Research Report - Humanities and Social Science
Not a member yet
148 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERSEPSI MAHASISWA DAN ALUMNI SEBAGAI ”OPINION LEADER” PADA KUALITAS PELAYANAN TERHADAP NIAT MEREFERENSIKAN PROGRAM D3 MANAJEMEN UNPAR
Berdasarkan hasil survey, secara umum alasan mahasiswa masuk Unpar adalah berdasarkan pengaruh dan informasi yang positif dari opinion leader, terutama dari alumni, yang pernah merasakan jasa pelayanan di D 3 Manajemen Unpar. Hal ini juga berlaku untuk program D 3 Manajemen Unpar yang didirikan pada tahun 1995. Sejak kepindahan lokasi kampus dari Jl. Pasteur ke Jl. Ciumbuleuit 94 Bandung pada tahun 2000 serta ditutupnya kelas karyawan, D3 Manajemen Unpar mengalami penurunan jumlah mahasiswa. Penulis ingin mengetahui bagaimana persepsi opinion leader, terutama mahasiswa dan alumni, terhadap kualitas pelayanan (tangibility, emphaty, reliability, assurance, responsiveness atau disingkat TERAR) di D 3 Manajemen Unpar, dan sejauhmana kepuasan atas kualitas layanan/TERAR tersebut mempengaruhi niat mereka untuk mereferensikan D 3 Manajemen Unpar. Hal ini sangat berguna bagi D 3 Manajemen Unpar sebagai umpan balik terhadap kualitas pelayanan dari sudut pandang mahasiswa dan alumni yang sedang dan pernah merasakan produk jasa di D 3 Manajemen Unpar. Mereka akan melakukan perbandingan antara harapan dan persepsi mereka terhadap produk. Jika kualitas pelayanan yang digunakan sesuai atau bahkan melebihi harapan mereka (selain kualitas produk dan pengorbanan yang dikeluarkan mahasiswa dan alumni), maka hal ini akan mempengaruhi persepsi nilai mahasiswa dan alumni terhadap timbulnya minat mereferensikan yang positif mengenai D 3 Manajemen Unpar kepada teman-teman, kolega, keluarga dan orang-orang dalam lingkungan pergaulan mereka. Juga sebaliknya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah mahasiswa yang masuk ke D 3 Manajemen Unpar
STRUKTUR MODAL USAHA KECIL SENTRA KULIT DI SUKAREGANG, GARUT
Sentra Pengrajin kulit di Garut sudah dikenal secara nasional, dan merupakan bisnis kebanggaan masyarakat di sana. Namun perkembangannya belum dapat dikatakan memuaskan. Masalah permodalan masih disebut sebagai salah satu faktor kendala. Sementara itu dinyatakan bahwa kementerian UMKM bermaksud membangun UMKM yang kuat dan sehat, diantaranya karena kemampuan UMKM dalam mengumpulkan modal sendiri/ekuitas dan meningkatkan manfaat penggunaan hutang/pinjaman.Populasi penelitian ini adalah pengusaha (skala kecil-mikro) Sentra Kulit-Garut, sementara digunakan purposive sampling dengan 32 pengrajin. Teknik pengumpulan data adalah focus group discussion dan survei dengan menggunakan quesioner. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah memaparkan struktur permodalan secara umum, dan menemukan permasalahan penelitian lanjutannya.Dari penelitian terhadap pengusaha skala kecil-mikro di Sentra Kulit Sukaregang diketahui situasinya : Struktur Permodalan belum optimal (tidak sesuai kebutuhan yang dirasakan) , yaitu 1) akumulasi modal sendiri yang sangat terbatas dan 2) sangat kecilnya proporsi pinjaman-kredit yang telah dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran, kontinuitas dan pengembangan usaha. Temuan masalah yang sangat mengkhawatirkan : a)suplier maupun pelanggan masih “sangat enggan” untuk memberikan dukungan permodalan .b) Koperasi, BPR dan Bank Umum telah diketahui dapat memberikan kredit oleh para pengrajin namun kendala tingkat suku bunga dan biaya lain yang tinggi, agunan yang diminta, dan berbagai syarat administrasi menjadi faktor yang menghambat mereka untuk mendapatkan pinjaman.c) dampak dari cukup banyaknya pengusaha menengah yang tidak dapat mengembalikan kreditnya dengan baik , maka para pengrajin di sentra ini telah mendapat istilah “Black List” dari beberapa Bank , menyebabkan kesempatan bagi pengusaha skala kecil ini hampir mustahil untuk mendapatkan pinjaman dengan bunga dan biaya yang wajar, serta tuntutan berbagai persyaratan kredit lainnya
Pola Distribusi Beras dan Ketahanan Pangan Di Propinsi Jawa Barat : studi kasus Kabupaten Garut
