Jurnal Ilmiah PLATAX
Not a member yet
    481 research outputs found

    Study Of The Carrying Capacity Of The Tutud Lake, Tombatu, South-East Minahasa, For Aquaculture Production, Using [P] Parameter

    Get PDF
    The research is aimed to assess the carrying capacity of the Tutud Lake waters,  to ensure a sustainable aquacutural production.  The carrying capacity of the Tutud lake was assessed using the method developed by Beveridge (2004), where several parameters of water quality, aquacultural production, and the physical condition of the lake physic  such as, the dimensions of the Lake, flushing rate, total phosphate [P], total aquacultural production per year and Food Conversion Ratio (FCR), were required in the assessment. Collected data were, then, analyzed using the procedures of calculation, which were combined with the several assumptions and modeling based on the previous research (Beveridge, 2004).  Water sample  for phosphate [P] analysis were collected four times with an interval of 7 days, and undertaken at four different positions which  representing the overall water condition of the lake.  Ammonia, Nitrite and Nitrate content of the waters were measured twice with an interval of 1 month.  Daily fluctuation measurements were undertaken for DO, pH and temperature.  Aquacultural protocols and production data were collected using questionnaire and by direct observation at the farm. The result shows that the average phosphate [P] content of the waters of Tutud lake is as high as 1,068 mg/L, which surpasses the maximum recommended value for waters used for aquacultural production.  DO is at the range of 2,2 – 5,0 mg/L, while temperature ranges from 25,3oC to 29oC, and  pH value varies between 6,38 and 7,89.  Average Nitrite content, 0,004mg/L, and Nitrate content,  4,51mg/L, of the waters of  Tutud Lake are at the safe level for aquaculture.  On the contrary, Ammonia content, 0,34mg/L, and H2S content, 0,681mg/L, of the Lake are at the insecure level for aquaculture animals.  Total aquacultural production per year in Tutud Lake , around 22,5 tons of fish per year, is also surpasses the carrying capacity of the waters of the Tutud  Lake which is only as high as 21,48tonnes.  Hence, the total production for the coming year must be reduced as many as 1,02 tones.Keywords: carrying capacity, water quality, production, Lake Tutud, TombatuABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas produksi optimal untuk menunjang aktivitas akuakultur yang berkelanjutan di danau Tutud dengan menggunakan parameter fosfor. Penelitian dilakukan di danau Tutud, Tombatu, Minahasa Tenggara, selama tiga bulan yang dimulai dari bulan September 2018 sampai bulan Januari 2019. Penentuan daya dukung untuk menunjang aktivitas akuakultur di danau Tutud menggunakan metode yang diberikan oleh Beveridge (2004), dimana dalam tahapan-tahapan prosedur penentuan daya dukung diperlukan sejumlah data menyangkut kondisi fisik danau, kandungan fosfor [P] perairan, tingkat pergantian air danau (flushing rate), produksi ikan total per tahun serta data operasional akuakultur seperti jenis pakan, jumlah pakan dan FCR. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan tahapan-tahapan kalkulasi yang dikombinasikan dengan beberapa asumsi hasil pemodelan penelitian sebelumnya (Beveridge, 2004). Pengambilan sampel untuk pengukuran fosfor dilakukan empat kali selama penelitian, pada empat titik yang mewakili keseluruhan danau, yaitu lokasi di dekat inlet (titik I), diluar lokasi KJT (titik II), di lokasi KJT (titik III) dan di dekat outlet (titik IV). Pengukuran fluktuasi harian dilakukan untuk parameter kualitas air DO, pH, suhu, sementara amoniak, nitrit, nitrat dan H 2 S diukur dua kali selama penelitian. Data operasional dan produksi akuakultur dikumpulkan menggunakan kuesioner serta observasi langsung.Hasil penelitian menunjukkan rataan kandungan fosfat parairan danau Tutud adalah 1,068 mg/l, sudah melewati batas maksimum baku mutu kualitas air untuk akuakultur. Hasil pengukuran untuk beberapa parameter kualitas air lainnya: DO berada pada kisaran 2,2 – 5,0 mg/l, suhu berada pada kisaran 25,30 0 C – 29 0 C, pH berada pada kisaran 6,38 – 7,89, rataan kandungan amoniak 0,34 mg/l, nitrit 0,004 mg/l , nitrat 4,51 mg/l, serta H 2 S 0,681 mg/l. Total produksi ikan per tahun di danau Tutud, sebesar 22,5 ton, sudah melebihi daya dukung perairan danau Tutud. Hasil analisis daya dukung perairan menurut Beveridge (2004), produksi akuakultur di danau Tutud harus diturunkan sebesar 1,02 ton untuk produksi tahun ke depan.Kata kunci: daya dukung, kualitas air, Produksi, Danau Tutud, Tombat

