Jurnal Ilmiah PLATAX
Not a member yet
    481 research outputs found

    Analysis of Mangrove Vegetation Index Using Landsat 8 Images in Dodinga Bay, West Halmahera

    Get PDF
    Mangrove vegetation can be easily recognized from remote-sensing satellite images compared to other terrestrial vegetation. The vegetation index is applied to the satellite images to highlight the aspect of vegetation density. This study aims to determine the correlation between the value of the vegetation index and mangrove canopy cover data to achieve a proper vegetation index to estimate the density of the mangrove canopy. The data needed are satellite imagery from Landsat 8 and mangrove canopy cover in sampling locations along the coast of Dodinga Bay, West Halmahera. Image data analysis includes radiometric correction, image sharpening, masking, classification, and accuracy tests. The vegetation index algorithms used were NDVI, GNDVI, and IM, and regression analysis was carried out for correlation tests. The analysis results obtained four different land cover classes with an overall accuracy of 97.70% and a kappa coefficient of 0.9688. The IM vegetation index showed an excellent correlation with mangrove canopy cover compared to GNDVI and NDVI. The determination coefficient (R²) of the IM is 0.6765; GNDVI (0.4897) and NDVI (0.4825). The IM classification produces four levels of mangrove canopy density, i.e., sparse (7.40 ha), moderate (628.33 ha), dense (921.22 ha), and very dense (16.45 ha). Keywords: mangrove, Landsat 8 images, vegetation index, Dodinga Bay Abstrak Objek vegetasi mangrove paling mudah diidentifikasi dengan menggunakan citra satelit penginderaan jauh dibandingkan objek vegetasi darat lainnya. Indeks vegetasi diterapkan terhadap citra untuk menonjolkan aspek kerapatan vegetasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara nilai indeks vegetasi dengan data tutupan kanopi mangrove, sehingga didapatkan indeks vegetasi yang sesuai untuk menduga kerapatan kanopi mangrove. Data yang diperlukan yaitu citra Landsat 8 dan tutupan kanopi mangrove di lapangan. Analisis data citra terdiri dari koreksi radiometrik, penajaman citra, masking, klasifikasi dan uji akurasi. Algoritma indeks vegetasi yang digunakan yaitu NDVI, GNDVI dan IM, serta dilakukan analisis regresi untuk uji korelasi. Hasil analisis mendapatkan empat kelas tutupan lahan yang berbeda dengan overall akurasi sebesar 97,70 % dan kappa coefisien sebesar 0,9688. Indeks vegetasi IM menunjukkan korelasi sangat baik dengan tutupan kanopi mangrove dibandingkan GNDVI dan NDVI. Koefisien determinasi (R²) IM adalah 0,6765; GNDVI (0,4897) dan NDVI (0,4825). Klasifikasi IM menghasilkan empat tingkat kerapatan kanopi mangrove yaitu mangrove jarang (7,40 ha), mangrove sedang (628,33 ha), mangrove lebat (921,22 ha), dan mangrove sangat lebat (16,45 ha). Kata kunci: mangrove, citra Landsat 8, indeks vegetasi, Teluk Doding