Ulasan surat kabar acapkali menggambarkan realita carut marut perberasan yang belum terselesaikan (lihat Kompas, 22 Juni 2010). Sementara itu Indonesia menghadapi tantangan terbesar yang harus disikapi serius oleh semua aktor perberasan. Tantangan liberalisasi perdagangan beras di kawasan perdagangan bebas ACFTA yang sudah mulai dijajaki dan paling lambat tahun 2018 sudah dilaksanakan. Jika pemerintah tidak menyikapi secara serius, dapat dipastikan posisi petani beras akan semakin termarjinalkan. Sikap keberpihakan pemerintah kepada petani hanya sebatas retorika sampai dengan saat ini. Ironisnya, permasalahan ketahanan pangan justru sering ditemukan di rumah tangga petani yang merupakan bagian net producer beras nasional
PROFIL SIKAP TERHADAP PLURALISME : PERSPEKTIF MAHASISWA ATAS KEHIDUPAN KAMPUS DALAM KONTEKS NASIONAL DAN GLOBAL (STUDI KASUS DI UNPAR BANDUNG DAN DI UMM MALANG)
Dalam penelititan ini ditemukan bahwa kehidupan beragama individu berpengaruh terhadap persepsinya. Ditemukan bahwa baik mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Muhammadyah Malang termasuk ke dalam kategori yang berada mendekati ke tengah dari spektrum sangat pluralisme dengan ketaatan yang sangat tinggi terhadap agamanya.Ditemukan bahwa pandangan mereka terhadap isue keberagaman agama di tingkat kampus, nasional dan internasional mempunyai pandangan yang menerima pluralisme. Mereka menerima bahwa keberbedaan agama adalah sesuatu yang wajar.Dalam penelitian ini digunakan teori Mar’at mengenai sikap manusia dan perubahan. Pengukuran dan survei dengan sampling non probabilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi pluralisme yang berada di masyarakat Indonesia khususnya yang berada di UNPAR dan UMM
PROFIL POTENSI DAN POLA STRATEGI BISNIS USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PASKA PERJANJIAN ACFTA STUDI KASUS : CIMAHI & BANDUNG
Dengan membanjirnya produk dari RRC maka kemungkinan melemahnya atau terjadinya perubahan-perubahan pada pelaku UKM Indionesia merupakan keniscayaan. Sampai dengan hari ini ada 12 jenis kategori produk yang akan dan mungkin dipertimbangkan akan dinegosiasikan dengan pemerintah RRC yang jumlahnya meliputi 228 produk. Adapun produk tersebut adalah meliputi kategori : Besi dan baja; tekstil dan produk tekstil; permesinan; elektronik; kimia anorganik dasar; petrokimia; furniture; kosmetik; jamu; alas kaki; produk industri kecil dan maritim. Dikarenakan ACFTA sudah berjalan hampir setahun maka menarik untuk mengeksplorasi bagaimana profil dari UKM khususnya yang berkenaan dengan potensi produknya di pasaran dan profil daya saingnya.Penelitian ini memunculkan beberapa faktor utama dalam mengukur potensi dan strategi bisnis UKM dalam menghadapi persaingan paska perjanjian ACFTA, yaituFaktor 1 : yang meliputi− Target laba yang direncanakan tercapai dengan baik− Target omzet penjualan yang direcanakan tercapai dengan baik− Jumlah pelanggan menjadi naik− Target Penjualan yang direncanakan tercapai semuanya− Tidak mudah memperoleh Karyawan yang memproduksi produk andaFaktor 2 : yang meliputi− Produk anda termasuk unik/langka tidak ada yang menyerupai− Produk anda tidak mudah ditiru− Produk anda tidak mudah digantikan manfaatnya oleh yang lain− Anda membuat iklan atau bergabung dengan semacam badan yang mempromosikan produk anda− Dalam merancang produk , anda mempertimbangkan kualitas produk import− Dalam merancang produk , anda mempertimbangkan disain/model produk importFaktor 3 : yang meliputi :− Jumlah produk sejenis yang berasal dari import ( RRC/India) semakin banyak− Harga produk lain yang sejenis lebih murah yang berasal dari import (RRC/India) daripada harga produk perusahaan anda− Disain atau model produk perusahaan anda termasuk lebih baik dibandingkan dengan produk lain yang sejeni
PENTINGNYA AKUNTANSI KEUANGAN BAGI ORGANISASI NIRLABA (STUDI KASUS PADA KUBCA SAMAKTA)
Sociopreneur dipercaya mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat khususnya di Indonesia. Dengan misi sosial memberdayakan masyarakat, sociopreneur dapat menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat yang pengangguran dan masyarakat bawah sehingga jumlah masyarakat miskin di Indonesia akan berkurang, dan kemandirian masyarakat semakin meningkat.Kubca Samakta adalah salah satu contoh lembaga nirlaba yang sangat kental dengan semangat sociopreneur. Kubca Samakta melakukan pemberdayaan terhadap para remaja/dewasa penyandang cacat khususnya tuna rungu, melalui program pelatihan keterampilan dan program unit produksi bagi para penyandang cacat. Kubca Samakta diharapkan