Research Report - Humanities and Social Science
Not a member yet
    148 research outputs found

    ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN PADA 6 MEREK PAKAIAN WANITA KASUAL (STUDI PADA WANITA USIA 17-39 TAHUN, KELAS MENENGAH ATAS DI BANDUNG)

    Get PDF
    Terjadi perubahan selera berpakaian terutama untuk wanita usia 17-30 tahun dengan kelas sosial atas karena umumnya wanita dengan karakteristik ini yang sedang haus akan informasi demi mendapatkan penampilan terbaik. Wanita muda memiliki keinginan yang lebih besar dibandingkan pria dan anak-anak (Sorger dan Udale, 2006:116) terutama untuk pakaian, asesorieries, sepatu, tas. Diharapkan dengan memiliki tampilan secara utuh mereka tampak lebih fashionable. Untuk dikenakan sehari-hari biasanya wanita mengenakan pakaian kasual. Kasual adalah dress code dimana penekanannya adalah pada kenyamanan dan ekspresi personal pada situasi yang tidak formal. Bahkan dalam kamus Wikipedia dinyatakan, “Casual generally means anything goes”. Pakaian kasual adalah pakaian yang tidak formal walaupun belakangan banyak yang meng-kasual-kan pakaian formal biasa disebut semi-casual sehingga pakaian casual bisa dipakai dalam situasi formal. Bandung dijadikan kota untuk diteliti karena dari hasil penelitian pendahuluan penduduk Bandung “fashionable”, Bandung merupakan pusat mode Indonesia, banyak designer kenamaan Indonesia lahir dari Bandung dan di Bandung pula banyak pabrik tekstil dan garment untuk memenuhi animo konsumennya. ada 6 merek yang diteliti yaitu Triset, LOGO, C2, Dust, MANGO dan Giordano. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner, observasi dan studi literature. Sampel diambil dengan menggunakan teknik convenience sampling. Data yang telah terkumpul diolah dengan mengambil modus (nilai terbanyak). Objek penelitian dalam penelitian ini adalah wanita muda usia 18-30 tahun kelas menengah atas yang berada di Bandung.Dari penelitian ini didapat kesimpulan profil wanita pengguna pakaian kasual adalah wanita yang peduli penampilan, tidak terlalu peduli merek , suka jalan-jalan ke mall, suka berbelanja pakaian dan referensi pakaian dari majalah atau melihat di toko. Konsumen dalam hal ini responden dalam penelitian ini masih menganggap atribut produk merek luar negeri lebih baik daripada merek dalam negeri. Merek luar negeri masih menjadi acuan ketika membeli pakaian. Positioning merek luar negeri di benak konsumen lebih baik daripada merek lokal.Kata kunci: Wanita muda kelas menengah atas, yang berdomisili di Bandung, pakaian kasual, perseps

    PROFIL PENGALAMAN TKI : PEMBERANGKATAN, DI LUAR NEGERI DAN KEPULANGAN STUDI KASUS KOTAMADYA CIANJUR, KOTAMADYA SUKABUMI & KABUPATEN SUKABUMI

    Get PDF
    Dalam penelitian ini ditemukan bahwa berlawanan dengan keyakinan umum ternyata peranan sponsor atau calo tidaklah merugikan para calon Tenaga Kerja Indonesia . Para TKI mengaku bahwa sponsor sangatlah berperan dan berkontribusi pada keberangkatan mereka dan mereka bersikap positif terhadap sponsor. Demikian juga selama di luar negeri dan pada kepulangan dari luar negeri , mereka mengaku tidak mengalami kesulitan dan penderitaan seperti yang diberitakan dalam mass media.Dalam penelitian ini digunakan teori migrasi , ketenagaan kerja dan wawancara secara kualitatif serta tujuan penelitian ini adalah mengekplorasi profil pengalaman TKI di Kotamadya Cianjur dan Kotamadya dan Kabupaten Sukabumi

    Profil Kesiapan Daerah Dalam Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN Studi kasus : Sektor Kepariwisataan Jawa Barat 2012 (Studi Kasus: di Bandung, Cianjur dan Sukabumi)

    No full text
    Dalam penelitian ini ditemukan bahwa para pemangku kepentingan kepariwisataan sudah meyakini kesiapan dalam menyambut wisatawan mancanegara dari intra ASEAN. Meskipun ternyata infra struktur yang meliputi aksesebilitas, amenitas, transportasi maupun sikap masyarakat terhadap para wisatawan mancanegara masih bisa ditingkatkan oleh para pemangku kepentingan. Dari data diketahui bahwa wisatawan mancanegara yang berasal dari Asia Tenggara cukup dominan, lebih khusus lagi dari tiga besar Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam.Penelitian ini menggunakan teknik wawancara langsung, menggunakan Forum Group Discussion dan kuesioner terhadap tokoh dari ASITA, Direktur Hotel ternama sekaligus tokoh Badan Promosi Pariwisata Daerah JaBar dan para pelaku bisnis di Travel/Tour Operator, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar serta para pelaku bisnis hotel di Cianjur, Sukabumi dan Bandung

    ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PADA PAGUYUBAN CAHAYA TERANG SEBAGAI UKM PENGRAJIN KULIT DI SUKAREGANG GARUT

    Get PDF
    Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran yang sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional, hal ini terlihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemerintah pun terus memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor UMKM, namun kenyataannya di lapangan mayoritas UMKM masih berada pada kondisi yang tidak ideal. Hal ini disebabkan karena UMKM masih memiliki kelemahan terutama dari sisi pengelolaan atau manajerial.Penelitian ini dilaksanakan pada Paguyuban Cahaya Terang (PCT), sebuah Paguyuban pengrajin kulit dari Sukaregang, Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi karakteristik khas PCT; (2) Mengidentifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang, serta Ancaman yang secara nyata dihadapi oleh para pengrajin PCT; (3) Merumuskan strategi pengembangan usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis PCT.Metode penelitian yang dilakukan berupa penggalian informasi melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara.Kata Kunci: UMKM, Analisis SWOT, dan Strategi Pengembangan Usah

    PEMBENTUKAN DAN IMPLEMENTASI AFCTA DIPANDANG DENGAN PERSPEKTIF KRITIKAL TEORI

    Get PDF
    ASEAN – China Free Trade Area dibentuk berdasarkan berbagai kepentingan nasional negara-negara angota ASEAN serta China.  Negara-negara ASEAN terutama karena usaha untuk mengatasi dan keinginan untuk tidak terjerembab lagi ke dalam krisis moneter 1997-1998. Dalam hal ini China dilihat ASEAN sebagai negara yang mulai membuka diri dan memiliki berbagai produk yang dibutuhkan negara-negara anggotanya dengan harga cukup murah. Di lain pihak China melihat bahwa negara-negara ASEAN memiliki bahan baku bagi kebutuhan industrinya. Selain itu negara-negara ASEAN dipandang China sebagai pasar yang mampu menerima produk-produknya. Sebagai sebuah kerja sama, ASEAN Free Trade Area masuk dalam bahasan ilmu Hubungan Internasional, sehingga dapat dipahami berdasarkan perspektif-perspektif yang ada dalam ilmu tersebut. Dalam penelitian ini, pembentukan dan implementasi ASEAN Free Trade Area dipahami/dipandang dengan menggunakan perspektif Critical Theory. Dalam hal ini, terutama pemikiran Critical Theory yang sesuai dengan Jurgen Habermas, Robert Cox, Andrew Linklater dan Ken Booth. Pembentukan dan implementasi ASEAN-Free Trade Area, dalam pandangan Critical Theory, terutama merupakan rasio Instrumental. Padahal negara dibangun pada intinya untuk memenuhi kepentingan rakyatnya. Tetapi regulasi yang muncul dalam kerjasama tersebut, hanya ditentukan oleh ngara tanpa keikutsertaan rakyatnya.  Selain itu bangunan kerjasama ASEAN dengan China ini bersifat semu karena terdapat permasalahan Laut China Selatan dan Kepulauan Spratley. Dengan demikian kesepakatan yang muncul tidak didasarkan pada dialog emansipatoris seperti pandangan Critical Theory. Dengan membangun ACFTA negara-negara ASEAN mampu membuka diri terhadap  kerangka pasar bebas. Namun keterbukaan diri yang tanpa persiapan untuk menerima aktor-aktor yang lain memberi ancaman bagi negara-negara ASEAN. MNC mulai masuk ke negara-negara ASEAN karena keterbukaan tersebut dan mulai membuat internasionalisasi produk

    PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA YANG EFEKTIF BAGI PARA IBU RUMAH TANGGA DI DAERAH DAYEUH KOLOT DAN MANGGAHANG, KABUPATEN BANDUNG

    Get PDF
    Tingkat inflasi yang semakin tinggi memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan pengeluaran atau biaya di dalam rumah tangga. Peningkatan pengeluaran keluarga ini menjadi masalah yang cukup serius di dalam perekonomian keluarga dan menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Bandung. Kurangnya kesadaran dari Para Ibu bahwa mereka memiliki peran yang sangat luar biasa dalam mengelola keuangan keluarga menyebabkan para ibu memiliki keterbatasan dalam mengelola keuagan. Kurangnya kesadaran ini didukung oleh minimnya pengetahuan dan ketrampilan para ibu dalam mengelola keuangan keluarga. Peran mitra di daerah Kabupaten Bandung yang masih kurang maksimal semakin mendukung kondisi ini semakin serius dan menjadi pertimbangan untuk Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan untuk melakukan pengembangan kepada Para Ibu untuk dapat mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan akhirnya melakukan kegiatan pemberdayaan kepada para ibu dengan mengadakan seminar “Menjadi Ibu yang Cantik” dimana seminar ini memberikan kesadaran terlebih dahulu kepada para ibu bahwa menjadi seorang ibu harus selalu tampil cantik, baik cantik secara fisik, hati, pikiran, dan cantik secara finansial. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan cukup mendapat respon positif dari para ibu di daerah Kabupaten Bandung (Dayeuhkolot, Manggahang, Banjaran) dan mereka berharap bahwa kegiatan ini dapat dilakukan secara terus menerus dan benar-benar meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dari para ibu dalam mengelola keuangan dengan lebih baik

    Pelatihan Bahasa Asing dan Budaya Asing Badan Latihan Kerja TKI Telukjambe Karawang

    Get PDF
    Karena kekurangan pengetahuan dalam hal bahasa dan kebudayaan yang merupakan modal penting bagi para TKW demi kelancaran pelaksanaan tugasnya di tempat kerja di Taiwan, mereka kerapkali mendapat kesulitan dalam berhubungan, baik dengan majikan di dalam rumah maupun pihak-pihak yang mereka temui di luar rumah ketika mereka berbelanja. Untuk mengatasi kesulitan ini kepada para calon TKW diberikan pelatihan dasar bahasa dan budaya Mandarin.Kata-kata kunci: pelatihan, interaksi, adabtasi, kebiasaan, kosa kata (dalam bahasa Mandarin dan Inggeris), budaya Mandarin

    AN INVESTIGATION OF THE APPLICATION OF SERVQUAL IN THE ENHANCEMENT OF SERVICE QUALITY AMONG INTERNATIONAL POST- GRADUATE STUDENTS: COMPARING INDONESIA WITH MALAYSIA

    Get PDF
    Universities strive to deliver high-quality service throughout its educational curriculum and its administrative process. In order to do so, universities must view students as their primary clients and seek to maximize their satisfaction with the level of university offered.Using SERVQUAL model, this research has an objective to investigate the performance of services delivered by universities to the international post-graduate students Indonesia. As part of joint research commitment with Malaysian scholars, findings of this research will be compared with their findings.This research uses paired T-test sample and regression analysis to test the hypotheses. Students did not too satisfy with the performance of non-faculty staff but they were quite satisfied with general and faculty performances.However, universities still have to improve their performances in order to deliver service excellences to their students.Keywords: Education, SERVQUAL, Service Excellences, Satisfaction

    Profil Pengidentifikasian Diri Suku Tionghoa Indonesia (Yinhua = yinni huaren ) Sebagai Bangsa Indonesia dalam era Globalisasi

    Get PDF
    Penelitian ini berusaha   menemukan bahwa ada hubungan antara globalisasi dengan kecenderungan pengidentifikasian diri sebagai bangsa Indonesia untuk suku Tionghoa Indonesia (Yinhua = yinni huaren ). Dalam peneltian ini akan digunakan teori psikologi sosial yang mengungkapkan perasaan kebangsaan Indonesia  yang merupakan bagian dari persepsi manusia. Penelitian akan memakai metoda eksploratif dan metoda survai di Jawa Barat dengan sampling Kota Bandung, Sukabumi dan Cianjur

    KONSEP PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DAN TANTANGAN-TANTANGAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA DEWASA INI

    Get PDF
    Pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai pendidikan telah menjadi citra tersendiri bagi sejarah pendidikan di Indonesia. Konsep pendidikannya menampilkan kekhasan kultural Indonesia dan menekankan pentingnya pengolahan potensi-potensi peserta didik secara terintegratif. Pada titik itu pula, konsep pendidikannya sungguh kontekstual untuk kebutuhan generasi Indonesia pada masa itu.Kini gagasan dan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yang begitu berharga dan humanis pada masa dulu, menjadi terasa begitu klasik dan nyaris di lupakan. Itu lantaran pendidikan di Indonesia pada masa kini lebih dominasi kognitif dan jauh dari nuansa terintegratif sehingga reduktif terhadap hakekat pendidikan dan kemanusiaan. Mengapa demikian? Ada sementara pihak yang meyakini bahwa hal itu terkait dengan upaya lembaga pendidikan dalam praksisnya yang terlalu terfokus pada upaya untuk menyiasati ujian sekolah ataupun Ujian Nasional (UN), dan bukan untuk membentuk manusia yang otentik, berkepribadian dan peka terhadap dunia di luar sekolah.Padahal, pendidikan dalam konteks yang sesungguhnya, sebagaimana diyakini juga oleh Ki Hadjar Dewantara, adalah menyangkut upaya memahami dan menganyomi kebutuhan peserta didik sebagai subyek pendidikan. Dalam konteks itu, tugas pendidik adalah mengembangkan potensi-potensi peserta didik, menawarkan pengetahuan kepada peserta didik dalam suatu dialog. Semuanya itu dimaksudkan untuk memantik dan mengungkapkan gagasan-gagasan peserta didik tentang suatu topik tertentu sehingga yang terjadi adalah pengetahuan tidak ditanamkan secara paksa tetapi ditemukan, diolah dan dipilih oleh murid. Dalam perspektif itulah Ki Hadjar memaknai pendidikan sebagai aktivitas “mengasuh”

    141

    full texts

    148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Research Report - Humanities and Social Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