    Blister Pearl Formation in Abalone, Haliotis varia Using Anestesia

    Get PDF
    Abalone pearl farming has significant potential to improve the livelihoods of coastal communities. This study aimed to measure early pearl blister layer thickness and analyze mortality in Haliotis varia following nucleus insertion. A four-month experimental study was conducted in Pulisan, North Sulawesi, Indonesia. Forty abalones underwent nucleus insertion using quick-drying adhesive after being anesthetized with benzocaine (1200 mg/L). Samples were collected monthly for two months to measure pearl layer thickness. Results showed that the average pearl layer thickness increased from 0.093 mm in the first month to 0.145 mm in the second month. However, mortality was highest in the treatment group (30%), followed by the control group with anesthesia (20%), and the control group without treatment (5%). This study concludes that pearl formation in H. varia is continuous but that insertion and anesthesia procedures stress individuals. These findings provide a foundation for developing more efficient and sustainable abalone pearl farming techniques. Keywords: Pearl, Pearl Production, Abalone, Haliotis varia, Anestesia. Abstrak Produksi mutiara abalone memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan awal lapisan mutiara blister dan menganalisis mortalitas pada abalone Haliotis varia setelah proses insersi inti mutiara. Penelitian eksperimental ini dilakukan selama 4 bulan di perairan Pulisan, Sulawesi Utara. Sebanyak 40 individu abalone diinsersi inti mutiara menggunakan lem cepat kering setelah dibius dengan benzocaine (1200 mg/L). Sampel diambil setiap bulan selama dua bulan untuk mengukur ketebalan lapisan mutiara yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ketebalan lapisan mutiara meningkat dari 0,093 mm pada bulan pertama menjadi 0,145 mm pada bulan kedua. Namun, mortalitas tertinggi (30%) terjadi pada kelompok perlakuan insersi, diikuti oleh kelompok kontrol dengan perlakuan anestesi (20%) dan kelompok kontrol tanpa perlakuan (5%). Studi ini menyimpulkan bahwa proses pembentukan mutiara pada H. varia berlangsung terus-menerus, namun prosedur insersi dan anestesi memberikan tekanan pada individu abalone. Penelitian ini memberikan dasar penting untuk pengembangan teknik produksi mutiara abalone yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kata kunci: Mutiara, Produksi Mutiara, Abalone, Haliotis varia, Anestesi

    Nudibranchia Species, Water Quality and Substrate at Malalayang Dua Beach, Manado City

    Get PDF
    This research used the exploration method, where a dive team of three people descended to a subtidal depth of 3 to 10 meters. The dive team surveyed this site for 40 minutes. Measurements of environmental parameters seawater temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), and turbidity—were taken using a Horiba U-536 and pH meter. The results identified 11 species. The average pH was 8.24 at Station A (Gasoline Station) and 8.06 at Station B (Malalayang Beach Walk). The average seawater temperature was 28.69°C at Station A and 29.08°C at Station B. Turbidity was 0 NTU at both stations. The dose of dissolved oxygen (DO) was 6.77 mg/L at Station A and 6.92 mg/L at Station B. The salinity was 31.49 ppt at Station A and 31.35 ppt at Station B. Except for TDS, all environmental parameters support Nudibranchia's life. Total Dissolved Solids (TDS) values were 57.73 g/L at Station A and 57.33 g/L at Station B, respectively. These TDS values are unsuitable for benthic marine life since they do not fit their range tolerances. Nudibranchia attached on substrates variations from dead coral with algae (DCA), sponge, algae, and dead coral fragments. The most dominant substrate occupied by Nudibranchia was dead coral with algae (DCA). Keywords: Nudibranchia, Species, Water Quality, Substrate, Malalayang Dua Abstrak Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi, di mana tim penyelam yang terdiri dari tiga orang turun ke kedalaman subtidal 3 hingga 10 meter. Tim penyelam melakukan survei di lokasi ini selama 40 menit. Pengukuran parameter lingkungan seperti suhu air laut, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), Total Dissolved Solids (TDS), dan kekeruhan diambil menggunakan Horiba U-536 dan pH meter. Hasil penelitian mengidentifikasi 11 spesies. Rata-rata pH adalah 8,24 di Stasiun A (Gasoline Station) dan 8,06 di Stasiun B (Malalayang Beach Walk). Suhu air laut rata-rata adalah 28,69°C di Stasiun A dan 29,08°C di Stasiun B. Kekeruhan adalah 0 NTU di kedua stasiun. Oksigen terlarut (DO) adalah 6,77 mg/L di Stasiun A dan 6,92 mg/L di Stasiun B. Salinitas adalah 31,49 ppt di Stasiun A dan 31,35 ppt di Stasiun B. Kecuali untuk TDS, semua parameter lingkungan mendukung kehidupan Nudibranchia. Nilai Total Dissolved Solids (TDS) adalah 57,73 g/L di Stasiun A dan 57,33 g/L di Stasiun B. Nilai TDS ini tidak sesuai dengan toleransi kehidupan ‘benthic’ dasar. Dalam penelitian ini, diasumsikan bahwa konsentrasi TDS juga tidak sesuai untuk Nudibranchia. Nudibranchia menempel pada variasi substrat seperti dead coral with alga (DCA), spons, alga, dan pecahan karang mati. Substrat yang paling dominan ditempati oleh Nudibranchia adalah dead coral with alga (DCA). Kata Kunci: Nudibranchia, Jenis-jenis, Kualitas Air, Substrat, Malalayang Dua