dapat meningkatkan kemandirian para penyandang cacat untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik.Sebagai lembaga nirlaba, Kubca Samakta dituntut untuk melakukan pertanggungjawaban yang memadai kepada para stakeholder, khususnya penyandang dana dan pemberi bantuan sumber daya lainnya. Salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban adalah laporan keuangan yang disusun secara berkala dan merupakan output dari akuntansi keuangan. Penelitian ini dilaksanakan untuk membantu Kubca Samakta dan organisasi nirlaba sejenis dalam menerapkan akuntansi keuangan organisasi nirlaba sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.Kata Kunci : Akuntansi Organisasi Nirlaba, Sociopreneu
SME’s CLUSTERING AND ITS IMPACTS ON INNOVATION IN INDONESIA: CASE STUDY AT CIBADUYUT, WEST JAVA
Globalization is becoming an important issue for most businesses in the world. Since globalization changes business trends and shortens product life cycles, it requires companies to be more innovative in developing new ideas, products and processes. Clustering is one of ways to promote innovation by facilitating sharing information and ideas between firms, attracting buyers and suppliers, and providing opportunities for joint training. Many researches in developed countries found that the proximity between companies facilitated collaboration and provided a more conducive environment for R&D and knowledge sharing which can develop culture of entrepreneurship and innovation. Then, the success of clusters in developed countries has led many government and companies to establish new clusters.Since products from China have been dominated Indonesia’s market share with lower price, it is very difficult for Indonesian Small and Medium Enterprises to compete with lower price also. Therefore, to face the competition, innovation is perhaps as an alternative strategy for Indonesian SMEs. In facts, more than 50% of small and medium enterprises in Indonesia are located in clusters and most of them are located in Java, Bali and Nusa Tenggara. Even though they located in cluster but their innovations still very low and judging from technology perspective, most of them have low level of technologies and still remain in the underdeveloped stage. Therefore, in this research, the author tries to find (1). To what extend do cluster Indonesia promote innovation, (2). To find the reasons why clusters in Indonesia has not been working well in promoting innovation and (3). To investigate what aspects can be improved by Indonesian SMEs to boost their innovation.Keywords: clustering, innovation, small and medium enterprises
MEREK SEBAGAI STRATEGIC ASSET DAN DINAMIKA PERSAINGANNYA DI INDUSTRI KONSUMSI (STUDI EMPIRIK MEREK YANG MEMPEROLEH IBBA 2011)
Merek merupakan salah satu sumberdaya penting bagi perusahaan. Saat ini, merek tidak lagi memainkan peranan sebagai pemberi identitas produk, pemberi pembeda produk dibandingkan dengan pesaing ataupun sekedar logo, simbol atau nama merek. Merek harus dipandang sebagai sumberdaya stratejik (strategic asset) yang dapat meningkatkan kapabilitas dan kompetensi inti perusahaan dalam usahanya meraih keunggulan daya saing.Penelitian ini mencoba mengkaji merek sebagai strategic asset dan dinamika persaingannya di industri. Secara spesifik, penelitian ini ingin mengidentifikasi merek sebagai salah satu sumberdaya perusahaan yang dapat mempengaruhi keunggulan bersaing berkelanjutan perusahaan. Merek-merek yang dianalisis dalam penelitian adalah yang ikut dalam program Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2011 yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan lembaga riset MARS. Analisis dikaitkan dengan kriteria VRIN (Valuable, Rare, Inimitability, Non-substituability).Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa sepuluh merek yang masuk pada kategori pemenang IBBA 2011 adalah merek yang dimiliki oleh produsen atau perusahaan yang sudah lama ada di industri sehingga memiliki kemampuan untuk berpromosi melalui periklanan secara intensif. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi dinamika persaingan di industri. Dan secara spesifik dapat dinyatakan sebagai sumberdaya stratejik perusahaan, meskipun kriteria VRIN yang terpenuhi hanyalah valuable.Keyword: persaingan di industri, merek, sumberdaya stratejik, vri