    Automatic underwater LED light and fish behavior observations

    Get PDF
    Since the fishing ground is getting farther from the coastal waters, Fish Aggregating Device is needed  as auxiliary fishing gear. Light is one of the auxiliary gear to attract fish gathering in the fishing ground. The use of underwater light has the potential to make the fish be in the target locality. Fish distribution underwater can be detected using a fish finder. Both technologies was applied to the partnership fishermen in Malalayang Satu Timur, Manado Bay, who have got impact of the coast reclamation. The technological implementation of yellow and red LED-sourced light underwater can be automatically turned on through automatically charged solar. In fishing operations, together with the partnership fishermen, the underwater light and the fish finder were put on the 3x4 m raft. Results revealed that the use of these technologies gave the economic advantage obtained that the catch has increased from the average before using the underwater light of 150 kg / trip to 400 kg / trip, after using this technologic underwater light.The average fishermen's income increased from the previous Rp 1,439,500 / trip to Rp. 4,020,000 / trip, after using of underwater light. The fish finder observation showed that the fish migration to the fishing ground was highly affected by the light color as well.Keywords: Light, fish behavior, Manado.ABSTRAKDengan semakin bergeser daerah penangkapan yang semakin jauh dari wilayah pesisir, maka diperlukan alat bantu penangkapan. Cahaya merupakan salah satu alat bantu penangkapan yang membuat ikan terpikat untuk berkumpul di suatu lokasi penangkapan. Penggunaan lampu dalam air memiliki keunggulan untuk memikat ikan karena berada langsung di lokasi ikan. Distribusi ikan yang berada di sekitar lampu dalam air dapat dideteksi dengan menggunakan fish finder. Kedua tipe teknologi ini diterapkan ke nelayan mitra di kelurahan Malalayang Satu Timur yang merupakan salah satu lokasi di Teluk Manado yang terkena dampak reklamasi di Teluk Manado. Penerapan teknologi alat bantu cahaya dua warna kuning dan merah bersumber dari lampu LED dalam air dan dapat dinyalakan secara otomatis dengan bantuan panel surya dan control charge otomatis. Dalam kegiatan penangkapan, bersama nelayan mitra, alat bantu lampu dalam air dan fish finder diletakan dirakit berukuran 3x4 m2. Keunggulan ekonomis yang diperoleh nelayan adalah jumlah hasil tangkapan mereka meningkat dari rata-rata sebelum menggunakan lampu sebanyak 150 kg/trip menjadi 400 kg/trip, setelah menggunakan lampu LED dalam air otomatis. Pendapatan nelayan rata-rata sebelum menggunakan lampu LED dalam air tenaga surya otomatis, sebesar Rp 1.439.500/trip menjadi Rp. 4.020.000/trip, setelah menggunakan lampu LED dalam air otomatis. Pengamatan dengan fish finder menunjukan bahwa migrasi ikan ke daerah penangkapan  sangat dipengaruhi oleh penggunaan warna lampu kuning dan merah.Kata kunci: Lampu, Tingkah laku ikan, Manad