    Analysis of the Empowerment Level of Smoked Fish Processors Tandipang (Dussumieria acuta)

    Get PDF
    The method used in this study is the case study method. Data were collected from two sources, namely primary data and secondary data. The population in this study consists of smoked Tandipang fish processors in Tumpaan Subdistrict. Data collection was done using the census method, where the entire population was selected as respondents, with 14 smoked Tandipang fish processors chosen as the sample. The data collected include primary and secondary data. Primary data was gathered through observations and interviews guided by a questionnaire, while the data obtained were analyzed using both quantitative and qualitative descriptive analysis. Family welfare was measured based on objective and subjective welfare. The analysis concluded that the average annual income of smoked Tandipang fish processors in Tumpaan Subdistrict is IDR 88,168,000, earned from working as fish processors and side jobs. The fishermen’s family expenditures consist of food and non-food expenses, with 85.68% of their total income spent solely on food. The empowerment level of traditional fishermen in Belang Subdistrict is still considered low from both economic and non-economic aspects. Economically, more than 50% of fishermen’s income is used to meet food needs only. From all non-economic aspects, the community of smoked Tandipang fish processors in the Tumpaan Subdistrict is also still categorized as lacking empowerment. Keywords: Hygienic, industry, sanitation, fiber. Abstrak Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi akan diambil sebagai responden dan dipilih sebanyak 14 responden pengolah ikan tandipang asap. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer dengan observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner, sedangkan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Kesejahteraan keluarga diukur berdasarkan kesejahteraan objektif dan kesejahteraan subjektif. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan per tahun adalah Rp.88.168.000 yang diperoleh dari bekerja sebagai pengolah ikan dan pekerjaan sampingan. Pengeluaran keluarga nelayan terdiri dari pengeluaran untuk pangan dan non pangan, 85,68% dari total pendapatan nelayan hanya untuk memenuhi kebutuhan makanan saja. Tingkat keberdayaan nelayan tradisional di Kecamatan Belang masih termasuk rendah dilihat dari aspek ekonomi maupun non ekonomi. Secara ekonomi karena sebagian besar atau lebih dari 50% pendapatan nelayan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Dilihat dari semua aspek non ekonomi masyarakat pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan juga masih dikategorikan kurang berdaya Kata kunci: Higienis, industri, sanitasi, serat

    Variability Of Chlorophyll-A and Sea Surface Temperature in The Maluku Sea During El Nino Period 2023