PENYERAPAN PUBLIK TERHADAP PESAN-PESAN DALAM KOMUNIKASI POLITIK PARA KANDIDAT PRESIDEN & WAKIL PRESIDEN PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2009 STUDI KASUS KOTA JAKARTA PUSAT DAN KABUPATEN GARUT
Perubahan pada politik Indonesia telah memberi jalan pada kebebasan pers dan media yang kini mengambil peran yang cukup besar dalam pemberian dampak pada persepsi publik. Media - yang kini menjadi alat komunikasi antar pemerintah dan masyarakat - merupakan sarana yang penting dalam ajang pemilihan umum (Pemilu) 2009. Di tahun 2009, masyarakat Indonesia diberi pilihan tiga kandidat presiden dan wakil presiden untuk periode 2009 – 2014 yaitu: Megawati Soekarnoputri – Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Boediono, dan Jusuf Kalla – Wiranto. Ketiga kandidat tersebut memiliki visi dan misi yang berbeda untuk ditawarkan kepada masyarakat Indonesia untuk kepemimpinan 2009-2014.Untuk mengetahui kuatnya peran media dalam mempengaruhi pilihan rakyat pada Pemilu 2009 maka peneliti menggunakan data gathering berupa survei dan interview. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Agustus 2009 di Kotamadya Jakarta Pusat dan Kabupaten Garut dengan mengambil sampel 400 responden. Terdapat sekurangnya 13 pertanyaan (ditambah dengan 14 pertanyaan terperinci) untuk menggali bagaimana hubungan antara media dengan pilihan kandidat presiden dan wakil presiden. Data yang diperoleh dari hasil survey menunjukkan bahwa peran media sedikit banyak membantu penyebaran visi dan misi masing-masing kandidat. Sarana media tidak memberikan banyak bantuan (keuntungan) bagi para kandidat dikarenakan sudah terkotak-kotaknya para reswponden yang disurvei. Sebagian besar responden yang di survei, baik di wilayah Kotamadya Jakarta Pusat dan Kabupaten Garut, merupakan pendukung dari kandidat SBY dan Boediono. Sehingga hasil penelitian menunjukkan apapun sarana media yang digunakan, terlihat persentase terbesar ada di kandidat SBY – Boediono. Hasil penelitian ini juga bisa dikatakan selaras dengan kenyataan di lapangan, dimana pasangan SBY – Boediono menjadi pemenang pada Pemilu Pilpres 2009
Pengaruh Service Performance terhadap Kepuasan Konsumen dan Implikasinya kepada Loyalitas Pelanggan Citi Trans Bandung
Bisnis shuttle service di Bandung semakin menjamur dengan dibukanya tol Cipularang. Saat ini ada beberapa perusahaan yang bergerak dalam bisnis ini. Salah satunya adalah Citi Trans yang didirikan pada Oktober 2005 yang dapat dikatakan sebagai salah satu pelopor dalam bisnis ini. Seiring dengan berjalannya waktu yang memunculkan tingkat persaingan yang semakin meningkat, Citi Trans terkena dampaknya. Pada tahun 2010 jumlah penumpang yang memilih menggunakan jasa Citi Tans turun sebanyak 4,76% dibandingkan pada tahun 2009. Sekilas prosentase penurunan jumlah penumpang ini tampak sedikit, tetapi jika tidak dicermati dengan seksama, maka hal ini akan memberikan dampak buruk di masa depan.Bisnis shuttle service sebagaimana tercermin dalam industrinya mengutamakan pelayanan jasa dalam melayani konsumennya. Dengan demikian kualitas pelayanan menjadi alat yang vital bagi keberlangsungan Citi Trans ini. Berkaitan dengan penurunan jumlah penumpang, perlu diteliti bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan Citi Trans berkaitan dengan kepuasan dan loyalitas para penumpangnya. Atas dasar inilah fokus penelitian penelitian ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan : bagaimana pengaruh kualitas layanan yang dipersepsikan penumpang (service performance) Citi Trans terhadap kepuasan konsumen dan implikasinya kepada loyalitas pelanggan Citi Trans, Bandung?Dalam penelitian kausal ini, jumlah responden dipilih sebanyak 150 orang sesuai dengan rumus minimal, yaitu lima kali jumlah item (pertanyaan) penelitian yang berjumlah 30. Teknik sampling dilakukan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SEM menggunakan program AMOS 20.Hasil penelitian memperlihatkan model yang ada tidak sesuai (fit) dengan data yang ada, walapun validitas dan reliabilitas model tinggi. Hal ini dimungkinkan oleh beberapa kemungkinan, seperti (1) kurangnya jumlah sampel dan atau (2) teknik pengambilan sampel yang tidak random (walaupun dalam penelitian ini amat sulit dilakukan sehubungan dengan tidak tersedianya jumlah populasi yang dibutuhkan untuk teknik random sampling