    Ecological-Economic Assesment Trevally Culture In North Lembeh District Of Bitung City, North Sulawesi Province

    Get PDF
    This study aimed to know several water quality conditions for trevally culture, determine the culture area suitability, and inform the financial benefit of the trevally culture activity in floating net system. Determination of the trevally culture was based on physical and chemical water conditions. Results showed that water conditions in Pintu Kota was suitable for trevally culture.  Net B/C Ratio was more than one, 1.34; Positive NPV was IDR. 173,838,237,98; IRR reached 36,5%; PI was > 1, 11.61; and POT was 2.7 years, where the return period was 6 cycles at an interest rate of 0,5%. The calculations of stochastic approach got positive NPV of IDR. 202,964,498, the IRR was not less than 46,2%, the PI was > 2,7; and POT was 2,8 years at the most. There were two trevally culture groups, poparo and tude each of which consisted of 10 members. With one floating net cage system of 6 nets, the investment was economically feasible.Key words: trevally culture, floating net cage system, feasibility, suitability landABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kondisi beberapa kualitas air untuk budidaya ikan kuwe,  Menentukan kesesuaian lahan budidaya ikan kuwe,  Menginformasikan manfaat finansial usaha budidaya ikan kuwe (Caranx sp)  sistem karamba jaring apung. Penelitian ini dilakukan di perairan Pintu Kota, dan penentuan lokasi budidaya ikan bobara dilakukan berdasarkan pengamatan kondisi perairan fisika dan kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan di Pintu Kota masih sesuai untuk dilakukan usaha budidaya. Hasil perhitungan analisis ekonomi diperoleh Net B/C Ratio lebih besar dari satu yakni 1,34; NPV positif yakni Rp 173,838,237,98; IRR mencapai 36,5%; PI lebih besar dari satu yakni 11,61, dan POT selama 2,7 tahun, dimana jangka waktu pengembalian investasi sebanyak 6 siklus pada tingkat suku bunga 0,5%. Perhitungan dengan pendekatan stokastik NPV diperoleh paling besar Rp 202,964,498, IRR tidak kurang dari dari 46,2%; PI paling sedikit turun menjadi 2,7 dan POT paling lama 2,8 tahun. Hanya ada dua kelompok usaha yaitu kelompok poparo dan tude yang masing-masing berjumlah 10 orang. Dengan satu paket keramba ada 6 jaring, Investasi usaha ikan kuwe dikategorikan layak secara ekonomi.Kata kunci: Budidaya Ikan Kuwe, Karamba Jaring Apung, Kelayakan Usaha, Kesesuaian Laha

    Survival Rate and Growth of Acropora sp. Transplanted on Artificial Substrate in Kampung Ambong, Likupang Timur

    Get PDF
    60 coral specimens transplanted on three artificial substrates, namely bamboo, iron and concrete showed that the average length of coral fragments on the bamboo substrate for four months ranged from (7.45 - 10.11 cm) the highest increase in the highest coral length occurred in the second month (1.05 cm). On the average iron substrate, the average coral fragment length ranged (9.41 - 11.68 cm), the absolute increase in coral length was highest in the fourth month (0.94 cm). Whereas on the concrete substrate (5.23 - 6.77 cm) on the concrete substrate the absolute increase was highest in the third month (0.73 cm). The results of data analysis showed the rate of increase in coral Acropora sp. ranged (0.50 - 0.78 cm / month, on the bamboo substrate the rate of increase showed a better value of the iron and concrete substrate which was equal to (0.78 cm / month). In this study the survival of corals had a percentage that could be said to be successful. iron survival rate of 90% and on the concrete substrate by 70%.Keywords: Acropora sp, TransplantationABSTRAK60 spesimen karang yang ditransplantasi pada tiga substrat buatan yaitu bambu, besi dan beton menunjukkan bahwa rataan panjang fragmen karang pada substrat bambu selama empat bulan diperoleh berkisar (7,45 - 10,11 cm) pertambahan mutlak panjang karang tertinggi terjadi pada bulan kedua yaitu (1,05 cm). Pada substrat besi rataan panjang fragmen karang rata – rata berkisar (9,41 – 11.68 cm) pertambahan mutlak panjang karang tertinggi pada bulan keempat yaitu (0.94 cm). Sedangkan pada substrat beton (5,23 – 6,77 cm) pada substrat beton pertambahan mutlak tertinggi pada bulan ketiga (0,73 cm). Hasil analisis data menunjukkan laju pertambahan karang Acropora sp. berkisar (0.50 – 0.78 cm/bulan, pada substrat bambu laju pertambahan menunjukkan nilai yang lebih baik dari substrat besi dan beton yaitu sebesar (0.78 cm/bln). Dalam penelitian ini keberhasilan hidup karang mempunyai persentase yang bisa dikatakan berhasil. Pada substrat bambu dan besi tingkat kelangsungan hidup sebesar 90% dan pada substrat beton sebesar 70%.Kata Kunci : Acropora sp, Transplantas