    Get PDF
    Oceanographic factors such as Sea Surface Temperature (SST) and Chlorophyll-a (Chl-a) during El Nino can make fishing easier. The research aims to analyze the variability of SST and Chl-a in the Maluku Sea during El Nino 2023 and determine the influence of El Nino on upwelling in the Maluku Sea. The method used uses SST from Remote Sensing data which has been validated using observation and Chl-a data. Rainfall data is used to ascertain the climatic conditions of the North and South Maluku Sea regions. Validation of remote sensing SST data with observations has a correlation coefficient of 0.677. The research results show that in the West Monsoon of North Maluku, the SST was 29.1ºC and Chl-a 0.24 mg/m3 due to the influence of La Nina 2022 as shown by the rainfall in February of 199 mm. During the transition monsoon, the SST in the North Maluku Sea is 29.3 ºC higher than the South 29.8ºC. The East Monsoon SST in the Southern Maluku Sea experiences a decrease in temperature reaching 27.9 ºC and Chl-a of 075 mg/m3. Transition Monsoon II SST is 30ºC and Chl-a 0.21 mg/m3. The research concludes that the El Nino phenomenon that will occur in 2023 will affect upwelling in the Maluku Sea by 84%. There is a mismatch between the Chl-a peak in August SST and the SPL peak that occurred in September. When El Nino 2023 occurs, Chl-a is higher in the southern part of the Maluku Sea compared to the northern part, as is the SST. Keywords: SST, Chl-a, East monsoon, El Nino, Upwelling Abstrak Mengetahui faktor oseanografi seperti Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Klorofil-a (Chl-a) saat El Nino dapat mempermudah penangkapan ikan. Tujuan penelitian untuk menganalisis variabilitas SPL dan Chl-a di Laut Maluku saat terjadi El Nino 2023 dan mengetahui pengaruh El Nino terhadap upwelling di Laut Maluku. Metode yang digunakan menggunakan data Penginderaan Jauh SPL yang telah di validasi menggunakan data obsevasi dan Chl-a. data curah hujan digunakan untuk memastikan kondisi iklim wilayah Laut Mauluku bagian Utara dan Selatan. Validasi data SPL penginderaan jauh dengan observasi memiliki korefisien korelasi sebesar 0.677. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada Musim Barat Laut Maluku bagian Utara dengan SPL 29.1ºC dan Chl-a 0.24 mg/m3 dikarenakan pengaruh La Nina 2022 yang ditunjukkan dari curah hujan bulan Februari sebesar 199 mm. Saat Musim peralihan SPL di Laut Maluku bagian Utara 29.3 ºC lebih tinggi dari bagian Selatan 29.8ºC. Musim Timur SPL di Laut Maluku bagian Selatan mengalami penurunan suhu mencapai 27.9 ºC dan Chl-a sebesar 075 mg/m3. Musim Peralihan II SPl sebesar 30ºC dan Chl-a 0.21 mg/m3. Kesempulan penelitain adalah ini Fenomena El Nino yang terjadi pada tahun 2023 mempengaruhi upwelling di laut maluku sebasar 84%. Terjadi ketidak seuaian antara puncak Chl-a bulan Agustus SPL dengan puncak SPL yang terjadi bulan September. Saat terjadi El Nino 2023 Chl-a lebih tinggi di Laut Maluku bagian Selatan jika dibandingkan bagian Utara, begitu pula dengan SPL. Kata kunci: SPL, Chl-a, Musim Timur, El Nino, Upwellin

    Isolation and Potential of Plastic-Degrading Bacteria from Plastic Waste

    Get PDF
    Plastic waste is an environmental issue, including in marine environments. One method of managing plastic waste is through biodegradation using bacteria. This study aims to isolate bacteria from plastic waste in Malalayang, and North Sulawesi waters, and test their potential to degrade plastic using laboratory experimental methods. Bacteria were isolated using a Nutrient Agar (NA) medium and then tested for their ability to degrade plastic using a Nutrient Broth (NB) medium containing plastic fragments. The NB medium with plastic fragments was incubated using an orbital shaker at room temperature with agitation at 130 rpm for 30 days. Five bacterial isolates were successfully obtained from plastic waste: isolates C1, C2, C3, C4, and C5. Four of the bacterial isolates were found to be capable of degrading plastic, as indicated by the reduction in the dry weight of the plastic after 30 days of incubation. The highest plastic weight reduction was shown in isolate C2, with a decrease of 2.95%, while the lowest reduction was observed in isolate C4, with a decrease of 2%. Keywords: Bacteria, Isolation, Biodegradation, Plastic. Abstrak Sampah plastik merupakan masalah lingkungan termasuk lingkungan laut. Salah satu pengelolaan sampah plastik adalah melalui biodegradasi menggunakan bakteri. Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri dari sampah plastik Perairan Malalayang, Sulawesi Utara dan melakukan uji potensi bakteri tersebut dalam mendegradasi plastik menggunakan metode eksperimen laboratorium. Bakteri diisolasi menggunakan medium Nutrient Agar (NA), kemudian diuji kemampuan mendegradasi plastik dengan menggunakan medium Nutrient Broth (NB) yang berisi potongan plastik. Medium NB berisi potongan plastik diinkubasi menggunakan orbital shaker pada suhu ruang dengan agitasi 130 rpm selama 30 hari. Lima isolat bakteri berhasil diisolasi dari sampah plastik, yaitu isolat C1, C2, C3, C4 dan C5. Didapatkan empat isolat bakteri yang mampu mendegradasi plastik, yang ditunjukkan dengan pengurangan berat kering plastik setelah diinkubasi selama 30 hari. Pengurangan berat plastik tertinggi ditunjukkan oleh isolat C2 sebesar 2,95 %, sedangkan pengurangan berat terendah oleh isolat C4 sebesar 2 %. Kata kunci: Bakteri, Isolasi, Biodegradasi, Plastik

