Research Report - Humanities and Social Science
Not a member yet
    148 research outputs found

    KATA SEBAGAI SARANA PENYAIR - Sebuah Studi Kritis Terhadap Sjaka Pamflet W.S. Rendra

    No full text
    Setiap pribadi manusia itu unik. Situasi yang diciptakan dan yang pada akhirnya mengitarinya juga unik. Keunikan diri seseorang dan dunia ciptaannya memungkinkan banyak hal dalam dirinya tidak dapat dipahami secara utuh. Akan tetapi harus disadari bahwa sekalipun unik, namun ada struktur dasar yang sama antara diri seseorang individu dengan pribadi yang lain di luar dirinya. Demikian pula, dunia yang diciptakan seorang pribadi dengan dunia yang merupakan hasil rekayasa pribadi lain.Dengan cara berpikir demikian, maka dapat dikatakan bahwa ada banyak hal yang tidak bisa dimengerti secara utuh dari diri seseorang. Sebaliknya juga benar, bahwa ada bganyak hal yang bias dipahami dan diketahui dari diri seseorang. Karena itu, dunia sastra, para penyair dan kata-kata yang digunakan dalam kehidupan seni budaya sastra yang ditekuninya dengan segala keunikannya tidak serta merta membuat dunia sastra berpisah dari dunia manusia pada umumnya. Demikian juga sang penyair dan kata-kata yang dipakainya dengan makna yang khas tidak membuatnya asing di tengah sesame manusia, di tengah masyarakat.Dunia sastra memang memilki keunikannya tersendiri. Bahasa yang digunakan dirangkai dalam kalimat bermakna dalam penuh kiasan dan analogi. Seribu satu macam kata dirangkai dalam kalimat ucapan dan bait-baik sajak dan puisi yang mengandung makna polisemi.Para penyairnya pun seolah memiliki dunia sendiri lepas dari masyarakat. Padahal, para penyair yang sedang berbicara, sebenarnya mereka berbicara tentang kenyataan hidup setiap hari. Bukan saja tentang kehidupan dirinya sendiri melainkan kehidupan sosial suatu masyarakat dan juga sebuah bangsa. Para penyair mengkritik kebijakan pembangunan yang mengabaikan rakyat, tidak berarti penyair itu seorang politisi. Dia hanya seorang sahabat semua jenis manusia hanya yang senantiasa berbicara tidak untuk kepentingan dirinya, dan tidak untuk mencari musuh melainkan dalam nada kritis dia tetap menjadi sahabat

    IKLIM KERJA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN BANDUNG 2012

    Get PDF
    Sebuah kajian komprehensif iklim organisasi literatur mengakibatkan identifikasi delapan dimensi iklim organisasi. Delapan operasional definisi dimensi dikembangkan dan diuji antara sampel tenaga dosen dan non dosen (karyawan).Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat tekanan kerja kurang positif sedangkan untuk dimensi yang lain memiliki iklim kerja yang positif. Namun organisasi perlu mengembangkan lagi tujuh dimensi yang lain agar memiliki persepsi yang lebih positif (tidak ragu-ragu)