    Isolation of Symbiotic Bacteria with Red Algae from Tongkaina Waters, North Sulawesi

    Get PDF
    This study aims to isolate symbiotic bacteria with red algae from the waters of Tongkaina, North Sulawesi. The red algae taken were red algae that are similar to the genus Portieria and Gracilaria. Bacteria were cultured and isolated using Nutrient Agar (NA) + sea water. Before bacteria from red algae samples were cultured, each sample of red algae was crushed, homogenized and diluted. The results of this study, 5 bacterial isolates were successfully isolated from red algae similar to Portieria sp. and 5 bacterial isolates from red algae similar to Gracilaria sp. Each bacterial isolate has different morphological characteristics such as shape, colour, elevation, and edges. Of the 10 bacterial isolates, 3 bacterial cells are gram-positive cocci (round), and 7 of them are gram-negative bacilli (rod).Keywords: Red algae, bacteria, isolation, symbionts ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri simbion dengan alga merah dari perairan Tongkaina, Sulawesi Utara. Alga merah yang diambil adalah alga merah yang mirip dengan genus Portieria dan Gracilaria. Bakteri ditumbuhkan dan diisolasi menggunakan media Nutrien Agar (NA) + air laut.  Sebelum bakteri dari sampel alga merah ditumbuhkan, masing-masing sampel alga merah digerus, dihomogeniasi dan diencerkan.  Hasil penelitian ini, 5 isolat bakteri berhasil diisolasi dari alga merah mirip Portieria sp. dan 5 isolat bakteri dari alga merah mirip Gracilaria sp. Masing-masing isolat bakteri memiliki karakteristik morfologi yang berbeda seperti bentuk, warna, elevasi, dan tepian. Dari 10 isolat  bakteri  tersebut, 3 sel bakteri bersifat gram positif dengan bentuk bulat, dan 7 diantaranya bersifat gram negatif dengan bentuk batang.Kata kunci:  Alga merah, bakteri, isolasi, simbio

    Screening of the Proteolytic Bacteria Symbiont with Algae Gracillaria sp.