    Study of Scleractinian Coral Recruitment in the Waters of Tanjung Pisok and Siladen Island, Bunaken National Park

    Get PDF
    The research aimed to determine the recruitment density value of scleractinian coral juveniles in Tanjung Pisok (Meras and Bahowo) and Siladen Island. The method for selecting observation locations uses purposive sampling and collecting coral juvenile recruitment data using underwater photo transects. The results of this research obtained data on genus, size, and density values ​​for coral juvenile recruitment. The coral genera found at Station I were 19 genera with the largest number being the Porites genus, 32 colonies, Station II 13 genera with the largest number being the Favites genus, 32 colonies, and at Station III 17 genera with the largest number being the Porites genus, 32 colonies. Coral juveniles in this study were more dominant in the 2 cm - 2.9 cm size group, for Station I 63 colonies, Station II 54 colonies and Station III 32 colonies. Based on the results of this research, it shows that the coral recruitment density at Station I with a value of 12.38 colonies/m² is higher than Station II, the coral recruitment density at Station II with a value of 12.23 colonies/m² is higher than Station III with a value of 7.21 colonies/m². Keywords: Recruitment; Scleractinia; Underwater Photo Transect; Bunaken National Park Abstrak Tujuan penelitian menentukan nilai densitas rekrutmen juvenil karang scleractinia di perairan Tanjung Pisok (Meras dan Bahowo) dan pulau Siladen. Metode pemilihan lokasi pengamatan menggunakan purposive sampling dan metode pengumpulan data rekrutmen juvenil karang menggunakan underwater photo transect. Hasil penelitian ini memperoleh data genus, ukuran dan nilai densitas rekrutmen juvenil karang. Genus karang yang didapat di Stasiun I yaitu 19 genus dengan yang terbanyak genus Porites 32 koloni, Stasiun II 13 genus dengan yang terbanyak genus Favites 32 koloni, dan Stasiun III 17 genus dengan yang terbanyak genus Porites 32 koloni. Juvenil karang dalam penelitian ini lebih dominan pada kelompok ukuran 2 cm - 2.9 cm, untuk Stasiun I 63 koloni, Stasiun II 54 koloni dan Stasiun III 32 koloni. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan densitas rekrutmen karang di Stasiun I dengan nilai 12,38 koloni/m² lebih tinggi dari Stasiun II, densitas rekrutmen karang di Stasiun II dengan nilai 12,23 koloni/m² lebih tinggi dari Stasiun III dengan nilai 7,21 koloni/m². Kata kunci: Rekrutmen; Scleractinia; Taman Nasional Bunaken; Underwater Photo Transec

    Study of e-DNA Quality at Fishing Ground of Manado Bay, North Sulawesi Province.

