene (PE), polypropylene (PP), polystyrene (PS), and polytetrafluorethylene (PTFE). Keywords:   abundance; microplastics; polymer; Sungai Nibung Abstrak Permasalahan sampah plastik tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi telah menjadi isu global. Produksi sampah plastik dunia diperkirakan akan mengalami peningkatan setiap tahun. Plastik bersifat persisten dan membutuhkan waktu lama untuk terdegradasi menjadi ukuran yang lebih kecil. Cemaran mikroplastik dapat ditemukan di wilayah pesisir dan laut. Kondisi tersebut berdampak pada keseimbangan ekosistem, biota akuatik, dan kesehatan manusia. Sebagai salah satu wilayah pesisir, perairan Desa Sungai Nibung berpotensi mengalami pencemaran mikroplastik. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan penelitian mengenai mikroplastik di perairan Desa Sungai Nibung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kelimpahan, serta polimer mikroplastik pada sampel air di Sungai Terus, Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pengambilan sampel air dilakukan di empat stasiun dengan dua kali pengulangan. Identifikasi jenis mikroplastik dilakukan dengan menggunakan mikroskop, dan identifikasi jenis polimer mikroplastik dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR. Jenis mikroplastik yang ditemukan pada sampel air di Sungai Terus, Desa Sungai Nibung terdiri dari fiber, film, pelet, dan fragmen. Jenis fiber dan film memiliki persentase lebih tinggi dibandingkan dengan jenis fragmen dan pelet. Rata-rata kelimpahan total mikroplastik sebesar 4,83 x 103 partikel/L. Jenis polimer yang ditemukan antara lain polyethylene (PE), polypropylene (PP), polystyrene (PS), dan polytetrafluorethylene (PTFE). Kata kunci:  kelimpahan; mikroplastik; polimer; Sungai Nibun

    459

    full texts

    481

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah PLATAX
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