    Get PDF
    Marine algae are abundant natural resources in Indonesia but have not been optimally utilized. Utilization of seaweed is still limited as food ingredients such as Gracillaria sp. cultivated as an industrial export material. Algae Gracillaria sp. his life is symbiotic with a variety of types of bacteria. The aim of the study was to isolate and screening the protease activity of the symbionic bacteria of Gracillaria sp. This study succeeded in isolating 4 different bacteria based on morphological characteristics. The four isolates were S.G.,1,  S.G.2, S.G.3 and S.G.,4. Isolate S.G. 1 had the ability to produce ptotease with a proteolytic index of 1.5.Keywords : Gracilaria sp., Protease, Symbiont Bacteria ABSTRAKAlga laut merupakan sumberdaya alam yang melimpah di Indonesia tetapi belum optimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Pemanfaatan rumput laut masih terbatas sebagai bahan makanan seperti Gracillaria sp. dibudidayakan sebagai bahan ekspor industri karajinan. Alga Gracillaria sp. hidupnya bersimbion dengan beraneka ragam jenis bakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengisolasi dan menguji aktivitas protease bakteri simbion alga Gracillaria sp. Penelitian ini berhasil mengisolasi 4 bakteri yang berbeda berdasarkan karakteristik morfologi. Keempat bekteri tersebut adalah S.G., 1 S.G., 2 S.G., 3 dan S.G., 4 Isolat bakteri  S.G., 1 memiliki kemampuan   menghasilkan ptotease dengan Indeks proteolitik sebesar 1,5.Kata Kunci  : Bakteri simbion, Gracillaria sp. proteas

    Application of probiotic bacteria isolated from catfish (Clarias batrachus) intestine to enhance growth performance and resistance of carp (Cyprinus carpio) against Aeromonas hydrophila

    Get PDF
    The objective of research was to isolate probiotic bacteria from catfish intestine and to examine its effects on the growth and resistance of carp against Aeromonas hydrophila.  The probiotic isolated from intestine was grown on MRS agar.  Fish used in this research was juvenile of carp with an average weight of 5.5 g obtained from Freshwater Aquaculture Board at Tatelu Village, North Sulawesi Province.  Before running the experiment, the juveniles were adapted for one weeks in 15 glass aquaria at a density of 15 individuals each.  After acclimatization, the fish were fed diet supplemented with probiotic at different concentrations namely 1x109 , 1x108 , 1x107,  1x106 cfu/mL for three weeks. The fish were fed two times a dayat 08.00 am and 17.00 pm with a dose of 5% of body weight per day. At the end of feeding, the fish were challenged with A. hydrophila.  Data collected included average growth rate, absolute growth, feed efficiency, and food conversion ratio.  Research results found that the addition of probiotic into feed was  able to increase growth and feed efficiency and reduce food conversion ratio as well (p<0.01). The best growth, feed efficiency and food conversion ratio were obtained in fish fed diet added with probiotic bacteria at 1x108 cfu/mL.  The highest survival rate was also observed in fish probiotic diet containing 1x108 cfu/mL.  As conclusion, probiotic bacteria isolated from catfish intestine was potential to improve growth, feed efficiency, reduce food conversion ratio and increase resistance of fish against bacterial pathogen.Keywords: probiotic, carp, Aeromonas hydrophila, feed efficiency, food conversion ratioABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri probiotik dari usus ikan lele dan menguji pengaruh pemberian probiotik dari usus ikan lele terhadap pertumbuhan dan resistensi ikan mas terhadap infeksi Aeromonas hydrophilla. Sumber probiotik diisolasi dari usus ikan lele menggunakan media MRS (de Man Rogosa Sharpe) dan bakteri Aeromonas hydrophilla ditumbuhkan pada media TSA (Tryptic Soy Agar). ikan uji diambil dari Balai Budidaya Air Tawar Tatelu , Provinsi Sulawesi Utara . ikan diaklimatisasi selama seminggu dalam 15 akuarium dengan kepadatan 15 ekor/akuarium dan berat awal rata-rata 5,5 g. Setelah diaklimatisasi ikan diberi pakan yang ditambahkan bakteri probiotik sebagai perlakuan dengan konsentrasi berbeda yaitu 1x109 , 1x108 , 1x107,  1x106 cfu/mL selama empat minggu sebanyak 5% /berat tubuh/hari dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari yaitu jam 08.00 pagi dan jam 17.00 sore. Setelah diberi perlakuan maka diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophilla.  Data yang dikumpulkan terdiri dari laju pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak, efesiensi pakan, konversi pakan dan uji tantang terhadap bakteri patogen. Hasil penelitian mendapatkan bahwa penambahan bakteri probiotik dalam pakan mampu meningkatkan pertumbuhan, efesiensi pakan dan menurunkan konversi pakan (p<0.01). Pertumbuhan, efesiensi pakan dan konversi pakan yang terbaik dicapai pada ikan yang diberi pakan dengan penambahan bakteri probiotik 1x108 cfu/mL.  Kelangsungan hidup ikan mas yang diuji tantang dengan bakteri patogen yang paling tinggi dicapai pada ikan yang diberi pakan 1x108 cfu/mL. Sebagai kesimpulan bahwa bakteri probiotik yang diisolasi dari usus ikan lele berpotensi meningkatkan pertumbuhan, efesiensi pakan, menurunkan konversi pakan serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada ikan mas.Kata Kunci : Probiotik, Ikan Mas, Aeromonas hydrophilla, Pertumbuhan, Efesiensi Pakan, Konversi Paka