    Get PDF
    We used the Nansen Bottle Sampler to collect water samples in the deepsea area, ranging from 150 meters to 175 meters in six water points around Manado Bay, to test the quality of e-DNA water samples to detect target species in the fishing area. Therefore, the basis of the case study method with a sampling technique was carried out on July 29 2023 using Power Water Sterivex Kits, water samples were then stored at -250C and were then taken to TBRC, University of the Ryukyus for further laboratory works, such as; eDNA extract, eDNA quality testing, 1st and 2nd PCR and Electrophoresis eDNA analysis processes using MiFish-U primers with a target of 163–185bp and 375 bp, following the MiFish protocol.  Based on the results of the eDNA extract solution, it is known that the quality of eDNA from the 6 sampling sites locations ranged between 2.8 µg/mL – 4.4 µ g/mL, which means a good quality of eDNA. Moreover, it showed that the presence of DNA fragments at Kappa 60◦C Gelelectrophoresis 1st-PCR, 12S rRNA gene product (163–185bp), and Kappa 60◦C and 65◦C Geklelectrophoresis 2nd-PCR Products according to the target amplicon 375 bp. This means we can conduct the next step, the PCR sequence analysis.  Then, eDNA quality testing, 1st and 2nd PCR, and Electrophoresis of e-DNA analysis process were using MiFish-U F/R primers with a target of 375 bp, it is known that the concentration of Nanodrop from the 6 sampling locations ranges between 2.8 µg/mL – 4.4 µg/mL while the core or quality eDNA ranged from 1.56 µg/mL – 2.50 µg/mL. Based on identification results, five types of species were detected; Myctophum lychnobium, Selar crumenophthalmus, Photonectes sp., Oreochromis sp. Thunnus obesus and Homo sapiens were generated using eDNA metabarcoding on the mitochondria genome database MitoFish. Keywords: e-DNA, eDNA quality, species target, fishing area, Manado Bay   Abstrak Kami menggunakan Nansen Bottle Sampler untuk mengambil sampel air pada laut dalam berkisar 150meter sampai 175 meter di enam titik perairan Sekitar Teluk Manado, untuk menguji Kualitas e-DNA sample air yang digunakan untuk mendeteksi target spesies pada daerah penangkapan. Selanjutnya dasar metode studi kasus dengan teknik pengambilan sampel secara sampling dilakukan pada tanggal 29 Juli 2023 menggunakan Power Water Sterivex Kits, sapel air disimpan pada -250C yang selanjutnya dibawa ke TBRC, University of the Ryukyus untuk pnelitian laboratorium lanjutan seperti ekstrak eDNA, Pengujian kualitas eDNA, 1st and 2nd PCR dan Elektrophoresis proses analisis eDNA menggunakan primer MiFish-U dengan target 375 bp, mengikuti MiFish protokol. Berdasarkan hasil pengujian larutan ekstrak eDNA diketahui bahwa kualitas eDNA dari 6 titik lokasi sampling berkisar antara 2.8 ng/mL – 4.4 ng/mL dan menunjukkan adanya fragment DNA pada Kappa 60◦C Geklelectrophoresis 1st-PCR Produk 12S rRNA gene (163–185bp, dan Kappa 60◦C dan 65◦C Geklelectrophoresis 2nd-PCR Produk sesuai amplikon target 375 bp. Hal ini berarti dapat dilanjutkan pada tahap analisis sekuens PCR. Pengujian kualitas eDNA, 1st and 2nd PCR dan Elektrophoresis proses analisis eDNA menggunakan primer MiFish-U F/R dengan target 375 bp, diketahui bahwa konsentrasi Nanodrop dari 6 titik lokasi sampling berkisar antara 2.8 µg/mL – 4.4 µg/mL sedangkan kemurnian atau kualitas eDNA berkisar antara 1.56 µg/mL – 2.50 µg/mL. Hasil identifikasi menyatakan lima jenis spesies terdeteksi; Myctophum lychnobium, Selar crumenophthalmus, Photonectes sp., Oreochromis sp. Thunnus obesus, Homo sapiens dihasilkan dengan menggunakan eDNA metabarcoding pada MitoFish database genom mitokondria. Kata kunci : e- DNA, kualitas eDNA, target spesies, daerah penangkapan, Teluk Manado

    Priority Strategy for Mangrove Ecotourism Development at Budo Tourism Village

    Get PDF
    This study was conducted for three months, starting from March to June 2024. The research method used was a qualitative descriptive method with a survey technique.  Data collection was carried out by collecting primary data and secondary data.  Data analysis to formulate priority strategies for developing mangrove ecotourism at Budo Tourism Village using SWOT analysis (strength, weakness, opportunity, threat) and strategy choice analysis to obtain key success factors (priority strategies). The results of this research obtained 7 (seven) priority strategies that can be used by stakeholders, especially BUMDES managers in Budo Village for the development of sustainable mangrove ecotourism. To create a public policy, it is recommended to the Budo Village government, especially the BUMDES manager, to pay attention and consider academic studies from the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, UNSRAT, in the form of 7 (seven) key success factors or priority strategies. Keywords: key success factors, mangrove ecotourism, SWOT, strategic choice analysis   Abstrak   Riset ini dilaksanakan di kawasan ekowisata mangrove Desa Wisata Budo dan berlangsung selama 3 bulan, dimulai dari bulan Maret sampai Juni 2024.  Metode riset yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik survei.  Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder.  Analisis data untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata mangrove Desa Wisata Budo menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) dan analisis pilihan strategi untuk memperoleh faktor-faktor kunci keberhasilan (strategi prioritas). Hasil penelitian ini memperoleh 7 (tujuh) urutan strategi prioritas yang dapat digunakan oleh stakeholders, khususnya pengelola BUMDES Desa Budo untuk pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan. Dalam rangka membuat suatu kebijakan publik direkomendasikan kepada pemerintah Desa Budo, khususnya pengelola BUMDES untuk memperhatikan dan mempertimbangkan kajian akademik dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat berupa 7 (tujuh) faktor-faktor kunci keberhasilan atau strategi prioritas tersebut. Kata kunci: Analisis pilihan strategi, ekowisata mangrove, faktor-faktor kunci keberhasilan, SWO

    Management Strategies for Sea Cucumber (Holothuroidea) Fisheries Resources in West Likupang Sub-district

    Get PDF
    Indonesia is a tropical country with high marine biodiversity, including sea cucumber. The high demand for sea cucumber has led fishermen to catch sea cucumber regardless of the type or size suitable for harvesting. The lack of cultivation and regulations governing the protection of sea cucumbers has caused some species to be endangered. Sea cucumber species with high selling prices are increasingly difficult to find in West Likupang District. This study aims to identify strategies for managing sea cucumber fisheries sustainably and provide policy recommendations for their sustainable management in West Likupang District. This study used a survey method and then analyzed it with a SWOT analysis (strengths, weaknesses, opportunities, threats). The SWOT analysis reveals several strategies for achieving sustainable sea cucumber fisheries: legislation, conservation efforts, aquaculture development, regulated fishing, proper post-harvest handling, and educating fishermen on regulations. Keywords: Management, regulation, conservation, sea cucumber, SWOT Abstrak Indonesia merupakan negara tropis yang mempunyai keanekaragaman hayati laut yang tinggi, salah satunya ialah sumber daya trepang (Holothuridea). Permintaan pasar yang tinggi terhadap trepang, menyebabkan nelayan menangkap trepang tanpa mengindahkan jenis dan ukuran yang layak panen. Belum adanya budi daya dan regulasi yang mengatur perlindungan terhadap trepang menyebabkan beberapa spesies sudah terancam punah. Spesies trepang dengan harga jual yang tinggi makin sulit ditemukan terutama di Kecamatan Likupang Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengelolaan sumber daya perikanan trepang, untuk mencapai perikanan trepang yang berkelanjutan, dan membuat rujukan atau rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya perikanan trepang (Holothuroidea) yang berkelanjutan secara umum Di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di Likupang Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei kemudian dianalisis dengan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman). Berdasarkan hasil analisis, terdapat beberapa strategi yang dapat dikembangkan untuk mencapai perikanan trepang yang berkelanjutan, yakni: regulasi berupa peraturan perundangan, upaya konservasi, pengembangan usaha budidaya, penangkapan yang terukur, penanganan pasca panen/penangkapan dari alam, dan sosialisasi kepada nelayan terkait peraturan Kata kunci: Pengelolaan, regulasi, konservasi, trepang, SWO

    459

    full texts

    481

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah PLATAX
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