    INTERREGIONALISME DAN TANTANGAN PEMBENTUKAN KOMUNITAS ASEAN

    No full text
    Sejak tahun 1970an ASEAN telah mengembangkan bi-regional arrangement dengan organisasi regional di luar kawasan Asia Tenggara dan hybrid interregionalism dengan negara-negara yang memiliki pengaruh di kawasan ini. Anggota-anggota ASEAN juga secara individual mengambil peran aktif dalam transregional arrangement dengan negara-negara non anggota ASEAN. Ragam interregionalisme semakin diperkuat sejak pemimpin-pemimpin ASEAN mencanangkan cita-cita pembentukan komunitas ASEAN di tahun 2003.Penelitian ini mengkaji kontribusi interregionalisme yang melibatkan ASEAN sebagai organisasi maupun negara-negara secara individual terhadap proses pembentukan komunitas ASEAN. Penelitian ini mengikuti argumentasi teoretisi Transaksionalisme, yang menyatakan bahwa interaksi intens dan ekstensif di antara aktor-aktor regional sangat penting untuk menghasilkan fondansi ‘we feeling’ yang fundamental bagi pembentukan komunitas regional. Berangkat dari konsepsi ini, penelitian ini melihat bahwa faktor determinan untuk penguatan institusi regional bersifat endogenous – terkait kemampuan bangsa-bangsa untuk mendefinisikan identitas regional, membangun kerangka normatif dan organisasional yang menjadi ‘code of conduct’ dalam interaksi reguler mereka; pendefinisian identitas regional ini merupakan hasil interaksi yang intens dan ekstensif di antara aktor-aktor yang menjadi bagian dalam proses integrasi. Pertanyaan penelitian tentang hubungan interregionalisme dan pembentukan komunitas ASEAN ini menjadi menarik untuk dikaji lebih jauh karena interregionalisme bersentuhan erat dengan faktor yang bersifat exogenous yang berpotensi untuk memperlemah pembentukan ‘identitas regional’.Penelitian ini menemukan bahwa bi-regional arrangement dan hybrid interregionalism yang dikembangkan negara-negara ASEAN secara kolektif-institusional maupun transregional arrangement yang melibatkan negara-negara dengan kapasitas individual masing telah menjadikan konstruksi komunitas ASEAN lebih bersifat terbuka dan adaptif terhadap pengaruh ekstra regional. Interregionalisme telah membantu negara-negara anggota untuk memperkuat modalitas dan kapasitas bagi integrasi politik keamanan dan ekonomik dan memfasilitasi konektivitas di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara; dan dengan demikian secara potensial menumbuhkan nilai-nilai ke-ASEAN-an di antara mereka. Namun demikian, interregionalisme membawa tantangan aktual serius bagi konsolidasi integrasi ASEAN di bidang ekonomik dan politik-keamanan; konstruksi ASEAN tetap akan dipengaruhi oleh pengaruh-pengaruh eksternal yang diciptakan oleh mitra-mitra interregional ASEAN

    POTRET KEBUDAYAAN MASYARAKAT PENGHUNI BANTARAN SUNGAI CITARUM: STUDI KASUS DI DESA CITEREUP-KEC. DAYEUHKOLOT

    Get PDF
    Kebudayaan merupakan strategi kehidupan. Pada hakekatnya manusia tidak hanya sekadar makhluk alami tetapi lebih‐lebih sebagai makhluk budaya. Manusia sebenarnya membentuk kebudayaan dan dibentuk oleh kebudayaan. Dalam realitas modern harus diakui bahwa terdapat benturan‐benturan antaran nilai‐nilai modern dan nilai‐nilai tradisional. Warga kota yang berdiam di wilayah pinggiran acapkali membentuk sebuah cara hidup dan pola pandang tertentu. Bandung yang dilalui beberapa sungai terutama Sungai Citarum menyimpan persoalan pelik salah satunya adalah banjir. Berbagai upaya dilakukan namun dari tahun ketahun banjir akibat luapan Sungai Citarum tetap terjadi di musim penghujan dan kekeruhan air yang parah di musim kemarau. Warga masyarakat penghuni bantaran Sungai Citarum dari masa ke masa senantiasa menyesuaikan diri dengan ritme sungai ini. Bila musim hujan maka warga penghuni bantaran bersiap untuk menghadapi bahaya banjir sedangkan pada musim kemarau mereka bersiap untuk mencium bau busuk sungai. Dengan modal sosial yang kecil kelompok masyarakat ini umumnya tidak mempunyai banyak pilihan. Mereka tidak sanggup berpindah mencari tempat agar terhindar dari banjir. Mereka melihat banjir sebagai bencana, yang diatasi dengan berbagai cara sambil tetap bertahan di rumahnya. Penelitian kecil ini ingin memetakan, membuat potret warga penghuni bantaran Sungai Citarum. Potret ini membantu penulis untuk merefleksikan makna kebudayaan secara lebih hidup. Kebudayaan tidak lagi sebagai sebuah definisi rigid tetapi kebudayaan sebagai sesuatu yang dinamis

    SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SECARA ORGANISASIONAL MAUPUN PERSONAL

    Get PDF
    Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) adalah lembaga non departemen yang memiliki peran untuk mewujudkan keamanan dalam negeri Indonesia yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat, serta terbinanya ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. POLRI dapat dilihat secara organisasional maupun personal. Aspek organisasional melihat pada kelembagaan dari POLRI itu sendiri, sedangkan aspek personal melihat pada anggota POLRI yang menjalankan peran, fungsi, tugas, dan tanggung jawab dari organisasi. Penelitian dengan menggunakan metode yuridis normatif ini membahas sistem pertanggungjawaban hukum POLRI secara organisasional dan secara personal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POLRI secara organisasional bertanggung jawab kepada Presiden. Sedangkan POLRI secara personal bertanggung jawab kepada Praperadilan atau Peradilan Umum dan pihak yang bersangkutan dapat dikenai sanksi pidana dan sanksi administratif secara bersamaan. Selain itu, terdapat pula saran-saran yang diharapkan nantinya terlaksana dan dapat menjadikan POLRI menjadi lebih baik lagi. Kata kunci: Kepolisian, POLRI, tanggung jawab, organisasional, persona

    OPINI PUBLIK TERHADAP INTEGRASI REGIONAL

    Get PDF
    Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun ke depan ASEAN akan memasuki babak baru dalam sejarah organisasi regional tersebut, yaitu pembentukan ASEAN Community 2015. Pembentukan komunitas ASEAN tersebut menandai dimulainya proses integrasi regional yang mengedepankan sebuah sebuah identitas regional: identitas ASEAN. Namun, kritik mempertanyakan apakah identitas ASEAN mungkin terbentuk mengingat ASEAN selama ini dipandang sebagai sebuah organisasi elit. Penelitian ini kemudian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana persepsi masyarakat ASEAN (mahasiswa Hubungan Internasional se-Bandung) terhadap proses integrasi regional; khususnya penganalisaan opini publik atas peran dari ASEAN identity terhadap proses integrasi regional. Penelitian dengan metode face-survei ini menggunakan pendekatan Lauren McLaren dalam pembentukan opini publik terhadap integrasi ASEAN, dengan memokuskan pada faktor: cognitive mobilization, rational-utilatiranism, socio-tropic utilitarinism dan symbolism threat

    Pengembangan Organisasi dan Sasaran Kegiatan Simpan Pinjam Sektor Perumahan pada Koperasi Mitra Sejahtera, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap Bandung

    Get PDF
    Salah satu koperasi mitra FE Unpar , yaitu Koperasi Mitra Sejahtera, merencanakan akan mengembangkan usahanya di bidang simpan pinjam sektor perumahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Unpar pada tahun 2013 ditekankan pada upaya-upaya mempersiapkan koperasi dan anggotanya berkaitan dengan pembukaan unit usaha simpan pinjam sektor perumahan. Target luaran kegiatan pengabdian adalah meningkatnya kesadaran pengurus koperasi untuk meningkatkan kinerja koperasi serta meningkatnya kesiapan anggota calon debitur unit usaha tersebut. Selain pendampingan manajerial terhadap pengurus koperasi yang dilakukan secara berkesinambungan, kegiatan lain yang dilakukan adalah pelatihan anggota, persiapan pembangunan (renovasi) permukiman, pelatihan untuk pengurus dalam rangka penguatan organisasi dan penataan database koperasi

    Analisis Karakteristik dan Perilaku Konsumen Tenun Songket Palembang

    Get PDF
    Pada saat ini di Indonesia banyak sekali budaya-budaya asing yang mulai masuk dan budaya-budaya tersebut mempengaruhi secara drastis terhadap cara gaya hidup masyarakat di Indonesia. Contohnya seperti budaya J-Pop, K-Pop ataupun budaya barat. Dengan masuknya berbagai macam budaya, makin lama dirasakan bahwa nilai-nilai kebudayaan asli dari Indonesia semakin berkurang. Kecintaan terhadap produk buatan Indonesia, kebudayaan akan seni tarian, membatik, menenunpun pada saat ini sudah mulai berkurang. Kain songket Palembang adalah salah satunya. Secara kualitas, kain songket Palembang merupakan songket terbaik di Indonesia. Bahkan, songket ini disematkan julukan sebagai “Ratu Segala Kain.” Pada penelitian ini ingin diketahui lebih jauh siapa sebenarnya pasar kain songket Palembang, bagaimana karakteristik konsumennya, bagaimana awareness konsumen terhadap kain songket Palembang, bagaimana persepsi konsumen terhadap atribut produk, ketersediaan, harga dan apakah perlu kain songket Palembang diberi merek.Penelitian ini menggunakan metode eksploratif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai situasi yang terjadi dengan cara mengumpulkan data. Penelitian dilakukan untuk melihat bagaimana persepsi konsumen terhadap variabel-variabel yang ada, kemudian diolah dan dianalisis baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Teknik pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara kuesioner dan wawancara kepada 178 orang responden wanita usia 17-55 tahun kalangan menengah dan atas yang berada di Jakarta, Bandung dan Palembang.Hasil penelitian menunjukan bahwa awareness responden pada penelitian ini terhadap kain songket Palembang cukup baik. 135 responden dari 178 responden aware terhadap kain songket Palembang. Persepsi responden terhadap atribut produk kain songket Palembang netral. Persepsi responden terhadap ketersediaan (availability) kain songket Palembang positif. Persepsi responden terhadap harga kain songket Palembang positif. Dalam penelitian ini juga digambarkan lebih jauh mengenai aktivitas, ketertarikan dan minat responden. Responden menginginkan kain songket Palembang diberi merek sehingga lebih meningkatkan citra produk, dan memudahkan konsumen ketika melakukan pembelian ulang

    FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN INTERNET SEBAGAI ALAT PENDUKUNG TUGAS MAHASISWA

    Get PDF
    Purpose – This paper aims to identify the importance that students attach to the internet as a tool of task support, and the factors that affect its acceptance as such a tool. Design/methodology/approach – Using the technology-acceptance model (TAM) as a basis, a questionnaire is designed by the researchers, and completed by students. Multiple linear regression is used to analyse the data, and this confirms the relationships proposed by the TAM. Findings – The main findings of the study are that: students feel that a task support system is a prerequisite for effectiveness in their work; they require greater access to the internet to meet their task support needs; perceived usefulness and perceived ease of use of the internet directly affect university students’ attitude – which, in turn, affect the students’ intentions of using the internet as a task support tool. Research limitations/implications – Main limitations of this study are related to the sampling method and the fact that the field research was conducted only in Bandung and Yogyakarta. Originality/value – Finally, the paper suggests how students could exploit the internet as a task support tool for students and what actions should be planned in order to facilitate its adoption

    POLA GAYA HIDUP DALAM KEUANGAN KELUARGA (STUDI KASUS:UNIT KERJA INSTITUSI PENDIDIKAN SWASTA DI BANDUNG)

    Get PDF
    This research was conducted to determine lifestyle patterns in family finances. This research was conducted in a private educational institution in Bandung. Data collection technique used in this research is survey technique with questionnaires and for data analysis technique that used in this study is descriptive analysis. It has been found that the lifestyle patterns of employees at one of private educational institution in Bandung generally still have a good patterns.This is proved by the monetary sequences of their revenue and expense. Also, the priority selection of their needs and wants in fullfilling their life style is still in control.The result of this research, generally the respondents already have their own house, vehicles, and mobile communication devices like handphone, with purchasing frequency in 1 year mostly less than 2 times.Moreover, the respondents also already have a habit of saving/investing and insurance.T o fill their spare time, respondents prefer to gather with their family, go to mall with frequency in a month 1-4 times and also they do exercise. But, the problem that needs to be taken care of is how to handle their credit card/loans because a lot of respondents have routine spending of paying credit card installment/loans.From this research, also found that there is still a lack of awareness for making simple bookkeeping of their revenue and expense. Therefore to make them literate family finances, they need to follow a counseling and training about family finances. Even, they are suggested to follow the counseling and training with their family members

    141

    full texts

    148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Research Report - Humanities and Social Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