    Structure Community of Mangrove at Tabulo Selatan Beach, Boalemo Regency

    Get PDF
    This study aims to know the community structure of mangrove and the environmental condition in South Tabulo coast. Mean temperature at station 1, 2, and 3 was 310C, and water salinity varied between 28-30 ‰. Water pH was averagely 7 in all stations. Substrate measurements were visually done and through touches. Stations 1 and 2 had sandy muddy substrates, while station 3 was muddy. Mangroves of tree criterion were found 122 individuals of 7 species, Avicennia lanata, A. marina, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, and Ceriops tagal. Field observations showed that the highest species density was recorded in R. mucronata. The highest species frequency was found in S. alba, R. apiculata, and R. mucronata, while the highest species cover and importance value index were recorded in S. alba and R. apiculata dan R. mucronata. Based on diversity index, it was found that only 7 species were found in the study sites and it belonged to good condition. It indicates that the study sites are still in good ecological condition.Abstrak Keywords : Mangrove, community, Boalemo, diversity, importance value. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove serta kondisi lingkungan di Pantai Tabulo Selatan. Berdasarkan hasil penelitian di Pantai Tabulo Selatan untuk pengukuran suhu pada stasiun 1, 2, dan 3 diperoleh hasil rata-rata 310C, dengan salinitas bervariasi antara 28-30 ‰. Pengukuran pH air pada semua stasiun pengamatan diperoleh hasil rata-rata 7. Pengamatan substrat dilakukan secara visual dengan cara meraba tekstur substrat pada setiap stasiun, dan substrat yang terdapat di lokasi penelitian pada stasiun 1 dan 2 adalah lumpur berpasir, pada stasiun 3 berlumpur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada semua stasiun dengan kriteria pohon telah ditemukan 122 individu dari 7 spesies yang ditemukan yaitu Avicennia lanata, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza dan Ceriops tagal. Berdasarkan pengamatana lapangan, kerapatan spesies tertinggi dimiliki oleh spesies Rhizophora mucronata, frekuensi spesies tertinggi dimiliki spesies S. alba, R. apiculata dan Rhizophora mucronata, penutupan spesies dan indeks nilai penting didapati spesies Sonneratia alba, Rhizophora apiculata dan R. mucronata.. Berdasarkan indeks keanekaragaman dapat dilihat bahwa hanya ada 7 spesies yang didapatkan pada lokasi penelitian dan termasuk dalam kriteria keanekaragaman baik. Hal ini menunjukkan bahwa di lokasi penelitian masih dalam kondisi ekologis yang cukup baik.Kata kunci : Mangrove, komunitas, Boalemo, keanekaragaman, nilai penting

    Nile Tilapia Oreochromis niloticus Culture Development Strategy In Floating Net Cage Of Galela Lake, North Halmahera Regency, North Mollucas Province

