Research Report - Humanities and Social Science
Not a member yet
    148 research outputs found

    PENILAIAN MAHASISWA TERHADAP SIFAT-SIFAT PRIBADI PARA CAPRES PADA PILPRES 2014 DALAM KONTEKS PEMASARAN POLITIK

    Get PDF
    Pemilihan Presiden (Pilpres) RI masa jabatan tahun 2014-2019 akan diselenggarakan pada pertengahan tahun 2014 Meskipun pada akhirnya Capres yang bertarung pada Pilpres 2014 hanya maksimal empat orang calon saja namun sudah banyak nama yang disebutkan oleh media nasional dan beberapa lembaga survei kemungkinan akan ikut atau menjadi kandidat dalam Pilpres 2014, baik nama yang sudah dikenal luas maupun nama-nama yang belum populer. Setiap Capres sebagai seorang manusia memiliki sifat-sifat pribadi yang melekat pada dirinya sebagai seorang pemimpin dan salah seorang di antara mereka akan menjadi Presiden RI. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai rata-rata dari  sifat-sifat  pribadi para Capres yang sudah dikenal luas oleh masyarakat yang kemungkinan akan maju  dalam Pilpres 2014 berdasarkan penilaian mahasiswa di pulau Jawa dan Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jokowi menduduki peringkat pertama, Jusuf Kalla berada pada peringkat kedua, Dahlan Iskan pada peringkat ketiga berdasarkan nilai rata-rata dari semua sifat pribadi yang dinilai oleh responden

    IDENTIFIKASI MODEL BISNIS PERUSAHAAN SOSIAL Studi Kasus: Komunitas Hong, Greeneration Indonesia, dan Asgar Muda

    Get PDF
    Meningkatnya minat kaum muda untuk merintis perusahaan sosial tentunya sangat membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada di Indonesia. Inisiatif mereka perlu kita apresiasi. Namun merintis usaha barulah tahap awal, tantangan selanjutnya adalah bagaimana mereka melanggengkan perusahaan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk memotret potensi keberlanjutan (sustainability) perusahaan sosial dengan menggunakan kerangka kerja Kanvas Model Bisnis (KMB).Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga perusahaan sosial yang ada di Jawa Barat, yakni: Komunitas Hong, Greeneration Indonesia, dan Asgar Muda.Studi kasus ini menemukan bahwa ketiga perusahaan sosial tersebut memiliki potensi keberlanjutan karena unggul dalam hal: mengoptimalkan sumber daya utama (manusia, intelektual, dan merek), menyelaraskan misi sosial dengan sisi bisnis; dan menghadirkan inovasi sosial.Kata-kata kunci: Model Bisnis, Perusahaan Sosial, Kewirausahaan Sosia

    PANDANGAN ATAU TANGGAPAN AKHIR PESERTA MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA TERHADAP PENDIDIKAN PANCASILA DI UNPAR

    Get PDF
    Pancasila adalah philosophische grondslag, weltanschauung bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila sudah hidup jauh sebelum dirumuskan para pendiri. Maka tak berlebihan bila dikatakan bahwa Pancasila merupakan inti jiwa bangsa Indonesia. Pancasila bisa juga dikatakan sebagai kerangka pandang orang Indonesia melihat dirinya. Perjalanan sejarah bangsa seharusnya menjadikan Pancasila semakin terbuka untuk dibicarakan. Pancasila yang sudah dirumuskan itu harus terus ditafsirkan dalam konteks Indonesia yang berubah. Dengan demikian, ia menjadi semakin hidup dan kaya makna karena menjadi milik seluruh komponen bangsa.Kesan yang muncul di awal perkuliahan berhadapan dengan perkuliahan Pendidikan Pancasila adalah negatif. Mayoritas mahasiswa menganggap dan memandang mata kuliah Pendidikan Pancasila sekadar menjadi ideologi yang melayani kehendak penguasa. Model pendidikan yang indoktrinatif merupakan salah satu cara yang kerap digunakan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sehingga cenderung represif. Karena itu, kecurigaan bahwa Pendidikan Pancasila merupakan sebuah upaya manipulasi dalam kerangka tafsir kelompok yang berkuasa. Sehingga menurut mayoritas mahasiswa Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa ini tidak lagi memiliki daya atau kekuatan mempengaruhi sehingga mempelajarinya pun sekedar sebuah tuntutan teknis-akademis. Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) sebagai salah satu lembaga pendidikan yang masih setia pada sejarah Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi merasa selalu terpanggil untuk mencoba merumuskan ulang Pancasila. UNPAR sebagai sebuah universitas yang mendasari diri pada spirit multi-kultur dan muliti-religi menjadikan Pancasila sebagai falsafah. Hal ini pula yang membuat Mata Kuliah Pendidikan Nilai Pancasila tetap dipertahankan di kampus ini. Penelitian ini mencoba menggali dan menganalisis sejauh mana mahasiswa UNPAR menyadari spirit ini.Salah satu komponen penting dinamika pembelajaran mata kuliah ini adalah mahasiswa. Maka penelitian ini mencoba menggali pendapat akhir peserta mata kuliah. Pandangan atau pendapat ini berhubungan dengan pengalaman mereka mengikuti perkuliahan Pendidikan Pancasila selama satu semester. Dalam penelitian ini ada tiga pendapat yang coba digali diantara mahasiswa peserta mata kuliah. Ketiga pendapat itu berkaitan dengan pertama, pendapat akhir tentang materi; kedua, pendapat akhir terhadap metode yang digunakan; ketiga, pendapat akhir terhadap dosen atau pengajar mata kuliah Pendidikan Pancasila.Pendapat akhir mahasiswa ini yang kemudian ditangkap dan dianalisis sehingga akhirnya pendapat akhir dari peserta didik ini memperkaya pengembangan mata kuliah ini. Sehingga sebagai falsafah bangsa Pancasila tetap hidup dalam hati, pikiran dan tindakan manusia Indonesia pada umumnya dan civitas academica UNPAR pada khususnya

    PEMETAAN POTENSI EKONOMI UMAT DAN PENGEMBANGANNYA STUDI KASUS: STASI DAGAN-PAROKI SANTO MIKAEL INDRAMAYU

    Get PDF
    Beriman dalam konteks, ini yang menjadi dasar pemikiran dalam karya ini. Iman tidak sekadar sesuatu yang murung dan terkurung dalam egoisme surga buatan kita sendiri tetapi iman berarti berani melangkah keluar tidak sekadar melongok dari jendala. Situasi dunia menjadi keprihatinan Allah sehingga Ia yang Agung rela datang ke bumi ini.Pastoral berbasis data merupakan sebuah tuntutan di zaman sekarang ini. Pelayanan dan kebijakan pastoral akan sungguh dirasakan ketika Gereja mengetahui, dan memahami situasi konkret umat kini dan disini. Konsili Vatikan II pun menyerukan bahwa Gereja harus ber-aggiornamento, Gereja harus sungguh mengerti, memahami serta berpijak pada situasi dunia. Data menjadi basis penting karena di sana pengalaman kehidupan manusia berada. Paus Leo XIII (1878-1903) merupakan tokoh penting yang menangkap dengan tangkas situasi masyarakat di zamannya dimana situasi sosial ekonomi dunia mengalami keguncangan. “Telah mulailah perkembangan baru di bidang industri, disertai penerapan teknik-teknik baru; terjadi perubahan-perubahan dalam hubungan antara majikan dan buruh; sekolompok kecil menjadi kaya raya, sedangkan besarlah orang yang dililit oleh kemiskinan; kaum buruh meningkat percaya dirinya dan bekerja sama lebih erat; dan akhirnya akhlak mengalami kemorosotan” (Rerum Novarum, art. 1). Dalam Ensiklik Populorum Progressio, Paus Paulus VI juga mengatakan kemajuan (progressio) adalah nama baru bagi perdamaian. Ensiklik ini lahir karena keprihatinan dan demi menunjang kemajuan bangsa-bangsa sehingga sanggup melepaskan diri dari jerat kemiskinan. Perdamaian abadi hanya bisa diciptakan manakala kemiskinan itu di atasi. Muhammad Yunus dan Grameen Bank dari Bangladesh membuktikan bahwa ada keterkaitan antara kemiskinan dan perdamaian. Bila kemiskinan di atasi maka perdamaian dengan sendirinya tercipta. Demikian juga Yesus dalam karya penyelamatannya sungguh mendarat dalam konteks kehidupan nyata. Peristiwa perbanyakan lima roti dua ikan, merupakan tanggapan Yesus atas situasi orang-orang yang sedang lapar setelah mengikuti Dia.Gereja yang hidup berarti Gereja yang sungguh mengerti dinamika umat, duka dan kecemasan umat termasuk potensi yang mereka miliki. Pengembangan perlu berangkat dari situasi ini

    RICE VALUE CHAIN : A STRUCTURATION THEORY APPROACH

    Get PDF
    The value chains of rice has created a significant impact in the domestic rice price as well as in Indonesia. As we know from many literatures that providing rice product in time and at different places in the market is very important, especially in Indonesia. The facts that import rice is cheaper than domestic rice price has give a negative impact to the farmers. Thus, the performance of a value chains of rice is related to its structure and strategies of the actors operating these chains or channels are important to be considered by government. Value chain analysis is the sequence analysis of related business activities (functions) from specific inputs for a particular product to primary production, transformation, marketing and up to final consumption. In other words, we can say that value chains is perfoming several functions i.e start from producer (rice producer or farmers), processors (farmer or trader), traders (retailer or wholesaler) and transporter (transportation and storage are important functions in the rice channel distributuion system). Reffering to the description of the rice market in Indonesia, we would like to emphasize that there is some room for value chains based on informal collaboration concering exchange information and financial arrangement between farmers and rice traders and rice traders to others. This study analyse construct from three different theory and models namely value chains, structuration theory and institutional economics related with rice condition in Indonesia. The result of this study are nine proposition that will be tested for futher research. Further, it will be applied for analyzing in more detail all types of agents/actors that perform different chains functions in the rice domestic market in Indonesia.Key words : Indonesian rice, rice value chains, structuration theory, institutional economic

    ANALISIS SALDO KAS YANG DIBUTUHKAN PERUSAHAAN BERDASARKAN FREE CASH FLOW (Suatu Studi Pada 12 Perusahaan Skala Usaha Kecil dan Menengah di Bandung dan Jakarta)

    Get PDF
    Setiap perusahaan dikelola dengan sebaik mungkin untuk menghasilkan laba yang optimum bagi pemiliknya. Salah satu factor yang mempengaruhi laba perusahaan adalah pengelolaan Kas, terutama jumlah Kas yang terdapat pada Neraca perusahaan. Sebab jumlah Kas yang terlalu tinggi akan menghasilkan Idle cash yang merugikan perusahaan karena tidak menghasilkan return yang optimal, sedangkan jumlah Kas yang terlalu rendah mengakibatkan perusahaan kehilangan kesempatan untuk memenuhi kewajiban utamanya yang berakibat juga erugikan perusahaan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Dan objek penelitian yang digunakan adalah 12 Perusahaan UKM yang berdomisili di Bandung dan Jakarta. Hasil perhitungan Net Increasing in Cash from Operating Activities dari 10 perusahaan, nampak bahwa hanya 5 perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pokok utamanya yaitu pemenuhan capital expenditure yang dikeluarkan tahun 2010, dan dividend yang dibayarkan Tahun 2010; sedangkan 4 perusahaan bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan utamanya karena menghasilkan free cash flow yang negative, serta 1 perusahaan tidak dapat memenuhi free cash flow tahun 2010.Overstated dan understated saldo Cash perusahaan, adalah sebagai berikut: Terdapat 4 perusahaan memiliki kelebihan Saldo Kas yang berkisar antara Rp. 6 Jt sampai 123 Jt; sedangkan 4 perusahaan lainnya memiliki kekurangan Kas berkisar antara Rp. 29 Jt sampai 15.056 Jt; dan 2 perusahaan terakhir walaupun memiliki kekurangan Kas pada Tahun 2010, namun kekurangan Kas ini masih dapat dipenuhi/ditutup oleh saldo Kas tahun lalu.Pada penelitian ini disarankan pula, agar para perusahaan dapat menyusun cash flow dan Free cash flow sendiri-sendiri sehingga dapat memutuskan berapakah jumlah Kas yang seharusnya dimiliki dalam Neraca PerusahaanKata-kata Kunci: Laporan Keuangan, Neraca, Laba Rugi, Cash Flow, Free Cash Flo

    A DESCRIPTIVE STUDY OF RICE VALUE CHAIN ACTORS IN INDONESIA (Case Study Purwakarta, Karawang, Cikampek, and Subang)

    Get PDF
    The role of rice price policy in Indonesia to stimulate rice productivity growth is facing some difficulties. These will give significant affect on the stability rice value chains. The increasing of rice price in the market is suspected by external factors such as weather, the decreased of rice supplies and so on. Practically, the increasing rice price is lower than the cost of rice planting. The issues which be discussed in this study concerns the factors influencing rice price fluctuation in domestik market. The price dynamics all related actors were analysed  based on actors behavior on rice value chain using context mechanism output. This study contributes to the better understanding of price fluctuations more sensible that is the interelation between conceptual theory with existing market conditions. The descriptive study is employed to figure out the rice price fluctuations within the rice value chains as described in Figure 3.1. indicates two components, namely decision making and social interactions among actors. In this stage, observations and interviews are conducted in order to get better understanding and to investigate with emphasizing on factors affecting price fluctuations and social interactions on rice value chains (behavioral of rice price transformation along value chain).The rice marketing system along value chain has been done imperfectly due to (1) climate change ; (2) lack of capital (at farmers positition) ;(3) information assymetry of rice price value chain (less transparency of market prices and costs provides an adequate market signals to middleman to take part on rice price; decision of selling and buying handled by middleman; price reflects cost of seller ) ;(4) rice import and (4) inability of government to give sanctions to someone who violate (such as illegal rice import found in market, rice price fluctuations).  But, the long working relationship/social relationship found among actors related such as trust, norm and role. These is Increasing scale of marketing efficiency of rice production facilities and processing works by having colaboration among actors such as rice field owner, saprodi shop, peasant labour, miller and middleman (trasher, retailer and wholesaler). Moreover, the growth of private label in rice retail and strong customer segmentation  in retail market between rice premium and mid-range impose the rice competition among middleman (traders).Further, work on value chain analysis allows structuration theory to be more critically examined in this context and the potential connections with other theoretical frameworks to be explored for the next research plan

    Dampak KUPS terhadap kinerja UKM Peternak Sapi Studi Kasus di Lembang, Jawa Barat

    Get PDF
    Dalam rangka pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM), penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan, pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan yang bertujuan meningkatkan Sektor Riil dan memberdayakan UKM. Kebijakan pengembangan dan pemberdayaan UKM salah satunya adalah peningkatan akses pada sumber pembiayaan.  Salah satu sektor UKM adalah usaha pembibitan sapi yang menghasilkan daging dan susu sapi.Untuk mewujudkan swasembada dalam pengadaan daging dan susu sapi, Kementerian Pertanian menerbitkan PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 40/Permentan/PD.400/9/2009, tentang PEDOMAN PELAKSANAAN KREDIT USAHA PEMBIBITAN SAPI.  Kemudian dilanjutkan dengan keputusan Menteri Keuangan pada tahun yang sama yang menetapkan besarnya bunga pinjaman 5% untuk KUPS tersebut.  Sebagai langkah implementasinya telah ditunjukan juga sebanyak 11 bank pemerintah sebagai pelaksana, yaitu Bank BRI, Bank BNI, Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank BPD Sumut, Bank BPD Sumbar, Bank BPD Jateng, Bank BPD DIY, Bank BPD Jatim, Bank BPD Bali, dan Bank BPD NTB.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap mengenai implementasi KUPS, serta dampak KUPS terhadap kinerja peternak sapi.  Untuk itu dilakukan tahap eksplorasi penyaluran dan penggunaan KUPS di pelaku peternak sapi.  Penyaluran KUPS akan menyangkut mekanisme dan prosedurnya, sedangan penggunaan KUPS menyangkut aspek manfaat terhadap pengembangan usahanya.Pemahaman yang lebih mendalam dilakukan melalui tahap eksplanatori, yaitu eksplorasi kriteria/faktor keberhasilan/kegalan implementasi KUPS, penjelasan tentang pengaruh KUPS terhadap kinerja dan pengembangan usahanya.Kajian ditingkat kebijakan. Program pengembangan perbibitan merupakan suatu hal yang harus segera ditangani oleh pemerintah dalam mendukung program PSDSK. Program reguler untuk mendukung PSDSK tahun 2014 melalui pengembangan usaha pembibitan yang telah difasilitasi oleh pemerintah antara lain program skim Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) dan Aksi Perbibitan dan APBNP. Hal ini bertujuan untuk menjadikan kelompok peternak mandiri serta dapat memanfaatkan sumber pendanaan dan pelayanan dalam upaya peningkatan skala usaha, pengetahuan dan keterampilan teknologi pembibitan.Kajian ditingkat organisasi. KPSBU Lembang ( Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara ), adalah koperasi primer tunggal usaha di kecamatan Lembang yang merupakan suatu wadah bagi para petani peternak sapi perah dengan wilayah kerja Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara.  Program KUPS yang dibuat oleh pemerintah sebagai salah satu dukungan pemerintah dalam memajukan peternak sapi di Jawa Barat belum bisa menerapkan secara maksimal. Dimana sosialisasi sama sekali tidak dilakukan.Kajian ditingkat operasional. Peternak sapi dilingkungan KPSBU pada umumnya tidak mengakses KUPS.  Kendala yang umum adalah kurangnya sosialisasi dari Pemerintah ataupun dari pihak bank penyelenggara

    Pelatihan Pencatatan Keuangan UMKM-Fashion di Kota Cimahi (Kasus UMKM Sweet Batik)

    Get PDF
    Pelatihan pencatatan keuangan UKM-Fashion di Kota Cimahi ini bertujuan untuk melatih UKM dalam mempersiapkan dan selanjutnya membuat laporan keuangan. Laporan keuangan sangat diperlukan karena untuk tujuan pengambilan keputusan baik bagi pengelola UKM sendiri maupun untuk pihak luar UKM.Metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan adalah dengan cara mengadakan Penyuluhan, Pendampingan, Pelatihan Manajemen Usaha, Pelatihan Administrasi sampai dengan penyusunan laporan-laporan dan laporan keuangan. Adapun tujuan akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah tersusunnya laporan keuangan Mitra kerja.Pada kegiatan pengabdian ini telah selesai disusun dilaksanakan berbagai kegiatan dan pencatatan yaitu Mengenalkan konsep akuntansi dan hasil dari kegiatan akuntansi; Membuat Buku Kas; Membuat Buku Bank; Membuat Kartu Stok/Persediaan; Membuat Laporan Stok/Persediaan; Mengelompokkan biaya perusahaan; Mengajarkan perhitungan harga pokok; Mengajarkan menyusun Laporan Keuangan. Dari laporan keuangan neraca yang telah tersusun dapat dijadikan awal untuk pembuatan laporan keuangan berikutnya.Dari pelatihan dan pendampingan, ternyata bahwa pelatihan yang telah dilaksanakan benar-benar dibutuhkan oleh UKM Mitra Kerja, bahkan mitra kerja mengharapkan adanya tindak lanjut atas kegiatan yang sudah dilaksanakan. Hal ini diperlukan karena adanya kepentingan UKM Mitra untuk mengembangkan usahanya, sehingga diperlukan pengembangan pengetahuan, baik dibidang pencatatan khususnya maupun bisnis pada umumnya.

    Peran Wirausaha Muda Terhadap Perkembangan Kewirausahaan Kreatif Di Bandung

    Get PDF
    Dunia memasuki gelombang millennium ketiga yang ditandai dengan era kreatif. Era kreatif mencerminkan meningkatnya kemakmuran dan memunculkan kebutuhan baru untuk mencarikebermaknaan dan pengalaman ketika menggunakan atau mengkonsumsi barang dan jasa. Ekonomi kreatif hadir ditandai dengan berkembangnya kewirausahaan kreatif yangmendukung ekonomi daerah. Banyak penelitian telah dilakukan untuk melihat perkembangan kewirausahaan, namun belum banyak penelitian fokus pada peran wirausaha muda terhadapperkembangan kewirausahaan kreatif.Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kualitatif, melalui cara obeservasi mendalam, wawancara mendalam, dan diskusi terfokus di grup. Menggunakan kerangka Moeran tentang enam faktor yang mempengaruhi proses kreatif, hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dengan keenam faktor tersebut. Di samping itu, temuan-temuan terhadap beberapa wirausaha muda di kota Bandung juga menunjukkan adanya faktor-faktor lain yang cukup berpengaruh terhadap proses kreatif di bisnis yang ditekuni, yang berasal dari karakteristik dan keunikan kota Bandung. Metode kuantitatif menggunakan analisis faktor melalui kuesioner, belum dapat dilangsungkan dalam kegiatan penelitian ini berhubung keterbatasan waktu. Untuk itu disarankan agar penelitian dilanjutkan menggunakan metode kuantitatifKata-kata Kunci : wirausaha muda, industri kreatif, kewirausahaan kreatif

    141

    full texts

    148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Research Report - Humanities and Social Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