    Get PDF
    This study aims to examine the development strategy of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) culture in Galela Lake, North Halmahera Regency, North Mollucas Province. It is a descriptive study. Data collection used direct observations, interviews, and literature studies, and data analysis applied SWOT analysis, and continued with Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM)).  Results revealed that there were 6 priority strategies taken to develop the culture of the nile tilapia (O. niloticus) as follows: 1. Human resources development; 2. Take advantage of the investment-providing institutions for culture development; 3. Optimize the use of nile tilapia culture in the floating net cage; 4. Broaden the marketing access; 5. Increase the fish seed quality and the product quality; 6. Agreement among the fish farmers to maintain security in the floating net cage localities.Keywords: strategy, Galela Lake, nile tilapia, SWOT, QSPM. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan budi daya ikan nila (Oreochromis niloticus) di Danau Galela Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik pengembilan data melalui observasi langsung dan wawancara, dan studi literature. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Dan dilanjutkan dengan uji OSPM  (Quantitative Strategis Planning Matrix).  Hasil dari analisis data menghasilkan enam strategi prioritas untuk pengembangan budi daya ikan nila (oreochromis niloticus) yaitu 1. Peningkatan pembinaan SDM 2. Memanfaatkan lembaga penyedia modal untuk pengembangan budi daya 3. Optimalisasi lahan budi daya ikan nila di karamba Jaring apung (KJA) 4. Memperluas akses pemasaran 5. Peningkatan kualitas benih ikan nila dan kualitas produk 6. Kesepakatan antar pembudidaya dalam menjaga keamanan di lokasi karamba jaring apung (KJA).Kata Kunci : Strategi, Danau Galela, Ikan Nila, Analisis SWOT, Analisis QSP

    Size and Ambundance of glass eel Anguilla spp in mouth of Poigar River

    Get PDF
    The  aims of this study are determine the composition of the length and abundance of glass eel Anguilla spp that migrates at the mouth of the Poigar River. Sampling is done every month for four months in the new moon phase. Sampling site on one side of the Poigar River estuary, by making a 10 meter track in the direction of the river flow. The fishing gear used is a triangle-shaped handy scoop net with a length of 100 cm and a width of 75 cm. The catch of Glass eel eel for four months (from April to July 2018) as many as 3,551 individuals. Average length (± SD) in April was 44.4 ± 1.4 cm, May 48.7 ± 1.6 cm, June 51.1 ± 2.0 cm and July 51.1 ± 2.4 cm. The highest number of catches in May was 1,841 individuals, followed by June 785, July 860 individuals and April as many as 55 individuals. The average density of eels in April, Mai, June and July 2018 migrating in the sampling area of 10 x 0.7 meters is 1,160 individuals.Keywords: glass eel, size, abundance, Poigar River.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi ukuran panjang dan kelimpahan  ‘‘glass eel’’ sidat Anguilla spp yang bermigrasi di muara Sungai Poigar.  Pengambilan sampel dilakukan setiap bulan selama empat bulan pada  fase  bulan baru. Tempat sampling  pada  satu sisi muara Sungai Poigar, dengan membuat lintasan sepanjang 10 meter searah aliran sungai. Alat tangkap yang digunakan adalah seser (handy scoop net) berbentuk segitiga dengan panjang 100 cm dan lebar 75 cm. Hasil tangkapan Glass eel sidat selama empat bulan (dari bulan April sampai Juli 2018) sebanyak 3.551 individu.  Rata-rata  panjang (± SD) pada bulan April 44,4±1,4 cm, Mei 48,7±1,6 cm, Juni 51,1±2,0 cm dan Juli 51,1±2,4 cm.  Jumlah tangkapan terbanyak pada bulan Mei 1.841 individu, diikuti bulan Juni 785, bulan Juli 860 individu dan bulan April sebanyak 55 individu.  Rata-rata kepadatan sidat pada bulan April, Mai, Juni dan Juli 2018 yang bermigrasi dalam wilayah sampling 10 x 0,7 meter adalah 1.160 individu.Kata kunci: glass eel, ukuran, kelimpahan, Sungai Poigar

    459

    full texts

    481

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah PLATAX
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